• Tidak ada hasil yang ditemukan

Atherosclerosis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Atherosclerosis"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

AT H EROSCLEROSI S

OLEH :

Dr.FI T RI AN I LU M ON GGA

DEPARTEMEN PATOLOGI ANATOMI

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

PENDAHULUAN

Atherosclerosis berasal dari bahasa Yunani “athera” yang artinya bubur dan sclerosis

artinya pengerasan. merupakan salah satu jenis dari arteriosclerosis yang terjadi pada

arteri besar dan sedang , Yang dimaksud disini yaitu terbentuknya bercak seperti bubur

yang terdiri dari penumpukan lemak cholesterol pada lapisan intima lumen pembuluh

darah. Keadaan ini akan mengakibatkan terjadinya penebalan pada dinding pembuluh

darah dan hilangnya elastisitas arteri, disertai perubahan degenerasi lapisan media dan

intima. Pada bagian tengah bercak terdapat gumpalan yang mengandung lemak.

Bercak berlemak dengan inti besar yang disebut atheroma, menonjol kedalam lumen

pembuluh darah , dapat menyumbat aliran darah dan akhirnya menimbulkan komplikasi

yang serius.

Atherosclerosis dapat menyerang arteri pada otak, jantung, ginjal , organ vital lainnya

dan ekstremitas. Bila atherosclerosis terjadi pada arteri yang mensuplai darah keotak (

a.caroticus) maka akan menimbulkan stroke, dan bila terjadi pada arteri coronaria dapat

menimbulkan penyakit jantung iskemia yang dapat menyebabkan kematian.

Di Amerika Serikat dan banyak negara barat, atherosclerosis ini merupakan penyebab

kematian yang paling banyak. Hal ini diduga berkaitan dengan perubahan pola makan

dan kurangnya olah raga. Atherosclersis sering terjadi pada usia diatas 40 tahun, tetapi

bisa juga terjadi pada usia lebih muda. Penyakit ini sebenarnya diawali sebagai

perubahan yang tidak nyata pada pembuluh darah pada usia anak-anak dan tanpa

gejala. Sejalan dengan bertambahnya umur maka baru menunjukkan manifestasi klinik

(3)

ETIOLOGI

Dasar dari kelainan atherosclerosis adalah penimbunan lipid complex didalam tunika

intima pembuluh darah. Penyebab yang pasti dari kelainan ini belum diketahui, tetapi

ada sejumlah faktor resiko yang dapat menimbulkan atherosclerosis.

1. Faktor Resiko Mayor :

A. Hiperkolesterolemia

Merupakan suatu faktor resiko utama untuk terjadinya atherosclerosis oleh karena

:

• Bercak atherosclerosis klasik mengandung lemak yang kaya kolesterol dan ester kolesterol, yang pada penelitian terbukti berasal dari kolesterol darah.

• Diet yang banyak mengandung kolesterol, seperti kuning telur , lemak hewan dan butter dapat meningkatkan level kolesterol plasma.

• Pada penelitian kependudukan mencatat bahwa resiko terkena ischemic heart disease makin meningkat pada keadaan kadar kolesterol plasma yang makin

tinggi.

B. Hipertensi

Pada penelitian membuktikan bahwa peningkatan tekanan darah systole maupun

diastole , merangsang peningkatan resiko atherosclerosis. Resiko ini meningkat

sejalan dengan derajat keparahan hipertensi. Pada individu dibawah umur 45 tahun

, hiperkolesterolemia tampaknya sebagai faktor resiko paling utama, sedangkan

hipertensi sebagai faktor resiko pada individu yang lebih tua.Pemberian terapi anti

hipertensi dapat menurunkan insiden penyakit yang berhubungan dengan

(4)

C. Merokok Sigaret.

Ditemukan hubungan yang kuat dan menetap antara merokok sigaret dengan

komplikasi dari aterosclerosis, yaitu ischaemic heart disease. Hubungan ini paling

kuat terjadi pada pria yang berumur 35-55 tahun. Resiko ini akan menurun setelah

penghentian merokok.

D. Diabetes Mellitus

Kelainan metabolik ini dapat menimbulkan kelainan atherosclerosis pada umur dini

dan mempercepat progresivitasnya. Diabetes mellitus ini dapat mengakibatkan

peningkatan kadar lemak darah yang selanjutnya akan menimbulkan

atherosclerosis.

2. Faktor Resiko Minor

A. Kurangnya gerak fisik / olah raga yang teratur

B. Stress emosional

C. Pemakaian kontraseptive oral

D. Hiperuricemia

E. Obesitas

F. Makanan tinggi karbohidrat

MORFOLOGI

Proses utama pada atherosclerosis adalah penebalan pada intima dan penumpukan

lemak yang menimbulkan atheroma. Pada lesi awal dijumpai adanya fatty streak.

Atheroma terdiri dari lesi focal yang diawali dari lapisan intima, yang mempunyai celah

lipid yang lunak, kuning dan ditutupi oleh fibrous cap yang lunak dan putih, disebut juga

fibrofatty lipid ataupun fibrolipid plaque. Lesi atherosclerotic biasanya mengenai dinding

arteri hanya sebagian saja dari lumen (eccentric lesion).

(5)

1. Cell, termasuk sel otot polos, macrophage dan leukosit

2. Extracelluler matrix , termasuk kolagen, elastic fiber dan proteoglycan

3. Intracelluler dan extracelluler matrix.

Ketiga komponen ini terjadi dalam proporsi dan konfigurasi yang berbeda pada tiap lesi.

Fibrous cap pada bagian superficial terdiri dari sel otot polos dan dense collagen,

sedangkan pada bagian dalam merupakan daerah necrotic yang berisi massa lipid yang

mengalami disorganisasi, debris yang terbentuk dari sel yang mati, foam cell, fibrin dan

thrombus serta plasma protein yang lain.

Pada bagian perifer dari lesi biasanya tampak neovascularisasi (proliferasi dari

pembuluh darah kecil).

PATOGENESIS

Sampai saat ini mekanisme terjadinya penumpukan lemak pada lapisan intima dan

pembentukan lesi atheromatous belum dapat diketahui dengan pasti.

Ada beberapa teori yang menerangkan tentang proses atherogenesis, yaitu :

1. Reaksi Terhadap Endothelial Injury

Atherosclerosis merupakan suatu respon terhadap inflamasi yang kronik pada

dinding arteri yang diawali dengan injury pada endothel. Proses tersebut yaitu:

a. Injury endotel yang kronik,

b. Menyebabkan disfungsi endotel, perlekatan monosit dan platelet ke

endotel pembuluh darah.dan monosit mengalami emigrasi dari lumen ke

lapisan intima.

c. Sel-sel otot polos mengalami migrasi dari lapisan media ke intima.

Makrofag mengalami aktivasi.

d. Selanjutnya makrofag dan sel otot polos memakan lemak, sehingga

(6)

e. Timbul plaque, proliferasi sel otot polos serta penumpukan extraseluler

matrix, kolagen dan extraseluler lipid.

2. Hipotesis Encrustation.

Atherosclerosis diawali oleh adanya trombosis. Trombus memasuki intima dan

diikuti oleh degenerasi lipid untuk menimbulkan lesi awal. Tetapi akhir- akhir ini

trombosis dianggap bukan sebagai lesi awal, tetapi berperan terhadap

perkembangan dan pelebaran lesi yang akhirnya dapat meyebabkan

penyempitan lumen pembuluh darah.

3. Hipotesis Monoklonal.

Konsep pada monoclonal ini difokuskan pada proliferasi sel otot polos. Hal ini

(7)

(8)

Gambaran arteri coronaria yang mengalami kalsifikasi yang berat

GEJALA KLINIS

A. Penyempitan Pembuluh Arteri.

Iskemia, akibat dari penyempitan arteri merupakan akibat yang paling banyak

dijumpai pada atherosclerosis. Berkurangnya aliran darah biasanya terjadi pada

penyempitan yang berat ( > 70% ). Sering terjadi pada arteri coronaria (dapat terjadi

MCI ), Arteri cerebral ( menimbulkan stroke ), arteri renalis, arteri mesenterica dan

arteri pada iliofemoral.

B. Embolisme.

Ulserasi pada atheromarous plaque dapat menimbulkan emboli lipid. Hal ini penting

pada sirkulasi serebral, dimana emboli yang kecil dapat mengakibatkan transient

ischemic attack. Dapat juga terjadi pada arteri retina, yang dapat dilihat dengan

funduscopy.

C. Aneurysm

Pada atherosclerosis yang berat pada aorta, dindingnya menjadi lemah yang bisa

menimbulkan dilatasi dan aneurysma.

(9)

KOMPLIKASI

A. Komplikasi Plaque

1. Erosi, ulserasi dan fisura timbul akibat adanya denudasi pada permukaan

endotel.

2. Kalsifikasi, dapat terjadi pada daerah sekitar nekrosis dan plaque

3. Mural trombosis , terjadi akibat adanya gangguan pada aliran darah disekeliling

plaque dan terjadi penonjolan pada lumen. Gangguan aliran darah ini juga

menyebabkan kerusakan pada lapisan endotel.

4. Plaque haemorrhage, dapat terjadi akibat robeknya fibrous cap ataupun rupture

pada pembuluh darah yang tipis, yang baru terbentuk.

B. Komplikasi Atherosclerosis

Komplikasi pada atherosclerosis bermacam-macam tergantung pada lokasi dan

ukuran pembuluh darah yang terkena serta tergantung pada proses kronisnya.

1. Oklusi akut

Thrombosis pada plak atherosclerosis sering behubungan dengan rupture plak

yang tiba-tiba menyumbat lumen arteri muscular. Keadaan ini dapat

mengakibatkan iskemi necrosis (infark) pada jaringan yang mendapat suplai

darah tersebut. Manifestasi klinis dapat berupa infark myocard, stroke ataupun

gangrene pada usus ataupun ekstremitas bawah.

2. Penyempitan lumen pembuluh darah yang kronik

Pada proses pembentukan plak atherosclerosis pada lumen pembuluh darah

dapat mengakibatkan berkurangnya distribusi aliran daran arteri secara

progresif. Iskemia kronik pada jaringan yang terkena ditandai dengan adanya

atrofi pada organ, misalnya

(10)

c. iskemia atrofi pada kulit penderita diabetes dengan penyakit vascular

perifer yang berat

3. Aneurysma

Pada atherosclerosis terjadi kelemahan pada elatisitas dinding arteri sehingga

dapat menimbukan aneurysma, sering pada aorta abdominalis.Pada aneurysma

ini bisa menimbulkan peforasi ataupun ruptur vascular yang tiba-tiba.dan bisa

berakibat fatal.

4. Emboli.

Trombus pada plak atherosclerosis dapat terlepas dan tersangkut pada

pembuluh darah pada bagian distal menjadi embolus. Misalnya emboli yang

berasal dari thrombus aorta abdominalis dapat menyumbat dengan akut arteri

(11)

DAFTAR PUSTAKA

1. Chandrasoma P, Taylor CR, Concise Pathology, Third edition, Singapore : Lange

Medical Book, Mc Graw Hill.

2. Emanuel Rubin, John L.Farber , Pathology, Third edition, 1999, Lippincott William

& Wilkins ( Philadelphia)

3. J.R.Anderson, Muir’s Textbook of Pathology, Twelfth Edition, 1985

4. Kumar, Cotran, Robbins, Basic Patology, 7th edition, 2003, Saunders

5. R.E.Cotton, Lecture Notes on Pathology, Fourth Edition, 1992, Blackwell Scientific

Publication, Oxford.

6. Atherosclerosis. Availabel at :http://www.emedicine.com/med/tropic 182.htm

7. Atherosclerosis. Availabel at ; medweb.bham.ac.uk /http ://www.dept./path/

teaching/foundat/athero

8. Enlarged view of atherosclerosis. Available at : http://www.nlm.nih.gov/medline

plus/ ency/imagepages.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Adanya penumpukan lemak terutama pada pembuluh darah mengakibatkan penurunan tahanan perifer sehingga meningkatkan aktivitas saraf simpatik yang mengakibatkan

Kemudian akumulasi lipoprotein terutama LDL dalam lapisan intima, yang memiliki kadar kolesterol tinggi pada dinding pembuluh darah dapat meningkatkan permeabilitas sel

Mukosa terdiri dari lapisan epitel , pada lamina propria terdiri dari jaringan ikat longgar yang kaya dengan pembuluh darah , pembuluh getah bening dan

Pada umur lanjut dinding arteri akan mengalami penebalan yang mengakibatkan penumpukan zat kolagen pada lapisan otot, sehingga pembuluh darah akan

Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh.. koroner),dan hal ini lama kelamaan

Tunika intima di pembuluh darah vena terdapat katup yang berbentuk lipatan setengah bulan yang terbuat dari lapisan endothelium dan diperkuat oleh sedikit jaringan fibrus

Cedera atau diseksi arteri ditandai dengan perdarahan kedalam dinding pembuluh darah, yang menyebabkan kerusakan pada lapisan endotelial paling dalam

Adanya penumpukan lemak terutama pada pembuluh darah mengakibatkan penurunan tahanan perifer sehingga meningkatkan aktivitas saraf simpatik yang mengakibatkan