DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Maelia
Tempat, Tanggal Lahir : Subang, 21 Februari 1991
Alamat : Jl. Moh.ali No. 89 Rt 09 Rw 02
Ds.Bongas Kec.Pamanukan Kab.Subang 41254
Jenis Kelamin : Perempuan
E-mail : [email protected]
Agama : Islam
Latar Belakang Pendidikan : SD 1996 - 2002
SMP 2002 - 2005
SMU 2005 – 2008
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Reehan Khalik Maulana
Tempat, Tanggal Lahir : Cianjur, 25 Desember 1990
Alamat : Jl. Siliwangi Gg. Laksana IV No. 75 Rt 05/016
Kel. Sayang Kec. Cianjur
Jenis Kelamin : Perempuan
E-mail : [email protected]
Agama : Islam
Latar Belakang Pendidikan : SD 1996 - 2002
SMP 2002 - 2005
SMU 2005 – 2008
ANALISIS SISTEM PEMASARAN DAN PEMASANGAN
PRODUK SPEEDY
DIVISI BUSSINES SERVICE
PADA PLASA TELKOM CIANJUR
Laporan Kerja Praktek
Diajukan untuk memenuhi syarat matakuliah Kerja Praktek Program S1
Program Studi Sistem Informasi
Oleh :
Maelia : 10508276
Reehan Khalik Maulana : 10508297
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
i
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah STW, yang telah
memberikan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
penulisan laporan kerja praktek ini guna melengkapi mata tugas dan memenuhi syarat
lulus pada mata kuliah Kerja Praktek di Jurusan Manajemen Informatika Fakultas
Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.
Untuk menyelesaikan laporan ini penulis telah bekerja keras agar laporan ini
dapat memberikan manfaat dan berkah bagi yang membacanya. Walaupun demikian,
penulis menyadari, banyak terdapat kekurangan yang disadari maupun yang tidak
disadari dilakukan oleh penulis. Untuk perbaikan dimasa mendatang penulis dengan
lapang hati menerima segala kritik, saran, dan masukan-masukan.
Dalam penyusunan laporan kerja praktek ini, penulis banyak mendapat
bantuan dari berbagai pihak, baik dalam pengumpulan data maupun penyusunannya.
Sehubungan dengan itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.
Pak.Dadang Munandar, SE.,MSi. selaku Ketua Prodi Sistem Informasi Fakultas
Teknik Universitas Komputer Indonesia.
2.
Ibu Deasy Permatasari, S.Si.,MT. selaku dosen wali serta pembimbing utama
ii
3.
Pak.Dedi Irianto selaku Manager Divisi Bussines Service, yang telah
memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian kerja praktek.
4.
Pak.Itang, selaku Account Manager Divisi Bussines Service yang telah
membimbing dalam kerja praktek.
5.
Pak.Ricky, selaku Service Speedy yang telah membimbing dalam kerja praktek.
6.
Pak.Denden, selaku Service Speedy yang telah membimbing dalam kerja
praktek.
7.
Staff Karyawan perpustakaan UNIKOM yang membantu penulis melengkapi
kepustakaan yang penulis perlukan.
8.
Kedua orang tua dan kakak serta adik-adik yang telah memberikan dorongan
moril dan materil kepada penulis.
9.
Teman-teman terbaik MI-06 dan Teman-teman Kerja Praktek di PT.Telkom
Cianjur, yang telah mau bekerja sama dengan baik
Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa membalas amal kebaikan semua
pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya laporan kerja praktek ini.
Bandung, Oktober 2011
i
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR SIMBOL ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1
...
Latar
Belakang ... 1
1.2
...
Identifik
asi masalah ... 2
1.3
...
Maksud
dan Tujuan ... 3
1.4
...
Batasan
Masalah ... 3
1.5
...
Lokasi
dan Waktu Kerja Praktek ... 4
ii
2.1 Pengertian Sistem ... 5
2.1.1 Elemen Sistem ... 9
2.1.2 Karakteristik Sistem ... 1
2.1.3 Klasifikasi Sistem ... 12
2.2 Pengertian Informasi ... 14
2.3 Pengertian Sistem Informasi ... 14
2.3.1 Pengantar Sistem Informasi ... 16
2.4 Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem ... 17
2.4.1 Metode Pendekatan Sistem ... 18
2.4.2 Metode Pengembangan Sistem ... 18
2.5 Pengertian Pemasaran ... 19
2.5.1 Pengertian Manajeman Pemasaran ... 20
2.5.2 Konsep Pemasaran ... 21
2.4.3 Alat Bantu Analisis ... 24
BAB III PROFIL PERUSAHAAN ... 37
3.1 Tinjauan Umum Perusahaan ... 27
3.2 Struktur Organisasi ... 30
3.3 Deskripsi Kerja... 31
iii
4.1 Analisis Sistem yang berjalan... 32
4.1.1 Analisis Dokumen ... 32
4.1.2 Analisis Prosedur yang berjalan ... 35
4.1.2.1 Flowmap ... 37
4.1.2.2 Diagram Konteks ... 38
4.1.2.3 Data Flow Diagram ... 38
4.1.3 Evaluasi Sistem yang Sedang Berjalan ... 40
4.2 Usulan Rancangan Sistem ... 40
4.2.1 Tujuan Perancangan Sistem ... 41
4.2.2 Perancangan Prosedur yang Diusulkan ... 41
4.2.2.1 Diagram Flowmap yang Diusulkan ... 42
4.2.2.2 Diagram Konteks yang Diusulkan ... 43
4.2.2.3 Data Flow Diagram yang Diusulkan ... 43
4.2.2.4 Kamus Data ... 45
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 46
5.1 Kesimpulan ... 46
5.2 Saran ... 46
DAFTAR PUSTAKA ... 48
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan
Dalam era perkambangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian cepat, masyarakat modern memerlukan adanya sarana komunikasi yang handal dan canggih. Sarana komunikasi yang dibutuhkan tersebut harus berorientasi untuk memenuhi kebutuhan layanan yang berlaku saat ini, namun juga diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan lkayanan dimasa mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan diperlukan suatu jaringan yang handal dengan kapasitas tamping bandwidth yang besar dan kemudahan dalam penambahan kapasitas, performasi yang lebih baik, tingkat ketersediaan yang tinggi dan fleksibilitas yang baik.
Di latar belakangi oleh hal-hal tersebut, agar pelanggan dapat mengakses internet dengan nyaman, tentunya PT. TELKOM sebagai penyedia jasa internet mempunyai banyak petugas yang dapat menangani gangguan-gangguan tersebut.
1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah
a. Identifikasi Masalah
Sistem penggunaan jaringan internet speedy yang telah berjalan di Plasa. Telkom Cianjur umumnya telah berjalan baik, tetapi kami melihat adanya kelemahan pada sistem tersebut. Kelemehannya yaitu sebagai berikur : 1. Sistem pemasaran yang digunakan plasa telkom cianjur masih dengan
cara manual.
2. Sistem pemasarannya hanya memasarkan satu produk dengan satu jenis eknologi modem yang sama yaitu ADSL.
b. Rumusan Masalah
Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi, berikut adalah rumusan masalahnya :
1. Bagaimana cara pemasran produk supaya tidak pada satu produk teknologi modem ADSL saja.
2. Bagaimana cara pemasangan yang tidak mamakan waktu dan menggunakan teknologi informasi.
Maksud dilaksanakan Kerja Praktek ini adalah untuk menganalisis masalah yang terjadi di sistem penggunaan haringan internet Telkom Speedy adalah :
1. Membuat rancangan sistem pemasaran produk dengan tidak bergantung pada teknologi modem ADSL saja.
2. Membuat sistem pemasaran yang lebih efisien.
1.4. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam penelitian di kegiatan kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
1. Sistem yang dianalisis hanya sistem yang kami teliti adalah sebatas hanya pada sistem pemasaran produk Speedy
Lokasi kerja praktek di Plasa Telkom, Divisi Businnes Service Area Cianjur, yang berada di Jln. Ir. H. Djuanda No. 9 Cianjur. Berikut adalah jadwal kegiatan prakteknya :
No Aktifitas
Waktu
Juli 2011 Agustus 2011
11 12 13 14 15 18 19 20 21 22 25 26 27 28 29 1 2 3 4 5
1 Penganalan Jaringan
Telkom
2 Pelayanan Gangguan
Speedy
3 Penganalan
kabel-kabel
BAB II
LANDASAN TEORI
1.1. Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin ( systēma) dan bahasa Yunani ( sustēma ) adalah suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energy. Istilah ini sering dipergunakan untik menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berbeda dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negera. Negera merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesaruan lain seoerti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu Negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berbeda denegara tersebut.
Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi meupun dikumen ilmmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan diantara mereka.
Pengertian sistem menurut sejumlah para ahli : 1. L. James Havery
Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkain komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
2. John Mc Manama
Menurutnya sistem adalah senuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekrja sebagai suatu kesatua organic untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan ssecara efektif dan efisien.
3. C.W. Churchman
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.
4. J.C. Hinggins
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
5. Edgar F Huse dan James L. Bowdict
6. Ludwing Von Bartalanfy
Sistem merupakan seperangkat unsure yang saling terkait dalam suatu antar relasi diantara unsure-unsur dengan lingkungan.
7. Anato Raporot
Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
Syarat-syarat sistem :
1. Sistem harus dibantu untuk menyelesaikan masalah. 2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan. 3. Adanya hubungan diantara elem sistem.
4. Unsur dasar dari proses ) arus informasi, energy dan material ) lebih penting dari pada elemen sistem.
5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.
Secara garis besar, sistem dapat dibagi 2 : a. Sistem Fisik ( PHYSICAL SYSTEM ):
Kumpulan elemen-elemen / unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasukan secara nyata tujuan-tujuannya.
Contoh :
2. Sistem Komputer, elemen : peralatan yang berfungsi bersama-sama untuk menjalankan pengolahan data.
b. System Abstrak ( ABSTRAC SYSTEM ):
Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya keteraturan ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-elemennya.
Contoh :
Sistem teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.
MODEL UMUM SISTEM Model sistem sederhana
inoi
Gambar 2.1 Model Umum Sistem
Contoh :
a. Program
perhitungan basic kita masukan, setelah dijalankan kita dapatkan hasilnya.
b. Data
mahasiswa ( nama, nilai ) diproses menjadi daftar nilai semester. (berupa laporan).
1.1.1. Elemen
Sistem
Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen:
a. Objek,
yang dapat berupa bagian elemen, ataupun variabel terdapat benda fisik, atau abstrak ataupun keduanya sekalipun. Tergantung kepada sifat sistem tersebut.
b. Atribut
yang memntukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya.
c. Hubungan
internal, diantara objek-objek di dalamnya.
d. Lingkungan
, tempat dimana sistem berada.
e. Ada
beberapa elemen yang membentuk sibuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas , mekanisme pengendalian dan umpan baik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem:
1. Tujuan
tanpa tujuan sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara suatu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh mesukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah iformasi (misalnya permintaanjasa pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transportasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
4. Keluaran
1.1.2. Karakteris
tik Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut pandang diantaranya sebagai berikut :
1. Komponen
sistem (Components)
Suatu sistem tersiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentu suatu kesatuan. Komponen-komponen dari suatu sistem biasanya dikenal dengan subsistem. Subsistem ini mempunyai sifat-sifat dari sistem itu sendiri dalam menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2. Batas
Sistem
Batas sistem (Boundry) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau lingkungan luarnya. Dengan adanya batas sistem ini maka sistem yang satu dengan yang lainnya berbeda tetapi saling berinteraksi.
3. Lingkungan
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.
4. Penghubun
g Sistem (Interface)
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkunkan sumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lainnya.
5. Memasuka
n Sistem (Input)
Masukan adalah suatu energy yang dimasukan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (Maintenance Input) dan masukan signal (Signal Input). Maintenance input adalah energy yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energy yang diproses untuk mendapatkan keluaran.
6. Keluaran
Sistem (Output)
Keluaran adalah hasil dari energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada suprasistem.
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya : 1. Sistem diklasifikansikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem phisik (physical sistem). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tudak tampak secara phisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat menusia. Misalnya sistem perutaran bumi., sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human machine system atau ada yang menyebut dengan man-machine system, karena menyangkut penggunaan computer yang berinteraksi dengan manusia.
4. Sistem diklasipikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan sengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataan tidak ada sistem yang benar-benar tertutup. Yang ada hanyalah relative closed system. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifat terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Maka suatu sistem harus mempunya suatu sistem pengendali yang baik.
1.2. Pengertian Informasi
Informasi marupakan data yang berasal dari fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan pengolahan (proses) menjadi bentuk yang berguna atau bermanfaat bagi pemakainya. Bentuk informasi yang kompleks dan terintegrasi dari hasil pengolahan sebuah database yang akan digunakan untuk proses pengambilan keputusan pada menejeman akan membantuk sistem informasi manajeman. Data merupakan fakta atau nilai (value) yang tercatat atau mempresentasikan deskripsi dari suatu objek. Cata merupakan suatu sumber yang sangat berguna bagi hamper semua organisasi. Dengan tersedianya data yang melimpah, maka masalah pengeturan sistem informasi menejaman.
Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
Sistem informasi adalah satu kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
Sistem informasi adalah kumpulan antara sub‐sub sistem yang salaing
berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input‐proses‐output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang
telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user).
Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses‐proses, dan antar‐muka yang berinteraksi
termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat‐keputusan
manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.
Sebuah sistem informasi merupakan suatu kumpulan atau seperangkat komponen yang berhubungan dan mendukung dengan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi.
Hasil dari proses tersebut digunakan pihak manajemen sebagai suatu dasar dalam pembuatan keputusan organisasi. Selain itu, sistem informasi yang baik juga dapat membantu dalam hal penganalisaan dan visualisasi masalah dalam penciptaan produk baru.
1.3.1. Pengantar Sistem Informasi
1. Konsep Dasar Sistem
Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu penekanan pada prosedurnya dan penekanan pada komponennya.
2. Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah :
suatu jaringan kerja dari prosedur‐prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama‐sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk
3. Suatu prosedur adalah :
suatu urut‐urutan operasi klerikal (tulis‐menulis), biasanya melibatkan
beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi‐transaksi bisnis yang
terjadi.
4. Definisi lain dari prosedur adalah :
urut‐urutan yang tepat dari tahapan‐tahapan instruksi yang menerangkan apa
yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya.
5. Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah :
kumpulan dari elemen‐elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.
6. Karakteristik sistem yaitu :
mempunyai komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung, masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.
1.4. Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem
Analisis sistem secara terstruktur mengavu pada dokumen atau data yang berjalan dalam sistem. Hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan sistem agar dapat menghasilkan suatu sistem yang baik dan dapat melengkapi informasi yang akan dibutuhkan maka diperlukan metode-metode perancangan sistem yang akan dibuat.
1.4.1. Metode Pendekatan Sistem
Metode pendekatan sistem berorientasi pada data yaitu analisis dan perancangan terstruktur. Yang mana menekan pada karakteristik data yang akan diproses dengan alat bantu :
1. Flow map
2. Diagram Konteks 3. Data Flow Diagram
1.4.2. Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang akan digunakan adalah model prototype. Karena model tersebut lebih memperhatikan kebutuhan sistem pemakai. Prototype memberikan ide bagi pembuat maupuan potensial tentang cara sistem berfungsi dalam bentuk lengkapnya, proses menghasilkan sebuah prototype disebut prototyping.
Tidak
Gambar 2.2 Metode Portotipe
2.5 Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.
Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya
individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan
inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk
yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997).
Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands).
Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran bia juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta, 1996).
2.6 Pengertian Manajeman Pemasaran
Penanganan proses pertukaran memerlukan waktu dan keahlian yang banyak. Manajemen pemasaran akan terjadi apabila sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang diinginkannya. Dengan demikian, manajemen pemasaran dapat diartikan :
Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan
pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang
dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan
Definisi ini mengakui bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang melibatkan analisa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang mencakup barang, jasa dan gagasan yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terkait.
Manajemen pemasaran dapat diterapkan pada semua bidang usaha. Dalam manajemen terdapat fungsi penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan atau penerapan serta pengawasan. Tahap perencanan merupakan tahap yang menentukan terhadap kelangsungan dan kesuksesan suatu organisasi pemasaran. Proses perencanaan merupakan satu proses yang selalu memandang ke depan atau pada kemungkinan masa akan datang termasuk dalam pengembangan program, kebijakan dan prosedur untuk mencapai tujuan pemasaran.
2.7 Konsep Pemasaran
Suatu perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya harus efi menjalankan konsep pemasaran agar keuntungan yang diharapkan dapat terealisasi dengan baik. Ini menandakan bahwa kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasi dan dikelola dengan cara yang labih baik.
yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan social bagi kelangsungan hisup perusahaan (Swasta, 1996).
Dari definisi tersebut, perusahaan memiliki konsekuensi seluruh kegiatan perusahaan harus diarahkan untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan mampu memberikan kepuasan agar mendapat laba dalam jangka panjang. Organisasi perusahaan yang menerapkan konsep pemasaran ini disebut organisasi pemasaran.
Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan pasar sasaran (Kotler, 1997). Konsep pemasaran ini bersandar pada empat pilar, yaitu : pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terpadu dan profitabilitas.
Dewasa ini konsep pemasaran mengalami perkembangan yang semakin maju sejalan dengan majunya masyarakat dan teknologi. Perusahaan tidak lagi berorientasi hanya pada pembeli saja, akan tetapi berorientasi pada masyarakat atau manusia. Konsep yang demikianlah yang disebut dengan konsep pemasaran masyarakat (Swasta, 1996).
Selanjutnya akan dibahas tiga factor penting yang digunakan sebagai dasar dalam konsep pemasaran (Swasta, 1996) :
Pada intinya, jika suatu perusahaan ingin menerapkan orientasi konsumen ini, maka :
1. Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi.
2. Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan. 3. Menentukan produk dan program pemasarannya.
4.Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka.
5.Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah atau model yang menarik.
b. Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan
Untuk memberikan kepuasan secara optimal kepada konsumen, semua elemen pemasaran yang ada harus diintegrasikan. Hindari adanya pertentangan antara perusahaan dengan pasarnya. Salah satu cara penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinasi dan integrasi ini dapat menggunakan satu orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran, yaitu manajer pemasaran.
c. Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen
Salah satu tujuan dari perusahaan adalah untuk mendapatkan profit atau laba. Dengan laba tersebut perusahaan bisa tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang lebih besar. Sebenarnya laba merupakan tujuan umum dari sebuah perusahaan. Banyak perusahaan yang mempunyai tujuan lain disamping laba. Dengan menggunakan konsep pemasaran ini, hubungan antara perusahaan dan konsumen akan dapat diperbaiki yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi perusahaan
1.4.3. Alat Bantu Analisis
1. Flow Map
[image:35.612.288.405.550.667.2]Flowmap adalah penggabaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-iritan prosedur dari suatu program.
2. Diagram Konteks
[image:36.612.189.446.325.502.2]Diagram konteks adalah diagram arus data yang berfungsi untuk menggambarkan yang dirancang disuatu objek, diagram konteks ini menggambarkan secara global atau menyeluruh dari suatu system informasi keterikatan aliran-aliran data antara system dengan bagian-bagian luar. Kesatuan luar ini merupakan sumber arus data atau tujuan data yang berhubungan dengan system informasi.
Gambar 2.4 Diagram Konteks
3. Data Flow
Diagram
yang berhubungan satu sama lain, dengan aliran data yang terdapat dalam sistem.
BAB III
PROFIL PERUSAHAAN
3.1. Tinjauan Umum Perusahaan
Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, sehingga kebutuhan akan informasi meningkat, dari sekian banyak sumber informasi, yang paling penting untuk kita ikuti perkembangannya adalah informasi dari layanan jasa melalui internet. Penyedia / provide jasa jaringan internet sudah semakin berkembang dan memudahkan orang untuk bisa menikmati jasa jaringan internet dengan system registrasi yang mudah dan biaya yang efesien.
Dalam tinjauan perushaan ini berisi sejarah perusahaan, Struktur organisasi serta fungsi dari masing-masing bagian yang ada dalam perusahaan tersebut.
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Atau dikenal dengan PT. Telkom adalah perusahaan penyedia jasa informasi dan komunikasi dengan produk unggulannya adalah Telepon Jaringan ( Telepon Rumah Telkom dan Telepon tanpa Jaringan / Wireless ( FLEXI ).
a. Era Kolonial
Pada tahun 1882, didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegraf.Layanan komunikasi kemudian dikonsolidasikan oleh pemerintah Hindia Belanda ke dalam jawatan Telegraf Telefoon (PTT).
b. Perusahaan Negara
Pada tahun 1961, status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel).
Kemudian pada tahun 1965, PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro) dan perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).
c. Perumtel
d. PT.Telkom ( Persero )
Pada tahun 1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan ( Persero ). Telekomuniaksi Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1991.
e. PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk
Pada tanggal 14 November 1995 dilakukan Penawaran Umum Perdana saham TELKOM. Sejak itu saham TELKOM tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), Bursa Saham New York (NTSE) dan Bursa Saham London (LSE). Saham TELKOM juga diperdagangkan tanpa pencatatan di Bursa Saham Tokyo.Tahun 1999 ditetapkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Penghapusan Monopoli Penyelenggaraan Telekomunikasi.Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan diregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas.
3.2. Struktur Organisasi
Untuk mengolah perusahaan dengan baik dan optimal, terutama terhadap sumber daya manusia, perusahaan menerapkan manajemen yang dituangkan dalam bentuk struktur organisasi merupakan sarana yang sangat penting untuk menjalankan fungsinya.
Adapun struktur oragnisasi ini sendiri dapat dikatakan sebagai suatu kerangka yang mewujudkan sauatu pola tetapi dari hubungan antara kedudukan dan peran dalam suatu kerjasama. Bentuk struktur oaganisasi yang dimiliki PT.Telkom Cabang Cianjur adalah sebagai berikut :
Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. Telkom Divisi Businnes Service
[image:41.612.197.461.363.516.2]3.3. Deskripsi Kerja
1. Account Manager , bertugas sebagai Pimpinan jalannya tugas tugas karyawan yang ada di Plasa Telkom Divisi Businness Service Area Cianjur, dan bertanggng jawab atas jalannya tugas-tugas terbsebut.
2. Manager Service, bertugas sebagai koordinator dalam mengelola penjualan produk seperti ( Telepon Wireline, Astinet dan Speedy ) serta memonitor dan memelihara kehandalan produk-produk yang dipasarkan.
3. Speedy Service, bertugas sebagai penanggung jawab untuk pemasangan dan melakukan perbaikan jika mendapat keluhan dari pelanggan produk Speedy, memonitori seluruh pendapatan, laporan serta pembukuannya dan mengendalikan cabutan / penghentian layanan terhadap pelanggan.
BAB IV
ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN
4.1. AnalisisSistem Yang Berjalan
Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai hasil analisis sistem pemasaran produk speedy pada plasa telkom cianjur, Adapun untuk analisis yang dilakukan yakni analisis dokumen dan analisis proses / prosedur kerja.
4.1.1 Analisis Dokumen
[image:43.612.126.507.505.692.2]Analisis dokumen merupakan kegiatan menganalisis seluruh dokumen dasar yang digunakan dan mengalir pada sebuah sistem informasi yang sedang berjalan. Adapun dokumen-dokumen yang digunakan pada sistem pemasaran produk speedy di plassa telkom cianjur adalah berupa data customer ,formulir pendaftaran , surat permohonan pemasangan, surat tagihan, dan laporan bulanan. Adapun rincian masing-masing dokumen dapat dilihat pada tabel dibawah:
Tabel 4.1 Tabel Analisis Dokumen
No Dokumen Uraian
1 Formulir pendaftaran
Deskripsi : formulir yang di isi oleh customer yang berisi data diri untuk permohonan pemasangan speedy.
Fungsi : Sebagai bukti pendaftaran customer Sumber : Customer
customer, tanggal pengisian formulir.
2 Data Customer
Deskripsi : bukti bahwa customer tersebut telah menjadi pelanggan telkom yang kemudian akan di simpan ke dalam data base
Fungsi : sebagai bukti pendaftaran customer Sumber : dari customer
Tabel 4.1Tabel Analisis Dokumen (Lanjutan)
No. Dokumen Uraian
3 Surat permohonan pemasangan
Deskripsi : surat yang berisi tentang permohonan customer untuk pemasangan speedy Fungsi : sebagai bukti telah memasukan permohonan
pemasangan speedy kepada bagian srvice point
Sumber : marketing
Atribut : No Jestel, nama jestel, no.tlpon , data customer, tgl pemasangan, SIUP
4 Surat Tagihan Deskripsi : surat pemberitahuan biaya yang harus dibayarkan.
Fungsi : Untuk pemberitahuan biaya Sumber : marketing
Atribut : Tanggal, No Faktur, Jatuh Tempo, Nama customer, Alamat customer , no telpcustomer,
JenisPembayaran, jenis produk speedy
Tabel 4.1Tabel Analisis Dokumen (Lanjutan)
No. Dokumen Uraian
Tabel 4.1 AnalisisDokumen
4.1.2 Analisis Prosedur Yang Berjalan
Analisis prosedur merupakan kegiatan menganalisis prosedur-prosedur kerja yang terjadi pada sistem yang sedang berjalan. Adapun hasil dari kegiatan analisis ini berupa gambaran nyata dari urutan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh unit-unit organisasi khususnya dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengolahan data.Adapun prosedur kerja pada sistem yang sedang berjalan adalah sebagai berikut
a. Prosedur Pemasaran speedy
1. Marketing menyebarkan brosur kepada customer
2. Setelah brosur disebarkan customer yang berminat untuk pemasangan speedy, mengubungi pihah marketing.
3. Customer melakukan pengisian formlir pendaftaran yang disediakan oleh pihak marketing.
4. Setelah mengisi formulir pendaftaran, pihak marketing membuat surat permohonan pemasangan (PSB) ysng ditujuakn kepada bagian service point.
bulanan Fungsi : Mengetahui jumlah uang masuk Sumber : Service point ke AM
5. Bagian service point akan memproses surat permohonan pemasangan yang diberikan oleh pihak merketing.
6. Setelah pemasangan speedy dilakukan kepada pelnggan, bagianmarketing membuat laporan bulanan yang akan diserahkan kepada account Manager.
1.1.2.1Flow Map yang sedang berjalan
[image:47.612.133.478.314.681.2]Adapun ruang lingkup sistem pemasaranspeedy yang sedang berjalan digambarkan secara global melalui diagram konteks di bawah ini.
1.1.2.2Diagram Konteks Sistem yang Berjalan
[image:48.612.136.522.189.334.2]Adapun ruang lingkup sistem pemasaranspeedy yang sedang berjalan digambarkan secara global melalui diagram konteks di bawah ini.
Gambar 4.2 Diagram Konteks yang SedangBerjalan
1.1.2.3Data Flow Diagram Sistem yang Berjalan
4.1.3 Evaluasi Sistem yang Sedang Berjalan
Pada dasarnya prosedur kerja pada sistem yang sedang berjalan telah memenuhi kebutuhan untuk berjalannya kegiatan pemasaran Speedy di PT.Telekomunikasi Tbk. Cianjur,Akan tetapi, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi terhadap sistem tersebut, teridentifikasi adanya beberapa kekurangan yakni :
1. Proses pemasaran nya masih menggunakan manual dengan membagikan brosur, sehingga membutuhkan waktu yang relatif agak lama untuk menarik konsumen agar menggunakan produk speedy
2. Penyimpanan data customer yang masih mengandalkan arsip.
Dengan adanya permasalahan-permasalahan di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja beberapa unit-unit organisasi menjadi kurang optimal karena beberapa kegiatan memerlukan waktu yang relatif lama.
4.2 Usulan Perancangan Sistem
Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai usulan perancangan terhadap Analisis Sistem pemasaran produk Speedy Divisi Bussines Service pada Plasa Telekomunikasi Indonesia.Tbk Cianjur, Adapun untuk analisis yang dilakukan yakni analisis dokumen dan analisis proses / prosedur kerja.
4.2.1 Tujuan Perancangan Sistem
komputer yang merupakan sebuah usulan yang diharapkan dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan pada sistem yang sedang berjalan.
Pada perancangan sistem ini secara prosedu rkerja pada dasarnya sama dengan prosedur kerja pada sistem yang sedang berjalan. Akan tetapi akan terdapat perubahan dalam beberapa hal terutama dalam penggunaan media penyimpanan, pengolahan data dan proses pembuatanlaporan-laporan. Hal ini karena pada dasarnya tujuan perancangan sistem inia dalah bagaimana merancang sebuah sistem informasi berbasis computer online yang dapat melakukan atau mewakili berbagai proses layaknya melakukan kegiatan yang terjadi pada dunia nyata.
4.2.2 Perancangan Prosedur yang Diusulkan
Perancangan prosedur kerja ini dibagi kepada dua proses yakni prosedur transaksi pemasaran produk speedy manual dan prosedur transaksi pemasaran produk speedy secara terkomputerisasi. Berikut ini penjelasan dari masing-masing proses tersebut:
4.2.2.1.1 Diagram Flow Map Sistem yang Diusulkan
Gambar 4.4Flowmap yang Diusulkan
4.2.2.2Diagram Konteks Sistem yang Diusulkan
Gambar 4.5 Diagram Konteks yang Diusulkan
4.2.2.3Data Flow Diagram Sistem yang Diusulkan
4.2.2.4 Kamus Data
Adapun kamus data yang ada pada sistem informasi pemasaran dan pemasangan adalah sebagai berikut :
1. NamaArus Data : Data Customer
Alias :
Aliran Data : Customer
Struktur Data : nama_cutm, alamat_custm, no_tlp, id_card, SIUP 2. NamaArus Data : FromulirPermohonanPemasangan
Alias : data_pemasangan, formulir_update Aliran Data : Marketing
Struktur Data :no_jastel, nama_jastel,data_customer, 3. NamaArus Data : Laporan Data Customer
Alias : -
Aliran Data :Manager
1
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan yang telah disusun dalam
penulisan laporan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.
System penggunaan layanan jaringan Internet yang diterapkan pada
PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk. Cianjur Divisi Business Service sudah
terkomputerisasi dan menggunakan teknologi yang modern yang memudahkan
pekerjaan karyawan dalam setiap tugasnya.
2.
Layanan jaringan yang diberikan memiliki kualitas yang baik, tetapi masih
memiliki keterbatasan dalam hal jenis teknologi yang digunakan.
3.
Paket produk yang ditawarkan beragam, sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan customer.
5.2.
Saran
Pada dasarnya Sistem penggunaan layanan jaringan internet yang berjalan
pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. Cianjur dirasa sudah baik, tetapi masih ada
kekurangan dalam memberikan pelayanan memuaskan terhadap pelanggan, maka
saran yang dapat diberikan adalah :
2
2.
Agar tidak mengurangi informasi yang dibutuhkan pelanggan namun untuk
lebih meningkatkan efesiensi dan efektifitas pada perusahaan itu.
3.
Prosedur dan peralatan yang sudah dilengkapi agar lebih baik lagi untuk
memberikan dampak yang positif bagi perkembangan ekonomi.
4.
Sistem yang dapat membantu analisa seputar pada penggunaan layanan