• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN SITUS GUA KEMANG SEBAGAI OBJEK WISATA SEJARAH TERHADAP MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH UNIMED.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERANAN SITUS GUA KEMANG SEBAGAI OBJEK WISATA SEJARAH TERHADAP MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH UNIMED."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN SITUS GUA KEMANG SEBAGAI OBJEK WISATA

SEJARAH TERHADAP MAHASISWA PENDIDIKAN

SEJARAH UNIMED

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

AVEDHITA AGEDYA TARIGAN NIM: 3123121003

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

Avedhita Agedya Tarigan, 3123121003, Peranan Situs Gua Kemang Sebagai Objek Wisata Sejarah Terhadap Mahasiswa Pendidikan Sejarah Unimed. Skripsi Jurusan Pendidikan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan situs Gua Kemang sebagai objek wisata sejarah terhadap mahasiswa pendidikan sejarah Unimed. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan wawancara kepada narasumber yang terkait dengan judul skripsi, dan observasi langsung ke lapangan, selain itu penelitian ini juga menggunakan studi kepustakaan melalui berbagai literatur buku yang berkaitan dengan penelitian dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa peranan situs Gua Kemang sebagai objek wisata sejarah terhadap mahasiswa pendidikan sejarah Unimed adalah, (a) menarik minat dan motivasi mahasiswa, khususnya mahasiswa jurusan sejarah maupun pendidikan sejarah sebagai salah satu objek pariwisata sejarah, (b) untuk melihat lebih dekat tinggalan peradaban manusia pada masa lalu. Begitu juga dengan situs gua Kemang, yang merupakan peninggalan sejarah pada zaman megalitikum, (c) sebagai sarana yang efektif bagi mahasiswa khususnya mahasiswa sejarah sebagai bahan ataupun referensi untuk mengembangkan ilmu ataupun pengetahuan tentang sejarah maupun arkeologi, (d) sebagai salah satu sumber pembelajaran bagi mahasiswa sejarah dalam mata kuliah Sejarah Indonesia dengan materi masa pra sejarah.

(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yang Maha Baik,

yang dengan segala kuasa-Nya telah memberikan petunjuk, rezeki, dan kekuatan

serta berkat yang senantiasa dilimpahkan, menjaga dan melindungi penulis sampai

saat ini dan memberikan kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi ini dengan baik. Selama menimba ilmu penulis tidak dapat berdiri sendiri

melainkan membutuhkan bantuan dan dukungan dari orang-orang di lingkungan

sekitar. Oleh sebab itu, penulis juga ingin mengucapkan rasa terimakasih yang

sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas

Negeri Medan beserta stafnya.

2. Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Ibu Dra. Nurmala Berutu beserta jajaran

pegawai fakultas yang telah mengelola birokrasi kemahasiswaan

dengan baik sehingga proses perkuliahan berjalan dengan lancar.

3. Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah, Dr. Ida Liana Tanjung, M.Hum, yang

dari awal hingga akhir telah memberikan kemudahan dan kelancaran

dalam urusan akademik.

4. Dosen Pembimbing Skripsi saya, Dra. Hafnita Sari Dewi Lubis, M.Si

(7)

iii

kepada saya sebagai penulis serta kesabaran beliau yang tidak pernah

bosan dalam membimbing sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi.

5. Dosen Pembimbing Akademik saya, Bapak Drs. Yushar Tanjung, M.Si

yang dari awal pengerjaan skripsi ini telah banyak memberikan

masukan yang sangat berarti bagi saya serta telah memberikan

kemudahan dan kelancaran dalam urusan akademik.

6. Sekretaris Jurusan Pendidikan Sejarah, Ibu Lister Eva Simangunsong,

S.Pd. M.A yang juga telah banyak membantu kelancaran birokrasi

akademik.

7. Jajaran Dosen Penguji, bapak Drs. Yushar Tanjung, M.Si, Bapak

Syahrul Nizar M.Hum, ibu Ika Purnamasari, S.Pd, M.Si atas arahan

dan kritikannya yang turut serta dalam menyempurnakan penulisan

skripsi ini.

8. Bapak Ibu dosen Pendidikan Sejarah yang telah memberikan banyak

ilmu kepada saya selama menjadi mahasiswi di Jurusan Pendidikan

Sejarah.

9. Teristimewa kepada Ibu saya terkasih, Ernawaty Depari dan ayah saya

Ng. Tarigan yang telah berjuang penuh cinta membesarkan saya,

mendukung saya secara moril dan materil dan yang selalu

menyebutkan nama saya di dalam setiap doa dan tanpa pamrih

memberikan yang terbaik untuk kebaikan anak-anaknya.

10.Teristimewa juga kepada Bolang dan Karo tersayang, M. Depari dan

(8)

iv

sayang yang tiada terhingga, doa dan semangat kepada saya. Yang tak

pernah bosan bertanya bagaimana perkembangan skripsi ini dan apa

yang saya butuhkan. Terimakasih banyak, panjang umur sehat selalu

Bolang, Karo.

11.Kepada kedua adik saya, Vascal Theo Laurensius Tarigan dan Irene

Yoshepine Laurensia Tarigan, turut membantu saya dalam

mengerjakan skripsi. terima kasih sudah menjadi adik yang baik buat

saya.

12.Teristimewa kepada bibi saya Tetty Ros Nani dan Juliana Depari yang

selalu memberi dukungan dan bantuan baik moril maupun materil,

serta motivasi kepada saya, beserta seluruh keluarga yang selalu

mendo’akan kebaikan saya.

13.Kepada Harris Nevin Situmeang yang selalu ada kapanpun dan

dimanapun penulis butuhkan. yang selalu menemani dan membantu

penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, yang telah menjadi sahabat

terbaik penulis dalam menyelesaikan perkuliahan di Unimed,

Terimakasih untuk perhatian dan kebersamaannya selama ini.

14. Kepada teman istimewa saya yang telah membantu dalam pengerjaan

skripsi, Yosepha, Dora, Ira, Tria, Ekita, Ayu, Theo, Alvo, Ekin, Harris,

Julio, Frans, dan Aun. Tanpa kalian mungkin skripsi ini tidak akan

selesai. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan kalian.

15.Sahabat-sahabat seperjuangan Reguler A 2012 Pendidikan Sejarah.

(9)

v

teman dan memberikan makna serta warna bagaimana susah senang

dilalui pada waktu perkuliahan dari semester satu hingga

masing kita wisuda. Meski kita sekarang sudah di jalan

masing-masing, jangan pernah lupa kebersamaan kita selama 4 tahun di

Jurusan Pendidikan Sejarah Unimed.

16.Seluruh informan selama proses penelitian yang telah memberikan

informasi yang sangat berarti terkhusus kepada Bapak Ketut

Wiradyana, bapak Ginting sebagai juru kunci situs Gua Kemang,

bapak Kepdes Sembahe, bapak Sekdes Sembahe, bapak Sekretaris

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang Lubuk

Pakam. terima kasih sudah membantu dan mempermudah segala

urusan sehingga penelitian ini dapat disempurnakan dengan baik.

Akhirnya, skripsi ini bisa diselesaikan dengan baik berkat doa, dukungan

dan bantuan dari semua pihak termasuk yang tidak dapat di tuliskan satu persatu.

Semoga bantuan yang diberikan kepada penulis selama ini mendapatkan balasan

dari Tuhan Yang Maha Esa. Mohon maaf apabila terdapat ketidak-sempurnaan

dalam skripsi ini, penulis juga mengucapkan banyak terimakasih dan semoga

skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Medan, Maret 2017 Penulis,

(10)

vi 1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 2

1.3Pembatasan Masalah ... 3

1.4Perumusan Masalah ... 3

1.5Tujuan Penelitian ... 3

1.6Manfaat Penelitian ... 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORITIS 2.1Kajian Pustaka ... 5

2.2Landasan Teoritis ... 6

2.2.1 Teori Peranan ... 6

2.3 Kerangka Konseptual ... 7

2.3.1 Konsep Peranan Situs ... 7

2.3.2 Konsep Gua Kemang menurut Arkeolog dan Sejarawan ... 9

2.3.3 Konsep Objek Wisata Sejarah ... 12

2.3.4 Kerangka Berpikir ... 14

2.3.5 Hipotesis ... 15

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian ... 16

(11)

vii

3.3 Sumber Data ... 18

3.4 Teknik Pengumpulan Data... 20

3.5 Teknik Analisa Data ... 22

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Gambaran Umum Lokasi dan Kondisi Penelitian ... 23

4.1.1 Lokasi dan Kondisi Geografis ... 23

4.1.2 Iklim ... 24

4.1.3 Sejarah Singkat Situs Gua Kemang ... 25

4.2 Perkembangan Sistem Penguburan di Tanah Karo... 30

4.2.1 Penguburan Primer ... 33

4.2.2 Penguburan Sekunder ... 33

4.2.3 Penguburan Primer/Sekunder……….34

4.4 Peranan Gua Kemang Terhadap Mahasiswa Sejarah ... 40

4.4.1 Sebagai Pariwisata Sejarah ... 44

4.4.2 Sebagai Sumber Pembelajaran ... 56

4.5 Persepsi Mahasiswa Terhadap Peranan Situs Sejarah Gua Kemang……….59

(12)

viii

5.1 Kesimpulan ... 65

5.2 Saran ... 67

(13)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Menurut para Arkeolog dan Sejarawan, Gua Kemang adalah sebuah

wadah kubur atau yang berfungsi serupa dengan sarkofagus yang masih

merupakan indikasi bagian budaya megalitik di tanah Karo. Sejalan dengan

perkembangan kebudayaan manusia mulai dari zaman paleolitikum hingga

neolitikum serta berbagai proses yang melingkupinya, kepercayaan manusia juga

mengalami perubahan.

Gua Kemang merupakan salah satu situs sejarah yang dimana diketahui

bahwa situs ini tidak begitu familiar dan jarang diketahui oleh khalayak ramai

bahkan sebagai peninggalan sejarah, banyak mahasiswa sejarah yang tidak

mengetahui keberadaan gua Kemang. Hal ini didasari oleh beberapa faktor, salah

satunya adalah faktor minimnya informasi tentang gua peninggalan zaman

megalitikum tersebut.

Pada penelitian sebelumnya, telah dibahas tentang Tinjauan Historis Gua

Kemang Sebagai Indikasi Tradisi Megalitik di Tanah Karo. Berpedoman dari hasil

penelitian tersebut, peneliti ingin mengkaji melalui sudut pandang peranan gua

Kemang sebagai objek wisata sejarah terhadap mahasiswa pendidikan sejarah

Unimed. Penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa gua Kemang merupakan

indikasi dari tradisi megalitik, yaitu tradisi yang didasari konsep kepercayaan akan

adanya roh, adanya kehidupan setelah kematian, adanya hubungan timbal balik

(14)

2

yaitu tempat-tempat yang tinggi/gunung/bukit serta penghormatan terhadap

leluhur. Proses pembentukan gua Kemang tidak diketahui dengan pasti (sudah ada

sejak lama), namun secara ilmiah diketahui dari sisa pahatan pada dindingnya

menunjukkan bahwa gua ini sengaja dibuat dengan tujuan tertentu. Secara ilmiah

juga serta dapat dipertanggung jawabkan bahwa gua kemang berfungsi sebagai

wadah penguburan sekunder di tanah Karo mengingat bentuk dan keletakannya,

gua tersebut dijadikan sebagai tempat penyimpanan tulang-belulang manusia. Dari

kesimpulan penelitian sebelumnya, tidak ada membahas tentang peranan gua

Kemang sebagai objek wisata sejarah bagi mahasiswa pendidikan sejarah Unimed

atau universitas lain, padahal peneliti yakin, situs Gua Kemang tersebut sangat

berpengaruh dan memiliki peran yang penting dalam indikator pengetahuan serta

wawasan khususnya bagi mahasiwa sejarah. Selain sebagai ilmu, situs gua

Kemang juga memberikan dampak positif dalam aspek sebagai objek wisata

sejarah. Dimana mahasiswa dapat menggunakan gua tersebut sebagai media

ataupun tempat tujuan belajar sejarah.

Berlandaskan dari latar belakang di atas, maka penulis melakukan

penelitian lebih lanjut dengan mengangkat judul “Peranan Situs Gua Kemang

Sebagai Objek Wisata Sejarah Terhadap Mahasiswa Pendidikan Sejarah Unimed”

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dalam latar belakang masalah

maka dapat di identifikasi beberapa permasalahan penelitian, yaitu:

1. Sejarah perkembangan Gua Kemang

(15)

3

3. Peranan Situs Gua Kemang sebagai salah satu objek wisata sejarah

4. Peranan gua Kemang sebagai objek wisata sejarah bagi mahasiswa

1.3Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini lebih terfokus pada tema yang akan dikaji, maka

masalah-masalah yang telah diidentifikasi diatas dibatasi pada:

1. Sejarah perkembangan situs Gua Kemang

2. Fungsi gua Kemang pada zaman dulu dan zaman sekarang

3. Peranan situs gua Kemang sebagai objek wisata sejarah

4. Peranan situs gua kemang tehadap mahasiswa pendidikan sejarah unimed

1.4Perumusan Masalah

Untuk memperjelas arah penelitian, maka yang menjadi persoalan dalam

kajian ini adalah:

1. Bagaimana perkembangan Situs Gua Kemang sebagai tempat wisata?

2. Bagaimana perubahan gua Kemang seiring berkembangnya zaman?

3. Bagaimana peranan gua Kemang sebagai objek wisata sejarah terhadap

mahasiswa pendidikan sejarah Unimed?

1.5Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang diungkapkan di atas, maka yang

menjadi tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan Situs Gua Kemang di Desa

Durin Tani Sembahe

(16)

4

3. Untuk mengetahui peranan Situs Gua Kemang sebagai objek wisata

sejarah bagi mahasiswa pendidikan sejarah Unimed

1.6 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat terutama untuk:

1. Menambah wawasan peneliti tentang pengaruh Situs Gua Kemang

sebagaisumber pembelajaran sejarah

2. Menambah pengetahuan/ informasi bagi para pembaca baik dari kalangan

mahasiswa maupun masyarakat umum tentang Situs Gua Kemang sebagai

objek wisata sejarah

3. Menghidupkan kembali fungsi dan peran Situs Gua Kemang sebagai objek

wisata sejarah

4. Menambah khasanah karya ilmiah Universitas Negeri Medan (Unimed)

(17)

65 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Seiring perkembangan zaman, Gua Kemang juga mengalami pergeseran peran

serta fungsinya. Pada zaman Megalitik, peneliti menyimpulkan bahwa Gua kemang

dijadikan sebagai wadah penguburan sekunder pada masyrakat Karo. Masyarakat

Karo mengenal tiga jenis prosesi penguburan. Bentuk dan prosesi penguburan

dimaksud meliputi cara-cara yang digunakan dalam memperlakukan tubuh orang

yang meninggal, yang di sebut dengan penguburan primer, penguburan sekunder dan

penguburan primer/skunder.

Selain dari prosesi atau sistem penguburan, wadah kubur yang terdapat di

Tanah Karo juga banyak dan sebagian besar masih dapat kita dijumpai di daerah

tertentu. Wadah tersebut diantaranya adalah kubur dinding batu, tersek, geriten, dan

tambak. Sagak dan partulanan sebagai salah satu bentuk wadah kubur, sekarang

sudah tidak dapat lagi ditemukan.

Gua Kemang merupakan jenis wadah kubur dinding batu pada penguburan

sekunder peninggalan zaman megalitik. Namu, dewasa ini fungsi dan peran Gua

Kemang tidak lagi digunakan sebagai wadah kubur penguburan sekunder melainkan

memiliki multi fungsi dan peran yang sangat domininan bagi kalangan umum,

peneliti, pelajar dan mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan sejarah. Situs Gua

(18)

66

Kemang merupakan salah satu jenis cagar budaya yang memiliki nilai sejarah

sehingga disebut juga dengan situs sejarah. Dikatakan sebagai situs sejarah karena

memiliki benda (artefak) yaitu gua Kemang itu sendiri yang menunjukkan adanya

aktifitas manusia pada masa lalu. Gua Kemang merupakan situs sejarah yang

memiliki potensi untuk menarik minat dan motivasi mahasiswa, khususnya

mahasiswa jurusan sejarah maupun pendidikan sejarah sebagai salah satu objek

pariwisata sejarah. Berkunjung ke situs sejarah bertujuan untuk melihat lebih dekat

tinggalan peradaban manusia pada masa lalu. Begitu juga dengan situs gua Kemang,

yang merupakan peninggalan sejarah pada zaman megalitikum. Berwisata ke situs

sejarah berfungsi sebagai sarana yang efektif bagi mahasiswa khususnya mahasiswa

sejarah sebagai bahan ataupun referensi untuk mengembangkan ilmu ataupun

pengetahuan tentang sejarah maupun arkeologi. Selain itu, mahasiswa juga akan lebih

peduli dan turut menjaga serta melestarikan situs-situs sejarah yang sebagian besar

kurang diperhatikan oleh pemerintah setempat, disitulah peran mahasiswa untuk

mengembangkan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki situs sejarah seperti Gua

Kemang.

Selain sebagai situs pariwisata sejarah, Gua Kemang juga merupakan salah

satu sumber pembelajaran bagi mahasiswa sejarah dalam mata kuliah Sejarah

Indonesia I yang tercantum jelas dalam rancangan pelaksaan pembelajaran (rpp).

mahasiswa dapat menggunakan Gua Kemang menjadi salah satu peninggalan artefak

pada zamannya. Sehingga mahasiswa dapat mencari tahu, bagaimana ciri-ciri serta

(19)

67

juga menjadi media bagi mahasiswa agar lebih mengerti dan mampu menganalisis

langsung ke lapangan.

5.2. Saran

Setelah Membaca hasil penelitian ini, penulis mengharapkan pembaca

mengetahui bahwa meskipun seiring perkembangan zaman terjadi pergeseran peran

serta fungsi Gua Kemang sekarang ini, esensinya hal itu tidak mengurangi fungsi dan

peran Gua Kemang bagi kita sebagai kaum intelektual yang menjaga dan memelihara

peninggalan-peninggalan sejarah pada masa lalu.

Sehungungan dengan hal itu, penulis menyarankan :

a. Hendaknya kita sebagai generasi muda tidak menutup mata, telinga dan hati

kita untuk meningkatkan rasa keingintahuan kita terhadap

peninggalan-peninggalan sejarah yang masih jarang terdengar dan dijamah keberadaannya

oleh khalayak umum.

b. Sebagai mahasiswa, khususnya mahasiswa sejarah, kita seharusnya menjadi

jembatan bagi kaum awam yang ingin tahu tentang benda-benda atau artefak

peninggalan sejarah. Oleh sebab itu, sudah selayaknya kita meningkatkan

ilmu pengetahuan kita tentang situs-situs sejarah yang masih jarang

dipublikasikan ke muka umum.

c. Setiap masyarakat ataupun warga baik dari kalangan intelektual maupun

kalangan umum, sebaiknya secara sadar dan rasa empati yang tinggi. Kita

(20)

68

di situs sejarah. Selain mengembang tempat, hendaknya situs sejarah juga

turun berperan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan kita.

d. Agar adanya penelitian lanjutan yang lebih mendalam mengenai Peranan Situs

Gua Kemang Sebagai Objek Wisata Sejarah Terhadap Mahasiswa Pendidikan

Sejarah Unimed guna mengembangkan daerah wisata sejarah dan ilmu

(21)

68

DAFTAR PUSTAKA

Daliman. 2012. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ombak

Evriani, Richa. 2011. Tinjauan History Gua Umang Sebagai Indikasi Tradisi

Mengalitik di Tanah Karo (Dalam Skripsi Jurusan Pendidikan Sejarah

Fakultas Ilmu Sosial Unimed)

Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan. 2013. Buku Pedoman

Penulisan Skripsi dan Proposal Penelitian Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah. FIS Unimed

Lubis, Hafnita SD. Sejarah Indonesia I. (Dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Unimed)

Kuntowijoyo. 2003. Metodologi Sejarah Edisi Kedua. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya

Nazir, Moh. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

Prinst, Darwan Darwin. Sejarah dan Kebudayaan Karo. Jakarta: Yrama

Sagala, Syaiful. 2012. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

SK, Kochhar. 2008. Pembelajaran Sejarah Teaching Of History. Jakarta: PT Grasindo

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sjamsuddin, Helius. 2012. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak

Tanjung, Flores dkk. 2015. Pariwisata: Kajian Ilmu dan Sejarah. Medan: Unimed Press

Tarigan, Sarjani. 2008. Dinamika Orang Karo, Budaya Dan Modernisme.

Wiradyana, Ketut. 2011. Prasejarah Sumatera Bagian Utara Kontribusinya Pada

Kebudayaan Kini. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Wiradyana, Ketut. 2011. Sistem Penguburan Di Tanah Karo Dari Masa

Prasejarah Hingga Kini (Dalam Jurnal Forum Arkeologi TH. XXIV Balai

Referensi

Dokumen terkait

penelitian dengan judul “ Penggunaan Situs e-hon.jp Sebagai Media Pembelajaran Alternatif Choukai (Penelitian Kuasi Eksperime n te rhadap Mahasiswa Tingkat 3 Tahun

Pengaruh Pemanfaatan Situs Peninggalan Sejarah Di Desa Prawoto Sebagai Sumber Belajar Sejarah Terhadap Hasil Belajar Sejarah Perkembangan Islam Di Jawa Pada Siswa

Untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa serta untuk memperkenalkan kepada siswa SMA Negeri 16 Medan akan pentingnya situs dan peninggalan sejarah serta fungsinya

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi mahasiswa USU terhadap peranan penggunaan situs kampung digital Danau Toba, dan sejauhmana

Daya tarik situs candi Jabung sebagai objek wisata sejarah terletak pada latar belakang historis dari candi itu sendiri, ditunjang dengan arsitektur dan ragam

Dilakukannya penyesuaian itu supaya nilai budaya yang ada tidak dilupakan dengan terus berjalannya perkembangan zaman yang semakin pesat masyarakat Indonesia khususnya bagi mahasiswa