• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengawasan Intern Siklus Pendapatan dalam Penerapan Electronic Data Processing (EDP) Pada PT. Smart Glove Indonesia Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengawasan Intern Siklus Pendapatan dalam Penerapan Electronic Data Processing (EDP) Pada PT. Smart Glove Indonesia Medan"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM S-1 EKSTENSI

MEDAN

SKRIPSI

PENGAWASAN INTERN SIKLUS PENDAPATAN

DALAM PENERAPAN ELECTRONIC DATA PROCESSING

(EDP) PADA PT. SMART GLOVE INDONESIA MEDAN

OLEH

NAMA

: FAIZA ELFIAN

NIM

: 060522080

Departemen

: AKUNTANSI

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

▸ Baca selengkapnya: bagian it/edp termasuk dalam fungsi

(2)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul: Pengawasan Intern

Siklus Pendapatan dalam Penerapan Electronic Data Processing (EDP) Pada

PT. Smart Glove Indonesia Medan. Skripsi ini adalah benar hasil kerja saya

sendiri melalui penelitian yang saya lakukan dan judul yang dimaksud belum

pernah dimuat, dipublikasi atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks

penulisan skripsi Program Ekstensi S-1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh

telah dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya. Apabila dikemudian hari

pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh

pihak Universitas Sumatera Utara.

Medan, Januari 2012 Yang Membuat Pernyataan

FAIZA ELFIAN

(3)

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb,

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala

limpahan rezeki, nikmat karunia dan anugerah yang telah menyertai,

membimbing, dan memberikan kemampuan serta kekuatan pada penulis

untuk menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengawasan Intern Siklus

Pendapatan dalam Penerapan Electronic Data Processing Pada PT. Smart

Glove Indonesia Medan”.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa pengetahuan dan

pengalaman penulis berjumlah cukup untuk menyempurnakan skripsi ini,

sehingga masih banyak terdapat kekurangan baik dalam penggunaan bahasa

maupun daam penyajian materi. Dengan demikian penulis mengharapkan

kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan

skripsi ini.

Adapun skripsi ini dapat diselesaikan hanya dengan bimbingan dan

dorongan dari berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam kesempatan ini Penulis ingin menghaturkan terima kasih yang

sedalam-dalamnya kepada:

1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.si Ak selaku Ketua Departemen Akuntansi

(4)

3. Ibu Dra. Nurzaimah SE MM, selaku Dosen Pembimbing yang telah

meluangkan waktu dan memberikan masukan serta sumbangan

pemikirannya dalam mengarahkan dan membimbing Penulis dengan

penuh kesabaran sampai Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

4. Ibu Dra. Sri Mulyani, MBA. Ak, selaku Dosen Pembanding dan Penguji

1 dan Ibu Dra Erlina, MSi, Ak selaku Dosen Pembanding dan Penguji 2

yang bersedia memberikan sumbangan saran dan pemikirannya dalam

penyusunan skripsi ini.

5. Ibu Fauziah dan Seluruh karyawan/i PT. Smart Glove Indonesia yang

telah memberikan bantuan kerjasama dan dukungan morilnya

6. Ayahanda Elfian Samad dan Ibunda Safrida yang telah memberikan doa

dan dukungan baik materil dan motivasi kepada penulis, adik-adik saya

serta semua pihak yang tidak mungkin disebutkan namanya.

Semoga penulisan skripsi ini akan berguna dan bermanfaat bagi para

pembaca. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan

yang tidak terkira kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam

menyusun skripsi ini.

Medan, Januari 2012

Penulis,

Faiza Elfian

(5)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara penerapan electronic data processing (EDP) pada siklus pendapatan perusahaan apakah telah sesuai dengan proses pengolahan data akuntansinya.

Dalam perusahaan yang menggunakan komputer, proses pengolahan data akuntansinya dapat dilakukan dengan tepat karena EDP telah dilengkapi dengan kemampuan teknis untuk mengolah data-data yang ada berdasarkan program-program yang dimasukkan ke dalam komputer. Data yang diperoleh dapat segera diproses dengan cepat dan tepat hingga pada akhirnya menjadi informasi.

Dari analisa penelitian maka penulis dapat melihat bahwa peranan dari komputer jelaslah sangat besar dalam menjamin terlaksananya kegiatan perusahaan secara efektif dan efisien. Sehingga dari analisa tersebut penulis mengetahui bahwasannya penerapan EDP dalam pengolahan siklus pendapatan, khususnya penjualan tunai dan penjualan kredit telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.

(6)

ABSTRACT

This research was purpose to know how the way of applying electronic data processing of revenue cycle on the company if it has appropriate with the accounting data processing.

On the company which use computer, accounting data processing can be done exactly because electronic data processing have been completed with technical ability to process data, based on programs which entered in the computer. The data can be process soon quickly and exactly until it will become information at the end.

From the research analysis, so that writer can see that the part of computer was very important in guaranteed the implementation of company job to be effective and efficient. From that analysis, witer knew that applying electronic data processing of revenue cycle, especially on cash and credit sales cycle was been done effective and efficient.

Key Word : Revenue cycle, Data Processing Based on Electronic Data

(7)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN ... i

KATA PENGANTAR ... ii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Perumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7

A. Sistem Pengawasan Intern ... 7

1. Pengertian Pengawasan Intern ... 7

2. Tujuan Sistem Pengawasan Intern ... 9

3. Komponen Sistem Pengawasan Intern ... 9

4. Prinsip-prinsip Pengendalian Intern ... 11

B. Siklus Pendapatan ... 13

1. Pengertian Siklus Pendapatan... 13

2. Tujuan dan Fungsi siklus Pendapatan ... 15

(8)

C. Sistem Pengolahan Data Elektronik ... 20

1. Pengertian Sistem Pengolahan Data Elektronik ... 20

2. Unsur-Unsur Sistem Pengolahan Data Elektronik ... 20

3. Sistem Pengolahan Data Berbasis Komputer ... 24

4. Sistem Pengolahan Data Pendapatan dengan EDP ... 26

5. Sistem Pengawasan Intern dalam Pengolahan Data Pendapatan ... 28

6. Kerangka Konseptual ... 36

BAB III METODE PENELITIAN ... 38

A. Tempat Penelitian ... 38

B. Data Penelitian ... 38

1. Data Primer ... 38

2. Data Sekunder... 38

C. Teknik Pengumpulan Data ... 39

1. Teknik Wawancara ... 39

2. Teknik Observasi ... 39

D. Metode Analisa Data ... 39

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN ... 40

A.Data Penelitian 1. Gambaran Umum PT. Smart Glove Indonesia Medan ... 40

2. Struktur Organisasi Perusahaan ... 40

3. Konfigurasi Komputer Perusahaan ... 42

4. Siklus pendapatan dari penjualan tunai dan penjualan kredit ... 45

(9)

B. Analisis hasil penelitian ... 54

1. Analisis Penerapan Sistem Komputerisasi dalam Pengolahan data Pendapatan ... 54

2. Analisis Siklus Pendapatan dari Penjualan Tunai dan Penjualan Kredit ... 55

3. Analisis Pengawasan Internal Atas Pengolahan Data Pendapatan dengan EDP ... 56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 59

A. Kesimpulan ... 59

B. Saran ... 60

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I : Struktur Organisasi PT. Smart Glove Indonesia Lampiran II : Siklus Pendapatan dari Penjualan Tunai

(11)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara penerapan electronic data processing (EDP) pada siklus pendapatan perusahaan apakah telah sesuai dengan proses pengolahan data akuntansinya.

Dalam perusahaan yang menggunakan komputer, proses pengolahan data akuntansinya dapat dilakukan dengan tepat karena EDP telah dilengkapi dengan kemampuan teknis untuk mengolah data-data yang ada berdasarkan program-program yang dimasukkan ke dalam komputer. Data yang diperoleh dapat segera diproses dengan cepat dan tepat hingga pada akhirnya menjadi informasi.

Dari analisa penelitian maka penulis dapat melihat bahwa peranan dari komputer jelaslah sangat besar dalam menjamin terlaksananya kegiatan perusahaan secara efektif dan efisien. Sehingga dari analisa tersebut penulis mengetahui bahwasannya penerapan EDP dalam pengolahan siklus pendapatan, khususnya penjualan tunai dan penjualan kredit telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.

(12)

ABSTRACT

This research was purpose to know how the way of applying electronic data processing of revenue cycle on the company if it has appropriate with the accounting data processing.

On the company which use computer, accounting data processing can be done exactly because electronic data processing have been completed with technical ability to process data, based on programs which entered in the computer. The data can be process soon quickly and exactly until it will become information at the end.

From the research analysis, so that writer can see that the part of computer was very important in guaranteed the implementation of company job to be effective and efficient. From that analysis, witer knew that applying electronic data processing of revenue cycle, especially on cash and credit sales cycle was been done effective and efficient.

Key Word : Revenue cycle, Data Processing Based on Electronic Data

(13)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Tujuan utama akuntansi adalah untuk memberikan informasi keuangan

yang dipergunakan pihak manajemen suatu perusahaan maupun pihak-pihak lain

di luar perusahaan, seperti pemegang saham dan kreditur untuk pengambilan

keputusan. Bagi manajemen perusahaan, akuntansi sebenarnya merupakan alat

untuk memberikan informasi tentang kejadian-kejadian yang bersifat finansial

dalam satu periode tertentu. Dengan demikian manajemen mampu menguasai

keadaan perusahaan dan dapat menguasai jalannya perusahaan.

Dalam perusahaan yang masih kecil, maka jaringan operasinya tentu

masih terbatas, data yang akan diolah biasanya juga masih terbatas. Cara dan

teknik pencatatan yang konvensional mungkin masih memadai digunakan untuk

melayani seluruh kebutuhan perusahaan. Namun dengan semakin berkembangnya

perusahaan, yang tentunya pula akan diikuti dengan semakin kompleksnya data

yang akan diolah, serta perkembangan dunia usaha yang begitu pesat khususnya

dalam era reformasi ini, telah mendorong para usahawan yang bergerak di bidang

usaha industri, dagang maupun jasa untuk mengembangkan cara-cara yang

inovatif dalam pengelolaan informasi untuk mencapai tujuan perusahaan secara

optimal dengan memperhatikan efisiensi dan efektivitas usaha.

Majunya dunia usaha juga mengakibatkan pengelolaan data akuntansi

(14)

cepat, tepat dan akurat dalam pencapaian tujuan perusahaan yang efisien dan

efektif. Untuk mengatasi hal ini maka kebanyakkan perusahaan terutama yang

berskala besar memanfaatkan dan mempergunakan perkembagan teknologi yang

ada, yakni penggunaan EDP sebagai sarana dalam proses pengelolaan data

akuntansinya.

EDP mempunyai banyak keunggulan-keunggulan dari pada pengelohan

data akuntansi yang di lakukan secara manual atau pengolahan data akuntansi

dengan lebih mengandalkan peranan manusia. Penggunaan EDP jauh lebih baik

daripada penggunaan secara manual, karena dengan EDP dapat dilakukan

pengolahan dan penyimpanan data akuntansi dalam jumlah yang banyak, serta

prosesnya berlangsung dalam waktu yang singkat sehingga lebih efisien dan

efektif.

Dalam perusahaan yang menggunakan komputer, proses pengolahan data

akuntansinya dapat dilakukan dengan tepat karena EDP telah dilengkapi dengan

kemampuan teknis untuk mengolah data-data yang ada berdasarkan

program-program yang dimasukkan ke dalam komputer. Data yang diperoleh dapat segera

diproses dengan cepat dan pada akhirnya akan menjadi informasi.

Informasi merupakan output dari data. Data inilah yang nantinya

dibutuhkan oleh manajemen perusahaan dalam menetapkan kebijaksanaan dan

pengambilan keputusan. Banyak manfaat dan kegunaan yang diperoleh dari

penerapan komputer dan telah menjadikan komputer itu sendiri sangat penting

dan mutlak. Kemutlakkannya itu merupakan pendorong pemakai komputer dalam

(15)

dengan prinsip tepat waktu, tepat guna, tepat sasaran dan lebih dapat dipercaya

kebenarannya.

Adanya penggunaan sistem akuntansi yang baik akan mampu

menyediakan informasi yang tepat pada waktunya, mampu mengamankan harta

perusahaan dan mampu membuat biaya perusahaan seefisien mungkin, sehingga

komputer sebagai alat bantu dapat mengolah dan menghasilkan informasi yang

baik dan memadai. Penerapan EDP dalam pengolahan data akuntansi tentunya

juga memerlukan adanya suatu pengawasan intern atas komputer itu sendiri.

Untuk itu manajemen harus mampu menentukan pengawasan intern yang

memadai sehingga pengolahan data nantinya mampu menghasilkan informasi

yang aktual dan dapat dipercaya.

Dalam hal ini perlu diadakan penilaian atau evaluasi terhadap pengawasan

intern yang digunakan dalam pengolahan data akuntansi dengan menggunakan

EDP yang bertujuan untuk menentukan bukti-bukti yang harus dikumpulkan

berdasarkan kecukupan pengawasan yang ada, dan teknik pengawasan internal

dalam sistem pengolahan data dengan menerapkan EDP sehingga didapatkan

informasi mengenai Sistem Akuntansi dan untuk memastikan bahwa sistem

tersebut sesungguhnya mampu beroperasi sesuai dengan rencana.

Unsur akuntansi memegang peranan penting dan menjadi salah satu pusat

perhatian dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan. Unsur kas

merupakan unsur asset perusahaan yang paling penting, karena sifatnya yang

(16)

pada umumnya melibatkan penerimaan dan pengeluaran kas sehingga dibutuhkan

pengelolaan akuntansi secara kompleks.

Hal-hal yang telah di uraikan di atas mendorong penulis untuk

menentukan pengolahan data akuntansi khususnya dalam siklus pendapatan

sebagai lingkup pembahasan dan menetapkan PT. Smart Glove Indonesia Medan

dimana perusahaan telah menggunakan komputer sebagai sarana dalam

melaksanakan aktivitas maupun dalam pengolahan data akuntansinya.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis dapat melihat bahwa peranan

dari komputer jelaslah sangat besar dalam menjamin terlaksananya pelaksanaan

kegiatan perusahaan secara efektif dan efisien sehingga mendorong penulis untuk

melakukan riset pada perusahaan yang bergerak dalam penjualan sarung tangan

dan bagaimana cara perusahaan melakukan pengawasan. Hal ini penulis tuangkan

(17)

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan dan uraian mengenai latar belakang permasalahan

tersebut, dimana cakupan pengawasan intern sangat luas, maka penulis membatasi

masalah agar mempermudah penulis serta untuk mempersempit ruang lingkup

pembahasan.

Penulis mencoba merumuskan permasalahan sebagai berikut : Apakah

Pengawasan Intern Siklus Pendapatan dalam Penerapan Electronic Data

Processing (EDP) Pada PT Smart Glove Indonesia Medan sudah berjalan efektif?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari diadakannya penelitian ini dimaksud untuk menjawab

permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya yaitu :

1. Untuk meneliti secara jelas bagaimana pengawasan intern siklus pendapatan

dalam penerapan EDP pada PT. Smart Glove Indonesia Medan yang

dihubungkan dengan teori-teori yang berlaku.

2. Untuk dapat mengamati dan menganalisis serta menarik kesimpulan, sejauh

mana sistem pengawasan intern siklus pendapatan pada penerapan EDP

pada PT. Smart Glove Indonesia Medan, apakah sudah efektif dan

(18)

D. Manfaat Penelitian

Sedangkan manfaat penelitian adalah :

1. Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat mengembangkan wawasan

dan pengetahuan penulis tentang aplikasi ilmu dan teori yang

diperoleh di perkuliahan dengan penerapan yang sesungguhnya.

2. Bagi perusahaan, penelitian ini diharapkan menjadi bahan

pertimbangan dan masukan dalam pengolahan data pendapatan.

3. Bagi pihak lain, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai

bahan referensi dalam bidang struktur pengawasan intern dalam

(19)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. SISTEM PENGAWASAN INTERN 1. Pengertian Pengawasan Intern

Pengertian pengawasan internal dalam arti luas dapat dibagi dua yaitu

pengawasan administratif dan pengawasan akuntansi. Pengawasan administrasi

meliputi rencana organisasi dan semua cara serta prosedur-prosedur yang

berhubungan dengan efisiensi usaha dan ketaatan terhadap kebijakan pimpinan

perusahaan. Pengawasan akuntansi meliputi rencana organisasi dan semua cara

serta prosedur-prosedur yang berhubungan dengan pengamanan harta milik

perusahaan serta dapat dipercayanya laporan keuangan.

Pengawasan internal sangat penting dalam perkembangan operasi

perusahaan, karena masalah-masalah yang timbul sangat kompleks. Dengan

demikian, diperlukan suatu pengawasan internal yang baik dan memadai. sesuai

dengan perkembangan zaman dan juga perkembangan dunia usaha, istilah

pengawasan internal pun mengalami perkembangan tidak hanya untuk mengawasi

kecermatan dari pembukuan, tetapi mempunyai arti luas yaitu meliputi seluruh

organisasi perusahaan.

Menurut Boynton dkk (2003 : 373) Pengawasan adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh dewan direksi, manajemen dan personel lainnya dalam suatu entitas, yang dirancang untuk menyediakan keyakinan yang memadai berkenaan dengan pencapaian tujuan dalam kategori berikut : a. Keandalan pelaporan keuangan

(20)

Pengawasan intern merupakan suatu proses, ini berarti alat untuk

mencapai suatu akhir, bukan akhir itu sendiri, pengawasan intern terdiri dari

serangkaian tindakan yang meresap dan terintegrasi dengan tidak

ditambahkan kedalam infrastruktur suatu entitas. Pengawasan intern

dilaksanakan oleh orang bukan hanya suatu dewan direksi, manajemen dan

personel lainnya.

Pengawasan dapat diharapkan untuk menyediakan hanya keyakinan

yang memadai bukan keyakinan yang mutlak kepada manajemen dan dewan

direksi suatu entitas karena keterbatasan yang melekat dalam semua sistem

pengawasan intern dan perlunya mempertimbangkan biaya dan manfaat

relatif dari pengadaan pengawasan. Pengawasan intern diarahkan pada

pencapaian tujuan dalam kategori-kategori yang saling tumpang tindih dari

pelaporan keuangan kepatuhan dan operasi-operasi.

Menurut Nugroho Widjajanto (2001 : 18) Sistem Pengawasan Intern adalah suatu sistem pengendalian yang meliputi struktur organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan dengan tujuan untuk :

a. Mengamankan aktiva perusahaan

b. Mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi c. Meningkatkan efisiensi

d. Mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi.

Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa pengawasan intern

bertujuan untuk menjaga integritas informasi akuntansi, melindungi aktiva

perusahaan terhadap kecurangan, pemborosan dan pencurian yang dilakukan

(21)

juga harus dapat memudahkan pelacakan kesalahan baik yang disengaja

ataupun tidak, demikian rupa sehingga memperlancar prosedur audit.

Agar dapat berjalan efektif pengawasan intern memerlukan adanya

pembagian tanggung jawab secara khusus, tujuannya adalah agar setiap

karyawan dapat mengkonsentrasikan perhatian kepada lingkup

tanggungjawabnya masing-masing sehingga tidak ada suatu fungsi yang

tidak tertangani.

2. Tujuan Sistem Pengawasan Intern

Menurut Warren dkk (2005 : 236) Tujuan Pengendalian Intern : Pengendalian intern memberikan jaminan yang wajar bahwa :

a. Aktiva dilindungi dan digunakan untuk pencapaian tujuan usaha. Pengendalian internal dapat dilindungi aktiva dari pencurian, pengelapan, penyalahgunaan, atau penempatan aktiva pada lokasi yang tidak tepat. Salah satu pelanggaran paling paling serius terhadap pengendalian internal adalah penggelapan oleh karyawan. b. Informasi bisnis akurat

Informasi bisnis yang akurat dperlukan demi keberhasilan usaha. Penjagaan aktiva dan informasi yang akurat sering berjalan seiring. Sebabnya adalah karena karyawan yang ingin menggelapkan aktiva juga perlu menutupi penipuan tersebut dengan menyesuaikan catatan akuntansi.

c. Karyawan mematuhi peraturan dan ketentuan

Perusahaan harus mematuhi perundang-undangan dan peraturan yang berlaku serta standar pelaporan keuangan.

3. Komponen Sistem Pengawasan Intern

Menurut Guy (2002 : 226) Mengidentifikasikan: Lima komponen pengawasan internal yang saling berhubungan sebagai berikut:

a. Lingkungan pengendalian (Control Environment) b. Penilaian resiko (risk assessment)

c. Aktivitas pengendalian (Control Activities)

(22)

a. Lingkungan pengendalian (Control Environment), Menentukan kualitas entitas dengan mempengaruhi kesadaran akan

pengendalian dari orang-orang disekitarnya. Lingkungan

pengendalian merefleksikan keseluruhan sikap, kesadaran, dan

tindakan dewan direksi, manajemen, karyawan serta pihak-pihak

lainnya mengenai pentingnya pengendalian tersebut dan penekanan

yang diberikannya dalam sebuah entitas,

b. Penilaian resiko (Risk Assessment), Semua entitas besar atau kecil, berorientasi pada laba maupun nirlaba, jasa atau manufaktur akan

menghadapi resiko. Banyak dari resiko-resiko tersebut, jika tidak

diantisipasi, dapat menyebabkan salah saji dalam laporan keuangan

entitas,

c. Aktivitas pengendalian (Control Activities), Kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh manajemen untuk

mengantisipasi resiko yang dapat menghalangi entitas mencapai

tujuannya,

d. Informasi dan komunikasi (Information and Communication), komponen ini terdiri dari sistem informasi yang digunakan untuk

menghasilkan informasi keuangan dan bagaimana

mengkomunikasikan informasi tersebut. Sistem informasi

pelaporan keuangan yang mencakup sistem akuntansi, terdiri dari

metode dan catatan yang ditetapkan untuk mengidentifikasi,

(23)

melaporkan transaksi entitas serta untuk mempertahankan

akuntabilitas aktiva dan kewajiban yang berkaitan,

e. Pemantauan (Monitoring), proses penilaian kualitas kinerja pengendalian internal dari waktu ke waktu.

4. Prinsip-Prinsip Pengendalian Internal

Menurut Weygandt dkk (2007 : 455) “Prinsip-prinsip pengendalian

internal meliputi pembentukan tanggung jawab, pemisahan tugas, prosedur

dokumentasi, pengendalian fisik, mekanik dan elektronik, verifikasi internal

independent dan pengendalian lainnya”.

Penjelasan prinsip-prinsip tersebut diatas adalah sebagai berikut:

a. Pembentukan tanggung jawab :

Karakteristik penting dalam pengendalian internal adalah

penyerahan tanggung jawab kepada karyawan tertentu.

Pengendalian akan paling efektif jika hanya seseorang yang

bertanggung jawab pada sebuah pekerjaan tertentu.

b. Pemisahan tugas merupakan hal yang tak terelakkan dalam sistem

pengendalian internal. Ada dua penerapan yang umum dari prinsip

ini :

1) Aktivitas-aktivitas terkait seharusnya ditugaskan ke orang

yang berbeda-beda

2) Penciptaan akuntabilitas (dengan pencatatan) atas asset

yang seharusnya terpisah dari penjagaan fisik asset tersebut.

(24)

Dokumen memberikan bukti bahwa transaksi dan peristiwa sudah

terjadi. Beberapa prosedur seharusnya ditetapkan untuk dokumen :

dokumen seharusnya diberi nomor terlebih dahulu (prenumbered),

seluruh dokumen dihitung dan penyerahan dokumen ke

departemen yang benar sehingga membantu penjaminan pencatatan

transaksi tepat waktu.

d. Pengendalian fisik,mekanik dan elektronik

Penggunaan pengendalan fisik, mekanik, dan elektronik adalah

penting. Pengendalian fisik sangat terkait dengan perlindungan

aset. Pengendalian mekanik dan elektronik juga melindungi aset;

sebagian mempertinggi keakuratan dan kebenaran pencatatan

akuntansi.

e. Verifikasi internal independen

Sebagian besar pengendalian internal memberikan verifikasi

internal independen. Prinsip ini melibatkan tinjauan, perbandingan,

dan rekonsiliasi data yang dibuat oleh karyawan lain. Untuk

mendapatkan manfaat yang maksimal dari verifikasi internal

independen :

1) Verifikasi seharusnya dilaksanakan setiap periodik atau

mendadak

2) Verifikasi seharusnya dilaksanakan oleh seseorang yang

independen atas karyawan yang bertanggungjawab atas

(25)

3) Perselisihan dan pengecualian seharusnya dilaporkan di

tingkat manajemen yang dapat memberikan tindakan

korektif.

Diperusahaan besar, verifikasi internal independen sering

ditugaskan kepada auditor internal. Auditor internal adalah karyawan

yang mengevaluasi secara berkesinambungan tingkat efektivitas sistem

pengendalian internal perusahaan.

B. SIKLUS PENDAPATAN 1. Pengertian Siklus Pendapatan

Siklus pendapatan mencakup fungsi-fungsi yang dibutuhkan untuk

mengubah produk atau jasa menjadi pendaatan (dari pelanggan).

Menurut Romney dan Steinbart (2003 : 359) ”The revenue cycle is a recuring set of business activity and related information processing operation associated with providing good and services to customer and collecting cash in payment for those sales”.

Bodnar dan Hopwood (2003 : 265) menyatakan bahwa ”An organization’s revenue cycle include the functions required to exchange its product or servise with customer. Common fungtion include credit granting, order taking and processing, shipment of goods, billing and account receivable or cash receipt”.

Dari dua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa siklus

(26)

barang dan jasa kepada pelanggan dan menagih kas dari penjualan-penjualan

tersebut. Siklus pendapatan dapat dibagi dalam dua subsistem yaitu:

Subsistem penjualan dan subsistem penerimaan kas. Adapun bagian-bagian

yang bertugas dalam siklus pendapatan adalah bagian pesanan penjualan,

yang berfungsi untuk menerima pesanan penjualan, selanjutnya akan

diproses bagian kredit. Apabila pesanan penjualan telah disetujui, maka

pesanan penjualan akan diproses lebih lanjut pada bagian pemerosesan dan

pencatatan. Pada bagian pemerosesan dan pencatatan akan dibuat faktur

penjualan akan disiapkan oleh bagian gudang dan dikirim oleh bagian

pengiriman. Penerimaan penjualan tunai akan dicatat oleh bagian bagian

penerimaan kas sedangkan penjualan kredit akan dicatat sebagai piutang.

Perusahaan dalam mencapai penerimaan kas secara makasimal

melakukan kebijakan-kebijakan yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Ada perusahaan yang dalam mencapai efisiensi dengan melakukan

penekanan pada biaya, ada yang secara terus menerus melakukan inovasi

sehingga diperoleh produk yang berkualitas, ataupun dengan cara

memasarkan produk dan jasa pada suatu pasar tertentu, misalnya pasar

berdasarkan geografis dan lain sebagainya.

Pengertian pendapatan secara umum adalah adanya kenaikan nilai

ekonomis selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan,

penambahan aktiva atau penurunan kewajiban-kewajiban selama satu

periode melalui penyerahan barang atau jasa atau kegiatan lain yang

(27)

adanya proses produksi bagi perusahaan industri, sedangkan bagi

perusahaan jasa karena adanya proses pertukaran jasa.

Pendapatan menurut Ikatan Akuntan Indonesia di dalam Standar

Akuntansi Keuangan mendefenisikan ”Pendapatan adalah arus masuk bruto

dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktifitas normal perusahaan selama

satu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak

berasal dari kontribusi penanaman modal.

2. Tujuan dan Fungsi Siklus Pendapatan a. Tujuan Siklus Pendapatan

Seperti yang telah dijelaskan mengenai pengertian dan siklus

pendapatan, bahwa pada dasarnya siklus pendapatan merupakan suatu

kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam rangka merubah produk

atau jasa kepada pelanggan dan akan memperoleh pendapatan dari kegiatan

tersebut.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa tujuan

umum dari siklus pendapatan itu sendiri adalah menukar produk atau jasa

tersebut menjadi kas. Secara rinci tujuan dari siklus pendapatan itu adalah

sebagai berikut:

i. Menyelidiki bahwa pembeli mempunyai kemampuan yang cukup

untuk membayar kredit, hal ini perlu dilakukan

(28)

iii. Mengirimkan barang atau mengerjakan jasa kepada konsumen

kepada waktu yang telah disepakati

iv. Menagih hasil penjualan dengan teliti dan tepat waktu

v. Mencatat dan mengklasifikasi penerimaan kas dengan teliti dan

secepatnya

vi. Membukukan penjualan dan penerimaan kas ke rekening pembeli

vii. Melindungi barang dan kas sampai saat dikirim atau dideposit

viii. Menyiapkan berbagai dokumen dan laporan yang berhubungan

dengan penjualan barang dan jasa.

b. Fungsi Siklus Pendapatan

i. Mendapatkan pesanan dari pembeli

ii. Memeriksa status kredit pembeli

iii. Mencatat dan proses data penjualan

iv. Menyiapkan barang yang yang akan dikirim yang kemudian akan

mengirimkannya kepada pembeli.

v. Menagih konsumen, menerima pembayaran dan menyimpannya

dibank

vi. Menyelenggarakan catatan piutang

vii. Memindah bukukan transaksi ke buku besar

(29)

3. Penggolongan siklus pendapatan dari penjualan tunai dan kredit

Mulyadi dan kanaka (1998 : 35) menggolongkan siklus pendapatan

menjadi lima kelompok transaksi, yaitu: ”Penjualan kredit, Penjualan tunai,

retur penjualan, pencadangan kerugian dan penghapusan piutang”. Dimana

sesuai dengan perumusan masalah, penulis membatasi dan membahas

masalah pada siklus penjualan tunai dan penjualan kredit.

Menurut Hall (2001:182) langkah-langkah aktivitas dari sistem

penjualan sebagai berikut:

a. Proses penjualan dimulai dari pelanggan menghubungi departemen

penjualan. Bentuk hubungan itu dapat melalui telepon, surat atau

datang secara langsung. Departemen penjualan akan menangkap

seluruh detail informasi dari kejadian tersebut dan mencatatnya

pada pesanan penjualan. Informasi ini akan menyebabkan

terjadinya beberapa kegiatan lainnya.

b. Langkah pertama dari proses penjualan adalah melakukan

pengesahan transaksi dengan melalui proses persetujuan kredit

untuk pengiriman.

c. Saat kredit tersebut sudah disetujui, informasi penjualan akan

diteruskan ke departemen penagihan, pergudangan dan pengiriman.

d. Langkah selanjutnya adalah mengirimkan barang dagangan, yang

harus dilakukan segera setelah persetujuan kredit diperoleh.

Jika proses tersebut berjalan terlalu lama, pelanggan kemungkinan

(30)

pengiriman akan merekonsiliasi barang yang diterima dari gudang

dengan informasi penjualan yang sudah terlebih dahulu. Langkah

ini digunakan untuk memastikn bahwa perusahaan mengirimkan

barang yang tepat ke pelanggan. Apabila ditemukan kesalahan,

seperti salah dalam pengambilan barang atau salam dalam

kuantitas barang dari gudang, hal tersebut sudah seharusnya dapat

didefenisikan pada langkah ini. Apabila semua kondisi sudah

sesuai dengan pesanan, maka barang dagangan akan dikemas dan

dikirimkan melalui perusahaan angkut angkutan umum ke

pelanggan. Kemudian informasi pengiriman akan diteruskan ke

proses penagihan.

e. Proses penagihan akan mengumpulkan dokumen-dokumen yang

relevan dengan transaksi tersebut (produk, harga, biaya

penguangan, angkutan, pajak dan syarat-syarat potongan harga)

dan menagihkannya ke pelanggan. Informasi ini akan diteruskan ke

proses piutang dan proses pengendalian persediaan.

f. Bagian piutang menerima informasi penagihan dan mencatatnya ke

dalam catatan atau laporan keungan.

g. Secara berkala (setiap batch, harian, mingguan, bulanan dan seterusnya) proses penagihan, piutang dan pengendalian persediaan

melakukan perhitungan rekapitulasi dan meneruskan informasi ini

ke proses buku besar umum. Rekapitulasi ini termasuk total

(31)

total penurunan persediaan. Berdasarkan informasi tersebut, buku

besar umum melakukan proses ke setiap rekening yang

dipengaruhi oleh setiap transaksi penjualan selama periode

berjalan. Bila saldo rekapitulasi cocok maka secara keseluruhan

proses diasumsikan berjalan dengan benar.

C. SISTEM PENGOLAHAN DATA ELEKTRONIK 1. Pengertian Sistem Pengolahan Data Elektronik

Menurut Skousen dan Stice (2002:59) ”sistem pemrosesan data

elektronik adalah sistem-sistem akuntansi dengan menggunakan komputer

dengan berkecepatan tinggi. Sistem-sistem demikian memungkinkan

kecepatan dan keakuratan yang tinggi di dalam pemrosesan sejumah besar

data akuntansi”.

Jadi, sistem pengolahan data elektronik ditandai dengan

penggunaan perangkat komputer, hal ini dapat dipahami karena komputer

merupakan peralatan elektronik yang mampu berperan sebagai alat yang

bekerja secara elektronik dan otomatis. Dengan adanya sistem pengolahan

data elektronik memungkinkan adanya sentralisasi proses pembukuan,

transaksi keuangan, dan pembuatan laporan yang lebih teliti dan cepat.

2. Unsur-unsur Sistem Pengolahan Data Elektronik

Dalam sistem informasi yang terkomputerisasi maka unsur-unsur

(32)

a. Jaringan Komunikasi

Jaringan komunikasi timbul jika suatu komputer berkomunikasi

dengan komputer lain. Jaringan komunikasi itu terdiri dari Wide Area Network (WAN) biasanya mencakup lebih dari satu wilayah metropolitan dan Local Area Network (LAN) mencakup wilayah kecil seperti sebuah gedung atau kelompok yang berdekatan satu sama lain

b. Hardware

Hardware adalah seluruh komponen yang membentuk suatu sistem

komputer dan peralatannya yang memungkinkan komputer untuk

melaksanakan tugasnya. Hardware dapat dikelompokkan ke dalam dua

komponen utama, yaitu:

i. Input unit (Input Device) berfungsi untuk membaca data input dari media input.

ii. Central Processing Unit (CPU) merupakan otak komputer. CPU terdiri dari:

• Control unit, yang terdiri dari instruction interpenter (perintah

menterjemah), location control (lokasi perhitungan) dan

arithmetic register (salinan perintah yang dijalankan).

Arithmetic Logical Unit (ALU) yang berfungsi untuk

melakukan kegiatan-kegiatan perhitungan dan logika seperti

(33)

• Storage (memory) unit yang berfungsi untuk menyimpan data

yang akan diproses dan instruksi-instruksi untuk bagian yang

lain dari CPU.

• Output unit (output device) yang berfungsi untuk mengeluarkan

hasil pengelolaan CPU melalui main storage.

Computer Communication unit yang berfungsi untuk

menghubungkan antara pemakai CPU atau dengan pemakai

lainnya. Untuk topologi network dalam LAN secara garis

besar terdiri dari star network (hubungan dalam jalur data/bis) dan ring network (hubungan berbentuk cincin atau alur data yang terjadi searah dari satu kode ke kode yang lain, dan

seterusnya).

Gambar 2.2 Component of Computer

Sumber : Bodnar dan Hopwood (2007:72)

Perform Processing Task to Assit CPU

Send Data to CPU

Communicater Data to User

Secondary Data and Program

(34)

c. Software

Software adalah kumpulan dari program-program,

prosedur-prosedur dan peralatan untuk sistem-sistem dan mendesain program dan

analisa. Secara umum software terdiri dari dua jenis, yaitu:

i. Program sistem operasi, program ini merupakan susunan instruksi

yang dibuat sehingga komputer sebagai mesin berada dalam

kondisi siap kerja untuk menjalankan perintah lebih lanjut.

ii. Program aplikasi, program ini merupakan susunan instruksi yang

dibuat untuk suatu maksud atau proses perhitungan nota yaitu

berupa perintah mengalikan produk dengan tarif.

d. Produser

Produser sistem komputerisasi merupakan suatu urutan langkah

operasi administrasi dalam siklus pendapatan data akuntasi perusahaan

dengan maksud mencapai keseragaman penanganan atas transaksi usaha

yang berulang.

e. Brainware

Brainware adalah operator atau orang yang memerintahkan

komputer untuk melakukan suatu operasi atau dapat disebut bahwa

brainware adalah pengguna komputer. Tanpa keahlian seorang brainware,

komputer hanyalah kumpulan benda mati yang tidak berarti apa-apa.

(35)

i. Analis sistem (system analyst), yaitu personel yang bertugas untuk mengadakan studi kelayakan, survey dan mendesain yang akan

diterapkan terhadap pemakaian komputer.

ii. Programmer, yaitu personel yang bertugas untuk mengadakan

perencanaan program, membuat program, menguji coba sistem dan

mengadakan dokumentasi.

iii.Operator, yaitu personel yang bertugas mengaktifkan mesin,

mengoperasikan serta memberhentikan mesin komputer.

iv.Data preparation (penyaji/penyedia data), yaitu personel yang

bertugas untuk melakukan pemasukan bentuk kode (hasil program

kode dari programmer) ke media input atau output, melakukan

pemasukan dari sumber dokumen, serta melakukan verifikasi benar

salahnya pemasukan tersebut.

v. Schedule, yaitu personel yang bertugas untuk menerima dan

membukukan job-job dari user yang telah siap dilaksanakan

komputer, menyediakan job-job tersebut ke operator untuk diolah,

untuk selanjutnya memeriksa dan membukukannya.

vi. Librarian, yaitu personel yang bertugas untuk mengatur keluar

(36)

3. Sistem Pengolahan Data Berbasis Komputer

Menurut Hall (2001:137), Sistem Pengolahan Data Berbasis Komputer

terdiri dari:

a. Masukan (Input)

Dokumen - dokumen sumber seperti order pelanggan, slip-slip

penjualan, faktur, order pembelian dan kartu jam kerja karyawan adalah

bukti fisik masukan ke dalam sistem pemrosesan transaksi. Tujuannya

adalah sebagai berikut:

i. Menangkap Data

ii. Membantu operasi pengkomunikasian data dan

menstandarkan operasi dengan menunjukkan data apa

yang membutuhkan untuk pencatatan dan tindakan apa

yang harus diambil.

iii. Menyediakan berkas permanen untuk analisis masa

datang, jika dokumen-dokumen dipelihara.

b. Pemrosesan (Process)

Pemrosesan meliputi penggunaan jurnal, register, dan berkas transaksi

untuk menyediakan catatan masukan yang permanen dan kronologis. Jurnal

digunakan untuk menyajikan catatan kronologis transaksi - transaksi

keuangan. Register digunakan untuk mencatat jenis data lain yang tidak

langsung berhubungan dengan akuntansi. Berkas transaksi adalah kumpulan

data masukan transaksi yang terorganisasi. Sebagai contoh jurnal penjualan

(37)

berkas transaksi yang terdiri dari data mentah yang berkaitan dengan

penjualan kepada pelanggan. Seluruh transaksi akuntansi harus

direfleksikan ke dalam buku besar. Buku besar tersebut menyediakan

ikhtisar transaksi-transaksi akuntansi keuangan perusahaan dan

menghasilkan neraca saldo untuk menguji keakuratan dari catatan

sebelumnya.

c. Keluaran (Output)

Terdapat beragam variasi keluaran dari sistem pemrosesan

transaksi. Setiap dokumen yang dihasilkan dari sistem adalah keluaran.

Beberapa dokumen dapat merupakan masukan sekaligus keluaran misalnya

faktur pelanggan adalah keluaran dari sistem aplikasi, masukkan order

dan juga merupakan dokumen masukkan ke pelanggan. Keluaran dari

sistem pemrosesan transaksi adalah dalam bentuk laporan keuangan.

Laporan keuangan menghasilkan hasil-hasil pemrosesan transaksi dan

menyajikan hasil-hasil tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip pelaporan

keuangan untuk memenuhi kebutuhan manajemen (pihak internal) dan juga

pihak eksternal.

4. Sistem Pengolahan Data Pendapatan dengan EDP

Sistem pengolahan data merupakan seluruh rangkaian tata kerja

dan prosedur kerja yang secara keseluruhan membentuk kesatuan pola yang

teratur di dalam melaksanakan kegiatan, yakni memproses data menjadi

(38)

a. Metode pemrosesan dan penyimpanan data.

i. On line atau Off line, dimana tipe ini membedakan cara memasukkan dan memproses data. Misalnya terminal dan disk adalah hardware yang selalu on line.

ii. Penyimpanan data, dimana setiap CPU memiliki tempat untuk penyimpanan data yang disebut Main Memory.

Penyimpanan data dalam Main Memory biasanya selalu on line dengan CPU.

iii. Sequential dengan Direct Access, dimana sequential berarti bahwa data yang disimpan secara berurutan dan akses dengan komputer juga berurutan.

iv. File yang terdiri dari:

- Files adalah sekumpulan catatan yang mempunyai sifat yang seragam dan khusus

- Transaction Files merupakan suatu paket transaksi yang memiliki ciri yang khusus selama satu periode tertentu.

- Data field adalah data yang merupakan catatan individu dalam suatu file.

- Sequential files adalah file yang disusun secara berurutan, biasanya disusun menurut nomor langganan.

(39)

b. Metode pemasukan dan pemerosesan data

i. Batch Input dan Processing, dalam metode ini dokumen dasar dikumpulkan untuk suatu periode terentu, selanjutnya diproses ke

dalam media yang dapat dibaca komputer dan masih merupakan

transaction file.

ii. On line with batch processing, dalam metode ini transaksi langsung dimasukkan ke dalam terminal. Transaksi disimpan secara on line

dan diproses dalam transfer file pada periode interval yang sudah

ditentukan.

iii. On line with areal time processing, dalam metode ini transaksi dimasukkan secara sendiri-sendiri ke terminal dan master file

langsung pada saat transaksi itu dimasukkan.

5. Sistem Pengawasan Internal dalam Pengolahan Data Pendapatan

Pengawasan internal atas pengolahan data elektronik harus

dilaksanakan sehingga setidak-tidaknya dapat dicapai dengan empat sasaran

sebagai berikut:

a. Keefektifan dan efisiensi operasional perusahaan,

b. Pelaporan keuangan yang handal,

c. Kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan yang diberlakukan

Suatu pengendalian intern bisa dikatakan efektif apabila ketiga

(40)

Direksi dan manajemen mendapat pemahaman akan arah pencapaian tujuan

perusahaan, dengan meliputi pencapaian tujuan atau target perusahaan,

termasuk kinerja, tingkat profitabilitas dan keamanan sumberdaya (asset) perusahaan,

Laporan keuangan yang dipublikasikam adalah handal dan dapat dipercaya,

yang meliputi laporan segmen maupun intern,

Prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan sudah

ditaati dan dipatuhi dengan semestinya.

Ikatan Akuntan Indonesia (2001:319) menyatakan bahwa

”pengendalian intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan

komisaris, manajemen, dan personil lain entintas proses yang didesain untuk

memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan

berikut ini: (a) keandalan pelampiran keuangan, (b) efektivitas dan efisiensi

operasi, dan (c) keputusan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

Disamping pembagian diatas, penerapan pengawasan dalam

pengolahan data elektronik dapat juga dibagi menjadi:

a. Input control (pegawasan masukan)

pengawasan masukan adalah pengawasan yang dilakukan untuk

menjamin bahwa data yang diterima untuk diproses dalam komputer telah

disistemkan, dijumlahkan dan dicatat dengan benar. Pengawasan ini

memberikan keyakinan bahwa:

i. Transaksi yang diproses hanya transaksi yang benar-benar disetujui.

(41)

iii. Transaksi tidak dikelipkan, ditambah, dicopy atau diubah secara salah

iv. Transaksi yang salah ditolak, dikoreksi dan jika perlu dimasukkan lagi

sesuai waktu yang tepat.

b. Processing Control (Pengawasan Proses)

Pengawasan proses adalah pengawasan yang dilakukan untuk

menjamin bahwa proses operasional pengolahan data elektronik telah

dilaksanakan sebagaimana direncanakan, misalnya transaksi proses.

c. Output control (Pengawasan Output)

Pengawasan output adalah pengawasan yang dilakukan dengan

teliti dan benar, serta menjamin bahwa hasilnya diberikan kepada pegawai

yang berhak.

Berikut ini diuraikan perbedaan karaketristik pengendalian intern

akuntansi dalam sistem manual dengan pengendalian intern akuntansi

dengan sistem komputer, perbedaannya adalah seagai berikut:

Pengendalian internal dalam sistem manual: (1) pembagian

tanggung jawab pelaksanaan suatu transaksi ke tangan beberapa orang atau

departemen agar terciptanya adanya cek silang (cross check) dan spesialisasi pekerjaan klerikal, (2) dilakukan pemeriksaan secara visual terhadap

transaksi penting dan dokumen yang diproses melalui sistem, (3) manual

sistem menitik beratkan pengendalian ditangan manusia yang dicapai dengan

pembagian tanggung jawab pelaksanaan transaksi untuk beberapa orang atau

(42)

Sedangkan pengendalian internal dalam sistem komputer, yaitu : (1) karena ketelitian dan kecepatan pengolahan data dengan komputer,

lebih sedikit diperlukan cek silang dalam pengolahan data, terutama yang menyangkut perhitungan dalam pengolahan data akuntansi, (2) komputer dapat melakukan berbagai perbaikan atau editing yang semula dilakukan oleh manusia melalui program komputer, sehingga mengurangi pekerjaan editing dokumen secara visual, (3) sistem komputer menitikberatkan pengendalian melalui program komputer, sehigga pembagian tanggung jawab fungsional dalam pelaksanaan transaksi dapat dikurangi.

Adapun unsur-unsur pengendalian internal pada siklus pendapatan dikemukakan oleh William dkk (2005:15)

a. Lingkungan pengendalian, hal ini terdiri dari beberapa faktor yang dapat mengurangi resiko inheren yang berkaitan dengan siklus pendapatan. Faktor-faktor ini juga dapat meningkatkan atau mengurangi keefektifan komponen pengendalian internal dalam mengendalikan resiko salah saji pada asersi siklus pendapatan.

(43)

c. Informasi dan komunikasi (sistem akuntansi), pemahaman atas sistem

akuntansi pendapatan memerlukan pengetahuan tentang bagaimana

(1) penjualan diawali, (2) barang dan jasa diberikan, (3) piutang dicatat,

(4) kas diterima, dan (5) penyesuaian penjualan dilakukan termasuk

metode pemrosesan data serta dokumen penting dan catatan yang

digunakan. Suatu tinjauan atas sistem terkomputerisasi menekankan

pada fungsi-fungsi kunci beserta input, pemrosesan, dan dimensi output

dari operasi akuntansi yang terkomputerisasi. Merupakan hal yang

penting bagi auditor untuk mengenali dokumen sumber file transaksi

kunci dan file induk, serta laporan dan informasi akuntansi yang dikutip

dari file tersebut.

d. Pemantauan (monitoring), komponen harus memberikan manajemen umpan balik tentang apakah saldo dan transaksi siklus pendapatan telah

beroperasi sesuai yang diharapkan. Auditor harus memperoleh

pemahaman tentang umpan balik ini dan apakah manajemen telah

mengawali setiap tindakan korektif berdasarkan informasi yang diterima

dari aktivitas pemantauan. Kemungkinan ini mencakup informasi yang

diterima dari (1) pelanggan yang mengalami kesalahan penagihan,

(2) lembaga pengatur yang memperhatikan ketidaksesuaian kebijakan

pengakuan pendapatan atau hal-hal yang berkaitan dengan pengendalain

internal, dan (3) auditor eksternal yang mempertimbangkan kondisi yang

dapat dilaporkan atau kelemahan material dalam pengendalian internal

(44)

Adapun ancama-ancaman pada siklus pendapatan menurut Marshall dan Paul (2005:31), yaitu:

a. Ancaman 1 : pesanan pelanggan yang tidak lengkap atau akurat. Ancaman dasar selama entri pesanan penjualan adalah data yang penting mengenai pesanan tersebut akan hilang ataupun tidak akurat. Kegiatan ini bukan hanya menimbulkan efek inefisiensi karena perlunya menghubungi pelanggan kembali dan memasukkan kembali pesanana ke dalam sistem, tetapi juga dapat secara negatif memepengaruhi persepsi pelanggan, dan akibatnya dapat berpengaruh buruk terhadap penjualan dimasa mendatang.

b. Ancaman 2 : penjualan kredit ke pelanggan yang memiliki catatan kredit buruk. Ancaman kedua dalam entri pesanan penjualan adalah kemungkinan melakukan penjualan yang kemudian menjadi tidak tertagih. Mensyaratkan otorisasi yang benar untuk setiap penjualan secara kredit akan mengurangi ancaman ini. Hal ini secara umum dapat dicapai dengan menetapkan batas kredit untuk setiap pelanggan dan memberikan pegawai bagian penjualan otorisasi umum untuk menyetujui penjualan kredit tambahan ke pelanggan lama dengan syarat penjualan semacam itu tidak meningkatkan total saldo rekening pelanggan melebihi batas kredit yang disetujui.

(45)

d. Ancaman 4 : kehabisan persediaan, biaya penggudangan, dan pengurangan harga. Ancaman lain dalam proses entri data adalah

penjualan akan hilang karena kehabisan persediaan. Sebaliknya

persediaan berlebih akan meningkatkan biaya penggudangan dan bahkan

dapat memerlukan pengurangan harga yang signifikan. Guna mengatasi

masalah tersebut, perusahaan-perusahaan membuat sistem pengendalian

persediaan dan perkiraan penjualan yang akurat.

e. Ancaman 5 : kesalahn pengiriman. Mengirimkan barang yang salah atau jumlah barang dagangan yang salah serta kesalahan mengirimkan ke

lokasi yang salah adalah kesalahan serius karena kesalahan-kesalahan

tersebut dapat secara signifikan mengurangi kepuasan pelanggan dan

selanjutnya penjualan dimasa mendatang. Hilangnya asset apabila

pelanggan tidak membayar barang yang salah kirim.

f. Ancaman 6 : pencurian persediaan. Ancaman lainnya dalam tahap pengiriman di siklus pendapatan melibatkan pencuriaan persediaan.

Kerugian akibat pencurian dapat sangat besar nilainya. Beberapa

prosedur pengendalian dapat mengurangi risiko pencuriaan persediaan.

Pertama, persediaan harus disimpan dalam lokasi yang aman dengan

pembatasan kas secara fisik. Kedua, semua transfer persediaan didalam

perusahaan harus didokumentasikan.

(46)

mengakibatkan kerugian asset dan kesalahan dalam data penjualan,

persediaan serta piutang usaha.

h. Ancaman 8 : kesalahan dalam penagihan. Kesalahan ini seperti kesalahan memberikan harga dan pesanan ulang, mencerminkan potensi

ancaman lainnya. Kelebihan penagihan mengakibatkan ketidakpuasan

pelanggan dan kekurangan dalam penagihan dapat mengakibatkan

kerugian asset. Kesalahan memberikan harga dapat dihindari dengan

cara memerintahkan komputer menarik data yang tepat dari file induk

persediaan.

i. Ancaman 9 : kesalahan dalam memelihara rekening pelanggan. Kesalahan ini dapat mengarahkan pada hilangnya penjualan dimasa

mendatang dan juga menunjukkan kemungkinan pencurian kas,

pemeriksaan edit berikut ini dapat digunakan untuk memastikan akurasi

dalam mempengaruhi rekening pelanggan : (1) pemeriksaan validitas

atas pelanggan dan nomor faktur. (2) verifikasi Closed-loop memastikan bahwa rekening numerik yang benar yang diedit. (3) pemeriksaan field

memastikan bahwa hanya nilai numerik yang dimasukkan untuk jumlah

pembayaran.

j. Ancaman 10 : pencurian kas. Prosedur pengendalian khusus harus digunakan karena kas mudah dicuri. Pemisahan tugas adalah prosedur

pengendalian yang paling efektif untuk mengurangi pencurian.

(47)

Rekening pelanggan dan catatan persediaan yang akurat adalah hal yang

penting, tidak hanya untuk tujuan pelaporan eksternal dan internal saja,

tetapi juga untuk merespon pertanyaan pelanggan. Selain itu, kehilangan

semua data piutang usaha dapat mengancam kelangsungan perusahaan.

Oleh sebab itu, catatan-catatan tersebut harus dilindungi dari kehilangan

atau kerusakan.

l. Ancaman 12 : Kinerja yang kurang baik, tujuan lainnya pengendalian internal adalah mendorong dilaksanakannya dan meninjau laporan

memberikan dasar untuk menilai efisiensi dan efektivitas siklus

pendapatan dan untuk mengurangi ancaman kinerja dibawah standar.

6. Kerangka Konseptual

Pendapatan PT. Smart Glove Indonesia Medan

Pengawasan Internal

E

D

P

(48)

Pendapatan pada PT. Smart Glove Indonesia terdiri dari dua, yaitu

pendapatan dari penjualan tunai dan pendapatan dari penjualan kredit, dari

kedua data penjualan tersebut di entry dengan menggunakan sistem EDP.

Dan penulis menganalisis pengelolaan pendapatan perusahaan secara

optimal serta menganalisis pengawasan internal perusahaan dari

(49)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di PT. Smart Glove Indonesia Medan yang

beralamat di jalan pelita raya no 5-7 Kawasan Industri Medan Star Tanjung

Morawa Deli serdang 20362.

B. Data Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari:

1. Data Primer yaitu, berupa data yang diperoleh langsung oleh

penulis menyangkut objek penelitian dari perusahaan yang

memerlukan pengolahan lebih lanjut oleh penulis, data ini

diperoleh melalui hasil wawancara maupun observasi. Contohnya,

mengenai prosedur penerimaan pendapatan dari penjualan tunai

dan dari penjualan kredit.

2. Data Sekunder yaitu berupa data yang diperoleh dari pihak

perusahaan dalam bentuk data yang telah diolah atau sudah jadi,

baik berupa publikasi maupun data perusahaan sendiri antara

lain data mengenai sejarah ringkas perusahaan, struktur

(50)

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :

1. Teknik Wawancara (interview): yaitu teknik pengumpulan data

melalui jalan Tanya jawab yang dikerjakan dengan sistematik

berdasarkan tujuan dari penelitian tersebut.

2. Teknik Observasi : yaitu mengadakan pengamatan langsung

terhadap objek penelitian, dalam hal ini pengamatan langsung pada

PT. Smart Glove Indonesia Medan mengenai prosedur penerimaan

pendapatan dari penjualan tunai maupun kredit.

D. Metode Analisa Data

Analisa data dilakukan dengan metode deskriptif. Metode

deskriptif adalah suatu metode dengan mengumpulkan data, disusun,

diinterprestasikan dan dianalisis sehingga memberikan keterangan yang

(51)

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian

1. Gambaran Umum PT. Smart Glove Indonesia Medan.

PT.Smart Glove Indonesia (SGI) didirikan berdasarkan akte

notaries dari Darwin Zainuddin SH No.2 pertanggal 5 maret 2002.

Kegiatan utama dari perusahaan adalah memproduksi dan menjual sarung

tangan karet, dimana kondisinya perusahaan mulai dalam usaha

perdagangan sejak juli 2004.

PT Smart Glove Indonesia ini merupakan sebuah organisasi yang

berkomitmen untuk menyediakan pelayanan dan kualitas produk yang

unggul, dan untuk memenuhi persyaratan dan harapan-harapan pelanggan

secara konsisten selalu melakukan perbaikan kualitas sistem manajemen

yang efektif secara terus menerus, sehingga hingga saat ini perusaahaan bisa

menghasilkan 750 juta sarung tangan perbulan. Dan sarung tangan tersebut

saat ini sudah banyak dipasarkan di perusahaan-perusahaan besar dalam

negeri.

2. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi perusahaan yang disusun dengan baik dan

jelas mencerminkan sumber-sumber yang yang dimiliki perusahaan untuk

(52)

juga dengan mudah dapat dilihat jenjang dati masing-masing bagian, garis

komando dan informasi yang menghubungkan bagian organisasi tersebut.

Struktur organisasi penting mengingat pembentukan struktur

organisasi akan membantu pendelegasian wewenang, pembagian tugas dan

tanggung jawab yang jelas dan tegas antara suatu bagian dengan bagian lain,

baik pada tingkat manajemen atas, menengah, maupun tingkat bawah.

Perusahaan harus memiliki struktur organisasi yang sesuai dengan

sifat dan jenis kegiatan usaha. Struktur organisasi harus sederhana dari

sudut pandang ekonomis dan harus fleksibel sehingga bila ada perluasan

tidak mengganggu secara serius susunan-susunan bagian yang telah ada.

Struktur organisasi tersebut juga harus memungkinkan perbedaan sesama

bagian terintegrasi dan terkordinasi dengan baik.

Smart Glove Indonesia dengan bagan seperti pada lampiran

dipimpin oleh seorang Direktur. Direktur bertanggung jawab penuh dalam

melaksanakan tugasnya untuk kepentingan perusahaan termasuk mewakili

perusahaan di dalam dan di luar pengadilan tentang segala hal dalam segala

kejadian, menetukan dan merumuskan kebijakan serta mengkoordinir dan

mengawasi tugas-tugas yang didelegasikan kepada GM bagian manufaktur,

VP bagian pemasaran serta CFO bagian keuangan dan management

perusahaan, Gambar struktur organisasi PT. Smart Glove Indonsia dapat

(53)

3. Konfigurasi Komputer Perusahaan

Adapun manfaat komputer bagi perusahaan, yaitu:

a. Verifikasi, dimana komputer dapat mengecek kebenaran maupun

kelayakan angka-angka yang menjadi input dalam suatu proses, misalnya pengecekan kebenaran kode yang digunakan, pengecekan

kelayakan jumlah rupiah dari transaksi, dan lainnya.

b. Sortir, komputer memungkinkan dilakukannya penyortiran data ke

dalam beberapa klasifikasi yang berbeda dengan cepat, misalnya

kumpulan faktur penjualan dapat disortir ke dalam klasifikasi

langganan, jenis produk, daerah penjualan, dan lain sebagainya.

c. Transmission, dimana komputer berperan aktif untuk

memindahkan dengan lokasi dari suatu data ke suatu tempat

lainnya dengan cepat, misalnya dari suatu file dipindahkan ke file

lainnya.

d. Perhitungan, dengan komputer perhitungan-perhitungan dapat

dilakukan dengan cepat, misalnya menghitung saldo rekening

sesudah adanya posting, menghitung sekelompok transaksi.

Konfigurasi penggunaan komputer pada perusahaan terdiri dari:

a. Perangkat Keras

Perangkat keras komputer adalah peralatan fisik komputer

yang melaksanakan tugas pengolahan data pada sistem komputer.

(54)

keberadaannya secara fisik yang terdiri dari komponen-komponen.

Oleh karena itu pemilihan hardware yang dipakai harus sesuai

dengan kebutuhan perusahaan, ditinjau dari segala jumlah atau

banyaknya jenis informasi yang dibutuhkan. Alasan utama yang

menjadi dasar pemilihan hardware antara lain karena kemampuan

kecepatan kerja CPU nya, kemampuan dalam penggunaan data

dalam main memory dan jenis media penyimpanan. Adapaun

perangkat keras yang dipergunakan oleh PT. SGI menggunakan 26

unit komputer.

b. Perangkat Lunak

Sistem Software yang digunakan untuk mengarahkan dan

mendukung pelaksanaan dari aplikasi software. Aplikasi software

digunakan untuk aplikasi pada bidang tertentu, misalnya aplikasi

inventory control, payroll dan lain–lain.

Komputer tidak akan berbuat apa-apa jika tidak dikendalikan

dalam suatu program berupa instruksi/perintah.

Perangkat lunak yang digunakan perusahaan adalah

1. Operating system yang dipakai adalah windows vista dan windows xp yang merupakan program-program yang

mengatur peralatan input/output yang berfungsi sebagaimana

(55)

2. Application software yang dipergunakan adalah :

UBS yaitu program dari kantor pusat yang kegunaannya membuka data financial, historis dan data-data lainnya berdasarkan program yang dibutuhkan. Manfaat dari program ini, adalah:

− Program sudah siap, sehingga dapat diterapkan langsung

oleh perusahaan.

− Program sudah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia,

dan telah sesuai dengan standar. − Program bekerja sama secara online. − Program berasal dari kantor pusat

− Dapat dihandalkan untuk pemakaian jangka panjang.

c. Local area Network (LAN)

(56)

4. Siklus Pendapatan dari Penjualan Tunai dan Penjualan Kredit Penjualan merupakan aktivitas utama pada PT. Smart Glove Indonesia. Sistem Penjualan yang diterapkan adalah sistem penjualan

langsung dengan satu jalur perantara yaitu pelanggan perusahaan (costumer) agar produk sampai langsung ketangan konsumen. Berdasarkan data yang

diterima terdapat dua prosedur penjualan, yaitu:

A. Siklus Pendapatan dari Penjualan Tunai

Pelanggan mengadakan pesanan terhadap barang yang dibutuhkan kepada bagian penjualan secara langsung dengan membawa atau

mengirimkan surat order pelanggan, setelah mengetahui jenis dan kuantitas

produk yang dipesan, kemudian bagian penjualan mengentry data dan

kemudian mencetak faktur penjualan. Setiap faktur penjualan mempunyai

nomor cetak berurut, invoice tersebut berisikan perincian jenis, volume

barang yang akan dikirim, dan menyerahkan lembar 2 faktur penjualan

tersebut ke bagian marketing atau sales department untuk selanjutnya

diserahkan kepada pelanggan. Sedangkan lembar 1 tetap berada di bagian

akuntansi. Kemudian bagian gudang akan menyiapkan barang berdasarkan

data dari data penjualan yang telah diinput bagian penjuaan tersebut, lalu

bagian gudang akan mengentry ke dalam kartu gudang untuk mencatat

terjadinya penurunan persediaan. Selanjutnya, salesman membawa produk

ke pelanggan dengan membawa faktur penjualan yang telah di otorisasi oleh

(57)

penjualan menyampaikan daftar penjualannya serta faktur penjualan yang

sudah ditanda tangani konsumen sebagai bukti barang sudah diterima

konsumen.

Kemudian bagian kasir menerima setoran uang dari salesman Atas

penerimaan ini dibuat Cash Receipt oleh kasir dalam rangkap 3 dengan tembusan sebagai berikut: lembar 1 kepada salesman, lembar 2 ke bagian

akuntansi, lembar 3 tinggal dikasir sebagai pertinggal cash receipt, kasir membuat revolving fund report (RFR) sebagai catatan bukti kas masuk (BKM) dalam rangkap 2, dan lembar 1 diserahkan ke bagian akuntansi serta

lembar 2 diserahkan ke bagian kasir sebagai pertinggal yang setiap

lembarnya sudah diberi cap stempel lunas.

Bagian akuntansi menerima tanda bukti pembayaran dan RFR. Pegawai

bagian akuntansi yang berwenang kemudian memasukkan datanya ke

komputer. Data yang dimasukkan dipilih oleh komputer dan komputer akan

menolak jika data yang diberikan salah. Selanjutnya file transaksi bukti kas

masuk dan buku besar diproses dengan program update master (program

pemutakhiran file induk). Hasil pemrosesan ini berupa master file kas yang

sudah di update dan file buku besar yang sudah di update.

Untuk lebih jelasnya, siklus penjualan tunai dapat dilihat pada

(58)

B. Siklus Pendapatan dari Penjualan Kredit

Tidak ubahnya dengan prosedur penjualan tunai, prosedur penjualan secara kredit sama alur penjualannya dengan prosedur penjualan

tunai. Yang membedakan hanyalah prosedur persetujuan kredit. Tidak

semua pelanggan bisa melakukan pembelian secara kredit, salah satu

persyaratannya adalah pelanggan yang memakai produk perusahaan dalam

jumlah yang banyak yang dapat melakukan pembayaran secara kredit,

misalnya rumah sakit.

Prosedur untuk menjadi pelanggan yang dapat melakukan

pembayaran secara kredit diawali dengan adanya permohonan perusahaan

(pelanggan) yang nantinya akan disampaikan ke bagian penjualan. Setelah

permohonan sampai kepada bagian penjualan selanjutnya bagian penjualan

akan mengajukan permohonan tersebut ke direktur, setelah sampai ke

direktur permohonan tersebut akan diproses untuk disahkan. Setelah

direktur menyetujui permohonan tersebut, maka permohonan tersebut

dikembalikan ke bagian penjualan. Selain itu bagian piutang usaha akan

mengentry data pembelian dan mencetak faktur untuk dikirimkan guna

memberitahukan total pembelian. Bagian akuntansi piutang akan mencetak

bukti transaksi, yaitu kartu piutang yang berisikan umur piutang dan tanggal

jatuh tempo atas piutang berikut syarat-syarat pembayarannya, sebagai

bukti transaksi berjalan dimana fungsinya dimaksudkan untuk tujuan

pengawasan intern. Kartu piutang itu diserahkan kepada bagian penjualan

(59)

pembayarannya beserta lembar 2 kartu piutang dan collector menyiapkan

slip penerimaan. Lembar 2 slip penerimaan diserahkan kepada pelanggan

setelah diisi dengan nomor piutang dan ditanda tangani oleh kedua belah

pihak (collector dan pelanggan).

Collector melaporkan jumlah penerimaan piutang hariannya

kepada kasir sekaligus menyerahkan kartu piutang yang diserahkan

pelanggan dan menyetorkan uangnya. Kasir memeriksa slip penerimaan,

membubuhkan tanda tangannya dan stempel lunas serta mengembalikannya

kepada collector. Atas penerimaan ini kasir menyiapkan 3 lembar cash receipt (CR) dan 2 lembar RFR sebagai catatan atas bukti kas masuk (BKM). Lembar 1 CR diserahkan ke bagian akuntansi piutang, lembar 2 ke

koordinator akuntansi dan lembar 3 sebagai pertinggal. revolving fund report dibuat rangkap 2, lembar 1 diserahkan ke bagian akuntansi dan lembar 2 sebagai pertinggal dikasir. Bagian akuntansi akan memeriksa

data-data yang termasuk membandingkan RFR dan SR, selanjutnya oleh bagian

akuntansi seluruh data transaksi penerimaan kas dimasukkan ke komputer

yang berfungsi sebagai alat terminal. Selanjutnya file transaksi bukti kas

masuk dan buku besar diproses dengan program update master (program

pemutakhiran file induk). Hasil pengolahan ini berupa master file kas yang

sudah di update dan master file buku besar piutang.

Untuk lebih jelasnya, siklus penjualan kredit dapat dilihat

(60)

5. Pengendalian Sistem Komputerisasi dalam Pengolahan Data penjualan perusahaan.

Penerapan sistem komputerisasi dalam pengolahan data penjualan

PT. Smart Glove Indonesia telah memberi manfaat yang besar, akan tetapi

sejalan dengan manfaat yang besar yang diperoleh tersebut perusahaan juga

melakukan pengendalian terhadap penerapan sistem komputerisasi ini untuk

menghindari setiap permasalahan dalam sistem, hal ini dilakukan agar

sistem yang telah ada mampu berjalan dengan akurat, cepat dan tepat waktu.

Sistem pengendalian ini mencakup kebijakan, praktik dan prosedur yang

digunakan oleh organisasi untuk mencapai empat tujuan utama, yaitu:

a. Untuk menjaga aktiva perusahaan

b. Untuk memastikan akurasi dan dapat diandalkannya catatan dan

informasi akuntansi

c. Untuk mempromosikan efesiensi operasi perusahaan.

d. Untuk mengukur kesesuaian dengan kebijakan dan prosedur yang

telah ditetapkan manajemen.

Oleh sebab itu, fungsi dan peranan pengendalian tidak dapat

diabaikan begitu saja dalam sistem pengolahan data. Secara garis besar

usaha-usaha pengendalian yang dijalankan oleh perusahaan terdiri dari dua,

Gambar

Gambar 2.2 Component of Computer

Referensi

Dokumen terkait

Pengolahan data akuntansi menggunakan komputer pada perusahaan ini memerlukan penanganan yang baik dengan tidak melupakan pengawasan terhadap sarana dan sistem yang ada.

nmUL SKRIPSI : SISTEM ELECTRONIC DATA PROCESSING (EDP) DALAM PENGOLAHAN DATA AKUNTANSI PADA PT (pERSERO) PELABlJHAN INoNESIA I UNIT.. us aha t e r セセ al p e t

Saprimta Pinem: Penerapan electronic data processing dalam pengolahan data persediaan..., 2003... Saprimta Pinem: Penerapan electronic data processing dalam pengolahan

Penulis telah melakukan analisis sistem informasi akuntansi dan sistem EOI' perusahaan, dan mendapat beberapa kesimpulan yaitu, sistem EDP yang dimiliki perusahaan sangat baik

Linda Yunidha Sagala: Penerapan Electronic Data Processing Dalam Pengolahan Data Akuntansi pada PT... Linda Yunidha Sagala: Penerapan Electronic Data Processing Dalam Pengolahan

Lestari melakukan pemeriksaan secara rutin atas laporan keuangan yang berisi informasi yang dihasilkan dari pengolahan data secara elektronik dengan menggunakan software SISKA,

Hasil penelitian ini didukung oleh teori Cushing dan diterjemahkan oleh Kosasih (2007:23) sumber daya manusia yang digunakan dalam suatu perusahaan untuk mengolah data akuntansi

Tertarik pada pentingnya peranan komputer dalam memberikan informasi cepat, tepat dan akurat untuk proses pengamb1tan keputusan manajemen maupun bagi pihak-pihak lain yang