• Tidak ada hasil yang ditemukan

Acinic Cell Carcinoma

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Acinic Cell Carcinoma"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ACI N I C CELL CARCI N OM A

OLEH :

Dr.FI T RI AN I LU M ON GGA

DEPARTEMEN PATOLOGI ANATOMI

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

PENDAHULUAN

Kelenjar ludah parotis merupakan salah satu kelenjar liur mayor yang terbesar. Kelenjar

ini terdiri dari dua lobus, yaitu lobus superficialis dan lobus yang deep dan diantaranya

terdapat nervus facialis. Secara histologi, kelenjar parotis ini merupakan kelenjar

eksokrin yang terdiri dari ductus dan aciner dengan tipe serous dan mucinous. Pada

bagian akhir dari system ini terdapat intercalated ductus dan acini (ductoaciner unit ).

Reserve sel pada intercalated ductus merupakan sumber regenerasi jaringan aciner

dan duktus terminalis, yang diduga merupakan progenitor pada sebagian besar tumor

pada kelenjar ludah. Pendapat ahli yang lain, bahwa selain pada intercalated duktus ,

bagian basal dan sel luminal pada semua bagian dari duktus dan aciner dapat terjadi

sintesis DNA dan mitosis yang merupakan keadaan potensial untuk menimbulkan

neoplasma.

Acinic cell carcinoma atau acinic cell adenocarcinoma merupakan suatu neoplasma

yang malignan yang berasal dari epitel kelenjar ludah dan salurannya, Menurut WHO :

Acinic Cell Carcinoma merupakan neoplasma epitel yang malignan pada kelenjar ludah

dan salurannya, pada sel-sel neoplasma ini tampak diferensiasi sel aciner serous

dengan karakteristik adanya zymogen sekresi pada sitoplasma yang bergranul. Tumor

ini bersifat malignan dengan pertumbuhan yang lambat, yang biasanya dapat dijumpai

pada kelenjar ludah mayor (terutama parotis) dan minor, bibir bagian atas , mukosa

bucal,dan palatum. Pada kasus yang jarang bisa dijumpai pada daerah parapharyngeal,

kelenjar sublingual dan pancreas. Bila terjadi pada pancreas biasanya acinic sel

karsinoma ini cenderung berukuran besar (> 10 cm), invasi lokal dan metastase

biasanya pada hati.

INSIDEN

Acinic cell carcinoma merupakan tumor pada kelenjar liur yang jarang terjadi, hanya

sekitar 2% - 4% dari seluruh tumor kelenjar parotis. Sebagian besar acinic cel

(3)

minor pada intra oral. Hanya sekitat 4 % berasal dari kelenjar submandibular dan pada

kurang dari 1 % penderita, tumor berasal dari kelenjar sub lingual.

Tumor ini lebih banyak terjadi pada wanita (2:3) , dapat terjadi pada semua umur mulai

anak-anak sampai usia tua. Insiden paling tinggi dijumpai pada usia lima puluhan

sampai tujuh puluhan. Tidak dijumpai adanya predileksi rasial pada penyakit ini.

ETIOLOGI

Penyebab yang pasti dari acinic sel karsinoma sampai saat ini belum diketahui dengan

pasti. Tetapi diduga ada hubungannya dengan paparan radiasi, predisposisi familial dan

inhalasi debu kayu.

GEJALA KLINIS

Secara klinis tumor ini terlihat dengan adanya massa yang membesar dengan

pertumbuhan yang lambat, padat / solid serta mobile pada daerah parotid. Pada

beberapa kasus dijumpai massa yang multi nodular yang terfiksasi pada kulit ataupun

otot. Pada sepertiga kasus dapat disertai dengan rasa nyeri yang intermitten serta

adanya facial paralyse.

DIFFERENSIAL DIAGNOSA

• Polymorphous low-grade adenocarcinoma

• Mucoepidermoid carcinoma

• Epithelial-myoepithelial carcinoma

(4)

• Clear cell oncocytoma

• Adenoid cystic carcinoma

PEMERIKSAAN PATOLOGI

1. PEMERIKSAAN SITOLOGI ASPIRASI JARUM HALUS

Pemeriksaan sitologi dengan cara aspirasi jarum halus dapat digunakan untuk

membantu menegakkan diagnosa . Pemeriksaan ini merupakan tindakan

preoperatif sehingga dapat digunakan oleh klinisi untuk menetukan metode

operatif.

Sel-sel pada aspirat dari acinic cell carcinoma biasanya well differentiated,

regular dan cohesive. Perlekatan sel-sel ini pada fibrovascular core

kadang-kadang memperlihatkan gambaran seperti papillary.

Dengan pewarnaan MGG tampak sel dengan sitoplasma bervakuol dan warna

abu-abu tua yang mirip dengan oncocyte. Dengan pewarnaan PAP tampak

sitoplasma bervakuol ataupun bergranul.

Secara sitologi , sel-sel acinic karsinoma mempunyai gambaran sebagai berikut:

• Kelompokan sel-sel acinic malignan dengan latar belakang bersih

• Pada kelompokan sel-sel ini kadang-kadang dapat dijumpai fibrovascular

core

• Sitoplasma banyak, inti relative pleomorfik yang berukuran sedang,

(5)

2. PEMERIKSAAN MAKROSKOPIS

Massa tumor biasanya hanya sebesar 1 – 3 cm , bentuk bulat, berkapsul, nodul

soliter. Pada pemotongan lamellar terlihat lobuler dengan warna coklat

kemerahan. Tumor ini dapat berbentuk solid maupun kistik.

3. PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS

Secara histologi acinic cell carcinoma dapat terlihat sebagai lapisan sel bentuk

polygonal yang bergranul dengan sitoplasma agak basofilik dan inti yang relative

monoton dan letaknya eksentrik , mirip dengan sel aciner serous. Pada beberapa

tempat dapat dijumpai septa fibrovascular yang tipis.

Karakteristik dari sel ini yaitu adanya sel yang bervakuol dan clear cell yang

banyak. Biasanya pada daerah disekitar jaringan tampak infiltrat.

Pada sebagian besar kasus, proliferasi dari sel aciner serous dapat terdiri dari

beberapa type dan pola pertumbuhan yaitu :

• Aciner cel

• Intercalated duktal

• Vacoulated cell

• Clear cell

• Non spesifik glandular dan solid / lobular

• Microcystic

• Papillary - cystic

• Folikular

Tipe sel intercalated duktal bentuknya lebih kecil, eosinophilik, cuboidal dengan

inti ditengah dan dikelilingi oleh rongga luminal.

(6)

Tipe clear sel bentuknya mirip dengan sel aciner tetapi memberikan reaksi yang

negative dengan pewarnaan PAS.

Tipe solid dan mikrokistik merupakan tipe yang paling sering dijumpai.

Pada tipe yang solid , sel-sel tumor sering memperlihatkan gambaran yang mirip

seperti organ.

Pada tipe mikrokistik , tampak beberapa kista kecil yang diduga berasal dari

gabungan interseluler vakuol dari sel yang rupture.

Tipe papillary kistik dan folikular mempunyai gambaran yang mirip dengan

karsinoma papillary dan folikuler pada tiroid, sehingga sering digunakan sebagai

differensial diagnosa pada karsinoma ini.

Pada acinic sel karsinoma sering dominan dengan tipe sel yang sejenis serta

pola pertumbuhan yang sama, tetapi dapat juga dijumpai tumor dengan tipe sel

serta pola pertumbuhan yang kombinasi . Pada sebagian besar kasus dijumpai

tumor dengan tipe aciner sel dan intercalated duktal.

IMUNOHISTOKIMIA

Pemeriksaan imunohistokima pada acinic sel karsinoma memberikan reaksi positif

untuk cytokeratin, transferring, lactoferin, Carcinoembryonic antigen , COX-2.

Tetapi pemeriksaan ini tidak begitu berarti pada tumor ini karena tidak bersifat spesifik.

STAGING

Staging pada Acinic cell carcinoma masih merupakan kontroversial.

(7)

Grade I : Low Grade Malignancy

Massa tumor berada seluruhnya dalam kapsul, tanpa ada infiltrasi

lokal

Grade II : Moderate Malignancy

Tampak invasi sel-sel tumor pada kapsul

Grade III : High Grade Malignancy

Tampak adanya daerah papillary kistik dan infiltrasi sel-sel tumor

disekitar jaringan.

Peneliti lainnya berpendapat bahwa agresifitas pada tumor ini berdasarkan adanya

mitosis, fokal nekrosis, neural invasi, inti yang pleomorfik, infiltrasi dan hialinisasi

stroma.

TERAPI

Pada acinic cell carcinoma , terapi yang dilakukan berupa total ataupun superficial

paroidectomy yang kemudian dikombinasi dengan radioterapi, tergantung pada staging.

Pada tindakan pengangkatan massa tumor harus dilakukan eksisi yang luas, oleh

karena sering terjadi local recurrent dan batas sayatan harus diperhatikan.

PROGNOSIS

Prognosis pada tumor ini tidak ada hubungannya dengan tipe histologi dari sel tumor.

Derajat keganasan dari sel tumor ditentukan dengan adanya pertumbuhan yang

infiltratif, multinodular dan hialinisasi stroma, focal nekrosis dan invasi neural. Secara

(8)

hanya sekitar 10 % kasus dan metastase ke organ yang jauh hanya sekitar 6 % kasus(

pada tulang dan paru )

Biasanya survival life year 5 tahun pada tumor ini adalah sekitar 83 %.

Acinic cell carcinoma merupakan tumor dengan prognosis yang baik . karena bersifat

low grade malignansi, kecepatan mitotic sel yang rendah, dan angka kematian yang

rendah.

Prognosis dapat menjadi buruk bila terdapat multiple rekuren dan metastase pada

kelenjar lymph dileher

.

Acinic cell carcinoma yang berasal dari kelenjar ludah minor mempunyai prognosa yang

lebih baik daripada yang berasal dari kelenjar parotis. Bila massa tumor terdapat pada

kelenjar ludah submandibula maka lebih bersifar agresif.

LAPORAN KASUS

Pasien : laki –laki usia 32 tahun

Keluhan : pembengkakan pada daerah parotis

Dilakukan operasi pengangkatan massa tumor dan kemudian jaringan diperiksa secara

histopatologi.

No. PA : 1241

Pemeriksaan Makroskopis :

Massa berbentuk bulat dengan ukuran 3x 2,5 x 2 cm , warna coklat kekuningan,

konsitensi kenyal, permukaan berbenjol-benjol

Pemeriksaan Mikroskopis

Sediaan terdiri dari jaringan dengan kelompokan sel-sel acinic bentuk polygonal yang

(9)

berkelompok dan anak inti menonjol. Sitoplasma eosinofilik yang sebagian bervakuol

dan bergranul

Stroma terdiri dari jaringan miksoid dan jaringan ikat fibrous

Kelompokan sel ini dibatasi oleh septa jaringan ikat fibrous yang sebagian besar sudah

diinfiltrasi oleh sel-sel ganas

Pembuluh darah dilatasi dan kongesti. Setempat tampak adanya perdarahan interstitial

Kesimpulan: Acinic sel Karsinoma ( Grade II )

DISKUSI

1. Acinic cell carcinoma merupakan tumor pada kelenjar ludah yang jarang dijumpai.

Sebagian besar lokasi tumor ini pada kelenjar ludah parotis, pada kasus yang

jarang dapat terjadi pada kelenjar ludah minor dan cavum oris. Umumnya tumor ini

terjadi unilateral, jarang yang bilateral.

2. Acinic Cell Carcinoma merupakan neoplasma epitel yang malignan pada kelenjar

ludah dan salurannya, pada sel-sel neoplasma ini tampak diferensiasi sel aciner

serous dengan karakteristik adanya zymogen sekresi pada sitoplasma yang

bergranul.

3. Pada pasien ini tidak ada keterangan mengenai pemeriksaan preoperative biopsi

aspirasi. Tindakan biopsi aspirasi pada kasus neoplasma merupakan tindakan

(10)

4. Pada tindakan pengangkatan massa tumor harus dilakukan eksisi yang luas, oleh

karena sering terjadi lokal rekurent dan batas sayatan harus diperhatikan apakah

sudah bebas atau belum dari sel-sel malignan. Pada pasien ini batas sayatan tidak

dapat ditentukan.

5. Acinic cellcarcinoma biasanya merupakan tumor dengan prognosis yang baik .

karena bersifat low grade malignansi, kecepatan mitotic sel yang rendah, dan

angka kematian yang rendah. Prognosis menjadi buruk bila dijumpai adanya

multiple rekuren dan metastase ke kelenjar lymph di leher.

http://www.pathoindia.com/sjmc/salcase8.html

(11)

DAFTAR PUSTAKA

1. World Health Organization Classification of Tumour , Pathology and Genetics of

Head and Neck Tumours , IARC Press, Lyon, 2005 , p. 216 – 218

2. John M.Kissane, Anderson’s Pathology, Volume Two, Ninth Edition, C.V Mosby

company, 1990 , p 1139

3. Vinay Kumar et al, Patolgyc Basis of Disease , Seventh Edition , Elsevier Saunders , 2005 , p. 794

4. Acinic Cell Carcinoma of the Lower Lip : A Case Report, available at:

http://www.ascro.net/indexphp?id=242

5. Acinic Cell Carcinoma, available at :

http://adult.rare-cancer.org/acinic-cell-carcinoma.html

6. Acinic Cell Carcinoma,

vailable at : http://www.thedoctorsdoctor/Disease/aciniccell ca.htm

7. Juan Rosai M.D, Ackerman’s Surgikal Pathology, Vollume one, Eight Edition, Mosby, p 815,836,837

8. Salivary Gland Cancer , available at :

http://www.cancer.org/docroot/cri/content/cri

9. Acinic Cell Carcinoma, available at :

http://surrvivor-support.rare-cancer.org/adult-stories/acinic-cellcarcinoma.html

10. Acinic Cell Carcinoma ,

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Penggunaan kemoterapi pada pasien dengan tumor ganas kelenjar parotis terbatas untuk terapi paliatif, yaitu pada tumor ganas yang telah bermetastasis, tumor ganas rekuren yang

Karsinoma sel skuamosa atau squamous cell carcinoma (SCC), merupakan tumor ganas yang berasal dari epitel skuamosa berlapis yang mempunyai kemampuan untuk merusak jaringan

Sutomo serta konfirmasi hasil pemeriksaan histopatologis penderita Oral Squamous Cell Carcinoma di Instalasi Patologi Anatomi.. Hasil: Didapatkan distribusi kasus Oral

Giant cell tumor of tendon sheath lebih sering terjadi pada pasien yang berusia 30-50 tahun, dengan puncak insidensi pada usia 40-50 tahun.. Tumor ini sangat jarang ditemukan

Pada kasus yang sangat jarang (0,2% dari seluruh tumor tulang primer), Schwannoma dapat dijumpai sebagai tumor tulang primer tanpa keterlibatan kanalis spinalis (Carney

Strabismus paretik jarang dijumpai pada anak akan tetapi merupakan penyebab tersering kasus baru strabismus pada orang dewasa. Sebagian besar kasus esotropia nonakomodatif

We investigated the correlation between the NLR on tumor stage, Fuhrman nuclear grade, length of stay LOS, mortality, and recurrence rate in renal cell carcinoma.. Methods: We

Relationship between tumor size, grade, urethral invasion, intravasation, perineural and COX-2 overexpression on metastasis of penile squamous cell carcinoma to inguinal lymph