ANALISIS PERBANDINGAN PELAKSANAAN PEMBERIAN BANTUAN HUKUM KEPADA ORANG MISKIN DALAM PERKARA PIDANA DI PROVINSI LAMPUNG
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kendati pemberian bantuan hukum terhadap pelaku tindak pidana terorisme adalah sesuatu yang urgent disebabkan oleh karena
KAJIAN PERBANDINGAN HUKUM PIDANA TENTANG SISTEM PENUNTUTAN PERKARA PIDANA MENURUT SISTEM PERADILAN.. PIDANA INDONESIA DAN SISTEM PERADILAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan penulis, khususnya mengenai pelaksanaan lembaga bantuan hukum dan advokat dalam pemberian bantuan hukum
jawab terhadap pemberian bantuan hukum bagi orang miskin sebagai perwujudan.. akses terhadap keadilan, juga sebagai pengaturan mengenai bantuan
PEMBERIAN BANTUAN HUKUM SECARA CUMA-CUMA KEPADA ANAK GOLONGAN MASYARAKAT KURANG MAMPU YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DALAM PERADILAN
Selaras dengan tujuan penelitian ini adaiah untuk mengetahui dan memahami pelaksanaan pemberian bantuan hukum bagi masyarakat oleh Posbakum LBH Sejahtera dan mekanisme
Namun, pada realitanya Bidang Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Lampung dalam menjalankan pelaksanaan pemberian bantuan hukum mengalami
Bantuan hukum merupakan hak fundamental yang wajib dijamin oleh negara untuk memastikan akses keadilan bagi seluruh warga negara, khususnya masyarakat miskin dan kelompok rentan. Negara memiliki tanggung jawab untuk mengatasi ketimpangan perlindungan hukum guna menjamin persamaan di hadapan hukum. Penelitian ini mengkaji implementasi Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum yang memperluas cakupan penerima bantuan hukum, tidak hanya bagi masyarakat miskin, tetapi juga kelompok rentan. Fokus kajian diarahkan pada efektivitas pelaksanaan serta kesesuaiannya dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum . Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis-empiris, teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan teknik triangulasi untuk menjaga validitas dan keakuratan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perluasan penerima bantuan hukum secara sosial mencerminkan keadilan substantif, namun secara normatif menimbulkan persoalan karena tidak sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Penelitian ini merekomendasikan agar dilakukan pengujian materiil (Judicial Review) serta melakukan analisis dan evaluasi (ANEV))terhadap Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum terhadap Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Tujuannya agar implementasi bantuan hukum dapat berlangsung secara adil, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip negara