• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X PADA POKOK BAHASAN KONSEP MOL.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X PADA POKOK BAHASAN KONSEP MOL."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

dari 5 bersaudara. Pada tahun 1999, penulis masuk sekolah di SD Negeri 030414 Kecupak. Pada tahun 2005, penulis melanjutkan sekolah di SMP Negeri I Salak dan lulus pada tahun 2008. Penulis melanjutkan sekolah di SMA Negeri I Salak pada tahun 2008 dan lulus pada tahun 2011. Pada tahun 2011 penulis diterima di Jurusan Kimia pada Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

(3)

iv

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan

penyertaanNya yang memberikan kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga

penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang telah

direncanakan.

Skipsi berjudul “Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning

terhadap Peningkatan Hasil dan Aktivitas Belajar Siswa Kelas X Pada Pokok Bahasan

Konsep Mol “ disusun untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana Pendidikan

Kimia di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Dra. Murniaty

Simorangkir, M.S sebagai dosen pembimbing yang telah memberikan banyak ilmu dan

saran untuk memperbaiki skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada

Bapak Dr. Wesley Hutabarat, M.Sc selaku dosen pembimbing akademik selama penulis

menjalani perkuliahan di Unimed yang telah banyak membantu penulis untuk menjalani

perkuliahan dan banyak memberikan saran untuk keberlangsungan perkuliahan penulis.

Ucapan terimakasih kepada Ibu Dra. Gulmah Sugiharti, M.Pd, Ibu Dra. Anna Juniar,

M.Si, dan Ibu Lisnawaty Simatupang,S.Si, M.Si selaku dosen penguji yang telah

memberikan nasihat, saran, komentar dan perbaikan untuk melengkapi skripsi ini. Ucapan

terimakasih juga disampaikan kepada kepala sekolah SMA YP. Raksana Medan Bapak

Drs. Hotman Situmorang, ibu Evi Simanjuntak S.Pd, selaku guru kimia di SMA YP.

Raksana Medan. Tersistimewa lagi penulis sampaikan ucapan terimakasih kepada kedua

orang tua tercinta yang luar biasa, Ayahanda Hesekiel Berutu dan Ibunda Sandamaris

Manik, terimakasih untuk jerih payahnya selama ini karena telah menjadi orang tua

terbaik yang telah memberikan dukungan moril dan materil kepada penulis hingga skripsi

ini dapat selesai dengan baik. Teristimewa juga penulis ucapkan kepada abang, kakak,

adek dan eda tersayang Hulman Berutu, Dermagus Berutu, Elfridayani Berutu, Destria

Berutu, Ahwina Banurea, Rina Simbolon dan Royen Pasaribu yang telah memberikan

semangat dan dukungan demi terselesaikannya studi penulis. Begitu juga untuk

ponakanku tersayang Regant Berutu, Cinse Berutu, Vivi Berutu dan Vharel Pasaribu yang

senantiasa memberikan semangat kepada penulis. Tak lupa untuk sahabat terkasih yang

selalu ada (Five Unyu) Beta Siahaan, Febry Limbong, Dina Siregar, dan Mersi

Rajagukguk. Begitu juga dengan teman-teman seperjuangan kelas Kimia Eks 2011,

(4)

selama penyelesaian skripsi ini. Terkhusus untuk kakanda terkasih David Purba

terimakasih untuk semua dukungan dan doanya yang selalu mendampingi penulis hingga

sampai saat ini.

Penulis telah berupaya melengkapi skripsi ini dengan semaksimal mungkin,

tetapi saya berharap kritik dan saran dari pembaca untuk menyempurnakan skripsi ini.

Saya berharap skripsi ini dapat berguna dan memberikan banyak kontribusi untuk

pengetahuan pembaca.

Medan, 22 Juni 2015

Penulis

Lamria Berutu

(5)

iii

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR

SISWA KELAS X PADA POKOK BAHASAN KONSEP MOL

LAMRIA BERUTU (4113331023)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa yang diajar dengan model pengajaran langsung (Direct Instruction), dan apakah ada korelasi yang positif dan signifikan antara aktivitas belajar siswa dengan peningkatan hasil belajar siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA YP. Raksana Medan sebanyak enam kelas. Sampel penelitian berjumlah dua kelas yang diambil secara acak (Random Sampling). Satu kelas sebagai kelas eksperimen yang diberi pembelajaran dengan model Problem Based Learning, dan satu kelas lagi sebagai kelas kontrol yang diberi pembelajaran dengan model pengajaran langsung (Direct Instruction). Data yang diambil adalah peningkatan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa. Instrumen yang digunakan untuk data peningkatan hasil belajar adalah tes objektif berjumlah 20 soal yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda dan distruktor. Aktivitas belajar siswa diambil menggunakan lembar observasi aktivitas belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t-pihak kanan dan uji korelasi. Hasil uji t diperoleh thitung > ttabel (5,4508 > 1,6775) pada taraf signifikansi α = 0,05 dan db = 50. Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yaitu peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning lebih tinggi daripada peningkatan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pengajaran langsung (Direct Instructioni). Rata-rata peningkatan hasil belajar kelas eksperimen 88,8% dan kelas kontrol 75,5%. Hasil uji korelasi diperoleh rhitung > rtabel (0,513 > 0,388). Hal ini menunjukkan adanya korelasi positif dan signifikan antara aktivitas belajar siswa dengan peningkatan hasil belajar siswa. Koefisien determinasi atau sumbangan aktivitas belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 26,32%. Dalam hal ini dihitung efektivitas dari model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 14,97%.

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vi

Daftar Gambar ix

Daftar Tabel x

Daftar Lampiran xi

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 5

1.3. Batasan Masalah 5

1.4. Rumusan Masalah 5

1.5. Tujuan Penelitian 5

1.6. Manfaat Penelitian 6

1.7. Defenisi Operasional 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Hakikat Belajar Kimia 8

2.2. Hakikat Hasil Belajar Kimia 9

2.3. Hakikat Strategi Pembelajaran 10

2.3.1. Pengertian Model Pembelajaran Problem Based Learning 12

2.3.2. Fase dalam Sintaks Problem Based Learning 14 2.3.3. Kelebihan dan Kelemahan Model Problem Based Learning 15 2.4. Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) 16

2.5. Aktivitas Belajar Siswa 17

(7)

vii

2.7. Konsep Mol 22

2.7.1. Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr)

23

2.7.2. Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel 24

2.7.3. Hubungan Mol dengan Massa Molar 25

2.7.4. Hubungan Mol dengan VolumeMolar 25

2.7.5. Penentuan Rumus Empiris dan Rumus Molekul 27

2.7.6. Kadar Zat 28

2.8. Kerangka Konseptual 33

2.9. Hipotesis Penelitian 34

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 36

3.2. Populasi dan Sampel 36

3.3. Variabel dan Instrumen Penelitian 37

3.3.1. Variabel Penelitian 37

3.3.2. Instrumen Penelitian 37

3.4. Rancangan/ Desain Penelitian 37

3.4.1. Pelaksanaan Penelitian 38

3.5. Uji Coba Instrumen 41

3.5.1. Uji Coba Instrumen Tes 41

3.5.2. Instrumen Non-tes 45

3.6. Teknik Pengumpulan Data 46

3.7. Teknik Pengolahan Data 46

3.8. Teknik Analisa Data 48

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian 52

4.1.1. Analisis Data Instrumen Penelitian 52

4.1.2. Deskripsi Data Hasil Penelitian 53

(8)

4.1.2.2. Peningkatan Hasil Belajar (Gain) 54

4.1.3. Analisis Data Hasil Penelitian 54

4.1.3.1. Uji Normalitas Pretest, Posttest dan Gain 54

4.1.3.2. Uji Homogenitas Pretest dan Posttest 55

4.1.3.3. Uji Hipotesis 55

4.1.3.3.1. Peningkatan Hasil Belajar 56

4.1.3.3.2. Korelasi Aktivitas Belajar dengan Peningkatan Hasil Belajar 56 4.1.4. Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning

terhadap Peningkatan Hasil Belajar siswa

57

4.2. Pembahasan 57

4.3. Temuan Penelitian 61

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan 62

5.2. Saran 62

(9)

xi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Sintaks Model Problem Based Learning 15

Tabel 2.2. Pedoman Penilaian Aktivitas Belajar Siswa 20

Tabel 3.1. Rancangan Penelitian 38

Tanel 4.1. Rata-rata, Standar Deviasi, Varians Data Pretest-Posttest

53

Tabel 4.2. Data Peningkatan Hasil Belajar (Gain) 54

Tabel 4.3. Uji Normalitas Data Sampel 54

Tabel 4.4. Uji Homogenitas Data 55

Tabel 4.5. Data Hasil Uji Hipotesis Peningkatan Hasil Belajar

56

(10)

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1. Hubungan Strategi Pembelajaran-guru-siswa-hasil

belajar

11

Gambar 2.2. Strategi Pembelajaran 12

Gambar 3.1. Diagram Alir Desain Penelitian 40

Gambar 4.1. Rata-Rata Nilai Pretest dan Posttest Di SMA YP.

Raksana Medan

55

Gambar 4.2. Rata-Rata Nilai Pretest dan Posttest Di SMA YP. Raksana Medan

(11)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi manusia, karena pendidikan merupakan suatu proses pembentukan manusia yang memungkinkan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada padanya. Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu negara, maka akan semakin baik taraf hidup masyarakat di negara tersebut. Di Indonesia, kualitas pendidikan masih tergolong sangat rendah. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terhadap kualitas pendidikan di negara-negara berkembang di Asia Pasifik, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, Indonesia berada pada level 14 dari 14 negara berkembang (http://van88.

wordpress.com/makalah-permasalahan-pendidikan-di-indonesia/).

Hasil survey Political and Economic Risk Consultancy (PERC)

menyebutkan bahwa pendidikan Indonesia kurang baik di kawasan Asia. Dari 12 negara yang disurvei oleh lembaga yang berpusat di Hongkong, Indonesia menduduki peringkat ke-12 di bawah Vietam (Runtuwene, 2013). Rendahnya hasil belajar siswa dapat dilihat berdasarkan data dari Education For All (EFA) bahwa perkembangan pendidikan di Indonesia menempati posisi ke-65 menjadi ke-69, keadaan ini sangatlah memprihatinkan padahal pemerintah sudah meningkatkan anggaran pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dalam hal ini guru mempunyai tugas untuk memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan materi yang akan disampaikan untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik (Siregar, 2013).

(12)

Kurikulum 2013 menekankan dalam penguatan proses pembelajaran. Proses pembelajaran berpedoman menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan

saintifik jika dihubungkan dengan proses pembelajaran mencakup konteks dunia

nyata, aktif menyelidiki, kooperatif, kritis, terjadi pertukaran pengetahuan antara

guru dan siswa, siswa dan siswa lainnya, serta menutun siswa untuk mencari tahu

bukan diberitahu. Siswa berperan aktif tidak hanya dari segi eksplorasi, elaborasi

dan konfirmasi tetapi siswa juga aktif dalam kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan dalam proses pembelajaran (Devisi PLPG-PSG Rayon 102 Unimed, 2013).

Namun, mulai tahun 2015 (mulai semester genap) kurikulum 2013 resmi untuk diberhentikan karena belum bisa untuk diterapkan setiap sekolah di seluruh Indonesia. Kurikulum yang dijalankan kembali ke kurikulum KTSP. Prinsip yang digunakan dalam pengembangan KTSP adalah berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan siswa dan lingkungannya. Dalam hal ini seorang guru dituntut kreatif dalam memilih serta mengembangkan materi pembelajaran, salah satunya adalah materi pada pembelajaran kimia (Hastuti,

2009). Diberlakukannya KTSP memberikan kesempatan bagi masing-masing satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, kebutuhan dan tuntutan masing-masing. KTSP memiliki karakteristik yaitu menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa dimana semua siswa harus mencaapai ketuntasan belajar dalam bentuk nilai KKM. Dalam KTSP guru sebagai fasilitator agar proses belajar siswa berjalan dengan baik (Mawarni, 2015).

Untuk model pembelajaran yang diterapkan baik dalam kurikulum 2013 maupun KTSP ada kesamaan yaitu, salah satu model yang diterapkan adalah model pembelaaran Problem Based Learning.

(13)

3

adalah stoikiometri yang di dalamnya ada sub pokok bahasan konsep mol. Kemudian strategi mengajar yang digunakan guru dalam mengajarkan materi konsep mol kurang bervariasi atau monoton yakni, model konvensional yang meliputi ceramah, tanya jawab dan penugasan sehingga menimbulkan rasa jenuh dan tidak tertariknya siswa untuk belajar kimia.

Persamaan reaksi kimia, hukum dasar kimia, massa atom relatif, dan massa molekul relatif serta konsep mol adalah materi yang paling mendasar dalam pokok bahasan stoikiometri. Pokok bahasan stoikiometri melibatkan perhitungan kimia seperti konsep dalam kinetika reaksi kimia, reaksi kesetimbangan, kimia larutan, termokimia dan lain-lain. Materi kimia yang sangat sarat dengan konsep dan perhitungan sering menjadi kendala siswa malas untuk mengikuti pembelajaran kimia. Konsep mol merupakan materi dasar kimia yang bersifat abstrak, banyak konsep, hukum dan rumus yang harus dikuasai siswa untuk mendukung pemahaman konsep-konsep dalam ilmu kimia. Kesulitan memahami konsep mol dapat menghambat pemahaman atas konsep-konsep lainnya (Syahrianda, 2014).

(14)

Aktivitas belajar merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar (Widyaningsih, 2012). Aktivitas belajar juga sebagai perwujudan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar, memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan proses berfikirnya (Rahayu, 2010). Pada model pembelajaran Problem Based Learning dapat dilihat aktivitas belajar siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung (kegiatan diskusi). Dengan adanya aktivitas siswa, maka akan tercipta suasana belajar yang aktif.

Beberapa penelitian dengan menggunakan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa. Fitriawati (2010) menyatakan bahwa penerapan Problem Based Learning dapat memberikan kontribusi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 13%. Kustyorini (2014) menyatakan penerapan pembelajaran berbasis masalah dilengkapi media Virtual terhadap aktivitas dan hasil belajar fisika SMA memberikan kontribusi peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 22,91% dan pada kelas kontrol sebesar 13,17%. Wasonowati (2014) menyatakan penerapan model Problem Based Learning pada pembelajaran hukum-hukum dasar kimia ditinjau

dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kimia dengan persentase ketercapaian sebesar 81,25%. Simorangkir (2014) menyatakan penerapan model PBL terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas X pada pokok bahasan reaksi redoks memberikan kontribusi peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dengan rata-rata sebesar 64,16% sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 51,73%. Siahaan (2014) menyatakan penerapan model PBL dengan pendekatan scientific dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi stoikiometri memberikan kontribusi pada kelas eksperimen I sebesar 58,53% dan pada kelas eksperimen II sebesar 56,77%.

Berdasarkan pada pemikiran di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian judul “Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Peningkatan Hasil dan Aktivitas Belajar Siswa Kelas X pada

(15)

5

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka masalah-masalah yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:

1. Siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari dan memahami ilmu kimia pada materi konsep mol.

2. Rendahnya aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran. 3. Model pembelajaran guru kimia yang kurang bervariasi.

1.3. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam penelitian ini:

1. Model pembelajaran yang digunakan adalah Problem Based Learning dan model pengajaran langsung.

2. Subjek penelitian dibatasi pada siswa SMA Yayasan Pendidikan RAKSANA Medan kelas X semester genap.

3. Peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Konsep Mol. 4. Aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

1.4. Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Apakah peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model

pembelajaran Problem Based Learning lebih efektif daripada model pengajaran langsung pada pokok bahasan Konsep Mol ?

2. Apakah ada korelasi yang signifikan antara aktivitas belajar siswa dengan peningkatan hasil belajar siswa yang diterapkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning ?

1.5. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

(16)

2. Untuk mengetahui korelasi antara aktivitas belajar dengan peningkatan hasil belajar siswa yang diterapkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning.

1.6. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diharapkan dari hasil penelitian ini adalah: 1. Memberi wawasan dalam penerapan model pembelajaran Problem Based

Learning pada pembelajaran kimia di SMA.

2. Memberikan ide bagi sekolah dalam rangka perbaikan model pembelajaran yang digunakan guru kimia dan sebagai bentk inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan pada mata pelajaran kimia maupun pada mata pelajaran yang lain.

3. Sebagai informasi dan bahan acuan bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji lebih dalam tentang model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa.

1.7. Defenisi Operasional

1. Model Pembelajaran Problem Based Learning

Model Problem Based Learning) Model pembelajaran ini memiliki lima tahapan utama yakni orientasi siswa pada masalah, pengorganisasian siswa untuk studi, membimbing pengamatan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan data hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Model ini akan diterapkan pada proses pembelajaran siswa SMA kelas X di SMA YP Raksana Medan. 2. Model Pengajaran Langsung

Model pembelajaran konvensional adalah model dimana dalam proses belajar mengajar guru menggunakan metode ceramah, Tanya jawab dan penugasan.

3. Konsep Mol

(17)

7

lainnya seperti partikel yang menyangkut atom, molekul, ion serta partikel renik lainnya.

4. Peningkatan Hasil Belajar

Peningkatan hasil belajar merupakan peningkatan kompetensi yang diperoleh siswa setelah mengalami proses belajar mengajar. Peningkatan hasil belajar dapat diketahui dari selisih antara nilai post tes dan pre tes 5. Efektivitas

Efektivitas adalah pencapaian tujuan secara tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. Disebut efektif apabila tercapai tujuan ataupun sasaran seperti yang telah ditentukan.

6. Aktivitas Belajar Siswa

Aktivitas belajar siswa `yaitu kegiatan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan yang dimaksud seperti sikap aktif, sikap kerjasama, sikap tanggung jawab, dan sikap kreatif. Pada penilaiannya setiap sikap diberikan beberapa deskriptor dilengkapi dengan

(18)

62 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka disimpulkan bahwa: 1. Peningkatan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan

model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung (Direct Instruction),

hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai gain yaitu pada kelas eksperimen sebesar 0,888 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,755. Efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 14,97%.

2. Terdapat korelasi yang positif antara aktivitas belajar siswa dengan peningkatan hasil belajar pada pembelajaran model Problem based Learning dengan koefisien determinasi atau sumbangan yang diberikan aktivitas belajar siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 26,32%.

5.2 SARAN

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang telah dikemukakan diatas, maka penulis menyarankan hal-hal sebagai berikut :

1. Bagi guru dan calon guru, penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning dapat mempermudah pencapaian tujuan instruksional dan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajarn kimia.

2. Bagi peneliti lainnya yang akan melakukan penelitian yang berhubungan dengan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning agar lebih

Gambar

Tabel 2.1.
Gambar 2.1.

Referensi

Dokumen terkait

Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) merupakan kawasan yang memiliki hutan dengan beberapa tipe perubahan penggunaan lahan akibat aktifitas manusia maupun proses

Dukungan mengenai pentingnya memberikan MP-ASI bagi anak juga disampaikan oleh WHO/UNICEF pada program Global Strategy for Infant and Young Child Feeding dan Aksi

ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SCIENTIFIC APPROACH DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING DAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA KURIKULUM 2013.. Universitas Pendidikan Indonesia

4.9 Grafik Perkembangan Nilai Keterampilan Mengitung Pada Kondisi Awal dan Siklus II

Melalui observasi, peneliti melihat secara langsung bagaimana proses kegiatan yang dilakukan sesuai dengan kenyataannya tanpa ada rekayasa, selanjutnya melalui

PENGUMUMAN PEMENANG PELELANGAN UMUM PEKERJAAN PENGADAAN BIBIT TANAMAN PERKEBUNAN DINAS EKHUTANAN DAN PERKEBUNAN TAHUN ANGGARAN 2012.. Nomor : 14/ PBJ-ULP.MRS/ 32.L.14/ DAU/

Itu berarti skor ketuntasan siswa kelas IV hanya 34,5% dari batas minimal ketuntasan rata-rata kelas, yaitu 75% sedangkan sesudah diterapkan model Inkuiri Sosial menunjukkan

PENGARUH METODE PROCESS GOAL SETTING TERHADAP MOTIVASI OLAHRAGA DAN PENGUASAAN KETERAMPILAN DASAR DROPSHOT CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS PADA ATLET PEMULA PB. 27) menyatakan