• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK DAUN DAN BUNGA SELASIH (Ocimum sanctum L.) TERHADAP JUMLAH LALAT BUAH (Bactrocera sp) YANG MASUK KE DALAM PERANGKAP FEROMON

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK DAUN DAN BUNGA SELASIH (Ocimum sanctum L.) TERHADAP JUMLAH LALAT BUAH (Bactrocera sp) YANG MASUK KE DALAM PERANGKAP FEROMON"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK DAUN DAN BUNGA

SELASIH (Ocimum sanctum L.) TERHADAP JUMLAH LALAT BUAH

(Bactrocera sp) YANG MASUK KE DALAM PERANGKAP FEROMON

Oleh: AGUNG ROHATI AMALIA ( 01330006 )

Biology

Dibuat: 2007-09-26 , dengan 3 file(s).

Keywords: PERBEDAAN KONSENTRASI, EKSTRAK DAUN, Ocimum sanctum L, PERANGKAP FEROMON.

ABSTRAKSI

Sekitar 70% masyarakat Indonesia hidup dari usaha pertanian dan luas lahan hortikultura meliputi 27% dari seluruh usaha pertanian.Hama yang sangat potensial menimbulkan kerugian pada usahatani tanaman buah-buahan adalah lalat buah (Bactrocera sp). Cara pengendalian yang ramah lingkungan dan untuk lebih menekan populasi lalat buah, yaitu dengan perangkap yang menggunakan zat penarik serangga yang mengandung senyawa metil eugenol. Atraktan ini dihasilkan oleh tanaman selasih (Ocimum sanctum L.) pada daun dan bunga.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara ekstrak daun dan bunga selasih terhadap jumlah lalat buah (Bactrocera sp) yang masuk ke dalam perangkap feromon dan untuk mengetahui konsentrasi berapa yang paling efektif untuk menarik serangga (Bactrocera sp) masuk ke dalam perangkap feromon. Penelitian ini termasuk dalam jenis

penelitian eksploratif yang bertujuan untuk menemukan masalah-masalah baru (Zulnaidi, 2007). Jumlah unit percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 dengan jumlah kelompok perlakuan sebanyak 12 kelompok yang terbagi menjadi 2 yaitu kelompok perlakuan ekstrak daun dan kelompok perlakuan ekstrak bunga selasih yang meliputi 50%, 55%, 60%, 65%, 70%, 75%. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 hari yang dimulai tanggal 10 sampai dengan 15 April 2007, yang bertempat di kebun jeruk Pak Robbani di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Malang. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square.

Referensi

Dokumen terkait

Janter Simarmata, “ Uji Efektifitas Model Perangkap Menggunakan Atraktan Dalam Mengendalikan Hama Lalat Buah ( Bactrocera dorsalis Hendel) Pada Tanaman Jambu Biji

Dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat diambil kesimpulan yaitu ketinggian perangkap yang efektif mengendalikan hama lalat buah pada areal tanaman jambu biji

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa insektisida nabati ekstrak tanaman kemangi dan daun sirih berpengaruh terhadap mortalitas lalat buah, dengan

Ketinggian perangkap yang paling efektif untuk menangkap hama lalat buah baik pada tanaman monokultur maupun pada polikultur adalah 1,5 m dari permukaan

diatas menunjukkan bahwa rata-rata hasil pengamatan pengaruh konsentrasi ekstrak fuli pala terhadap jumlah tangkapan lalat buah (Bactrocer sp) yang masuk dalam

Penelitian Uji Potensi Ekstrak Daun Sukun Artocarpus altilis Sebagai Pestisida Nabati Terhadap Hama Serangga Lalat Buah Bactrocera spp bertujuan untuk mengetahui kandungan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies lalat buah ( Bactrocera sp.) apakah yang datang pada tanaman Pare dan Gambas, mengetahui methyl eugenol ditambah

Campuran senyawa atraktan protein (olahan limbah kakao/ OLK) dan metil eugenol (ME sintetis dan ekstrak selasih) dapat meningkatkan daya tarik lalat buah, karena