ABSTRACT
DEATH METAL MUSIC AS THE MESSENGER OF DAKWAH (A Study of Purgatory Band)
BY Bayu Prakoso
Music has been made as an instrument to delivery of a specific message of the a musician or the creator of the music. A group band from Jakarta named Purgatory used a different way, who has used this common genre to broadcast the Islamic regilion. Based on this phenomenon, and obtained formulation research problems, of how the music Death Metal function as the messenger of dakwah through lyrics of songs and the action on the stage made by Purgatory. The purposes of this research are knowing and describing of how Death Metal music could be used as messenger of dakwah trough lyrics of songs and the action on the stage made by Purgatory. This research adopted qualitative approaches descriptive and uses social and construction theory as the scalpel. The result of this research is the emergence of reality which comes from the previous fact through the lyrics and their action of the stage from Purgatory as their ideas to deliver Islamic values recognized and accepted by society, so brings up the function of Death Metal music as messenger of dakwah and constantly created recognition to Islamic Metal music dialectically.
ABSTRAK
MUSIKDEATH METALSEBAGAI PENYAMPAI PESAN DAKWAH (Studi Pada Grup MusikPurgatory)
OLEH
Bayu Prakoso
Musik telah dijadikan sebagai alat penyampaian pesan tertentu dari sang pemusik atau pencipta musik tersebut. Grup musik asal Jakarta bernama Purgatory yang beraliran Death Metal mengambil jalan berbeda, yang menggunakan aliran musik ini untuk menyiarkan ajaran agama Islam. Berdasarkan fenomena tersebut, maka diperoleh rumusan masalah penelitian, yaitu bagaimana fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah melalui lirik lagu dan aksi panggung grup musik Purgatory. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana musik Death Metal dapat berfungsi sebagai penyampai pesan dakwah melalui lirik dan penampilan grup band Purgatory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta teori Konstruksi Sosial yang digunakan sebagai pisau bedah pada penelitian ini. Hasil penelitian ini yaitu munculnya kenyataan dari kenyataan yang ada sebelumnya melalui lirik lagu dan aksi panggung Purgatory yang merupakan gagasan mereka untuk menyampaikan nilai-nilai Islam yang diakui serta diterima oleh masyarakat, sehingga memunculkan fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah dan terus-menerus menciptakan pengakuan terhadap musikMetal Islami secara dialektik.
MUSIK DEATH METAL SEBAGAI PENYAMPAI PESAN DAKWAH (STUDI PADA GRUP BAND ”PURGATORY”)
Oleh :
Bayu Prakoso
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA ILMU KOMUNIKASI
Pada
Jurusan Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG
RIWAYAT HIDUP
Penulis memiliki nama lengkap Bayu Prakoso. Dilahirkan di Langsa, pada tanggal 9 September 1993. Penulis merupakan putra dari pasangan
Bapak Amir Mulyadi dan Ibu Roslinani, sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Menempuh pendidikan di SD Al-Kautsar Bandar Lampung,
SMP Al-Kautsar Bandar Lampung, dan SMA Negeri 9 Bandar Lampung. Menjadi mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung pada tahun 2011 melalui jalur Saringan Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SNMPTN). Selama kuliah penulis aktif dalam keanggotaan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung, dan pernah menjadi Ketua Umum
PERSEMBAHAN
Bismillahirrahmanirahim,
Kupersembahkan karya yang penuh dengan perjuangan ini
untuk kedua orang tuaku yang telah dan selalu berjuang
mati-matian demi diriku…
Bapak Amir Mulyadi dan Ibu Roslinani.
Untuk abang dan adikku,
seluruh keluarga besar Kusen dan Abdul Hay,
MOTO
“Cause the taste is everything.
No taste, no life.”
(karena rasa adalah segalanya. Tanpa rasa, tak ada
hidup.)
-Penulis-SANWACANA
Alhamdulillahirabbil‘alamin, puji dan syukur atas kebesaran Allah SWT. karena hanya berkat
ridho, bantuan serta kehendak-Nya semata penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul
“Musik Death Metal Sebagai Penyampai Pesan Dakwah (Studi pada Grup Musik Purgatory)”, sebagai salah satu persyaratan untuk meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi di
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung.
Penulis sadar akan jauhnya penyusunan skripsi ini dari kata sempurna, namun penulis sudah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan skripsi ini dengan bekal kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Tentu dalam penyusunan skipsi ini hingga selesai tak luput akan
bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1. Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Puji syukur yang tak terhingga penulis tujukan kepada Engkau ya Rabb atas nikmat, berkah, rezeki, serta rasa sayang-Mu yang tak
henti-hentinya Engkau berikan kepada penulis selama hidup.
2. Kedua orang tua penulis yang sangat keren, terimakasih untuk semua dukungan baik moril maupun materi yang Mama Papa berikan selama ini. Terimakasih pula untuk doa
yang selalu Mama Papa panjatkan untuk saya, serta kasih sayang yang berlimpah dan telah mendidik saya agar menjadi pribadi yang baik dan membanggakan. Terimakasih
3. Keluarga Besar Kusen dan Keluarga Besar Abdul Hay. Terimakasih atas dukungan dan doanya kepada saya. Semoga saya dapat membuat bangga kedua keluarga besar ini.
4. Bapak Drs. Agus Hadiawan, M. Si. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung.
5. Bapak Drs, Teguh Budi Raharjo, M. Si. selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi
Universitas Lampung yang telah banyak membantu saya mulai dari tahap outline skripsi ini hingga selesai. Serta atas bantuannya dalam hal organisasi. Terimakasih banyak telah
membantu dalam hal akademis serta telah menjadi salah satu mentor tentang kepemimpinan dalam hidup saya, Pak Teguh. Sehat selalu ya, Pak.
6. Bapak Dr. Abdul Firman Ashaf, M. Si., atau yang sering saya dan teman-teman
bimbingan lainnya memanggil dengan sebutan Babe Firman, selaku dosen pembimbing yang lebih seperti seorang Bapak bagi saya. Terimakasih yang sebesar-besarnya atas
ketersediaan Bapak dan meluangkan waktunya untuk membimbing saya. Terimakasih pula atas ilmu, kritik, saran, serta pengalaman-pengalaman yang telah Bapak bagikan kepada saya. Saya harap hubungan saya dan Bapak tidak terhenti sebatas penyusunan
skripsi. Terimakasih banyak, Babe Firman.
7. Ibu Dr. Tina Kartika, M. Si. selaku dosen pembahas skripsi yang dengan ketelitiannya
mengkoreksi, membimbing, memberi kritik, saran serta masukan dalam penyusunan skripsi saya sehingga skripsi saya bisa selesai dengan hasil yang memuaskan. Terimakasih atas kemurahan hati dan keramahan yang selama ini ibu berikan. Sehat
selalu, bu.
8. Seluruh dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Lampung, Bapak Agung Wibawa,
Ibu Andi Winda, Ibu Wulan Suciska, Ibu Bangun Suharti, Ibu Anna Gustina, Bapak Ahmad Riza, dan Bapak Toni.
9. Bapak Johari selaku staf jurusan Ilmu Komunikasi, serta Mas Agus dan Mas Hendro selaku kedua karyawan gedung C jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Lampung.
10. Seluruh staf, administrasi dan karyawan FISIP Universitas Lampung.
11.MMC Fam’s, Dimas Jin, Herdy Deder, Imam Njung, Nanda Ba’so, Aldi Tabuti, Arya Beka, Bayu EmJe, Adin Buntel, Fadel Cipeng, Anod Triansha, Dio Ciprut, Doni Keni,
Denie Ne’ni, Lutfi Triyono, Junizar Ndul, Reza Yadi, Reza Jona, Taufiq Kipot, Iqbal
Ibol, Reinhart Lae, Rizky Apek, Gema Entong, Farhan Buyan, Avalisia Iko dan Novella. Makasih berat buat kalian semua yang sudah terus support dari kita masih di bangku SMP
sampai sekarang. Semoga kesuksesan dating menyambut kita, amin.
12.Kemiling’s Jam, Novindio Forever Alone, Dimas Hermanto, Genadi, Reza Mahesa, dan
Frian Daniel. Terimakasih banyak untuk pengalaman berharga dalam dunia musik, semoga sukses buat kita semua. Amin.
13. Ferovan Fistandaris (Bibeh), vokalis terindah, tergalau, terbaik, termerdu, dan terobsesi
akan menjadi seorang artis. Cepat rampungkan kuliahmu. Orang tuamu berharap banyak padamu. Lalu gapailah cita dan cintamu. Terimakasih banyak untuk pengalaman kita
dalam bermusik. Sukses selalu.
14. Ayu Luthfiah Putri, seseorang yang selalu support dan terima saya apa adanya, serta selalu ada di saat suka dan duka. Terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga kita
bersama di masa depan nanti, amin.
15. Teman-teman KOMSEBELAS, yang lebih bisa dibilang sebagai keluarga. Terlalu banyak
16. Keluarga besar MABES45, Bang Topik, Bang Bes, Bang Rizki Kun, Bang Ari, Febry
“Pepi” Hariyanto, Ricky A.P., Topan, Memeng, Fajar, Ajo Gusti, dan Teddy Maradona.
Terimakasih banyak untuk pengalaman dan ilmu-ilmu yang diberikan. Sukses selalu. 17. Jajaran Petarung, Tri Hana Pratiwi, Ida Putri Mulya, Jaya Aji, Calvien Muttaqin
Tenggono, Fadhillah Syakirah, Cita Adelia Rachmasari, Hamdana Fitri Sudarisman,
Theresia Windiyani Sukoco, Risky Rhomaddhon, Fajri Amien, Reza Tantowi, Nastria Fitrianasari, Arta Novian, Yessy Tathyana Turnip, serta para pengurus HMJ Ilmu
Komunikasi Periode 2013/2014. Kalian benar-benar “Petarung”. Terimaakasih banyak untuk perjuangan kalian, semoga tidak sia-sia semua yang telah kita dapatkan. Semoga kita semua sukses. Amin.
18.“Yang Penting Ketawa”Gankdan Cuyung’sGank, Aji Jegel, Bowo, Ayutia Gomez, Ade Rempong, Hesti Ketua Gank Cuyung, Fikri Gepeng, Duta Bibir, Manda Engas, Amel,
Lidya, Dimas Overture, Rizal Haislah, Metal, Putra “Ahong” Gumilang, Riksa Pelok, Satya U.N., dan Syahid Kaget yang Ekstrim Menolak Punah. Terimakasih atas keceriaan kalian kepada saya.
19. Mas Yoga, Aji Ireng, Diki, Gigih, Fachri, Ady, Novian Ganteng, Rony d’Ajizdan Arief Rizky. Terimakasih banyak atas kesederhanaan dan ke-welcome-an kalian.
20. Gank Kosong, Ruri Uwi, Adel Paten, Vio Cetar, dan Uti Bahlul. Terimakasih banyak atas canda tawa atas kekonyolan yang telah kalian berikan untuk saya. Serta Inka Pesek yang rajin melakukan facial gratis pada wajah saya. Terimakasih juga atas saran-saran dari kalian.
21.Ngadino’s Squad, Kak Ali, Kak Isa, Kak Yaying (Yasir), Kak Nanda, Kak Reksa, Mbak
nasehat, ilmu, dan tentunya keceriaan dalam hidup. Terimakasih kakak-kakak, mbak-mbak dan teman-teman semua.See you on top guys.
22. IndoSpurs SubRegional Lampung, Backurman Manullang, Iyay Baskoro, Calvin, AldoStone, David, Nelwan, Mas Gaung, Yosa, Alwan, Bryan, Devin, Refky Suhe, Irvan, Septa, Dignawan, dan Yogi. Tetap semangat dan sukses untuk kita.
23. MembaraGroup, Rizky TSY., Yusry, Eqy, Cipay Alfakkar, Blodot JiHung, Kausar, Toto, Zazuly Strong, Pandhu, dan Yuzza. Kalian selalu menciptakan api canda tawa yang
“membara” di hati. Terimakasih teman-teman.
24. Geng Bahlul, Anin, Tiwi, Ayik, Dea, dan Eef. Terimakasih atas kekonyolan dan kebaikan kalian selama ini. Sukses selalu.
25. Seluruh Personil dan Management Purgatory. Terimakasih atas segala bantuan dan kerjasamanya serta mohon maaf karena sudah merepotkan kakak-kakak semua. Salam
MOGERZ!
26. Kelompok KKN Desa Karya Makmur, Rahmat Ori (beb oyi), Farid Anshari (om ayid), Hanita Intan (mbok intan) dan Melli Novita (bi’ melli). Terimakasih banyak atas suka
duka bersama kalian. Tetap menjadi keluarga sampai kapan pun.
27. Keluarga Pak Hadi dan Pak Nanang, serta seluruh warga Desa Karya Makmur,
Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Terimakasih sudah menerima dan memberikan pengalaman berharga selama KKN disana. Semoga Allah selalu melimpahkan berkahNya kepada kita, amin.
28. Seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung angkatan 2012, 2013, 2014 dan 2015.
Wanda, Agung, Hiday, Hani, Lita, Sapi, Fia. Terimakasih banyak atas masa-masa remaja yang penuh makna. Sukses selalu.
30. Serta pihak-pihak lain yang telah membantu selama proses penyelesaian studi sarjana ini, yang tak dapat disebutkan satu per satu.
Semoga Allah S.W.T. selalu melimpahkan nikmat dan ridho-Nya kepada kita semua dalam
hidup ini sampai akhirat kelak. Amin ya Rabbal Alamin.
Bandar Lampung, 19 Oktober 2015 Penulis,
DAFTAR ISI
c. Konstruksi Sosial dengan MusikDeath Metal ...23
C. Kerangka Pikir ...24
B. Sejarah Grup MusikPurgatory...36
V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ...38
1. Analisis Lirik Lagu ...38
1. 1. Hasil Pengamatan Lirik Lagu ...38
1. 2. Hasil Pengamatan Aksi Panggung...61
B. Pembahasan...65
2. Aksi Panggung MusikDeath MetalSebagai Penyampai Pesan Dakwah ...86
VI. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan...98 B. Saran...100
DAFTAR TABEL
Tabel
DAFTAR GAMBAR
Gambar
1. Logo Purgatory yang memiliki desainambigram...37
2. Logo Purgatory ...63
3. Topeng dan Riasan Wajah ...64
4. Tanggapan pendengar Purgatory tentang lirik lagu diFacebook...82
5. Tanggapan Penggemar Purgatory tentang lirik lagu diYoutube...83
6. Pola 1...85
7. Pola 2...96
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Musik tidak hanya sebagai penghibur, namun kini musik juga telah dijadikan sebagai alat penyampaian pesan tertentu dari sang pemusik atau
pencipta musik tersebut. Musik adalah suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang
dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama. Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Musik adalah sebuah fenomena
yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik (Wikipedia Bahasa Indonesia, Musik. Ensiklopedia Bebas. http://id.wikipedia.org/ wiki/Musik). Musik sendiri mampu melampaui bahasa konvensional dalam
menyampaikan apa yang dikandungnya secara universal. Bagi penciptanya, musik yang diciptakannya pasti memiliki manfaat bagi masyarakat.
Selain menghibur, lirik lagu yang dibuat merupakan media komunikasi untuk menyampaikan apa yang ada di dalam benak penciptanya. Pada dasarnya, komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada
2
berdasarkan pengalaman mereka kepada orang lain. Karena musik merupakan
sebuah bentuk bahasa yang universal, maka musik dapat diterima dengan mudah di masyarakat. (Wikipedia Bahasa Indonesia, Komunikasi Musik, Ensiklopedia Bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_Musik)
Dalam penelitian (tesis) milik Bambang Hernawan, 2003, yang berjudul Wacana Kritik Lirik Musik Rock (Studi Analisis Wacana Kritikal Musik Underground Grup Band Aliran Death Metal dan Punk di Kota Bekasi, mengungkapkan bahwa musik identik dengan sebuah bunyi yang dihasilkan oleh
getaran sebuah benda, yang menghasilkan suara. Ritme dan nada merupakan keteraturan dari bunyi dan dapat dikatakan sebagai musik. Dalam pengertian musik, definisi sederhana dapat dilihat yaitu sebuah bunyi, dan juga memiliki
makna ‘tinggi’ yang merupakan sebuah bentuk ekspresi, dari refleksi diri para
pencipta musik. Bambang juga mengatakan bahwa musik dalam perkembangannya terjadi penambahan lirik dan lagu, menjadi lebih ‘berwarna’ ,
bahwa musik dan lagu menjadi menarik untuk ‘dilihat’, ‘dinikmati’ dan
‘dirasakan’ karena mengandung dimensi lain dari hasil karya yang dapat di
dengar. Dalam kehidupan sehari-hari, musik sebagai sebuah bentuk komunikasi dalam bentuk penyampaian aspirasi masyarakat seperti dalam menyampaikan protes saat demo, gerakan sosial untuk menggalang dana, iklan-iklan sosial dan
sebagainya. Dalam konteks penggunaannya, musik sebagai media komunikasi digunakan sebagai perantara dalam menyampaikan maksud seseorang kepada
orang lain.
3
tradisional. Musik klasik dapat digambarkan seperti musik yang berakar dari
tradisi kesenian barat, musik kristiani dan musik orchestra yang mencakup pada abad ke-9 hingga ke abad 21. Musik popular merupakan musik yang banyak
dikenal oleh masyarakat luas dan sangat digemari. Musik popular terdiri dari jazz, gospel, blues, rhytem and blues, funk, rock, metal/hardcore, electronic, ska, reggae, dub, hiphop/rap/rapcore, dan pop. Sedangkan musik tradisional merupakan musik yang dipertahankan oleh masyarakat secara turun temurun, sepertilatin,country, dandangdut. (http://id.wikipedia.org/wiki/Genre_musik dan http://www.magomagz.com/2013/03/artikel-sejarah-dan-genre-musik.html)
Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas dinamis. Vokal
biasanya dinyanyikan dengan gerutuan (death grunt) , geraman garau (guttural growl) atau geraman maut (death growl). (http://id.wikipedia.org/ wiki/Death_metal)
Musik Death Metal seringkali dikaitkan dengan hal-hal negatif. Kebanyakan lirik diDeath Metal adalah fiksi dan tidak untuk diikuti. Jadi jangan menganggap apa yang anda dengar di musik Death Metal adalah serius. Lirik
-lirik itu hanyalah penumpahan emosi seorang musisi pada lagunya. Mungkin liriknya terdengar tidak sopan dan sadis, tentang zombie, pembunuh berantai, atau
4
adalah sebuah grup musik Death Metal asal Jakarta, grup musik ini dibentuk pada
tahun 1994 oleh Lutfi sang gitaris bersama dengan adik kandungnya yaitu Al yang memainkan drum. Lirik yang dibawakan oleh Purgatory adalah berkisar tentang ajaran agama Islam, perang Uhud, kematian, dan lain-lain. Awal terbentuknya mereka sering membawakan lagu Obituary dan Sepultura. Baru sekitar tahun 2002 mereka memutuskan untuk menggunakan topeng dan penambahan personel
seorang DJ. (http://id.wikipedia.org/wiki/Purgatory_%28grup_musik%29). Mereka menggunakan aliran musik ini sebagai sarana menyiarkan ajaran-ajaran
agama Islam. Lirik-lirik musiknya penuh dengan nilai-nilai Islam, yang didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Bahkan aksi mereka di pangggung pun benar-benar menggambarkan nilai-nilai Islam, seperti melakukan “Salam Satu
Jari” atau dikenal sebagai “Salam Tauhid” yang mengganti salam Metal dan penggunaan aksesoris yang mengandung unsur Islam. Sebelumnya, penelitian William H. Frederick dalam sebuah jurnal yang berjudul Rhoma Irama and Dangdut Style–Aspects of Contemporary Indonesian Popular Culturemembahas musik sebagai sarana dakwah, namun objek yang diteliti teliti adalah musik
dangdut. Pada penelitian tersebut mengungkapkan bahwa musik dangdut yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama merupakan sebuah bentuk ekspresi diri Rhoma dalam mempertahankan budaya Melayu dalam menghadapi masa dimana
musik-musik Barat mulai masuk ke Indonesia. Pada perkembangan selanjutnya, Rhoma terpengaruh oleh budaya Islam dan kondisi politik yang kental akan Islam
5
ini merupakan sebuah bentuk ekspresi Rhoma Irama dalam menyebarkan
nilai-nilai Islam melalui musik dangdut. Terkait hal tersebut, dapat terlihat bahwa musik telah menjadi sebuah alat atau media komunikasi dalam mengekspresikan
gagasan musisi kepada khalayak luas. Hampir pada semua aspek kehidupan musik pun menyertai aspek kehidupan tersebut, tak terkecuali aspek-aspek yang bersifat
religious (agama).
Terkait dengan musik yang telah menjadi sebuah alat komunikasi, grup musikDeath Metal asal Jakarta yang bernamaPurgatoryini menggunakan musik ini sebagai penyampai dakwah, yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian pada fenomena ini. Peneliti pun mengambil judul “Musik Death Metal sebagai Penyampai Pesan Dakwah” dengan objek penelitiannya yaitu Grup Musik
asal Jakarta,Purgatory.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian ini, rumusan masalahnya adalah: 1. Bagaimana fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan
dakwah melalui lirik lagu band”Purgatory”?
2. Bagaimana fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah melalui aksi panggung band “Purgatory”?
6
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan deskripsikan bagaimana
musik Death Metal dapat berfungsi sebagai penyampai pesan dakwah melalui
lirik dan penampilan grup band “Purgatory”.
D. Kegunaan Penelitian 1. Secara Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu komunikasi serta dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya,
khususnya penelitian yang berkaitan dengan fungsi musik Death Metal sebagai sarana dakwah.
2. Secara Praktis
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu disertakan pada penelitian ini sebagai alat bantu acuan
dan pertimbangan penelitian bagi peneliti. Sebagai bahan pertimbangan dan alat bantu penelitian ini, peneliti telah mencantumkan beberapa penelitian terdahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Ade Rizki Melina, 2011, dengan judulMusik Punk
Sebagai Sarana Kritik (Studi Pada Lirik Lagu Band “Cuci Otak” di Bandar
Lampung). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan hasil yang mendeskripsikan bagaimana fungsi musik punk sebagai sarana ekspresi emosional, kritik sosial dan kritik politik. Pada penelitian tersebut mengungkapkan fungsi-fungsi yang muncul dari musik Punk sebagai penyampai kritik terkait realitas kehidupan yang ada saat ini. Pesan-pesan kritik yang merupakan ekspresi diri dari grup musik Cuci Otak ini disampaikan melalui musik Punkmilik mereka agar khalayak menyadari realitas yang kehidupan yang ada, namun dari pespektif grup musikCuci Otaktersebut.
Penelitian ini dapat menjadi referensi peneliti, karena memiliki kesamaan
yaitu sama-sama mencari fungsi dari sebuah musik dalam konteks komunikasi. Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama,
8
menghasilkan irama. Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk
mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik pula adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena
yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Musik)
Dalam penelitian (tesis) milik Bambang Hernawan, 2003, yang berjudul
Wacana Kritik Lirik Musik Rock (Studi Analisis Wacana Kritikal Musik Underground Grup Band Aliran Death Metal dan Punk di Kota Bekasi), mengungkapkan bahwa musik identik dengan sebuah bunyi yang dihasilkan oleh getaran sebuah benda, yang menghasilkan suara. Ritme dan nada merupakan keteraturan dari bunyi dan dapat dikatakan sebagai musik. Dalam pengertian
musik, definisi sederhana dapat dilihat yaitu sebuah bunyi, dan juga memiliki
makna ‘tinggi’ yang merupakan sebuah bentuk ekspresi, dari refleksi diri para
pencipta musik. Bambang juga mengatakan bahwa musik dalam perkembangannya terjadi penambahan lirik dan lagu, menjadi lebih ‘berwarna’ ,
bahwa musik dan lagu menjadi menarik untuk ‘dilihat’, ‘dinikmati’ dan
‘dirasakan’ karena mengandung dimensi lain dari hasil karya yang dapat di dengar. Pada penelitian ini menjelaskan bagaimana lirik musik Rock yang merupakan sebuah bentuk ekspresi diri dari para pencipta musik untuk disampaikan kepada khalayak luas. Dalam hal ini, musik menjadi sebuah alat
untuk menyampaikan pesan tertentu dari para pencipta musik kepada khalayak.
9
menganalisis tentang lirik lagunya, dimana peneliti juga akan meneliti lirik lagu
yang memiliki fungsi tertentu. Penelitian tersebut juga menjelaskan bagaimana lirik lagu sebagai bentuk ekspresi diri para pencipta musik untuk disampaikan
kepada khalayak luas. Bambang mengatakan bahwa Death Metal suatu cabang
musik yang mulai ‘membelah’ dari induknya,Trash MetaldanPunk. Musik jenis ini menajikan teknik musik yang lain ditambah speed gitar dan ketukan drum yang cepat pula. Lirik yang selalu bertema kritik, kematian, kehancuran, pembantaian, bhlespenry,sexual masochist, misteri dan lain-lain, merupakan ciri dari musik beraliranDeath Metal ini.
10
yang struktur musiknya terbangun dari thrash metal dan black metal awal. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas
dinamis. Vokal biasanya dinyanyikan dengan gerutuan (death grunt), geraman garau (guttural growl) atau geraman maut (death growl). Teknik menyanyi seperti
ini juga sering disebut “Cookie Monsters Vocal”. (https://dewanada. wordpress.com/2010/12/17/apa-itu-death-metal/)
Penelitian ini mengusung sebuah aliran musik yang dapat menjadi sebuah
alat untuk menyampaikan pesan berdakwah dalam kehidupan. Untuk itu penulis turut menggunakan penelitian milik William H. Frederick yang berjudul Rhoma Irama and Dangdut Style–Aspects of Contemporary Indonesian Popular Culture (1982). Penelitian ini membahas tentang Rhoma Irama dan musik ciptaannya, yaitu musik Dangdut yang menjadi budaya popular di dalam masyarakat
Indonesia. Hasil penelitian ini mengungkapkan bagaimana Rhoma Irama menciptakan musik dangdut sebagai sarana dakwah melalui lirik lagu ciptaannya. Serta menjelaskan penampilan/aksi panggung serta warna musik mereka yang
mengikuti perkembangan jaman dan tujuannya. Penelitian tersebut turut menjelaskan bahwa musik dangdut yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama yang terpengaruh oleh nilai Islam dan kondisi politik yang kental akan Islam,
menjadikan musik dangdut untuk menyampaikan gagasan Rhoma tentang Islam kepada masyarakat melalui lirik lagu dan penampilannya bersama Soneta.
11
pesan dakwah. Dalam konteks komunikasi, penelitian tersebut menjelaskan
bagaimana musik dangdut digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan gagasan Rhoma Irama mengenai Islam kepada masyarakat. Hanya saja
perbedaannya yaitu jenis musik yang menjadi objek penelitian berbeda satu sama lain.
Dalam bahasa Al-Qur’an, dakwah secara etimologi memiliki kesamaan
makna dengan kata al nidȃ yang berarti menyeru atau memanggil. Adapun dari tinjauan aspek terminologis, pakar dakwah Syekh Ali Mahfuz mengartikan
dakwah dengan mengajak manusia kepada kebaikan dan petunjuk Allah SWT., menyeru mereka kepada kebiasaan yang baik dan melarang mereka dari kebiasaan buruk supaya mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat. Dakwah juga
dapat diartikan sebagai suatu kegiatan untuk memotivasi orang dengan basîrah, supaya menepuh jalan Allah SWT. dan meninggikan agamanya. (Ismail dan
Hotman, 2011: 27-28) Menurut Arifin dalam Dakwah Kontemporer (Sebuah Studi Komunikasi) (2011), yang mengutip beberapa pendapat dari para ahli, seperti M. Quraish Shihab (1992:194) yang menulis bahwa dakwah adalah seruan atau
ajakan kepada keinsafan atau usaha mengubah situasi kepada yang lebih baik dan sempurna terhadapa individu dan masyarakat. Perwujudan dakwah bukan sekedar usaha peningkatan pemahaman keagamaan dalam tingkah laku dan pandangan
hidup saja, tetapi juga menuju sasaran yang lebih luas. Pada hakikatnya, dapat disimpulkan bahwa dakwah pada prinsipnya adalah mengembalikan manusia
12
Dakwah secara harfiyah artinya ajakan atau seruan, yaitu ajakan ke jalan
Tuhan (Allah SWT). Asal kata dakwah adalah da'a-yad'u-da'wah yang artinya mengajak atau menyeru. Secara istilah, dakwah bermakna ajakan untuk
memahami, mempercayai (mengimani), dan mengamalkan ajaran Islam, juga mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran (amar ma'ruf nahyi munkar).
(http://www.risalahislam.com/2014/03/pengertian-dan-metode-dakwah-islam.html) Dakwah bukanlah propaganda, baik dalam niat, cara maupun tujuannya. Dakwah tidak boleh dikotori oleh kepentingan-kepentingan tertanam.
Dakwah juga tidak mengahalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Dakwah harus disampaikan secara jujur, terbuka, dan bebas. (Ismail dan Hotman, 2011: 12-13) Mengutip dari tulisan Nur Setyaningsih (2006), Prof. H. M. Arifin
menyatakan bahwa dakwah dikatakan sebagai suatu kegiatan mengajak dengan cara lisan, tulisan, tingkah laku, dan sebagainya. Yang dilakukan dalam usaha
mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun kelompok agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran sikap, penghayatan, serta pengamalan kepada ajaran agama sebagai pesan (message) yang disampaikan kepadanya
dengan tanpa adanya unsur paksaan. Secara umum, dakwah bertujuan untuk menyampaikan kebenaran, membawa manusia dari kegelapan, dan jalan sesat
menuju tauhid yang menjanjikan kebahagiaan. (http://www.bimbie.com/dakwah-islam.htm)
Dapat disimpulkan bahwa musik adalah suatu aktivitas seni, yang terdiri
13
menyerukan nilai-nilai Islam serta mengajak ke jalan kebenaran sesuai dengan
kemampuan-kemampuan masing-masing. Musik pun dapat dijadikan sebagai penyampai pesan dakwah tersebut. Rohiman Notowidagdo (2000) dalam
bukumya Ilmu Budaya Dasar Berdasarakan Al-Qur’an dan Hadits
mengungkapkan bahwa keindahan pada dasarnya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan juga milik Tuhan. Menurut
Al-Qur’an, ala mini sepenuhnya milik Allah, karena Allah-lah yang menciptakan. Firman Allah SWT.:
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka Siapakah yang
menciptakan langit dan bumi? Tentu mereka akan menjawab: ‘Allah’. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka itu tidak
mengetahui. Kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan yang di
bumi”. Sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS Luqman, 31:25-26)
Allah menciptakan alam (bumi dan langit) yang indah ini untuk manusia, untuk kemakmuran, kebahagiaan dan kesejahteraan manusia. Manusia
menciptakan keindahan itu sebenarnya mencontoh keindahan alam yang dianugerahkan Tuhan kepada umatNya. Pembentukan kebudayaan dan kesenian yang mengarah pada terbentuknya peradaban yang indah, tidak dapat dilepaskan
kaitannya dengan alam, karena alamiah yang menyediakan bahan yang diperlukan manusia bagi kepentingan pembentukan kebudayaan, kesenian, peradaban dan
14
Imam al-Ghazali berkata: “Kepunyaan Allah-lah keindahan, keagunga dan kebesaran. Kesempurnaan dan kesucian tidak dapat disandangkan dan dibayangkan kecuali hanya untuk Allah sendiri, Yang Maha Esa, Yang Maha
Benar, Yang Memiliki Keluhuran dan Kemuliaan. Yang dimaksud keindahan (al-Jamal) disini adalah kesempurnaan Ilahi. Kepunyaan-Nya-lah keindahan dan kesempurnaan. Seluruh nama-Nya baik dan sifat-Nya sempurna. Allah itu indah,
dan di antara keindahan perbuatan-Nya ialah kasih saying dan kelemahlembutan-Nya.
Sesungguhnya pemahaman seni modern benar-benar berbeda dengan seni Islami. Kesenian modern yang hanya mementingkan bentuk tubuh dan sesuatu yang kasar mata tidak akan menyejukkan hati dan tidak akan memperluas
wawasan keilmuan penikmatnya. Sedangkan seni Islami dapat membuka pemikiran penikmat seluas-luasnya. Segala sesuatu yang ada di dunia ini bias
diapreasiasikan dengan seni sebagai ungkapan rasa keimanan terhadap keagungan semua makhluk dan ciptaan Ilahi Rabbul Izzati. Seniman yang Islami tidak akan merasa angkuh, sebab ia mengetahui dengan pasti bahwa bagaimanapun keahlian
dan keterampilannya mengekspresikan seni, ia tidak akan mengungguli derajat Sang Maha Pencipta. Ia hanya dapat menggunakan sarana yang ada dengan inspirasi yang tinggi sehingga dapat memberikan manfaat yang baik dan indah.
Mengutip dari penelitian Syarifah Farah (2008) menyatakan bahwa seni adalah keelokan yang menghiasi dunia ini, dan Islam mengajarkan untuk
15
eksplorasi keindahan, namun jangan sampai seni digunakan untuk mengingkari
Allah SWT. Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan”. (HR.
Muslim)
Pada hakikatnya, seni dalam Islam adalah tafsiran bagi makna-makna Qurani dan penguat atas pengakuan terhadap hikmah Allah Yang Maha Bijaksana
dalam alam ini. Seni dalam Islam juga merupakan pengungkapan secara terus-menerus akan keagungan makhluk dan ciptaan-Nya, serta sebagai ibadah dan
penyucian jiwa sehingga terisilah hati dan seniman mukmin dengan ketenangan, kenyamanan dan ketenteraman. Dalam jurnal milik Fredericks (1982), menjelaskan bahwa musik dakwah telah dilakukan oleh Rhoma Irama di awal
karirnya melalui musik dangdut bersama Soneta Grup. Hal ini terjadi ketika Rhoma Irama dan Soneta Grup memasuki periode yang intens akan aktivitas
bermusik–dengan kata lain, mereka harus memiliki ciri khas dan karakter sendiri dalam musik Dangdut. Rhoma memilih 2 tema besar pada masa itu, Islam dan Politik. Setelah kepulangannya dari Mekkah, Rhoma Irama yang telah
terpengaruhi secara mendalam baik secara personal maupun pengalaman, maka Rhoma dan Soneta Grup mulai menggunakan lirik-lirik yang mengandung nilai-nilai Islam serta menggunakan kostum-kostum yang bernuansa Islam Timur
Tengah, serta penampilan diri yang lebih tertata rapi (potongan rambut yang lebih pendek dan tertata). Pada akhirnya Rhoma secara tegas merubah haluan
bermusiknya ke dalam arena yang dapat disebut “Musik Dakwah”, yaitu musik
16
dakwahnya tak hanya melalui lantunan-lantunan lagunya yang berisikan
pesan-pesan Islam, namun juga penampilan mereka dengan kostum ala Muslim Timur Tengah dan kerapihan penampilan diri mereka.
Selain tentang lirik lagu yang dijadikan fokus penelitian oleh peneliti, aksi panggung pun turut disertakan demi memaksimalkan hasil penelitian. Untuk itu, penelitian milik Dimas Adi Jayasakti (2013) melakukan sebuah penelitian dengan
judul Simbol-Simbol Musik Metalcore turut membuka pandangan peneliti untuk melanjutkan penelitian ini. Penelitian ini membahas tentang makna dari musik
Metalcore yang muncul dari simbol-simbol yang ada, yaitu lirik, aksi panggung dan musiknya sendiri. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ketiga hal tersebut memiliki simbol-simbol, kesan serta makna tersendiri. Terkait hal
tersebut, makna-makna yang terkandung dari aksi panggung yang dilakukan pemusik merupakan sebuah bentuk pesan yang ingin disampaikan kepada
khalayak. Dalam hal ini, penulis dapat menjadikan penelitian tersebut sebagai referensi karena metode penelitian yang sama, serta sama-sama membahas tentang aksi panggung dan lirik lagu dari suatu grup musik yang tentunya
memiliki makna tersendiri yang ingin disampaikan kepada khalayak, hanya saja musik yang menjadi objek penelitiannya serta tujuan penelitiannya berbeda.
Dari penelitian-penelitian diatas menjelaskan bahwa musik merupakan suatu hal yang unik dan menarik untuk diteliti. Serta musik yang dijadikan sebagai media untuk berdakwah menambah sebuah keunikan dari musik yang
17
yang memiliki fungsi-fungsi dan maksud tersendiri. Berikut ini peneliti
menyajikan tabel beberapa penelitian terdahulu terkait penelitian ini:
1. Judul Musik Punk Sebagai Sarana Kritik (Studi Pada
Lirik Lagu Band “Cuci Otak” di Bandar
Lampung)
Penulis Ade Rizki Melina (Universita Lampung, 2011) Kontribusi
bagi Peneliti
Hasil penelitian ini yaitu menemukan fungsi musik punk sebuah media untuk menyampaikan pesan. Pesan yang disampaikan yaitu berupa ekspresi emosional (rasa marah dan benci), kritik terhadap perilaku orang-orang yang suka menghasut dan masyarakat yang pasif terhadap sistem, serta kritik politik terhadap pemerintah. Perbedaan
Penelitian
Perbedaan jelas terlihat dari aliran musik yang diteliti, serta penelitian ini meneliti fungsi yang berbeda dari musik, yaitu sebagai media kritik. 2. Judul Wacana Kritik Lirik Musik Rock (Studi Analisis
Wacana Kritikal Musik Underground Grup Band AliranDeath Metaldan Punk di Kota Bekasi Penulis Bambang Hernawan (Universitas Indonesia,
2003) Kontribusi
bagi Peneliti
Hasil penelitian ini menemukan dalam sebuah lirik kritik rock (underground) yang bernada kritik bukanlah sebuah penggambaran realitas sesungguhnya, tapi penggambaran lirik kritik tersebut merupakan sebuah bahasa lingkaran trand
atau yang bisa dikenal dengan “bahasa pergaulan”
yang bukan dari hasil sebuah penghayatan pribadi secara sepihak. Tapi sebuah perpaduan besar dalam kesepakatan dari aspek eksternal para pencipta (kepentingan para kapitalisme). Hal ini menjelaskan bagaimana musik digunakan sebagai ekspresi diri musisi terhadap realitas yang ada. Perbedaan
Penelitian
Penelitian ini tidak hanya mengangkat musik Death Metal tetapi juga musik Punk, dan mengambil sample penelitian pada komunitas musik Underground di Bekasi
18
Peneliti sebagai sarana dakwah melalui lirik lagu ciptaannya. Serta menjelaskan penampilan/aksi panggung serta warna musik mereka yang mengikuti perkembangan jaman dan tujuannya. Hal ini menjelaskan bagaimana musik digunakan Rhoma Irama untuk menyampaikan gagasannya kepada khalayak.
Perbedaan Penelitian
Perbedaan terlihat dari jenis musik yang diteliti
4. Judul Simbol-Simbol MusikMetalcore
Penulis Dimas Adi Jayasakti (Universitas Lampung, 2013)
Kontribusi bagi Peneliti
Metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini meneliti tentang aksi panggung, lirik serta musik dari musik Metalcore yang memiliki arti tersendiri.
Perbedaan Penelitian
Perbedaan terlihat dari jenis musik yang diteliti serta tujuan penelitian.
B. Landasan Konsep dan Teori a. Pesan Dakwah
Dakwah secara harfiyah artinya ajakan atau seruan, yaitu ajakan ke jalan Tuhan (Allah SWT). Secara istilah, dakwah bermakna ajakan untuk memahami,
mempercayai (mengimani), dan mengamalkan ajaran Islam, juga mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran (amar ma'ruf nahyi munkar).
(http://www.risalahislam.com/2014/03/pengertian-dan-metode-dakwah-islam.html) Mengutip dari tulisan Nur Setyaningsih (2006), Prof. H. M. Arifin menyatakan bahwa dakwah dikatakan sebagai suatu kegiatan mengajak dengan
cara lisan, tulisan, tingkah laku, dan sebagainya. Yang dilakukan dalam usaha mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun kelompok agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran sikap, penghayatan, serta pengamalan
19
Aktivitas dakwah adalah kegiatan komunikasi yang menimbulkan
interaksi sosial. Komunikasi dalam konteks dakwah bisa saja menjadi sekedar kegiatan penyampaian informasi. Tetapi dalam kondisi tertentu komunikasi ini
bisa menjadi hiburan atau bahkan sebagai pengendali tingkah laku. Dakwah yang dilakukan di tengah masyarakat diharapkan dapat mengarahkan dan membentuk perilaku tertentu. Namun diantara dua hal tersebut, ada sedikit perbedaan pada
muatan pesan. Apabila dalam komunikasi pesan bersifat netral, maka di dalam dakwah terdapat nilai-nilai keteladanan. (Slamet: 2009).
Dalam jurnal milik Slamet (2009), Dosen Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan judul Efektifitas Komunikasi Dalam Dakwah Persuasif, dijelaskan bahwa keberhasilan seorang komunikator adalah ketika dia bisa menjadi orang lain secara tepat sebagaimana yang dibutuhkan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Seseorang harus bisa menjadi layaknya
seorang aktor. Akan tetapi dalam kegiatan dakwah, pelaku dakwah bukan hanya sekedar menjadi komunikator, melainkan juga pendorong dan juga contoh dalam kehidupan praktik sehari-hari. Sebab pesan dalam dakwah bukan sekedar data
informasi, melainkan nilai-nilai keyakinan, ibadah, dan moral yang menuntut pengamalannya dalam sepanjang rentang kehidupan individu di tengah
masyarakat.
Dakwah akan berpengaruh terhadap perubahan sikap dan perilaku bilamana komunikasi yang dilakukan dalam cukup efektif. Komunikasi efektif
dalam dakwah ditandai dengan adanya feedback dalam bentuk: timbulnya pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang semakin baik, dan
20
b. Konstruksi Sosial
Konstruksi sosial merupakan sebuah teori sosiologi kontemporer yang
dicetuskan oleh Peter L.Berger dan Thomas Luckman. Dalam Bungin (2011: 193), asal mula konstruksi sosial dari filsafat konstruktivisme, yang dimulai dari gagasan-gagasan konstruktif kognitif. Menurut von-Glasersfeld, pengertian
konstruktif kognitif muncul pada abad ini. Dalam tulisan Mark Baldwin yang secara luas diperdalam dan disebarkan oleh Jean Piaget. Namun apabila ditelusuri,
sebenarnya gagasan-gagasan pokok konstruktivisme sebenarnya telah dimulai oleh Giambatussta Vico, seorang epistimolog Italia.
Dalam pandangan realism hipotesis, pengetahuan adalah setaubuah
hipotesis dari struktur realitas yang mendekati realitas dan menuju kepada pengetahuan yang hakiki. Sedangkan konstruktivisme biasa mengambil seua
konsekuensi konstruktivisme dan memahami pengetahuan sebagai gambaran dari realitas itu. Kemudian pengetahuan individu dipandang sebagai suatu gambaran yang dibentuk dari realitas objek dalam dirinya sendiri. Dari ketiga macam
konstruktivisme, terdapat kesamaan, dimana konstruktivisme dilihat sebagai sebuah kerja kognitif individu untuk menafsirkan dunia realitas yang ada, karena terjadi relasi sosial antara individu dengan lingkungan atau orang di sekitarnya.
Kemudian individu membangun sendiri pengetahuan yang telah ada sebelumnya, yang oleh Piaget disebut dengan skema/schemata. Konstruktivisme macam ini
yang oleh Berger dan Luckmann disebut dengan konstruksi sosial. (Bungin, 2011: 194-195)
Istilah konstruksi atas realitas sosial (social construction of reality)
21
melalui bukunya yang berjudul The Sosial Construction of Reality: A Treatise in the Sociological of Knowledge (1966). Ia menggambarkan proses sosial melalui tindakan dan interaksinya, di mana individu menciptakan secara terus-menerus
suatu realitas yang dimiliki dan dialami secara subyektif. (Bungin, 2008: 15-25) Berger dan Luckman (2013; 176) menyatakan bahwa aspek-aspek struktural dalam eksistensi sosial memperoleh pengakuan yang semestinya apabila
dipahami dari segi suatu proses dialektis yang berlangsung terus-menerus dan terdiri dari tiga momen: eksternalisasi, obyektivasi dan internalisasi. Sejauh yang
menyangkut fenomena masyarakat, momen-momen itu tidak dapat dipikirkan sebagai berlangsung dalam satu urutan waktu. Yang benar adalah bahwa masyarakat dan tiap bagian darinya serentak dikarakterisasi oleh ketiga momen
itu, sehingga setiap analisa yang hanya dari satubatau dua segi dari ketiga momen itu, tidak memadai. Hal itu juga berlaku bagi anggota masyarakat secara
individual, yang secara serentak mengeksternalisasi keberadaannya sendiri ke dalam dunia sosial dan menginternalisasikannya sebagai suatu kenyataan obyektif. Dengan kata lain, berada dalam masyarakat berarti berpartisipasi dalam dialektika
itu.
Bungin (2008: 15) menjelaskan tentang ketiga dialektika tersebut.
Pertama, eksternalisasi, yaitu usaha pencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam dunia, baik dalam kegiatan mental maupun fisik. Ini sudah menjadi sifat dasar dari manusia, ia akan selalu mencurahkan diri ke tempat dimana ia berada.
Manusia tidak dapat kita mengerti sebagai ketertutupan yang lepas dari dunia luarnya. Manusia berusaha mengungkap dirinya, dalam proses inilah dihasilkan
22
dunia. Eksternalisasi menunjukkan bahwa suatu realita sosial dapat terbentuk
melalui tindakan individu yang diwujudkan melalui suatu interaksi sosial. Untuk relisasinya, di dalam interaksi sosial ini individu-individu membuat suatu simbol
dan benda-benda hasil buatannya. Oleh karena itu, dalam eksternalisasi terbentuk suatu ciri khusus dari interaksi sosial yaitu individu-individu tersebut. Dalam proses eksternalisasi, individu mengidentifikasikan dirinya dengan peranan sosial
yang sudah mempunyai pola dan sudah dilengkapi dengan lambang yang telah dilembagakan ke dalam institusi yang telah ada. Peranan menjadi alasan dari
aturan yang terlembaga secara objektif.
Kedua, objektivasi. Dalam proses ini, terjadi peristiwa yang menunjukkan perubahan dari sebuah proses konseptual yang diwujudkan dalam suatu realitas
nyata yang akan menjadi bagian dari kehidupan individu. Hal ini akan menjadi suatu kebiasaaan yang akan dilakukan secara berulang-ulang oleh individu dalam
kelompok tersebut. Tindakan ini akan menjadi suatu kebiasaan bagian mereka dan akan menjadi bagian yang tetap bagi realitas mereka.
Ketiga, internalisasi, merupakan suatu proses sosialisasi dari proses objektivasi. Proses internalisasi lebih merupakan penerapan kembali dunia objektif ke dalam kesadaran sedemikian sehingga subjektif individu dipengaruhi
oleh struktur dunia sosial. Macam-macam unsur dari dunia diobjektivasikan akan ditangkap sebagai gejala realitas di luar kesadarannya sekaligus sebagai gejala
internal bagi kesadaran. Melalui internalisasi, manusia menjadi hasil masyarakat.
c. Konstruksi Sosial dengan MusikDeath Metal
23
kerja kognitif individu untuk menafsirkan dunia realitas yang ada, karena terjadi
relasi sosial antara individu dengan lingkungan sekitarnya. Kemudian individu membangun sendiri pengetahuan atas realitas yang dilihatnya itu berdasarkan
pada struktur pengetahuan yang telah ada sebelumnya.
Selanjutnya Berger dan Luckmann dalam Bungin (2011: 206) menjelaskan teori dan pendekatan konstruksi sosial atas realitas terjadi secara stimultan melalui
tiga proses sosial, yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Tiga proses ini terjadi di antara individu satu dengan individu lainnya dalam masyarakat.
Melalui proses dialektika ini, realitas sosial dapat dilihat dari ketiga tahap tersebut.
Musik pada umumnya memiliki image tersendiri pada masing-masing genre-nya. Seperti pada musik Jazz yang memiliki image akan musik kaum elit dan bernilai seni tinggi, musik Death Metal memiliki image sebagai musik yang lekat akan hal-hal negatif seperti Satanisme, kekerasan dan pemberontakan. Hal ini terbentuk karena lirik lagu yang mengandung kata-kata hinaan, frustasi, kebencian, kemarahan serta aksi panggung yang kental akan unsur Satanisme
(penyembah setan)1. Hal ini terlembaga di masyarakat secara terus menerus sehingga masyarakat pun menyetujui bahwa musik Death Metal merupakan musik aliran sesat dan terus tertanam di benak mereka.
Dalam penelitian ini, penulis mengangkat sebuah fenomena unik dan terobosan baru, yaitu musik Death Metal yang diakui sebagai musik yang dapat menyampaikan nilai-nilai Islam (syiar Islam) dan jauh akan stigma negatif dari musikDeath Metal itu sendiri. AdalahPurgatory, sebuah grup musik asal Jakarta
1
24
yang melakukan hal tersebut. Purgatory menciptakan sebuah stigma baru dan berbeda dari stigma yang selama ini ada di masyarakat, sehingga muncul fungsi musikDeath Metalsebagai penyampai pesan dakwah. Dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial milik Peter L. Berger dan Luckmann yang menjadi senjata utama dalam menganalisis data yang didapat untuk memunculkan fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah melalui lirik lagu dan aksi panggung grup musikPurgatory.
C. Kerangka Pikir
Pada penelitian ini peneliti menggunakan teori konstruksi sosial sebagai pisau untuk membedah dalam penelitian ini. Alasan peneliti menggunakan teori Konstruksi Sosial karena peneliti melihat fenomena ini merupakan suatu kenyataan atau fakta sosial yang terbentuk dari kenyataan yang telah ada sebelumhya, dalam hal ini adalah musik Death Metal. Teori Konstruksi Sosial memiliki sebuah proses yang bernama dialektika, dimana dialektika tersebut dapat
KONSTRUKSI SOSIAL
MUSIKDEATH METAL
SEBAGAI PENYAMPAI PESAN DAKWAH
Fungsi MusikDeath Metalsebagai penyampai
pesan dakwah
Lirik Lagu Aksi Panggung
25
menjelaskan bagaimana sebuah kenyataan atau fakta sosial yang ada di masyarakat terbentuk oleh masyarakat itu sendiri. Kenyataan tersebut terjadi secara dialektik sehingga prosesnya berlangsung secara terus-menerus. Setelah kenyataan tersebut terbentuk di masyarakat, maka kenyataan tersebut dapat menimbulkan efek-efek langsung kepada masyarakat.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tipe Penelitian
Tipe penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah tipe deskriptif
kualitatif. Kirk dan Miller menyebutkan, pendekatan kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan
orang-orang tersebut dalam bahasannya dan dalam peristilahannya. (Hikmat, 2011: 38) Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata lisan maupun tertulis dari orang-orang dan perilaku
yang dapat diamati. Metode kualitatif dipergunakan dalam beberapa pertimbangan: Pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Ke dua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan responden, Ke tigs, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh
bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Moleong (2001) yang dikutip oleh Hikmat (2011: 38), penelitian kualitatif lebih menghendaki agar penelitian
27
realitas (komunikasi) bersifat ganda, rumit, semu, dinamis (mudah berubah),
dikonstruksikan, dan holistic; kebenaran realitas bersifat relative. (Hikmat, 2011: 37) Dalam buku Bagong Suyanto dan Sutinah yang berjudul Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan(2011: 166), mereka mengutip pernyataan Taylor dan Bogdan bahwa penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis, dan
tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti. Selanjutnya, metode kualitatif memiliki karakteristik yang khusus sebagai berikut:
1. Bersifat induktif
2. Melihat padasettingdan manusia sebagai suatu kesatuan
3. Memahami perilaku manusia dari sudut pandang mereka sendiri
4. Lebih mementingkan proses penelitian disbanding hasil penelitian 5. Menekankan pada validitas data sehingga ditekankan pada dunia
empiris
6. Bersifat humanistis
7. Semua aspek kehidupan sosial dan manusia diangap berharga dan
penting untuk dipahami karena dianggap bersifat spesifik dan unik. (Suyanto dan Sutinah, 2011:166 dan 169)
Menurut Hikmat (2011: 44), metode deskriptif secara harfiah adalah
metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, sehingga berkehendak mengadakan akumulasi data dasar. Travels (1978) dalam
28
Menurut Gay (1976) yang dikutip Hikmat (2011: 44) metode penelitian deskriptif
adalah kegiatan yang meliputi pengumpulan data dalam rangka menguji hipotesis atatu menjawab pertanyaan yang menyangkut keadaan pada waktu yang sedang
berjalan dari pokok suatu penelitian.
B. Fokus Pengamatan
Fokus pengamatan pada penelitian ini adalah grup musik asal Jakarta, Purgatory, yang lebih spesifik :
1. Lirik lagu, yaitu lirik lagu orisinil milik gurp band Purgatory yang menjadi hits single mereka. Bagaimana lirik lagu mereka digunakan untuk menyampaikan nilai- nilai ajaran Islam (berdakwah)
2. Aksi panggung, yaitu tingkah dan perilaku serta aksesoris yang dipakai para personil Purgatory saat live performance. Bagaimana aksi panggung mereka digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai ajaran
Islam (berdakwah).
C. Jenis Data
Data pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder:
a. Data primer
29
Lirik lagu yang dipilih adalah lagu-lagu yang ada dalam album
7:172 milik grup musik Purgatory, yang terdiri dari 10 lagu. Sedangkan dokumentasi perform (video) yang dipilih adalah video live performdari lagu yang ada di album7:172.
b. Data sekunder
Data sekunder dalam penelitian ini yaitu data yang di dapat dari
selain grup band Purgatory itu sendiri, seperti studi literatur dan internet.
D. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang lengkap dan akurat serta dapat dipertanggung jawabkan kebenaran ilmiahnya, penulis menggunakan teknik
pengumpulan data sebagai berikut : 1. Dokumentasi
Yaitu teknik untuk mendapatkan data dengan cara mencari informasi
dari berbagai sumber yang terkait dengan penelitian, seperti internet (arsip video dokumentasi dan lirik lagu) ataupun proses berlangsungnya penelitian dan berbagai referensi lain yang
dibutuhkan. 2. Wawancara
30
langsung ataupun dengan bantuan media komunikasi e-mail (dikarenakan domisili narasumber dan peneliti terpaut jarak yang cukup jauh) dengan subjek penelitian yaitu grup band Purgatory mengenai pokok bahasan penelitian, dengan menggunakan pedoman wawancara sehingga pertanyaan yang diajukan peneliti lebih terarah, tanpa mengurangi kebebasan dalam menggembangkan pertanyaan
sehingga suasana dialogis dapat dilakukan dengan baik.
E. Penentuan Informan
Teknik pemilihan informan yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik purposive (disengaja). Menurut Singarimbun dan Effendi (2000: 35) teknik
purposive bersifat tidak acak, dimana subjek penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Bungin (2003; 34-35) yang mengutip pernyataan Spradley, adapun
kriteria-kriteria yang digunakan dalam penentuan informan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Subjek yang telah lama dan intensif menyatu dengan kegiatan atau medan aktivitas yang menjadi informasi.
2. Subjek yang masih terkait secara penuh dan aktif pada lingkungan atau
kegiatan yang menjadi perhatian peneliti. 3. Subjek yang mempunyai cukup informasi
4. Subjek yang memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk diminta keterangan dan data yang dibutuhkan terkait masalah penelitian.
Berdasarkan kriteria yang disebutkan diatas dan prariset yang dilakukan
31
Purgatory, grup Band Indie asal Jakarta, yang terdiri dari L.T.F - (gitar), Al (drums), Apit (Growl+scream), Bounty (bass), Sandman (vocal+scream), D'Jackal (DJ), dan Badart (Gitar). Alasan pemilihan para personil grup band Purgatory sebagai informan dalam penelitian ini adalah :
1. Personil Purgatory memiliki cukup informasi yang terkait dengan permasalahan.
2. PersonilPurgatory memiliki banyak pengetahuan tentang musikDeath Metal.
3. Personil Purgatory menciptakan lagu ciptaan sendiri yang digunakan sebagai media penyampai pesan.
F. Teknik Analisa Data
Teknik analisa data dilakukan dengan mengolah data kualitatif yang dapat melalui wawancara mendalam yang diajukan kepada sumber informan dan
beberapa sumber lain yang berkaitan dengan skripsi ini. Adapun teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis data berlangsung
atau mengalir dari Miles dan Huberman (Bungin, 2003: 69-70) melalui tiga tahap yaitu:
1. Tahap Reduksi Data
Pada tahap ini difokuskan pada data lapangan yang telah terkumpulkan. Data lapangan tersebut selanjutnya dipilih, dalam arti menentukan derajat
relevansinya dengan maksud penelitian. Selanjutnya data yang dipilih disederhanakan, dalam arti mengklasifikasikan data atas dasar tema-tema. Memadukan data yang tersebar menelusuri tema untuk merekomendasikan
32
uraian singkat atas ringkasan. Pada penelitian ini tahap reduksi yang
penulis lakukan adalah menyaring seta memilah hasil wawancara, data video, audio dan foto dari grup band Purgatory yang tentunya sesuai dengan fokus penelitian ini yaitu fungsi musikDeath Metalsebagai sarana dakwah ajaran Islam.
2. Tahap display data
Pada tahap ini peneliti melakukan penyajian informasi melalui bentuk teks
naratif terlebih dahulu. Selanjutnya hasil teks naratif diringkas menjadi uraian yang interpretative dalam bentuk bagan
3. Tahap kesimpulan
Pada tahap ini peneliti selalu melakukan uji coba kebenaran setiap makna yang muncul dari data. Disamping menyandarkan pada klarifikasi data,
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian terhadap fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Lirik lagu grup musik Purgatory diciptakan dengan menjadikan Al-Qur’an
sebagai sumber utamanya, berisi pesan-pesan akhlak dan aqidah yang benar
sesuai ajaran Islam. Hal ini membentuk sebuah mindset masyarakat bahwa musikDeath Metaldapat digunakan dalam jalan kebaikan, dan lirik lagunya digunakan sebagai penyampai pesan dakwah Islam kepada khalayak luas.
Terkait dengan Teori Konstruksi Sosial yang digunakan, peneliti melihat adanya kenyataan yang muncul dari kenyataan yang ada sebelumnya.
Purgatory mengeksternalisasikan gagasannya mengenai nilai Islam melalui lirik lagu musik Death Metal kepada khalayak. Musik tersebut diakui oleh pengamat musik sebagai Metal Islami. Masyarakat yang menikmati musik Purgatorypun terinternalisasi dengan gagasan yang disampaikanPurgatory. Pada akhirnya, internalisasi tersebut menimbulkan efek pada masyarakat
99
2. Aksi panggung grup musik Purgatory yang menjadi sebuah terobosan baru dalam dunia musik Underground karena keunikan mereka dalam setiaplive perform-nya. Aksi panggung mereka yang penuh akan unsur Islam seperti
mengganti “Salam Metal” yang sudah umum dikenal menjadi Salam Satu
Jari, yang menyatakan akan ketauhidan kita sebagai umat manusia terutama umat Muslim atas keesaan Allah SWT. Selain itu logo mereka yang menggunakan simbol Islam yaitu bulan bintang, menanamkan kembali
ingatan kepada masyarakat akan simbol yang tak lain merupakan simbol Islam yaitu bulan dan bintang. Ditambah dengan topeng dan riasan wajah
mereka yang mengingatkan akan tampilan luar manusia yang penuh akan kemunafikan, dan manusia tidak diperbolehkan untuk menghakimi orang lain dari sisi luarnya saja. Sehingga hal tersebut dapat menjauhi kita sebagai
manusia dari sifat munafik. Hal ini menciptakanmindsetbagi khalayak luas bahwa musik Death Metal dapat digunakan dalam jalan kebaikan, dan aksi panggungnya digunakan sebagai penyampai pesan dakwah Islam.
Terkait dengan Teori Konstruksi Sosial yang digunakan, peneliti melihat adanya kenyataan yang muncul dari kenyataan yang ada sebelumnya.
Purgatory mengeksternalisasikan gagasan mereka tentang nilai-nilai Islam melalui aksi panggung mereka yang dekat dengan nilai-nilai Islam. Gagasan
100
terinternalisasi dengan gagasan yang disampaikanPurgatory. Pada akhirnya, internalisasi tersebut menimbulkan efek pada masyarakat sehingga
memunculkan fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah dan terus-menerus menciptakan pengakuan terhadap musik Metal Islami secara dialektik.
B. Saran
Berdasarkan penelitian di atas, penulis memiliki beberapa saran yang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Hasil penelitian ini tentunya masih jauh dari kata sempurna, sehingga penulis menyarankan agar penelitian ini dapat dikembangkan lagi oleh peneliti lainnya terkait musik sebagai penyampai pesan dakwah, khususnya
musikUndergrounddanDeath Metal.
2. Penulis memiliki harapan agar mindset yang tumbuh di masyarakat bahwa musikDeath Metal yang penuh akan nilai-nilai negatif dapat hilang, karena musik ini sendiri dapat digunakan ke arah yang positif, seperti halnya pada penelitian ini yaitu penyampai pesan dakwah Islam.
DAFTAR PUSTAKA
Buku dan Skripsi (Non Internet):
Arifin, Anwar. 2011.Dakwah Kontemporer (Sebuah Studi Komunikasi), Yogyakarta: Graha Ilmu.
Berger, Peter L. dan Thomas Luckmann. 2013.Tafsir Sosial Atas Kenyataan, Jakarta: LP3S.
Bungin, M. Burhan. 2003.Analisis Data Penelitian Kualitatif,Jakarta: Rajagrafindo Persada.
________________. 2008.Konstruksi Sosial Media Massa: Kekuatan Pengaruh Media Massa, Iklan Televisi, dan Keputusan Konsumen Serta Kritik Terhadap Peter L. Berger & Thomas Luckmann,Jakarta: Kencana Prenada Media. _______________. 2011.Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat, Jakarta: Kencana Prenada Media.
_______________. 2011.Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: Rajawali Pers.
Cangara, Hafied. 2011.Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Hikmat, Mahi M. 2011.Metode Penelitian: dalam Perspesktif Ilmu Komunikasi dan Sastra,Yogyakarta: Graha Ilmu.
Ismail, A. Ilyas & Hotman, Prio. 2011.Filsafat Dakwah:Rekayasa Membangun Agama dan Peradaban Islam, Jakarta: Kencana.
Jayasakti, Dimas Adi. 2013.Simbol-Simbol Musik Metalcore. Universitas Lampung, Program Sarjana Program Studi Ilmu Komunikasi.
Melina, Ade Rizki. 2011.Musik Punk Sebagai Sarana Kritis (Studi pada Lirik
Notowidagdo, Rohiman. 2000.Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al-Quran dan Hadits. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Suyanto, Bagong & Sutinah. 2005.Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan, Jakarta: Kencana.
Internet:
Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari. Definisi Aqidah.
http://pustakaimamsyafii.com/definisi-aqidah.html, diakses pada tanggal 12 April 2015
Bimbie.com, Bimbingan Belajar tuk Pembelajar, Definisi Dakwah Islam. http://www.bimbie.com/dakwah-islam.htm, diakses pada tanggal 12 April 2015 Dewanada. Apa Itu Death Metal. https://dewanada.wordpress.com/2010/ 12/17/apa-itu-death-metal/, diakses pada 13 tanggal April 2015
Eghy Brutal. Brutallcorpse. Ciri Khas Musik Death Metal.
http://brutallcorpse.heck.in/ciri-khas-musik-death-metal.xhtml, diakses pada tanggal 13 April 2015
Frederick, William H.Rhoma Irama and Dangdut Style–Aspects of
Contemporary Indonesian Popular Culture. Vol. 34, Oktober 1982. Diambil dari: http://cip.cornell.edu. (19 Februari 2015)
Gusdayat. Definisi Tauhid dan Ilmu Tauhid.
http://gusdayat.com/2012/11/07/definisi-tauhid-dan-ilmu-tauhid/, diakses pada tanggal 26 September 2015
Hernawan, Bambang. 2003.Wacana Kritik Lirik Musik Rock (Studi Analisis Wacana Kritikal Musik Underground Grup Band Alrian Death Metal dan Punk di Kota Bekasi). Universitas Indonesia Program Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi. Diambil dari: http://www.lib.ui.ac.id/ (19 Februari 2015)
Hidajat, Robby. Studiotari. Pengertian Topeng.
http://www.studiotari.com/2011/09/pengertian-topeng.html, diakses pada tanggal 26 September 2015
Ian. Desain Studio. Logo dan Brand : Pengertian, Fungsi, dan Perbedaannya. http://www.desainstudio.com/2010/10/logo-dan-brand-pengertian-fungsi-dan.html, diakses pada tanggal 26 September 2015
Liputan 360 Metro TV,Metal Islami.
https://www.youtube.com/watch?v=HkI6GTfXMTs. Diakses pada tanggal 7 Juli 2015
Liputan Ikonia Metro TV,Dakwah Underground.
https://www.youtube.com/watch?v=vlTuj4O5FP0. Diakses pada tanggal 7 Juli 2015
Liputan Wide Shot Metro TV, Berdakwah Lewat Musik Underground.
https://www.youtube.com/watch?v=xscAJPTj4TM. Diakses pada tanggal 7 Juli 2015
MagoMagz.com,Artikel: Sejarah dan Genre Musik. Muhammad Ikhsan Maulana. http://www.magomagz.com/2013/03/artikel-sejarah-dan-genre-musik.html, diakses pada tanggal 4 Juni 2015
Nur, Muhammad. Kompasiana. Asal Muasal Lambang Bulan Bintang Dalam Islam. http://www.kompasiana.com/ahlussunnah/asal-muasal-lambang-bulan-bintang-dalam-islam_552920a86ea834bc638b457a, diakses pada tanggal 26 September 2015
Official Facebook Group Purgatory, Arsip artikel Tabloid ExtremePost edisi #16
https://www.facebook.com/notes/edelweiss-records-distro/arsip-tabloid-extremepost-edisi16-purgatory-interviewed-by-alam-nanjar-xpost/187825672408, diakses pada tanggal 18 Agustus 2015
Pengertian Pakar. Definisi Akhlak. http://www.pengertianpakar.com/2014/12/ pengertian-akhlak-menurut-para-pakar.html#, diakses pada tanggal 12 April 2015
Purgatory Interview Backstage Java Rockin’ Land 2010.
https://www.youtube.com/watch?v=Ox4qLBATE9U. Diakses pada tanggal 7 Juli 2015
Risalah Islam, Dasar-Dasar Islam Untuk Para Pemula, Pengertian dan Metode Dakwah Islam. http://www.risalahislam.com/2014/03/pengertian-dan-metode-dakwah-islam.html, diakses pada tanggal 23 Maret 2015
RxLyrics,Purgatory Lyrics. https://www.rxlyrics.com/lyrics/p/purgatory. Diakses pada tanggal 28 Juni 2015
Samosir, Andrey E. V.Menimbang-nimbang Black Metal (Black Metal dilihat sebagai Musik dan Budaya).No. 1, November 2007. Diambil dari:
www.academia.edu. (19 Februari 2015)
Setyaningsih, Nur. 2006.Analisis Pesan Dakwah Dalam Kolom “Nasihat”
Slamet.Efektifitas Komunikasi Dalam Dakwah Persuasif. Vol. X No. 2, Juli-Desember 2009. Diambil dari:
http://digilib.uin-suka.ac.id/8374/1/SLAMET%20EFEKTIFITAS%20KOMUNIKASI%20DALA M%20DAKWAH%20PERSUASIF.pdf. (12 April 2015)
Wikipedia Bahasa Indonesia, Musik. Ensiklopedia Bebas.
http://id.wikipedia.org/wiki/Musik, diakses pada tanggal 19 Februari 2015 Wikipedia Bahasa Indonesia,Death Metal, Ensiklopedia Bebas.
http://id.wikipedia.org/wiki/Death_metal, diakses pada tanggal 19 Februari 2015 Wikipedia Bahasa Indonesia,Genre Musik, Ensiklopedia Bebas.