• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERAJINAN BATIK DAN PERKEMBANGANNYA STUDI KASUS PADA ARDHINA BATIK MEDAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KERAJINAN BATIK DAN PERKEMBANGANNYA STUDI KASUS PADA ARDHINA BATIK MEDAN."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

KERAJINAN BATIK DAN PERKEMBANGANYA

STUDI KASUS PADA ARDHINA BATIK MEDAN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagai Syarat Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

Oleh :

TRISNA DELILA

NIM. 2112151014

JURUSAN SENI RUPA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

i

ABSTRAK

Trisna Delila, NIM : 2112151014. “Kerajinan Batik Dan Perkembangannya Studi Kasus Pada Ardhina Batik Medan”. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Rupa S1, Fakultas Bahasa Dan Seni, Universitas Negeri Medan, 2016

Penelitian ini bertujuan untuk :“Mengetahui bagaimana Kerajinan Batik pada Ardhina Batik Medan yang dikaji dari perkembangan motif, warna dan fungsi”.

Sampel pada penelitian ini adalah untuk mengeneralisasikan hasil penelitian sampel. Jadi sampel pada penelitian ini adalah menfokuskan pada perkembangan motif, warna, dan fungsi secara makro. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, observasi serta wawancara sehingga dapat diketahui proses perkembangan motif, warna, dan fungsi yang ada di Ardhina Batik Medan. Metode yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif yaitu mengumpulkan data secara fakta secara fakta yang diperoleh melalui hasil wawancara selanjutnya mengklasifikasi data yang penting dan disusun secara sistematis tentang batik dilihat dari motif, warna, dan fungsi yang ada di Ardhina Batik Medan.

Dari hasil penelitian dapat diketahui bagaimana perkembangan kerajinan batik dilihat dari motif, warna dan fungsi yang ada di Ardhina Batik Medan. Dimana perkembangan mengalami perubahan yang dilihat dari perkembangan motif yang dulunya masih tumbu-tumbuhan dan sekarang sudah mulai memilih motif yang sesuai permintaan konsumen. Kemudian warna dimana dulunya warna yang dipakai warna merah, hitam, dan putih dan sekarang warna yang dipakai sudah ditambah menjadi kuning, dan hijau dan fungsinya yang dulunya hanya bersifat resmi atau pada suasana formal sekarang batik dijadikan untuk fashion dan aksesoris.

(7)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

berkat, rahmat dan hidayah-Nya telah memberikan kesehatan serta keselamatan,

sehingga Penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini yang berjudul “Kerajinan

Batik Dan Perkembangannya Studi Kasus Pada Ardhina Batik Medan”. Skripsi ini dibuat untuk memenuhi sebagian tugas dan syarat memperoleh gelar

Sarjana Pendidikan di Fakultas Bahasa dan Seni.

Penulis menyadari sepenuhnya Skripsi ini belum mencapai hasil yang

sempurna, untuk itu saran dan kritik dari pembaca sangat Penulis harapkan agar

karya ini dapat lebih baik. Maka Penulis mohon maaf atas ketidaksempurnaan

dalam Penulisan Skripsi ini. Semoga Skripsi ini mampu memberikan kontribusi

lebih luas terhadap ilmu pengetahuan (knowledge).

Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada :

1. Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Dr. Isda Pramuniati, M.Hum. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan.

3. Drs. Mesra, M.Sn. Ketua Jurusan Seni Rupa, Univesitas Negeri

Medan.

4. Drs. Gamal Kartono, M.Si. Sekretaris Jurusan Seni Rupa.

5. Drs. Sri Wiratma, M.Si. Pembimbing Skripsi yang telah banyak

memberikan arahan, bimbingan dalam Penulisan Skripsi ini.

6. Drs. Misgiya, M.Hum. Pembimbing Akademik, Narasumber dan

Penguji.

7. Dr. Wahyu Triatmojo, M.Hum. Narasumber dan Penguji

8. Drs. Sugito, M.Pd. Narasumber dan Penguji

9. Bapak/Ibu Dosen dan Staf Jurusan Seni Rupa dan Pegawai

Administrasi di lingkungan FBS Universitas Negeri Medan.

10.Rohayat Edy Gunawan. SE, yang telah membantu Penulis dalam

(8)

iii

11.Kedua orang tua Penulis, Ayah Penulis, Almarhum Haris Muda

Nasution dan Ibu Penulis Mahrani Situmorang terima kasih atas kasih

sayang dan doa serta memberikan motivasi terbesar kepada Penulis

sehingga dapat menyelesaikan Skripsi

12.Sahabat dan rekan-rekan Seni Rupa Radia fitriani, Agnes Valentina

S.Pd, Septi S.Pd, Khoilid Daulay terima kasih atas kebersamaan,

bantuan, dukungan dan doanya dalam penyelesaian Skripsi ini.

Demikianlah yang dapat Penulis sampaikan, semoga Skripsi ini

bermanfaat terutama untuk perkembangan ilmu pengetahuan khususnya

dalam bidang Seni Rupa.

Medan, Februari 2017

Penulis,

(9)

iv

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 4

C. Batasan Masalah... 4

D. Perumusan Masalah ... 5

E. Tujuan Penelitian ... 5

F. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KERANGKA TEORITIS ... 7

A. Kerangka Teoritis ... 7

1. Pengertian Kerajinan ... 7

2. Pengertian Perkembangan ... 8

3. Pengertian Batik ... 9

4. Pengkajian perkembangan batik...12

5. Pengertian Ornamen ... 17

a. Motif Hias Geometris ... 16

b. Motif Hias Tumbuh-tumbuhan ... 16

c. Motif Hias Hewan (Fauna) ... 18

d. Motif Hias Manusia ... 18

e. Motif Hias Kosmos (Alam) ... 19

f. Motif Hias Raksasa... 19

g. Motif Hias Teknologis, Kaligrafi dan Abstrak ... 20

6. Alat dan Bahan yang dipergunakan di Ardhina Batik Medan ... 25

7. Profil Ardhina Batik Medan ... 32

(10)

v

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 37

A. Lokasi Penelitian ... 37

B. Waktu Penelitian ... 37

C. Metode Penelitian ... 38

D. Populasi dan Sampel Penelitian ... 38

1. Populasi ... 39

2. Sampel ... 39

E. Instrumen Penelitian ... 39

F. Teknik Pengumpulan Data ... 40

1. Observasi ... 40

2. Dokumentasi ... 41

3. Wawancara ... 42

G. Teknik Analisis Data ... 42

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 43

A. Hasil Penelitian ... 43

B. Hasil Pembahasan ... 59

1. Kerajinan Batik dan Perkembangannya :Studi Kasus Pada Ardhina Batik Medan ... 61

2. Perkembangan Motif, Warna dan Fungsi... 61

3. Temuan Penelitian ... 71

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 72

A. Kesimpulan ... 72

B. Saran ... 73

(11)

vi

DAFTAR TABEL

(12)

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Ornamen Ipon-Ipon ... 14

Gambar 2.2 Ornamen Hail Putor ... 15

Gambar 2.3 Ornamen Hoda-Hoda ... 16

Gambar 2.4 Ornamen Ulu Paung ... 17

Gambar 2.5 Ornamen Simata Ni Ari (Matahari) ... 18

Gambar 2.6 Ornamen Dalikan Na Tolu ... 19

Gambar 2.7 Meja Untuk Proses Pengecapam ... 23

Gambar 2.8 Lilin/Malam ... 23

Gambar 2.9 Canting Cap ... 24

Gambar 2.10 Layang dan Kompor ... 25

Gambar 2.11 Gawangan ... 25

Gambar 2.12 Neraca/ Timbangan ... 26

Gambar 2.13 Sarung Tangan ... 26

Gambar 2.14 Panci ... 27

Gambar 2.15 Tempat Pewarnaan Kain Batik ... 27

Gambar 2.16 Canting ... 28

Gambar 2.17 Tempat Pelorotan Kain Batik ... 28

Gambar 2.18 Skema Kerangka Konseptual ... 31

Gambar 4.1 Proses Pengecapan ... 41

Gambar 4.2 Kain Batik selesai di Cap ... 42

Gambar 4.3 Kain Batik yang akan diwarnai ... 42

Gambar 4.4 Proses Pewarnaan I ... 43

(13)

viii

Gambar 4.6 Proses Pemblokan Motif ... 44

Gambar 4.7 Proses Pemblokan Motif ... 45

Gambar 4.8 Proses Pewarnaan II ... 46

Gambar 4.9 Pewarnaan II... 46

Gambar 4.10 Penghilangan Lilin ... 47

Gambar 4.11 Penghilangan Lilin ... 48

Gambar 4.12 Motif Dalikan Na Tolu ... 51

Gambar 4.13 Motif Gorga Simeol-eol... 51

Gambar 4.14 Motif Gorga Desa na ualu ... 52

Gambar 4.15 Motif Pelana Kuda Kencana ... 52

Gambar 4.16 Motif Pucuk Rebung ... 53

Gambar 4.17 Batik sebagai Fashion ... 55

Gambar 4.18 Batik sebagai Fashion ... 56

Gambar 4.19 Batik sebagai Aksesoris Tas... 56

(14)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah

Kerajinan batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman Majapahit dan terus

berkembang hingga kerajaan berikutnya. Meluasnya kesenian batik menjadi milik

rakyat Indonesia dan khususnya Suku Jawa ialah setelah akhir abad XX dan batik

cap dikenal baru setelah usai Perang Dunia 1atau sekitar tahun 1920. Batik

mengikuti perkembangan zaman dari tahun ke tahun serta menunjukkan dinamika

beragam corak yang menghadirkan ornamen, banyak pengerajin batik kini mulai

mengadopsi bentuk-bentuk ornamen daerah masing-masing untuk

mengeksitensikan kembali corak ornamen daerahnya yang hampir hilang.

Di daerah Sumatera Utara misalnya terdapat suku melayu dan berbagai

suku batak yang di antaranya adalah : Suku Batak Karo, Batak Simalungun,

Batak Pakpak Dairi, Batak Mandailing, dan Batak Toba. Pengerajin batik

mengalami perkembangan hampir di setiap kota di Indonesia mempunyai home

industry tentang batik, beragam corak ragam hias budaya daerah menjadi icon

tersendiri. Salah satunya yang ada di Medan, yaitu Pengerajin Ardhina Batik

Medan, yang beralamat di Jl. Bersama Gg. Musyawarah No 2 Medan

Tembung.Bapak R. Edy Gunawan selaku pemilik home industry mendirikan

usahanya sejak tahun 2010.Batik sudah lama dikenal sebagai warisan budaya

Nusantara. Selama berabad-abad, dunia mengenal batik berasal dari Indonesia.

Sayangmya kita kurang mencintai warisan luhur ini, Karena di Indusri Ardhina

(15)

2

hewan laluberkembang menjadi motif yang kesukuan hingga sampai sampai

sekarang masih cenderung menggunakan motif tradisional. Hal ini dilakukan

karena di Ardhina Batik Medan bertumpu pada selera konsumen nya. Maka itu

jenis-jenis ornament yang ada pada pengrajin Ardhina Batik Medan

bermacam-macam, dan masih cenderung menggunakan ornamen tradisional.

Keanekaragaman dan kekayaan budaya Indonesia sangat mengaggumkan, salah

satunya produk batik yang memiliki keanekaragaman Motif.

Apalagi bila ditinjau dari segi tempat pengerajin Ardhina Batik Medan

sangat sulit untuk diketahui khalayak ramai, karena tidak berada di pusat kota

belum lagi area pekerjaan pengerajin Ardhina Batik Medan belum sepenuhnya

memadai untuk itu seharusnya pemerintah kota medan perlu memperhatikan

industri batik ini karena karya-karya Ardhina Batik Medan sangat digemari

peminatnya masing-masing. Ornamen-ornamen tersebut berasal dari filosofi

budaya pada setiap daerah.Perkembangan berikutnya karya batik motif Batak pak

Edy dengan teknik batik cap menghasilkan produksi yang bercorak ragam baik

dari motif, warna,dan fungsi. Warna pada Ardhina Batik Medan ini dari mulai

membuka batik tidak terlalu banyak perubahanya sampai sekarang sehingga masih

terlihat monoton karena menpertahankan warna yang sesuai dengan etnis

Sumatera Utara, hanya saja sekarang Ardhina Batik Medan sedikit memodifikasi

warna-warna agar terlihat fress. Karena pemasaran yang semakin meningkat dan

tuntutan zaman yang semakin berkembang dan juga karena faktor harga batik cap

(16)

3

berkurang. Dengan kondisi seperti ini maka pengrajin memperbanyak dan mulai

mengembangkan batik cap dengan motif – motif tradisional Batak.

Kerajinan batik sebagai salah satu hasil industri rakyat yang khas haruslah

terus dikembangkan dan dibina serta digalakkan kreativitasnya agar tetap

berkembang dengan baik. Baik dalam motif, warna dan fungsi mempunyai ciri

khas yang tersendiri dan agar mudah untuk lebih dikenal dan dicintai masyarakat

Sumatera utara. Kurangnya masyarakat kota Medan mengenal Industri Ardhina

Batik Medan dikarenakan Tempat dan lokasi tidak terletak di pusat kota, maka

dari itu diperlukan kepandaian dan keterampilan serta tersendiri yang harus

dipelajari dengan tekun. Pengerajin Ardhina Batik Medan yang dulunya bekerja di

dalam rumah sekarang sudah mulai bekerja di luar rumah, dan pegawai yang ada

di Ardhina Batik sudah memperkejakan 10 pegawai, sehingga area pekerjaan yang

aada di rumah terlalu sempit dan kurang memadai.

Dari penjelasan tersebut peneliti tertarik dengan Studi Kasus tentang

Ardhina Batik Medan, karena Industri Ardhina Batik Medan memproduksi batik

dengan bermacam-macam ornament Sumatera Utara yaitu Batak Toba. Karo,

Melayu serta Mandailing dengan membentuk ornamen menjadi ragam hias yang

menarik, dan sangat bervariasi untuk dilihat baik ornamen, warna, dan fungsi.

Dari ulasan-ulasan tersebut peneliti ingin mengangkat dan meneliti lebih

mendalam dalam skripsi. Dengan latar belakang yang telah dikemukakan, Maka

peneliti mengambil judul KERAJINAN BATIK DAN PERKEMBANGANYA

(17)

4

B. Identifikasi Masalah

Menurut Sugito dkk (2015:35) identifikasi masalah adalah merupakan

suatu tahap permulaan dari penguasaan masalah, dimana objek penelitian dalam

suatu jalinan situasi tertentu dikenali sebagai suatu masalah. Berdasarkan berbagai

permasalahan yang sudah diketahui, kemudian penulis mengemukakan

identifikasi masalah apa apa saja yang akan diteliti. Adapun berbagai

permasalahan yang ditemukan pada penelitian dapat diindentifikasi sebagai

berikut :

1. Motif yang ada di Ardhina Batik Medan cenderung masih menggunakan

motif tradisional

2. Tidak adanya perubahan warna sehingga terlihat monoton.

3. Teknik batik tulis pada Ardhina Batik Medan mulai berkurang

4. Lokasi Ardhina Batik Medan kurang strategis

5. Area pekerjaan yang ada di Ardhina Batik Medan masih terlalu sempit

C. Batasan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti perlu membatasi

masalah yang menjadi dasar analisa dalam menyusun skripsi untuk menghindari

ruang lingkup yang terlalu luas, yaitu: Peneliti hanya fokus kepada motif, warna,

dan fungsi.

D. Perumusan Masalah

Sugito dkk dalam bukunya mengemukakan perumusan masalah

(18)

5

dicari jawabanya (harus diingat bahwa penelitian dilakukan pada hakikatnya

untuk menjawab tentang suatu masalah).

Berdasarkan batasan masalah di atas maka rumusan masalah yang di kaji

dalam penelitian ini adalah :Bagaimana perkembangan motif, warna, dan fungsi di

pengrajin Ardhina Batik Medan ?

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini ialah:

Mengetahui bagaimana perkembangan motif,warna,dan fungsi kerajinan batik di

pengerajin Ardhina Batik Medan.

F. Manfaat Penelitian

Berikut adalah beberapa manfaat dari dilakukannya penelitian ini :

1. Bagi peneliti :

a. Sebagai sumber informasi mengenai batik

b. Sebagai penambah wawasan dan pengetahuan mengenai perkembangan

batik

2. Bagi kalangan Institusi :

a. Sebagai sumber pengetahuan bagi mahasiswa seni rupa mengenai batik

b. Sebagai referensi bagi mahasiswa seni rupa tentang keanekaragaman

kerajinan Indoneseia

c. Sebagai sumber informasi bagi mahasiswa seni rupa mengenai Ardhina

(19)

75

DAFTAR PUSTAKA

Hadi, S. (2002).Metodologi Research Jilid I. Yogyakarta: Andi Offset.

Hamzuri. (1980).Batik Klasik, Jakarta: Djambatan.

Hithock, Michael, 1951. Indonesian Tekstile, Jakarta:Peripus Editions PT Wira Mandala Pustaka

Hoop, Van Der, A.N.J. Th.a., Th., 1949, Ragam-Ragam Perhiasan Indonesia Uitgegeven Door Het Koninklijk Bataviaasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen:Jakarta.

KBBI. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi Ke – 2, Jakarta : Balai Pustaka Jakarta

Meyer, Franz Sales. 1892. Hand Book of Ornamen.Carlsuhe: Dover Publisher.

Misgiya, dkk ,2008. Penerapan Ornamen Tradisional Batak Toba DalamTeknik Batik Untuk Menciptkan Industri Kerajinan Batik Di Sumatera Utara,MEDAN : jurnal Seni rupaVol 5, No 2

Sirait, Baginda. 1980. Desain Ornamen Tradisional di Sumatera Utara. IKIP: Medan

Saragi, Daulat, 1996. Nilai Estetis dan Makna Simbolis yang Terkandung Pada Ornamen Tradisonal Bangunan Rumah Adat Batak Toba, Tesis S2 Ilmu Filsafat UGM, Yogjakarta

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugito, dkk. 2015, Metode Penelitian Pendidikan Seni Rupa. Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan.

Sihombing, Nurfitriana, Brisman. 2012. Analisis Penerapan Ornamen Pakpak Dairi Pada Gedung Perkantoran di SidikalangDitinjau Dari Bentuk Dan Warna dan makna Simbolik, Medan :Jurnal Seni Rupa Vol.9, N0. 2

(20)

76

Pemerintah Daerah Tingkat 1Provinsi Sumatera Utara, 1997/1980. Laporan Penelitian Pengumpulan dan Dokumentasi Ornamen Tradisional di Sumatera Utara

Poerwadarminta, 1983.KamusBesarBahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

http://id.wikipedia.com/2010/05/pengertian-perkembangan) Kamis,31Maret 2016, 20.00 WIB

http://www.batiknulaba.com/sejarah/sejarah-batik-cap/ (Kamis, 31 Maret 2016, 20.00 WIB)

http://www.hanleebatik.com/sejarah-batik-cap (Kamis 31 Maret 2016, 20.00WIB)

Gambar

Tabel 4.1 Hasil Penelitian.................................................................................68

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna, motif, dan fungsi ornamen pada usaha batik tulis adinda di Gebang Kabupaten Langkat menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan lebih

Fungsi utama busana pesta batik oyot ini adalah sebagai busana yang melindungi sekaligus memperindah penampilan. Dilihat dari pemilihan bahan atau kain, motif, warna, dan

Skripsi yang berjudul “Kerajinan Batik Bentar di Kecamatan Salem (studi mengenal perkembangan dan dampak kerajinan industri rumah tangga terhadap perubahan sosial

Penelitian untuk penciptaan motif batik khas Aceh Gayo ini telah menghasilkan enam motif batik baru yang memiliki ciri khas daerah dengan penerapan warna-warni kuat

(UMKM) pengrajin batik motif Medan yang terdapat di Medan Tembung.. UMKM tersebut meproduksi kain batik khas Sumatera Utara yaitu batik

KERAJINAN BATIK PEWARNA ALAM DI DESA JARUM, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN ( STUDI KASUS RUMAH INDUSTRI BATIK SRI ENDAH ) Skripsi.. Surakarta: Fakultas

Rumah Batik Motif Medan tersebut adalah dari informan yang penulis jumpai.

Dalam penelitian ini warna-warna yang dikaji diambil dari warna ragam hias batik yang diproduksi oleh sentra batik “Batik Ozzy” dan dikelompokan ke dalam tiga kelompok warna yang