• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persamaan Linier.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Persamaan Linier."

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Persamaan linear adalah persamaan dimana

peubahnya tidak memuat eksponensial,

trigonometri (seperti sin, cos, dll.), perkalian,

pembagian dengan peubah lain atau dirinya

sendiri.

Secara umum persamaan linear untuk

n

peubah

x

1

,

x

2

, …,

x

n

dapat dinyatakan dalam bentuk:

dimana

a

1

,

a

2

, …,

a

n

dan

b

adalah

konstanta-konstanta real.

1 1 2 2 ... n n

(2)

Persamaan Linear

x

+ 2

y

= 5000

3

x

+

y

= 10000

2

x

- 3

y

+ 5

z

= 30

x

1

+

x

2

+

x

3

+

x

4

= 0

Bukan Persamaan Linear • x2 – 2y = 3

(3)

• Himpunan berhingga dari persamaan-persamaan linear dalam peubah x1, x2, …, xn dinamakan sistem persamaan liniear

• Sebuah sistem sembarang yang terdiri dari m

persamaan linear dengan n bilangan tak diketahui dapat dituliskan dalam bentuk:

11 1 12 2 1 1

21 1 22 2 22 2 2

1 1 2 2

...

...

...

n n

m m mn n m

a x a x a x b

a x a x a x b

a x a x a x b

   

   

(4)

• Sistem persamaan linear tersebut dapat ditulis dalam bentuk :

• atau

AX = B

dimana: A dinamakan matriks koefisien

X dinamakan matriks peubah

B dinamakan matriks konstanta

11 11 1 11 11 2

1 1

n n

m m mn

a a a

a a a

a a a

(5)

Sintem Persamaan Linear dapat dituliskan dalam

bentuk matriks yang diperbesar (

augmented

matrix

) sebagai berikut:

Contoh

11 1 12 2 1 1

21 1 22 2 22 2 2

1 1 2 2

... ...

...

n n

m m mn n m

a x a x a x b

a x a x a x b

a x a x a x b

   

   

   

11 12 1 1

21 22 2 2

1 2 ... ... ... n n

m m mn m

a a a b

a a a b

a a a b

            2 8

2 3 1

3 7 4 10

x y z

x y z

x y z

  

   

  

1 1 2 8 1 2 3 1 3 7 4 10

 

 

  

(6)

Solusi sebuah sitem persamaan linear (SPL) adalah himpunan bilangan Real dimana jika disubstitusikan pada peubah suatu SPL akan memenuhi nilai kebenaran SPL tersebut.

• Contoh:

x 2y = 7

2x + 3y = 7

(7)

Kemungkinan solusi dari sebuah sistem

persamaan linear (SPL) adalah:

SPL mempunyai solusi

tunggal

SPL mempunyai solusi

tak hingga banyak

(8)

Artinya : SPL 2x y = 2

x y = 0

Mempunyai solusi tunggal, yaitu x = 2, y = 2

y = x y = 2x - 2

(2, 2) merupakan titik potong dua garis tersebut

Tidak titik potong yang lain selain titik tersebut

(2, 2)

x y

(9)

Perhatikan SPL

x y = 0 2x 2y = 0

Jika digambar dalam kartesius

 Terlihat bahwa dua garis tersebut adalah berimpit

 Titik potong kedua garis banyak sekali disepanjang garis tersebut  Artinya:

SPL diatas mempunyai solusi tak hingga banyak

x x – y = 0

(10)

Perhatikan SPL

x y = 0 2x 2y = 2

Jika digambar dalam kartesius

 Terlihat bahwa dua garis tersebut adalah sejajar

 Tak akan pernah diperoleh titik potong kedua garis itu  Artinya: SPL diatas TIDAK mempunyai solusi

x y

y = x y = x 1

(11)

Eliminasi

Gauss

merupakan

prosedur

sistematik

yang

digunakan

untuk

memecahkan sistem persamaan linear.

(12)

1. Jika baris tidak terdiri seluruhnya dari nol, maka bilangan taknol pertama dalam baris tersebut adalah 1. (kita namakan ini 1 utama)

2. Jika terdapat baris yang seluruhnya terdiri dari nol, maka kelompokkan baris seperti ini di bawah matriks.

1 1 2 9

2 4 3 1

3 6 5 0

 

 

  

 

1 1 2 9

2 4 3 1

0 0 0 0

 

 

 

(13)

3. Dalam sembarang dua baris yang berurutan yang seluruhnya tidak terdiri dari nol, maka 1 utama dalam baris yang lebih rendah terdapat lebih jauh ke kanan dari satu utama dalam baris yang lebih tinggi.

4. Masing-masing kolom yang

mengandung satu utama

mempunyai nol di bawah satu utamanya.

1 1 2 9

2 1 3 1

3 6 5 0

 

 

  

 

1 4 3 7

0 1 6 2

0 0 1 5

 

 

 

 

(14)

5. Masing-masing kolom yang

mengandung satu utama mempunyai nol di atas satu utamanya

• Sembarang matriks yang memiliki sifat 1, 2, 3, dan 4 dikatakan berada dalam bentuk eselon baris

(Eliminasi Gauss).

• Jika matriks tersebut juga memiliki sifat 5 maka dikatakan berada dalam bentuk eselon baris tereduksi. (Eliminasi Gaus Jordan)

1 0 0 1

0 1 0 2

0 0 1 3

 

 

 

 

(15)

Pecahkanlah sistem persamaan linear

berikut dengan menggunakan eliminasi

Gaus-Jordan

2

8

2

3

1

3

7

4

10

x

y

z

x

y

z

x

y

z

 

 

(16)

2 1 3 1 3

2 3 3 2

1 0 7 17 1 0 7 17 1 0 0 3

7 1

0 1 5 9 0 1 5 9 0 1 0 1

10 52 5

0 0 52 104 0 0 1 2 0 0 1 2

b b b b

b

b b b b

                                    

Jadi solusi dari SPL

x = 3

y = 1

z = 2

1 2

2

1 3

1 1 2 8 1 1 2 8 1 1 2 8

1 2 3 1 0 1 5 9 0 1 5 9

3

3 7 4 10 0 10 2 14 0 10 2 14

                                   b b b b b

2

8

2

3

1

3

7

4

10

x

y

z

x

y

z

x

y

z

 

(17)

Misalkan SPL ditulis dalam bentuk AX = B, yaitu :

Jika determinan A tidak sama dengan nol

maka solusi dapat ditentukan satu persatu (peubah ke-i, xi)

(18)

Hitung determinan

A

(|A|)

Tentukan

A

i

matriks

A

dimana kolom ke-

i

diganti oleh Matriks

B

.

Contoh :

Hitung |

A

i

|

Solusi SPL untuk peubah

x

i

adalah

1 12 1

2 21 2

1

2

n n

n n nn

b a a b a a A

b a a

            

11 1 1

11 2 2

2

1

n n

n n nn

a b a a b a A

a b a

(19)

Pecahkanlah sistem persamaan linear berikut

dengan menggunakan aturan cramer

Solusi: Bentuk SPL menjadi AX = B

2 8

2 3 1

3 7 4 10

x y z

x y z

x y z

  

   

  

1 1 2 8

1 2 3 1

3 7 4 10

x y z

     

    

     

    

(20)

det (A) = |A|(ekspansi kofaktor baris ke-1)

8 1 10 B

          

1 1 2

1 2 3

3 7 4

 

 

 

  

 

A

x

X y

z           

2

3

1 3

1

2

1

1

2

7

4

3

4

3

7

1( 8

21) 1( 4 9)

2(7

6)

13 13 26

52

  

   

 

(21)

1

8 1 2

1 2 3

10 7 4

          A 1

2 3 1 3 1 2

8 1 2

7 4 10 4 10 7

8( 8 21) 1(4 30) 2( 7 20)

8(13) 26 26 156

                   A 2

1 8 2

1 1 3

3 10 4

          A 2

1 3 1 3 1 1

1 8 2

10 4 3 4 3 10

1(4 30) 8( 4 9) 2( 10 3)

26) 104 26 52

                  A 3

2 1 1 1 1 2

1 1 8

7 10 3 10 3 7 1( 20 7) 1( 10 3) 8(7 6) 13 13 104 104

                      A 3

1 1 8

1 2 1

3 7 10

(22)

Solusi dari SPL

x = 3

y = 1

z = 2

  

  

  

1

2

3

det( ) 156

3 det( ) 52

det( ) 52

1 det( ) 52

det( ) 104

2 det( ) 52

A x

A A y

A A z

A

2

8

2

3

1

3

7

4

10

x

y

z

x

y

z

x

y

z

 

(23)

Bentuk umum:

• SPL homogen merupakan SPL yang konsisten,

selalu mempunyai solusi.

• Solusi SPL homogen dikatakan tunggal jika solusi itu adalah • Jika tidak demikian,

SPL homogen mempunyai solusi tak hingga banyak. (biasanya ditulis dalam bentuk parameter)

11 1 12 2 1

21 1 22 2 2

1 1 2 2

0

0

0

n n

n n

m m mn n

a x a x a x a x a x a x

a x a x a x

   

   

(24)

Tetentukan solusi dari SPL berikut dengan Eliminasi Gauss-Jordan

1. -2

x

- 3

y

- 4

z

= 2

2. 4

x

+ 6

y

- 3

z

= 1

x

+ 3

y

= 1

-3

x

- 7

y

+ 2

z

= 3

2

x

+ 5

y

+

z

= -1

x

+ 2

y

-

z

= 1

3. 3

x

- 5

y

+ 2

z

= 2

4. -3

x

+ 4

y

- 13

z

= 1

-2

x

+ 3

y

+ 4

z

= 3

-

x

+ 2

y

- 3

z

= 1

(25)

Tetentukan solusi dari SPL berikut dengan aturan cramer!

1. -2

x

- 3

y

- 4

z

= 2

2. 4

x

+ 6

y

- 3

z

= 1

x

+ 3

y

= 1

-3

x

- 7

y

+ 2

z

= 3

2

x

+ 5

y

+

z

= -1

x

+ 2

y

-

z

= 1

3. 3

x

- 5

y

+ 2

z

= 2

4. -3

x

+ 4

y

- 13

z

= 1

-2

x

+ 3

y

+ 4

z

= 3

-

x

+ 2

y

- 3

z

= 1

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Di Indonesia, peneliti terdiri dari peneliti yang bekerja pada lingkungan instansi atau lembaga pemerintah, yang dinamakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan

BUMI melalui anak perusahaanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC) diberikan penghargaan sebagai perusahaan penyumbang devisa ekspor terbaik Indonesia tahun 2017 oleh Bank

Louis 1 Surabaya, Sekolah Kristen Dharma Mulya Surabaya, dan Masa Depan Cerah (MDC) Christian School Surabaya termasuk dalam special events karena event yang

(4) Penentuan masa manfaat Aset Tetap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan berpedoman pada masa manfaat Aset Tetap yang disajikan dalam tabel masa

Setiap anggota yang ingin meminjam uang diwajibkan mengisi formulir pinjaman yang sudah disedikan oleh pihak koperasi wajib membawa SK karyawan/kontrak , foto

Nilai keteguhan tarik sejajar permukaan lembaran papan serat yang dihasilkan dari sembilan jenis kayu berkisar antara 50,19 kg/cm 2 – 86,83 kg/cm 2 .Dari hasil tersebut

Validitas adalah suatu tindakan yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen sesuai pendapat Suharsimi Arikunto (1986: 136) bahwa “sebuah