Rancang Bangun Alat Pengupas Buah Durian Sistem Press Manual

53  54  Download (1)

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

Gambar 1. Flowchart Penelitian

Mulai

Merancang bentuk alat

Menggambar dan menentukan dimensi alat

Memilih bahan

Diukur bahan yang akan digunakan

Dipotong bahan yang

digunakan sesuai dengan

Pengelasan

Digerinda permukaan yang kasar Merangkai alat

(2)

a b

Pengujian alat

Layak?

Analisis data Pengukuran parameter

Data

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

DAFTAR PUSTAKA

Amanto, H. dan Haryanto, 1999.Ilmu Bahan. Bumi Aksara, Jakarta.

Daywin, F. J., dkk., 2008. Mesin-Mesin Budidaya Pertanian di Lahan Kering. Graha Ilmu, Jakarta.

Daryanto, 1984. Dasar-Dasar Teknik Mesin. Bumi Aksara, Jakarta.

Darun, 2002. Ekonomi Teknik. Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USI, Medan.

Giatman, 2006. Analis Ekonomi. ITB, Bandung.

Hardjosentono, dkk., 2000. Sistem Mekanisme Pertania. Anggota IKAPI, Jakarta.

Kastaman, R., 2006. Analisi Kelayakan Ekonomi Suatu Investasi. Tasikmalaya.

Mangungwidjaja dan Sailah, 2005. Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian. Bumi Aksara, Jakarta.

Setiadi, 1996. Bertanam Durian. Bumi Aksara, Jakarta.

Setyohadi, 2006. Agroindustri, Hasil Tanaman Perkebunan. Jurusan THP, FP USU, Medan.

Shin, G. C. and Curtis R. W., 1978. Working in Agricultural Mechanics. Mc Graw-Hill Inc, The United States of America.

Soeharno, 2007. Teori Mikroekonomi. Andi Offset, Yogyakarta.

Sukirno, 1999. Alat dan Mesin Pertanian. Penebar Swadaya Jakarta.

Sunarjono, H., 1999. Aneka Permasalahan Durian dan Pemecahannya. Penebar Swadaya, Jakarta.

Surdia, T. dan Saito, S., 2005. Pengetahuan Bahan Teknik. Pradnya Paramita, Jakarta.

Syukri, S., 1999. Kimia Dasar 3. ITB, Bandung.

(8)

Utomo, B., 2009. Efektivitas dan Efisiensi Sistem Press Manual. Kanisius, Yogyakarta.

Waldiyono, 2008. Ekonomi Teknik (Konsep, Teori dan Aplikasi). Pustaka Pelajar, Jakarta.

(9)

BAHAN DAN METODE

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2015 di

Laboratorium Keteknikan Pertanian Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas

Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.

Bahan dan Alat Penelitian

Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah durian,

baja siku, plat besi, baut dan mur, mata tuas dari bahan stainless steel, sedangkan

alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat-alat tulis, mesin las, mesin bor,

gunting plat, mesin gerinda, gergaji besi, palu, tang, mesin tekuk las, kunci pas dan

ring.

Metodologi Penelitian

Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi literature

(kepustakaan), melakukan eksperimen dan melakukan pengamatan tentang alat

pengupas buah durian ini. Kemudian dilakukan perancangan bentuk dan pembuatan

komponen-komponen alat. Setelah itu, dilakukan pengujian alat dan pengamatan

parameter.

Komponen Alat

Alat pengupas buah durian ini mempunyai beberapa komponen penting yaitu:

(10)

Rangka alat ini berfungsi sebagai penyokong komponen-komponen alat lainnya,

yang terbuat dari besi.

2. Mata Pisau

Mata pisau dibuat runcing. Mata pisau terbuat dari stainless steel.

3. Tuas Penekan Mata Pisau

Tuas penekan mata pisau ini berfungsi untuk menggerakkan mata pisau menuju

buah durian yang akan dikupas buahnya.

4. Pegas

Berfungsi untuk mengembalikan posisi tuas penekan dan ring mata pisau ke

posisi semula.

5. Alas Alat

Alas alat terbuat dari polimer yaitu Politetrafluoroetilen (PTFE) atau dalam

bahasa sehari-hari disebut dengan Teflon. Berguna sebagai alas alat.

Persiapan Penelitian

Sebelum dilakukan penelitian ini dilakukan, terlebih dahhulu dilakukan

persiapan untuk penelitian yaitu merancang bentuk dan ukuran alat, dan

mempersiapkan bahan-bahan dan peralatan-peralatan yang akan digunakan dalam

penelitian.

a. Pembuatan alat

Adapun langkah-langkah dalam membuat alat pengupas buah durian ini yaitu:

1. Merancang bentuk alat pengupas buah durian.

(11)

3. Memilih bahan yang akan digunakan untuk membuat alt pengupas buah durian.

4. Melakukan pengukuran terhadap bahan-bahan yang akan digunakan sesuai

dengan ukuran yang telah ditentukan pada gambar teknik alat.

5. Memotong bahan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.

6. Melakukan pengelasan dan pengeboran untuk pemasangan kerangka alat.

7. Menggerinda permukaan yang terlihat kasar karena bekas pengelasan.

8. Merangkai komponen-komponen alat pengupas buah durian.

9. Membentuk mata pisau berbentuk runcing dari bahan stainless steel.

10. Memasang mata pisau pada tuas penekan mata pisau.

b. Persiapan bahan

1. Menyiapkan buah durian yang akan dikupas.

2. Memotong tangkai durian.

3. Bahan siap dikupas

Prosedur Penelitian

1. Menyiapkan bahan yang akan dikupas.

2. Menimbang berat bahan sebelum dikupas.

3. Memotong tangkai buah durian untuk mempermudah pengupasan.

4. Meletakkan bahan pada alas alat.

5. Mengatur posisi mata pisau agar sejajar dengan bahan.

6. Melakukan pengupasan dengan menekan tuas penekan mata pisau.

7. Menghitung waktu pengupasan.

(12)

9. Melakukan pengamatan parameter.

Parameter yang Diamati

Kapasitas Efektif Alat

Kapasitas efektif alat dilakukan dengan menghitung banyaknya durian yang

dikupas (kg) tiap satuan waktu yang dibutuhkan selama proses pengupasan (jam). Hal

ini dapat dihitung berdasarkan persamaan (!).

Analisis Ekonomi

1. Biaya Pengupasan Buah Durian

Perhitungan biaya pengupasan buah durian dilakukan dengan cara menjumlahkan

biaya yang dikeluarkan, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap, atau lebih dikenal

biaya pokok. Hal ini dapat dihitung berdasarkan persamaan (2).

a. Biaya tetap

Menurut Darun (2002), biaya tetap terdiri dari :

1. Biaya Penyusutan (metoda garis lurus). Hali ini dapat dihitung

berdasarkan persamaan (3).

2. Biaya bunga modal atau asuransi. Hali ini dapat dihitung berdasarkan

persamaan (4).

3. Biaya Pajak. Diperkirakan bahwa biaya pajak adalah 1% per tahun dari

nilai awalnya.

4. Biaya Gudang/Gedung. Biaya gudan atau gedung diperkirakan berkisar

(13)

b. Biaya tidak tetap

Biaya tidak tetap terdiri dari :

- Biaya perbaiki alat.

Biaya perbaikan alat ini dapat dihitung dengan persamaan (5).

- Biaya Operator

Biaya operator tergantung pada kondisi lokal, dapat diperkirakan dari gaji

bulanan atau gaji per tahun dibagi dengan total jam kerja.

1. Break Event Point

Manfaat perhitungan titip impas (break event point) adalah untuk mengetahui

batas produksi minimal yang harus dicapai dan dipasarkan agar usaha yang

dikelola masih layak untuk dijalankan. Pada kondisi ini income yang

diperoleh hanya cukup untuk menutupi biaya operasional tanpa adanya

keuntungan. Untuk menentukan produksi titik impas (BEP), maka dapat

dihitung berdasarkan persamaan (6).

2. Net Present Value

Net present value adalah kriteria yang digunakan untuk mengukur suatu alat

layak atau tidak untuk diusahakan. Hal ini dapat dilihat berdasarkan

persamaan (7).

Dengan criteria :

a. NPV>0, berati usaha menguntungkan, layak untuk dilaksanakan dan

(14)

b. NPV< 0, berarti sampai dengan t tahun investasi proyek tidak menguntungkan

dan tidak layak untuk dikembangkan serta dilaksanakan.

c. NPV=0, berarti tambahan manfaat sama dengan tambahan biaya yang

dikeluarkan.

3. Internal Rate of Return

Untuk mengetahui kemampuan untuk dapat memperoleh kembali investasi

yang sudah dikeluarkan dapat dihitung dengan menggunakan IRR. Hal ini

(15)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Alat Pengupas Buah Durian

Alat pengupas buah durian adalah alat yang dirancang untuk mengupas atau

membelah buah durian setelah dipanen. Bahan-bahan teknik yang digunakan dalam

pernacangan alat yang diusahakan kokoh dan mampu mendukung kinerja alat, namun

juga diusahakan mudah diperoleh untuk menjaga kesinambungan bahan apabila ada

usaha memproduksi dalam jumlah besar. Pemilihan bahan yang berkualitas dan

murah juga mempengaruhi biaya produksi alat.

Alat pengupas buah durian ini terdiri dari 5 bagian utama, yaitu:

1. Rangka alat

2. Pegas

3. Mata pisau

4. Tuas mata pisau

5. Alat penjepit bergigi

Alat pengupas buah durian adalah alat yang dirancang untuk mengupas buah

durian secara manual. Alat ini mempunyai diameter tinggi 13,5 cm, lebar 12 cm dan

pegas 26,5 cm.

Prinsip Kerja Alat Pengupas Durian

Alat pengupas durian buah durian ini bekerja dengan prinsip menggerakkan

tuas penekan mata pisau pada durian. Setelah alat dipastikan dalam keadaan siap

(16)

pisau. Tuas penekan mata pisau digerakkan dengan cara ditekan secara manual

menuju bahan. Pada saat tuas penekan ditekan, alat penjepit bergigi diputar sampai

buah durian terkupas/terbelah.

Proses Pengupas

Proses pengupas buah durian dengan cara meletakkan bahan baku berupa

buah durian pada bagian penjepit bergigi. Kemudian mata pisau di letakkan sejajar

dengan ujung ruas pada buah durian. Setelah itu ruas penekan di tekan secara manual

menuju bahan. Setelah di tekan pada buah durian maka buah durian tersebut akan

terkupas secara sempurna. Hasil pengupasan buah durian tersebut mencakup setiap

ruas buah durian. Data hasil pemecahan dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini,

Tabel 1. Hasil pengupasan

Ulangan Jumlah Bahan Waktu Pengupasan (detik)

I 1 5.97

Pada tabel 1 hasil pengupasan di dapat rataan dalam pengupasan 1 buah

durian memiliki waktu pengupasan selama 5.69 detik/buah.

Kapasitas Efektif Alat

Kapasitas efektif alat didefenisikan sebagai kemampuan alat dan mesin dalam

menghasilkan suatu produk (kg) persatuan waktu (jam). Dalam hal ini kapasitas

efektif alat dihitung dari perbandingan antara banyaknya buah durian yang dikupas

(17)

kapasitas efektif alat diperoleh dengan membagi banyaknya jumlah buah durian yang

terkupas terhadap waktu yang dibutuhkan selama pengupasan. Kapasitas efektif alat

dapat dilihat dari Tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2. Kapasitas alat

Ulangan Jumlah bahan Waktu Pengupasan (detik) Kapasitas Efektif Alat (buah/jam)

Pada penelitian ini, lama waktu pengisian dihitung mulai dari mata pisau

sudah sejajar dengan ujung buah durian dan kemudian ditekan tuas penekan sampai

buah durian terkupas/terbelah.

Dari penelitian yang dilakukan diperoleh waktu yang dibutuhkan untuk

mengupas kulit durian pada percobaan I selama 5.97 detik. Lama waktu yang

dibutuhkan untuk percobaan II yaitu 5.56 detik. Lama waktu yang dibutuhkan untuk

percobaan III yaitu 5.50 detik. Lama waktu yang dibutuhkan untuk percobaan IV

yaitu 5.68 detik. Dan untuk percobaan V dibutuhkan waktu selama 5.72 detik. Dari

hasil ini diperoleh rataan waktu untuk mengupas kulit durian adalah 5.69 detik. Maka

diperoleh kapasitas efektif alat sebesar 633.718 kg/jam.

Analisis Ekonomi

Analisis ekonomi digunakan untuk menentukan besarnya biaya yang harus

dikeluarkan saat di produksi menggunakan alat ini. Dengan analisis ekonomi dapat

(18)

diperhitungkan. Umunya setiap investasi bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Namun ada juga investasi yang bukan bertujuan untuk keuntungan, misalnya

investasi dalam bidang sosial kemasyarakatan atau investasi untuk kebutuhan

lingkungan, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Dari analisis ekonomi yang dilakukan

(Lampiran 4) diperoleh biaya untuk mengupas buah durian adalah sebesar Rp 619,2

kg/hari.

Break Even Point

Analisis titik impas umumnya berhubungan dengan proses penentuan tingkat

produksi untuk menjamin agar kegiatan usaha yang dilakukan dapat membiayai

sendiri (self financial, dan selanjutnya dapat berkembang sendiri (self growing).

Dalam analisis ini keuntungan awal dianggap nol. Manfaat perhitungan titik impas

(break even point) adalah untuk mengetahui batas produksi minimal yang harus

dicapai dan dipasarkan agar usaha yang dikelola masih layak untuk dijalankan. Pada

kondisi ini income yang diperoleh hanya cukup untuk menutupi biaya operasional

tanpa adanya keuntungan. Bila pendapatan dari produksi berada disebelah kiri titik

impas maka kegiatan usaha akan menderita kerugian, sebaliknya bila disebelah kanan

titik impas akan memperoleh keuntungan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan

(Lampiran 5), alat pengupas buah durian ini akan mencapai break even point pada

nilai kg. Hal ini berarti alat ini akan mencapai titik impas apabila telah mengupas

(19)

Net Present Value

Net present value adalah kriteria yang digunakan untuk mengukur suatu alat

layak atau tidak untuk diusahakan. Dalam menginvestasikan modal dalam

penambahan alat pada suatu usaha maka net present value ini dapat dijadikan salah

satu alternatif dalam analisis financial. Dari percobaan dan data yang diperoleh

(Lampiran 6) pada penelitian ini dapat diketahui besarnya nilai NPV 6% dari alat ini

adalah sebesar Rp 113,749, 581.19. hal ini berarti usaha ini layak untuk dijalankan

karena nilainya lebih besar atau pun sama dengan nol. Hal ini sesuai dengan

pernyataan Darun (2000) yang menyatakan bahwa kriteria NPV yaitu:

- NPV > 0, berarti usaha yang telah dilaksanakan menguntungkan

- NPV < 0, berarti sampai dengan t tahun investasi usaha tidak menguntungkan

- NPV = 0, berarti tambahan manfaat sama dengan tambahan biaya yang

dikeluarkan.

Internal Rate Of Return

Internal rate of return (IRR) ini digunakan untuk memperkirakan kelayakan

lama (umur) pemilikan suatu alat atau mesin pada tingkat keuntungan tertentu. Dalam

menginvestasikan sampai dimana kelayakana usaha itu dapat dilaksanakan. Maka

hasil yang didapat dari perhitungan ini adalah sebesar 45,59 % (Lampiran 7). Artinya

kita dapat menaikkan bunga sampai pada keuntungan 51,396 %, jika lebih dari itu

maka akan mengalami kerugian. Usaha ini masih layak dijalankan apabila bunga

pinjaman bank tidak melebihi 45,59 %, jika bunga pinjaman di bank melebihi angka

tersebut maka usaha ini tidak layak di usahakan. Semakin tinggi bunga pinjaman di

(20)

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1. Alat pengupas buah durian ini terdiri dari, rangka alat yang meliputi pegas,

mata pisau, tuas mata pisau, alat penjepit bergigi.

2. Alat pengupas buah durian ini memiliki panjang 35 cm, lebar 40 cm dan tinggi

100 cm.

3. Alat ini akan mencapai titik break even point jika telah mengupas buah durian

sebanyak 14704,37 kg/tahun.

4. Nilai NPV alat ini dengan suku bunga 6 % adalah Rp. 113,749,581.19 yang

berarti usaha ini layak untuk dijalankan.

5. Nilai internal rate of return (IRR) pada alat ini adalah sebesar 45,59 %.

6. Kapasitas efektif alat ini adalah 633.781 kg/jam.

Saran

1. Perlu dilakukan modifikasi mata pisau agar dapat digunakan untuk komiditi

(21)

TINJAUAN PUSTAKA

Durian

Sejarah Durian

Sejarah tentang tanaman durian,seumur dengan sejarah tentang manusia.

Sedangkan awal penemuan ahli di atas, diduga hanya kebetulan saja. Tahun yang

tepat sulit disebutkan, tetapi seabad yang lalu sudah banyak yang memperbincangkan

waktu ditemukan tempo dulu, tanaman aneh tersebut memang masih tumbuh liar dan

terpencar-pencar di hutan raya “Malesia”, yang sekarang ini meliputi daerah

Malaysia, Indonesia dan Kalimantan. Para ahli menafsirkan dari daerah asal tersebut

durian menyebar ke seluruh Indonesia, lantas melalui Muangthai menyebar ke Birma,

India dan Pakistan. Adanya penyebaran sampai sejauh itu, karena akjibat pola

kehidupan masyarakat saat itu tidak menetap. Mereka merambah daerah hutan yang

satu menuju daerah hutan yang lain. Setiap daerah yang selesai dihuninya

ditinggalkan begitu saja,tumbuhlah tanaman durian bersamaan dengan tumbuhnya

semak belukar disekitar situ. Rupanya kebiasaan mereka dulu untuk membuang apa

saja di sembarang tempat, membuat biji-biji durian juga berceceran dimana-mana.

Tidak Cuma disekitar tempat tinggalnya saja, tetapi disepanjang jalan yang dilalui

ketika ia mencari buah ini. Dengan begitu, biji-biji tersebut tumbuh secara alami dan

berkembang biak secara alami pula. Tidak beraturan tempatnya, juga tidak beraturan

(22)

Botani Tanaman Durian

Durian juga merupakan komoditi yng tergolong pepohonan. Tanaman durian

diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Sub kingdom : Tracheobionta

Super Divisi : Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Sub Kelas : Dilleniide

Ordo : Malvales

Famili : Bombacaceae

Species : Durio Zibethius Murr

Jenis-Jenis Durian

1. Durian Ajimah

Duri-durinya besar dan jarang. Kulitnya tipis dan berwarna hijau agak

keabuan. Dagingnya tebal danberwarna kuning muda dan kering dengan

teksturnya berserat. Rasanya manis sedikit kepahitan. Pongge buah besar, tetapi

biji-bijinya kecil. Kebanyakaan buahnya tumbuh dengan sempurna. Walaupun

berukuran kecil, tetapi jika dibuka isi daging nya sangat padat. Ukuran buah

(23)

2. Durian Bokor

Berasal dari Sukahaji, Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Buahnya besar

dan berat mencapai 3,9 kg/buah. Bentuk buah bulat panjang berwarna hijau

sedikit kekuning-kuningan. Kulitnya bertebalan sedang 3 sampai 5 mm.

Durinya berbentuk kerucut, besar-besar dan tersusun jarang. Dagingnya

memiliki ketebalan yang sedang, berwarna kuning muda dengan tekstur halus

dan tidak berserat. Rasanya manis dengan aroma harum. Jumlah pongge/buah

+15-20 dengan jumlah biji 10-20. Produktivitasnya cukup baik, bisa

menghasilkan 150-200 per pohon. Tahan dengan penyakit busuk akar, tetapi

peka terhadap hama penggerek.

3. Durian Bubur

Buah ini berasal dari Semarang, didaerah Brongkol. Bentuk buahnya

bulat panjang dengan duri runcing serta tersusun rapat. Kulit buah berwarna

kuning sedikit kehijau-hijauan dan berjuring lima. Belimbingan dan juringnya

jelas terlihat. Daging buah padat, tebal dan pongge yang berjumlah 1 hingga 5.

Teksturnya kering dan kesat, rasanya manis dengan aroma harum. Ukuran

buahnya lumayan besar, dengan berat per buah antara 4 hingga 5 kg, sedangkan

bijinya kecil-kecil. Produktivitas tanaman ini cukup tinggi, per pohon

menghasilkan 300-400 buah /tahun.

4. Durian Hepe

Namanya berkaitan dengan keadaan biji buah yang kempes. Durian ini

ditemukan di daerah Jonggol, Bogor. Buah berbentuk bulat telur dengan

(24)

Keistimewaannya daging yang tebal dengan rasa manis pahit. Daging berwarna

krem berserat dan kering. Bobotnya 1-2 kg/buah. Produksi per pohonnya

300-400 buah.

5. Durian Kamun

Merupakan durian yang populer di Banjarnegara. Keistimewaannya

yaitu bijinya kempes. Daging buahnya berlemak, kering dan warna kuning

tembaga. Rasanya manis legit dengan aroma harum. Berat rata-rata 2,5 kg.

Produktivitas 300-400 buah.

6. Durian Kendil

Durian yang berasal dari brongkol,Semarang. Nmanya dikaitkan dengan

bentuk yang bulat seperti periuk. Kulit buahnya mudah untuk dibelah. Buahnya

terdiri dari lima juring, disetiap juring berisi daging yang menyatu sehingga

terlihat penuh dan padat. Berat buah + 3,5 kg, produktivitas rata-rata 570 buah.

7. Durian Lambau

Jenis durian ini ditemukan di Purworejo, Jawa Tengah. Durinya sedang

berbentuk seperti kerucut dan tersusun dengan rapat. Ponggenya besar,

dagingny tebal, kasar, kering dan berwarna kuning. Rasanya manis dengan

aromanya yang menyengat dan tajam. Biji buahnya kecil-kecil, dengan

produktivitas rendah. Setiap pohon hanya menghasilkan 30 buah.

8. Durian Lutung

Jenis durian ini ditemukan di Kendal. Bentuknya hampir sama dengan

(25)

besar-besar, tersusun rapat dan kokoh. Kelebihan durian ini bijinya kempes. Produsi

100 buah/tahun.

9. Durian Monthong

Tanaman durian monthong adalah tanaman genjah. Mampu berproduksi

diumur 4-5 tahun setelah ditanam. Produksi buahnya banyak,bobot buan

mencapai 6 kg. Dagingnya tebal, rasa manis legit dengan aroma harum.

10. Durian Parung

Saat ini durian parung bisa ditemukan di daerah Darmaga, Bogor dan

Cilandak Barat, Jakarta selatan. Buah berbentuk bulat memanjang berwarna

hijau keabuan. Daging tebal, berwarna kuning, berserat dan tidak kering.

Rasanya manis dan biji berukuran kecil.

11. Durian Matahari

Durian ini dari Cimahpar, Bogor. Daging kering, tebal dan kuning

cerah. Tekstur daging lembut dan rasanya manis. Keunggulannya adalah tahan

ham penyakit.

12. Durian Sukarno

Durian ini diberi nama sama dengan Presiden kita pertama berasal dari

Bengkulu. Daging buahnya tebal, biji kecil-kecil, warna buah putih

kekuning-kuningan dengan rasa yang manis.

13. Durian Lay

Durian ini ditemukan di Kalimantn Timur dan Kalimantan tengah.

Dagingnya berwarna kuning tua dan rasa manis sedang serta beraroma

(26)

14. Durian Tanpa Sekat

Durian unik berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dikatakan

unik dikrenakan tak ada sekat yang memisahkan isi buah. Isi buah 10% lebih

banyak dari durian.

15. Durian Botak

Durian ini terlihat seperti kelapa karena tidak mempunyai duri. Durian

ini juga dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berwarna kuning dengan rasa

gurih dan legit. Tekstur kering dan kulit yng tipis.

16. Durian Sunan

Berasal dari Boyolali, Jawa Tengah. Daging berwarna krem, tebal dan

kering berlemak, berserat halus dengan aroma yang tajam dan rasa manis, duri

kulitnya rapat dan panjang-panjang.

17. Durian Chanee

Seperti durian monthong, berasal dari Thailand. Durian ini baru akan

berbuah sesudah 4 hingga 5 tahun setelah ditanam. Warna daging kuning

keemasan dengan rasa manis dan lembut

(Untung, 2004).

Waktu Panen

Pada umumnya durian local akan berbuah pada umur 8 – 10 tahun,

kemudian durian genjah seperti mnthong dan chanee akan berbuah pada umur 4 – 5

tahun sejak tanam, masa panen ini berlaku dengan catatan bibit menggunakan

(27)

kematangan sempurna 4 bulan setelah bunga mekar. Untuk jenis monthong waktu

petik yang tepat adalah 125 – 135 hari. Lalu jenis chanee 110 – 160 hari setelah

bunga mekar.

Pemetikan buah/ panen bila hendak di konsumsi langsung bisa dilakukan

setelah matang 100% ( buah akan jatuh sendiri ). Bila panen bertujuan untuk

komersial dengan pengangkutan jarak jauh (ekspor). Pemetikan sebaiknya dilakukan

pada tingkat kematangan 80% akan diperoleh 100 hari sejak bunga mekar, durian

pada tingkat kematangan ini dapat disimpan 2 – 3 minggu. Alat yang digunakan

untuk memetik buah durian dapat menggunakan pisau atau galah yang berpisau.

Yang dipotong adalah tangkai buah yang dekat pangkal batang, kemudian buah

jangan sampai jatuh agar tidak merusak tekstur/bentuk buah durian.

Manfaat Durian

Durian merupakan makanan sehat yang baik untuk tubuh jika dimakan tanpa

berlebihan. Di dalam daging buah durian mengandung banyak sekali zat gizi,

diantaranya adalah karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium (Ca), fosfor (P), asam

folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangaan (Mn),

tembaga (Cu), karoten, vitamin C, thiamin, niacin dan riboflavin (Yudistira, 2007).

Durian juga mengandung gula yang cukup banyak dengan sifatnya yang

panas sehingga penderita diabetes dan ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi buah

durian. Fosfor dan zat besi yang terdapat dalam buah durian ternyata 10 kali lebih

(28)

gram air, 2,5 gram lemak, 28,3 gram karbohidrat, 1,4 gram serat, 2,5 gram protein

dan menghasilkan energy sebesar kurang lebih 250 kJ (Sunarjono,1999).

Banyak kegunaan durian untuk kesehatan, selain mengandung

vitamin-vitamin di atas, kegunaan lain durian adalah :

1. Ekstrak kulit dan buah dapat digunakan untuk mengobati bengkak dan penyakit

kulit.

2. Bertentangan dengan kepercayaan populer, durian justru membantu menurunkan

kadar kolestrol dalam darah.

3. Durian juga berfungsi sebagai pembersih darah.

4. Durian mengandung banyak asam amino tripofan, yang gunanya untuk

mengurangi rasa gelisah, depresi dan mengobati insomnia.

5. Makan durian juga menimbulkan rasa bahagia karena buah ini meningkatkan

kadar serotonin dalam otak.

6. Durian mengandung banyak protein lembut yang memungkinkan untuk

dikonsumsi oleh mereka yang ingin membentuk otot.

7. Durian juga adalah afrodisiak kelas wahid.

8. Juga direkomendasikan sebagai lemak mentah.

9. Dapat mengatasi anemia, karena durian kaya akan asam folat dan zat besi.

10. Mengatasi sembelit karena durian banyak mengandung sembelit. Selain itu kulit

durian yang dilumatkan dan dioleskan ke perut dapat memudahkan buang air

besar.

(29)

12. Meningkatkan tekanan darah yang rendah karena mengandung zat besi dan

sifatnya yang panas.

13. Mengatsi bengkak.

14. Mengobati penyakit ruam pada kulit (kurap).

15. Baik untuk kesehatan tulang dan persendian karena mengandung kalsium,

potassium dan berbagai vitamin B.

16. Kandungan mangaan dapat menjaga kestabilan kadar gula dalam darah.

17. Kulit durian yang dibakar lalu dijadikan abu, airnya dapat melancarkan haid juga

bersifat abortif.

18. Buahnya dapat sebagai obat penyakit kuning.

19. Meningkatkan nafsu makan karena mengandung niasin dan thiamin.

20. Riboflavin (vitamin B2) dapat mengatasi migraine.

21. Memelihara kesehatan tiroid karena kandungan tembaganya.

22. Dapat mengurangi stres dan depresi karena kandungan piridoksin (B6)

23. Baik untuk kesehatan gigi karena mengandung fosfor (P)

24. Kulit buah dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk.

25. Akar dan air seduhan daun durian dapat sebagai antipiretik.

Walau punya banyak fungsi, bukan berarti kita harus mengkonsumsi buah ini

dalam jumlah yang berlebih. Semua ada takarannya. Wanita hamil dan orang yang

menderita hipertensi tidak dianjurkan untuk makan durian. Sebenarnya

mengkonsumsi 100 gram durian pun sudah cukup. Sebab, dalam 100 gram itu saja

(30)

Pengolahan Makanan

Dalam proses pengolahan hasil pertanian dan perkebunan menjadi produk

olahan bahan jadi (final product) dan bahan setengah jadi (semifinal product). Untuk

bahan industri pangan dan non pangan secara garis besr dapat digambarkan sebagai

berikut:

Gambar 1. Proses pengolahan bahan mentah menjadi produk olahan (Setyohadi, 2006).

Tujuan Penggunaan Alat Mesin Pertanian

Mekanisasi pertanian adalah bagian penting dari industri pertanian saat ini.

Menurut Shin and Curtis (1978), hal ini disebabkan karena nilai efisiensi produksi

dan kualitas proses pengolahan bergantung pada mekanisasi. Teknologi dari yang

sederhana sampai canggih mempunyai peranan sangat penting dalam transformasi

suatu bahan mentah atau baku menjadi suatu produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Dalam kegiatan agribisnis dan agroindustri, teknologi (pertanian) diperlukan sejak

penyiapan lahan, penyediaan pupuk, produksi, pemanenan, penanganan pasca panen,

pengolahan hasil, pengemasan serta distribusi dan pengangkutan sampai pemasaran.

Hal ini penting yang patut dicermati pada krgiatan agroindustri adalah teknologi yang

menjadi kendala utama. Oleh sebab itu dan pengembangan

(Mangungwidjaja dan Sailah, 2005).

(31)

mesin-Yang dimaksud dengan sistem mekanisme pertanian selektif adalah usaha

memperkenalkan, mengembangkan, dan membina pemakaian jenis atau kelompok

jenis alat dan mesin pertanian yang serasiatau sesuai dengan keadaan wilayah

setempat. Oleh karena itu, ditinjau dari segi tingkat teknologinya, mekanisasi

pertanian dibedakan atas pertanian sederhana, mekanisasi pertanian madya dan

mekanisasi pertanian mutakhir (Hardjosentono, dkk., 2000).

Setiap perubahan usaha tani melalui mekanisasi didasari tujuan tertentu yang

membuat perubahan tersebut bisa dimengerti, logis dan dapat diterima. Diharapkan

perubahan suatu sistem akan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan dan sesuai

dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum, tujuan mekanisasi pertanian

adalah:

a. Meningkatkan efisiensi tenaga manusia

b. Mengurangi kerusakan produksi pertanian

c. Menurunkan ongkos produksi

d. Menjamin kenaikan kualitas dan kuantitas produksi.

e. Meningkatkan taraf hidup petani

f. Memungkinkan pertumnbuhan ekonomi subsistem (tipe pertanian kebutuhan

keluarga) menjadi tipe pertanian komeril.

Tujuan tersebut diatas dapat dicapai apabila penggunaan dan pemilihan alat mesin

pertanian tepat dan benar, tetapi apabila pemilihan dan penggunaannya tidak tepat hal

(32)

Komponen Alat

Pegas

Pegas atau per berfungsi untuk mengembalikan tuas penekan kembali ke

posisi semula setelah tuas ditekan untuk mengupas durian.

Mata Pisau

Mata pisau berfungsi untuk mengupas kulit durian. Pengupasan yang baik

harus menggunakan mata pisau yang runcing. Hal ini dapat mempercepat pengupasan

bahan dan membutuhkan tenaga yang lebih kecil. Pisau yang digunakan dalam

penelitian ini berbentuk runcing dan memiliki gerigi di setiap sisinya.

Tuas Mata Pisau

Tuas adalah salah satu pesawat sederhana yang digunakan untuk mengubah

efek atau hasil dari suatu gaya. Hal ini di mungkinkan terjadi dengan adanya sebuah

batang ungkit dengan titik tumpu (fulcrum), titik gaya (force), dan titik beban (load)

yang divariasikan letaknya. Dalam alat ini tuas berfungsi untuk menekan mata pisau

menuju bahan. Pengoperasian tuas penekan mata pisau ini secara manual

menggunakan tenaga manusia (Utomo, 2009).

Logam yang Digunakan

Baja Tahan Karat (Stainless Steel)

Logam yang digunakan merupakan logam baja tahan karat (stainless steel).

Baja tahan karat yang mempunyai seratus lebih jelas yang berbeda-beda. Akan tetapi,

(33)

tahan terhadap karat. Baja tahan karat dapat dibagi kedalam tiga kelompok dasar,

yakni:

1. Baja Tahan Karat Ferit

Baja ini mengandung unsur karbon yang rendah (sekitar 0,04 % C) dan sebagian

besar dilarutkan dalam besi. Sementara itu, unsur lainnya yaitu kromium sekitar

13 % - 12 % dan tambahan kromium tergantung pada tingkat ketahanan karat

yang diperlukan.

2. Baja Tahan Karat Austenit

Baja tahan karat austenit mengandung nikel dan kromium yang amat tinggi, nikel

akan membuat temperatur transformasinya rendah, sedangkan kromium akan

membuat kecepatan pendinginan kritisnya rendah.

3. Baja Tahan Karat Martensit

Baja tahan karat martensit mengandung sejumlah besar unsur karbon. Baja yang

mengandung 0,1 % C, 13 % Cr dan 0,5 % Mn ini dapat di dinginkan untuk

memperbaiki kekuatannya, tetapi tidak menambah kekerasan.

(Amanto dan Haryanto, 1999).

Besi

Besi adalah logam transisi yang paling banyak dipakai karena relatif

melimpah di alam dan mudah diolah. Besi murni tidak begitu kuat, tetapi bila

dicampur dengan logam lain dan karbon di dapat baja yang sangat keras. Baja besi

biasanya mengandung hermatite (Fe2O3) yang di kotori oleh pasir (SiO2) sekitar 10 %

(34)

Politetrafluoroetilen

Sifat mekaniknya hampir sama seperti polietilen bermassa jenis tinggi.

Temperatur deformasi termal pada 4,6 kgf/cm2 adalah 120o C dapat digunakan untuk

waktu lebih lama pada 90o sampai 260o. Ketahanan panasnya sekitar 288o.

Kristalinitasnya hilang bila melewati 300o, dan kekuatan tariknya berkurang sangat

cepat. Perubahan volume karena suhu dapat diamati. Mengenai sifat kimianya, zat

hanya diserang secara bertahap oleh logam alkali dan gas flour yang tinggi

konsentrasinya, tetapi tidak pernah diserang oleh asam sulfat panas dan sda kaostik

panas berkonsentrasi tinggi karena merupakan resinterkuat. Karena tak larut dalam

pelarut maka kemampuan pemrosesannya jelek. Ketahanan melar dan ketahanan

abrasi tak selalu menguntungkan (Surdia dan Saito, 2005).

Mekanisme Pembuatan Alat

Dalam pekerjaan bengkel alat dan mesin, benda kerja yang akan dijadikan

dalam bentuk tertentu sehingga menjadi barang siap pakai dalam kehidupan

sehari-hari, dilakukan proses pengerjaaan dengan mesin-mesin perkakas, antara lain mesin

bubut, mesin bor, mesin gergaji, mesin frais, mesin skrap, mesin asah, mesin gerinda

dan mesin yang lainnya (Daryanto, 1984).

Prinsip Kerja Alat Pengupas Kulit Durian

Alat pengupas kulit durianini bekerja dengan prinsip menggerakkan tuas

penekan mata pisau pada durian. Setelah alat dipastikan dalam keadaan siap pakai,

bahan baku berupa durian di atas alas alat sejajar dengan arah mata pisau. Tuas

(35)

Kapasitas Kerja Alat dan Mesin Pertanian

Menurut Daryanto, dkk (2008), kapasitas kerja suatu alat atau mesin

didefenisikan sebagai kemampuan alat dan mesin dalam menghasilkan suatu produk

contohnya ha, kg, lt persatuan waktu (jam). Dari suatu kapasitas kerja dapat

dikonversikan menjadi suatu produk per kW per jam, bila alat/mesin itu

menggunakan daya penggerak motor. Jaddi satuan kapasitas kerja menjadi

Ha.jam/kW, Lt.jam/kW. Persamaan matematisnya dapat ditulis sebagai berikut:

Kapasitas Alat = Produk yang dihasilkan

Waktu ... ……… (1)

Analisis Ekonomi

Biaya Pemakaian Alat

Pengukuran biaya pemakaian alat dilakukan dengan cara menjumlahkan biaya

yang dikeluarkan yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap (biaya pokok).

Biaya Pokok = [BT

x + BTT] C ... ……… (2)

Dimana:

BT = total biaya tetap (Rp/tahun)

BTT = total biaya tidak tetap (Rp/tahun)

X = total jam kerja pertahun (jam/tahun)

C = kapasitas alat (jam/satuan produksi)

Biaya Tetap

Biaya tetap terdiri dari :

(36)

D = P−S

n ... (3)

2. Biaya bunga modal dan asuransi, perhitungannya digabungkan besarnya:

I = i(P)(n+1)

2n ... ……… (4)

3. Dinegara Indonesia belum ada ketentuan besar pajak secara khusus untuk

mesin-mesin dan peralatan pertanian, bahwa beberapa literatur menganjurkan

bahwa biaya pajak alsin pertanian di perkirakan sebesar 2 % pertahun dari

nilai awalnya.

4. Biaya gudang atau gedung diperkirakan berkisar antara 0,5 – 1%, rata-rata

diperhitungkan 1 % nilai awal (P) pertahun.

Biaya tidak tetap

Biaya tidak tetap

1. Biaya perbaikan untuk motor listrik sebagai sumber tenaga penggerak. Biaya

perbaikan ini dapat dihitung dengan persamaan:

Biaya reperasi = 1,2% (P−S)

1000 jam ... (5)

2. Biaya karyawan/operator yaitu biaya untuk gaji operator. Biaya ini tergantung

kepada kondisi lokal, dapat diperkirakan dari gaji bulanan atau gaji pertahun

dengan total jam kerjanya (Darun, 2002).

Break Even Point (BEP)

Break Even Point (analisi titik impas) umumnya berhubungan dengan proses

(37)

membiayai sendiri (self financing). Selanjutnya dapat berkembang sendiri (self

growing). Dalam analisis ini, keuntungan awal dianggap sama dengan nol.

Analisi titik impas juga digunakan untuk :

1. Perhitungan biaya dan pendapatan untuk setiap alternatif kegiatan usaha

2. Rencana pengembangan pemasaran untuk menetapkan tambahan investasi

untuk peralatan produksi

3. Tingkat produksi dan penjualan yang menghasilkan ekuivalensi

(kesamaan) dari dua alternatif usulan investasi

(Waldiyono, 2008)

Manfaat perhitungan titik impas ( break even point) adalah untuk mengetahui

batas produksi minimal yang harus dicapai dan dipasarkan agar usha yang dikelola

masih layak untuk dijalankan. Pada kondisi ini income yang diperoleh hanya cukup

untuk menutupi biaya operasional tanpa ada keuntungan.

Untuk mengetahui produksi titik ( BEP) maka dapat digunakan rumus sebagai

berikut :

N = F

(R−V) ... (6)

Dimana:

N = Jumlah produksi minimal untuk mencapai titik impas (Kg)

F = Biaya tetap pertahun (Rp)

R = Penerimaan dari tiap unit produksi (harga jual) (Rp)

V = Biaya tidak tetap per unit produksi (Rp)

(38)

Biaya variabel adalah biaya yang besarnya tergantung pada output yang

dihasilkan. Dimana semakin banyak produk yang dihasilkan maka semakin banyak

bahan yang digunakan dan biaya yang digunakan akan semakin besar juga.

Sedangkan biaya tetap adalah biaya yang tidak tergantung pada banyak sedikitnya

produk yang akan dihasilkan (Soeharno, 2007).

Net Present Value (NPV)

Net Present Value (NPV) adalah selisih antara present value dari investasi

nilai sekarang dari penerimaan kas bersih di masa yang akan datang. Identifikasi

masalah kelayakan financial dianalisis dengan menggunakan metode analisis

finansial dengan kriteria investasi. Net present value adalah kriteria yang digunakan

untuk mengukur suatu alat layak atau tidak untuk diusahakan. Perhitungan net

present value merupakan net benevit yang telah didiskon dengan discount factor.

Secara singkat dapat dirumuskan:

CIF - COF≥0 …………... ………….. (7)

Dimana :

CIF = cash inflow

COF = sach outflow

Sementara itu keuntungan yang diharapkan dari investasi yang dilakukan

bertindak sebagai tingkat bunga modal perhitungan :

Penerimaan (CIF) = pendapatan x (P/A,n) + nilai akhir x ( P/F, i,n)

Pengeluaran (COF) = investasi + pembiayaan ( P/A,i,n)

(39)

- NPV> 0, berarti usaha yang telah dilaksanakan menguntungkan

- NPV <0, berarti sampai dengan tahun t investasi usaha tidak menguntungkan

- NPV = 0, berarti tambahan manfaat sama dengan tambahan biaya yang

dikeluarkan

(Darun, 2002)

Internal Rate Return (IRR)

Dengan menggunakan metode IRR akan mendapatkan informasi yang

berkaitan dengan tingkat kemampuan cash flow dalam mengembalikan investasi yang

dijelaskan dalam bentuk % periode waktu. Logika sederhananya menjelaskan

seberapa kemampuan cash flow dalam mengembalikan modalnya dan seberapa besar

pula kewajiban yang harus dipenuhi (Giatman, 2006).

Internal rate of return (IRR) adalah suatu tingkatan discount rate, pada discount rate

dimana diperoleh B/C ratio = 1 atau NPV = 0. Harga IRR dapat dihitungkan dengan

menggunakan rumus sebagai berikut :

IRR =

i1

NPV 1

(NPV 2−NPV 1)

(i1

i2)

……….… (8)

Dimana:

i1 = suku bunga bank yang paling antraktif

i2 = suku bunga bank coba-coba

NPV1 = NPV awal pada i1

NPV2 = NPV pada i2

(40)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pertanian adalah kegiatan memanfaatkan sumber daya alam yang dilakukan

manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan industry dan juga bahan energi.

Pertanian adalah sektor yang paling memiliki peranan strategis dalam pembangunan

ekonomi suatu daerah. Sebagian besar penduduk menggantungkan hidupnya melalui

sektor pertanian. Oleh karena itu, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang

menggantungkan hidupnya di sektor pertanian maka produksi pertanian harus di

tingkatkan.

Untuk meningkatkan produksi pertanian, proses produksi yang meliputi pra

panen sampai pasca panen memerlukan dukungan berbagai sarana dan prasarana

yang efektif. Pengembangan alat dan mesin pertanian merupakan salah satu cara

peningkatan produksi pertanian. Hasil-hasil pertanian guna memenuhi kebutuhan

pangan harus memiliki penanganan pasca panen yang baik. Penanganan yang

dilakukan di usahakan memperhatikan tingkat standarisasi mutu. Penanganan yang

baik akan berdampak pada kualitas bahan yang buruk, harga jual yang rendah, serta

dapat menimbulkan kerugian bagi para produsen hasil pertanian tersebut.

Penggunaan alat dan mesin pertanian sudah sejak lama di gunakan dan

perkembangannya mengikuti perkembangan kebudayaan manusia. Pada awalnya alat

dan mesin pertanian masih tradisional dan terbuat dari kayu kemudian berkembang

menjadi bahan logam. Susunan alat ini mula-mula sedrhana, kemudian samapai di

(41)

pemanfaatan sumberdaya dengan motor secara langsung mempengaruhi

perkembangan dari alat dan mesin pertanian (Sukirno,1999).

Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sangat pesat mendorong

untuk dilakukannya pengembangan alat dan mesin pertanian guna meningkatkan

produksi pasca panen, pengembangan alat dan mesin pertanian dilakukan agar

mendapatkan alat yang lebih efektif dan efisien dalam produksi pertanian.

Durian merupakan buah yang sangat digemari oleh manusia pada umumnya.

Kegemaran orang mengkonsumsi durian memang tidak diragukan lagi. Mereka tidak

ragu mengeluarkan uang hingga puluhan bahkan ratusan ribu rupiah hanya untuk

mendapatkan satu buah durian. Bahkan tak jarang ada orang yang mau berburu durian

enak hingga keluar daerah atau ke luar negeri. Biaya perburuan durian bagi sebagian

orang tersebut tidak dipersoalkan.

Indonesian merupakan salah satu Negara yang termasuk penghasil durian

terbesar di dunia. Derah yang termasuk urutan 10 besar sentra produksi durian d

Indonesia yaitu, Rasundari, Jepara, Gendol, Boyolali, Karanganyar, Ragunan, Bogor

dan sebagainya. Mengingat minat konsumsi durian yang terus meningkat maka

pengusahaannya memberikan prospek yang cerah. Prospek tersebut tidak hanya bagi

petani dan pedagang saja, tetapi juga semua pihak yang ikut terlibat da dalam

kegiatan usahanya, dari mulai penanaman smapai pemasaran. Jenis durian yang

dibudidayakan di Indonesia yaitu, Durian Aspar,Bokor, Hepi, Kelapet, Kani, Mansau,

Otong, Perwira, Petruk, Raja Mabah, Swah Mas, Sidodol, Sihijau, Sijapang, Simas,

(42)

Pengolahan hasil-hasil pertanian, terutama durian merah menjadi suatu bahan

pangan bagi masyarakat menjadi hal yang menarik untuk diketahhui lebih dalam.

Banyak hasil-hasil pertanian yang setelah mengalami proses olahan tambahan

memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan sebelum dilakukan proses

pengolahan. Hal ini menimbulkan banyak ide di dalam mengembangkan bahan

hasil-hasil pertanian menjadi produk olahan lebih lanjut.

Untuk menghasilkan produk olahan di perlukan ilmu, keahlian dan

keterampilan tersendiri. Tehnik dalam mengolahnya juga berbeda-beda. Salah satu

tehnik pengolahan pangan yang sering dilakukan adalah pengupasan.Dalam

pengolahan hasil pertanian banyak peralatan yang digunakan, alat pengupas buah

durian yang digunakan sebagai tehnologi yang memudahkan dalam penanganan dan

pengolahan durian. Alat pengupas durian dirancang guna meningkatkan hasil

produksi pasca panen buah durian.

Memandang pentingnya pengolahan pasca panen durian untuk meningkatkan

mutu produksi dan memperhatikan alasan di atas, penulis berinisiatif untuk

merancang dan mengembangkan alat pengupas buah durian untuk efisiensi tenaga

kerja manusia dalam mengupas durian.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, membuat, menguji, serta

(43)

Kegunaan Penelitian

1. Bagi penulis yaitu sebagai bahan untuk meyusun skripsi yang merupakan syarat

untuk menyelesaikan pendidikan di program studi Keteknikan Pertanian Fakultas

Pertanian Universitas Sumatera Utara.

2. Bagi mahasiswa sebagai informasi pendukung untuk melakukan penelitian lebih

lanjut mengenai alat pengupas buah durian sistem press manual.

3. Bagi masyarakat, sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan

terutam petani durian.

Pembatasan Masalah

(44)

ABSTRAK

HARRIS MAULANA HARAHAP : Rancang Bangun Alat Pengupas Buah Durian Sistem Press Manual, dibimbing oleh ACHWIL PUTRA MUNIRdan AINUN ROHANAH.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat mendorong untuk dilakukannya pengembangan alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produksi pascapanen. Penelitian ini betujuan untuk mendesain, membuat, menguji, dan menganalisis nilai ekonomis alat pengupas buah durian sistem press manual. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat dan analisis ekonomi.Hasil penelitian menunjukkan kapasitas efektif alat 63,015 buah/jam. Biaya pokokyang dikeluarkan dalam pengupasan buah durian dengan alat ini adalah Rp. 619,2 kg/hari. Alat ini akan mencapai nilai Break Even Point apabila telah mengupas buah durian sebanyak 14704,37 kg. Net present value alat ini dengan suku bungan 6% adalah Rp 113.749.581,19 yang berarti usaha ini layak dijalankan. Internal Rate of Return pada alat ini adalah 45,59%.

Kata Kunci : durian, alat pengupas buah durian.

ABSTRACT

HARRIS MAULANA HARAHAP : Design of Manual Press Durian Fruit Peeler,

supervised by ACHWIL PUTRA MUNIR and AINUN ROHANAH.

Developments in science and technology is very rapiding pushing the development of equipment and agricultural machinery to improve post-harvest production. This research was aimed to design, create, test an analyze the economic value of manual press durian fruit peeler. The observed parameters that were effective capacity and economic analyze.The results showed that the effective capacity of the equipment was 633.015 pieces/hour. Basic cost incurred in stripping fruit durian was Rp. 619.2 kg/day. This equipment would achieve the break even point when it peeled durian fruit as much as 14704.37 kg. Net present value of this iinstrument with an interest ret of 6% was Rp. 113,749,581.19 which means that the business was feasible to run. The internal rate of return on this equipment was 45.59%.

(45)

RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS BUAH DURIAN SISTEM

PRESS MANUAL

SKRIPSI

OLEH :

HARRIS MAULANA HARAHAP 090308058

PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

(46)

RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS BUAH DURIAN SISTEM

PRESS MANUAL

SKRIPSI

OLEH :

HARRIS MAULANA HARAHAP 090308058/KETEKNIKAN PERTANIAN

Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara

Disetujui oleh : Komisi Pembimbing

Mengetahui,

Ainun Rohanah, STP, M.Si

Ketua Program Studi Keteknikan Pertanian

PROGRAM STUDI KETEKNIKAN PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2015

Ainun Rohanah, STP, M.Si Anggota

(47)

ABSTRAK

HARRIS MAULANA HARAHAP : Rancang Bangun Alat Pengupas Buah Durian Sistem Press Manual, dibimbing oleh ACHWIL PUTRA MUNIRdan AINUN ROHANAH.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat mendorong untuk dilakukannya pengembangan alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produksi pascapanen. Penelitian ini betujuan untuk mendesain, membuat, menguji, dan menganalisis nilai ekonomis alat pengupas buah durian sistem press manual. Parameter yang diamati adalah kapasitas efektif alat dan analisis ekonomi.Hasil penelitian menunjukkan kapasitas efektif alat 63,015 buah/jam. Biaya pokokyang dikeluarkan dalam pengupasan buah durian dengan alat ini adalah Rp. 619,2 kg/hari. Alat ini akan mencapai nilai Break Even Point apabila telah mengupas buah durian sebanyak 14704,37 kg. Net present value alat ini dengan suku bungan 6% adalah Rp 113.749.581,19 yang berarti usaha ini layak dijalankan. Internal Rate of Return pada alat ini adalah 45,59%.

Kata Kunci : durian, alat pengupas buah durian.

ABSTRACT

HARRIS MAULANA HARAHAP : Design of Manual Press Durian Fruit Peeler,

supervised by ACHWIL PUTRA MUNIR and AINUN ROHANAH.

Developments in science and technology is very rapiding pushing the development of equipment and agricultural machinery to improve post-harvest production. This research was aimed to design, create, test an analyze the economic value of manual press durian fruit peeler. The observed parameters that were effective capacity and economic analyze.The results showed that the effective capacity of the equipment was 633.015 pieces/hour. Basic cost incurred in stripping fruit durian was Rp. 619.2 kg/day. This equipment would achieve the break even point when it peeled durian fruit as much as 14704.37 kg. Net present value of this iinstrument with an interest ret of 6% was Rp. 113,749,581.19 which means that the business was feasible to run. The internal rate of return on this equipment was 45.59%.

(48)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Tanjung Balai, pada tanggal 03 Januari 1992 dari ayah

H. Hamzah Harahap, SE dan ibu Hj. Utari Armayanti Siregar, BA.. Penulis

merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Pada tahun 2009 penulis lulus dari SMA Negeri 1 Tanjung Balai dan tahun

yang sama masuk ke Fakultas Pertanian USU melalui jalur Ujian Masuk Bersama

(UMB). Penulis memilih Program Studi Keteknikan Pertanian, Fakultas Pertanian.

Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif mengikuti organisasi Ikatan

Mahasiswa Teknik Pertanian (IMATETA) sebagai anggota IMATETA. Selain itu,

penulis juga pernah menjadi pemain sepak bola IMATETA Football Club.

Penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PTPN IV, Kebun

Bandar Pasir Mandoge, Kab. Asahan, Sumatera Utara pada bulan Juni sampai dengan

(49)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan

rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Skripsi ini berjudul “Rancang Bangun Alat Pengupas Buah Durian Sistem

Press Manual” yang merupakan salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana

Teknologi Pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak

Achwil Putra Munir, STP, M.Si, selaku ketua komisi pembimbing dan kepada Ibu

Ainun Rohanah, STP, M.Si, selaku anggota komisi pembimbing yang telah banyak

membimbing penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena

itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang bersifat

membangun untuk kesempurnaan pada masa yang akan datang.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih, semoga skripsi ini bermanfaat

bagi pihak yang membutuhka.

Medan, Desember 2015

(50)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

RIWAYAT HIDUP ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... vii

PENDAHULUAN ... 1

Latar Belakang ... 1

Tujuan Penelitian ... 3

Kegunaan Penelitian ... 4

Pembatasan Masalah ... 4

TINJAUAN PUSTAKA... 5

Durian... 5

Sejarah Durian ... 5

Botani Tanaman Durian ... 6

Jenis-Jenis Durian ... 6

Waktu Panen ... 10

Manfaat Durian ... 11

Pengolahan Makanan ... 14

Tujuan Penggunaan Alat Mesin Pertanian ... 14

Komponen Alat... 16

Pegas ... 16

Mata Pisau ... 16

Tuas Mata Pisau... 16

Logam yang Digunakan ... 16

Mekanisme Pembuatan Alat ... 18

Prinsip Kerja Alat Pengupas Kulit Durian ... 18

Kapasitas Kerja Alat dan Mesin Pertanian ... 19

Analisis Ekonomi... 19

BAHAN DAN METODE ... 24

Waktu dan Tempat Penelitian ... 24

Bahan dan Alat Penelitian ... 24

Metodologi Penelitian ... 24

Komponen Alat... 24

Persiapan Penelitian ... 25

Prosedur Penelitian ... 26

Parameter yang Diamati ... 27

HASIL DAN PEMBAHASAN ... 30

Alat Pengupas Buah Durian ... 30

Prinsip Kerja Alat Pengupas Durian ... 30

Proses Pengupas ... 31

(51)

KESIMPULAN DAN SARAN ... 35

Kesimpulan ... 35

Saran ... 35

(52)

DAFTAR TABEL

No Hal.

1. Hasil pengupasan ... 31

(53)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Hal.

1. Flowchart ... 38

2. Tampak Isometris ... 39

3. Tampak Atas ... 40

4. Tampak Depan ... 41

Figur

Gambar 1. Flowchart Penelitian

Gambar 1.

Flowchart Penelitian p.1
Tabel 1. Hasil pengupasan Ulangan Jumlah Bahan

Tabel 1.

Hasil pengupasan Ulangan Jumlah Bahan p.16
Tabel 2. Kapasitas alat Ulangan Jumlah bahan

Tabel 2.

Kapasitas alat Ulangan Jumlah bahan p.17
Gambar 1. Proses pengolahan bahan mentah menjadi produk olahan (Setyohadi, 2006).

Gambar 1.

Proses pengolahan bahan mentah menjadi produk olahan (Setyohadi, 2006). p.30

Referensi

Memperbarui...

Outline : TINJAUAN PUSTAKA