• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Informasi Penjualan Lukisan Berbasis Web Pada Galery Stand 14

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Informasi Penjualan Lukisan Berbasis Web Pada Galery Stand 14"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Akhir

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan program Diploma III Jurusan Manajemen Informatika

Disusun oleh : Ardolin Simanungkalit

1.09.06.049

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)

iii

biasanya tidak hanya untuk promosi, namun juga kegiatan bisnis. E-commerce biasanya berkaitan dengan penjualan. Galery Stand 14 merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan lukisan sehingga sangat membutuhkan alternatif media pemasaran yang lebih luas seperti halnya website sekaligus untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Untuk itu dalam penulisan tugas akhir ini, penulis membuat website sebagai alternatif media promosi dan pemasaran dengan menyediakan layanan pemesanan produk lukisan secara online. Dalam perancangan website penulis menggunakan metode pengembangan waterfall. Untuk bahasa pemograman yang digunakan adalah PHP, dengan adobe dreamweafer CS3 sebagai editor sedangkan database yang digunakan adalah MySql.

Website dinilai efektif sebagai media alternatif untuk pemasaran dan sekaligus memberikan informasi terhadap masyarakat, selain itu dengan adanya sistem informasi penjualan dan pemesanan secara online ini, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Hal ini dilihat dari kebutuhan masyarakat terhadap informasi tentang seni lukis yang semakin lama semakin meningkat, sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang dapat melayani kebutuhan masyarakat tersebut. Salah satunya adalah dengan website.

(3)

iv

promotion, but also business activities. E-commerce is usually associated with the sale. Gallery Stand 14 is a company engaged in the sale of the painting so desperately need alternative broader marketing media such as websites at once to provide better service to customers.

Hence, in this thesis, the authors make a website as alternative promotion media by providing services and marketing the product order paintings online. In designing the website the author uses the method waterfall development. For the programming language used was PHP, and Adobe CS3 dreamweafer as editor while database used is MySql.

Website is an alternative media to market products, in addition to the online ordering system is expected to improve service to consumers. It is seen from the public demand for a product increases, and so we need a system that can serve the needs of the community. One of them with the website.

(4)

v

Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yesus Kristus atas limpahan berkat

selama ini, kebijaksanaan dan segala Rahmat dan Anugrah-Nya yang telah

diberikan, sehingga saya dapat menyelesaikan Tugas Akhir sebagai salah satu

syarat kelulusan pada program studi Diploma 3 pada Jurusan Manajemen

Informatika yang diwajibkan kepada setiap mahasiswa/i.

Saya selaku penyusun Tugas Akhir ini, pertama memohon maaf atas

segala kekurangan pada laporan penyusunan Tugas Akhir ini, dan mengharapkan

saran dan kritik yang membangun dari saudara-saudara sebagai pembaca, agar

saya dapat lebih baik pada penyusunan laporan yang selanjutnya.

Pada kesempatan ini juga, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh

pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberikan bantuan

dalam menyelesaikan penyusunan laporan ini. Terlebih kepada orang tua penulis,

saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu, atas segala

kasih sayang, doa, bimbingan, kesabaran, pengorbanan dan dukungan yang tiada

henti bagi penulis dalam menyelesaikan bangku kuliah, dan spesial juga buat

seseorang di Surga ( My Lovely Father ). Juga untuk abang dan kakak penulis:

Mangihut, Alle, dan Eva, saya ucapkan terima kasih untuk segala doa, dukungan

dan motivasinya selama ini, karena tanpa kalian saya tidak akan kuat.

Dalam kesempatan ini, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada :

1. Dr. Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc., selaku Rektor Universitas

(5)

vi

3. Dadang Munandar, SE., M.Si., selaku Ketua Jurusan Manajemen

Informatika Universitas Komputer Indonesia.

4. Deasy Permatasari, S.Si., M.T., selaku Dosen Wali MI-13 Angkatan 2006

yang telah banyak memberikan bimbingan selama masa perkuliahan.

5. Wahyu Nurjaya WK, S.T, M.Kom., selaku Dosen Pembimbing yang telah

memberikan banyak saran dalam penyusunan tugas akhir.

6. Seluruh Dosen yang telah membimbing dan membekali ilmu dan

pengetahuan selama perkuliahan dan untuk staff Sektariat Jurusan MI atas

bantuannya kepada Penulis selama ini.

7. Bapak Nana dan temannya di Galery Stand 14, yang telah memberikan

informasi tentang Galery tersebut dan membantu dalam menyelesaikan

tugas akhir ini.

8. Buat teman seperjuangan andre, danang, yandi, rido, andry ’ablay’ yang

banyak membantu dalam penyusunan Tugas Akhir ini.

9. Untuk semua anak-anak MI-13 angkatan 2006……geus kamarana

euyyy…???

10.Teman-teman Manajemen Informatika UNIKOM angkatan 2006.

11.Teman-teman (adik-adik) angkatan 2007, angkatan 2008, angkatan 2009

(6)

vii

Semoga Tuhan membalas segala kebaikan saudara-saudara semuanya atas

bantuan yang telah penulisa terima dan kiranya karya ini dapat memberikan

sumbangan yang berarti dalam bidang pendidikan, umumnya kepada semua para

pembaca dan khususnya bermanfaat bagi penulis sendiri.

Bandung, 28 Juni 2011

(7)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, semakin bertambah

pula kemampuan komputer dalam membantu menyelesaikan

permasalahan-permasalahan di berbagai bidang. Diantaranya pemanfaatan komputer untuk

menyediakan informasi dan meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Untuk itu

perlu dibuat sebuah sistem yang berbasis komputer yang akan membantu efisiensi

dan efektifitas kerja. Selain untuk menghemat waktu, keakuratan, ketelitian dan

ketepatan dalam penyajian laporan maupun informasi menjadi lebih terjamin

karena seluruh data yang ada dan berkaitan akan diolah secara sistematis dan

terstruktur. Sistem informasi dapat dijadikan salah satu alternative dalam

pengolahan seluruh data secara sistematis dan terstruktur. Dengan adanya sistem

informasi ini, perusahaan juga dapat menghemat banyak waktu dan dapat

memperoleh informasi data yang dimiliki dengan cepat dan data yang terbaru.

Masalah yang dihadapi oleh banyak perusahaan adalah pemasaran

penjualan yang terbatas. Salah satu cara meningkatkan luas daerah pemasaran

adalah dengan menggunakan internet. Pemakaian teknologi internet pada saat ini

telah sangat meluas dan memasyarakat. Teknologi internet yang berkembang

dengan pesat dirasakan sangat dibutuhkan di berbagai bidang usaha. Internet dapat

(8)

sehingga perusahaan dapat melakukan penjualan dan pemasaran dengan lebih

cepat tanggap, efektif, dan efisien.

Teknologi internet mempunyai efek yang sangat besar pada perdagangan

atau bisnis. Hanya dari rumah atau ruang kantor, calon pembeli dapat melihat

produk-produk pada layar komputer, mengakses informasinya, memesan dan

membayar dengan pilihan yang tersedia. Calon pembeli dapat menghemat waktu

dan biaya karena tidak perlu datang ke toko atau tempat transaksi sehingga dari

tempat duduk mereka dapat mengambil keputusan dengan cepat. Transaksi secara

online dapat menghubungkan antara penjual dan calon pembeli secara langsung

tanpa dibatasi oleh suatu ruang dan waktu.

Galery Stand 14 adalah suatu galery yang bergerak di bidang penjualan

lukisan, dimana lukisan-lukisan tersebut merupakan hasil karya sang pemilik yang

mempunyai aliran realisme. Galery ini awal mulanya didirikan pada tahun 2007,

bertujuan untuk mendapatkan penghasilan dari hasil penjualan lukisan tersebut.

Galery ini berada di salah satu pasar seni di kota Bandung, dan pemasarannya

selama ini hanya mencakup kepada pelanggan yang sedang berkunjung ke pasar

seni itu dan mengikuti beberapa pameran lukisan yang diselenggarakan di

Bandung maupun di Jakarta. Galery ini dapat menerima pesanan lukisan sebanyak

4 (empat) pesanan dalam 1 (satu) bulan, dan menjual lukisan yang dipajang

sebanyak 5 (lima) lukisan dalam 1 (satu) tahun dengan ukuran yang berbeda-beda.

Sistem penjualan yang berlangsung pada Galery Stand 14 sampai sekarang ini

adalah setiap pembeli harus mendatangi Galery secara langsung dan melakukan

(9)

ini berakibat terhadap tidak adanya efisiensi dan efektivitas pada jumlah biaya dan

waktu yang relatif tidak sedikit dan juga tempat yang terbatas yang dialami oleh

setiap pembeli. Disamping itu, karena sistem penjualan dan pemesanan yang

digunakan masih manual sehingga masih terdapat permasalahan dalam pembuatan

laporan dan penyimpanan data pada Galery Stand 14, dimana data-data transaksi

penjualan masih sering hilang dan mengalami penumpukan.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis membuat sebuah sistem

informasi yang berbasis web sebagai bahan tugas akhir dengan judul “ SISTEM INFORMASI PENJUALAN LUKISAN BERBASIS WEB PADA GALERY STAND 14 “.

1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang diatas, dapat diidentifikasi permasalahan

yang terjadi pada sistem penjualan lukisan yang ada yaitu :

1. Adanya kesulitan dalam melakukan pemasaran untuk jangkauan yang

lebih luas.

2. Sistem penjualan dan pemesanan yang digunakan masih manual

sehingga masih terdapat permasalahan dalam pembuatan laporan dan

penyimpanan data, dimana data-data transaksi penjualan dan pemesanan

(10)

Rumusan masalah dari penelitian yang dilakukan diantaranya yaitu :

1. Bagaimana bentuk rancangan sistem informasi pada Galery Stand 14?

2. Bagaimana bentuk aplikasi program komputer berbasis web yang dapat mendukung kegiatan promosi pemasaran di Galery Stand 14?

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian

Berdasarkan masalah yang penulis identifikasi, maka maksud Tugas Akhir

ini adalah :

1. Ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas keberadaan Galery Stand

14 melalui website yang ada.

2. Ingin membangun sistem pemasaran dan penjualan yang lebih baik dari

sistem yang ada sebelumnya.

Adapun tujuan pembuatan Tugas Akhir ini yaitu untuk memenuhi

kebutuhan Galery Stand 14 yaitu :

1. Untuk memperkenalkan secara tidak langsung kepada masyarakat luas

tentang keberadaan Galery Stand 14 melalui website.

2.

Untuk membentuk rancangan sistem informasi berbasis web pada Galery Stand 14, sehingga masalah-masalah yang terjadi pada proses penjualan

dan pemasaran dapat diminimalisir atau dihilangkan.

1.4. Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian terbagi menjadi ke dalam 2 bagian diantaranya

(11)

1.4.1. Kegunaan Praktis

1. Dengan terbentuknya Aplikasi penjualan berbasis Web ini diharapkan dapat memperluas pemasaran produk, sekaligus dapat memperkenalkan

keberadaan Galery Stand 14 baik ke pasaran nasional maupun ke

pasaran Internasional.

2. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas

pelayanan pada galery tersebut, terutama pada bagian pemasaran dan

penjualannya.

1.4.2. Kegunaan Akademis

1. Dapat mengembangkan ilmu yang dimiliki oleh penulis yang di peroleh

dari perkuliahan.

2. Bertambahnya pengalaman dan wawasan tentang pembuatan Aplikasi

penjualan berbasis Web.

1.5 Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan tujuan penelitian diatas, maka dalam

memperjelas permasalahan dan pencarian solusi dari masalah yang dikaji, maka

permasalahan dan pencarian solusinya sebagai berikut :

1. Konsumen harus melakukan registrasi terlebih dahulu apabila akan

melakukan pemesanan melalui website Galery Stand 14.

2. Proses pembayaran hanya bisa dilakukan dengan cara transfer uang

(12)

4. Pemasaran untuk saat ini hanya melayani pulau Jawa saja.

5. Pemesanan lukisan hanya berdasarkan daftar produk atau katalog yang

ada di website.

6. Produk yang dijual hanya lukisan yang beraliran realis, naturalis,

kubisme, dekoratif, dan naturalis dekoratif.

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian bertempat di Galery Stand 14 yang beralamat di Jalan

Tamansari no. 14 Tamansari Bandung Jawa Barat pada tanggal 15 Februari 2010.

Tabel 1.1. Tabel Waktu Penelitian

(13)

BAB II

LANDASAN TEORI

Pada bab ini penulis akan menjelaskan beberapa teori yang berkaitan

dengan permasalahan yang akan dibahas sebagai dasar dalam pemahaman sebuah

sistem serta metode yang dipakai untuk kegiatan pengembangan terhadap sistem

itu sendiri.

2.1. Pengertian Sistem

Sistem adalah kumpulan dari sub sistem/komponen apapun baik fisik

ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama

secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu. Dr.Azhar Susanto

(2004:18).

2.1.1. Karakteristik Sistem

Menurut Jogiyanto (2005:684), sistem mempunyai karakteristik atau

sifat-sifat yang tertentu, antara lain :

a. Komponen

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,

yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.

Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem

(14)

b. Batas sistem

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem

dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem

ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas

sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. c. Lingkungan luar sistem

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem

yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat

menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.

d. Penghubung sistem

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan

subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan

sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya.

e. Masukan sistem (input)

Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat

berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energy yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energy yang diproses untuk didapatkan keluaran.

f. Keluaran sistem (output)

Keluaran adalah hasil dari energy yang diolah dan diklasifikasikan

menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat

(15)

g. Pengolahan sistem (procces)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu

sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan

menjadi keluaran.

h. Sasaran sistem

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak

aka nada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan

yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu

sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

2.1.2. Klasifikasi sistem

Sistem dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa sudut pandang, yaitu :

1. Sistem terbuka dan tertutup.

Sebuah sistem dikatakan terbuka menurut Ludwig Von Bertalanffy bila

aktivitas di dalam sistem tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya, sedang

suatu sistem dikatakan tertutup bila aktivitas-aktivitas di dalam sistem

tersebut tidak terpengaruh oleh perubahan yang terjadi di lingkungannya.

Dr.Azhar Susanto.Mbus, Ak (2004:18).

2. Sistem buatan Tuhan dan buatan manusia.

Sistem alam yaitu sistem yang terjadi melalui proses alam/buatan Tuhan

(16)

Sistem buatan manusia : sistem yang dirancang oleh manusia (sistem

motor).

3. Sistem berjalan dan koseptual.

Sistem berjalan : sistem yang digunakan pada saat ini.

Sistem konseptual : sistem yang menjadi harapan atau masih di atas kertas.

4. Sistem sederhana dan sistem komplek.

Sistem sederhana : sistem yang memiliki sedikit tingkatan dan sub sistem.

Sistem komplek : sistem yang memiliki banyak tingkatan dan subsistem.

5. Sistem yang kinerjanya dapat dan tidak dapat dipastikan.

Sistem yang dapat dipastikan : dapat ditentukan pada saat sistem akan dan

sedang dibuat.

Sistem yang tidak dapat dipastikan : sistem yang tidak dapat ditentukan

dari awal, tergantung pada situasi yang dihadapi.

6. Sistem sementara dan sistem selamanya.

Sistem sementara : sistem yang hanya digunakan untuk periode waktu

tertentu.

Sistem selamanya : sistem yang digunakan selama-lamanya untuk waktu

yang tidak ditentukan.

7. Sistem fisik dan non fisik (abstrak).

Sistem fisik : sistem yang dapat diraba.

Sistem non fisik (abstrak) : sistem yang tidak dapat diraba.

8. Sistem, subsistem, supersistem.

(17)

Supersistem : sistem yang lebih besar dalam sebuah sistem.

9. Sistem yang bisa beradaptasi/adaptif dan sistem yang tidak dapat

beradaptasi.

Sistem yang bisa beradaptasi/adaptif : sistem yang bisa menyesuaikan

terhadap perubahan lingkungan.

Sistem yang tidak bisa beradaptasi : sistem yang tidak bisa menyesuaikan

terhadap perubahan lingkungan.

2.2 Pengertian Informasi

Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam

suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang

menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Jogiyanto (2005:692).

2.2.1. Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :

1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak

bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas

mencerminkan maksudnya.

2. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak

boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai

lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan

keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat

(18)

3. Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk

pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang

lainnya berbeda.

2.2.2. Nilai Informasi

Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif

dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Kegunaan informasi adalah untuk

mengurangi hal ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang

sesuatu keadaan.

2.3 Sistem Informasi

Sistem informasi adalah kumpulan dari subsistem apapun baik fisik

ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara

harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang

berarti dan berguna.

Menurut Laudon, sistem informasi merupakan komponen-komponen yang

saling berhubungan dan bekerjasama untuk mengumpulkan, memproses,

menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan

keputusan, koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran aktivitas

(19)

Gambar.2.1Konsep Sistem Informasi

(Sumber : http://apr11-si.comuf.com/SI.pdf/Sistem Informasi/)

2.3.1. Komponen Sistem Informasi

Menurut Jogiyanto (2005:698), sistem informasi terdiri dari

komponen­komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang

terdiri dari :

1. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input di

sini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang

akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model

Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan

model matematik yang akan memanipulasi data input dan data

yang tersimpan di basis data dengan cara yang

(20)

3. Blok Keluaran

Produk dari system informasi adalah keluaran yang merupakan

informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk

semua tingkatan manajemen serta semua pemakai system.

4. Blok Teknologi

Teknologi merupakan “kotak alat” (tool-box) dari pekerjaan system informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan

model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan

mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari system

keseluruhan.

5. Blok Basis Data

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan

satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras computer dan

digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu

disimpan di dalam dasar data untuk keperluan penyediaan informasi

lebih lanjut.

6. Blok Kendali

Untuk supaya system informasi dapat berjalan sesuai dengan yang

diinginkan, maka perlu diterapkan pengendalian-pengendalian di

(21)

2.3.2 Elemen Sistem Informasi 1. Manusia

Manusia atau personil yang dimaksudkan yaitu operator komputer,

analisis sistem, programmer, personil data entry, dan manajer

sistem informasi/EDP.

2. Prosedur

Prosedur merupakan elemen fisik. Hal ini di sebabkan

karenaprosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku

panduan dan instruksi. Ada 3 jenis prosedur yang dibutuhkan,

yaitu instruksi untuk pemakai, instruksi untuk penyiapan masukan,

instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer.

3. Perangkat keras (Hardware)

Perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas computer

(pusat pengolah, unit masukan/keluaran), peralatan penyiapan data,

dan terminal masukan/keluaran).

4. Perangkat lunak (software)

Perangkat lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama :

a. Sistem perangkat lunak umum, seperti sistem pengoperasian

dan sistem manajemen data yang memungkinkan

(22)

b. Aplikasi perangkat lunak umu, seperti model analisis dan

keputusan.

c. Aplikasi perangkat lunak yang terdiri atas program yang

secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi.

5. Basis Data

File yang berisi program dan data dibuktikan dengan

adanya media penyimpanan secara fisik seperti disket, harddisk,

magnetic tape, dan sebagainya.

6. Jaringan komputer

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer

dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan.

7. Komunikasi data

Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi

yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau

pemindahan data dan informasi diantara komputerkomputer

dan piranti­piranti yang lain dalam bentuk digital yang

dikirimkan melalui media komunikasi data

2.4 Pengertian Basis Data

Basis Data terdiri atas dua kata, yaitu Basis dan Data. Basis kurang lebih

dapat diartikan sebagai markas atau gudang, sedangkan data representasi fakta

(23)

konsep, keadaan dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, teks,

simbol, gambar, bunyi dan kombinasinya.

Menurut Fathansyah (2004:2) basis data sendiri dapat didefinisikan dalam

beberapa sudut pandang, seperti:

a. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.

b. Kumpulan data yang saling berhubungan yang saling disimpan secara bersama sedemikian rupa tanpa pengulangan (redudansi) yang tidsk perlu untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

c. Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik.

2.4.1. Operasi basis data

Operasi-operasi basis data yang dapat kita lakukan berkenaan dengan basis

data meliputi :

a. Pembuatan basis data baru

b. Penghapusan basis data baru

c. Penghapusan file atau tabel baru ke suatu basis data

d. Penambahan atau pengisian data baru ke sebuah file atau tabel di

sebuah basis data

e. Pengambilan data dari sebuah file atau tabel

f. Pengubahan data dari sebuah file atau tabel

(24)

2.4 Pengertian Internet

Internet “induk dari semua jaringan”: internet adalah jantung era

informasi. Internet singkatan dari International Network. Internet merupakan jaringan komputer raksasa yang mengintegrasikan ribuan jaringan komputer

diseluruh dunia dengan 4.000.000 host/induk komputer. Munculnya internet di

awali sejak saat departemen pertahanan Amerika Serikat membentuk suatu

jaringan komputer (kurang lebih 4 buah) yang dapat menghubungkan dengan para

ilmuwan dan professor dari berbagai perguruan tinggi tertentu di seluruh dunia

yang disebut sebagai ARPANET.

2.5.1 World Wide Web (WWW)

World wide web merupakan sistem yang secara universal dapat menerima

standar untuk membaca, memformat dan menayangkan informasi berdasarkan

arsitektur client/server. Awalnya digunakan untuk melakukan komunikasi dan

saling member ide atau informasi tentang proyek tertentu pada lokasi yang saling

berjauhan.

World wide web menggabungkan teks, grafik, suara secara bersama-sama

untuk menangani semua jenis komunikasi digital yang membuatnya mudah untuk

dapat berkomunikasi dengan bagian lain di penjuru dunia. WWW menggunakan

graphical user intergace-GUI (layar monitor berbasis grafik) untuk mempermudah

pengoperasiannya. WWW dibangun berbasis hypertext atau hypertext markup

(25)

hubungan (link) dengan dokumen dan gambar yang tersimpan dalam komputer

lain.

2.5.2 HTML ( Hyper Text Markup Language )

HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai

informasi di dalam sebuah browser Internet. Bermula dari sebuah bahasa yang

sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut

dengan SGML(Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat

ini merupakan standar internet yang didefinisikan dan dikendalikan

penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C).

2.6 Perangkat lunak pendukung

Perangkat lunak yang digunakan dalam pembuatan sistem yang baru

adalah perangkat lunak yang mendukung aplikasi web beserta bahasa

pemogramannya.

2.6.1 Apache

Apache adalah sebuah nama web server internet yang mampu melayani

koneksi transter data dalam protocol HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Web server merupakan server yang dapat dikatakan sebagai tulang punggung bagi

semua pengguna internet. Hal ini dikarenakan web server bukan hanya bisa dapat

(26)

format-format data dalam bentuk gambar, baik gambar dalam bentuk 2D atau 3D,

suara dan juga dapat berinteraksi dalam dunia wireless internet dengan

menjadikannya sebagai Wireless Access Protocol Gateaway dan sebagainya.

Apache web server memiliki beberapa program pendukung, antara lain :

a. Kontrol Akses.

b. Common Gateaway Interface.

c. PHP (Personal Home Page).

d. SSI (Server Side Include).

2.6.2 PHP ( Personal Home Page )

PHP merupakan bahasa pemrograman server side yang paling popular dan

banyak digunakan. Pada awalnya PHP memiliki singkatan Personal Home Page tool yang pertama kali dibuat oleh Rasmus Ledford. Namun sekarang PHP sudah dibuat dan dilengkapi oleh banyak pihak sehingga mengalami perkembangan yang

sangat pesat. Singkatannya juga telah berubah menjadi singkatan berulang yakni

PHP Hypertext Preprocessor.

Dengan adanya PHP, dunia situs web menjadi lebih menarik dan interaktif

karena dengan menggunakan PHP, para pengunjung bisa saling berkomunikasi

satu sama lain. Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh PHP :

1. Mendukung penggunaan cookies.

2. Memiliki fitur dalam menangani season.

3. Mendukung integrasi dengan database.

(27)

5. Penanganan kesalahan yang dibuat secara bertingkat.

2.6.3 Database MYSQL

Server database pada dasarnya berfungsi untuk mengelola, memproses dan

menampung berbagai macam data. Dalam bahasa SQL data akan diatur dalam

baris dan kolom pada tabel, karena pada database didalamnya pasti akan kita

temukan beberapa tabel. Ada banyak server database yang bisa digunakan, namun

salah satu server database yang popular dan banyak digunakan orang adalah

MySQL. Selain karena bisa didapat dengan mudah dan gratis, MySQL juga dapat

berjalan pada sistem operasi apapun. Berikut ini beberapa kelebihan yang dimiliki

MySQL :

1. Program database MySQL memang merupakan pasangan setia yang sering

diintegrasikan dengan Apache.

2. MySQL memiliki kemampuan server multithread sehingga dapat menangani

banyak permintaan (request) layanan secara bersamaan.

3. Dapat berjalan pada banyak sistem operasi (linux, windows, Sun OS, Max

OS).

4. Memiliki metode enkripsi yang baik.

5. Mampu menangani data yang besar dan banyak.

6. Menggunakan autentikasi pengguna (user) dan kata sandi (password) sehingga

(28)

2.7 Pengertian Adobe Dreamweaver

Macromedia Dreamweaver adalah sebuah HTML editor profesional untuk

mendesain secara visual dan mengelola situs web maupun halaman web.

Bilamana kita menyukai untuk berurusan dengan kode-kode HTML secara

manual atau lebih menyukai bekerja dengan lingkungan secara visual dalam

melakukan editing, Dreamweaver mambuatnya menjadi lebih mudah dengan

menyediakan tool-tool yang sangat berguna dalam peningkatan kemampuan dan

pengalaman kita dalam mendesain web.

Teknologi Dreamweaver Roundtrip HTML mampu mengimpor dokumen

HTML tanpa perlu memformat ulang kode tersebut dan kita dapat menggunakan

Dreamweaver pula untuk membersihkan dan memformat ulang HTML bila kita

menginginkannya. Selain itu Dreamweaver juga dilengkapi kemampuan

manajemen situs, yang memudahkan kita mengelola keseluruhan elemen yang ada

dalam situs. Kita juga dapat melakukan evaluasi situs dengan melakukan

pengecekan broken link, kompatibilitas browser, maupun perkiraan waktu

download halaman web.

2.8 Pengertian jaringan

Secara umum, dasar pembentuk jaringan adalah adanya komunikasi antara

objek satu dengan yang lain. Dengan system komunikasi yang terstruktur,

objek-objek tersebut akan saling memahami dan terkoneksi. Selain itu terdapat konsep

berbagi pakai/sharing. Sharing dapat berupa bagi pakai resource data maupun

(29)

jaringan akan terintegrasi membentuk sebuah internetworking yang tidak terbatasi

oleh letak absolute computer satu dengan yang lain.

Ada 3 hal yang harus dipahami dalam jaringan komputer, yaitu

standarisasi, protocol dan konsep berbagi pakai. Unsur terkecil dalam jaringan

computer adalah komunikasi dari satu titik ke titik yang lain, atau disebut point to point, dimana pengguna dapat melakukan komunikasi serta terkoneksi bersama dalam sebuah sirkuit komunikasi.

2.8.1 Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah bentuk atau konfigurasi dari system jaringan.

Empat topologi jaringan yang umum digunakan, antara lain :

a. Star Network yaitu konfigurasi jaringan komputer yang berbentuk bintang.

b. Bus Network yaitu konfigurasi jaringan komputer yang berbentuk garis.

c. Ring Network yaitu konfigurasi jaringan komputer yang tidak berpusat

pada induk computer.

d. Hybird Network yaitu konfigurasi jaringan komputer yang merupakan

gabungan dari berbagai konfigurasi.

2.8.2 Jenis-jenis Jaringan

Jaringan komputer berdasarkan geografisnya dapat dibedakan :

a. Local Area Network (LAN)

Local Area Network merupakan jaringan yang ada pada lokasi tertentu,

misalnya satu ruang atau satu gedung. Jadi LAN bisa merupakan satu

jaringan atau gabungan dari beberapa sistem jaringan yang terpadu.

(30)

Wide Area Network merupakan jaringan yang tersebar kebeberapa

lokasi, bisa terdiri dari satu sistem jaringan dan juga bisa merupakan

gabungan dari beberapa sistem jaringan. Beberapa aplikasi lain dari

WAN adalah Metropolitan Area Network (MAN).

2.9 E-commerce

E-commerce merupakan aplikasi sistem informasi berbasis elektronik

(lebih popular berbasis internet) yang digunakan untuk melayani transaksi baik

secara internal maupun eksternal bagi perusahaan. Sedangkan menurut Mc Leod

(2004:311) adalah penggunaan jaringan komunikasi dan komputer untuk

melakukan proses bisnis.

E-commerce memungkinkan konsumen dan produsen dapat melakukan

transaksi seperti melakukan pemesanan atau pembelian tanpa harus bertemu.

Menjalankan e-commerce juga memungkinkan jangkauan suatu perusahaan tidak

dibatasi oleh area atau wilayah negara, karena aplikasi e-commerce bekerja

dengan grafik maka untuk menerapkannya perlu infrastruktur yang memadai

terutama jaringan komunikasi.

2.10 Pengertian Penjualan

Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan

rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan

keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba.

Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat

(31)

mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang

dihasilkan.

2.11 Pengertian Seni Lukis

Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar

pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh

dari menggambar. Sedangkan lukisan meruapakan karya seni yang proses

pembuatannya dilakukan dengan meletakkan pewarna (pigmen) cair dalam pelarut

(atau medium) dan agen pengikat (lem) kepada permukaan (penyangga) seperti

kertas, kanvas, atau dinding. Manusia telah melukis selama 6 kali lebih lama

berbanding penggunaan tulisan. Sebagai contoh lukisan-lukisan yang berada di

(32)

BAB III

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1. Objek Penelitian

Objek penelitian yang diteliti oleh penulis adalah Galery Stand 14 yang

beralamat di Jl. Tamansari No.14 Bandung, Jawa Barat. Adapun penjelasan

mengenai objek penelitian adalah sebagai berikut :

3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan

Galery Stand 14 awalnya didirikan pada tahun 2007 oleh seorang

pelukis yang berasal dari kota Tasikmalaya bernama Pak Nana bersamaan pada

saat dibukanya salah satu pasar seni di kota Bandung. Awal didirikannya Galery

tersebut bermula dari keinginannya untuk menyalurkan bakat melukis yang

memang sudah dimilikinya semenjak dari kecil. Disamping untuk memperoleh

pendapatan dari hasil lukisan yang akan terjual, Pak Nana juga ingin meniti karir

di bidang seni lukis dengan mengikuti berbagai ajang lomba melukis dan juga

mengikuti pameran-pameran lukisan baik yang diselenggarakan di tingkat daerah

(33)

Aliran-aliran lukisan yang ada di Galery Stand 14, antara lain :

1. Aliran Realis, artinya aliran seni luki yang menampilkan suatu subjek

dalam kehidupan nyata/real.

2. Aliran Ekspresionisme, artinya aliran seni lukis yang menggambarkan

kenyataan tetapi mengutamakan kebebasan dalam bentuk dan warna dalam

mencurahkan luapan emosi.

3. Aliran Kubisme, artinya aliran seni lukis yang menggambarkan suatu objek

dengan bentuk-bentuk geometri.

4. Aliran Naturalisme, artinya aliran seni lukis yang melukiskan segala

sesuatu sesuai dengan alam nyata.

3.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

Visi dan misi Galery Stand 14 adalah untuk mengembangkan perusahaan

tersebut dan sekaligus memperkenalkan karya-karya seni lukis Galery Stand 14

yang merupakan hasil kary Pak Nana sendiri kepada masyarakat luas dengan

mengikuti berbagai pameran lukisan yang diselenggarakan ditingkat daerah

(34)

3.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan

Adapun struktur organisasi dari Galery Stand 14 adalah sebagai berikut :

Gambar 3.1Struktur Organisasi Galery Stand 14

(Sumber : Galery Stand 14)

3.1.4 Deskripsi Tugas

Dari bagan struktur organisasi pada gambar 3.1 maka dapat dijelaskan

mengenai Tugas Pokok dan Fungsi setiap bagan antara lain sebagai berikut:

1. Pemilik

a. Melakukan pemeriksaan pendapatan laba/rugi pada Galery Stand 14.

b. Melakukan pemeriksaan laporan penjualan/transaksi yang terjadi di

Galery Stand 14 setiap bulan.

c. Mengawasi bagian penjualan dalam melayani konsumen.

2. Bagian Penjualan

a. Membuat laporan penjualan dalam satu bulan dari transaksi yang

terjadi.

b. Bertanggung jawab dalam menangani transaksi kepada konsumen.

(35)

d. Melayani serta mengawasi konsumen yang berkunjung.

3. Bagian Gudang

a. Melakukan pemeriksaan stok lukisan.

b. Membuat laporan stok barang.

c. Melakukan pengiriman barang ke konsumen yang melakukan

pembelian.

3.2 Metode Penelitian

3.2.1 Desain Penelitian

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif

dan tindakan (action research).

“Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk

mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan

gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan”.

Sedangkan metode tindakan (action research) yaitu: penelitian yang digunakan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru, cara

pendekatan baru, atau produk pengetahuan yang baru dan untuk memecahkan

(36)

3.2.2 Jenis dan Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan memadukan

data dari sumber data primer dan sumber data sekunder yang menunjang kepada

tujuan dan sasaran tugas akhir. Untuk lebih jelasnya diuraikan secara berikut :

3.2.2.1 Sumber Data Primer

Metode pengumpulan data primer dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Wawancara

Melakukan komunikasi/perbincangan secara langsung dengan Pak Nana

yang merupakan pemilik dari Galery Stand 14 mengenai sejarah

terbentuknya dan struktur organisasi yang ada di Galery Stand 14 serta

tahap-tahap apa yang dilakukan untuk memulai mengerjakan sebuah

lukisan.

b. Observasi

Mengamati secara langsung proses transaksi pada Galery Stand 14 untuk

memperoleh gambaran yang jelas mengenai objek yang diteliti.

c. Quesioner

Melakukan tanya jawab secara lisan dan tulisan kepada pemilik perusahaan.

3.2.2.2 Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder diambil dari internet yang berhubungan dengan

(37)

jaringan komputer dan melakukan pengambilan foto setiap lukisan yang ada di

Galery Stand 14 sebagai dokumentasi penelitian tugas akhir ini.

3.2.3 Metode Pendekatan dan Pengembangan Sistem

Metode pendekatan sistem merupakan salah satu cara penyelesaian suatu

persoalan yang dimulai dengan dilakukannya identifikasi terhadap sejumlah

kebutuhan-kebutuhan, sehingga dapat menghasilkan suatu operasi dari sistem

yang dianggap efektif. Sedangkan metode pengembangan sistem terdiri dari

beberapa kegiatan yang dapat dikelompokkan menjadi beberapa tahapan, yang

membantu kita dalam pengembangan sistem.

3.2.3.1 Metode Pendekatan Sistem

Metode pendekatan sistem yang digunakan adalah berorientasi pada data,

yaitu menekankan pada karakteristik data yang akan diproses.Metode pendekatan

sistem merupakan salah satu cara penyelesaian persoalan yang dimulai dengan

dilakukannya identifikasi terhadap adanya sejumlah kebutuhan-kebutuhan,

sehingga dapat menghasilkan suatu operasi dari sistem yang dianggap efektif.

Metode yang digunakan dalam pendekatan sistem yaitu metode

pendekatan terstruktur adalah sebagai berikut :

1. Perancangan proses

a. Flowmap

b. Data Flow Diagram

(38)

2. Perancangan Basis Data

a. Perancangan input dan output

b. Pengkodean

c. Struktur Menu

d. Kebutuhan sistem

3.2.3.2 Metode Pengembangan Sistem

Metode Pengembangan Sistem terdiri dari sederetan kegiatan yang dapat

dikelompokan menjadi beberapa tahapan, yang membantu kita dalam

pengembangan sistem.

Suatu penelitian tidak berjalan dengan baik apabila tidak dilakukan dalam

suatu proses yang teratur dan terarah. Oleh karena itu diperlukan suatu metodelogi

untuk melaksanakan suatu penelitian. Metodelogi yang digunakan pada

perancangan perangkat lunak didasarkan pada Paradigma Rekayasa Perangkat

Lunak.

Metode yang dipakai untuk metode penyelesaiannya adalah model

(39)

1. Sistem Enginering

Dalam tahap ini, yang dilakukan penulis adalah mengumpulkan data yang

bertujuan untuk memudahkan dalam pembuatan sistem informasi.

2. Analisis

Pada tahap ini, penulis menganalisis data yang terkumpul dan mempelajari

data apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan sistem informasi ini. Dengan

menganalisis data yang terkumpul dan mempelajari data apa saja yang

dibutuhkan diharapkan bisa mempermudah dalam pembuatan sistem

informasi.

3. Design

Dalam tahap design ini yang dilakukan adalah mendesign struktur data,

arsitektur Perangkat lunak dan perincian prosedur. Pada tahap design ini maka

akan terlihat gambaran atau rancangan sistem informasi yang dibuat.

4. Coding

Pada tahap ini yang dilakukan adalah membuat kode atau rumusan yang

bisa dimengerti oleh mesin dan bisa dieksekusi oleh komputer. Yang menjadi

target tahap coding adalah menuliskan program secara rinci pada setiap

(40)

5. Testing

Setelah kode program selesai dibuat dan program dapat berjalan, testing

dapat dimulai. Testing difokuskan pada logika internal dari perangkat lunak,

fungsi eksternal, dan mencari segala kemungkinan kesalahan. Dan memeriksa

apakah sesuai dengan hasil yang diinginkan.

6. Maintenance

Perangkat lunak setelah diberikan pada pelanggan, mungkin dapat ditemui

error ketika dijalankan dilingkungan pelanggan. Atau mungkin pelanggan meminta penambahan fungsi, hal ini menyebabkan faktor pemeliharaan ini

menjadi penting dalam penggunaan metode ini. Pemeliharaan ini dapat

berpengaruh pada semua langkah yang dilakukan sebelumnya.

Gambar 3.2Model Waterfall

(41)

3.2.3.3 Alat Bantu Analisis dan Perancangan

Adapun alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Flow Map

Diagram alir dokumen (flowmap) merupakan gambaran hubungan antara entitas yang terlihat berupa aliran-aliran dokumen yang ada. Bagan alir dokumen disebut juga bagan alir formulir yang

merupakan bagan alir yang menunjukkan arus laporan dan formulir.

2. Diagram Kontek

Diagram konteks merupakan alat struktur analisis. Pendekatan

terstruktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem secara garis besar

atau secara keseluruhan. Diagaram konteks adalah kasus khusus dari

data alir diagram atau bagian dari data alir diagram yang berfungsi

memetakan modul lingkungan yang di representasikan dengan

lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem.

Pada diagram konteks ini sistem informasi yang dibuat akan

menghasilkan sumber informasi yang dibutuhkan dan tujuan informasi

yang dihasilkan serta menggambarkan sistem yang sedang berjalan,

(42)

3. Data Flow Diagram

Diagram arus data sering digunakan untuk menggambarkan suatu

sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara

logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut

akan disimpan. Diagram arus data merupakan alat yang sangat populer

pada saat ini.

Pada bagian ini merupakan penurunan dari diagram konteks.

Data Flow Diagram merupakan alat yang digunakan pada metodologi

pengembangan sistem yang terstruktur, dan dapat menggambarkan

aliran data didalam sistem yang jelas. Pembuatan DFD yang sedang

berjalan ini bertujuan untuk menggambarkan sistem yang sedang

berjalan sebagai jaringan kerja antar proses yang berhubungan satu

sama lain dengan aliran data yang ada di dalam sistem.

4. Kamus Data

Kamus data adalah data directory atau disebut juga dengan istilah

system Data Directory adalah katalog kata fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi.

Dengan menggunakan kamus data, dapat mengetahui data yang

mengalir di sistem dengan lengkap. Kamus data dapat digunakan

dengan dua tahap yaitu tahap analisis dan perancangan sistem. Pada

tahap menganalisis suatu sistem, kamus data dapat digunakan sebagai

(43)

masuk ke dalam sistem dan informasi yang dibutuhkan dalam sistem.

Sedangkan dalam tahap perancangan sistem, kamus data digunakan

untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan data base.

5. Perancangan Basis Data

a. Normalisasi

Normalisasi merupakan cara atau proses untuk

mengidentifikasi tabel kelompok atribut yang memiliki

ketergantungan yang sangat tinggi antara satu atribut dengan

atribut lainnya.

Perancangan basis data diperlukan agar kita bisa memiliki

basis data yang kompak dan efisien dalam ruang penyimpanan,

cepat dalam mengakses dan mudah dalam pemanipulasian (ubah,

tambah, hapus) data.

Langkah-langkah pembentukan normalisasi antara lain :

1. Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)

Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam,

tidak ada keharusan mengikuti format tertentu, dapat saja data

tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya

sesuai dengan saat menginput.

2. Bentuk Normal Pertama (1NF / First Normal Form)

Pada tahap ini dilakukan penghilangan beberapa group

(44)

berinteraksi di antara setiap baris pada suatu tabel, dan setiap

atribut harus mempunyai nilai data.

3. Bentuk Normal Kedua (2 NF/ Second Normal Form)

Pada tahap normal kedua haruslah sudah ditentukan

primary keynya. Primary key tersebut haruslah lebih

sederhana, lebih unik, dapat mewakili atribut lain yang

menjadi anggotanya, dan lebih sering digunakan pada tabel /

relasi tersebut.

4. Bentuk Normal Ketiga (3NF / Third Normal Form)

Aturan normalisasi ketiga berbunyi bahwa relasi haruslah

dalam bentuk normal kedua dan tidak boleh ada

kebergantungan antara field-field non-kunci (kebergantungan

transitif).

b. Tabel Relasi

Dalam sebuah database, setiap table memiliki sebuah filed

yang memiliki nilai unik untuk setiap field baris. Field ini

ditandai dengan icon bergambar kunci didepan namanya, baris

baris yang berhubungan pada tabel mengulangi kunci primer

(primary key) dari baris yang dihubungkanya pada tabel lain,

salianan dari kunci primer didalam tabel tabel yang lain disebut

dengan kunci asing. Kunci asing ini tidak perlu bersipat unik dan

(45)

field merupakan kunci asing adalah jika dia sesuai dengan kunci

primer pada tabel ini.

Pada relasi table terdapat 3 macam hubungan yaitu :

a. One to one

Tingkat hubungan ini menunjukkan hubungan satu ke satu,

dinyatakan dengan satu kejadian pada entitas pertama, dan hanya

mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas

yang kedua dan sebaliknya.

Artinya setiap tupelo pada entitas A berhubungan dengan

paling banyak satu tupelo pada entitas B, dan begitu juga

sebalikknya setiap tupelo pada entitas B berhubungan dengan

paling banyak satu tupelo pada entitas A.

b. One to many / many to one

Tingkat hubungan dari satu ke banyak adalah sama dengan

banyak kesatu, tergantung dari arah mana hubungan tersebut

dilihat. Untuk satu kejadian pada entitas yang pertama dapat

mempunyai banyak hubungan dengan kejadian pada entitas

kedua. Sebaliknya, satu kejadian pada entitas kedua hanya dapat

mempunyai satu hubungan dengan satu kejadian pada entitas

(46)

c. Many to many

Tingkat hubungan dari banyak ke banyak terjadi jika tiap

kejadian pada sebuah entitas akan mempunyai banyak hubungan

dengan kejadian pada entitas lainnya, dilihat dari sisi entitas yang

pertama maupun dilihat dari sisi entitas yang kedua.

Artinya setiap tupel pada entitas A dapat berhubungan

dengan banyak tupel pada entitas B, dan sebaliknya, di mana

setiap tupelo pada entitas B dapat berhubungan dengan banyak

tupelo pada entitas A.

3.2.4 Pengujian Software

Perangkat lunak dapat diuji dengan dua cara, yaitu :

1. Pengujian dengan menggunakan data uji untuk menguji semua elemen

program (data internal, loop, logika, keputusan dan jalur). Data uji dibangkitkan dengan mengetahui struktur internal (kode sumber) dari

perangkat lunak.

2. Pengujian dilakukan dengan mengeksekusi data uji dan mengecek apakah

fungsional perangkat lunak bekerja dengan baik. Data uji dibangkitkan dari

(47)

BAB IV

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan

Analisis sistem yang sedang berjalan membahas mengenai analisis sistem

penjualan lukisan yang sedang berjalan di Galery Stand 14. Sistem penjualan yang

dipakai oleh Galery Stand 14 masih menggunakan sistem manual sampai pada

saat ini, yang mempunyai resiko hilangnya data-data laporan penjualan yang telah

disimpan. Dalam hal penjualan produknya, Galery Stand 14 ini hanya

memproduksi lukisannya sendiri tanpa mendatangkan dari pelukis lain ataupun

supplier. Setelah pelukis/pemilik menyelesaikan lukisannya, lukisan akan

diserahkan ke bagian gudang, dan bagian gudang akan melakukan pengupdatean

persediaan lukisan yang ada digudang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui

lukisan yang sudah ada di gudang dan lukisan yang baru masuk ke gudang.

Kemudian bagian gudang akan membuat daftar lukisan yang masuk dan

menggabungkannya dengan daftar persediaan lukisan yang telah ada di gudang.

Dari bagian gudang, laporan persediaan lukisan diserahkan ke ketua dan

ke bagian penjualan untuk dijadikan pendukung dalam melayani konsumen

Bagian penjualan yang menerima order pembelian dari konsumen akan

melakukan pengecekan terhadap permintaan konsumen, jika jenis lukisan yang

diminta oleh konsumen tidak ada dalam daftar laporan persediaan, maka bagian

penjualan akan memberitahukannya kepada konsumen bahwa jenis lukisan yang

(48)

penjualan akan membuat transaksi penjualan ke dalam data penjualan yang

kemudian diserahkan ke bagian gudang. Setelah menerima data penjualan dari

bagian penjualan, bagian gudang akan melakukan pengupdatean kembali daftar

persediaan lukisan. Bagian penjualan juga akan membuat nota pembelian rangkap

dua, satu rangkap diserahkan kepada konsumen sebagai tanda bukti transaksi dan

satu rangkap untuk bagian penjualan. Kemudian bagian penjualan akan membuat

laporan penjualan yang akan diserahkan ke pemilik.

Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa

pelaksanaan penjualan pada Galery Stand 14 masih menggunakan sistem secara

manual, yang dapat menimbulkan permasalahan yang berdampak sebagai berikut :

1. Data-data yang ada hilang dikarenakan penyimpanan data yang tidak tepat.

2. Tidak efektifnya dan efisiennya dalam hal pencarian data, karena

membutuhkan waktu yang cukup lama.

3. Mudahnya setiap orang/pegawai dalam memanipulasi data yang sudah

ada. Penulis melihat bahwa dari segi keamanan tidak terjamin.

4.1.1 Analisis Dokumen

Analisis dokumen digunakan untuk menganalis dokumen-dokumen

dalam sistem yang sedang berjalan adalah sebagai berikut :

1. Nama Dokumen : Data lukisan yang masuk

(49)

Rangkap : 1

Fungsi : Memberikan informasi tentang data-data lukisan yang

akan diserahkan ke bagian gudang.

Elemen Data : Kode lukisan, Aliran lukisan, Harga Jual

2. Nama Dokumen : Daftar persediaan lukisan

Sumber : Bagian Gudang

Rangkap : 1

Fungsi : Informasi data lukisan yang telah diupdate, dan juga

sebagai informasi persediaan lukisan yang baru masuk.

Elemen Data : Tgl masuk, Kode lukisan, Aliran lukisan, Harga Jual

3. Nama Dokumen : Laporan Persediaan lukisan

Sumber : Bagian Gudang

Rangkap : 3

Fungsi : Sebagai informasi mengenai persediaan lukisan yang ada

di gudang, ditujukan ke pemilik dan juga bagian

penjualan.

Elemen Data : Tgl Laporan, Kode lukisan, Aliran Lukisan, Harga Jual

4. Nama Dokumen : Laporan Penjualan

Sumber : Bagian Penjualan

Rangkap : 2

Fungsi : Sebagai bukti terjadinya transaksi penjualan, diserahkan

kepada pemilik.

Elemen Data : Tgl Penjualan, Kode lukisan, Aliran lukisan, Laba %,

(50)

5. Nama Dokumen : Nota pembelian

Sumber : Bagian penjualan

Rangkap : 2

Fungsi : Sebagai bukti terjadinya transaksi pembelian dan

penjualan, diserahkan ke konsumen.

Elemen Data : Tgl Penjualan, Kode lukisan, Aliran lukisan, Harga Jual.

4.1.2 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan

Berdasarkan penelitian, ada beberapa prosedur yang dilakukan di Galery

Stand 14, diantaranya :

1. Bagian gudang melakukan pemeriksaan lukisan yang baru masuk ke

gudang.

2. Bagian gudang mengupdate persediaan lukisan di gudang, baik lukisan

yang baru masuk dan lukisan yang sudah ada.

3. Bagian gudang membuat laporan persediaan lukisan yang kemudian

diserahkan kepada bagian penjualan dan ke ketua.

4. Bagian penjualan membuat laporan penjualan setiap bulannya.

5. Bagian penjualan membuat nota pembelian apabila terjadi transaksi

(51)

4.1.2.1 Flow Map

Berikut Flow Map yang berjalan pada Galery Stand 14:

(52)

Keterangan :

Arsip A : Daftar Persediaan lukisan

Arsip B : Nota Pembelian

Arsip C : Laporan Penjualan

4.1.2.2 Diagram Kontek

Pada diagram kontek ini sistem informasi yang digunakan akan

menghasilkan sumber informasi yang dibutuhkan dan tujuan informasi yang

dihasilkan. Untuk lebih jelasnya diagram kontek sistem informasi yang

sedang berjalan pada Galery Stand 14 adalah sebagai berikut :

(53)

4.1.2.3 Data Flow Diagram

Berdasarkan diagram kontek diatas maka dapat dihasilkan Data Flow Diagram

(DFD) level 1 untuk sistem yang sedang berjalan pada Galery Stand 14:

Gambar 4.3DFD Level 1 Sistem yang sedang berjalan

4.1.3 Evaluasi Sistem Yang Berjalan

Berdasarkan hasil analisa maka dapat lihat beberapa kekurangan pada

sistem yang sedang berjalan diantaranya :

1. Pembuatan laporan yang masih dikerjakan secara manual.

2. Sistemnya yang masih manual dapat menyebabkan hilangnya

dokumen-dokumen yang sudah tersimpan dikarenakan

(54)

4.2 Perancangan Sistem

Perancangan sistem merupakan bagian dari metodelogi pengembangan

pembangunan suatu perangkat lunak yang dilakukan setelah melakukan tahapan

analisis. Perancangan bertujuan untuk memberikan gambaran secara terperinci.

Perancangan sistem merupakan tahapan lanjutan dari analasis sistem, dimana pada

perancangan sistem digambarkan rancangan sistem yang akan dibangun sebelum

dilakukan pengkodean ke dalam suatu bahasa pemrograman. Pada rancangan

sistem akan dilakukan perancangan untuk format rancangan hasil atau keluaran

dari program, perancangan menu program yang menjelaskan tentang menu yang

akan digunakan untuk membangun perangkat lunak dan rancangan struktur

program yang berisi mengenai alur proses program yang dimulai dari masukan

sampai keluaran.

4. 2.1 Tujuan Perancangan Sistem

Tujuan dari perancangan sistem ini adalah untuk menghasilkan

perancangan yang dapat membantu proses penjualan Galery Stand 14 serta

dapat memperkenalkan lebih luas Galery Stand 14 ke masyarakat luas.

4.2.2 Gambaran Umum Sistem Yang Diusulkan

Sistem yang diusulkan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sistem yang

berjalan pada saat ini, hanya saja sistem yang diusulkan akan menggunakan

sistem komputerisasi dimana sistem ini akan sangat membantu dalam proses

(55)

sudah disimpan serta mempercepat dan mempermudah dalam hal pencarian

data-data yang akan di akses.

4.2.3 Perancangan Prosedur Yang Diusulkan

Adapun perancangan proses ini mencakup Flowmap, Diagram Konteks

sistem diagram alir data sistem dan kamus data yang dapat menjelaskan aliran

data yang diproses sehingga menghasilkan informasi yang diinginkan.

4.2.3.1 Diagram Kontek

Diagram kontek ini dibuat untuk membatasi sistem dan menunjukan

adanya interaksi sistem dengan komponen diluar sistem, yang dimana

merupakan gambaran sistem secara luas. Berikut ini merupakan gambar

diagram kontek dari sistem yang ingin dibangun :

(56)

4.2.3.2 Data Flow Diagram

DFD adalah diagram alir yang dipresentasikan dalam bentuk

lambang-lambang tertentu yang menunjukan proses atau fungsi, aliran data, tempat

penyimpanan data, data entitas eksternal.

Penggunaan DFD sangat berguna untuk mengetahui prosedur suatu

program. Keuntungan yang lain adalah mempermudah pemakai atau user

yang kurang menguasai komputer, untuk mengerti sistem yang akan dibuat.

Dibawah ini adalah merupakan DFD yang menggambarkan sistem informasi

penjualan lukisan pada Galery Stand 14.

1. DFD Level 1

Di dalam DFD Level 1 ini terdiri dari beberapa proses yaitu proses registrasi

member, proses login, proses data member, proses pemesanan dan proses service

(57)

Gambar 4.5DFD Level 1 yang diusulkan

Deskripsi :

1. Entitas

Table 4.1Deskripsi Entitas DFD Level 1 yang diusulkan

No Nama Keterangan

1 Admin Melakukan proses penginputan dan penghapusan

data lukisan, melakukan proses pemesanan yang

dilakukan oleh member dan mengkonfirmasi

pembayaran dan pengiriman barang.

2 User Melakukan proses registrasi sebelum melakukan

(58)

2. Deskripsi proses

Table 4.2Deskripsi Proses DFD Level 1 yang diusulkan

No Nama Keterangan

1 Proses pengelolaan log in

Melakukan kegiatan penginputan data admin dan

user untuk dapat mengakses data barang,

pemesanan, dan pembayaran.

2 Proses pengelolaan data barang

Melakukan penginputan data barang dan data

katalog

3 Proses pengelolaan pemesanan

Melakukan konfirmasi data pemesanan barang

yang akan dikirim.

4 Proses pengelolaan pembayaran dan pengiriman

Melakukan konfirmasi pembayaran dan

konfirmasi pengiriman barang.

2. DFD Level 2 Proses 1 Pengelolaan log in

Perancangan DFD Level 2 Proses 1 dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

(59)

1. Entitas

Tabel 4.3Deskripsi Entitas DFD Level 2 Proses 1

No Nama Keterangan

1 Admin Melakukan penginputan data admin dan password

admin.

2 User Melakukan penginputan data user untuk registrasi, dan

penginputan data user dan password user agar dapat

melakukan pemesanan barang.

2. Deskripsi proses

Table 4.4 Deskripsi Proses DFD Level 2 Proses 1

No Nama Keterangan

1 Proses pengelolaan data admin

Admin melakukan pengupdatean data admin.

2 Proses pengelolaan data user

User melakukan pengupdatean data registrasi user

dan data log in user.

3. DFD Level 3 Proses 1.1 Pengelolaan data admin

Perancangan DFD Level 3 Proses 1.1 dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

(60)

1. Entitas

Tabel 4.5Deskripsi Entitas DFD Level 3 Proses 1.1

No Nama Keterangan

1 Admin Melakukan input data admin.

2. Deskripsi proses

Table 4.6Deskripsi Proses DFD Level 3 Proses 1.1

No Nama Keterangan

1 Proses update data admin

Melakukan peng-update-an data admin.

2 Proses show data admin

Menampilkan data admin yang telah di update.

3 Verifikasi log in Memberitahukan valid tidaknya data log in admin.

4. DFD Level 4 Proses 1.1.1 Update data admin

(61)

1. Entitas

Tabel 4.7Deskripsi Entitas DFD Level 4 Proses 1.1.1

No Nama Keterangan

1 Admin Melakukan input data admin.

2. Deskripsi proses

Table 4.8Deskripsi Proses DFD Level 4 Proses 1.1.1

No Nama Keterangan

1 Proses tambah data admin

Menambah data admin.

2 Proses edit data admin

Mengedit data admin.

3 Proses hapus data admin

Menghapus data admin.

5. DFD Level 5 Proses 1.2 Pengelolaan data user

Perancangan DFD Level 2 Proses 1.2 dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

(62)

1. Entitas

Tabel 4.9Deskripsi entitas DFD Level 5 Proses 1.2

No Nama Keterangan

1 User Melakukan log in user.

2. Deskripsi proses

Tabel 4.10Deskripsi Proses DFD Level 5 Proses 1.2

No Nama Keterangan 1 Proses

pengelolaan data registrasi

User melakukan penginputan data user sebagai syarat

untuk melakukan registrasi.

2 Proses verifikasi data log in user

Melakukan identifikasi valid atau tidak valid data log in

user.

6. DFD Level 6 Proses 1.2.1 Pengelolaan data registrasi

(63)

1. Entitas

Tabel 4.11Deskripsi Entitas DFD Level 6 Proses 1.2.1

No Nama Keterangan

1 User Melakukan penambahan, pengeditan, penghapusan, dan

simpan data registrasi user.

2. Deskripsi proses

Tabel 4.12Deskripsi Proses DFD Level 6 Proses 1.2.1

No Nama Keterangan 1 Tambah data

registrasi

Melakukan penambahan data user untuk registrasi

member.

2 Edit data registrasi

Melakukan pengeditan data user untuk registrasi

member

3 Hapus data registrasi

Melakukan penghapusan data user untuk registrasi

member.

4 Simpan data registrasi

Melakukan penyimpanan data user yang telah ditambah,

edit, dan hapus ke dalam file user.

5 Show data registrasi

Menampilkan data user yang telah di tambah, edit,

(64)

7. DFD Level 2 Proses 2 Pengelolaan data barang & katalog

Gambar 4.11DFD Level 2 Proses 2 Pengelolaan data barang & katalog

1. Entitas

Tabel 4.13Deskripsi Entitas DFD Level 2 Proses 2

No Nama Keterangan

1 Admin Melakukan input data barang dan data katalog terbaru.

2. Deskripsi proses

Tabel 4.14Deskripsi Proses DFD Level 2 Proses 2

No Nama Keterangan 1 Proses

pengelolaan data barang

Melakukan pengupdatean data barang.

2 Proses pengelolaan data katalog

(65)

8. DFD Level 3 Proses 2.1 Pengelolaan data barang

Gambar 4.12 DFD Level 3 Proses 2.1 Pengelolaan data barang

1. Entitas

Tabel 4.15Deskripsi Entitas DFD Level 3 Proses 2.1

No Nama Keterangan

1 Admin Melakukan input data barang terbaru.

2. Deskripsi proses

Tabel 4.16 Deskripsi Proses DFD Level 3 Proses 2.1

No Nama Keterangan

1 Proses tambah data barang Melakukan penambahan data barang.

2 Proses edit data barang Melakukan pengeditan data barang.

3 Proses hapus data barang Melakukan penghapusan data barang.

4 Proses simpan data barang Melakukan penyimpanan data barang yang

telah ditambah, edit, dan dihapus.

5 Proses show data barang Menampilkan data barang yang telah di

Gambar

Gambar 4.1 Flow Map yang sedang berjalan
Gambar 4.3 DFD Level 1 Sistem yang sedang berjalan
Gambar 4.5 DFD Level 1 yang diusulkan
Tabel 4.12 Deskripsi Proses DFD Level 6 Proses 1.2.1
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perangkat lunak Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Pada Doistro Natural

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perangkat lunak Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web Pada Toko Parta

Pengembangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang berupa Desain Hypermedia Berbasis WEB ini dilaksanakan dengan pendekatan engineering dimana tahapannya

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN HARDWARE KOMPUTER PADA BERBASIS WEB PADA TOKO BLESS

Dalam dunia komputer, pengertian dari perangkat keras atau hardware adalah komponen fisik yang membentuk sebuah sistem komputer. Hardware sendiri mempunyai sifat yang berbeda dengan

Absensi karyawan berbasis website Fungsi situs website dapat mengontrol aktivitas, dieksekusi oleh perangkat lunak (Software), perangkat keras (Hardware), dan sistem

a) Analisis kebutuhan perangkat lunak Pada tahap ini dilakukan analisis khusus software secara intensif agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan