• Tidak ada hasil yang ditemukan

Harta Gono Gini Perceraian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Harta Gono Gini Perceraian"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

HARTA GONO GINI DALAM PERCERAIAN VENNA

MELINDA DAN IVAN FADILLA

Disusun untuk Memenuhi Sistem Hukum Indonesia

Dosen Pengampu :

Totok Tumangkar, S.H, M.Hum

Disusun Oleh :

Gigih Miftasari G.331.13.0059

PROGRAM PENDIDIKAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS SEMARANG

(2)

2 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perceraian tidak luput dari sengketa hak asuh atas anak dan pembagian harta bersama atau biasa disebut sebagai harta gono-gini. Harta dibagi menjadi dua, yaitu harta bawaan dan harta bersama atau harta gono gini.

Berdasarkan Pasal 35 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,

Harta Bersama yaitu harta benda yang diperoleh selama perkawinan, sedangkan Harta Bawaan adalah harta benda diluar harta bersama yaitu harta benda masing-masing suami-istri yang diperoleh sebelum perkawinan dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan sepanjang para pihak tidak menentukan lain. Dalam konteks ini maka pembagian harta gono-gini hanya terbatas pada harta yang diperoleh selama perkawinan, sedangkan diluar harta tersebut merupakan milik masing-masing kecuali ditentukan lain. Ketentuan lain ini adalah apabila ada perjanjian tentang percampuran harta atau pemisahan harta setelah para pihak menikah yang dinamakan dengan PERJANJIAN PERKAWINAN. Diatur dalam Pasal 29 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

1.2 Contoh Kasus

Majelis hakim Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan mengabulkan gugatan perceraian Venna Melinda (41) terhadap Ivan Fadilla Soedjoko (48) setelah satu tahun menjalani persidangannya di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan.

(3)

"Dengan putusan hakim itu, jatuh talak satu, dan mereka (Ivan dan Venna) jadi bercerai. Hak asuh anak diberikan pada orangtuanya sebagai wali," ujar Petrus Balapationa, kuasa hukum Ivan, usai sidang, Selasa.

Menurut Petrus, sesuai putusan hakim, harta gono-gini selama 18 tahun perkawinan Ivan dan Venna dibagi dua secara adil. Harta gono-gini itu diantaranya rumah di Jalan Paso, Jagakarsa yang sampai sekarang masih dicicil. Lalu, ada dua mobil, yakni Toyota Alpard dan sedan Jaguar yang menjadi harta bersama. "Itu akan di bagi dua," ucap Petrus.

Sedangkan satu unit apartemen di Pluit, Jakarta Utara, dan rumah di Bali, yang diminta Venna, ditolak hakim. "Buat kami, ini cukup adil, dan kami menerima. Tinggal menunggu sikap Ibu Venna saja," kata Petrus.

(4)

4 BAB II

PERMASALAHAN

2.1 Rumusan Masalah

2.2.1 Masalah atau kasus tersebut masuk ke dalam ranah hukum apa?

(5)

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Hukum Harta Gono Gini dalam Perceraian

Akibat hukum perceraian terhadap harta bersama diatur dalam

Pasal 37 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UUP”) yang menyatakan “Bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hukumnya masing-masing.” Lebih jauh daam Penjelasan Pasal 37 UU Perkawinan disebutkan bahwa “Yang dimaksud dengan "hukumnya" masing-masing ialah hukum agama, hukum adat dan hukum-hukum lainnya.”

Namun berdasarkan kasus yang saya ambil terkait kasus perceraian antara Venna Melinda dan Ivan Fadilla, menurut saya kasus terkait harta gono gini tersebut masuk ke dalamAcara Hukum Perdata.

3.2 Harta Gono Gini dalam Hukum Perdata

Maka berdasarkan Pasal 119 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, terhitung sejak perkawinan terjadi, demi hukum terjadilah percampuran harta di antara keduanya (jika perkawinan dilakukan sebelum berlakunya Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan - “UU Perkawinan”). Akibatnya harta istri menjadi harta suami, demikian pula sebaliknya. Inilah yang disebut sebagai harta bersama. Terhadap harta bersama, jika terjadi perceraian, maka harus dibagi sama rata antara suami dan istri.

Berdasarkan Pasal 126 KUHPer, harta bersama bubar demi hukum salah satunya karena perceraian. Lalu, setelah bubarnya harta bersama, kekayaan bersama mereka dibagi dua antara suami dan isteri, atau antara para ahli waris mereka, tanpa mempersoalkan dan pihak mana asal barang-barang itu.

(6)

6

isteri dan 50% untuk pihak suami. Hal ini didasarkan pada suatu pemikiran bahwa dalam suatu perkawinan itu baik pihak isteri maupun pihak suami mempunyai kedudukan yang seimbang dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat dengan suami sebagai kepala rumah tangga dan isteri sebagai ibu rumah tangga.

Berkaitan dengan permasalahan siapakah yang membuat konsep pembagian harta gono gini sebagaimana dimaksud di atas, maka peraturan perundang-undangan tidak memperinci secara jelas mengenai hal tersebut. Namun demikian, pemahaman konsep sebagaimana tersebut di atas telah banyak digunakan/dipakai oleh pengadilan-pengadilan di wilayah Indonesia baik Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama yang memutuskan perkara perceraian.

Berkaitan dengan permasalahan sebagaimana dimaksud dalam pertanyaan di atas, maka pembagian harta gono gini tersebut memang dilakukan setelah perceraian terjadi atau diputus oleh Pengadilan yang berwenang untuk itu. Hal ini disebabkan, pembagian harta gono gini tersebut akan didasarkan pada isi amar putusan perceraian yang menyatakan mengenai pembagian harta gono gini.

(7)

BAB IV KESIMPULAN

Akibat dari perceraian yaitu timbul masalah pembagian harta bersama atau harta gono gini. Pasal 37 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UUP”) yang menyatakan “Bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hukumnya masing-masing.” Lebih jauh daamPenjelasan Pasal 37 UU Perkawinandisebutkan bahwa “Yang dimaksud dengan "hukumnya" masing-masing ialah hukum agama, hukum adat dan hukum-hukum lainnya.”

Namu berdasarkan Pasal 126 KUHPer,harta bersama bubar demi hukum salah satunya karena perceraian. Lalu, setelah bubarnya harta bersama, kekayaan bersama mereka dibagi dua antara suami dan isteri, atau antara para ahli waris mereka, tanpa mempersoalkan dan pihak mana asal barang-barang itu.

Maka munculah konsep pembagian harta 50:50 yaitu 50% untuk suami dan 50% untuk istri. Hal ini didasarkan pada suatu pemikiran bahwa dalam suatu perkawinan itu baik pihak isteri maupun pihak suami mempunyai kedudukan yang seimbang dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat dengan suami sebagai kepala rumah tangga dan isteri sebagai ibu rumah tangga.

(8)

8 DAFTAR PUSTAKA

Hukumonline.com. 2012. “Dampak Perceraian Terhadap Harta Bersama” . (Online).(http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4f3b41b9d92da/da mpak-perceraian-terhadap-harta-bersama-, diakses Sabtu, 23 Mei 2015)

Hukumonline.com. 2014. “Pembagian Harta Bersama Jika Terjadi Perceraian”. (Online).(http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt53b65a5e2cfef/pem bagian-harta-bersama-jika-terjadi-perceraian, diakses Sabtu, 23 Mei 2015)

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek voor Indonesie), Bab II “Akta Sipil”, Bagian 3 “Pembubaran Gabungan Harta Bersama dan Hak untuk Melepaskan Diri Padanya”

Tribunnews.com. 2014. “Cerai, Venna Melinda Diminta Berbagi Harta dan Anak”. (Online). ( http://www.tribunnews.com/seleb/2014/03/19/cerai-venna-melinda-diminta-berbagi-harta-dan-anak, diakses Sabtu, 23 Mei 2015)

Referensi

Dokumen terkait

Data tersebut merupakan data harian harga saham penutupan (harga saham yang diminta oleh penjual atau pembeli saat akhir hari bursa) dari lima saham sub

1) Tujuan dan Kemampuan. Faktor ini ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan pegawai. Tujuan yang ingin dicapai harus jelas dan ditetapkan secara ideal serta cukup

4 Baik 3 Cukup 2 Perlu bimbingan 1 Keterampilan proses membuat prediksi Siswa membuat dugaan sementara sesuai dengan materi yang diberikan dengan relevan dan

Secara agregat dapat dilihat bahwa faktor utama yang mendorong anggota rumah tangga melakukan migrasi pada daerah agroekosistem lahan kering berbasis perkebunan adalah

Faktor pendorong migrasi umumnya adalah harapan akan upah yang lebih tinggi (Todaro 1976). Migrasi merupakan solusi yang banyak dipilih dalam mengatasi keterpurukan

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskrisptif analitik yaitu memberikan gambaran tentang fenomena migrasi dan permasalahan

Setelah dilakukan identifikasi kriteria dan subkriteria dari tabel SWOT, maka digunakan metode ANP untuk mengetahui bobot prioritas dari masing-masing alternatif

There are five properties, items, thingies, or whatever you would like to call them that make games sell: topic, quality, marketing and public.. relations, range of appeal, and the