• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan ajar penataan produk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bahan ajar penataan produk"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KD 1. PENGERTIAN, RUANG LINGKUP DAN JENIS-JENIS DISPLAY Pendahuluan

Mengembangkan usaha Perdagangan bukan pekerjaan mudah sebab majunya suatu usaha sangat berhubungan dengan manajemen bisnis, ketetapan pengembangan usaha bisnis tersebut dipengaruhi oleh banyak hal seperti dalam usaha pengembangan produk baru, konsep penjualan (sales concept) dan konsep pemasaran (marketing concept) sangat menentukan laju pertumbuhan suatu perusahaan, oleh karena itu dalam kegiatan sales concept dan marketing concept tidak terlepas dari kegiatan promosi (sales promotion) dan kegiatan display, sales promotion merupakan hal untuk mempromosikan barang secara langsung agar menarik minat calon pembeli terhadap produk yang dipromosikan.

Komunikasi peritel dengan pelanggannya tidaklah selalu dengan media massa seperti dengan suara di radio, dengan tulisan dan gambar seperti di majalah dan koran, ataupun dengan media suara dan gambar seperti di televisi. Komunikasi dapat terjadi melalui gambaran visual, lay out maupun display produk di dalam toko. Komunikasi visual adalah komunikasi

perusahaan ritel atau toko dengan konsumennya melalui wujud fisik, seperti identitas toko, lay out dan display maupun in-store communication.

Kegiatan display (penataan produk) merupakan kegiatan dari suatu perusahaan untuk memajangkan barang dagangan baik dalam ruangan maupun diluar luar ruangan untuk dapat mempengaruhi calon konsumen secara langsung maupun tak langsung terhadap barang yang akan dijual, dengan demikian display merupakan suatu peragaan untuk mempengaruhi konsumen melalui demontrasi pemajangan barang sehingga memperoleh kesan tersendiri bagi konsumen (semi personal). Salah satu penentu keberhasilan dalam bisnis ritel adalah cara mendisplay produk dengan benar. Sistem display berkaitan erat dengan jenis barang, ukuran, warna, rasa, kemasan, bentuk penataan, dan seterusnya

1. Pengertian Display.

Menata barang dagangan dikenal dengan banyak istilah diantaranya yaitu : display, visual merchandising, merchandise presentation dan lain

(2)

Sedangkan pengertian display dapat dilihat sebagai berikut:

1. Ngadiman (2008 : 329) menyatakan bahwa Display: tata letak barang dengan memperhatikan unsur pengelompokan jenis dan kegunaan

barang, kerapihan dan keindahan agar terkesan menarik dan

mengarahkan konsumen untuk melihat, mendorong, dan memutuskan untuk membeli.

2. Kegiatan menata / menyusun barang dagangan dengan menggunakan media / alat (Fixture) dan kaidah – kaidah tertentu, agar barang

dagangan dapat di komunikasikan / di informasikan dengan jelas dan menarik kepada konsumen

3. Suatu cara penataan produk terutama produk barang yang diterapkan oleh perusahaan tertentu dengan tujuan untuk menarik minat konsumen. 4. William J.Shultz, menyatakan “Display consist of simulating customers

attention and interest in a product or a store, and desire to buy the product or patronize the store, through direct visual appeal”.

Display adalah suatu cara mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan membeli melalui daya tarik penglihatan langsung ( direct visual appeal ).

5. Menurut Buchari Alma (2004:189) adalah sebagai berikut “ Display ialah keinginan membeli sesuatu yang tidak didorong oleh seseorang, tapi didorong oleh penglihatan ataupun oleh perasaan lainnya.”

1. Pentingnya Penataan Barang Dagangan (Display)

Mengapa Perlu Penataan Barang ? Salah satu alasannya adalah karena jumlah pencapaian penjualan mencerminkan dampak dari program penataan barang yang kita lakukan. Kita harus yakin bahwa dengan

(3)

1. Jenis-jenis Display.

Secara umum display dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :

1. window display 2. interior display 3. eksterior display

� Window Display

Window display adalah pemajangan barang dagangan di etalase atau jendela kegiatan usaha atau mmajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-simbol, dan sebagainya dibagian depan toko yang disebut etalase.

Tujuan window display adalah untuk menarik minat konsumen sekaligus menjaga keamanan barang dagangan.window display hanya

memperlihatkan barang dagangan yang ditawarkan saja, tanpa dapat disentuh oleh konsumen, sehingga pengamanan menjadi lebih mudah. Bila konsumen ingin mengetahui lebih lanjut, maka ia dipersilahkan untuk masuk lebih memperjelas pengamatannya.

Fungsi window display adalah:

 Untuk menarik perhatian orang

 Memancing perhatian terhadap barang barang yang dijual di toko  Menimbulkan impulse buying ( dorongan seketika)

 Menimbulkan daya tarikterhadap keseluruhan suasana toko

(4)
(5)

Interior display adalah pemajangan barang dagangan di dalam toko. Interior display banyak dipergunakan untuk barang-barang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Interior display terdiri dari :

1. Merchandise display

Ialah menempatkan barang dagangan di dalam toko terbagi menjadi tiga bagian yaitu;

a) Open Interior Display

Adalah penataan barang dagangan di dalam kegiatan usaha dimana barang diletakkan secara terbuka sehingga konsumen dapat melihat, dan

mengamati tanpa bantuan petugas

penjualan (pramuniaga), misalnya self display, island display (barang-barang diletakkan diatas lantai dan ditata dengan baik sehingga menyerupai pulau-pulau).

Kebaikan dari open interior display antara lain;

1) Barang dagangan dapat dijual dengan cepat

2) Pemilik toko dengan mudah mengadakan perubahan susunan pajangan bilamana sewaktu waktu diperlukan.

3). Alat alat yang dipakai untuk memamerkan barang barang sederhana,

barang barang yang dipajangkan biasanya :

o Barang barang yang lama lakunya

o Barang barang yang ingin cepat habis terjual

o Barang barang yang dibeli atas dorongan kata hati

(6)

Contoh Open Interior Display produk fresh

(7)

Contoh Open interior Display Produk Supermarket

(8)

Contoh Open Interior Display : Floor Display

b) Close Interior Display

Adalah penataan barang dagangan di dalam kegiatan usaha dimana barang diletakkan dalam tempat tertentu, sehingga konsumen hanya dapat

mengamati saja. Bila konsumen ingin mengetahui lebih lanjut, maka ia akan minta tolong pada wiraniaga untuk mengambilkannya.

Contoh Close Interior Display :

2. Architectural display

yaitu menata gambar yang menunjukkan gambaran mengenai penggunaan barang yang diperdagangkan, misalnya ruang tamu, mebeleur, dikamar tidur.

3. Store sign and decoration

(9)

4. Dealer display

Dealer display merupakan simbol, petunjuk-petunjuk mengenai penggunaan barang yang dibuat oleh produsen, simbol-simbol tersebut seakan-akan memberi peringatan kepada pramuniaga agar tidak memberikan informasi yang tidak sesuai atau tidak benar.

� Eksterior Display

Eksterior display adalah pemajangan barang dagangan di tempat tertentu di luar kegiatan usaha yang biasa digunakan. Pemajangan sistem ini banyak digunakan untuk promosi barang, pengenalan produk baru, penjualan istimewa seperti cuci gudang, discount dan sejenisnya. Untuk pemasaran secara tetap pemajangan sistem ini kurang optimal karena kelemahan faktor pengamanan, cuaca, pengiriman barang dan sebagainya. Intinya, eksterior display hanya tepat dipergunakan untuk kondisi penjualan tertentu.

Fungsi Eksterior display adalah;

o Memperkenalkan produk denngan cepat dan ekonomis

o Membantu mengkoordinir advertising dan merchandising

o Membangun hubungan yang baik dengan masyarakat,seperti pada waktu Hari Raya ,ulang tahun dan sebagainya

o Mendistribusikan barang ke konsumen dengan cepat.

� Solari display

Solari display yaitu menempatkan barang dagangan di bagian

(10)

Baik dengan open interior display, maupun dengan closed interior display, barang dagangan itu perlu diatur, ditata, disusun sedemikian rupa, agar para konsumen atau para pelanggan dapat tertarik dan berminat mau membelinya.

Referensi

Dokumen terkait

2) Prinsip penghasilan, meliputi pengakuan dan pengukran seluruh hasil kegiatan usaha baik bersifat utama maupun sampingan. Penghasilan ini diukur dengan nilai barang atau jasa

Penataan produk ( display ) adalah suatu cara penataan produk, terutama produk barang yang diterapkan oleh perusahaan tertentu dengan tujuan untuk menarik minat

Melihat begitu pentingnya sistem manajemen penataan barang dagangan pa- da suatu perusahaan maupun organisasi, khususnya di Swalayan Kopma UGM, ma- ka penulis tertarik untuk

Adalah penataan barang dagangan di dalam kegiatan usaha dimana barang diletakkan secara terbuka sehingga konsumen dapat melihat, dan mengamati tanpa bantuan petugas

Arahan penataan PKL untuk kedepannya adalah diharapkan adanya pengelompokkan jenis dagangan, penggunaan sarana dan waktu berdagang , pembinaan terhadap PKL, mengukur

Untuk menata busana dapat dipilih tempat di tengah atau di sudut ruangan, jika penataan busana dilengkapi dengan aksesoris, lekatkan aksesoris pada alas penataan

Entitas Luar : kesatuan diluar sistem yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem, dapat berupa orang atau, organisasi, sumber informasi lain atau

Untuk penataan lahan dari kegiatan ke empat yaitu pembuatan tanggul sampai ke selatan di batas area penataan lahan maka area di batas penataan lahan dimungkinkan untuk dilakukan