HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KOMITMEN KARYAWAN PADA ORGANISASI

11 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJADENGAN KOMITMEN

KARYAWANPADA ORGANISASI

Oleh: RADITYAS TATIH KUSDINAH (00810135)

phychology

Dibuat: 2006-03-15 , dengan 3 file(s).

Keywords: Beban Kerja, Komitmen Organisasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan komitmen karyawan pada organisasi.

Hipotesa yang diajukan adalah ada hubungan antara beban kerja dengan komitmen karyawan pada organisasi.

Subyek penelitian karyawan bagian produksi bagian perakitan innerpart P.T. Yuan Teai Indonesia-Mojokerto dengan sampel sebanyak 50 orang. Adapun metode pengambilan

sampelnya menggunakan tehnik Purposive Sampling. Data diperoleh dengan menggunakan alat ukur (1) skala beban kerja, (2) skala komitmen organisasi. Uji validitas menggunakan korelasi Product Moment, dan indeks validitasnya untuk (1) skala beban kerja sebesar 0,2071 s/d 0,6934 dan (2) skala komitmen organisasi sebesar 0,2202 s/d 0,7991.

Data diolah dengan metode analisa korelasi Product Moment. Hasil analisa ditemukan koefisien korelasi (r) sebesar -0,743 dan p = 0,000. Besarnya sumbangan efektif 55,2% (koefisien

determinan/r2 = 0,552), sedangkan sisanya 44,8 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada hubungan negatif dan signifikan antara beban kerja dengan komitmen karyawan terhadap organisasi, artinya semakin tinggi beban kerja karyawan maka komitmen terhadap organisasi akan semakin rendah. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah beban kerja karyawan maka komitmen terhadap organisasinya akan semakin tinggi. Disarankan pada pihak perusahaan jika ingin mendapatkan komitmen organisasi yang tinggi pada karyawan, maka kebutuhan dan keinginan karyawan harus dipenuhi, maka kebutuhan dan keinginan karyawan harus dipenuhi, terutama dalam hal kondisi pekerjaan seperti beban kerja yang berlebihan. Karena secara umum jika seseorang dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang melampaui kemampuan individu tersebut, maka dapat dikatakan individu tersebut mengalami tekanan kerja yang tinggi. Dan karyawan yang memiliki komitmen yang rendah terhadap organisasi agar lebih melibatkan diri secara aktif, lebih mengembangkan daya inovasi serta kreatifitas dalam aktifitas organisasi serta lebih mengabdikan diri terhadap suatu organisasi. Karyawan harus lebih memperhatikan kondisi tubuh, kesehatan, mental serta harus mempunyai rasa memiliki terhadap perusahaan.

Abstract

This study aims to determine the relationship between work load with employee commitment to the organization.

The hypothesis posed is no relationship between work load with employee commitment to the organization.

(2)

technique. Data obtained by using a measuring instrument (1) workload scale, (2) organizational

commitment scale. Test the validity of using the product moment correlation, and index of validity for (1) workload scale of 0.2071 s / d 0.6934 and (2) organizational commitment scale of 0.2202 s / d 0.7991. Data were analyzed with Product Moment correlation analysis method. Results of analysis found a correlation coefficient (r) equal to -0.743 and p = 0.000. The contribution amount effective 55.2% (coefficient determinan/r2 = 0.552), while the remaining 44.8% influenced by other factors not examined.

Based on the research, known there is a negative and significant relationship between work load with employee commitment to organization, meaning that the higher the employee's workload, the commitment to the organization will be getting lower. Vice versa, the lower the workload of the commitment to the organization's employees will be higher.

Advised on the company if you want to get high organizational commitment to employees, the needs and desires of employees to be met, then the employee needs and desires must be fulfilled, especially in terms of employment conditions such as excessive workloads. Because in general, if a person faced with the demands of work that goes beyond the individual capabilities, it can be said that individual

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...