• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancang Bangun Pengering Gabah Dengan Bahan Bakar Biomassa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Rancang Bangun Pengering Gabah Dengan Bahan Bakar Biomassa"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Fakultas Teknik USU
  • Mata Pelajaran: Teknik
  • Topik: Rancang Bangun Pengering Gabah Dengan Bahan Bakar Biomassa
  • Tipe: Graduation project
  • Tahun: 2014
  • Kota: Medan

I. Relevansi Rancang Bangun Pengering Gabah dengan Bahan Bakar Biomassa terhadap Tujuan Pendidikan

Rancang bangun pengering gabah dengan bahan bakar biomassa ini sangat relevan dengan tujuan pendidikan tinggi, khususnya dalam konteks keilmuan teknik pertanian dan rekayasa. Proyek ini memungkinkan mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan teoritis mereka dalam bidang termodinamika, perpindahan panas, mekanika fluida, dan rekayasa pertanian ke dalam solusi praktis untuk permasalahan di sektor pertanian. Mahasiswa dilatih untuk merancang, membangun, dan menguji sebuah sistem yang inovatif dan berkelanjutan, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan efisiensi pascapanen padi. Penelitian ini juga mempromosikan pemahaman tentang energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan, aspek-aspek krusial dalam pembangunan berkelanjutan.

1.1. Pengembangan Kompetensi Teknik

Proyek ini secara efektif mengembangkan kompetensi teknik mahasiswa, meliputi perancangan sistem mekanik, pemilihan material, perhitungan termodinamika (seperti perhitungan laju perpindahan panas dan efisiensi energi), dan pengujian kinerja sistem. Mahasiswa diajarkan untuk menggabungkan teori dengan praktik, sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang prinsip-prinsip rekayasa. Penggunaan bahan bakar biomassa juga mendorong kreativitas dan inovasi dalam mencari solusi yang ramah lingkungan.

1.2. Pemahaman Prinsip Termodinamika dan Perpindahan Panas

Analisis data penelitian ini menekankan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip termodinamika dan perpindahan panas. Mahasiswa mempelajari bagaimana energi panas dari pembakaran biomassa ditransfer ke gabah untuk mengurangi kadar airnya. Perhitungan laju perpindahan panas dan efisiensi energi memberikan pemahaman kuantitatif tentang proses pengeringan. Mereka juga dapat menganalisis bagaimana faktor-faktor seperti desain sistem, material, dan penggunaan blower mempengaruhi efisiensi pengeringan.

1.3. Penerapan Prinsip Keberlanjutan dan Energi Terbarukan

Penggunaan bahan bakar biomassa sebagai alternatif bahan bakar fosil menunjukkan komitmen terhadap prinsip keberlanjutan dan pemanfaatan energi terbarukan. Penelitian ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari dan mengaplikasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam rekayasa. Analisis biaya dan keuntungan sistem pengeringan ini juga relevan dengan studi ekonomi pertanian dan analisis kelayakan proyek.

II. Tujuan Pembelajaran dan Hasil Belajar

Penelitian ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan pembelajaran yang spesifik dan terukur. Mahasiswa diharapkan dapat memahami prinsip-prinsip dasar termodinamika dan perpindahan panas, serta mampu mengaplikasikannya dalam perancangan dan pembangunan alat pengering gabah yang efisien dan berkelanjutan. Mereka juga diharapkan mampu menganalisis data eksperimen, menginterpretasikan hasil, dan menyusun laporan ilmiah yang komprehensif. Selain itu, tujuan pembelajaran juga mencakup peningkatan kemampuan pemecahan masalah, kerja tim, dan presentasi ilmiah.

2.1. Tujuan Pembelajaran Kognitif

Mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep termodinamika, perpindahan panas (konduksi, konveksi, radiasi), dan prinsip-prinsip desain rekayasa. Mereka juga diharapkan dapat menganalisis data pengujian kinerja alat pengering, menghitung efisiensi energi, serta memahami dampak penggunaan energi terbarukan terhadap lingkungan. Memahami prinsip-prinsip ekonomi pertanian dan analisis kelayakan proyek juga menjadi bagian penting dari tujuan pembelajaran ini.

2.2. Tujuan Pembelajaran Psikomotor

Mahasiswa diharapkan mampu merancang, membangun, dan mengoperasikan alat pengering gabah. Keterampilan praktis seperti pengelasan, pemotongan material, dan perakitan sistem mekanik akan diasah. Mereka juga diharuskan untuk melakukan kalibrasi alat ukur dan pengambilan data pengujian dengan teliti dan akurat. Kemampuan dalam memelihara dan memperbaiki alat juga akan dikembangkan.

2.3. Tujuan Pembelajaran Afektif

Mahasiswa diharapkan mampu bekerja sama dalam tim, mengelola proyek secara efektif, dan menyusun laporan ilmiah yang komprehensif dan terstruktur. Pengembangan sikap kritis, bertanggung jawab, dan inovatif juga menjadi fokus tujuan pembelajaran afektif. Presentasi hasil penelitian secara lisan dan tertulis juga akan melatih kemampuan komunikasi ilmiah mereka.

III. Aplikasi Pedagogis

Proyek rancang bangun pengering gabah ini memiliki aplikasi pedagogis yang luas. Penelitian ini dapat digunakan sebagai studi kasus dalam berbagai mata kuliah, seperti termodinamika, perpindahan panas, rekayasa pertanian, dan energi terbarukan. Data dan analisis yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang konsep-konsep teoritis dan penerapannya dalam konteks dunia nyata. Proyek ini juga dapat dimodifikasi dan dikembangkan untuk disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran yang berbeda.

3.1. Studi Kasus dalam Mata Kuliah Relevan

Data dan hasil penelitian dapat dijadikan studi kasus yang menarik dalam berbagai mata kuliah teknik dan pertanian. Mahasiswa dapat menganalisis proses perpindahan panas, perhitungan efisiensi, dan analisis ekonomi yang terkait dengan proyek ini. Studi kasus ini memberikan konteks nyata bagi pemahaman konsep-konsep teoritis yang dipelajari di kelas.

3.2. Pengembangan Keterampilan Praktis

Proyek ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan praktis dalam merancang, membangun, dan menguji sebuah sistem. Pengalaman langsung ini sangat berharga dalam mempersiapkan mahasiswa untuk karir di bidang rekayasa dan pertanian. Keterampilan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan juga diasah melalui proses desain dan pembangunan.

3.3. Pengembangan Proyek Berbasis Masalah (Problem-Based Learning)

Penelitian ini dapat diintegrasikan ke dalam pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Mahasiswa diberikan tantangan untuk merancang solusi untuk masalah pengeringan gabah yang efisien dan berkelanjutan. Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif dalam mencari solusi.

Gambar

Gambar Proses pengelasan
Gambar Proses Pembakaran Bahan bakar
Gambar 3.1 Keseluruhan mesin gasifikasi
Gambar 3.2 Penampang mesin gasifikasi
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

HK.0502/574.1/P.III-2016 tanggal 6 Desember 2016 antara Perusahaan dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk Pekerjaan Pembangunan Dermaga Curah Cair di Pelabuhan Celukan Bawang,

Kriteria tersebut terlihat dari mayoritas 48% responden setuju materi larutan penyangga menuntut pada penghitungan rumus dan penguasaan teori; 76% responden setuju

memiliki izin imprt kayu dan dalam memenuhi bahan kayu industri tdak melakukan impor kayu Indikator 2.1.3 Unit usaha menerapkan sistem penelusuran kayu Verifier 2.1.3 a

1) Pada penelitian ini telah dilakukan simulasi kemacetan kemacetan jaringan dengan mekanisme AQM yaitu Baseline (tanpa antrian) dan Drop Tail, dengan menganalisa

Penanaman karakter pada anak usia dini merupakan salah satu proses penting yang harus diberikan pada anak melalui pembelajaran, salah satu cara yang dainggap tepat untuk

Untuk mengetahui pengaruh kesadaran merek, assosiasi merek, kualitas merek dirasakan, kesetiaan merek secara bersama-sama terhadap ekuitas merek pengguna

memperoleh penilaian pada rentang "baik" untuk aspek petunjuk dan "sangat baik" untuk aspek kelayakan.. Artinya, Modul Praktikum Larutan layak