PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI DALAM MEMINIMALISIR
PERGAULAN BEBAS SISWA KELAS VIII DI SMP KARTIKA I-2 MEDAN TAHUN
AJARAN 2014/2015
Skripsi
OLEH :
FATIMAH 1104351003
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur peneliti ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok Dengan TeKnik Diskusi Dalam Meminimalisir Pergaulan Bebas Siswa Kelas VIII Di SMP Kartika I - 2 Medan Tahun Ajaran 2014/2015” yang disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan tahun
2015.
Peneliti menyadari bahwa penelitian skripsi ini tidak akan dapat diselesaikan dengan baik
tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu peneliti ingin menyampaikan ucapan terima
kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu peneliti dalam
menyelesaikan skripsi ini.
1. Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Medan
2. Drs. Nasrun,MS selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan
3. Prof. Dr. Yusnadi, MS selaku pembantu Dekan I, Drs. Aman Simare-mare selaku
Pembantu Dekan II, Drs. Edidon Hutasuhut, M.Pd selaku Pembantu Dekan III.
4. Dra. Kemali Syarif, M.Pd sebagai Ketua Jurusan Psikologi Pendidikan dan sekaligus
sebagai dosen penguji, serta Dra. Nur Arjani, M.Pd selaku Sekretaris Jurusan Bimbingan
Dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan yang telah banyak membantu peneliti dalam
perkuliahan hingga menyelesaikan skripsi ini.
5. Dr. M. Rajab Lubis, MS selaku dosen Pembimbing yang banyak membantu peneliti
dalam menyelesaikanskripsi ini.
6. Prof. Dr. Abdul Munir, M.Pd, Prof. Dr. Asih Menanti, MS, S.Psi,
Dra. Rahmulyani, M.Pd, Kons selaku penguji yang telah banyak memberikan masukan
7. Bapak/Ibu Dosen Psikologi pendidikan dan Bimbingan yang telah banyak memberikan
ilmu, bimbingan dan motivasi kepada peneliti semenjak mengikuti pendidikan
Bimbingan dan Konseling.
8. Seluruh Staf dan pegawai Fakultas Ilmu Pendidikan yang telah memberikan ilmunya
kepada peneliti selama perkuliahan.
9. Ibu Dra. Marhamati selaku Kepala Sekolah dan guru Bimbingan dan Konseling ibu
Nurlena, S.Ag dan ibu Intan, S.Psi di SMP Kartika I-2 Medan yang telah banyak
membantu peneliti dalam melakukan peneitian.
10.Teristimewah kepada Ayahanda M Arifin dan Ibunda Mesnem, buat Suamiku tercinta
Agus Rianto, kedua Anandaku Kina Lyra Agrifah dan Shofia Agrifah serta seluruh
keluarga yang telah membantu dan mendukung peneliti selama ini sehingga dapat
menyelesaikan studi S1 Di UNIMED.
Peneliti menyadari masih banyak kekurangan baik isi maupun tata bahasa, karenanya
peneliti mengharapkan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya
skripsi ini. Kiranya skripsi ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan
kita. Amin ya Rabbal Alamin.
Medan, Februari 2015
Peneliti,
Fatimah
ABSTRAK
Fatimah, NIM 1104351003 Pengaruh Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Dalam Meminimalisir Pergaulan Bebas Siswa Kelas VIII Di SMP Kartika I-2 Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan 2015.
Masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Diskusi Dalam Meminimalisir Pergaulan Bebas Siswa SMP Kartika I-2 Medan tahun Ajaran 2014/2015?, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok teknik diskusi dalam mencegah berkembangnya pergaulan bebas di SMP Kartika I-2 Medan Tahun Ajaran 2014/2015.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Swasta Kartika I-2 Medan T.P2014/2015 sebanyak 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang diberikan kepada siswa kelas VIII, dan tehnik analisis data yang digunakan adalah menggunakan uji t.
Hasil perhitungan data sebelum diberi layanan menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang dampak pergaulan bebas tergolong rendah dengan perolehan nilai rata-rata yakni 88 yang berada dalam rentang skor 44-90 yang merupakan kategori rendah. Hasil perhitungan post-test menunjukkan kategori sedang dengan nilai rata-rata 114,6 yang berada dalam rentang skor 91-133. Dengan demikian pemberian layanan bimbingan kelompok teknik diskusi dalam mencegah berkembangnya pergaulan bebas memberikan pengaruh kearah yang positif. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan uji t diproleh thitung =3,923 dan ttabel =1,833. Maka thitung > ttabel (3,923>1,833). Maka hipotesis yang menyatakan”pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi memberi pengaruh positif dalam mencegah berkembangnya pergaulan bebas di SMP Kartika I-2 Medan TA 2014/2015”, dapat diterima.
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN hal
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI... iv
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 5
1.3 Pembatasan Masalah ... 5
1.4 Perumusan Masalah ... 5
1.5 Tujuan Penelitian ... 6
1.6 Manfaat Penelitian ... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA... 7
2.1 Landasan teori ... 7
2.1.1 BIMBINGAN KELOMPOK ... 7
A. Pengertian Bimbingan Kelompok B. Tujuan Bimbingan kelompok ... 8
C. Model Kelompok Dan Layanan Bimbingan ... 9
D. Komponen Layanan Bimbingan Kelompok ... 9
E. Teknik – teknik Bimbingan Kelompok... 12
F. Tahap – tahap Bimbingan Kelompok ... 13
G. Bidang Layanan Bimbingan Kelompok... 14
A. Jenis – jenis Pergaulan... 15
B. Dampak Positif Pergaulan ... 16
C. Dampak negatif Pergaulan ... 16
2.1.3 PERGAULAN BEBAS ... 17
A. Penyebab Pergaulan bebas ... 18
B. Dampak Pergaulan Bebas ... 20
C. Bentuk-bentuk Pergaulan Bebas... 21
D. Kerangka Berfikir ... 23
E. Hipotesis Penelitian ... 25
BAB III METODE PENELITIAN ... 26
3.1 Jenis Penelitian ... 26
3.2 Subjek dan Objek Penelitian ... 26
3.3 Definisi Operasional ... 26
3.4 Desain Penelitian ... 27
3.5 Langkah – langkah ... 27
3.6 Tehnik Pengumpulan Data ... 28
3.7 Uji Instrumen Penelitian ... 30
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 32
4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ... 32
4.2 Pengujian Persyaratan Analisis ... 33
4.3 Analisis dan Penelitian ... 34
4.4 Pengujian Hipotesis ... 36
4.5 Pembahasan Penelitian ... 37
BABA V KESIMPULAN DAN SARAN ... 38
5.1 Kesimpulan ... 38
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Pemberian skor pada angket berdasarkan skala likert
Tabel 2. Kisi-kisi angket
Tabel 3. Pemberian layanan bimbingan kelompok
Tabel 4.1 meminimalisisr pergaulan bebas sebelum diberi layanan bimbingan kelompok Teknik diskusi
Tabel 4.2 meminmalisir pergaulan bebas siswa setelah diberi layanan
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR 1. GURU MENYEBARKAN ANGKET
GAMBAR 2. Aktivitas siswa mengisi angket
GAMBAR 3. Guru memilih siswa untuk bimbingan kelompok
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Uji coba angket meminimalisir pergaulan bebas siswa
Lampiran 2. Perhitungan uji validitas angket
Lampiran 3. Uji reabilita angket
Lampiran 4. Sebaran data meminimalisir pergaulan bebas sebelunm diberi layanan
Lampiran 5. Perhitungan kategori meminimalisir pergaulan bebas sebelum diberi layana
Lampiran 6. Sebaran data meminimalisir pergaulanbebas setelah diberi layanan
Lampiran 7. Perhitungan katagori meminimalisir pergaulanbebas setelah diberi layanan
Lampiran 8. Pengujian hipotesis
Lampiran 9. Tabel distribution critical values
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia adalah mahkluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam
segala hal terutama dalam berinteraksi, yang mana hal ini dapat dilakukan dengan
cara bergaul. Dengan bergaul akan menumbuhkan rasa solidaritas, gotong royong,
saling membantu, serta menumbuhkan rasa tenggang rasa. Sikap bergaul sangat
penting ditanamkan dalam diri sejak usia belia agar dapat bersosilisasi dengan
baik dengan asyarakat dimanapun berada.
Bergaul merupakan aktivitas yang sangat penting, menurut Gunawan
(2003:23) “melalui pergaulan banyak hal yang bisa dipelajari, seperti tanggung
jawab, saling berbagi, kerjasama dan dapat berteman dengan siapa saja,
menumbuhkanras solidaritas, rasa gotong royong serta rasa tenggang rasa, dan
menciptakan suasana yang tentram.
Menurut Handoko (2011:2) “Kemampuan bergaul merupakan salah satu
aspek psikologis yang perlu dikembangkan dalam kehidupan individu, baik
penyesuaian diri dengan individu lain di dalam kelompok maupun di luar
kelompok. Agar individu mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial,
maka setiap individu harus dapat bergaul”.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan bergaul
merupakan syarat tercapainya penyesuaian sosial yang baik dalam kehidupan
2
tanggung jawab, gotong royong, memiliki rasa solidaritas, tenggang rasa , saling
berbagi dan bekerja sama. Namun demikian, lingkungan pergaulan tidak
selamanya memberikan dampak positif bagi anak. Menurut Wilda (2011:3)
mengatakan bahwa “ bergaul tidak selamanya baik, adakalanya bergaul bisa
memberikan efek negatif dalam diri seseorang maupun kelompok. Anak yang
terjerumus dalam pergaulan bebas, menggunakan NARKOBA, MIRAS, tauran,
mencuri, dan hamil diusia dini merupakan bentuk pergaulan yang bersifat negatif.
Di sekolah kerap sekali ditemukan kelompok – kelompok yang lingkungan
pergaulannya kurang baik. Ada beberapa siswa / siswi ditemukan melakukan hal
– hal yang tidak senonoh, berduaan di ujung ruang kelas, dan ada juga yang
ketahuan sudah hamil. Kejadian – kejadian ini kerap ditemukan di lingkungan
sekolah terutama pada jam istirahat atau jam pulang sekolah. Pergaulan yang tidak
baik ini sangat meresahkan pihak sekolah dan para orang tua.
Dari hasil wawancara dengan guru kelas VIII di SMP Kartika I – 2 Medan
mengatakan bahwa kemampuan belajar siswa kelas VIII sudah mulai menurun
dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini. Ini disebabkan saat jam belajar ada siswa
yang suka melamun, kadang senyum – senyum sendiri, dan ada yang melempar –
lempar kertas yang bertuliskan berbagai macam kata – kata sayang atau cinta
kepada temannya atau bahkan berisi tulisan untuk ketemuan d iluar sekolah. Hal
ini mengakibatkan keributan dan akibatnya proses belajar mengajar terganggu.
Selain itu pada saat pemeriksaan handphone di sekolah, banyak ditemukan
siswa yang menyimpan video – video dan foto – foto yang berbau pornografi.
3
bahkan setiap 3 bulan sekali pemeriksaan handphone, ada sekitar 30% siswa yang
menyimpan video porno. Menurut guru kelas VIII berbagai cara yang telah
dilakukan oleh pihak sekolah agar hal – hal yang demikian tidak terulang lagi dan
tidak ada lagi siswa yang membawa handphone di sekolah serta tidak ditemukan
lagi foto –foto yang bersifat pornografi, namun masih ditemukan siswa yang
membuat keributan di sekolah dan masih ditemukan juga siswa yang membawa
handphone di sekolah.
Melihat persoalan – persoalan yang terjadi di sekolah, ada beberapa solusi
yang ditawarkan untuk mencegah hal ini semakin berkembang, yaitu dengan cara
: 1) membimbing siswa dalam mengenal tata cara bergaul yang sehat yang tidak
melanggar norma sosial, yang dapat diberikan guru pada saat proses belajar –
mengajar berlangsung. 2) menyadarkan siswa bahwa pergaulan yang kurang baik
dapat berdampak sangat buruk bagi diri sendiri, dan guru juga dapat memberikan
bimbingan bahwa siswa harus dapat belajar menghargai guru di sekolah dan dapat
menghargai dirinya sendiri. 3) menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah
dengan orang tua yang sangat berguna dalam memberikan data yang relevan
tentang pergaulan anak selama berada di lingkungan rumah.
Selain itu, salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengurangi
dan mencegah berkembangnya pergaulan bebas melalui kegiatan bimbingan
kelompok. Dimana pendekatan bimbingan kelompok ini bersifat preventif
(pencegahan) yang tujuannya untuk memberikan informasi dan data untuk
mempermudah pembuatan keputusan dan tingkah laku. Gadza (1967)
4
perkembangan masalah, yang isi utamanya meliputi informasi pendidikan,
pribadi, dan masalah sosial yang tidak disajikan dalam bentuk pelajaran.
Bimbingan kelompok merupakan kegiatan kelompok yang beranggotakan
kurang lebih dua puluh sampai tiga puluh orang siswa dalam satu kelas.
Bimbingan kelompok ini digunakan untuk siswa satu kelas yang informasinya
seputar pergaulan bebas dan dampak – dampak buruknya. Kegiatan bimbingan
kelompok ini dapat dilakukan guru pembimbing di luar jam pelajaran, bisa
dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas.
Salah satu kontribusi utama bimbingan kelompok adalah terciptanya
komunikasi multi arah sehingga guru dan siswa dapat berinteraksi bertukar
fikiran, pendapat dan informasi. Bimbingan kelompok juga dapat merubah pola
fikir siswa kearah yang lebih baik. Bimbingan kelompok juga dapat membantu
guru dalam mengenal permasalahan – permasalahan yang dihadapi siswa dan
mampu memberikan rencana tindakan yang akan diambil dalam pemecahan
masalah. Sedangkan siswa mendapat banyak informasi dari guru maupun siswa
lainnya yang berperan memberikan kontribusi dalam kegiatan Bimbingan
kelompok.
Dengan dilakukan Bimbingan Kelompok ini diharapkan dapat
menciptakan siswa siswi yang berprestasi, mandiri dalam bertindak, sopan dan
santun, disiplin dalam belajar dan selalu waspada akan pengaruh-pengaruh negatif
yang dapat merusak masa depan mereka. Bimbingan kelompok ini juga
diharapkan mampu merubah pola fikir siswa kearah yang positif yang akan
5
Atas dasar inilah penulis tertarik melakukan penelitian yang berjudul :
“Pengaruh Bimbingan Kelompok Dalam Meminimalisir Pergaulan Bebas Siswa
Kelas VIII di SMP Kartika I –2 Medan Tahun Ajaran 2014/ 2015”.
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka beberapa masalah yang
diidentifikasi adalah sebagai berikut :
1. Siswa belum memahami secara mendalam tentang dunia pergaulan
2. Kurangnya pengetahuan siswa tentang dampak buruk dari pergaulan yang
tidak baik
3. Guru tidak dapat melakukan kegiatan bimbingan kelompok disekolah
1.3. Pembatasan Masalah
Agar penelitian tidak meluas, maka batasan dalam penelitian ini adalah “
Pengaruh Pemberian Layanan Bimbingan Kelompok Dengan teknik Diskusi
Dalam Meminimalisir pergaulan bebas Siswa kelas VIII di SMP Kartika I – 2
Medan Tahun Ajaran 2014 / 2015”.
1.4. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian dan pokok – pokok pemikiran diatas maka
permasalahan yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah “Apakah terdapat
pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi dalam
meminimalisir pergaulan bebas siswa kelas VIII di SMP kartika I – 2 Medan
Tahun Ajaran 2014/2015?”.
6
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut “Untuk mengetahui
pengaruh bimbingan kelompok dalam meminimalisir pergaulan bebas siswa kelas
VIII di SMP Kartika I –2 Medan tahun Ajaran 2014/2015”.
1.6. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bahan masukan bagi siswa dalam meningkatkan pengetahuan tentang dunia
pergaulan
2. Sebagai bahan masukan bagi guru pembimbing dalam meningkatkan
kemampuannya dalam menerapkan bimbingan kelompok disekolah.
3. Sebagai bahan latihan bagi peneliti, dalam mengembangkan dalam bidang
metodologi penelitian dengan menggunakan tehnik bimbingan kelompok.
4. Sebagai bahan referensi bagi penulis lain yang akan mengadakan penelitian
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan
teknik diskusi mempunyai pengaruh dalam meminimalisir pergaulan bebas siswa kelas VIII di
SMP Kartika 1-2 Medan Tahun Ajaran 2014/2015. Hal ini teruji dengan menggunakan uji t
yang diperoleh dari perhitungan dengan hasil thitung = 3,923 > ttabel = 1,883, artinya hipotesis yang diajukan yang berbunyi “Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan tkhnik diskusi
memberi pengaruh positif dalam meminimalisir pergaulan bebas di SMP Kartika I – 2 Medan
Tahun Ajaran 2014/2015”, dapat diterima.
5.2. Saran-Saran
1. Diharapkan kepada guru BK mempunyai wawasan dan pemahaman yang baik tentang
pentingnya mencegah berkembangnya pergaulan bebas di kalangan siswa.
2. Diharapkan kepada siswa dapat memahami bahaya yang ditimbulkan dari adanya
pergaulan bebas
3. Penelitian ini baru tahap awal, hendaknya ada penelitian lanjutan dengan disiplin
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto S.2003. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: RinekaCipta
Dariyo, Agoes. 2004. Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor: Ghalia Indonesia
Ketut Sukardi Dewa. 2005 Konseling Kelompok perkembangan. Semarang: UPT UNNES Press
Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. 2006. Metode Penelitian Survai. Jakarta : LP3ES
Mungin Eddy Wibowo. 2005 Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: UPT UNNES Press
Nely.2011.pola Asuh Anak dalam Lingkungan Pergaulan.Bandung
Prayitno. 2005 Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: UPT UNNES Press
Rochman Natawijaya. 2005 Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: UPT UNNES Press
Singgih, Gunarsa, D. 1979. Psikologi Muda Mudi. Jakarta : Rineka Cipta
Slamet. 2010. Belajar Dan faktor-Faktor Yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Subagyo, M.B.A. 2005. Statistika Induktif. Yogyakarta: BPFE
Tohirin. 2011. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Jakarta : Rajawali Pers
Winaris, Imam, Wahyu. 2010. 100 Tanya Jawab Kesehatan Untuk Remaja.Yogyakarta : Tunas Publishing
http://www.bimbingan.org/pengertian pergaulan bebas.html diakses tanggal 12 Februari 2014
http://www.wordpress.com/2013/dunia pergaulan dan etika pergaulan remaja.html diakses tanggal 12 Februari 2014