• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Beban Kerja Mental Perawat dengan Metode Nasa-Task Load Index di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Beban Kerja Mental Perawat dengan Metode Nasa-Task Load Index di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Nirma Purba
  • Pengajar:
    • Ibu Ir. Dini Wahyuni, MT
    • Ibu Khalida Syahputri, ST, MT
    • Ibu Ir. Khawarita Siregar, MT
    • Bapak Ir. Mangara M. Tambunan, M.Sc
    • Bapak Ir. Jabbar Rambe, M.Eng
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Industri
  • Topik: Analisis Beban Kerja Mental Perawat dengan Metode Nasa-Task Load Index di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara
  • Tipe: tugas sarjana
  • Tahun: 2015
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya penelitian mengenai beban kerja mental perawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara. Perawat berperan penting dalam memberikan perawatan kepada pasien gangguan jiwa, yang sering kali dalam kondisi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis tingkat beban kerja mental perawat dengan menggunakan metode NASA-TLX dan work sampling, serta alat EEG untuk mendapatkan gambaran yang lebih objektif. Pentingnya penelitian ini juga terletak pada dampaknya terhadap kesejahteraan perawat dan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini mencakup kondisi kerja perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang penuh tekanan dan tantangan. Dalam menghadapi pasien yang berpotensi mengamuk, perawat perlu memiliki mental yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja mental perawat, yang diharapkan dapat memberikan wawasan bagi manajemen rumah sakit dalam mengelola sumber daya manusia secara lebih efektif.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah penelitian ini berfokus pada pengukuran beban kerja mental perawat di ruang IGD. Pertanyaan utama yang diangkat adalah bagaimana tingkat beban kerja mental yang dialami oleh perawat dan bagaimana hal ini mempengaruhi produktivitas mereka dalam memberikan perawatan kepada pasien.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan menganalisis beban kerja mental perawat, mengetahui persentase waktu produktif, serta membandingkan hasil pengukuran menggunakan metode NASA-TLX, work sampling, dan alat EEG. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kesejahteraan perawat dan efisiensi kerja.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini meliputi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang ergonomi dan manajemen sumber daya manusia, serta memberikan masukan bagi rumah sakit dalam mengelola beban kerja perawat. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dalam menerapkan teori yang dipelajari di bangku kuliah.

1.5. Batasan Masalah dan Asumsi

Batasan masalah dalam penelitian ini mencakup fokus pada perawat yang bekerja di ruang IGD dan hanya pada shift pagi. Asumsi yang digunakan adalah kondisi rumah sakit tidak berubah selama penelitian dan perawat memahami prosedur kerja yang dilakukan.

1.6. Sistematika Penulisan Tugas Sarjana

Sistematika penulisan ini bertujuan untuk mempermudah pemahaman terhadap rangkaian penelitian. Terdiri dari pendahuluan, gambaran umum perusahaan, landasan teori, metodologi penelitian, pengumpulan dan pengolahan data, analisis pemecahan masalah, serta kesimpulan dan saran.

II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Bagian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara, termasuk sejarah, visi, misi, struktur organisasi, dan fasilitas pelayanan yang tersedia. Pengetahuan ini penting untuk memahami konteks di mana penelitian dilakukan dan tantangan yang dihadapi perawat.

2.1. Sejarah Rumah Sakit Jiwa

Sejarah Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara mencakup pendirian dan perkembangan fasilitas kesehatan jiwa di Medan. Pengetahuan tentang sejarah ini penting untuk memahami evolusi pelayanan kesehatan jiwa dan tantangan yang dihadapi dalam memberikan perawatan kepada pasien.

2.2. Visi, Misi, dan Motto Rumah Sakit Jiwa

Visi dan misi rumah sakit menekankan pentingnya pelayanan kesehatan jiwa yang profesional dan terpadu. Motto rumah sakit mencerminkan komitmen untuk memberikan pelayanan yang harmonis dan sigap, yang sangat relevan dalam konteks perawatan pasien gangguan jiwa.

2.3. Fasilitas Pelayanan

Fasilitas pelayanan yang ada di rumah sakit mencakup unit gawat darurat, rawat jalan, dan rehabilitasi medis. Pengetahuan tentang fasilitas ini membantu dalam memahami sumber daya yang tersedia untuk perawat dalam memberikan perawatan yang optimal.

2.4. Struktur Organisasi

Struktur organisasi rumah sakit menunjukkan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas, yang penting untuk pengelolaan sumber daya manusia. Memahami struktur ini membantu dalam mengidentifikasi alur komunikasi dan pengambilan keputusan dalam organisasi.

2.5. Tugas Pokok Rumah Sakit Jiwa

Tugas pokok rumah sakit mencakup pencegahan, pemulihan, dan rehabilitasi pasien gangguan jiwa. Pengetahuan ini penting untuk memahami peran perawat dalam menjaga kesehatan mental pasien dan bagaimana beban kerja mereka dapat mempengaruhi hasil perawatan.

2.6. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja

Informasi mengenai jumlah tenaga kerja dan jam kerja di rumah sakit memberikan gambaran tentang beban kerja perawat. Memahami distribusi tenaga kerja membantu dalam analisis beban kerja dan produktivitas perawat di ruang IGD.

III. LANDASAN TEORI

Bagian ini menguraikan teori-teori yang mendasari penelitian, termasuk ergonomi, beban kerja, dan pengukuran beban kerja mental. Teori-teori ini memberikan kerangka acuan untuk memahami hasil penelitian dan aplikasinya dalam konteks pendidikan.

3.1. Ergonomi

Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dan elemen lain dalam sistem. Penerapan ergonomi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan manusia dalam bekerja. Pengetahuan ini penting untuk merancang lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental perawat.

3.2. Beban Kerja

Beban kerja merujuk pada jumlah dan kompleksitas tugas yang dihadapi seseorang dalam pekerjaan. Memahami beban kerja penting untuk menganalisis keseimbangan antara kemampuan perawat dan tuntutan pekerjaan yang dihadapi.

3.3. Beban Kerja Mental

Beban kerja mental adalah aspek yang sulit diukur namun sangat mempengaruhi kinerja. Pengetahuan tentang beban kerja mental membantu dalam memahami tantangan yang dihadapi perawat dalam memberikan perawatan kepada pasien.

3.4. Pengukuran Beban Kerja

Pengukuran beban kerja dapat dilakukan secara objektif maupun subjektif. Metode seperti NASA-TLX digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai beban kerja yang dialami perawat.

3.5. Pengukuran Kerja dengan Metode Work Sampling

Metode work sampling digunakan untuk mengukur aktivitas kerja secara langsung dan efisien. Pengetahuan tentang metode ini penting untuk analisis waktu produktif perawat di ruang IGD.

3.6. Pelaksanaan Sampling Kerja

Pelaksanaan sampling kerja melibatkan langkah-langkah tertentu untuk memastikan data yang diperoleh akurat dan representatif. Memahami proses ini penting untuk menghasilkan data yang valid dalam penelitian.

3.7. Penentuan Jadwal Waktu Pengamatan Secara Acak

Penjadwalan waktu pengamatan secara acak membantu dalam mengurangi bias dalam pengumpulan data. Teknik ini penting untuk memastikan bahwa pengamatan mencakup berbagai kondisi kerja perawat.

3.8. Allowance

Allowance adalah waktu yang diberikan untuk kebutuhan pribadi, menghilangkan rasa lelah, dan keterlambatan yang tidak dapat dihindari. Memahami konsep ini penting untuk menganalisis produktivitas perawat secara lebih akurat.

3.9. Perhitungan Persentase Waktu Produktif dan Uji Keseragaman Data

Perhitungan persentase waktu produktif membantu dalam mengevaluasi efisiensi kerja perawat. Uji keseragaman data memastikan bahwa data yang diperoleh konsisten dan dapat diandalkan.

3.10. Penentuan Jumlah Pengamatan yang Diperlukan

Menentukan jumlah pengamatan yang diperlukan adalah langkah penting untuk memastikan validitas hasil penelitian. Metode ini membantu dalam merencanakan pengumpulan data yang efisien.

3.11. Penentuan Tingkat Ketelitian Hasil Pengamatan

Tingkat ketelitian hasil pengamatan adalah indikator kualitas data yang diperoleh. Memahami aspek ini penting untuk menilai keandalan hasil penelitian.

3.12. Metode NASA-TLX

Metode NASA-TLX adalah alat yang digunakan untuk mengukur beban kerja mental secara subjektif. Pengetahuan tentang metode ini penting untuk menganalisis beban kerja yang dialami perawat di ruang IGD.

IV. METODOLOGI PENELITIAN

Bagian ini menjelaskan metodologi yang digunakan dalam penelitian, termasuk tempat dan waktu penelitian, jenis penelitian, objek penelitian, serta metode pengumpulan dan pengolahan data. Memahami metodologi ini penting untuk menilai validitas dan reliabilitas hasil penelitian.

4.1. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara, dengan fokus pada perawat yang bekerja di ruang IGD. Waktu penelitian ditentukan untuk memastikan pengumpulan data yang representatif.

4.2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan ini digunakan untuk mendapatkan data yang dapat diukur dan dianalisis secara statistik.

4.3. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah perawat yang bekerja di ruang IGD. Memahami karakteristik objek penelitian penting untuk interpretasi hasil yang akurat.

4.4. Kerangka Berfikir Penelitian

Kerangka berpikir penelitian menggambarkan hubungan antara variabel yang diteliti. Memahami kerangka ini membantu dalam merancang penelitian yang sistematis.

4.5. Variabel Penelitian

Variabel penelitian mencakup beban kerja mental dan waktu produktif perawat. Memahami variabel ini penting untuk analisis data yang tepat.

4.6. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian mencakup kuesioner NASA-TLX, alat EEG, dan metode work sampling. Memahami instrumen ini penting untuk memastikan data yang diperoleh valid dan reliabel.

4.7. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan pengukuran menggunakan alat EEG. Memahami metode ini penting untuk memastikan keakuratan data yang dikumpulkan.

4.8. Metode Pengolahan Data

Metode pengolahan data mencakup analisis statistik untuk menginterpretasikan hasil penelitian. Memahami proses ini penting untuk menarik kesimpulan yang valid dari data yang diperoleh.

V. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Bagian ini menjelaskan langkah-langkah dalam pengumpulan dan pengolahan data yang diperoleh dari penelitian. Proses ini penting untuk memastikan bahwa data yang dianalisis akurat dan dapat diandalkan.

5.1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner NASA-TLX, observasi langsung, dan pengukuran aktivitas otak menggunakan alat EEG. Proses ini memastikan data yang diperoleh representatif dan mendukung analisis yang dilakukan.

5.1.1. Pengumpulan Data dengan Metode NASA-TLX

Metode NASA-TLX digunakan untuk mengukur beban kerja mental perawat. Kuesioner yang diisi oleh perawat memberikan data subjektif mengenai pengalaman mereka dalam bekerja.

5.1.2. Hasil Pengamatan Work Sampling

Hasil pengamatan work sampling mencakup waktu produktif perawat selama jam kerja. Data ini digunakan untuk menganalisis efisiensi kerja dan beban kerja yang dialami perawat.

5.1.3. Penentuan Allowance (Kelonggaran)

Allowance ditentukan untuk menghitung waktu yang dibutuhkan perawat untuk kebutuhan pribadi dan istirahat. Memahami konsep ini penting untuk analisis waktu produktif perawat.

5.1.4. Grafik Alat EEG

Grafik yang dihasilkan oleh alat EEG digunakan untuk menganalisis aktivitas otak perawat. Data ini memberikan gambaran objektif mengenai beban kerja mental yang dialami.

5.2. Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan menghitung nilai-nilai dari kuesioner, menganalisis hasil observasi, dan menginterpretasikan data dari alat EEG. Proses ini penting untuk menarik kesimpulan dari penelitian.

5.2.1. Pengolahan Data NASA-TLX

Pengolahan data NASA-TLX melibatkan perhitungan nilai beban kerja mental berdasarkan kuesioner yang diisi oleh perawat. Hasil ini akan digunakan untuk analisis lebih lanjut.

5.2.2. Pengolahan Data Work Sampling

Data work sampling diproses untuk menghitung persentase waktu produktif perawat. Hasil ini penting untuk memahami efisiensi kerja perawat di ruang IGD.

5.2.2.1. Perhitungan Waktu Produktif Perawat

Perhitungan waktu produktif dilakukan dengan menghitung waktu yang dihabiskan perawat untuk tugas-tugas yang relevan. Data ini digunakan untuk mengevaluasi beban kerja perawat.

5.2.2.2. Uji Keseragaman Data

Uji keseragaman data dilakukan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh konsisten dan dapat diandalkan. Proses ini penting untuk validitas hasil penelitian.

5.2.2.3. Uji Kecukupan Data

Uji kecukupan data dilakukan untuk memastikan bahwa jumlah pengamatan yang dilakukan mencukupi untuk analisis. Hal ini penting untuk menarik kesimpulan yang valid.

5.2.2.4. Perhitungan Tingkat Ketelitian Hasil Pengamatan

Perhitungan tingkat ketelitian dilakukan untuk menilai kualitas data yang diperoleh. Memahami tingkat ketelitian penting untuk menilai keandalan hasil penelitian.

VI. ANALISIS PEMECAHAN MASALAH

Bagian ini menyajikan analisis hasil pengolahan data menggunakan metode NASA-TLX dan work sampling, serta analisis grafik EEG. Hasil analisis ini penting untuk memberikan rekomendasi bagi manajemen rumah sakit.

6.1. Analisis NASA-TLX

Analisis hasil pengukuran menggunakan metode NASA-TLX memberikan gambaran mengenai tingkat beban kerja mental perawat. Hasil ini membantu dalam memahami tantangan yang dihadapi perawat dalam memberikan perawatan.

6.2. Analisis Work Sampling

Analisis data work sampling menunjukkan persentase waktu produktif perawat. Hasil ini penting untuk mengevaluasi efisiensi kerja dan distribusi tugas di ruang IGD.

6.3. Analisis Grafik EEG

Analisis grafik EEG memberikan gambaran objektif mengenai aktivitas otak perawat. Data ini digunakan untuk memahami kondisi mental perawat saat bekerja.

6.4. Analisis Hubungan NASA-TLX dan Work Sampling

Analisis hubungan antara hasil NASA-TLX dan work sampling membantu dalam memahami bagaimana beban kerja mental mempengaruhi produktivitas perawat. Hasil ini penting untuk rekomendasi manajemen.

6.5. Analisis Hubungan NASA-TLX dan Grafik EEG

Analisis hubungan antara hasil NASA-TLX dan grafik EEG memberikan wawasan tentang bagaimana beban kerja mental berhubungan dengan kondisi psikologis perawat.

6.6. Analisis Hubungan NASA-TLX, Work Sampling, dan Grafik EEG

Analisis komprehensif yang menggabungkan hasil dari ketiga metode memberikan gambaran menyeluruh mengenai beban kerja mental dan produktivitas perawat. Hasil ini penting untuk merumuskan rekomendasi bagi manajemen rumah sakit.

VII. KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian ini menyajikan kesimpulan dari hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, serta memberikan saran untuk perbaikan di masa depan. Kesimpulan dan saran ini penting untuk implementasi hasil penelitian dalam praktik.

7.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja mental perawat di ruang IGD cukup tinggi, yang mempengaruhi produktivitas mereka. Hasil analisis memberikan wawasan tentang pentingnya manajemen beban kerja untuk meningkatkan kesejahteraan perawat.

7.2. Saran

Saran yang diberikan mencakup perlunya manajemen rumah sakit untuk memperhatikan beban kerja perawat dan memberikan dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kesejahteraan mental perawat.

Referensi Dokumen

  • Evaluasi Beban Kerja Operator Mesin pada Departemen Log and Veeeneer Preparation di PT. XYZ ( Amalia Faikhotul Hima )

Gambar

Grafik EEG ........................................................................
Tabel Pengamatan Work Sampling ......................................................
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara
Tabel 3.1. Indikator dalam Metode NASA-TLX
+7

Referensi

Dokumen terkait

Nilai Score rata-rata NASA-TLX yang diperoleh untuk dinasan jarak dekat yaitu 71,7%, dan pada dinasan jarak jauh 82,7% , serta adanya perbedaan faktor

Perhitungan beban kerja mental menggunakan NASA-TLX dan perhitungan beban kerja fisik menggunakan work sampling digunakan untuk seluruh karyawan sortir yang berjumlah 27 orang

Berdasarkan penjelasan Hart dan Staveland (1981) dalam teori NASA-TLX, skor beban kerja yang diperoleh dapat di interpretasikan yaitu untuk nilai skor kurang dari 50 menyatakan

Dalam kaitan beban kerja pada penelitian ini, dilakukan analisis mengenai beban kerja seluruh pegawai menggunakan metode NASA-TLX dimana diketahui tingkat beban kerja

Grafik Perbandingan Kategori Skor Beban Kerja Mental NASA TLX Sumber: Hasil pengolahan data 2023 Melalui Gambar 2, didapatkan informasi bahwa terdapat persentase dari kategori skor

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa hubungan beban kerja mental dan fisik dengan kinerja karyawan yang diukur menggunakan metode nasa task load index Pada PT.. Alfa

Pada pengukuran beban kerja mental yang berjumlah sepuluh orang dengan rata-rata nilai sebesar 72,86 masuk dalam katagori beban kerja mental sedang dan indikator elemen NASA-TLX yang

Hubungan beban kerja mental dengan burnout perawat di ruang IGD Rumah Sakit UNS Burnout Beban kerja mental r = - 0,178 P > 0,395 n = 25 Sumber : Data primer 2022 Berdasarkan