• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI PENERAPAN MANUAL SYSTEM DAN ELECTRONIC DATA PROCESSING (EDP) SYSTEM PAYROLL DALAM PENGENDALIAN INTERN GAJI PADA PT HO WAH GENTING (HWG) BATAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EVALUASI PENERAPAN MANUAL SYSTEM DAN ELECTRONIC DATA PROCESSING (EDP) SYSTEM PAYROLL DALAM PENGENDALIAN INTERN GAJI PADA PT HO WAH GENTING (HWG) BATAM"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

37

EVALUASI PENERAPAN MANUAL SYSTEM DAN

ELECTRONIC DATA PROCESSING (EDP) SYSTEM PAYROLL DALAM PENGENDALIAN INTERN GAJI PADA PT HO WAH

GENTING (HWG) BATAM

Achmad Fauzi¹, Novita Muji W² Institut Agama Islam Abdullah Said Batam

1 [email protected]

2[email protected]

Abstrak

Penelitian ini dilatar belakangi permasalahan yang timbul dalam sistem akuntansi penggajian karyawan PT. HWG terdapat pada sistem manual penggajian karyawan. Dan sistem pengendalian intern belum efektif karena adanya rangkap tugas yang dilakukan antara bagian perekrutan dan bagian gaji dilakukan oleh orang yang sama. Dalam penelitian ini informasi yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan sistem akuntansi penggajian sudah efektif serta Sistem Manual, EDP Sistem Paroll yang telah diterapkan pada PT. HWG berperan dalam kefektifan sistem pengendalian intern. Sistem pengendalian intern yang di terapkan kurang efektif, sehingga perlu di perbaiki kembali penerapan sistem pengendalian intern. Yang perlu dilakukan perusahaan untuk membantu keefektifan sistem pengendalian intern adalah membuat membuat pasword yang baru untuk setiap bagian akuntansi dan bagian kepegawaian agar tugas dan tanggungjawabnya tidak di bebankan pada bagian Perekrutan, Sehingga pengendalian bisa lebih efektif dan dapat meminimalkan timbulnya resiko pengendalian intern atas penggajian.

Kata kunci: Sistem Manual, EDP, Pengendalian Intern

Abstract

This research is motivated by problems that arise in the payroll accounting system of employees of PT.

HWG is contained in the employee payroll manual system. And the internal control system is not yet effective because there are multiple tasks that are carried out between the recruitment department and the salary department, which are carried out by the same person. In this research, the information obtained will be analyzed using qualitative descriptive analysis. The results showed that the application of the payroll accounting system has been effective as well as the Manual System, EDP Paroll System which has been implemented at PT. HWG plays a role in the effectiveness of the internal control system.

The internal control system that is implemented is less effective, so it is necessary to improve the implementation of the internal control system. What companies need to do to help the effectiveness of the internal control system is to create new passwords for each accounting department and personnel division so that their duties and responsibilities are not assigned to the recruitment department, so that control can be more effective and can minimize the risk of internal control over payroll.

Keywords: Manual System, EDP, Internal Control

(2)

38 PENDAHULUAN

Salah satu cara untuk meningkatkan rangsangan kerja karyawan yaitu dengan memberikan imbalan dalam bentuk uang atau barang yang sesuai dengan kemampuan perusahaan. Balas jasa yang biasa diterima disebut sebagai gaji dan upah. Pembayaran gaji dan upah merupakan masalah yang dapat mempengaruhi hubungan antara tenaga kerja dengan perusahaan. Sistem akutansi penggajian dirancang untuk menangani sesuatu yang berulangkali atau secara rutin terjadi. Gaji dan upah adalah komponen biaya yang secara rutin terjadi dalam penyelenggaraan perusahaan dan sangat penting, karena berkaitan dengan motivasi karyawan.

Sistem akuntansi manual merupakan siklus akuntansi yang semua pekerjaan mulai dari pencatatan hingga pengikhtisaran dilakukan dengan tangan manusia. Maka manusia mempunyai peranan yang sangat penting dalam siklus akuntansi manual ini. Dalam siklus akuntansi manual, tingkat kesalahan yang terjadi besar, data-data yang sudah dicatat harus disimpan degan baik dan perlu adanya pembagian tugas dalam hal pencatatannya.

Siklus akuntansi komputerisasi adalah pencatatan data akuntansi berupa buku besar dan buku pembantu di simpan di sistem database, perangkat keras dan perangkat lunak teknologi dominan digunakan, dapat dilakukan jejak audit berdasarkan bagan alir program dan bagan alir sistem yang tersedia, peranan tenaga manusia terbatas pada entry data dan rawan terhadap serangan virus komputer.

Electronic Data Processing disingkat EDP adalah metode dalam suatu pemrosesan data komersial.

Sebagai bagian dari teknologi informasi, EDP melakukan pemrosesan data secara berulang kali terhadap data yang sejenis dengan bentuk pemrosesan yang relatif sederhana.

Sistem penggajian memerlukan pengendalian untuk menjamin agar pembayaran gaji dilakukan secara akurat dan tepat waktu. Selain itu, sistem penggajian juga harus menyediakan pengamanan yang memadai terhadap pencurian atau penyalahgunaan dana. Perusahaan perlu menggunakan suatu system yang mencakup prosedur otorisasi dan persetujuan penggajian yang tepat. Selain itu, juga penting untuk mengotorisasi dan menyetujui pemotongan atau penambahan gaji serta perubahan tarif gaji. Sistem pengendalian intern gaji dan upah yang efektif diyakini mempunyai hubungan yang positif dengan keandalan laporan perhitungan gaji dan upah.

Sistem akuntansi penggajian pada PT. Ho Wah Genting memiliki kelemahan pada bagian Administrasi Human Resource Development (HRD) yang memiliki perangkapan tugas sebagai pencatat pembayaran gaji karyawan ke dalam Jurnal. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti, yakni mengenai bagaimana sistem akuntansi penggajian & pengupahan yang dilaksanakan pada PT. Ho Wah Genting.

PT. Ho Wah Genting dalam pengolahan EDP menggunakan sistem password dalam mengakses program komputernya, setiap staff memiliki password sendiri yang berbeda dengan individu lain.

Namun pada kenyataannya password tersebut telah di ketahui lebih dari satu orang tidak hanya staff EDP, bagian pembukuan akuntansi dan orang yang di tunjuk untuk membantu menggantikan staff EDP jika berhalangan hadir dalam kerja. Apabila password telah di ketahui maka hal ini bukan bersifat rahasia maka fungsi kerahasian program password pada bagian EDP tidak ada sehingga siapapun dapat mengakses data. Fungsi dari pengendalian intern EDP kurang optimal dalam menjalankan fungsi pengendalian keamanan data umumnya general control.

TINJAUAN PUSTAKA

Pada perusahaan manufacture pembayaran kepada karyawan biasanya dibagi menjadi dua golongan yaitu gaji dan upah.

A. Sistem

Pengertian sistem menurut Romney dan Steinbart (2015:3): Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.Sebagian besar sistem terdiridari subsistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar. Definisi sistem menurut Mulyadi (2016:5), Sistem adalah “suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan”. Pengertian sistem

(3)

39

menurut Anastasia Diana & Lilis Setiawati (2011:3), Sistem merupakan “serangkaian bagian yang saling tergantung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu”.

Sistem Informasi Akutansi

Pengertian menurut Weygandt dkk (2014:395), sistem yang mengumpulkan dan memproses transaksi-transaksi data dan menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak tertentu disebut dengan sistem informasi akuntansi (accounting information system). Hal serupa juga disampaikan oleh Krismiaji (2015:4), Sistem informasi akuntansi adalah “sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis”. Pengertian menurut Rama dan Jones (2014:17), Sub Sistem sistem informasi manajemen yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan seperti halnya informasi lain yang diperoleh dari pengolahan rutin transaksi akuntansi.

Tujuan Sistem Akutansi

Terdapat tiga tujuan sistem informasi akuntansi menurut Mardi (2015:123), yaitu:

1. Guna memenuhi setiap kewajiban sesuai dengan otoritas yang diberikaan kepada seseorang (to fulfil obligations relating to stewardship).

2. Setiap informasi yang dihasilkan merupakan bahan yang berharga bagi pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal desicion makers).

3. Sistem informasi diperlukan untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan sehari–hari (to support the-day–to-day operations).

Tujuan sistem informasi akuntansi menurut krismiaji (2015:186) yaitu:

1. Kemanfaatan : Informasi yang dihasilkan oleh sistem harus membantu manajemen dan para pemakai dalam pembuatan keputusan.

2. Ekonomis : Manfaat sistem harus melebihi pengorbanannya.

3. Daya andai : Sistem harus memproses dapat mengakses data senyaman mungkin, kapan saja pemakai menginginkanny

4. Ketepatan waktu : informasi penting harus dihasilkan lebih dahulu, kemudian baru informasi lainnya.

5. Servis pelanggan : Servis yang memuaskan kepada pelanggan harusdiberikan.

6. Kapasitas : kapasitas sistem harus mampu menangani kegiatan pada periode sibuk dan pertumbuhan di masa mendatang.

7. Praktis : sistem harus mudah digunakan.

8. Fleksibilitas : sistem harus mengakomodasi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan sistem.

9. Daya telusur : sistem harus mudah dipahami oleh para pemakai dan perancang dan memudahkan penyelasaian persoalan serta pengembangan sistem di masa mendatang.

10. Daya audit : daya audit harus ada dan melekat pada sistem sejak awal pembuatannya.

11. Keamanan : hanya personil yang berhak saja yang dapat mengakses atau diijinkan mengubah data sistem.

Gaji

Menurut Soemarso (2014:288), Istilah gaji biasanya digunakan untuk pembayaran kepada pegawai yang digunakan untuk pembayaran kepada pegawai yang diberi tugas-tugas administratif dan pimpinan.

Pada umumnya jumlah gaji ditetapkan secara bulanan atau tahunan. Imbalan yang diberikan kepada buruh-buruh yang melakukan pekerjaan kasar dan lebih banyak mengandalkan kekuatan phisik biasanya disebut upah. Pada umumnya jumlah upah ditetapkan secara harian berdasarkan unitpekerjaan yang diselesaikan. Perusahaan harus mentaati pembayaran upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pengertian menurut Soemarso (2014:307), gaji adalah “imbalan kepada pegawai yang diberi tugas- tugas administratif dan pimpinan yang jumlahnya, biasanya, tetap secara bulanan atau tahunan”.

Pengertian gaji menurut sujarweni (2015:127), gaji adalah “pembayaran atas jasa-jasa yang dilakukan oleh karyawan yang dilakukan perusahaan setiap bulan”

(4)

40 Sistem Akutansi Penggajian

Dokumen yang digunakan menurut Mulyadi (2016:310) dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan adalah:

1. Dokumen Pendukung Perubahan Gaji dan Upah.

2. Kartu Jam Hadir 3. Kartu Jam Kerja.

4. Daftar Gaji dan Daftar

5. Rekap Daftar Gaji dan Rekap Daftar 6. Surat Pernyataan Gaji &

7. Amplop Gaji dan 8. Bukti Kas

Hal serupa juga disampaikan oleh Diana dan Setiawati (2017:182) dokumen yang dipakai dalam pembayaran gaji antara lain meliputi:

1. Kartu Waktu 2. Daftar Gaji 3. Slip Gaji 4. Daftar Transfer

Catatan Akuntansi yang Digunakan

Catatan akuntansi yang digunakan menurut Mulyadi (2016:317) dalam pencatatan gaji dan upah adalah:

1. Jurnal

2. Kartu Harga Pokok Produk 3. Kartu

4. Kartu Penghasilan Fungsi yang Terkait

Fungsi yang terkait dalam sistem penggajian dan pengupahan menurut Mulyadi (2016:317) adalah :

1. Fungsi Kepegawaian 2. Fungsi Pencatat Waktu.

3. Fungsi Pembuat Daftar Gaji

4. Fungsi Akuntansi Dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan.

5. Fungsi

Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem

Jaringan prosedur menurut Mulyadi (2016:469) dalam membentuk sistem penggajian berikut ini : 1. Prosedur PencatatanWaktu Hadir

2. Prosedur Pembuatan Daftar Gaji 3. Prosedur Distribusi Biaya Gaji

4. Prosedur Pembuatan Bukti Kas Keluar 5. Prosedur Pembayaran Gaji

Bagan Alir Penggajian dan Pengupahan

Flowchart atau Diagram Alir sering digunakan untuk mendokumentasikan standar proses yang telah ada sehingga menjadi pedoman dalam menjalankan proses produksi. Disamping itu, Flowchart atau Diagram Alir ini juga digunakan untuk melakukan Analisis terhadap proses produksi sehingga dapat melakukan peningkatan atau perbaikan proses yang berkesinambungan (secara terus menerus).

Electronic Data Processing (EDP)

Pemrosesan data elektronik (Inggris: electronic data processing disingkat EDP) adalah metode dalam suatu pemrosesan data komersial. Sebagai bagian dari teknologi informasi, EDP melakukan

(5)

41

pemrosesan data secara berulang kali terhadap data yang sejenis dengan bentuk pemrosesan yang relatif sederhana.

Karakteristik sistem EDP adalah konsistensi pengolahan dan ketergantungan terhadap bukti pendukung elektronik (yang rentan manipulasi), sehingga audit EDP concern pada kelayakan pengendalian sistemnya (control).

A. Unsur-unsur EDP

Sebagai suatu sistem informasi, sistem pengolahan data elektronik terdiri dari empat elemen, menurut Azhar Susanto (2004:67) yaitu :

1. Perangkat keras (hardware) 2. Perangkat lunak (software)

3. Sumber daya manusia (brainware) 4. Prosedur (procedure).

B. Siklus EDP

Pengolahan data elektronik mempunyai siklus, siklus pengolahan data elektronik terdiri dari tiga tahapan basic yakni : Input, Processing, Output.

Gambar 1. Siklus Pengolahan EDP

C. Tujuan EDP

Tujuan sistem pengolahan data elektronik adalah untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk para pemakai. Hal ini diungkapkan oleh Wilkinson ( 2000;234 ) yaitu:

1. Relevan

2. Meningkatkan hasil 3. Efisien

4. Tepat waktu 5. Fleksibel

6. Akurat dan Aman 7. Ekonomis.

D. Metode EDP

Metode yang biasa digunakan dalam pengolahan data elektronik menurut Jogianto (2000:753) yaitu: “1. Batch Processing 2. Online Processing”. La Midjan dn Azhar Susanto (2003:31) mengemukakan bahwa: Metode pengolahan data adalah dengan cara: “

1. Manual, berupa pen-and-ink Clerical System.

2. Elektronik Data Proses sistem, yang terdiri dari :

a. Metode batch dengan menggunakan suatu komputer..

INPUT PROSES OUTPUT

ORIGINATIO INPUT PROCESING OUTPU DISTRIBUTION

STORAGE

SIKLUS PENGOLAHAN DATA YANG DIKEMBANGKAN

(6)

42

b. Metode Online menggunakan jaringan (network) dari pengolahan data dan terminal dari berbagai komputer.”

Sedangkan menurut Krismiaji (2016:105) metode pemrosesan data elektronik adalah sebagai berikut:

1. Pemrosesan secara kelompok (Batch processing).

2. Pemrosesan seketika (On-line processing

Pengendalian Intern

A. Pengertian Pengendalian Intern

Unsur pengendalian internal dalam sistem akuntansi penggajian dan pengupahan menurut Mulyadi (2016:516) :

1. Organisasi 2. Sistem Otorisasi 3. Prosedur Pencatatan 4. Praktik yang sehat

Sedangkan menurut Krismiaji (2015:216): Pengendalian intern (internal control) adalah rencana organisasi dan metode yang digunakan untuk menjaga atau melindungi aktiva, menghasilkan informasi yang akurat yang dapat dipercaya, memperbaiki efisiensi, dan untuk mendorong ditaatinya kebijakan manajemen. Struktur pengendalian intern (internal control structure) adalah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan untuk memberikan jaminan yang layak bahwa tujuan khusus organisasi akan dicapai.

B. Tujuan Pengendalian Intern

Committee of sponsoring organizations (COSO) dari Treadway Commision (komisi nasional Amerika untuk penyelewengan laporan keuangan). menyatakan bahwa dasar bagi dilakukannya pengendalian intern adalah tujuan. Tanpa tujuan pengendalian intern tidak ada artinya apa-apa.

Menurut Hery (2013:160), tujuan pengendalian intern tidak lain adalah untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa :

1. Aset yang dimiliki oleh perusahaan telah diamankan sebagaimana mestinya dan hanya digunakan untuk kepentingan perusahaan semata, bukan untuk kepentingan individu (perorangan) oknum karyawan tertentu.

2. Informasi akuntansi perusahaan tersedia secara akurat dan dapat diandalkan.

3. Karyawan telah mentaati hukum dan peraturan.

Dari pengertian sistem pengendalian intern yang diberikan, tercakup pula tujuan pengendalian intern itu sendiri yang menurut Mulyadi (2016:129) yaitu:

1. Menjaga keamanan harta milik suatu organisasi.

2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi 3. Mendorong efisiensi kerja atau operasional perusahaan.

4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen C. Unsur Pengendalian Intern

Menurut Mulyadi (2016:130), unsur pokok pengendalian intern dalam perusahaan adalah : 1. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas.

2. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya

3. Prosedur pencatatan yang baik akan menjamin data yang direkam tercatat kedalam catatan akuntansi dengan tingkat ketelitian dan keandalan (reliability) yang tinggi.

(7)

43

Menurut Boyton dan Johson (2006) dapat disimpulakan untuk memberikan struktur untuk mempertimbangkan banyak kontrol mungkin terkait dengan pencapaian tujuan entitas, laporan COSO mengidentifikasi lima komponen yang saling terkait dalam pengendalian internal:

1. Control environment, 2. Risk assessment, 3. Control activities

4. Information and communication

5. Monitoring adalah proses yang menilai kualitas internal kinerja kontrol.

D. Keterbatasan Pengendalian Intern

Menurut Hery (2013:102) sistem pengendalian intern perusahaan pada umumnya dirancang untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa aktiva perusahaan telah diamankan secara tepat dan bahwa catatan akuntansi dapat diandalkan. Faktor manusia adalah faktor yang sangat penting sekali dalam setiap pelaksanaan sistem pengendalian intern.

Menurut Mulyadi (2016:181), terdapat 5 keterbatasan atas pengendalian internal yaitu sebagai berikut:

1. Kesalahan dalam pertimbangan 2. Gangguan

3. Kolusi

4. Pengabaian oleh manajemen 5. Biaya lawan manfaat

E. Pengendalian Intern Sistem Akutansi Penggajian dan Upah

Dalam pengendalian Intern Sistem Akutansi penggajian dan upah arus memperhatikan:

1. Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi merupakan formulir yang digunakan untuk merekam data atas terjadinya suatu transaksi penggajian ataupun pengupahan. Dokumen tersebut dibagi menjadi beberapa macam antara lain menurut Mulyadi (2016:374), yaitu sebagai berikut:

a. Dokumen b. Kartu Jam Hadir c. Kartu Jam

d. Daftar Gaji dan Upah

e. Rekap Daftar Gaji dan Rekap Daftar Upah f. Surat Pernyataan Gaji dan Upah

g. Bukti Kas

2. Catatan Akuntansi yang Digunakan dalam Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan Perusahaan dalam memberikan gaji dan upah kepada karyawan memerlukan catatan akuntansi.Catatan akuntansi yang digunakan menurut Mulyadi (2016:382) adalah sebagai berikut:

a. Jurnal Umum

b. Kartu Harga Pokok Produk c. Kartu Biaya

d. Kartu Penghasilan Karyawan

3. Prosedur yang Membentuk Sistem Penggajian dan Pengupahan.

Adapun prosedur sistem penggajian dan pengupahan menurut Mulyadi (2016:385) adalah sebagai berikut:

a. Prosedur Pencatatan Waktu Hadir.

b. Posedur Pencatatan Waktu Kerja

c. Prosedur Pembuatan Daftar Gaji dan Upah d. Prosedur Distribusi Biaya Gaji dan Upah e. Prosedur Pembuatan Bukti Kas Keluar

(8)

44 f. Prosedur Pembayaran Upah

Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu ini menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan.

Berikut ini akan disajikan tabel posisi penelitian terdahulu, yang berkaitan atau relevan dengan penelitian penulis:

Tabel 1. Penelitian Terdahulu Nama

Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian Iis Nurlis

Setyowati

Sistem Akutansi Penggajian di PT Sinabro Jaya Garmen, Bawen Kab. Semarang

Hasil penelitian yang diperoleh antara lain adalah pemaparan tentang unsur-unsur yang terkait dalam sistem akuntansi penggajian yang diterapkan pada PT.

Sinabro Java Garment Bawen Kab.Semarang meliputi 1.

Fungsi-fungsi yang terkait, 2. Dokumen yang digunakan, 3. Catatan akuntansi yang digunakan, 4. Prosedur apa saja digunakan pada sistem akuntansi penggajian, 5.

Laporan apa saja yang di buat sebagai landasan sistem akuntansi penggajian, 6. Pengendalian Intern pada sistem akuntansi penggajian, 7. Bagan Alir.

Umi Pasaribu

Analisis Penerapan Elektronic Data Processing (EDP) Dalam Sistem Informasi Akuntansi Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Siak

Penerapan sistem pemrosesan data elektronik dalam sistem informasi akuntansi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Siak maka rumah sakit dapat menghasilkan laporan keuangan dengan lebih cepat, tepat dan lengkap serta data menghemat waktu dan biaya.

Sedangkan penerapan EDP jika ditinjau dari sistem pengendalian intern masih kurang baik karena ada fungsi-fungsi dalam rumah sakit yang malakukan tugas rangkap.

(9)

45 Nama

Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian Nathalia. Sistem Akutansi

Penggajian dan pengupahan

Hasil analisis dan pengujian kepatuhan terhadap data menunjukkan: 1. Sistem akutansi penggajian dan pengupahan yang dijalankan Penerbit Percetakan Kanisius sudah sesuai dengan teori sistem akutansi penggajian dan pengubaan. 2. Dengan menggunakan metode stop-or-go sampling maka sistem penggajian dan pengupaan yang dijalankan Penerbit Percetakan Knisius adalah efektif

METODOLOGI PENELITIAN Objek Penelitian

Obyek dalam penelitian ini adalah evaluasi penerapan manual system, Electronic data processin (EDP) sistem payroll dan pengendalian Intern gaji.

Waktu Penelitian

Tempat penelitian ini mengambil lokasi di PT Ho Wah Genting. Tahap-tahap dalam pelaksanaan kegiatan ini rencananya akan dimulai dari tahap persiapan, observasi, sampai dengan penulisan laporan penelitian.

Teknik Pengambilan Sampel

Pengertian teknik sampling menurut Margono (2004) adalah: Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif.

Desain Penelitian

Djam’an Satori (2011: 23) mengungkapkan bahwa penelitian kualitatif dilakukan karena peneliti ingin mengeksplor fenomena-fenomena yang tidak dapat dikuantifikasikan yang bersifat deskriptif seperti proses suatu langkah kerja, formula suatu resep, pengertian-pengertian tentang suatu konsep yang beragam, karakteristik suatu barang dan jasa, gambar-gambar, gaya-gaya, tata cara suatu budaya, model fisik suatu artifak dan lain sebagainya.

Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif karena penelitian ini mengeksplor fenomena proses evaluasi penerapan manual system, Electronic data processin (EDP) sistem payroll dan pengendalian Intern gaji yang ada di PT Ho Wah Genting.

Jenis Data

Dalam penelitian ini data yang dipakai adalah data primer yang diambil langsung di PT Ho Wah Genting.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah:

1. Observasi 2. Wawancara 3. Dokumentasi

Definisi Operasional Variabel

Menurut Sugiyono (2015) definisi operasional adalah penentuan konstrak atau sifat yang akan dipelajari sehingga menjadi variabel yang dapat diukur. Definisi operasional menjelaskan cara tertentu yang digunakan untuk meneliti dan mengoperasikan konstrak, sehingga memungkinkan bagi peneliti yang lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau mengembangkan cara pengukuran konstrak yang lebih baik.

(10)

46

1. Variabel bebas (Independent Variabel) adalah Evaluasi penerapan manual system (X1), Electronic data processin (EDP) sistem payroll (X2)

2. Variabel terikat (Dependent variabel)

3. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pengendalian Intern gaji yang ada di PT Ho Wah Genting

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang terkait adalah sebagai berikut:

1. Teknik Penyajian Data 2. Teknik Analisis

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sistem Akutansi Penggajian

Sistem penggajian pada PT HWG adalah sistem transfer rekening karyawan melalui Bank Permata Tbk (kecuali karyawan baru yang belum mempunyai rekening dibayarkan secara tunai), yang diberikan secara bulanan.

1. Sumber Daya Manusia

Berdasarkan hasil penelitian bahwa karyawan yang ada di HWG sudah sesuai kualitas dan tanggung jawabnya, hal ini dilihat dari tingkat pendidikan bagian akuntansi yang ahli dibidang akuntansi karena lulusan sarjana ekonomi/akuntansi. Apabila bagian akuntansi di jabat oleh orang yang bukan ahli dibidangnya kemungkinan yang akan terjadi yaitu ketidak pahaman mengenai tugas dan fungsinya, kesalahan dalam membuat laporan keuangan, dan tidak akuratnya laporan keuangan.

Hasil penelitian ini didukung oleh teori Cushing dan diterjemahkan oleh Kosasih (2007:23) sumber daya manusia yang digunakan dalam suatu perusahaan untuk mengolah data akuntansi adalah karyawan yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang cukup dibidangnya, artinya karyawan itu mempunyai keahlian dan keterampilan dalam menunjang suatu sistem informasi akuntansi yang ada pada perusahaan.

2. Elemen-Elemen yang Terkait

Terdapat beberapa elemen yang terkait dalam penghitungan gaji karyawan, baik elemen penambah maupun elemen pengurang yang terdiri dari:

a. Gaji Pokok diberikan oleh perusahaan dengan nilai relative sama, dimana disesuaikan dengan golongan yang sudah distandarkan oleh perusahaan.

b. Tunjangan lembur ini diberikan pada setiap karyawan yang bekerja diluar jam kerja ataupun karyawan yang memiliki jam kerja lebih besar dari jam kerja dalam sehari. Jam kerja normal hari senin sampai dengan Jum’at, delapan jam kerja sesuai dengan jadwal atau shift.

c. Tunjangan-Tunjangan

1) Tunjangan Struktural/Fungsional diberikan pada pegawai dengan jabatan tertentu. Dimana semakin tinggi jabatannya, maka semakin tinggi tunjangan jabatannya.

2) Tunjangan Makan/Transport diberikan kepada seluruh karyawan sebagai pengganti biaya makan dan transport karyawan dalam hari kerja.

3) Tunjangan Pajak. Tunjangan pajak diberikan oleh perusahaan dalam bentuk pembayaran PPh Pasal 21 yang ditanggung perusahaan.

4) Tunjangan Asuransi diberikan dalam layanan yang disediakan oleh PT. Jamsostek.

d. Potongan-Potongan

Potongan-potongan yang mengurangi jumlah penerimaan gaji antara lain:

1) Pajak Askes dan pajak yang dipotong dari penghasilan karyawan merupakanaskes dan pajak PPh 21 yang sudah ditunjang oleh perusahaan.

2) Jamsostek yang dibayarkan ke PT Jamsostek ini dipotong dar penghasilan karyawan yang merupakan tunjangan dari perusahaan.

(11)

47

3) Denda merupakan potongan dari perusahaan terhadap penghasilan karyawan untuk sanksi atas keterlambatan waktu hadir dan tidak hadir kerja.

3. Fungsi Yang Terkait

Fungsi-fungsi yang terkait dengan sistem penggajian pada PT HWG adalah sebagai berikut:

a. Fungsi Kepegawaian, fungsi ini dijalankan di PT HWG, sehingga penerimaan kepegawaian dilakukan secara sentralisasi oleh Departemen Personel & General Affair, mulai dari seleksi sampai dengan penempatan dan besarnya gaji pegawai.

b. Fungsi Pencatatan Waktu dilakukan oleh bagian personalia. Meskipun sistem absensi hadir karyawan memakai barcode scan dan finger print, tetapi bagian personalia tetap merekap secara manual waktu hadir karyawan yang tidak bisa melakukan scan dan finger print dan juga perekapan waktu lembur dari seluruh unit kerja.

c. Fungsi Pembuat Daftar Gaji dilakukan oleh bagian keuangan (Payroll) dan bertanggungjawab untuk membuat daftar gaji yang berisi gaji pokok, tunjangan-tunjangan, beserta potongan- potongan yang menjadi beban karyawan.

d. Fungsi Penghitung Gaji Karyawan dilakukan oleh bagian keuangan (Payroll) dan bertanggungjawab untuk menghitung gaji bersih yang akan ditransfer ke rekening karyawan dan membuat rekapan gaji untuk diserahkan ke bank. Bagian keuangan juga menghitung PPh 21 dari masing-masing karyawan.

e. Fungsi Akuntansi bertanggungjawab atas pencatatan dalam sistem penggajian baik jurnal maupun buku besar yang terkait. Selain itu fungsi ini bertanggungjawab untuk mencatat distribusi biaya ke harga pokok-produk berdasarkan rekap gaji.

f. Fungsi Kasir (Accounting) Pengeluaran bertanggungjawab untuk mengeluarkan cek untuk diserahkan ke bank.

4. Dokumen Terkait

Dokumen terkait yang dipakai di PT HWG adalah sebagai berikut :

a. Daftar Jam Hadir. Dokumen ini dikeluarkan oleh bagian personalia untuk mengetahui kehadiran karyawan dengan cara mengeprint finger print. Dokumen ini sebagai sumber untuk membuat rekap daftar hadir.

b. Rekap Daftar Hadir. Dokumen ini merupakan ringkasan daftar hadir karyawan yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan gaji bulan bersangkutan.

c. Daftar Karyawan. Dokumen ini dikeluarkan oleh bagian personalia untuk mengecek jumlah gaji pokok dan identitas karyawan secara detail. Jumlah karyawan yang ada di PT HWG sejumlah 947 orang.

d. Rekap Daftar Gaji. Rekap daftar gaji ini dibuat oleh bagian keuangan, yang merupakan ringkasan gaji per karyawan dan dokumen ini digunakan untuk menghitung gaji bersih per karyawan.

e. Cek. Merupakan surat perintah kepada bank untuk membayarkan uang dengan jumlah tertentu kepada pihak yang bersangkutan. Dalam sistem dan prosedur penggajian pada PT HWG, cek ini dibuat oleh bagian kasir yang telah diotorisasi oleh wakil direktur dan direktur keuangan untuk diserahkan ke bank Permata

f. Bukti Potong PPh Pasal 21. Bukti potong PPh Pasal 21 merupakan bukti pemotongan pajak penghasilan 21 yang dilakukan oleh pihak perusahaan baik bagi karyawan tetap maupun tidak tetap dan disimpan di bagian Tata Usaha. Bukti potong ini dapat diminta oleh karyawan yang membutuhkan apabila untuk keperluan administrasi perpajakannya.

g. Bukti potong Jamsostek. Bukti potong Jamsostek merupakan bukti pemotongan asuransi ketenagakerjaan dan Jaminan Hari Tua bagi karyawan tetap maupun tidak tetap.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa alat yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penggajian adalah komputer serta sarana dan prasarana lainnya. Penggunaan komputer pada sistem informasi akuntansi akan menghasilkan informasi berupa laporan keuangan yang cepat dan tepat jika dibandingkan dengan sistem akuntansi yang manual. Terlepas dari hal itu keadaan atau kondisi

(12)

48

komputer serta sarana dan prasarana lainnya haruslah dalam keadaan atau kondisi yang baik (bisa dioperasikan) sehingga dapat menunjang kegiatan operasional. Apabila komputer serta sarana dan prasarana tidak dalam keadaan baik maka akan menghambat jalannya kegiatan operasional.

Hasil penelitian ini didukung oleh teori Cushing dan diterjemahkan oleh Kosasih (2007:23) alat dapat berupa benda atau mesin yang membantu sumber daya manusia dalam aktivitasnya menghasilkan suatu informasi.Jenis alat yang sering digunakan dalam perusahaan adalah komputer dan mesin tik.

Hasil penelitian ini didukung oleh teori Midjan dan Susanto (2003:12) alat merupakan semua sarana dan prasarana yang digunakan dalam menjalankan pelaksanaan suatu sistem informasi akuntansi didalam suatu perusahaan.

5. Catatan yang digunakan

Berdasarkan hasil penelitian bahwa catatan yang digunakan PT. HWG dalam prosedur penggajian adalah jurnal umum, kartu biaya dan kartu penghasilan karyawan. Hasil penelitian ini didukung oleh teori Mulyadi (2003:382) catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat penggajian adalah jurnal umum, kartu harga pokok produk, kartu biaya dan kartu penghasilan karyawan.

6. Laporan

Berdasarkan hasil penelitian bahwa laporan yang dihasilkan dari prosedur penggajian karyawan PT. HWG yaitu laporan gaji dan laporan keadaan pegawai. Penelitian ini didukung oleh Fifi (2006:18) informasi yang mestinya bisa dihasilkan oleh sebuah sistem informasi penggajian adalah laporan gaji, laporan absensi atau laporan keadaan pegawai.

Electronic Data Processing (EDP)

Sejak berdiri PT HWG telah menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk mengolah data-data keuangan.

1. Perangkat Keras (Hardware)

Seluruh komputer yang dipergunakan di PT HWG sebanyak 97 unit. Specifikasi teknis komputer yang di pakai oleh PT HWG adalah:

a. Processor : Intel Pentium core I3 b. Memory : 32 GB

c. Chipset : 815 d. Hard Disk : 4.3 GB e. FloppyDisk : 1.44 MB

f. NIC Card : NIC 10/100RJ-45 g. Mouse/Keyboard : 16 GB

h. Monitor : SVGA 15 Inch 2. Perangkat Lunak (Software)

Aplikasi SAP (software Enterprise Resource Planning) yang dipakai untuk Payroll adalah program GEASY untuk mengolah semua data absensi, dan data-data penggajian. Aplikasi ini mencatat jumlah atau besaran upah yan diterima masing-masing karyawan.

3. Siklus EDP

Siklus pengolahan data elektronik terdiri dari:

a. Input : step ini yaitu proses memasukkan data absensi berupa scan barcode dan finger print karyawan ke dalam proses pc.

b. Processing : step ini ialah proses pengolahan dari data yang telah dimasukkan yang mampu berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan, mengurutkan, mengendalikan atau mencari di storage.

c. Output : step ini ialah proses yang membuahkan output dari pengolahan data berupa Daftar absensi karyawan, slip pembayaran gaji/upah.

(13)

49

d. Distribution : step ini adalah proses distribusi output terhadap pihak yang mempunyai hak atau membutuhkan info. Berupa cek untuk pembayaran karyawan yang diterbitkan untuk Bank Permata Tbk

e. Storage : step ini ialah step perekaman atau daya simpan hasil pengolahan data. Semua data gaji karyawan disimpan.

Pengendalian Intern PT Ho Wah Genting

Sistem pengendalian internal pada penelitian ini berdasarkan kenyataan yang ada di bandingkan dengan teori sehingga akan terlihat persamaan dan perbedannya.

1. Struktur Organisasi

Berdasarkan hasil penelitian bahwa struktur organisasi pada PT HWG pemisah fungsi belum terjadi secara tegas karena masih adanya rangkap jabatan antara fungsi pembuat gaji (payroll) dan fungsi perekrutan karyawan sehingga dapat menimbulkan manipulasi dan kesalahan pencatatan. Sistem penggajian harus dilaksanakan oleh beberapa fungsi. Tidak ada sistem penggajian tunai yang dilaksanakan secara lengkap hanya oleh satu fungsi saja. Dengan dilaksanakanya sistem informasi akuntansi penggajian tersebut akan tercipta adanya pengecekan intern pekerjaan setiap fungsi tersebut oleh fungsi lainnya. Mengingat PT HWG semakin maju sebaiknya diadakan penetapan tanggungjawab fungsi yang jelas dan pemisah pencatatan dan pembuat gaji untuk pengendalian intern penggajian yang sudah ada.

Hasil Penelitian ini didukung Mulyadi (2001:164) Pemisahan tanggung jawab fungsional secara tepat yang bertujuan agar pelaksanakan sebuah transaksi tidak hanya dilakukan oleh satu pihak saja tetapi pihak lain juga harus menyelesaikan tugas tersebut. Sehingga terdapat pengendalian internal diantara fungsi-fungsi yang terkait dengan pelaksanaan transaksi tersebut. Hal ini akan mengurangi resiko penyimpangan yang terjadi akibat kesalahan pencatatan.

2. Aspek Otoritas

Berdasarkan hasil penelitian bahwa PT HWG dalam penerapan sistem penggajian, proses input dilakukan oleh baian payroll. Laporan penggajian dari payroll akan diberikan ke bagian keuangan, kemudian diteliti atau diverifikasi dan pengesahannya dilakukan oleh manajer keuangan PT. HWG.

Hasil Penelitian ini didukung oleh Mulyadi (2001:387) Setiap orang yang namanya tercantum dalam daftar gaji harus memiliki surat keputusan pengangkatan sebagai karyawan perusahaan yang ditandatangani oleh Direktur Utama karena pembayaran gaji dan upah didasarkan atas dokumen daftar gaji dan upah, maka perlu dilakukan pengawasan terhadap nama-nama karyawan yang dimasukkan ke dalam daftar gaji dan upah. Untuk menghindari pembayaran gaji kepada karyawan yang tidak berhak, setiap pencantuman nama karyawan dalam daftar gaji harus mendapat otorisasi oleh yang berwenang.

3. Praktik yang sehat

a. Kartu Jam Hadir Harus Dibandingkan Dengan Kartu Jam Kerja Sebelum Kartu Yang Terakhir Ini Dipakai Sebagai Dasar Distribusi Biaya Tenaga Kerja Langsung.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa PT. HWG masih ditemukan pencatatan kehadirannya secara manual. Pencatatan manual terjadi karena karyawan tidak bisa melakukan scan barcode dan finger print.

Dengan pencatatan yang manual kemungkinan akan terjadinya penyelewengan atau manipulasi semakin besar.

Hasil Penelitian ini bertentangan dengan pendapat ahli. oleh Mulyadi (2001:387) Kartu jam hadir merekam jumlah jam setiap karyawan berada di perusahaan, sedangkan kartu jam kerja merinci penggunaan jam hadir setiap karyawan. Dengan kata lain kartu jam kerja digunakan untuk mempertanggungjawabkan penggunaan waktu hadir karyawan. Kartu jam kerja ini merupakan dasar untuk melakukan distribusi biaya tenaga kerja langsung kepada pesanan yang menggunakan tenaga kerja langsung. Untuk mengecek ketelitian data yang tercantum dalam kartu jam kerja, fungsi pembuat daftar gaji dan upah harus membandingkan data jam yang tercantum dalam kartu jam hadir dengan data yang tercantum dalam kartu jam kerja.

(14)

50

b. Pemasukan Kartu Jam Hadir ke dalam Mesin Pencatat Waktu harus diawasi oleh Fungsi Pencatat Waktu.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa PT. HWG pencatatan kehadirannya sudah menggunakan pencatatan sistematis. Dengan pencatatan yang sistematis kemungkinan terjadinya penyelewengan atau manipulasi semakin kecil. Dengan demikian PT. HWG tidak perlu mengganti sistem absen kehadiran yang menggunakan absen sidik jari dan scan.

Hasil penelitian ini didukung oleh teori Mulyadi (2001:378) untuk menjamin keandalan data jam hadir yang direkam dalam kartu jam hadir harus dilakukan pengawasan terhadap pemasukan kartu jam hadir ke dalam mesin pencatat waktu.

c. Pembuatan Daftar Gaji dan Upah harus Diverifikasi Kebenaran dan Ketelitian Perhitungannya oleh Fungsi Akuntansi Keuangan Sebelum dilakukan Pembayaran.

Berdasarkan hasil penelitian pada PT. HWG fungsi keuangan telah melakukan verifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungan gaji sebelum membuat bukti kas keluar. Hal ini perlu dipertahankan karena dengan demikian bukti kas keluar yang dibuat atas dasar dokumen pendukung dapat terjamin keandalannya.

Hasil penelitian ini didukung oleh Mulyadi (2001:378) sebelum membuat bukti kas keluar sebagai perintah untuk pembuatan cek pembayaran gaji dan upah, fungsi akuntansi keuangan harus melakukan verifikasi kebenaran dan ketelitian perhitungan gaji dan upah yang tercantum dalam daftar upah yang dibuat oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah. Dengan demikian unsur sistem pengendalian intern ini menjamin bukti kas keluar dibuat atas dasar dokumen pendukung yang andal.

d. Penghitungan Pajak Penghasilan Karyawan Direkonsiliasi dengan Catatan Penghasilan Karyawan.

Berdasarkan hasil penelitian fungsi keuangan menghitung pajak PPh 21 yang harus dipotongkan dari gaji karyawan. Ketelitian dan keandalan data pajak penghasilan karyawan yang harus dipotongkan dari gaji dan besarnya utang pajak penghasilan karyawan yang harus disetor oleh perusahaan ke kas Negara dapat diverifikasi dengan melakukan rekonsiliasi penghitungan pajak penghasilan setiap karyawan dengan catatan penghasilan karyawan yang tercantum dalam kartu penghasilan karyawan (slip gaji) yang bersangkutan.

Hasil penelitian ini didukung oleh Mulyadi (2001:378) dalam sistem pemungutan pajak penghasilan atas gaji dan upah karyawan, perusahaan ditunjuk oleh pemerintah sebagai wajib pungut pajak penghasilan yang menjadi kewajiaban karyawan, yang dikenal dengan PPh Pasal 21.

e. Catatan Penghasilan Karyawan Disimpan oleh Fungsi Pembuat Daftar Gaji dan Upah.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa PT. HWG dalam pencatatan penghasilan karyawan disimpan oleh fungsi pembuat daftar gaji dan upah. Oleh karena itu dalam sistem penggajian maupun pengupahan, setelah diisi data gaji karyawan oleh fungsi pembuat daftar gaji kemudian dikirimkan ke fungsi keuangan untuk dimintakan tanda tangan karyawan yang bersangkutan sebagai tanda terima uang gaji.

Setelah ditandatangani oleh karyawan yang bersangkutan, kartu penghasilan karyawan ini disimpan kembali oleh fungsi pembuat daftar gaji ke dalam arsip menurut abjad nama karyawan.

Hasil penelitian ini didukung oleh Mulyadi (2001:387) Kartu penghasilan karyawan selain berfungsi sebagai catatan penghasilan yang diterima karyawan selama setahun, juga berfungsi sebagai tanda telah diterimanya gaji dan upah oleh karyawan yang berhak.

Karyawan HRD Bag. Keuangan Manajer Bank

(15)

51

Gambar 2. Alur Penggajian

Triangulasi

Triangulasi Data dan Data

Menganalisis sistem merupakan langkah awal untuk membuat suatu sistem baru. Dalam langkah ini penulis melakukan analisis terhadap permasalahan yang ada dalam PT. HWG khususnya mengenai penanganan transaksi penggajian para karyawan .

Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan pada PT. HWG, secara garis besar permasalahan yang ada dalam perusahaan ini adalah masih adanya penggunaan sistem manual penginputan data absen karyawan ke komputer yang dapat memicu terjadinya kecurangan dalam penggajian.

Triangulasi Teori dan Data

Proses pengolahan data pada PT. HWG telah mengunakan sistem pengolahan data secara Bacth Processing antar departemen dengan database SAP (Sistem Application Program). Sehingga data yang di olah secara otomatis telah masuk keprogram tersebut telah diatur sampai prosesnya selesai maka data tersebut menjadi informasi akuntansi dan dapat di gunakan.

Bukti-bukti tersebut akan diproses lebih lanjut sehingga menghasilkan ouput data informasi akuntansi.

1. Entry Data

Pada proses ini semua data dimasukkan kekomputer, carannya sama dengan mengetik biasa sesuai dengan dengan aplikasi yang dipakai pada program komputer tersebut.

Proses data gaji

Hitung pajak PPh

21

Membuat slip gaji

Evaluasi Melakukan

absen

Menerima rekap absen

Menyetujui Menerima data sistem

payroll Membuat

daftar gaji Mengambil

gaji via rek bank

(16)

52 2. Koreksi hasil data entry

Setelah data tersebut di masukkan kedalam komputer, maka dapat dilakukan dengan koreksi hasil data entry, pembetulan data dapat dilakukan dengan dengan mengecek input data yang salah, seperti pemotongan pajak PPH pasal 21 dan pemotongan karena keterlambatan.

3. Output Data.

Setelah tahap proses data selesai, maka tahap selanjutnya adalah pencetakan laporan (output) yang telah selesai diolah oleh komputer pada akhir periode akuntansi. Hasil penelitian ini didukung oleh Mulyadi (2016:374), Dokumen-dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi merupakan formulir yang digunakan untuk merekam data atas terjadinya suatu transaksi penggajian ataupun pengupahan.

Menurut Hery (2013:102) sistem pengendalian intern perusahaan pada umumnya dirancang untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa aktiva perusahaan telah diamankan secara tepat dan bahwa catatan akuntansi dapat diandalkan.

Sedangkan menurut Krismiaji (2015:216): Pengendalian intern (internal control) adalah rencana organisasi dan metode yang digunakan untuk menjaga atau melindungi aktiva, menghasilkan informasi yang akurat yang dapat dipercaya, memperbaiki efisiensi, dan untuk mendorong ditaatinya kebijakan manajemen.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi penggajian karyawan PT. HWG masih ada yang belum baik, hal ini dapat didasarkan dari:

hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pembuat gaji masih merangkap jabatan sebagai staff perekrutan karyawan

Analisa dari penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat penginputan manual ke komputer untuk kartu hadir karyawan yan disebabkan karyawan tidak bisa melakukan scan barcode dan finger print. Hal ini memunkinkan terjadinya kesalahan input yang mengakibatkan perbedaan dalam pembayaran gaji karyawan.

Analisa hasil penelitian dengan teori menunjukkan bahwa alat yang digunakan dalam sistem EDP payroll pada PT. HWG dalam penyimpanan berupa penghasilan karyawan dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Analisa hasil penelitian dengan teori menunjukkan bahwa pencatatan yang dilakukan oleh PT. HWG sudah sesuai dengan teori yang ada, meliputi daftar hadir dan kartu penghasilan karyawan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa formulir atau dokumen yang digunakan dalam prosedur penggajian karyawan sudah lengkap karena adanya surat pernyataan gaji berupa slip gaji.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang perlu di pertimbangkan oleh pihak perusahaan yaitu dengan:

1. Sebaiknya password di tujukan khusus untuk bagian operasi atau petugas yang bertugas dalam penginputan data yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap dokumen-dokumen. Dengan demikian dapat di ketahui petugas mana yang melakukan kesalahan dan kecurangan pada kinerja EDP.

2. Pada pengolahan data input laporan penyajian perlu melakukan otorisasi, direview dan diregristrasi yang lengkap untuk menyakinkan kevalidatannya. Tidak dalam jangka waktu yang panjang, tidak menumpuk dan tidak menghabiskan waktu proses. Sehingga data-data yang akan diinput untuk di proses lebih mudah.

(17)

53 DAFTAR PUSTAKA

Adityo, Suryo. 2010. Evaluasi Sistem Akuntansi Penggajian Dan Pengupahan Pada UD. Berdijaya Baridwan, Zaki, Sistem Akuntansi: Penyusunan Prosedur dan Metode. Edisi 5. 2002. BPFE Yogyakarta.

Bodnar, H. G., dan W. Hopwood. 2006. Accounting Information Systems. (9th ed.). New Jersey. Prentice Hall Inc.

Chusing, Barry E. Diterjemahkan oleh Ruchyat Kosasih, 2007. Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Perusahaan. Erlangga. Jakarta.

Diana, Anastasia dan Lilis Setiawati. 2011. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta. Penerbit Andi.

Ghony, Djunaidi. M & Almanshur, Fauzan (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Jogjakarta. AR- Ruzz Media.

Hall, James.A. 2011. Accounting Information System. Edisi ke 4. Salemba Empat: Jakarta.

Hall, James.A. 2009. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

Husein Umar. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Salemba Empat.

Kardinawati. 2014. Analisis Sistem Penggajian Dan Pengupahan Karyawan Pada PT. Elnusa Petrofin Teluk Kabung Padang

Krismiaji (2005) Sistem Informasi Akuntansi. AMP YKPN Yogyakarta

Lexy, J. Meleong.2002. Metodologi Penelitihan kualitatif. Penerbit Remaja Rosdakarya. Bandung Lucas, Henry J. 2004. Information Technology for Managemen, 7th ed, McGraw-Hill

Maria, Fifi. 2006. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penggajian pada PT. Bank Buana Indonesia Mc Leod, Raymon. 2008. Sistem Informasi Manajemen. Salemba Empat: Jakarta

Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Edisi Ketiga. Cetakan Ketiga. Jakarta: Salemba Empat Mulyadi. 2010. Sistem Akuntansi. Edisi Keempat. Cetakan Keempat. Jakarta: Salemba Empat Nazir Moh. 2005. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia

Robinson Richard B. 2009. Manajemen Strategis. Edisi ke 10. Salemba Empat: Jakarta

Romney, Marsal B. dan Paul John Steinbart. 2004. Accounting Information. Ahli Bahasa: Dewi Fitria Sari dan Deny Amos Kwary, Edisi Kesimbalan. Jilid 1, Jakarta: Salemba Empat.

Sawyer, Lawrence B, Dittenhofer Mortimer A, Scheiner James H, 2005, Internal Auditing, Diterjemahkan oleh: Desi Adhariani, Jilid 1, Edisi 5, Salemba Empat : Jakarta.

Soemarso S. R. (2004) Akuntansi Suatu Pengantar Ed, 5. Jakarta: Salemba Empat Sugiyono. 2012. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Cetakan 20, Alfa Beta Sugiyono. 2015. Statistik untuk Penelitian, cetakan 26, Alfa Beta

Suharsimi, Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Kualitatif Pendekatan Suatu Praktek. Jakarta

Suparjono. 2011. Sistem Akuntansi Penggajian Karyawan Pada BMT Mandiri Sejahtera Kecamatan Ungaran Timur.

Susanto, Azhar. 20009. Sistem Akuntansi Prosedur dan Metode. Yogyakarta: BPFE Suwarjono. (2003). Teori Akuntansi. Yogyakarta: BPFE

Warren, Carl S., James M. Reeve dan Philip E. Fess. 2006. Accounting: Pengantar Akuntansi. Jakarta.

Salemba Empat.

Referensi

Dokumen terkait

Istilah post optimality menunjukkan bahwa analisa ini terjadi setelah diperoleh solusi optimal, dengan mengasumsikan seperangkat nilai parameter yang digunakan dalam

Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penyambungan fiber konektor pada fiber FBG, pengukuran stabilitas laser dioda yang akan digunakan, pengukuran transmisi

Dalam penelitian ini masalah masalah yang akan diteliti adalah: Bagaimana pengaruh kegiatan penunjang agribisnis (subsidi pupuk, kredit usahatani dalam PUAP dan frekuensi

Sedangkan pada sistem pembebanan pembuktian terbalik, disamping cara menggunakan alat-alat bukti sebagaimana yang diatur dalam KUHAP, jaksa dapat menggunakan hasil pembuktian

Berdasarkan hasil yang diperoleh juga menunjukkan persentase penurunan bobot kering akar rumput lebih besar daripada persentase penurunan bobot kering tajuk pada setiap

disampaikan Jama’ah Tabligh dalam semua model interaksi sosial dakwah yaitu. model: infrodi, khususi, ijtima’i

dapat diketahui bahwa sikap responden mayoritas adalah dalam kategori sedang sebanyak 60 orang (64,5%), yang didukung oleh jawaban responden setuju terhadap dengan adanya

Pelanggaran akan kemanusiaan atau crimes of humanity sangatlah banyak kita jumpai di daerah timur tengah, termasuk di daerah Palestina.Seolah-olah daerah ini tetap jauh dari