• Tidak ada hasil yang ditemukan

MUSIK DEATH METAL SEBAGAI PENYAMPAI PESAN DAKWAH (STUDI PADA GRUP BAND "PURGATORY")

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MUSIK DEATH METAL SEBAGAI PENYAMPAI PESAN DAKWAH (STUDI PADA GRUP BAND "PURGATORY")"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

DEATH METAL MUSIC AS THE MESSENGER OF DAKWAH (A Study of Purgatory Band)

BY Bayu Prakoso

Music has been made as an instrument to delivery of a specific message of the a musician or the creator of the music. A group band from Jakarta named Purgatory used a different way, who has used this common genre to broadcast the Islamic regilion. Based on this phenomenon, and obtained formulation research problems, of how the music Death Metal function as the messenger of dakwah through lyrics of songs and the action on the stage made by Purgatory. The purposes of this research are knowing and describing of how Death Metal music could be used as messenger of dakwah trough lyrics of songs and the action on the stage made by Purgatory. This research adopted qualitative approaches descriptive and uses social and construction theory as the scalpel. The result of this research is the emergence of reality which comes from the previous fact through the lyrics and their action of the stage from Purgatory as their ideas to deliver Islamic values recognized and accepted by society, so brings up the function of Death Metal music as messenger of dakwah and constantly created recognition to Islamic Metal music dialectically.

(2)

ABSTRAK

MUSIKDEATH METALSEBAGAI PENYAMPAI PESAN DAKWAH (Studi Pada Grup MusikPurgatory)

OLEH

Bayu Prakoso

Musik telah dijadikan sebagai alat penyampaian pesan tertentu dari sang pemusik atau pencipta musik tersebut. Grup musik asal Jakarta bernama Purgatory yang beraliran Death Metal mengambil jalan berbeda, yang menggunakan aliran musik ini untuk menyiarkan ajaran agama Islam. Berdasarkan fenomena tersebut, maka diperoleh rumusan masalah penelitian, yaitu bagaimana fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah melalui lirik lagu dan aksi panggung grup musik Purgatory. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana musik Death Metal dapat berfungsi sebagai penyampai pesan dakwah melalui lirik dan penampilan grup band Purgatory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif serta teori Konstruksi Sosial yang digunakan sebagai pisau bedah pada penelitian ini. Hasil penelitian ini yaitu munculnya kenyataan dari kenyataan yang ada sebelumnya melalui lirik lagu dan aksi panggung Purgatory yang merupakan gagasan mereka untuk menyampaikan nilai-nilai Islam yang diakui serta diterima oleh masyarakat, sehingga memunculkan fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah dan terus-menerus menciptakan pengakuan terhadap musikMetal Islami secara dialektik.

(3)

MUSIK DEATH METAL SEBAGAI PENYAMPAI PESAN DAKWAH (STUDI PADA GRUP BAND ”PURGATORY”)

Oleh :

Bayu Prakoso

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA ILMU KOMUNIKASI

Pada

Jurusan Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG

(4)
(5)
(6)
(7)

RIWAYAT HIDUP

Penulis memiliki nama lengkap Bayu Prakoso. Dilahirkan di Langsa, pada tanggal 9 September 1993. Penulis merupakan putra dari pasangan

Bapak Amir Mulyadi dan Ibu Roslinani, sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Menempuh pendidikan di SD Al-Kautsar Bandar Lampung,

SMP Al-Kautsar Bandar Lampung, dan SMA Negeri 9 Bandar Lampung. Menjadi mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung pada tahun 2011 melalui jalur Saringan Masuk Perguruan Tinggi Negeri

(SNMPTN). Selama kuliah penulis aktif dalam keanggotaan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung, dan pernah menjadi Ketua Umum

(8)

PERSEMBAHAN

Bismillahirrahmanirahim,

Kupersembahkan karya yang penuh dengan perjuangan ini

untuk kedua orang tuaku yang telah dan selalu berjuang

mati-matian demi diriku…

Bapak Amir Mulyadi dan Ibu Roslinani.

Untuk abang dan adikku,

seluruh keluarga besar Kusen dan Abdul Hay,

(9)

MOTO

“Cause the taste is everything.

No taste, no life.”

(karena rasa adalah segalanya. Tanpa rasa, tak ada

hidup.)

(10)

-Penulis-SANWACANA

Alhamdulillahirabbil‘alamin, puji dan syukur atas kebesaran Allah SWT. karena hanya berkat

ridho, bantuan serta kehendak-Nya semata penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

“Musik Death Metal Sebagai Penyampai Pesan Dakwah (Studi pada Grup Musik Purgatory)”, sebagai salah satu persyaratan untuk meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi di

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung.

Penulis sadar akan jauhnya penyusunan skripsi ini dari kata sempurna, namun penulis sudah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan skripsi ini dengan bekal kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki. Tentu dalam penyusunan skipsi ini hingga selesai tak luput akan

bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada:

1. Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Puji syukur yang tak terhingga penulis tujukan kepada Engkau ya Rabb atas nikmat, berkah, rezeki, serta rasa sayang-Mu yang tak

henti-hentinya Engkau berikan kepada penulis selama hidup.

2. Kedua orang tua penulis yang sangat keren, terimakasih untuk semua dukungan baik moril maupun materi yang Mama Papa berikan selama ini. Terimakasih pula untuk doa

yang selalu Mama Papa panjatkan untuk saya, serta kasih sayang yang berlimpah dan telah mendidik saya agar menjadi pribadi yang baik dan membanggakan. Terimakasih

(11)

3. Keluarga Besar Kusen dan Keluarga Besar Abdul Hay. Terimakasih atas dukungan dan doanya kepada saya. Semoga saya dapat membuat bangga kedua keluarga besar ini.

4. Bapak Drs. Agus Hadiawan, M. Si. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung.

5. Bapak Drs, Teguh Budi Raharjo, M. Si. selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi

Universitas Lampung yang telah banyak membantu saya mulai dari tahap outline skripsi ini hingga selesai. Serta atas bantuannya dalam hal organisasi. Terimakasih banyak telah

membantu dalam hal akademis serta telah menjadi salah satu mentor tentang kepemimpinan dalam hidup saya, Pak Teguh. Sehat selalu ya, Pak.

6. Bapak Dr. Abdul Firman Ashaf, M. Si., atau yang sering saya dan teman-teman

bimbingan lainnya memanggil dengan sebutan Babe Firman, selaku dosen pembimbing yang lebih seperti seorang Bapak bagi saya. Terimakasih yang sebesar-besarnya atas

ketersediaan Bapak dan meluangkan waktunya untuk membimbing saya. Terimakasih pula atas ilmu, kritik, saran, serta pengalaman-pengalaman yang telah Bapak bagikan kepada saya. Saya harap hubungan saya dan Bapak tidak terhenti sebatas penyusunan

skripsi. Terimakasih banyak, Babe Firman.

7. Ibu Dr. Tina Kartika, M. Si. selaku dosen pembahas skripsi yang dengan ketelitiannya

mengkoreksi, membimbing, memberi kritik, saran serta masukan dalam penyusunan skripsi saya sehingga skripsi saya bisa selesai dengan hasil yang memuaskan. Terimakasih atas kemurahan hati dan keramahan yang selama ini ibu berikan. Sehat

selalu, bu.

8. Seluruh dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Lampung, Bapak Agung Wibawa,

(12)

Ibu Andi Winda, Ibu Wulan Suciska, Ibu Bangun Suharti, Ibu Anna Gustina, Bapak Ahmad Riza, dan Bapak Toni.

9. Bapak Johari selaku staf jurusan Ilmu Komunikasi, serta Mas Agus dan Mas Hendro selaku kedua karyawan gedung C jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Lampung.

10. Seluruh staf, administrasi dan karyawan FISIP Universitas Lampung.

11.MMC Fam’s, Dimas Jin, Herdy Deder, Imam Njung, Nanda Ba’so, Aldi Tabuti, Arya Beka, Bayu EmJe, Adin Buntel, Fadel Cipeng, Anod Triansha, Dio Ciprut, Doni Keni,

Denie Ne’ni, Lutfi Triyono, Junizar Ndul, Reza Yadi, Reza Jona, Taufiq Kipot, Iqbal

Ibol, Reinhart Lae, Rizky Apek, Gema Entong, Farhan Buyan, Avalisia Iko dan Novella. Makasih berat buat kalian semua yang sudah terus support dari kita masih di bangku SMP

sampai sekarang. Semoga kesuksesan dating menyambut kita, amin.

12.Kemiling’s Jam, Novindio Forever Alone, Dimas Hermanto, Genadi, Reza Mahesa, dan

Frian Daniel. Terimakasih banyak untuk pengalaman berharga dalam dunia musik, semoga sukses buat kita semua. Amin.

13. Ferovan Fistandaris (Bibeh), vokalis terindah, tergalau, terbaik, termerdu, dan terobsesi

akan menjadi seorang artis. Cepat rampungkan kuliahmu. Orang tuamu berharap banyak padamu. Lalu gapailah cita dan cintamu. Terimakasih banyak untuk pengalaman kita

dalam bermusik. Sukses selalu.

14. Ayu Luthfiah Putri, seseorang yang selalu support dan terima saya apa adanya, serta selalu ada di saat suka dan duka. Terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga kita

bersama di masa depan nanti, amin.

15. Teman-teman KOMSEBELAS, yang lebih bisa dibilang sebagai keluarga. Terlalu banyak

(13)

16. Keluarga besar MABES45, Bang Topik, Bang Bes, Bang Rizki Kun, Bang Ari, Febry

“Pepi” Hariyanto, Ricky A.P., Topan, Memeng, Fajar, Ajo Gusti, dan Teddy Maradona.

Terimakasih banyak untuk pengalaman dan ilmu-ilmu yang diberikan. Sukses selalu. 17. Jajaran Petarung, Tri Hana Pratiwi, Ida Putri Mulya, Jaya Aji, Calvien Muttaqin

Tenggono, Fadhillah Syakirah, Cita Adelia Rachmasari, Hamdana Fitri Sudarisman,

Theresia Windiyani Sukoco, Risky Rhomaddhon, Fajri Amien, Reza Tantowi, Nastria Fitrianasari, Arta Novian, Yessy Tathyana Turnip, serta para pengurus HMJ Ilmu

Komunikasi Periode 2013/2014. Kalian benar-benar “Petarung”. Terimaakasih banyak untuk perjuangan kalian, semoga tidak sia-sia semua yang telah kita dapatkan. Semoga kita semua sukses. Amin.

18.“Yang Penting Ketawa”Gankdan Cuyung’sGank, Aji Jegel, Bowo, Ayutia Gomez, Ade Rempong, Hesti Ketua Gank Cuyung, Fikri Gepeng, Duta Bibir, Manda Engas, Amel,

Lidya, Dimas Overture, Rizal Haislah, Metal, Putra “Ahong” Gumilang, Riksa Pelok, Satya U.N., dan Syahid Kaget yang Ekstrim Menolak Punah. Terimakasih atas keceriaan kalian kepada saya.

19. Mas Yoga, Aji Ireng, Diki, Gigih, Fachri, Ady, Novian Ganteng, Rony d’Ajizdan Arief Rizky. Terimakasih banyak atas kesederhanaan dan ke-welcome-an kalian.

20. Gank Kosong, Ruri Uwi, Adel Paten, Vio Cetar, dan Uti Bahlul. Terimakasih banyak atas canda tawa atas kekonyolan yang telah kalian berikan untuk saya. Serta Inka Pesek yang rajin melakukan facial gratis pada wajah saya. Terimakasih juga atas saran-saran dari kalian.

21.Ngadino’s Squad, Kak Ali, Kak Isa, Kak Yaying (Yasir), Kak Nanda, Kak Reksa, Mbak

(14)

nasehat, ilmu, dan tentunya keceriaan dalam hidup. Terimakasih kakak-kakak, mbak-mbak dan teman-teman semua.See you on top guys.

22. IndoSpurs SubRegional Lampung, Backurman Manullang, Iyay Baskoro, Calvin, AldoStone, David, Nelwan, Mas Gaung, Yosa, Alwan, Bryan, Devin, Refky Suhe, Irvan, Septa, Dignawan, dan Yogi. Tetap semangat dan sukses untuk kita.

23. MembaraGroup, Rizky TSY., Yusry, Eqy, Cipay Alfakkar, Blodot JiHung, Kausar, Toto, Zazuly Strong, Pandhu, dan Yuzza. Kalian selalu menciptakan api canda tawa yang

“membara” di hati. Terimakasih teman-teman.

24. Geng Bahlul, Anin, Tiwi, Ayik, Dea, dan Eef. Terimakasih atas kekonyolan dan kebaikan kalian selama ini. Sukses selalu.

25. Seluruh Personil dan Management Purgatory. Terimakasih atas segala bantuan dan kerjasamanya serta mohon maaf karena sudah merepotkan kakak-kakak semua. Salam

MOGERZ!

26. Kelompok KKN Desa Karya Makmur, Rahmat Ori (beb oyi), Farid Anshari (om ayid), Hanita Intan (mbok intan) dan Melli Novita (bi’ melli). Terimakasih banyak atas suka

duka bersama kalian. Tetap menjadi keluarga sampai kapan pun.

27. Keluarga Pak Hadi dan Pak Nanang, serta seluruh warga Desa Karya Makmur,

Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Terimakasih sudah menerima dan memberikan pengalaman berharga selama KKN disana. Semoga Allah selalu melimpahkan berkahNya kepada kita, amin.

28. Seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung angkatan 2012, 2013, 2014 dan 2015.

(15)

Wanda, Agung, Hiday, Hani, Lita, Sapi, Fia. Terimakasih banyak atas masa-masa remaja yang penuh makna. Sukses selalu.

30. Serta pihak-pihak lain yang telah membantu selama proses penyelesaian studi sarjana ini, yang tak dapat disebutkan satu per satu.

Semoga Allah S.W.T. selalu melimpahkan nikmat dan ridho-Nya kepada kita semua dalam

hidup ini sampai akhirat kelak. Amin ya Rabbal Alamin.

Bandar Lampung, 19 Oktober 2015 Penulis,

(16)

DAFTAR ISI

c. Konstruksi Sosial dengan MusikDeath Metal ...23

C. Kerangka Pikir ...24

B. Sejarah Grup MusikPurgatory...36

V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ...38

1. Analisis Lirik Lagu ...38

1. 1. Hasil Pengamatan Lirik Lagu ...38

1. 2. Hasil Pengamatan Aksi Panggung...61

B. Pembahasan...65

(17)

2. Aksi Panggung MusikDeath MetalSebagai Penyampai Pesan Dakwah ...86

VI. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan...98 B. Saran...100

(18)

DAFTAR TABEL

Tabel

(19)

DAFTAR GAMBAR

Gambar

1. Logo Purgatory yang memiliki desainambigram...37

2. Logo Purgatory ...63

3. Topeng dan Riasan Wajah ...64

4. Tanggapan pendengar Purgatory tentang lirik lagu diFacebook...82

5. Tanggapan Penggemar Purgatory tentang lirik lagu diYoutube...83

6. Pola 1...85

7. Pola 2...96

(20)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Musik tidak hanya sebagai penghibur, namun kini musik juga telah dijadikan sebagai alat penyampaian pesan tertentu dari sang pemusik atau

pencipta musik tersebut. Musik adalah suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang

dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama. Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Musik adalah sebuah fenomena

yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik (Wikipedia Bahasa Indonesia, Musik. Ensiklopedia Bebas. http://id.wikipedia.org/ wiki/Musik). Musik sendiri mampu melampaui bahasa konvensional dalam

menyampaikan apa yang dikandungnya secara universal. Bagi penciptanya, musik yang diciptakannya pasti memiliki manfaat bagi masyarakat.

Selain menghibur, lirik lagu yang dibuat merupakan media komunikasi untuk menyampaikan apa yang ada di dalam benak penciptanya. Pada dasarnya, komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada

(21)

2

berdasarkan pengalaman mereka kepada orang lain. Karena musik merupakan

sebuah bentuk bahasa yang universal, maka musik dapat diterima dengan mudah di masyarakat. (Wikipedia Bahasa Indonesia, Komunikasi Musik, Ensiklopedia Bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_Musik)

Dalam penelitian (tesis) milik Bambang Hernawan, 2003, yang berjudul Wacana Kritik Lirik Musik Rock (Studi Analisis Wacana Kritikal Musik Underground Grup Band Aliran Death Metal dan Punk di Kota Bekasi, mengungkapkan bahwa musik identik dengan sebuah bunyi yang dihasilkan oleh

getaran sebuah benda, yang menghasilkan suara. Ritme dan nada merupakan keteraturan dari bunyi dan dapat dikatakan sebagai musik. Dalam pengertian musik, definisi sederhana dapat dilihat yaitu sebuah bunyi, dan juga memiliki

makna ‘tinggi’ yang merupakan sebuah bentuk ekspresi, dari refleksi diri para

pencipta musik. Bambang juga mengatakan bahwa musik dalam perkembangannya terjadi penambahan lirik dan lagu, menjadi lebih ‘berwarna’ ,

bahwa musik dan lagu menjadi menarik untuk ‘dilihat’, ‘dinikmati’ dan

‘dirasakan’ karena mengandung dimensi lain dari hasil karya yang dapat di

dengar. Dalam kehidupan sehari-hari, musik sebagai sebuah bentuk komunikasi dalam bentuk penyampaian aspirasi masyarakat seperti dalam menyampaikan protes saat demo, gerakan sosial untuk menggalang dana, iklan-iklan sosial dan

sebagainya. Dalam konteks penggunaannya, musik sebagai media komunikasi digunakan sebagai perantara dalam menyampaikan maksud seseorang kepada

orang lain.

(22)

3

tradisional. Musik klasik dapat digambarkan seperti musik yang berakar dari

tradisi kesenian barat, musik kristiani dan musik orchestra yang mencakup pada abad ke-9 hingga ke abad 21. Musik popular merupakan musik yang banyak

dikenal oleh masyarakat luas dan sangat digemari. Musik popular terdiri dari jazz, gospel, blues, rhytem and blues, funk, rock, metal/hardcore, electronic, ska, reggae, dub, hiphop/rap/rapcore, dan pop. Sedangkan musik tradisional merupakan musik yang dipertahankan oleh masyarakat secara turun temurun, sepertilatin,country, dandangdut. (http://id.wikipedia.org/wiki/Genre_musik dan http://www.magomagz.com/2013/03/artikel-sejarah-dan-genre-musik.html)

Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas dinamis. Vokal

biasanya dinyanyikan dengan gerutuan (death grunt) , geraman garau (guttural growl) atau geraman maut (death growl). (http://id.wikipedia.org/ wiki/Death_metal)

Musik Death Metal seringkali dikaitkan dengan hal-hal negatif. Kebanyakan lirik diDeath Metal adalah fiksi dan tidak untuk diikuti. Jadi jangan menganggap apa yang anda dengar di musik Death Metal adalah serius. Lirik

-lirik itu hanyalah penumpahan emosi seorang musisi pada lagunya. Mungkin liriknya terdengar tidak sopan dan sadis, tentang zombie, pembunuh berantai, atau

(23)

4

adalah sebuah grup musik Death Metal asal Jakarta, grup musik ini dibentuk pada

tahun 1994 oleh Lutfi sang gitaris bersama dengan adik kandungnya yaitu Al yang memainkan drum. Lirik yang dibawakan oleh Purgatory adalah berkisar tentang ajaran agama Islam, perang Uhud, kematian, dan lain-lain. Awal terbentuknya mereka sering membawakan lagu Obituary dan Sepultura. Baru sekitar tahun 2002 mereka memutuskan untuk menggunakan topeng dan penambahan personel

seorang DJ. (http://id.wikipedia.org/wiki/Purgatory_%28grup_musik%29). Mereka menggunakan aliran musik ini sebagai sarana menyiarkan ajaran-ajaran

agama Islam. Lirik-lirik musiknya penuh dengan nilai-nilai Islam, yang didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Bahkan aksi mereka di pangggung pun benar-benar menggambarkan nilai-nilai Islam, seperti melakukan “Salam Satu

Jari” atau dikenal sebagai “Salam Tauhid” yang mengganti salam Metal dan penggunaan aksesoris yang mengandung unsur Islam. Sebelumnya, penelitian William H. Frederick dalam sebuah jurnal yang berjudul Rhoma Irama and Dangdut Style–Aspects of Contemporary Indonesian Popular Culturemembahas musik sebagai sarana dakwah, namun objek yang diteliti teliti adalah musik

dangdut. Pada penelitian tersebut mengungkapkan bahwa musik dangdut yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama merupakan sebuah bentuk ekspresi diri Rhoma dalam mempertahankan budaya Melayu dalam menghadapi masa dimana

musik-musik Barat mulai masuk ke Indonesia. Pada perkembangan selanjutnya, Rhoma terpengaruh oleh budaya Islam dan kondisi politik yang kental akan Islam

(24)

5

ini merupakan sebuah bentuk ekspresi Rhoma Irama dalam menyebarkan

nilai-nilai Islam melalui musik dangdut. Terkait hal tersebut, dapat terlihat bahwa musik telah menjadi sebuah alat atau media komunikasi dalam mengekspresikan

gagasan musisi kepada khalayak luas. Hampir pada semua aspek kehidupan musik pun menyertai aspek kehidupan tersebut, tak terkecuali aspek-aspek yang bersifat

religious (agama).

Terkait dengan musik yang telah menjadi sebuah alat komunikasi, grup musikDeath Metal asal Jakarta yang bernamaPurgatoryini menggunakan musik ini sebagai penyampai dakwah, yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian pada fenomena ini. Peneliti pun mengambil judul “Musik Death Metal sebagai Penyampai Pesan Dakwah” dengan objek penelitiannya yaitu Grup Musik

asal Jakarta,Purgatory.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian ini, rumusan masalahnya adalah: 1. Bagaimana fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan

dakwah melalui lirik lagu band”Purgatory”?

2. Bagaimana fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah melalui aksi panggung band “Purgatory”?

(25)

6

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan deskripsikan bagaimana

musik Death Metal dapat berfungsi sebagai penyampai pesan dakwah melalui

lirik dan penampilan grup band “Purgatory”.

D. Kegunaan Penelitian 1. Secara Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu komunikasi serta dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya,

khususnya penelitian yang berkaitan dengan fungsi musik Death Metal sebagai sarana dakwah.

2. Secara Praktis

(26)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu disertakan pada penelitian ini sebagai alat bantu acuan

dan pertimbangan penelitian bagi peneliti. Sebagai bahan pertimbangan dan alat bantu penelitian ini, peneliti telah mencantumkan beberapa penelitian terdahulu. Penelitian yang dilakukan oleh Ade Rizki Melina, 2011, dengan judulMusik Punk

Sebagai Sarana Kritik (Studi Pada Lirik Lagu Band “Cuci Otak” di Bandar

Lampung). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan hasil yang mendeskripsikan bagaimana fungsi musik punk sebagai sarana ekspresi emosional, kritik sosial dan kritik politik. Pada penelitian tersebut mengungkapkan fungsi-fungsi yang muncul dari musik Punk sebagai penyampai kritik terkait realitas kehidupan yang ada saat ini. Pesan-pesan kritik yang merupakan ekspresi diri dari grup musik Cuci Otak ini disampaikan melalui musik Punkmilik mereka agar khalayak menyadari realitas yang kehidupan yang ada, namun dari pespektif grup musikCuci Otaktersebut.

Penelitian ini dapat menjadi referensi peneliti, karena memiliki kesamaan

yaitu sama-sama mencari fungsi dari sebuah musik dalam konteks komunikasi. Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama,

(27)

8

menghasilkan irama. Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi, untuk

mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik pula adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena

yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik. (http://id.wikipedia.org/wiki/Musik)

Dalam penelitian (tesis) milik Bambang Hernawan, 2003, yang berjudul

Wacana Kritik Lirik Musik Rock (Studi Analisis Wacana Kritikal Musik Underground Grup Band Aliran Death Metal dan Punk di Kota Bekasi), mengungkapkan bahwa musik identik dengan sebuah bunyi yang dihasilkan oleh getaran sebuah benda, yang menghasilkan suara. Ritme dan nada merupakan keteraturan dari bunyi dan dapat dikatakan sebagai musik. Dalam pengertian

musik, definisi sederhana dapat dilihat yaitu sebuah bunyi, dan juga memiliki

makna ‘tinggi’ yang merupakan sebuah bentuk ekspresi, dari refleksi diri para

pencipta musik. Bambang juga mengatakan bahwa musik dalam perkembangannya terjadi penambahan lirik dan lagu, menjadi lebih ‘berwarna’ ,

bahwa musik dan lagu menjadi menarik untuk ‘dilihat’, ‘dinikmati’ dan

‘dirasakan’ karena mengandung dimensi lain dari hasil karya yang dapat di dengar. Pada penelitian ini menjelaskan bagaimana lirik musik Rock yang merupakan sebuah bentuk ekspresi diri dari para pencipta musik untuk disampaikan kepada khalayak luas. Dalam hal ini, musik menjadi sebuah alat

untuk menyampaikan pesan tertentu dari para pencipta musik kepada khalayak.

(28)

9

menganalisis tentang lirik lagunya, dimana peneliti juga akan meneliti lirik lagu

yang memiliki fungsi tertentu. Penelitian tersebut juga menjelaskan bagaimana lirik lagu sebagai bentuk ekspresi diri para pencipta musik untuk disampaikan

kepada khalayak luas. Bambang mengatakan bahwa Death Metal suatu cabang

musik yang mulai ‘membelah’ dari induknya,Trash MetaldanPunk. Musik jenis ini menajikan teknik musik yang lain ditambah speed gitar dan ketukan drum yang cepat pula. Lirik yang selalu bertema kritik, kematian, kehancuran, pembantaian, bhlespenry,sexual masochist, misteri dan lain-lain, merupakan ciri dari musik beraliranDeath Metal ini.

(29)

10

yang struktur musiknya terbangun dari thrash metal dan black metal awal. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas

dinamis. Vokal biasanya dinyanyikan dengan gerutuan (death grunt), geraman garau (guttural growl) atau geraman maut (death growl). Teknik menyanyi seperti

ini juga sering disebut “Cookie Monsters Vocal”. (https://dewanada. wordpress.com/2010/12/17/apa-itu-death-metal/)

Penelitian ini mengusung sebuah aliran musik yang dapat menjadi sebuah

alat untuk menyampaikan pesan berdakwah dalam kehidupan. Untuk itu penulis turut menggunakan penelitian milik William H. Frederick yang berjudul Rhoma Irama and Dangdut Style–Aspects of Contemporary Indonesian Popular Culture (1982). Penelitian ini membahas tentang Rhoma Irama dan musik ciptaannya, yaitu musik Dangdut yang menjadi budaya popular di dalam masyarakat

Indonesia. Hasil penelitian ini mengungkapkan bagaimana Rhoma Irama menciptakan musik dangdut sebagai sarana dakwah melalui lirik lagu ciptaannya. Serta menjelaskan penampilan/aksi panggung serta warna musik mereka yang

mengikuti perkembangan jaman dan tujuannya. Penelitian tersebut turut menjelaskan bahwa musik dangdut yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama yang terpengaruh oleh nilai Islam dan kondisi politik yang kental akan Islam,

menjadikan musik dangdut untuk menyampaikan gagasan Rhoma tentang Islam kepada masyarakat melalui lirik lagu dan penampilannya bersama Soneta.

(30)

11

pesan dakwah. Dalam konteks komunikasi, penelitian tersebut menjelaskan

bagaimana musik dangdut digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan gagasan Rhoma Irama mengenai Islam kepada masyarakat. Hanya saja

perbedaannya yaitu jenis musik yang menjadi objek penelitian berbeda satu sama lain.

Dalam bahasa Al-Qur’an, dakwah secara etimologi memiliki kesamaan

makna dengan kata al nidȃ yang berarti menyeru atau memanggil. Adapun dari tinjauan aspek terminologis, pakar dakwah Syekh Ali Mahfuz mengartikan

dakwah dengan mengajak manusia kepada kebaikan dan petunjuk Allah SWT., menyeru mereka kepada kebiasaan yang baik dan melarang mereka dari kebiasaan buruk supaya mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat. Dakwah juga

dapat diartikan sebagai suatu kegiatan untuk memotivasi orang dengan basîrah, supaya menepuh jalan Allah SWT. dan meninggikan agamanya. (Ismail dan

Hotman, 2011: 27-28) Menurut Arifin dalam Dakwah Kontemporer (Sebuah Studi Komunikasi) (2011), yang mengutip beberapa pendapat dari para ahli, seperti M. Quraish Shihab (1992:194) yang menulis bahwa dakwah adalah seruan atau

ajakan kepada keinsafan atau usaha mengubah situasi kepada yang lebih baik dan sempurna terhadapa individu dan masyarakat. Perwujudan dakwah bukan sekedar usaha peningkatan pemahaman keagamaan dalam tingkah laku dan pandangan

hidup saja, tetapi juga menuju sasaran yang lebih luas. Pada hakikatnya, dapat disimpulkan bahwa dakwah pada prinsipnya adalah mengembalikan manusia

(31)

12

Dakwah secara harfiyah artinya ajakan atau seruan, yaitu ajakan ke jalan

Tuhan (Allah SWT). Asal kata dakwah adalah da'a-yad'u-da'wah yang artinya mengajak atau menyeru. Secara istilah, dakwah bermakna ajakan untuk

memahami, mempercayai (mengimani), dan mengamalkan ajaran Islam, juga mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran (amar ma'ruf nahyi munkar).

(http://www.risalahislam.com/2014/03/pengertian-dan-metode-dakwah-islam.html) Dakwah bukanlah propaganda, baik dalam niat, cara maupun tujuannya. Dakwah tidak boleh dikotori oleh kepentingan-kepentingan tertanam.

Dakwah juga tidak mengahalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Dakwah harus disampaikan secara jujur, terbuka, dan bebas. (Ismail dan Hotman, 2011: 12-13) Mengutip dari tulisan Nur Setyaningsih (2006), Prof. H. M. Arifin

menyatakan bahwa dakwah dikatakan sebagai suatu kegiatan mengajak dengan cara lisan, tulisan, tingkah laku, dan sebagainya. Yang dilakukan dalam usaha

mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun kelompok agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran sikap, penghayatan, serta pengamalan kepada ajaran agama sebagai pesan (message) yang disampaikan kepadanya

dengan tanpa adanya unsur paksaan. Secara umum, dakwah bertujuan untuk menyampaikan kebenaran, membawa manusia dari kegelapan, dan jalan sesat

menuju tauhid yang menjanjikan kebahagiaan. (http://www.bimbie.com/dakwah-islam.htm)

Dapat disimpulkan bahwa musik adalah suatu aktivitas seni, yang terdiri

(32)

13

menyerukan nilai-nilai Islam serta mengajak ke jalan kebenaran sesuai dengan

kemampuan-kemampuan masing-masing. Musik pun dapat dijadikan sebagai penyampai pesan dakwah tersebut. Rohiman Notowidagdo (2000) dalam

bukumya Ilmu Budaya Dasar Berdasarakan Al-Qur’an dan Hadits

mengungkapkan bahwa keindahan pada dasarnya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan juga milik Tuhan. Menurut

Al-Qur’an, ala mini sepenuhnya milik Allah, karena Allah-lah yang menciptakan. Firman Allah SWT.:

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka Siapakah yang

menciptakan langit dan bumi? Tentu mereka akan menjawab: ‘Allah’. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka itu tidak

mengetahui. Kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan yang di

bumi”. Sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS Luqman, 31:25-26)

Allah menciptakan alam (bumi dan langit) yang indah ini untuk manusia, untuk kemakmuran, kebahagiaan dan kesejahteraan manusia. Manusia

menciptakan keindahan itu sebenarnya mencontoh keindahan alam yang dianugerahkan Tuhan kepada umatNya. Pembentukan kebudayaan dan kesenian yang mengarah pada terbentuknya peradaban yang indah, tidak dapat dilepaskan

kaitannya dengan alam, karena alamiah yang menyediakan bahan yang diperlukan manusia bagi kepentingan pembentukan kebudayaan, kesenian, peradaban dan

(33)

14

Imam al-Ghazali berkata: “Kepunyaan Allah-lah keindahan, keagunga dan kebesaran. Kesempurnaan dan kesucian tidak dapat disandangkan dan dibayangkan kecuali hanya untuk Allah sendiri, Yang Maha Esa, Yang Maha

Benar, Yang Memiliki Keluhuran dan Kemuliaan. Yang dimaksud keindahan (al-Jamal) disini adalah kesempurnaan Ilahi. Kepunyaan-Nya-lah keindahan dan kesempurnaan. Seluruh nama-Nya baik dan sifat-Nya sempurna. Allah itu indah,

dan di antara keindahan perbuatan-Nya ialah kasih saying dan kelemahlembutan-Nya.

Sesungguhnya pemahaman seni modern benar-benar berbeda dengan seni Islami. Kesenian modern yang hanya mementingkan bentuk tubuh dan sesuatu yang kasar mata tidak akan menyejukkan hati dan tidak akan memperluas

wawasan keilmuan penikmatnya. Sedangkan seni Islami dapat membuka pemikiran penikmat seluas-luasnya. Segala sesuatu yang ada di dunia ini bias

diapreasiasikan dengan seni sebagai ungkapan rasa keimanan terhadap keagungan semua makhluk dan ciptaan Ilahi Rabbul Izzati. Seniman yang Islami tidak akan merasa angkuh, sebab ia mengetahui dengan pasti bahwa bagaimanapun keahlian

dan keterampilannya mengekspresikan seni, ia tidak akan mengungguli derajat Sang Maha Pencipta. Ia hanya dapat menggunakan sarana yang ada dengan inspirasi yang tinggi sehingga dapat memberikan manfaat yang baik dan indah.

Mengutip dari penelitian Syarifah Farah (2008) menyatakan bahwa seni adalah keelokan yang menghiasi dunia ini, dan Islam mengajarkan untuk

(34)

15

eksplorasi keindahan, namun jangan sampai seni digunakan untuk mengingkari

Allah SWT. Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan”. (HR.

Muslim)

Pada hakikatnya, seni dalam Islam adalah tafsiran bagi makna-makna Qurani dan penguat atas pengakuan terhadap hikmah Allah Yang Maha Bijaksana

dalam alam ini. Seni dalam Islam juga merupakan pengungkapan secara terus-menerus akan keagungan makhluk dan ciptaan-Nya, serta sebagai ibadah dan

penyucian jiwa sehingga terisilah hati dan seniman mukmin dengan ketenangan, kenyamanan dan ketenteraman. Dalam jurnal milik Fredericks (1982), menjelaskan bahwa musik dakwah telah dilakukan oleh Rhoma Irama di awal

karirnya melalui musik dangdut bersama Soneta Grup. Hal ini terjadi ketika Rhoma Irama dan Soneta Grup memasuki periode yang intens akan aktivitas

bermusik–dengan kata lain, mereka harus memiliki ciri khas dan karakter sendiri dalam musik Dangdut. Rhoma memilih 2 tema besar pada masa itu, Islam dan Politik. Setelah kepulangannya dari Mekkah, Rhoma Irama yang telah

terpengaruhi secara mendalam baik secara personal maupun pengalaman, maka Rhoma dan Soneta Grup mulai menggunakan lirik-lirik yang mengandung nilai-nilai Islam serta menggunakan kostum-kostum yang bernuansa Islam Timur

Tengah, serta penampilan diri yang lebih tertata rapi (potongan rambut yang lebih pendek dan tertata). Pada akhirnya Rhoma secara tegas merubah haluan

bermusiknya ke dalam arena yang dapat disebut “Musik Dakwah”, yaitu musik

(35)

16

dakwahnya tak hanya melalui lantunan-lantunan lagunya yang berisikan

pesan-pesan Islam, namun juga penampilan mereka dengan kostum ala Muslim Timur Tengah dan kerapihan penampilan diri mereka.

Selain tentang lirik lagu yang dijadikan fokus penelitian oleh peneliti, aksi panggung pun turut disertakan demi memaksimalkan hasil penelitian. Untuk itu, penelitian milik Dimas Adi Jayasakti (2013) melakukan sebuah penelitian dengan

judul Simbol-Simbol Musik Metalcore turut membuka pandangan peneliti untuk melanjutkan penelitian ini. Penelitian ini membahas tentang makna dari musik

Metalcore yang muncul dari simbol-simbol yang ada, yaitu lirik, aksi panggung dan musiknya sendiri. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa ketiga hal tersebut memiliki simbol-simbol, kesan serta makna tersendiri. Terkait hal

tersebut, makna-makna yang terkandung dari aksi panggung yang dilakukan pemusik merupakan sebuah bentuk pesan yang ingin disampaikan kepada

khalayak. Dalam hal ini, penulis dapat menjadikan penelitian tersebut sebagai referensi karena metode penelitian yang sama, serta sama-sama membahas tentang aksi panggung dan lirik lagu dari suatu grup musik yang tentunya

memiliki makna tersendiri yang ingin disampaikan kepada khalayak, hanya saja musik yang menjadi objek penelitiannya serta tujuan penelitiannya berbeda.

Dari penelitian-penelitian diatas menjelaskan bahwa musik merupakan suatu hal yang unik dan menarik untuk diteliti. Serta musik yang dijadikan sebagai media untuk berdakwah menambah sebuah keunikan dari musik yang

(36)

17

yang memiliki fungsi-fungsi dan maksud tersendiri. Berikut ini peneliti

menyajikan tabel beberapa penelitian terdahulu terkait penelitian ini:

1. Judul Musik Punk Sebagai Sarana Kritik (Studi Pada

Lirik Lagu Band “Cuci Otak” di Bandar

Lampung)

Penulis Ade Rizki Melina (Universita Lampung, 2011) Kontribusi

bagi Peneliti

Hasil penelitian ini yaitu menemukan fungsi musik punk sebuah media untuk menyampaikan pesan. Pesan yang disampaikan yaitu berupa ekspresi emosional (rasa marah dan benci), kritik terhadap perilaku orang-orang yang suka menghasut dan masyarakat yang pasif terhadap sistem, serta kritik politik terhadap pemerintah. Perbedaan

Penelitian

Perbedaan jelas terlihat dari aliran musik yang diteliti, serta penelitian ini meneliti fungsi yang berbeda dari musik, yaitu sebagai media kritik. 2. Judul Wacana Kritik Lirik Musik Rock (Studi Analisis

Wacana Kritikal Musik Underground Grup Band AliranDeath Metaldan Punk di Kota Bekasi Penulis Bambang Hernawan (Universitas Indonesia,

2003) Kontribusi

bagi Peneliti

Hasil penelitian ini menemukan dalam sebuah lirik kritik rock (underground) yang bernada kritik bukanlah sebuah penggambaran realitas sesungguhnya, tapi penggambaran lirik kritik tersebut merupakan sebuah bahasa lingkaran trand

atau yang bisa dikenal dengan “bahasa pergaulan”

yang bukan dari hasil sebuah penghayatan pribadi secara sepihak. Tapi sebuah perpaduan besar dalam kesepakatan dari aspek eksternal para pencipta (kepentingan para kapitalisme). Hal ini menjelaskan bagaimana musik digunakan sebagai ekspresi diri musisi terhadap realitas yang ada. Perbedaan

Penelitian

Penelitian ini tidak hanya mengangkat musik Death Metal tetapi juga musik Punk, dan mengambil sample penelitian pada komunitas musik Underground di Bekasi

(37)

18

Peneliti sebagai sarana dakwah melalui lirik lagu ciptaannya. Serta menjelaskan penampilan/aksi panggung serta warna musik mereka yang mengikuti perkembangan jaman dan tujuannya. Hal ini menjelaskan bagaimana musik digunakan Rhoma Irama untuk menyampaikan gagasannya kepada khalayak.

Perbedaan Penelitian

Perbedaan terlihat dari jenis musik yang diteliti

4. Judul Simbol-Simbol MusikMetalcore

Penulis Dimas Adi Jayasakti (Universitas Lampung, 2013)

Kontribusi bagi Peneliti

Metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini meneliti tentang aksi panggung, lirik serta musik dari musik Metalcore yang memiliki arti tersendiri.

Perbedaan Penelitian

Perbedaan terlihat dari jenis musik yang diteliti serta tujuan penelitian.

B. Landasan Konsep dan Teori a. Pesan Dakwah

Dakwah secara harfiyah artinya ajakan atau seruan, yaitu ajakan ke jalan Tuhan (Allah SWT). Secara istilah, dakwah bermakna ajakan untuk memahami,

mempercayai (mengimani), dan mengamalkan ajaran Islam, juga mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran (amar ma'ruf nahyi munkar).

(http://www.risalahislam.com/2014/03/pengertian-dan-metode-dakwah-islam.html) Mengutip dari tulisan Nur Setyaningsih (2006), Prof. H. M. Arifin menyatakan bahwa dakwah dikatakan sebagai suatu kegiatan mengajak dengan

cara lisan, tulisan, tingkah laku, dan sebagainya. Yang dilakukan dalam usaha mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun kelompok agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran sikap, penghayatan, serta pengamalan

(38)

19

Aktivitas dakwah adalah kegiatan komunikasi yang menimbulkan

interaksi sosial. Komunikasi dalam konteks dakwah bisa saja menjadi sekedar kegiatan penyampaian informasi. Tetapi dalam kondisi tertentu komunikasi ini

bisa menjadi hiburan atau bahkan sebagai pengendali tingkah laku. Dakwah yang dilakukan di tengah masyarakat diharapkan dapat mengarahkan dan membentuk perilaku tertentu. Namun diantara dua hal tersebut, ada sedikit perbedaan pada

muatan pesan. Apabila dalam komunikasi pesan bersifat netral, maka di dalam dakwah terdapat nilai-nilai keteladanan. (Slamet: 2009).

Dalam jurnal milik Slamet (2009), Dosen Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dengan judul Efektifitas Komunikasi Dalam Dakwah Persuasif, dijelaskan bahwa keberhasilan seorang komunikator adalah ketika dia bisa menjadi orang lain secara tepat sebagaimana yang dibutuhkan untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu. Seseorang harus bisa menjadi layaknya

seorang aktor. Akan tetapi dalam kegiatan dakwah, pelaku dakwah bukan hanya sekedar menjadi komunikator, melainkan juga pendorong dan juga contoh dalam kehidupan praktik sehari-hari. Sebab pesan dalam dakwah bukan sekedar data

informasi, melainkan nilai-nilai keyakinan, ibadah, dan moral yang menuntut pengamalannya dalam sepanjang rentang kehidupan individu di tengah

masyarakat.

Dakwah akan berpengaruh terhadap perubahan sikap dan perilaku bilamana komunikasi yang dilakukan dalam cukup efektif. Komunikasi efektif

dalam dakwah ditandai dengan adanya feedback dalam bentuk: timbulnya pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang semakin baik, dan

(39)

20

b. Konstruksi Sosial

Konstruksi sosial merupakan sebuah teori sosiologi kontemporer yang

dicetuskan oleh Peter L.Berger dan Thomas Luckman. Dalam Bungin (2011: 193), asal mula konstruksi sosial dari filsafat konstruktivisme, yang dimulai dari gagasan-gagasan konstruktif kognitif. Menurut von-Glasersfeld, pengertian

konstruktif kognitif muncul pada abad ini. Dalam tulisan Mark Baldwin yang secara luas diperdalam dan disebarkan oleh Jean Piaget. Namun apabila ditelusuri,

sebenarnya gagasan-gagasan pokok konstruktivisme sebenarnya telah dimulai oleh Giambatussta Vico, seorang epistimolog Italia.

Dalam pandangan realism hipotesis, pengetahuan adalah setaubuah

hipotesis dari struktur realitas yang mendekati realitas dan menuju kepada pengetahuan yang hakiki. Sedangkan konstruktivisme biasa mengambil seua

konsekuensi konstruktivisme dan memahami pengetahuan sebagai gambaran dari realitas itu. Kemudian pengetahuan individu dipandang sebagai suatu gambaran yang dibentuk dari realitas objek dalam dirinya sendiri. Dari ketiga macam

konstruktivisme, terdapat kesamaan, dimana konstruktivisme dilihat sebagai sebuah kerja kognitif individu untuk menafsirkan dunia realitas yang ada, karena terjadi relasi sosial antara individu dengan lingkungan atau orang di sekitarnya.

Kemudian individu membangun sendiri pengetahuan yang telah ada sebelumnya, yang oleh Piaget disebut dengan skema/schemata. Konstruktivisme macam ini

yang oleh Berger dan Luckmann disebut dengan konstruksi sosial. (Bungin, 2011: 194-195)

Istilah konstruksi atas realitas sosial (social construction of reality)

(40)

21

melalui bukunya yang berjudul The Sosial Construction of Reality: A Treatise in the Sociological of Knowledge (1966). Ia menggambarkan proses sosial melalui tindakan dan interaksinya, di mana individu menciptakan secara terus-menerus

suatu realitas yang dimiliki dan dialami secara subyektif. (Bungin, 2008: 15-25) Berger dan Luckman (2013; 176) menyatakan bahwa aspek-aspek struktural dalam eksistensi sosial memperoleh pengakuan yang semestinya apabila

dipahami dari segi suatu proses dialektis yang berlangsung terus-menerus dan terdiri dari tiga momen: eksternalisasi, obyektivasi dan internalisasi. Sejauh yang

menyangkut fenomena masyarakat, momen-momen itu tidak dapat dipikirkan sebagai berlangsung dalam satu urutan waktu. Yang benar adalah bahwa masyarakat dan tiap bagian darinya serentak dikarakterisasi oleh ketiga momen

itu, sehingga setiap analisa yang hanya dari satubatau dua segi dari ketiga momen itu, tidak memadai. Hal itu juga berlaku bagi anggota masyarakat secara

individual, yang secara serentak mengeksternalisasi keberadaannya sendiri ke dalam dunia sosial dan menginternalisasikannya sebagai suatu kenyataan obyektif. Dengan kata lain, berada dalam masyarakat berarti berpartisipasi dalam dialektika

itu.

Bungin (2008: 15) menjelaskan tentang ketiga dialektika tersebut.

Pertama, eksternalisasi, yaitu usaha pencurahan atau ekspresi diri manusia ke dalam dunia, baik dalam kegiatan mental maupun fisik. Ini sudah menjadi sifat dasar dari manusia, ia akan selalu mencurahkan diri ke tempat dimana ia berada.

Manusia tidak dapat kita mengerti sebagai ketertutupan yang lepas dari dunia luarnya. Manusia berusaha mengungkap dirinya, dalam proses inilah dihasilkan

(41)

22

dunia. Eksternalisasi menunjukkan bahwa suatu realita sosial dapat terbentuk

melalui tindakan individu yang diwujudkan melalui suatu interaksi sosial. Untuk relisasinya, di dalam interaksi sosial ini individu-individu membuat suatu simbol

dan benda-benda hasil buatannya. Oleh karena itu, dalam eksternalisasi terbentuk suatu ciri khusus dari interaksi sosial yaitu individu-individu tersebut. Dalam proses eksternalisasi, individu mengidentifikasikan dirinya dengan peranan sosial

yang sudah mempunyai pola dan sudah dilengkapi dengan lambang yang telah dilembagakan ke dalam institusi yang telah ada. Peranan menjadi alasan dari

aturan yang terlembaga secara objektif.

Kedua, objektivasi. Dalam proses ini, terjadi peristiwa yang menunjukkan perubahan dari sebuah proses konseptual yang diwujudkan dalam suatu realitas

nyata yang akan menjadi bagian dari kehidupan individu. Hal ini akan menjadi suatu kebiasaaan yang akan dilakukan secara berulang-ulang oleh individu dalam

kelompok tersebut. Tindakan ini akan menjadi suatu kebiasaan bagian mereka dan akan menjadi bagian yang tetap bagi realitas mereka.

Ketiga, internalisasi, merupakan suatu proses sosialisasi dari proses objektivasi. Proses internalisasi lebih merupakan penerapan kembali dunia objektif ke dalam kesadaran sedemikian sehingga subjektif individu dipengaruhi

oleh struktur dunia sosial. Macam-macam unsur dari dunia diobjektivasikan akan ditangkap sebagai gejala realitas di luar kesadarannya sekaligus sebagai gejala

internal bagi kesadaran. Melalui internalisasi, manusia menjadi hasil masyarakat.

c. Konstruksi Sosial dengan MusikDeath Metal

(42)

23

kerja kognitif individu untuk menafsirkan dunia realitas yang ada, karena terjadi

relasi sosial antara individu dengan lingkungan sekitarnya. Kemudian individu membangun sendiri pengetahuan atas realitas yang dilihatnya itu berdasarkan

pada struktur pengetahuan yang telah ada sebelumnya.

Selanjutnya Berger dan Luckmann dalam Bungin (2011: 206) menjelaskan teori dan pendekatan konstruksi sosial atas realitas terjadi secara stimultan melalui

tiga proses sosial, yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Tiga proses ini terjadi di antara individu satu dengan individu lainnya dalam masyarakat.

Melalui proses dialektika ini, realitas sosial dapat dilihat dari ketiga tahap tersebut.

Musik pada umumnya memiliki image tersendiri pada masing-masing genre-nya. Seperti pada musik Jazz yang memiliki image akan musik kaum elit dan bernilai seni tinggi, musik Death Metal memiliki image sebagai musik yang lekat akan hal-hal negatif seperti Satanisme, kekerasan dan pemberontakan. Hal ini terbentuk karena lirik lagu yang mengandung kata-kata hinaan, frustasi, kebencian, kemarahan serta aksi panggung yang kental akan unsur Satanisme

(penyembah setan)1. Hal ini terlembaga di masyarakat secara terus menerus sehingga masyarakat pun menyetujui bahwa musik Death Metal merupakan musik aliran sesat dan terus tertanam di benak mereka.

Dalam penelitian ini, penulis mengangkat sebuah fenomena unik dan terobosan baru, yaitu musik Death Metal yang diakui sebagai musik yang dapat menyampaikan nilai-nilai Islam (syiar Islam) dan jauh akan stigma negatif dari musikDeath Metal itu sendiri. AdalahPurgatory, sebuah grup musik asal Jakarta

1

(43)

24

yang melakukan hal tersebut. Purgatory menciptakan sebuah stigma baru dan berbeda dari stigma yang selama ini ada di masyarakat, sehingga muncul fungsi musikDeath Metalsebagai penyampai pesan dakwah. Dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial milik Peter L. Berger dan Luckmann yang menjadi senjata utama dalam menganalisis data yang didapat untuk memunculkan fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah melalui lirik lagu dan aksi panggung grup musikPurgatory.

C. Kerangka Pikir

Pada penelitian ini peneliti menggunakan teori konstruksi sosial sebagai pisau untuk membedah dalam penelitian ini. Alasan peneliti menggunakan teori Konstruksi Sosial karena peneliti melihat fenomena ini merupakan suatu kenyataan atau fakta sosial yang terbentuk dari kenyataan yang telah ada sebelumhya, dalam hal ini adalah musik Death Metal. Teori Konstruksi Sosial memiliki sebuah proses yang bernama dialektika, dimana dialektika tersebut dapat

KONSTRUKSI SOSIAL

MUSIKDEATH METAL

SEBAGAI PENYAMPAI PESAN DAKWAH

Fungsi MusikDeath Metalsebagai penyampai

pesan dakwah

Lirik Lagu Aksi Panggung

(44)

25

menjelaskan bagaimana sebuah kenyataan atau fakta sosial yang ada di masyarakat terbentuk oleh masyarakat itu sendiri. Kenyataan tersebut terjadi secara dialektik sehingga prosesnya berlangsung secara terus-menerus. Setelah kenyataan tersebut terbentuk di masyarakat, maka kenyataan tersebut dapat menimbulkan efek-efek langsung kepada masyarakat.

(45)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah tipe deskriptif

kualitatif. Kirk dan Miller menyebutkan, pendekatan kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan

orang-orang tersebut dalam bahasannya dan dalam peristilahannya. (Hikmat, 2011: 38) Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata lisan maupun tertulis dari orang-orang dan perilaku

yang dapat diamati. Metode kualitatif dipergunakan dalam beberapa pertimbangan: Pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Ke dua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan responden, Ke tigs, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh

bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Moleong (2001) yang dikutip oleh Hikmat (2011: 38), penelitian kualitatif lebih menghendaki agar penelitian

(46)

27

realitas (komunikasi) bersifat ganda, rumit, semu, dinamis (mudah berubah),

dikonstruksikan, dan holistic; kebenaran realitas bersifat relative. (Hikmat, 2011: 37) Dalam buku Bagong Suyanto dan Sutinah yang berjudul Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan(2011: 166), mereka mengutip pernyataan Taylor dan Bogdan bahwa penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis, dan

tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti. Selanjutnya, metode kualitatif memiliki karakteristik yang khusus sebagai berikut:

1. Bersifat induktif

2. Melihat padasettingdan manusia sebagai suatu kesatuan

3. Memahami perilaku manusia dari sudut pandang mereka sendiri

4. Lebih mementingkan proses penelitian disbanding hasil penelitian 5. Menekankan pada validitas data sehingga ditekankan pada dunia

empiris

6. Bersifat humanistis

7. Semua aspek kehidupan sosial dan manusia diangap berharga dan

penting untuk dipahami karena dianggap bersifat spesifik dan unik. (Suyanto dan Sutinah, 2011:166 dan 169)

Menurut Hikmat (2011: 44), metode deskriptif secara harfiah adalah

metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, sehingga berkehendak mengadakan akumulasi data dasar. Travels (1978) dalam

(47)

28

Menurut Gay (1976) yang dikutip Hikmat (2011: 44) metode penelitian deskriptif

adalah kegiatan yang meliputi pengumpulan data dalam rangka menguji hipotesis atatu menjawab pertanyaan yang menyangkut keadaan pada waktu yang sedang

berjalan dari pokok suatu penelitian.

B. Fokus Pengamatan

Fokus pengamatan pada penelitian ini adalah grup musik asal Jakarta, Purgatory, yang lebih spesifik :

1. Lirik lagu, yaitu lirik lagu orisinil milik gurp band Purgatory yang menjadi hits single mereka. Bagaimana lirik lagu mereka digunakan untuk menyampaikan nilai- nilai ajaran Islam (berdakwah)

2. Aksi panggung, yaitu tingkah dan perilaku serta aksesoris yang dipakai para personil Purgatory saat live performance. Bagaimana aksi panggung mereka digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai ajaran

Islam (berdakwah).

C. Jenis Data

Data pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder:

a. Data primer

(48)

29

Lirik lagu yang dipilih adalah lagu-lagu yang ada dalam album

7:172 milik grup musik Purgatory, yang terdiri dari 10 lagu. Sedangkan dokumentasi perform (video) yang dipilih adalah video live performdari lagu yang ada di album7:172.

b. Data sekunder

Data sekunder dalam penelitian ini yaitu data yang di dapat dari

selain grup band Purgatory itu sendiri, seperti studi literatur dan internet.

D. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang lengkap dan akurat serta dapat dipertanggung jawabkan kebenaran ilmiahnya, penulis menggunakan teknik

pengumpulan data sebagai berikut : 1. Dokumentasi

Yaitu teknik untuk mendapatkan data dengan cara mencari informasi

dari berbagai sumber yang terkait dengan penelitian, seperti internet (arsip video dokumentasi dan lirik lagu) ataupun proses berlangsungnya penelitian dan berbagai referensi lain yang

dibutuhkan. 2. Wawancara

(49)

30

langsung ataupun dengan bantuan media komunikasi e-mail (dikarenakan domisili narasumber dan peneliti terpaut jarak yang cukup jauh) dengan subjek penelitian yaitu grup band Purgatory mengenai pokok bahasan penelitian, dengan menggunakan pedoman wawancara sehingga pertanyaan yang diajukan peneliti lebih terarah, tanpa mengurangi kebebasan dalam menggembangkan pertanyaan

sehingga suasana dialogis dapat dilakukan dengan baik.

E. Penentuan Informan

Teknik pemilihan informan yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik purposive (disengaja). Menurut Singarimbun dan Effendi (2000: 35) teknik

purposive bersifat tidak acak, dimana subjek penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Bungin (2003; 34-35) yang mengutip pernyataan Spradley, adapun

kriteria-kriteria yang digunakan dalam penentuan informan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Subjek yang telah lama dan intensif menyatu dengan kegiatan atau medan aktivitas yang menjadi informasi.

2. Subjek yang masih terkait secara penuh dan aktif pada lingkungan atau

kegiatan yang menjadi perhatian peneliti. 3. Subjek yang mempunyai cukup informasi

4. Subjek yang memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk diminta keterangan dan data yang dibutuhkan terkait masalah penelitian.

Berdasarkan kriteria yang disebutkan diatas dan prariset yang dilakukan

(50)

31

Purgatory, grup Band Indie asal Jakarta, yang terdiri dari L.T.F - (gitar), Al (drums), Apit (Growl+scream), Bounty (bass), Sandman (vocal+scream), D'Jackal (DJ), dan Badart (Gitar). Alasan pemilihan para personil grup band Purgatory sebagai informan dalam penelitian ini adalah :

1. Personil Purgatory memiliki cukup informasi yang terkait dengan permasalahan.

2. PersonilPurgatory memiliki banyak pengetahuan tentang musikDeath Metal.

3. Personil Purgatory menciptakan lagu ciptaan sendiri yang digunakan sebagai media penyampai pesan.

F. Teknik Analisa Data

Teknik analisa data dilakukan dengan mengolah data kualitatif yang dapat melalui wawancara mendalam yang diajukan kepada sumber informan dan

beberapa sumber lain yang berkaitan dengan skripsi ini. Adapun teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis data berlangsung

atau mengalir dari Miles dan Huberman (Bungin, 2003: 69-70) melalui tiga tahap yaitu:

1. Tahap Reduksi Data

Pada tahap ini difokuskan pada data lapangan yang telah terkumpulkan. Data lapangan tersebut selanjutnya dipilih, dalam arti menentukan derajat

relevansinya dengan maksud penelitian. Selanjutnya data yang dipilih disederhanakan, dalam arti mengklasifikasikan data atas dasar tema-tema. Memadukan data yang tersebar menelusuri tema untuk merekomendasikan

(51)

32

uraian singkat atas ringkasan. Pada penelitian ini tahap reduksi yang

penulis lakukan adalah menyaring seta memilah hasil wawancara, data video, audio dan foto dari grup band Purgatory yang tentunya sesuai dengan fokus penelitian ini yaitu fungsi musikDeath Metalsebagai sarana dakwah ajaran Islam.

2. Tahap display data

Pada tahap ini peneliti melakukan penyajian informasi melalui bentuk teks

naratif terlebih dahulu. Selanjutnya hasil teks naratif diringkas menjadi uraian yang interpretative dalam bentuk bagan

3. Tahap kesimpulan

Pada tahap ini peneliti selalu melakukan uji coba kebenaran setiap makna yang muncul dari data. Disamping menyandarkan pada klarifikasi data,

(52)

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian terhadap fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Lirik lagu grup musik Purgatory diciptakan dengan menjadikan Al-Qur’an

sebagai sumber utamanya, berisi pesan-pesan akhlak dan aqidah yang benar

sesuai ajaran Islam. Hal ini membentuk sebuah mindset masyarakat bahwa musikDeath Metaldapat digunakan dalam jalan kebaikan, dan lirik lagunya digunakan sebagai penyampai pesan dakwah Islam kepada khalayak luas.

Terkait dengan Teori Konstruksi Sosial yang digunakan, peneliti melihat adanya kenyataan yang muncul dari kenyataan yang ada sebelumnya.

Purgatory mengeksternalisasikan gagasannya mengenai nilai Islam melalui lirik lagu musik Death Metal kepada khalayak. Musik tersebut diakui oleh pengamat musik sebagai Metal Islami. Masyarakat yang menikmati musik Purgatorypun terinternalisasi dengan gagasan yang disampaikanPurgatory. Pada akhirnya, internalisasi tersebut menimbulkan efek pada masyarakat

(53)

99

2. Aksi panggung grup musik Purgatory yang menjadi sebuah terobosan baru dalam dunia musik Underground karena keunikan mereka dalam setiaplive perform-nya. Aksi panggung mereka yang penuh akan unsur Islam seperti

mengganti “Salam Metal” yang sudah umum dikenal menjadi Salam Satu

Jari, yang menyatakan akan ketauhidan kita sebagai umat manusia terutama umat Muslim atas keesaan Allah SWT. Selain itu logo mereka yang menggunakan simbol Islam yaitu bulan bintang, menanamkan kembali

ingatan kepada masyarakat akan simbol yang tak lain merupakan simbol Islam yaitu bulan dan bintang. Ditambah dengan topeng dan riasan wajah

mereka yang mengingatkan akan tampilan luar manusia yang penuh akan kemunafikan, dan manusia tidak diperbolehkan untuk menghakimi orang lain dari sisi luarnya saja. Sehingga hal tersebut dapat menjauhi kita sebagai

manusia dari sifat munafik. Hal ini menciptakanmindsetbagi khalayak luas bahwa musik Death Metal dapat digunakan dalam jalan kebaikan, dan aksi panggungnya digunakan sebagai penyampai pesan dakwah Islam.

Terkait dengan Teori Konstruksi Sosial yang digunakan, peneliti melihat adanya kenyataan yang muncul dari kenyataan yang ada sebelumnya.

Purgatory mengeksternalisasikan gagasan mereka tentang nilai-nilai Islam melalui aksi panggung mereka yang dekat dengan nilai-nilai Islam. Gagasan

(54)

100

terinternalisasi dengan gagasan yang disampaikanPurgatory. Pada akhirnya, internalisasi tersebut menimbulkan efek pada masyarakat sehingga

memunculkan fungsi musik Death Metal sebagai penyampai pesan dakwah dan terus-menerus menciptakan pengakuan terhadap musik Metal Islami secara dialektik.

B. Saran

Berdasarkan penelitian di atas, penulis memiliki beberapa saran yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Hasil penelitian ini tentunya masih jauh dari kata sempurna, sehingga penulis menyarankan agar penelitian ini dapat dikembangkan lagi oleh peneliti lainnya terkait musik sebagai penyampai pesan dakwah, khususnya

musikUndergrounddanDeath Metal.

2. Penulis memiliki harapan agar mindset yang tumbuh di masyarakat bahwa musikDeath Metal yang penuh akan nilai-nilai negatif dapat hilang, karena musik ini sendiri dapat digunakan ke arah yang positif, seperti halnya pada penelitian ini yaitu penyampai pesan dakwah Islam.

(55)

DAFTAR PUSTAKA

Buku dan Skripsi (Non Internet):

Arifin, Anwar. 2011.Dakwah Kontemporer (Sebuah Studi Komunikasi), Yogyakarta: Graha Ilmu.

Berger, Peter L. dan Thomas Luckmann. 2013.Tafsir Sosial Atas Kenyataan, Jakarta: LP3S.

Bungin, M. Burhan. 2003.Analisis Data Penelitian Kualitatif,Jakarta: Rajagrafindo Persada.

________________. 2008.Konstruksi Sosial Media Massa: Kekuatan Pengaruh Media Massa, Iklan Televisi, dan Keputusan Konsumen Serta Kritik Terhadap Peter L. Berger & Thomas Luckmann,Jakarta: Kencana Prenada Media. _______________. 2011.Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat, Jakarta: Kencana Prenada Media.

_______________. 2011.Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: Rajawali Pers.

Cangara, Hafied. 2011.Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Hikmat, Mahi M. 2011.Metode Penelitian: dalam Perspesktif Ilmu Komunikasi dan Sastra,Yogyakarta: Graha Ilmu.

Ismail, A. Ilyas & Hotman, Prio. 2011.Filsafat Dakwah:Rekayasa Membangun Agama dan Peradaban Islam, Jakarta: Kencana.

Jayasakti, Dimas Adi. 2013.Simbol-Simbol Musik Metalcore. Universitas Lampung, Program Sarjana Program Studi Ilmu Komunikasi.

Melina, Ade Rizki. 2011.Musik Punk Sebagai Sarana Kritis (Studi pada Lirik

(56)

Notowidagdo, Rohiman. 2000.Ilmu Budaya Dasar Berdasarkan Al-Quran dan Hadits. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Suyanto, Bagong & Sutinah. 2005.Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan, Jakarta: Kencana.

Internet:

Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari. Definisi Aqidah.

http://pustakaimamsyafii.com/definisi-aqidah.html, diakses pada tanggal 12 April 2015

Bimbie.com, Bimbingan Belajar tuk Pembelajar, Definisi Dakwah Islam. http://www.bimbie.com/dakwah-islam.htm, diakses pada tanggal 12 April 2015 Dewanada. Apa Itu Death Metal. https://dewanada.wordpress.com/2010/ 12/17/apa-itu-death-metal/, diakses pada 13 tanggal April 2015

Eghy Brutal. Brutallcorpse. Ciri Khas Musik Death Metal.

http://brutallcorpse.heck.in/ciri-khas-musik-death-metal.xhtml, diakses pada tanggal 13 April 2015

Frederick, William H.Rhoma Irama and Dangdut Style–Aspects of

Contemporary Indonesian Popular Culture. Vol. 34, Oktober 1982. Diambil dari: http://cip.cornell.edu. (19 Februari 2015)

Gusdayat. Definisi Tauhid dan Ilmu Tauhid.

http://gusdayat.com/2012/11/07/definisi-tauhid-dan-ilmu-tauhid/, diakses pada tanggal 26 September 2015

Hernawan, Bambang. 2003.Wacana Kritik Lirik Musik Rock (Studi Analisis Wacana Kritikal Musik Underground Grup Band Alrian Death Metal dan Punk di Kota Bekasi). Universitas Indonesia Program Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi. Diambil dari: http://www.lib.ui.ac.id/ (19 Februari 2015)

Hidajat, Robby. Studiotari. Pengertian Topeng.

http://www.studiotari.com/2011/09/pengertian-topeng.html, diakses pada tanggal 26 September 2015

Ian. Desain Studio. Logo dan Brand : Pengertian, Fungsi, dan Perbedaannya. http://www.desainstudio.com/2010/10/logo-dan-brand-pengertian-fungsi-dan.html, diakses pada tanggal 26 September 2015

(57)

Liputan 360 Metro TV,Metal Islami.

https://www.youtube.com/watch?v=HkI6GTfXMTs. Diakses pada tanggal 7 Juli 2015

Liputan Ikonia Metro TV,Dakwah Underground.

https://www.youtube.com/watch?v=vlTuj4O5FP0. Diakses pada tanggal 7 Juli 2015

Liputan Wide Shot Metro TV, Berdakwah Lewat Musik Underground.

https://www.youtube.com/watch?v=xscAJPTj4TM. Diakses pada tanggal 7 Juli 2015

MagoMagz.com,Artikel: Sejarah dan Genre Musik. Muhammad Ikhsan Maulana. http://www.magomagz.com/2013/03/artikel-sejarah-dan-genre-musik.html, diakses pada tanggal 4 Juni 2015

Nur, Muhammad. Kompasiana. Asal Muasal Lambang Bulan Bintang Dalam Islam. http://www.kompasiana.com/ahlussunnah/asal-muasal-lambang-bulan-bintang-dalam-islam_552920a86ea834bc638b457a, diakses pada tanggal 26 September 2015

Official Facebook Group Purgatory, Arsip artikel Tabloid ExtremePost edisi #16

https://www.facebook.com/notes/edelweiss-records-distro/arsip-tabloid-extremepost-edisi16-purgatory-interviewed-by-alam-nanjar-xpost/187825672408, diakses pada tanggal 18 Agustus 2015

Pengertian Pakar. Definisi Akhlak. http://www.pengertianpakar.com/2014/12/ pengertian-akhlak-menurut-para-pakar.html#, diakses pada tanggal 12 April 2015

Purgatory Interview Backstage Java Rockin’ Land 2010.

https://www.youtube.com/watch?v=Ox4qLBATE9U. Diakses pada tanggal 7 Juli 2015

Risalah Islam, Dasar-Dasar Islam Untuk Para Pemula, Pengertian dan Metode Dakwah Islam. http://www.risalahislam.com/2014/03/pengertian-dan-metode-dakwah-islam.html, diakses pada tanggal 23 Maret 2015

RxLyrics,Purgatory Lyrics. https://www.rxlyrics.com/lyrics/p/purgatory. Diakses pada tanggal 28 Juni 2015

Samosir, Andrey E. V.Menimbang-nimbang Black Metal (Black Metal dilihat sebagai Musik dan Budaya).No. 1, November 2007. Diambil dari:

www.academia.edu. (19 Februari 2015)

Setyaningsih, Nur. 2006.Analisis Pesan Dakwah Dalam Kolom “Nasihat”

(58)

Slamet.Efektifitas Komunikasi Dalam Dakwah Persuasif. Vol. X No. 2, Juli-Desember 2009. Diambil dari:

http://digilib.uin-suka.ac.id/8374/1/SLAMET%20EFEKTIFITAS%20KOMUNIKASI%20DALA M%20DAKWAH%20PERSUASIF.pdf. (12 April 2015)

Wikipedia Bahasa Indonesia, Musik. Ensiklopedia Bebas.

http://id.wikipedia.org/wiki/Musik, diakses pada tanggal 19 Februari 2015 Wikipedia Bahasa Indonesia,Death Metal, Ensiklopedia Bebas.

http://id.wikipedia.org/wiki/Death_metal, diakses pada tanggal 19 Februari 2015 Wikipedia Bahasa Indonesia,Genre Musik, Ensiklopedia Bebas.

(59)

Referensi

Dokumen terkait

Melalui analisis kohesi pada lirik lagu Grup Band Gigi dalam Album Religi “Mohon Ampun” akan ditemui penggunaan kohesi gramatikal maupun kohesi leksikal yang

Melalui analisis kohesi pada lirik lagu Grup Band Gigi dalam Album Religi “Mohon Ampun” akan ditemui penggunaan kohesi gramatikal maupun kohesi leksikal yang

Melalui analisis kohesi pada lirik lagu Grup Band Gigi dalam Album Religi “Mohon Ampun” akan ditemui penggunaan kohesi gramatikal maupun kohesi leksikal yang

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu unsur-unsur struktur puisi yang terdapat dalam lirik lagu, protes sosial dan aspek sosial apa yang ingin disampaikan melalui

Tengkor ak telah muncul sebagai band yang memperhatikan kondisi anak bangsa, yaitu anak-anak muda yang terbawa selera kebarat- baratanan dan terjerumus kedalam pergaulan

Nilai-nilai syariah pada lirik lagu TOMAT (tobat maksiat) yaitu manusia tidak akan hidup kekal melainkan hidup hanya satu kali, ketika kita hidup di dunia ingatlah apa

Gerakan sosial baru Navicula melalui diskografi Navicula sebagai pesan yang disampaikan, Borneo Tour sebagai paradigma baru aksi kolektif, refleksi pemberontakan

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetehui representasi dakwah dalam lirik lagu “Tomat (Tobat Maksiat)” pada album “Ingat Sholawat” yang dipopulerkan oleh Wali