Hubungan antara Kecepatan Pemerahan dengan Produksi Susu Sapi Perah Di Peternakan Rahmawati Jaya Pengadegan Jakarta Selatan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kurva produksi susu pagi, siang, dan malam periode laktasi I, serta mencari nilai korelasi produksi susu
Produksi susu total diperoleh dengan menjumlahkan produksi susu pagi dan sore selama satu masa laktasi (kg). Data produksi susu distandarisasi ke lama laktasi 305 hari dan dihitung
Artinya apabila seekor ternak memiliki nilai MPPA sebesar 10.597,14 kg, hal ini menunjukkan bahwa ternak tersebut mempunyai daya produksi susu 2.972,14 kg lebih
Selain itu faktor lingkungan berupa temperatur suhu kandang yang berbeda antara pagi dan sore hari dapat juga mempengaruhi mikrobiologis yang terkandung didalam susu hasil
Sistem pencatatan produksi susu yang efisien adalah dengan menggunakan catatan test day atau hari uji, karena pencatatan dapat dilakukan dengan lebih sederhana
Oleh karena itu, untuk menurunkan jejak karbon dari aktivitas produksi susu maka upaya mitigasi emisi GRK lebih difokuskan pada upaya menurunkan emisi GRK di sektor
Melalui peningkatan efisiensi usaha peternakan maka diharapkan akan dapat terwujud peningkatan produksi susu nasional dan menurunnya ketergantungan terhadap susu impor. Selain
Model regresi kurva Ali-Schaeffer dapat digunakan untuk menduga produksi susu selama 305 hari karena memiliki korelasi yang sangat tinggi, yaitu sebesar 0,96 antara produksi