UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM S-1 EKSTENSI
MEDAN
SKRIPSI
PENGAWASAN INTERN SIKLUS PENDAPATAN
DALAM PENERAPAN ELECTRONIC DATA PROCESSING
(EDP) PADA PT. SMART GLOVE INDONESIA MEDAN
OLEH
NAMA
: FAIZA ELFIAN
NIM
: 060522080
Departemen
: AKUNTANSI
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
▸ Baca selengkapnya: bagian it/edp termasuk dalam fungsi
(2)PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul: Pengawasan Intern
Siklus Pendapatan dalam Penerapan Electronic Data Processing (EDP) Pada
PT. Smart Glove Indonesia Medan. Skripsi ini adalah benar hasil kerja saya
sendiri melalui penelitian yang saya lakukan dan judul yang dimaksud belum
pernah dimuat, dipublikasi atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks
penulisan skripsi Program Ekstensi S-1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh
telah dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya. Apabila dikemudian hari
pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh
pihak Universitas Sumatera Utara.
Medan, Januari 2012 Yang Membuat Pernyataan
FAIZA ELFIAN
KATA PENGANTAR
Bismillaahirrahmaanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb,
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala
limpahan rezeki, nikmat karunia dan anugerah yang telah menyertai,
membimbing, dan memberikan kemampuan serta kekuatan pada penulis
untuk menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengawasan Intern Siklus
Pendapatan dalam Penerapan Electronic Data Processing Pada PT. Smart
Glove Indonesia Medan”.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa pengetahuan dan
pengalaman penulis berjumlah cukup untuk menyempurnakan skripsi ini,
sehingga masih banyak terdapat kekurangan baik dalam penggunaan bahasa
maupun daam penyajian materi. Dengan demikian penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan
skripsi ini.
Adapun skripsi ini dapat diselesaikan hanya dengan bimbingan dan
dorongan dari berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam kesempatan ini Penulis ingin menghaturkan terima kasih yang
sedalam-dalamnya kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.si Ak selaku Ketua Departemen Akuntansi
3. Ibu Dra. Nurzaimah SE MM, selaku Dosen Pembimbing yang telah
meluangkan waktu dan memberikan masukan serta sumbangan
pemikirannya dalam mengarahkan dan membimbing Penulis dengan
penuh kesabaran sampai Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
4. Ibu Dra. Sri Mulyani, MBA. Ak, selaku Dosen Pembanding dan Penguji
1 dan Ibu Dra Erlina, MSi, Ak selaku Dosen Pembanding dan Penguji 2
yang bersedia memberikan sumbangan saran dan pemikirannya dalam
penyusunan skripsi ini.
5. Ibu Fauziah dan Seluruh karyawan/i PT. Smart Glove Indonesia yang
telah memberikan bantuan kerjasama dan dukungan morilnya
6. Ayahanda Elfian Samad dan Ibunda Safrida yang telah memberikan doa
dan dukungan baik materil dan motivasi kepada penulis, adik-adik saya
serta semua pihak yang tidak mungkin disebutkan namanya.
Semoga penulisan skripsi ini akan berguna dan bermanfaat bagi para
pembaca. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan
yang tidak terkira kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam
menyusun skripsi ini.
Medan, Januari 2012
Penulis,
Faiza Elfian
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara penerapan electronic data processing (EDP) pada siklus pendapatan perusahaan apakah telah sesuai dengan proses pengolahan data akuntansinya.
Dalam perusahaan yang menggunakan komputer, proses pengolahan data akuntansinya dapat dilakukan dengan tepat karena EDP telah dilengkapi dengan kemampuan teknis untuk mengolah data-data yang ada berdasarkan program-program yang dimasukkan ke dalam komputer. Data yang diperoleh dapat segera diproses dengan cepat dan tepat hingga pada akhirnya menjadi informasi.
Dari analisa penelitian maka penulis dapat melihat bahwa peranan dari komputer jelaslah sangat besar dalam menjamin terlaksananya kegiatan perusahaan secara efektif dan efisien. Sehingga dari analisa tersebut penulis mengetahui bahwasannya penerapan EDP dalam pengolahan siklus pendapatan, khususnya penjualan tunai dan penjualan kredit telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.
ABSTRACT
This research was purpose to know how the way of applying electronic data processing of revenue cycle on the company if it has appropriate with the accounting data processing.
On the company which use computer, accounting data processing can be done exactly because electronic data processing have been completed with technical ability to process data, based on programs which entered in the computer. The data can be process soon quickly and exactly until it will become information at the end.
From the research analysis, so that writer can see that the part of computer was very important in guaranteed the implementation of company job to be effective and efficient. From that analysis, witer knew that applying electronic data processing of revenue cycle, especially on cash and credit sales cycle was been done effective and efficient.
Key Word : Revenue cycle, Data Processing Based on Electronic Data
DAFTAR ISI
PERNYATAAN ... i
KATA PENGANTAR ... ii
ABSTRAK ... iv
ABSTRACT ... v
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Perumusan Masalah ... 5
C. Tujuan Penelitian ... 5
D. Manfaat Penelitian ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7
A. Sistem Pengawasan Intern ... 7
1. Pengertian Pengawasan Intern ... 7
2. Tujuan Sistem Pengawasan Intern ... 9
3. Komponen Sistem Pengawasan Intern ... 9
4. Prinsip-prinsip Pengendalian Intern ... 11
B. Siklus Pendapatan ... 13
1. Pengertian Siklus Pendapatan... 13
2. Tujuan dan Fungsi siklus Pendapatan ... 15
C. Sistem Pengolahan Data Elektronik ... 20
1. Pengertian Sistem Pengolahan Data Elektronik ... 20
2. Unsur-Unsur Sistem Pengolahan Data Elektronik ... 20
3. Sistem Pengolahan Data Berbasis Komputer ... 24
4. Sistem Pengolahan Data Pendapatan dengan EDP ... 26
5. Sistem Pengawasan Intern dalam Pengolahan Data Pendapatan ... 28
6. Kerangka Konseptual ... 36
BAB III METODE PENELITIAN ... 38
A. Tempat Penelitian ... 38
B. Data Penelitian ... 38
1. Data Primer ... 38
2. Data Sekunder... 38
C. Teknik Pengumpulan Data ... 39
1. Teknik Wawancara ... 39
2. Teknik Observasi ... 39
D. Metode Analisa Data ... 39
BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN ... 40
A.Data Penelitian 1. Gambaran Umum PT. Smart Glove Indonesia Medan ... 40
2. Struktur Organisasi Perusahaan ... 40
3. Konfigurasi Komputer Perusahaan ... 42
4. Siklus pendapatan dari penjualan tunai dan penjualan kredit ... 45
B. Analisis hasil penelitian ... 54
1. Analisis Penerapan Sistem Komputerisasi dalam Pengolahan data Pendapatan ... 54
2. Analisis Siklus Pendapatan dari Penjualan Tunai dan Penjualan Kredit ... 55
3. Analisis Pengawasan Internal Atas Pengolahan Data Pendapatan dengan EDP ... 56
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 59
A. Kesimpulan ... 59
B. Saran ... 60
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I : Struktur Organisasi PT. Smart Glove Indonesia Lampiran II : Siklus Pendapatan dari Penjualan Tunai
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara penerapan electronic data processing (EDP) pada siklus pendapatan perusahaan apakah telah sesuai dengan proses pengolahan data akuntansinya.
Dalam perusahaan yang menggunakan komputer, proses pengolahan data akuntansinya dapat dilakukan dengan tepat karena EDP telah dilengkapi dengan kemampuan teknis untuk mengolah data-data yang ada berdasarkan program-program yang dimasukkan ke dalam komputer. Data yang diperoleh dapat segera diproses dengan cepat dan tepat hingga pada akhirnya menjadi informasi.
Dari analisa penelitian maka penulis dapat melihat bahwa peranan dari komputer jelaslah sangat besar dalam menjamin terlaksananya kegiatan perusahaan secara efektif dan efisien. Sehingga dari analisa tersebut penulis mengetahui bahwasannya penerapan EDP dalam pengolahan siklus pendapatan, khususnya penjualan tunai dan penjualan kredit telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.
ABSTRACT
This research was purpose to know how the way of applying electronic data processing of revenue cycle on the company if it has appropriate with the accounting data processing.
On the company which use computer, accounting data processing can be done exactly because electronic data processing have been completed with technical ability to process data, based on programs which entered in the computer. The data can be process soon quickly and exactly until it will become information at the end.
From the research analysis, so that writer can see that the part of computer was very important in guaranteed the implementation of company job to be effective and efficient. From that analysis, witer knew that applying electronic data processing of revenue cycle, especially on cash and credit sales cycle was been done effective and efficient.
Key Word : Revenue cycle, Data Processing Based on Electronic Data
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tujuan utama akuntansi adalah untuk memberikan informasi keuangan
yang dipergunakan pihak manajemen suatu perusahaan maupun pihak-pihak lain
di luar perusahaan, seperti pemegang saham dan kreditur untuk pengambilan
keputusan. Bagi manajemen perusahaan, akuntansi sebenarnya merupakan alat
untuk memberikan informasi tentang kejadian-kejadian yang bersifat finansial
dalam satu periode tertentu. Dengan demikian manajemen mampu menguasai
keadaan perusahaan dan dapat menguasai jalannya perusahaan.
Dalam perusahaan yang masih kecil, maka jaringan operasinya tentu
masih terbatas, data yang akan diolah biasanya juga masih terbatas. Cara dan
teknik pencatatan yang konvensional mungkin masih memadai digunakan untuk
melayani seluruh kebutuhan perusahaan. Namun dengan semakin berkembangnya
perusahaan, yang tentunya pula akan diikuti dengan semakin kompleksnya data
yang akan diolah, serta perkembangan dunia usaha yang begitu pesat khususnya
dalam era reformasi ini, telah mendorong para usahawan yang bergerak di bidang
usaha industri, dagang maupun jasa untuk mengembangkan cara-cara yang
inovatif dalam pengelolaan informasi untuk mencapai tujuan perusahaan secara
optimal dengan memperhatikan efisiensi dan efektivitas usaha.
Majunya dunia usaha juga mengakibatkan pengelolaan data akuntansi
cepat, tepat dan akurat dalam pencapaian tujuan perusahaan yang efisien dan
efektif. Untuk mengatasi hal ini maka kebanyakkan perusahaan terutama yang
berskala besar memanfaatkan dan mempergunakan perkembagan teknologi yang
ada, yakni penggunaan EDP sebagai sarana dalam proses pengelolaan data
akuntansinya.
EDP mempunyai banyak keunggulan-keunggulan dari pada pengelohan
data akuntansi yang di lakukan secara manual atau pengolahan data akuntansi
dengan lebih mengandalkan peranan manusia. Penggunaan EDP jauh lebih baik
daripada penggunaan secara manual, karena dengan EDP dapat dilakukan
pengolahan dan penyimpanan data akuntansi dalam jumlah yang banyak, serta
prosesnya berlangsung dalam waktu yang singkat sehingga lebih efisien dan
efektif.
Dalam perusahaan yang menggunakan komputer, proses pengolahan data
akuntansinya dapat dilakukan dengan tepat karena EDP telah dilengkapi dengan
kemampuan teknis untuk mengolah data-data yang ada berdasarkan
program-program yang dimasukkan ke dalam komputer. Data yang diperoleh dapat segera
diproses dengan cepat dan pada akhirnya akan menjadi informasi.
Informasi merupakan output dari data. Data inilah yang nantinya
dibutuhkan oleh manajemen perusahaan dalam menetapkan kebijaksanaan dan
pengambilan keputusan. Banyak manfaat dan kegunaan yang diperoleh dari
penerapan komputer dan telah menjadikan komputer itu sendiri sangat penting
dan mutlak. Kemutlakkannya itu merupakan pendorong pemakai komputer dalam
dengan prinsip tepat waktu, tepat guna, tepat sasaran dan lebih dapat dipercaya
kebenarannya.
Adanya penggunaan sistem akuntansi yang baik akan mampu
menyediakan informasi yang tepat pada waktunya, mampu mengamankan harta
perusahaan dan mampu membuat biaya perusahaan seefisien mungkin, sehingga
komputer sebagai alat bantu dapat mengolah dan menghasilkan informasi yang
baik dan memadai. Penerapan EDP dalam pengolahan data akuntansi tentunya
juga memerlukan adanya suatu pengawasan intern atas komputer itu sendiri.
Untuk itu manajemen harus mampu menentukan pengawasan intern yang
memadai sehingga pengolahan data nantinya mampu menghasilkan informasi
yang aktual dan dapat dipercaya.
Dalam hal ini perlu diadakan penilaian atau evaluasi terhadap pengawasan
intern yang digunakan dalam pengolahan data akuntansi dengan menggunakan
EDP yang bertujuan untuk menentukan bukti-bukti yang harus dikumpulkan
berdasarkan kecukupan pengawasan yang ada, dan teknik pengawasan internal
dalam sistem pengolahan data dengan menerapkan EDP sehingga didapatkan
informasi mengenai Sistem Akuntansi dan untuk memastikan bahwa sistem
tersebut sesungguhnya mampu beroperasi sesuai dengan rencana.
Unsur akuntansi memegang peranan penting dan menjadi salah satu pusat
perhatian dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan. Unsur kas
merupakan unsur asset perusahaan yang paling penting, karena sifatnya yang
pada umumnya melibatkan penerimaan dan pengeluaran kas sehingga dibutuhkan
pengelolaan akuntansi secara kompleks.
Hal-hal yang telah di uraikan di atas mendorong penulis untuk
menentukan pengolahan data akuntansi khususnya dalam siklus pendapatan
sebagai lingkup pembahasan dan menetapkan PT. Smart Glove Indonesia Medan
dimana perusahaan telah menggunakan komputer sebagai sarana dalam
melaksanakan aktivitas maupun dalam pengolahan data akuntansinya.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis dapat melihat bahwa peranan
dari komputer jelaslah sangat besar dalam menjamin terlaksananya pelaksanaan
kegiatan perusahaan secara efektif dan efisien sehingga mendorong penulis untuk
melakukan riset pada perusahaan yang bergerak dalam penjualan sarung tangan
dan bagaimana cara perusahaan melakukan pengawasan. Hal ini penulis tuangkan
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan dan uraian mengenai latar belakang permasalahan
tersebut, dimana cakupan pengawasan intern sangat luas, maka penulis membatasi
masalah agar mempermudah penulis serta untuk mempersempit ruang lingkup
pembahasan.
Penulis mencoba merumuskan permasalahan sebagai berikut : Apakah
Pengawasan Intern Siklus Pendapatan dalam Penerapan Electronic Data
Processing (EDP) Pada PT Smart Glove Indonesia Medan sudah berjalan efektif?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari diadakannya penelitian ini dimaksud untuk menjawab
permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya yaitu :
1. Untuk meneliti secara jelas bagaimana pengawasan intern siklus pendapatan
dalam penerapan EDP pada PT. Smart Glove Indonesia Medan yang
dihubungkan dengan teori-teori yang berlaku.
2. Untuk dapat mengamati dan menganalisis serta menarik kesimpulan, sejauh
mana sistem pengawasan intern siklus pendapatan pada penerapan EDP
pada PT. Smart Glove Indonesia Medan, apakah sudah efektif dan
D. Manfaat Penelitian
Sedangkan manfaat penelitian adalah :
1. Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat mengembangkan wawasan
dan pengetahuan penulis tentang aplikasi ilmu dan teori yang
diperoleh di perkuliahan dengan penerapan yang sesungguhnya.
2. Bagi perusahaan, penelitian ini diharapkan menjadi bahan
pertimbangan dan masukan dalam pengolahan data pendapatan.
3. Bagi pihak lain, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai
bahan referensi dalam bidang struktur pengawasan intern dalam
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. SISTEM PENGAWASAN INTERN 1. Pengertian Pengawasan Intern
Pengertian pengawasan internal dalam arti luas dapat dibagi dua yaitu
pengawasan administratif dan pengawasan akuntansi. Pengawasan administrasi
meliputi rencana organisasi dan semua cara serta prosedur-prosedur yang
berhubungan dengan efisiensi usaha dan ketaatan terhadap kebijakan pimpinan
perusahaan. Pengawasan akuntansi meliputi rencana organisasi dan semua cara
serta prosedur-prosedur yang berhubungan dengan pengamanan harta milik
perusahaan serta dapat dipercayanya laporan keuangan.
Pengawasan internal sangat penting dalam perkembangan operasi
perusahaan, karena masalah-masalah yang timbul sangat kompleks. Dengan
demikian, diperlukan suatu pengawasan internal yang baik dan memadai. sesuai
dengan perkembangan zaman dan juga perkembangan dunia usaha, istilah
pengawasan internal pun mengalami perkembangan tidak hanya untuk mengawasi
kecermatan dari pembukuan, tetapi mempunyai arti luas yaitu meliputi seluruh
organisasi perusahaan.
Menurut Boynton dkk (2003 : 373) Pengawasan adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh dewan direksi, manajemen dan personel lainnya dalam suatu entitas, yang dirancang untuk menyediakan keyakinan yang memadai berkenaan dengan pencapaian tujuan dalam kategori berikut : a. Keandalan pelaporan keuangan
Pengawasan intern merupakan suatu proses, ini berarti alat untuk
mencapai suatu akhir, bukan akhir itu sendiri, pengawasan intern terdiri dari
serangkaian tindakan yang meresap dan terintegrasi dengan tidak
ditambahkan kedalam infrastruktur suatu entitas. Pengawasan intern
dilaksanakan oleh orang bukan hanya suatu dewan direksi, manajemen dan
personel lainnya.
Pengawasan dapat diharapkan untuk menyediakan hanya keyakinan
yang memadai bukan keyakinan yang mutlak kepada manajemen dan dewan
direksi suatu entitas karena keterbatasan yang melekat dalam semua sistem
pengawasan intern dan perlunya mempertimbangkan biaya dan manfaat
relatif dari pengadaan pengawasan. Pengawasan intern diarahkan pada
pencapaian tujuan dalam kategori-kategori yang saling tumpang tindih dari
pelaporan keuangan kepatuhan dan operasi-operasi.
Menurut Nugroho Widjajanto (2001 : 18) Sistem Pengawasan Intern adalah suatu sistem pengendalian yang meliputi struktur organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan dengan tujuan untuk :
a. Mengamankan aktiva perusahaan
b. Mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi c. Meningkatkan efisiensi
d. Mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi.
Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa pengawasan intern
bertujuan untuk menjaga integritas informasi akuntansi, melindungi aktiva
perusahaan terhadap kecurangan, pemborosan dan pencurian yang dilakukan
juga harus dapat memudahkan pelacakan kesalahan baik yang disengaja
ataupun tidak, demikian rupa sehingga memperlancar prosedur audit.
Agar dapat berjalan efektif pengawasan intern memerlukan adanya
pembagian tanggung jawab secara khusus, tujuannya adalah agar setiap
karyawan dapat mengkonsentrasikan perhatian kepada lingkup
tanggungjawabnya masing-masing sehingga tidak ada suatu fungsi yang
tidak tertangani.
2. Tujuan Sistem Pengawasan Intern
Menurut Warren dkk (2005 : 236) Tujuan Pengendalian Intern : Pengendalian intern memberikan jaminan yang wajar bahwa :
a. Aktiva dilindungi dan digunakan untuk pencapaian tujuan usaha. Pengendalian internal dapat dilindungi aktiva dari pencurian, pengelapan, penyalahgunaan, atau penempatan aktiva pada lokasi yang tidak tepat. Salah satu pelanggaran paling paling serius terhadap pengendalian internal adalah penggelapan oleh karyawan. b. Informasi bisnis akurat
Informasi bisnis yang akurat dperlukan demi keberhasilan usaha. Penjagaan aktiva dan informasi yang akurat sering berjalan seiring. Sebabnya adalah karena karyawan yang ingin menggelapkan aktiva juga perlu menutupi penipuan tersebut dengan menyesuaikan catatan akuntansi.
c. Karyawan mematuhi peraturan dan ketentuan
Perusahaan harus mematuhi perundang-undangan dan peraturan yang berlaku serta standar pelaporan keuangan.
3. Komponen Sistem Pengawasan Intern
Menurut Guy (2002 : 226) Mengidentifikasikan: Lima komponen pengawasan internal yang saling berhubungan sebagai berikut:
a. Lingkungan pengendalian (Control Environment) b. Penilaian resiko (risk assessment)
c. Aktivitas pengendalian (Control Activities)
a. Lingkungan pengendalian (Control Environment), Menentukan kualitas entitas dengan mempengaruhi kesadaran akan
pengendalian dari orang-orang disekitarnya. Lingkungan
pengendalian merefleksikan keseluruhan sikap, kesadaran, dan
tindakan dewan direksi, manajemen, karyawan serta pihak-pihak
lainnya mengenai pentingnya pengendalian tersebut dan penekanan
yang diberikannya dalam sebuah entitas,
b. Penilaian resiko (Risk Assessment), Semua entitas besar atau kecil, berorientasi pada laba maupun nirlaba, jasa atau manufaktur akan
menghadapi resiko. Banyak dari resiko-resiko tersebut, jika tidak
diantisipasi, dapat menyebabkan salah saji dalam laporan keuangan
entitas,
c. Aktivitas pengendalian (Control Activities), Kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh manajemen untuk
mengantisipasi resiko yang dapat menghalangi entitas mencapai
tujuannya,
d. Informasi dan komunikasi (Information and Communication), komponen ini terdiri dari sistem informasi yang digunakan untuk
menghasilkan informasi keuangan dan bagaimana
mengkomunikasikan informasi tersebut. Sistem informasi
pelaporan keuangan yang mencakup sistem akuntansi, terdiri dari
metode dan catatan yang ditetapkan untuk mengidentifikasi,
melaporkan transaksi entitas serta untuk mempertahankan
akuntabilitas aktiva dan kewajiban yang berkaitan,
e. Pemantauan (Monitoring), proses penilaian kualitas kinerja pengendalian internal dari waktu ke waktu.
4. Prinsip-Prinsip Pengendalian Internal
Menurut Weygandt dkk (2007 : 455) “Prinsip-prinsip pengendalian
internal meliputi pembentukan tanggung jawab, pemisahan tugas, prosedur
dokumentasi, pengendalian fisik, mekanik dan elektronik, verifikasi internal
independent dan pengendalian lainnya”.
Penjelasan prinsip-prinsip tersebut diatas adalah sebagai berikut:
a. Pembentukan tanggung jawab :
Karakteristik penting dalam pengendalian internal adalah
penyerahan tanggung jawab kepada karyawan tertentu.
Pengendalian akan paling efektif jika hanya seseorang yang
bertanggung jawab pada sebuah pekerjaan tertentu.
b. Pemisahan tugas merupakan hal yang tak terelakkan dalam sistem
pengendalian internal. Ada dua penerapan yang umum dari prinsip
ini :
1) Aktivitas-aktivitas terkait seharusnya ditugaskan ke orang
yang berbeda-beda
2) Penciptaan akuntabilitas (dengan pencatatan) atas asset
yang seharusnya terpisah dari penjagaan fisik asset tersebut.
Dokumen memberikan bukti bahwa transaksi dan peristiwa sudah
terjadi. Beberapa prosedur seharusnya ditetapkan untuk dokumen :
dokumen seharusnya diberi nomor terlebih dahulu (prenumbered),
seluruh dokumen dihitung dan penyerahan dokumen ke
departemen yang benar sehingga membantu penjaminan pencatatan
transaksi tepat waktu.
d. Pengendalian fisik,mekanik dan elektronik
Penggunaan pengendalan fisik, mekanik, dan elektronik adalah
penting. Pengendalian fisik sangat terkait dengan perlindungan
aset. Pengendalian mekanik dan elektronik juga melindungi aset;
sebagian mempertinggi keakuratan dan kebenaran pencatatan
akuntansi.
e. Verifikasi internal independen
Sebagian besar pengendalian internal memberikan verifikasi
internal independen. Prinsip ini melibatkan tinjauan, perbandingan,
dan rekonsiliasi data yang dibuat oleh karyawan lain. Untuk
mendapatkan manfaat yang maksimal dari verifikasi internal
independen :
1) Verifikasi seharusnya dilaksanakan setiap periodik atau
mendadak
2) Verifikasi seharusnya dilaksanakan oleh seseorang yang
independen atas karyawan yang bertanggungjawab atas
3) Perselisihan dan pengecualian seharusnya dilaporkan di
tingkat manajemen yang dapat memberikan tindakan
korektif.
Diperusahaan besar, verifikasi internal independen sering
ditugaskan kepada auditor internal. Auditor internal adalah karyawan
yang mengevaluasi secara berkesinambungan tingkat efektivitas sistem
pengendalian internal perusahaan.
B. SIKLUS PENDAPATAN 1. Pengertian Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan mencakup fungsi-fungsi yang dibutuhkan untuk
mengubah produk atau jasa menjadi pendaatan (dari pelanggan).
Menurut Romney dan Steinbart (2003 : 359) ”The revenue cycle is a recuring set of business activity and related information processing operation associated with providing good and services to customer and collecting cash in payment for those sales”.
Bodnar dan Hopwood (2003 : 265) menyatakan bahwa ”An organization’s revenue cycle include the functions required to exchange its product or servise with customer. Common fungtion include credit granting, order taking and processing, shipment of goods, billing and account receivable or cash receipt”.
Dari dua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa siklus
barang dan jasa kepada pelanggan dan menagih kas dari penjualan-penjualan
tersebut. Siklus pendapatan dapat dibagi dalam dua subsistem yaitu:
Subsistem penjualan dan subsistem penerimaan kas. Adapun bagian-bagian
yang bertugas dalam siklus pendapatan adalah bagian pesanan penjualan,
yang berfungsi untuk menerima pesanan penjualan, selanjutnya akan
diproses bagian kredit. Apabila pesanan penjualan telah disetujui, maka
pesanan penjualan akan diproses lebih lanjut pada bagian pemerosesan dan
pencatatan. Pada bagian pemerosesan dan pencatatan akan dibuat faktur
penjualan akan disiapkan oleh bagian gudang dan dikirim oleh bagian
pengiriman. Penerimaan penjualan tunai akan dicatat oleh bagian bagian
penerimaan kas sedangkan penjualan kredit akan dicatat sebagai piutang.
Perusahaan dalam mencapai penerimaan kas secara makasimal
melakukan kebijakan-kebijakan yang berbeda antara satu dengan yang lain.
Ada perusahaan yang dalam mencapai efisiensi dengan melakukan
penekanan pada biaya, ada yang secara terus menerus melakukan inovasi
sehingga diperoleh produk yang berkualitas, ataupun dengan cara
memasarkan produk dan jasa pada suatu pasar tertentu, misalnya pasar
berdasarkan geografis dan lain sebagainya.
Pengertian pendapatan secara umum adalah adanya kenaikan nilai
ekonomis selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan,
penambahan aktiva atau penurunan kewajiban-kewajiban selama satu
periode melalui penyerahan barang atau jasa atau kegiatan lain yang
adanya proses produksi bagi perusahaan industri, sedangkan bagi
perusahaan jasa karena adanya proses pertukaran jasa.
Pendapatan menurut Ikatan Akuntan Indonesia di dalam Standar
Akuntansi Keuangan mendefenisikan ”Pendapatan adalah arus masuk bruto
dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktifitas normal perusahaan selama
satu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak
berasal dari kontribusi penanaman modal.
2. Tujuan dan Fungsi Siklus Pendapatan a. Tujuan Siklus Pendapatan
Seperti yang telah dijelaskan mengenai pengertian dan siklus
pendapatan, bahwa pada dasarnya siklus pendapatan merupakan suatu
kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam rangka merubah produk
atau jasa kepada pelanggan dan akan memperoleh pendapatan dari kegiatan
tersebut.
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa tujuan
umum dari siklus pendapatan itu sendiri adalah menukar produk atau jasa
tersebut menjadi kas. Secara rinci tujuan dari siklus pendapatan itu adalah
sebagai berikut:
i. Menyelidiki bahwa pembeli mempunyai kemampuan yang cukup
untuk membayar kredit, hal ini perlu dilakukan
iii. Mengirimkan barang atau mengerjakan jasa kepada konsumen
kepada waktu yang telah disepakati
iv. Menagih hasil penjualan dengan teliti dan tepat waktu
v. Mencatat dan mengklasifikasi penerimaan kas dengan teliti dan
secepatnya
vi. Membukukan penjualan dan penerimaan kas ke rekening pembeli
vii. Melindungi barang dan kas sampai saat dikirim atau dideposit
viii. Menyiapkan berbagai dokumen dan laporan yang berhubungan
dengan penjualan barang dan jasa.
b. Fungsi Siklus Pendapatan
i. Mendapatkan pesanan dari pembeli
ii. Memeriksa status kredit pembeli
iii. Mencatat dan proses data penjualan
iv. Menyiapkan barang yang yang akan dikirim yang kemudian akan
mengirimkannya kepada pembeli.
v. Menagih konsumen, menerima pembayaran dan menyimpannya
dibank
vi. Menyelenggarakan catatan piutang
vii. Memindah bukukan transaksi ke buku besar
3. Penggolongan siklus pendapatan dari penjualan tunai dan kredit
Mulyadi dan kanaka (1998 : 35) menggolongkan siklus pendapatan
menjadi lima kelompok transaksi, yaitu: ”Penjualan kredit, Penjualan tunai,
retur penjualan, pencadangan kerugian dan penghapusan piutang”. Dimana
sesuai dengan perumusan masalah, penulis membatasi dan membahas
masalah pada siklus penjualan tunai dan penjualan kredit.
Menurut Hall (2001:182) langkah-langkah aktivitas dari sistem
penjualan sebagai berikut:
a. Proses penjualan dimulai dari pelanggan menghubungi departemen
penjualan. Bentuk hubungan itu dapat melalui telepon, surat atau
datang secara langsung. Departemen penjualan akan menangkap
seluruh detail informasi dari kejadian tersebut dan mencatatnya
pada pesanan penjualan. Informasi ini akan menyebabkan
terjadinya beberapa kegiatan lainnya.
b. Langkah pertama dari proses penjualan adalah melakukan
pengesahan transaksi dengan melalui proses persetujuan kredit
untuk pengiriman.
c. Saat kredit tersebut sudah disetujui, informasi penjualan akan
diteruskan ke departemen penagihan, pergudangan dan pengiriman.
d. Langkah selanjutnya adalah mengirimkan barang dagangan, yang
harus dilakukan segera setelah persetujuan kredit diperoleh.
Jika proses tersebut berjalan terlalu lama, pelanggan kemungkinan
pengiriman akan merekonsiliasi barang yang diterima dari gudang
dengan informasi penjualan yang sudah terlebih dahulu. Langkah
ini digunakan untuk memastikn bahwa perusahaan mengirimkan
barang yang tepat ke pelanggan. Apabila ditemukan kesalahan,
seperti salah dalam pengambilan barang atau salam dalam
kuantitas barang dari gudang, hal tersebut sudah seharusnya dapat
didefenisikan pada langkah ini. Apabila semua kondisi sudah
sesuai dengan pesanan, maka barang dagangan akan dikemas dan
dikirimkan melalui perusahaan angkut angkutan umum ke
pelanggan. Kemudian informasi pengiriman akan diteruskan ke
proses penagihan.
e. Proses penagihan akan mengumpulkan dokumen-dokumen yang
relevan dengan transaksi tersebut (produk, harga, biaya
penguangan, angkutan, pajak dan syarat-syarat potongan harga)
dan menagihkannya ke pelanggan. Informasi ini akan diteruskan ke
proses piutang dan proses pengendalian persediaan.
f. Bagian piutang menerima informasi penagihan dan mencatatnya ke
dalam catatan atau laporan keungan.
g. Secara berkala (setiap batch, harian, mingguan, bulanan dan seterusnya) proses penagihan, piutang dan pengendalian persediaan
melakukan perhitungan rekapitulasi dan meneruskan informasi ini
ke proses buku besar umum. Rekapitulasi ini termasuk total
total penurunan persediaan. Berdasarkan informasi tersebut, buku
besar umum melakukan proses ke setiap rekening yang
dipengaruhi oleh setiap transaksi penjualan selama periode
berjalan. Bila saldo rekapitulasi cocok maka secara keseluruhan
proses diasumsikan berjalan dengan benar.
C. SISTEM PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK 1. Pengertian Sistem Pengolahan Data Elektronik
Menurut Skousen dan Stice (2002:59) ”sistem pemrosesan data
elektronik adalah sistem-sistem akuntansi dengan menggunakan komputer
dengan berkecepatan tinggi. Sistem-sistem demikian memungkinkan
kecepatan dan keakuratan yang tinggi di dalam pemrosesan sejumah besar
data akuntansi”.
Jadi, sistem pengolahan data elektronik ditandai dengan
penggunaan perangkat komputer, hal ini dapat dipahami karena komputer
merupakan peralatan elektronik yang mampu berperan sebagai alat yang
bekerja secara elektronik dan otomatis. Dengan adanya sistem pengolahan
data elektronik memungkinkan adanya sentralisasi proses pembukuan,
transaksi keuangan, dan pembuatan laporan yang lebih teliti dan cepat.
2. Unsur-unsur Sistem Pengolahan Data Elektronik
Dalam sistem informasi yang terkomputerisasi maka unsur-unsur
a. Jaringan Komunikasi
Jaringan komunikasi timbul jika suatu komputer berkomunikasi
dengan komputer lain. Jaringan komunikasi itu terdiri dari Wide Area Network (WAN) biasanya mencakup lebih dari satu wilayah metropolitan dan Local Area Network (LAN) mencakup wilayah kecil seperti sebuah gedung atau kelompok yang berdekatan satu sama lain
b. Hardware
Hardware adalah seluruh komponen yang membentuk suatu sistem
komputer dan peralatannya yang memungkinkan komputer untuk
melaksanakan tugasnya. Hardware dapat dikelompokkan ke dalam dua
komponen utama, yaitu:
i. Input unit (Input Device) berfungsi untuk membaca data input dari media input.
ii. Central Processing Unit (CPU) merupakan otak komputer. CPU terdiri dari:
• Control unit, yang terdiri dari instruction interpenter (perintah
menterjemah), location control (lokasi perhitungan) dan
arithmetic register (salinan perintah yang dijalankan).
• Arithmetic Logical Unit (ALU) yang berfungsi untuk
melakukan kegiatan-kegiatan perhitungan dan logika seperti
• Storage (memory) unit yang berfungsi untuk menyimpan data
yang akan diproses dan instruksi-instruksi untuk bagian yang
lain dari CPU.
• Output unit (output device) yang berfungsi untuk mengeluarkan
hasil pengelolaan CPU melalui main storage.
• Computer Communication unit yang berfungsi untuk
menghubungkan antara pemakai CPU atau dengan pemakai
lainnya. Untuk topologi network dalam LAN secara garis
besar terdiri dari star network (hubungan dalam jalur data/bis) dan ring network (hubungan berbentuk cincin atau alur data yang terjadi searah dari satu kode ke kode yang lain, dan
seterusnya).
Gambar 2.2 Component of Computer
Sumber : Bodnar dan Hopwood (2007:72)
Perform Processing Task to Assit CPU
Send Data to CPU
Communicater Data to User
Secondary Data and Program
c. Software
Software adalah kumpulan dari program-program,
prosedur-prosedur dan peralatan untuk sistem-sistem dan mendesain program dan
analisa. Secara umum software terdiri dari dua jenis, yaitu:
i. Program sistem operasi, program ini merupakan susunan instruksi
yang dibuat sehingga komputer sebagai mesin berada dalam
kondisi siap kerja untuk menjalankan perintah lebih lanjut.
ii. Program aplikasi, program ini merupakan susunan instruksi yang
dibuat untuk suatu maksud atau proses perhitungan nota yaitu
berupa perintah mengalikan produk dengan tarif.
d. Produser
Produser sistem komputerisasi merupakan suatu urutan langkah
operasi administrasi dalam siklus pendapatan data akuntasi perusahaan
dengan maksud mencapai keseragaman penanganan atas transaksi usaha
yang berulang.
e. Brainware
Brainware adalah operator atau orang yang memerintahkan
komputer untuk melakukan suatu operasi atau dapat disebut bahwa
brainware adalah pengguna komputer. Tanpa keahlian seorang brainware,
komputer hanyalah kumpulan benda mati yang tidak berarti apa-apa.
i. Analis sistem (system analyst), yaitu personel yang bertugas untuk mengadakan studi kelayakan, survey dan mendesain yang akan
diterapkan terhadap pemakaian komputer.
ii. Programmer, yaitu personel yang bertugas untuk mengadakan
perencanaan program, membuat program, menguji coba sistem dan
mengadakan dokumentasi.
iii.Operator, yaitu personel yang bertugas mengaktifkan mesin,
mengoperasikan serta memberhentikan mesin komputer.
iv.Data preparation (penyaji/penyedia data), yaitu personel yang
bertugas untuk melakukan pemasukan bentuk kode (hasil program
kode dari programmer) ke media input atau output, melakukan
pemasukan dari sumber dokumen, serta melakukan verifikasi benar
salahnya pemasukan tersebut.
v. Schedule, yaitu personel yang bertugas untuk menerima dan
membukukan job-job dari user yang telah siap dilaksanakan
komputer, menyediakan job-job tersebut ke operator untuk diolah,
untuk selanjutnya memeriksa dan membukukannya.
vi. Librarian, yaitu personel yang bertugas untuk mengatur keluar
3. Sistem Pengolahan Data Berbasis Komputer
Menurut Hall (2001:137), Sistem Pengolahan Data Berbasis Komputer
terdiri dari:
a. Masukan (Input)
Dokumen - dokumen sumber seperti order pelanggan, slip-slip
penjualan, faktur, order pembelian dan kartu jam kerja karyawan adalah
bukti fisik masukan ke dalam sistem pemrosesan transaksi. Tujuannya
adalah sebagai berikut:
i. Menangkap Data
ii. Membantu operasi pengkomunikasian data dan
menstandarkan operasi dengan menunjukkan data apa
yang membutuhkan untuk pencatatan dan tindakan apa
yang harus diambil.
iii. Menyediakan berkas permanen untuk analisis masa
datang, jika dokumen-dokumen dipelihara.
b. Pemrosesan (Process)
Pemrosesan meliputi penggunaan jurnal, register, dan berkas transaksi
untuk menyediakan catatan masukan yang permanen dan kronologis. Jurnal
digunakan untuk menyajikan catatan kronologis transaksi - transaksi
keuangan. Register digunakan untuk mencatat jenis data lain yang tidak
langsung berhubungan dengan akuntansi. Berkas transaksi adalah kumpulan
data masukan transaksi yang terorganisasi. Sebagai contoh jurnal penjualan
berkas transaksi yang terdiri dari data mentah yang berkaitan dengan
penjualan kepada pelanggan. Seluruh transaksi akuntansi harus
direfleksikan ke dalam buku besar. Buku besar tersebut menyediakan
ikhtisar transaksi-transaksi akuntansi keuangan perusahaan dan
menghasilkan neraca saldo untuk menguji keakuratan dari catatan
sebelumnya.
c. Keluaran (Output)
Terdapat beragam variasi keluaran dari sistem pemrosesan
transaksi. Setiap dokumen yang dihasilkan dari sistem adalah keluaran.
Beberapa dokumen dapat merupakan masukan sekaligus keluaran misalnya
faktur pelanggan adalah keluaran dari sistem aplikasi, masukkan order
dan juga merupakan dokumen masukkan ke pelanggan. Keluaran dari
sistem pemrosesan transaksi adalah dalam bentuk laporan keuangan.
Laporan keuangan menghasilkan hasil-hasil pemrosesan transaksi dan
menyajikan hasil-hasil tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip pelaporan
keuangan untuk memenuhi kebutuhan manajemen (pihak internal) dan juga
pihak eksternal.
4. Sistem Pengolahan Data Pendapatan dengan EDP
Sistem pengolahan data merupakan seluruh rangkaian tata kerja
dan prosedur kerja yang secara keseluruhan membentuk kesatuan pola yang
teratur di dalam melaksanakan kegiatan, yakni memproses data menjadi
a. Metode pemrosesan dan penyimpanan data.
i. On line atau Off line, dimana tipe ini membedakan cara memasukkan dan memproses data. Misalnya terminal dan disk adalah hardware yang selalu on line.
ii. Penyimpanan data, dimana setiap CPU memiliki tempat untuk penyimpanan data yang disebut Main Memory.
Penyimpanan data dalam Main Memory biasanya selalu on line dengan CPU.
iii. Sequential dengan Direct Access, dimana sequential berarti bahwa data yang disimpan secara berurutan dan akses dengan komputer juga berurutan.
iv. File yang terdiri dari:
- Files adalah sekumpulan catatan yang mempunyai sifat yang seragam dan khusus
- Transaction Files merupakan suatu paket transaksi yang memiliki ciri yang khusus selama satu periode tertentu.
- Data field adalah data yang merupakan catatan individu dalam suatu file.
- Sequential files adalah file yang disusun secara berurutan, biasanya disusun menurut nomor langganan.
b. Metode pemasukan dan pemerosesan data
i. Batch Input dan Processing, dalam metode ini dokumen dasar dikumpulkan untuk suatu periode terentu, selanjutnya diproses ke
dalam media yang dapat dibaca komputer dan masih merupakan
transaction file.
ii. On line with batch processing, dalam metode ini transaksi langsung dimasukkan ke dalam terminal. Transaksi disimpan secara on line
dan diproses dalam transfer file pada periode interval yang sudah
ditentukan.
iii. On line with areal time processing, dalam metode ini transaksi dimasukkan secara sendiri-sendiri ke terminal dan master file
langsung pada saat transaksi itu dimasukkan.
5. Sistem Pengawasan Internal dalam Pengolahan Data Pendapatan
Pengawasan internal atas pengolahan data elektronik harus
dilaksanakan sehingga setidak-tidaknya dapat dicapai dengan empat sasaran
sebagai berikut:
a. Keefektifan dan efisiensi operasional perusahaan,
b. Pelaporan keuangan yang handal,
c. Kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan yang diberlakukan
Suatu pengendalian intern bisa dikatakan efektif apabila ketiga
Direksi dan manajemen mendapat pemahaman akan arah pencapaian tujuan
perusahaan, dengan meliputi pencapaian tujuan atau target perusahaan,
termasuk kinerja, tingkat profitabilitas dan keamanan sumberdaya (asset) perusahaan,
Laporan keuangan yang dipublikasikam adalah handal dan dapat dipercaya,
yang meliputi laporan segmen maupun intern,
Prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan sudah
ditaati dan dipatuhi dengan semestinya.
Ikatan Akuntan Indonesia (2001:319) menyatakan bahwa
”pengendalian intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan
komisaris, manajemen, dan personil lain entintas proses yang didesain untuk
memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan
berikut ini: (a) keandalan pelampiran keuangan, (b) efektivitas dan efisiensi
operasi, dan (c) keputusan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Disamping pembagian diatas, penerapan pengawasan dalam
pengolahan data elektronik dapat juga dibagi menjadi:
a. Input control (pegawasan masukan)
pengawasan masukan adalah pengawasan yang dilakukan untuk
menjamin bahwa data yang diterima untuk diproses dalam komputer telah
disistemkan, dijumlahkan dan dicatat dengan benar. Pengawasan ini
memberikan keyakinan bahwa:
i. Transaksi yang diproses hanya transaksi yang benar-benar disetujui.
iii. Transaksi tidak dikelipkan, ditambah, dicopy atau diubah secara salah
iv. Transaksi yang salah ditolak, dikoreksi dan jika perlu dimasukkan lagi
sesuai waktu yang tepat.
b. Processing Control (Pengawasan Proses)
Pengawasan proses adalah pengawasan yang dilakukan untuk
menjamin bahwa proses operasional pengolahan data elektronik telah
dilaksanakan sebagaimana direncanakan, misalnya transaksi proses.
c. Output control (Pengawasan Output)
Pengawasan output adalah pengawasan yang dilakukan dengan
teliti dan benar, serta menjamin bahwa hasilnya diberikan kepada pegawai
yang berhak.
Berikut ini diuraikan perbedaan karaketristik pengendalian intern
akuntansi dalam sistem manual dengan pengendalian intern akuntansi
dengan sistem komputer, perbedaannya adalah seagai berikut:
Pengendalian internal dalam sistem manual: (1) pembagian
tanggung jawab pelaksanaan suatu transaksi ke tangan beberapa orang atau
departemen agar terciptanya adanya cek silang (cross check) dan spesialisasi pekerjaan klerikal, (2) dilakukan pemeriksaan secara visual terhadap
transaksi penting dan dokumen yang diproses melalui sistem, (3) manual
sistem menitik beratkan pengendalian ditangan manusia yang dicapai dengan
pembagian tanggung jawab pelaksanaan transaksi untuk beberapa orang atau
Sedangkan pengendalian internal dalam sistem komputer, yaitu : (1) karena ketelitian dan kecepatan pengolahan data dengan komputer,
lebih sedikit diperlukan cek silang dalam pengolahan data, terutama yang menyangkut perhitungan dalam pengolahan data akuntansi, (2) komputer dapat melakukan berbagai perbaikan atau editing yang semula dilakukan oleh manusia melalui program komputer, sehingga mengurangi pekerjaan editing dokumen secara visual, (3) sistem komputer menitikberatkan pengendalian melalui program komputer, sehigga pembagian tanggung jawab fungsional dalam pelaksanaan transaksi dapat dikurangi.
Adapun unsur-unsur pengendalian internal pada siklus pendapatan dikemukakan oleh William dkk (2005:15)
a. Lingkungan pengendalian, hal ini terdiri dari beberapa faktor yang dapat mengurangi resiko inheren yang berkaitan dengan siklus pendapatan. Faktor-faktor ini juga dapat meningkatkan atau mengurangi keefektifan komponen pengendalian internal dalam mengendalikan resiko salah saji pada asersi siklus pendapatan.
c. Informasi dan komunikasi (sistem akuntansi), pemahaman atas sistem
akuntansi pendapatan memerlukan pengetahuan tentang bagaimana
(1) penjualan diawali, (2) barang dan jasa diberikan, (3) piutang dicatat,
(4) kas diterima, dan (5) penyesuaian penjualan dilakukan termasuk
metode pemrosesan data serta dokumen penting dan catatan yang
digunakan. Suatu tinjauan atas sistem terkomputerisasi menekankan
pada fungsi-fungsi kunci beserta input, pemrosesan, dan dimensi output
dari operasi akuntansi yang terkomputerisasi. Merupakan hal yang
penting bagi auditor untuk mengenali dokumen sumber file transaksi
kunci dan file induk, serta laporan dan informasi akuntansi yang dikutip
dari file tersebut.
d. Pemantauan (monitoring), komponen harus memberikan manajemen umpan balik tentang apakah saldo dan transaksi siklus pendapatan telah
beroperasi sesuai yang diharapkan. Auditor harus memperoleh
pemahaman tentang umpan balik ini dan apakah manajemen telah
mengawali setiap tindakan korektif berdasarkan informasi yang diterima
dari aktivitas pemantauan. Kemungkinan ini mencakup informasi yang
diterima dari (1) pelanggan yang mengalami kesalahan penagihan,
(2) lembaga pengatur yang memperhatikan ketidaksesuaian kebijakan
pengakuan pendapatan atau hal-hal yang berkaitan dengan pengendalain
internal, dan (3) auditor eksternal yang mempertimbangkan kondisi yang
dapat dilaporkan atau kelemahan material dalam pengendalian internal
Adapun ancama-ancaman pada siklus pendapatan menurut Marshall dan Paul (2005:31), yaitu:
a. Ancaman 1 : pesanan pelanggan yang tidak lengkap atau akurat. Ancaman dasar selama entri pesanan penjualan adalah data yang penting mengenai pesanan tersebut akan hilang ataupun tidak akurat. Kegiatan ini bukan hanya menimbulkan efek inefisiensi karena perlunya menghubungi pelanggan kembali dan memasukkan kembali pesanana ke dalam sistem, tetapi juga dapat secara negatif memepengaruhi persepsi pelanggan, dan akibatnya dapat berpengaruh buruk terhadap penjualan dimasa mendatang.
b. Ancaman 2 : penjualan kredit ke pelanggan yang memiliki catatan kredit buruk. Ancaman kedua dalam entri pesanan penjualan adalah kemungkinan melakukan penjualan yang kemudian menjadi tidak tertagih. Mensyaratkan otorisasi yang benar untuk setiap penjualan secara kredit akan mengurangi ancaman ini. Hal ini secara umum dapat dicapai dengan menetapkan batas kredit untuk setiap pelanggan dan memberikan pegawai bagian penjualan otorisasi umum untuk menyetujui penjualan kredit tambahan ke pelanggan lama dengan syarat penjualan semacam itu tidak meningkatkan total saldo rekening pelanggan melebihi batas kredit yang disetujui.
d. Ancaman 4 : kehabisan persediaan, biaya penggudangan, dan pengurangan harga. Ancaman lain dalam proses entri data adalah
penjualan akan hilang karena kehabisan persediaan. Sebaliknya
persediaan berlebih akan meningkatkan biaya penggudangan dan bahkan
dapat memerlukan pengurangan harga yang signifikan. Guna mengatasi
masalah tersebut, perusahaan-perusahaan membuat sistem pengendalian
persediaan dan perkiraan penjualan yang akurat.
e. Ancaman 5 : kesalahn pengiriman. Mengirimkan barang yang salah atau jumlah barang dagangan yang salah serta kesalahan mengirimkan ke
lokasi yang salah adalah kesalahan serius karena kesalahan-kesalahan
tersebut dapat secara signifikan mengurangi kepuasan pelanggan dan
selanjutnya penjualan dimasa mendatang. Hilangnya asset apabila
pelanggan tidak membayar barang yang salah kirim.
f. Ancaman 6 : pencurian persediaan. Ancaman lainnya dalam tahap pengiriman di siklus pendapatan melibatkan pencuriaan persediaan.
Kerugian akibat pencurian dapat sangat besar nilainya. Beberapa
prosedur pengendalian dapat mengurangi risiko pencuriaan persediaan.
Pertama, persediaan harus disimpan dalam lokasi yang aman dengan
pembatasan kas secara fisik. Kedua, semua transfer persediaan didalam
perusahaan harus didokumentasikan.
mengakibatkan kerugian asset dan kesalahan dalam data penjualan,
persediaan serta piutang usaha.
h. Ancaman 8 : kesalahan dalam penagihan. Kesalahan ini seperti kesalahan memberikan harga dan pesanan ulang, mencerminkan potensi
ancaman lainnya. Kelebihan penagihan mengakibatkan ketidakpuasan
pelanggan dan kekurangan dalam penagihan dapat mengakibatkan
kerugian asset. Kesalahan memberikan harga dapat dihindari dengan
cara memerintahkan komputer menarik data yang tepat dari file induk
persediaan.
i. Ancaman 9 : kesalahan dalam memelihara rekening pelanggan. Kesalahan ini dapat mengarahkan pada hilangnya penjualan dimasa
mendatang dan juga menunjukkan kemungkinan pencurian kas,
pemeriksaan edit berikut ini dapat digunakan untuk memastikan akurasi
dalam mempengaruhi rekening pelanggan : (1) pemeriksaan validitas
atas pelanggan dan nomor faktur. (2) verifikasi Closed-loop memastikan bahwa rekening numerik yang benar yang diedit. (3) pemeriksaan field
memastikan bahwa hanya nilai numerik yang dimasukkan untuk jumlah
pembayaran.
j. Ancaman 10 : pencurian kas. Prosedur pengendalian khusus harus digunakan karena kas mudah dicuri. Pemisahan tugas adalah prosedur
pengendalian yang paling efektif untuk mengurangi pencurian.
Rekening pelanggan dan catatan persediaan yang akurat adalah hal yang
penting, tidak hanya untuk tujuan pelaporan eksternal dan internal saja,
tetapi juga untuk merespon pertanyaan pelanggan. Selain itu, kehilangan
semua data piutang usaha dapat mengancam kelangsungan perusahaan.
Oleh sebab itu, catatan-catatan tersebut harus dilindungi dari kehilangan
atau kerusakan.
l. Ancaman 12 : Kinerja yang kurang baik, tujuan lainnya pengendalian internal adalah mendorong dilaksanakannya dan meninjau laporan
memberikan dasar untuk menilai efisiensi dan efektivitas siklus
pendapatan dan untuk mengurangi ancaman kinerja dibawah standar.
6. Kerangka Konseptual
Pendapatan PT. Smart Glove Indonesia Medan
Pengawasan Internal
E
D
P
Pendapatan pada PT. Smart Glove Indonesia terdiri dari dua, yaitu
pendapatan dari penjualan tunai dan pendapatan dari penjualan kredit, dari
kedua data penjualan tersebut di entry dengan menggunakan sistem EDP.
Dan penulis menganalisis pengelolaan pendapatan perusahaan secara
optimal serta menganalisis pengawasan internal perusahaan dari
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di PT. Smart Glove Indonesia Medan yang
beralamat di jalan pelita raya no 5-7 Kawasan Industri Medan Star Tanjung
Morawa Deli serdang 20362.
B. Data Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari:
1. Data Primer yaitu, berupa data yang diperoleh langsung oleh
penulis menyangkut objek penelitian dari perusahaan yang
memerlukan pengolahan lebih lanjut oleh penulis, data ini
diperoleh melalui hasil wawancara maupun observasi. Contohnya,
mengenai prosedur penerimaan pendapatan dari penjualan tunai
dan dari penjualan kredit.
2. Data Sekunder yaitu berupa data yang diperoleh dari pihak
perusahaan dalam bentuk data yang telah diolah atau sudah jadi,
baik berupa publikasi maupun data perusahaan sendiri antara
lain data mengenai sejarah ringkas perusahaan, struktur
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :
1. Teknik Wawancara (interview): yaitu teknik pengumpulan data
melalui jalan Tanya jawab yang dikerjakan dengan sistematik
berdasarkan tujuan dari penelitian tersebut.
2. Teknik Observasi : yaitu mengadakan pengamatan langsung
terhadap objek penelitian, dalam hal ini pengamatan langsung pada
PT. Smart Glove Indonesia Medan mengenai prosedur penerimaan
pendapatan dari penjualan tunai maupun kredit.
D. Metode Analisa Data
Analisa data dilakukan dengan metode deskriptif. Metode
deskriptif adalah suatu metode dengan mengumpulkan data, disusun,
diinterprestasikan dan dianalisis sehingga memberikan keterangan yang
BAB IV
ANALISIS HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian
1. Gambaran Umum PT. Smart Glove Indonesia Medan.
PT.Smart Glove Indonesia (SGI) didirikan berdasarkan akte
notaries dari Darwin Zainuddin SH No.2 pertanggal 5 maret 2002.
Kegiatan utama dari perusahaan adalah memproduksi dan menjual sarung
tangan karet, dimana kondisinya perusahaan mulai dalam usaha
perdagangan sejak juli 2004.
PT Smart Glove Indonesia ini merupakan sebuah organisasi yang
berkomitmen untuk menyediakan pelayanan dan kualitas produk yang
unggul, dan untuk memenuhi persyaratan dan harapan-harapan pelanggan
secara konsisten selalu melakukan perbaikan kualitas sistem manajemen
yang efektif secara terus menerus, sehingga hingga saat ini perusaahaan bisa
menghasilkan 750 juta sarung tangan perbulan. Dan sarung tangan tersebut
saat ini sudah banyak dipasarkan di perusahaan-perusahaan besar dalam
negeri.
2. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi perusahaan yang disusun dengan baik dan
jelas mencerminkan sumber-sumber yang yang dimiliki perusahaan untuk
juga dengan mudah dapat dilihat jenjang dati masing-masing bagian, garis
komando dan informasi yang menghubungkan bagian organisasi tersebut.
Struktur organisasi penting mengingat pembentukan struktur
organisasi akan membantu pendelegasian wewenang, pembagian tugas dan
tanggung jawab yang jelas dan tegas antara suatu bagian dengan bagian lain,
baik pada tingkat manajemen atas, menengah, maupun tingkat bawah.
Perusahaan harus memiliki struktur organisasi yang sesuai dengan
sifat dan jenis kegiatan usaha. Struktur organisasi harus sederhana dari
sudut pandang ekonomis dan harus fleksibel sehingga bila ada perluasan
tidak mengganggu secara serius susunan-susunan bagian yang telah ada.
Struktur organisasi tersebut juga harus memungkinkan perbedaan sesama
bagian terintegrasi dan terkordinasi dengan baik.
Smart Glove Indonesia dengan bagan seperti pada lampiran
dipimpin oleh seorang Direktur. Direktur bertanggung jawab penuh dalam
melaksanakan tugasnya untuk kepentingan perusahaan termasuk mewakili
perusahaan di dalam dan di luar pengadilan tentang segala hal dalam segala
kejadian, menetukan dan merumuskan kebijakan serta mengkoordinir dan
mengawasi tugas-tugas yang didelegasikan kepada GM bagian manufaktur,
VP bagian pemasaran serta CFO bagian keuangan dan management
perusahaan, Gambar struktur organisasi PT. Smart Glove Indonsia dapat
3. Konfigurasi Komputer Perusahaan
Adapun manfaat komputer bagi perusahaan, yaitu:
a. Verifikasi, dimana komputer dapat mengecek kebenaran maupun
kelayakan angka-angka yang menjadi input dalam suatu proses, misalnya pengecekan kebenaran kode yang digunakan, pengecekan
kelayakan jumlah rupiah dari transaksi, dan lainnya.
b. Sortir, komputer memungkinkan dilakukannya penyortiran data ke
dalam beberapa klasifikasi yang berbeda dengan cepat, misalnya
kumpulan faktur penjualan dapat disortir ke dalam klasifikasi
langganan, jenis produk, daerah penjualan, dan lain sebagainya.
c. Transmission, dimana komputer berperan aktif untuk
memindahkan dengan lokasi dari suatu data ke suatu tempat
lainnya dengan cepat, misalnya dari suatu file dipindahkan ke file
lainnya.
d. Perhitungan, dengan komputer perhitungan-perhitungan dapat
dilakukan dengan cepat, misalnya menghitung saldo rekening
sesudah adanya posting, menghitung sekelompok transaksi.
Konfigurasi penggunaan komputer pada perusahaan terdiri dari:
a. Perangkat Keras
Perangkat keras komputer adalah peralatan fisik komputer
yang melaksanakan tugas pengolahan data pada sistem komputer.
keberadaannya secara fisik yang terdiri dari komponen-komponen.
Oleh karena itu pemilihan hardware yang dipakai harus sesuai
dengan kebutuhan perusahaan, ditinjau dari segala jumlah atau
banyaknya jenis informasi yang dibutuhkan. Alasan utama yang
menjadi dasar pemilihan hardware antara lain karena kemampuan
kecepatan kerja CPU nya, kemampuan dalam penggunaan data
dalam main memory dan jenis media penyimpanan. Adapaun
perangkat keras yang dipergunakan oleh PT. SGI menggunakan 26
unit komputer.
b. Perangkat Lunak
Sistem Software yang digunakan untuk mengarahkan dan
mendukung pelaksanaan dari aplikasi software. Aplikasi software
digunakan untuk aplikasi pada bidang tertentu, misalnya aplikasi
inventory control, payroll dan lain–lain.
Komputer tidak akan berbuat apa-apa jika tidak dikendalikan
dalam suatu program berupa instruksi/perintah.
Perangkat lunak yang digunakan perusahaan adalah
1. Operating system yang dipakai adalah windows vista dan windows xp yang merupakan program-program yang
mengatur peralatan input/output yang berfungsi sebagaimana
2. Application software yang dipergunakan adalah :
UBS yaitu program dari kantor pusat yang kegunaannya membuka data financial, historis dan data-data lainnya berdasarkan program yang dibutuhkan. Manfaat dari program ini, adalah:
− Program sudah siap, sehingga dapat diterapkan langsung
oleh perusahaan.
− Program sudah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia,
dan telah sesuai dengan standar. − Program bekerja sama secara online. − Program berasal dari kantor pusat
− Dapat dihandalkan untuk pemakaian jangka panjang.
c. Local area Network (LAN)
4. Siklus Pendapatan dari Penjualan Tunai dan Penjualan Kredit Penjualan merupakan aktivitas utama pada PT. Smart Glove Indonesia. Sistem Penjualan yang diterapkan adalah sistem penjualan
langsung dengan satu jalur perantara yaitu pelanggan perusahaan (costumer) agar produk sampai langsung ketangan konsumen. Berdasarkan data yang
diterima terdapat dua prosedur penjualan, yaitu:
A. Siklus Pendapatan dari Penjualan Tunai
Pelanggan mengadakan pesanan terhadap barang yang dibutuhkan kepada bagian penjualan secara langsung dengan membawa atau
mengirimkan surat order pelanggan, setelah mengetahui jenis dan kuantitas
produk yang dipesan, kemudian bagian penjualan mengentry data dan
kemudian mencetak faktur penjualan. Setiap faktur penjualan mempunyai
nomor cetak berurut, invoice tersebut berisikan perincian jenis, volume
barang yang akan dikirim, dan menyerahkan lembar 2 faktur penjualan
tersebut ke bagian marketing atau sales department untuk selanjutnya
diserahkan kepada pelanggan. Sedangkan lembar 1 tetap berada di bagian
akuntansi. Kemudian bagian gudang akan menyiapkan barang berdasarkan
data dari data penjualan yang telah diinput bagian penjuaan tersebut, lalu
bagian gudang akan mengentry ke dalam kartu gudang untuk mencatat
terjadinya penurunan persediaan. Selanjutnya, salesman membawa produk
ke pelanggan dengan membawa faktur penjualan yang telah di otorisasi oleh
penjualan menyampaikan daftar penjualannya serta faktur penjualan yang
sudah ditanda tangani konsumen sebagai bukti barang sudah diterima
konsumen.
Kemudian bagian kasir menerima setoran uang dari salesman Atas
penerimaan ini dibuat Cash Receipt oleh kasir dalam rangkap 3 dengan tembusan sebagai berikut: lembar 1 kepada salesman, lembar 2 ke bagian
akuntansi, lembar 3 tinggal dikasir sebagai pertinggal cash receipt, kasir membuat revolving fund report (RFR) sebagai catatan bukti kas masuk (BKM) dalam rangkap 2, dan lembar 1 diserahkan ke bagian akuntansi serta
lembar 2 diserahkan ke bagian kasir sebagai pertinggal yang setiap
lembarnya sudah diberi cap stempel lunas.
Bagian akuntansi menerima tanda bukti pembayaran dan RFR. Pegawai
bagian akuntansi yang berwenang kemudian memasukkan datanya ke
komputer. Data yang dimasukkan dipilih oleh komputer dan komputer akan
menolak jika data yang diberikan salah. Selanjutnya file transaksi bukti kas
masuk dan buku besar diproses dengan program update master (program
pemutakhiran file induk). Hasil pemrosesan ini berupa master file kas yang
sudah di update dan file buku besar yang sudah di update.
Untuk lebih jelasnya, siklus penjualan tunai dapat dilihat pada
B. Siklus Pendapatan dari Penjualan Kredit
Tidak ubahnya dengan prosedur penjualan tunai, prosedur penjualan secara kredit sama alur penjualannya dengan prosedur penjualan
tunai. Yang membedakan hanyalah prosedur persetujuan kredit. Tidak
semua pelanggan bisa melakukan pembelian secara kredit, salah satu
persyaratannya adalah pelanggan yang memakai produk perusahaan dalam
jumlah yang banyak yang dapat melakukan pembayaran secara kredit,
misalnya rumah sakit.
Prosedur untuk menjadi pelanggan yang dapat melakukan
pembayaran secara kredit diawali dengan adanya permohonan perusahaan
(pelanggan) yang nantinya akan disampaikan ke bagian penjualan. Setelah
permohonan sampai kepada bagian penjualan selanjutnya bagian penjualan
akan mengajukan permohonan tersebut ke direktur, setelah sampai ke
direktur permohonan tersebut akan diproses untuk disahkan. Setelah
direktur menyetujui permohonan tersebut, maka permohonan tersebut
dikembalikan ke bagian penjualan. Selain itu bagian piutang usaha akan
mengentry data pembelian dan mencetak faktur untuk dikirimkan guna
memberitahukan total pembelian. Bagian akuntansi piutang akan mencetak
bukti transaksi, yaitu kartu piutang yang berisikan umur piutang dan tanggal
jatuh tempo atas piutang berikut syarat-syarat pembayarannya, sebagai
bukti transaksi berjalan dimana fungsinya dimaksudkan untuk tujuan
pengawasan intern. Kartu piutang itu diserahkan kepada bagian penjualan
pembayarannya beserta lembar 2 kartu piutang dan collector menyiapkan
slip penerimaan. Lembar 2 slip penerimaan diserahkan kepada pelanggan
setelah diisi dengan nomor piutang dan ditanda tangani oleh kedua belah
pihak (collector dan pelanggan).
Collector melaporkan jumlah penerimaan piutang hariannya
kepada kasir sekaligus menyerahkan kartu piutang yang diserahkan
pelanggan dan menyetorkan uangnya. Kasir memeriksa slip penerimaan,
membubuhkan tanda tangannya dan stempel lunas serta mengembalikannya
kepada collector. Atas penerimaan ini kasir menyiapkan 3 lembar cash receipt (CR) dan 2 lembar RFR sebagai catatan atas bukti kas masuk (BKM). Lembar 1 CR diserahkan ke bagian akuntansi piutang, lembar 2 ke
koordinator akuntansi dan lembar 3 sebagai pertinggal. revolving fund report dibuat rangkap 2, lembar 1 diserahkan ke bagian akuntansi dan lembar 2 sebagai pertinggal dikasir. Bagian akuntansi akan memeriksa
data-data yang termasuk membandingkan RFR dan SR, selanjutnya oleh bagian
akuntansi seluruh data transaksi penerimaan kas dimasukkan ke komputer
yang berfungsi sebagai alat terminal. Selanjutnya file transaksi bukti kas
masuk dan buku besar diproses dengan program update master (program
pemutakhiran file induk). Hasil pengolahan ini berupa master file kas yang
sudah di update dan master file buku besar piutang.
Untuk lebih jelasnya, siklus penjualan kredit dapat dilihat
5. Pengendalian Sistem Komputerisasi dalam Pengolahan Data penjualan perusahaan.
Penerapan sistem komputerisasi dalam pengolahan data penjualan
PT. Smart Glove Indonesia telah memberi manfaat yang besar, akan tetapi
sejalan dengan manfaat yang besar yang diperoleh tersebut perusahaan juga
melakukan pengendalian terhadap penerapan sistem komputerisasi ini untuk
menghindari setiap permasalahan dalam sistem, hal ini dilakukan agar
sistem yang telah ada mampu berjalan dengan akurat, cepat dan tepat waktu.
Sistem pengendalian ini mencakup kebijakan, praktik dan prosedur yang
digunakan oleh organisasi untuk mencapai empat tujuan utama, yaitu:
a. Untuk menjaga aktiva perusahaan
b. Untuk memastikan akurasi dan dapat diandalkannya catatan dan
informasi akuntansi
c. Untuk mempromosikan efesiensi operasi perusahaan.
d. Untuk mengukur kesesuaian dengan kebijakan dan prosedur yang
telah ditetapkan manajemen.
Oleh sebab itu, fungsi dan peranan pengendalian tidak dapat
diabaikan begitu saja dalam sistem pengolahan data. Secara garis besar
usaha-usaha pengendalian yang dijalankan oleh perusahaan terdiri dari dua,