Informasi Dokumen
- Penulis:
- Mhd. Isnan Syahputra
- Pengajar:
- Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang MSIE
- Dr. Eng. Listiani Nurul Huda, MT
- Sekolah: Universitas Sumatera Utara
- Mata Pelajaran: Teknik Industri
- Topik: Perbaikan Fasilitas Dan Postur Kerja Pada Proses Pembuatan Sepatu Di Ud.Henry Shoes
- Tipe: tugas sarjana
- Tahun: 2012
- Kota: Medan
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bagian ini menjelaskan latar belakang masalah yang berkaitan dengan musculoskeletal disorders (MSDs) yang sering dialami oleh pekerja, terutama di industri pembuatan sepatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merancang perbaikan fasilitas kerja serta postur kerja untuk mengurangi keluhan MSDs. Penekanan pada pentingnya ergonomi dalam lingkungan kerja diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas pekerja. Selain itu, rumusan masalah, tujuan penelitian, asumsi, dan manfaat penelitian juga diuraikan.
1.1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang menjelaskan bahwa MSDs sering terjadi akibat postur kerja yang tidak ergonomis, terutama di industri pembuatan sepatu. Penelitian ini menyoroti pentingnya penyesuaian antara pekerja dan lingkungan kerja untuk mencegah cedera dan meningkatkan produktivitas. Penerapan ergonomi diharapkan dapat mengurangi keluhan otot dan meningkatkan kinerja pekerja.
1.2. Rumusan Permasalahan
Rumusan permasalahan menekankan pada identifikasi dan perbaikan fasilitas serta postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi terhadap keluhan MSDs yang dialami oleh pekerja di stasiun tapak, dengan fokus pada desain ulang fasilitas kerja yang sesuai dengan kebutuhan pekerja.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah untuk mengurangi keluhan MSDs melalui perbaikan fasilitas dan postur kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keluhan, menganalisis postur kerja, dan merancang fasilitas kerja yang ergonomis berdasarkan data anthropometri.
1.4. Asumsi dan Batasan Masalah
Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini mencakup kondisi kesehatan pekerja dan stabilitas proses produksi. Batasan masalah difokuskan pada pengukuran postur kerja dan keluhan hanya di stasiun tapak, serta penggunaan metode RULA untuk penilaian postur.
1.5. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada mahasiswa dalam menerapkan teori ergonomi, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. Hasil penelitian juga dapat digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan desain fasilitas kerja dan mengurangi keluhan MSDs.
1.6. Sistematika Penulisan Laporan Tugas Sarjana
Sistematika penulisan laporan dibagi menjadi beberapa bab, mulai dari pendahuluan, gambaran umum perusahaan, landasan teori, metodologi penelitian, pengumpulan dan pengolahan data, analisis dan pembahasan, hingga kesimpulan dan saran.
II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bagian ini memberikan informasi mengenai UD. Henry Shoes sebagai perusahaan yang menjadi objek penelitian. Dikenal sebagai industri kecil menengah di bidang pembuatan sepatu, perusahaan ini memiliki sejarah dan perkembangan yang signifikan. Penjelasan mengenai struktur organisasi dan proses produksi juga diuraikan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang operasional perusahaan.
2.1. Sejarah Perusahaan
UD. Henry Shoes didirikan pada tahun 1990 dan telah berkembang pesat dalam memproduksi sepatu untuk pasar lokal dan luar kota. Dengan 35 karyawan, perusahaan ini terus berupaya memenuhi permintaan pasar melalui inovasi dan peningkatan kualitas produk.
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
Perusahaan ini memproduksi berbagai merek sepatu dengan model yang berbeda, serta melayani permintaan khusus dari konsumen. Penjelasan mengenai produk yang ditawarkan memberikan wawasan tentang diversifikasi usaha perusahaan.
2.3. Organisasi dan Manajemen
Struktur organisasi perusahaan berbentuk line structure, di mana pemilik memiliki kontrol penuh atas keputusan strategis dan operasional. Pembagian tugas dan tanggung jawab diuraikan untuk menunjukkan bagaimana perusahaan dikelola.
2.4. Proses Produksi
Proses produksi di UD. Henry Shoes terdiri dari beberapa tahap, mulai dari pembuatan pola hingga packing. Penjelasan mengenai bahan baku dan mesin produksi yang digunakan memberikan konteks terhadap efisiensi dan efektivitas proses produksi.
2.5. Mesin dan Peralatan
Bagian ini menjelaskan mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi. Daftar dan fungsi mesin memberikan informasi mengenai teknologi yang diterapkan untuk mendukung efisiensi produksi.
III. LANDASAN TEORI
Bab ini membahas teori-teori yang relevan dengan penelitian, terutama yang berkaitan dengan ergonomi dan postur kerja. Memahami dasar-dasar keilmuan ini penting untuk menganalisis masalah yang ada dan merancang solusi yang tepat. Teori-teori ini menjadi acuan dalam penilaian postur kerja dan desain fasilitas yang ergonomis.
3.1. Dasar Keilmuan dari Ergonomi
Ergonomi berfokus pada optimasi interaksi antara manusia dan lingkungan kerjanya. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi kerja, serta mencegah cedera akibat postur yang tidak tepat.
3.2. Tujuan dan Pentingnya Ergonomi
Tujuan ergonomi adalah untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan pekerja. Dengan memperhatikan faktor ergonomis, perusahaan dapat mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kinerja tenaga kerja.
3.3. Postur Kerja
Postur kerja yang baik sangat penting untuk mencegah kelelahan dan cedera. Penjelasan mengenai postur kerja yang dianjurkan membantu dalam merancang stasiun kerja yang lebih ergonomis.
3.4. Kerja Otot Statis dan Dinamis
Perbedaan antara kerja otot statis dan dinamis menjelaskan bagaimana otot berfungsi selama aktivitas kerja. Memahami ini penting untuk merancang tugas yang tidak membebani otot secara berlebihan.
3.5. Standard Nordic Questionnaire (SNQ)
SNQ adalah alat ukur yang digunakan untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal. Penggunaan alat ini membantu dalam memahami dampak postur kerja terhadap kesehatan pekerja.
3.6. Metode Penilaian Postur Kerja
Metode penilaian postur kerja, seperti RULA, digunakan untuk menilai risiko cedera akibat postur kerja. Penilaian ini penting untuk merancang perbaikan yang diperlukan dalam fasilitas kerja.
IV. METODOLOGI PENELITIAN
Bagian ini menjelaskan metodologi yang digunakan dalam penelitian, termasuk lokasi, objek, dan jenis penelitian. Metode pengumpulan data dan analisis juga diuraikan untuk memberikan kejelasan mengenai bagaimana penelitian dilakukan.
4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di UD. Henry Shoes, dengan waktu penelitian yang ditentukan untuk mengumpulkan data yang relevan. Lokasi yang dipilih sangat penting untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai kondisi kerja.
4.2. Objek Penelitian
Objek penelitian adalah pekerja di stasiun tapak yang mengalami keluhan muskuloskeletal. Fokus pada objek ini penting untuk mendapatkan data yang spesifik dan relevan.
4.3. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode observasi dan kuesioner untuk mengumpulkan data. Jenis penelitian ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap kondisi kerja dan keluhan pekerja.
4.4. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual penelitian menjelaskan hubungan antara variabel yang diteliti, yaitu postur kerja, fasilitas kerja, dan keluhan muskuloskeletal. Memahami hubungan ini penting untuk merancang solusi yang efektif.
4.5. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup kuesioner SNQ dan alat ukur postur kerja. Penggunaan instrumen yang tepat sangat penting untuk mendapatkan data yang valid.
4.6. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada pekerja. Metode ini memungkinkan pengumpulan data yang komprehensif mengenai kondisi kerja dan keluhan.
4.7. Pengolahan Data
Data yang diperoleh akan diolah dan dianalisis untuk mendapatkan hasil yang signifikan. Pengolahan data yang sistematis penting untuk menghasilkan kesimpulan yang akurat.
4.8. Analisis dan Pembahasan
Analisis dilakukan untuk mengevaluasi data yang diperoleh, dengan fokus pada keluhan muskuloskeletal dan postur kerja. Pembahasan hasil analisis membantu dalam merumuskan rekomendasi perbaikan.
4.9. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dari penelitian akan merangkum temuan utama, sementara saran akan memberikan rekomendasi untuk perbaikan fasilitas kerja dan postur kerja di UD. Henry Shoes.
4.10. Blok Diagram Prosedur Penelitian
Blok diagram memberikan gambaran visual mengenai langkah-langkah yang diambil dalam penelitian, membantu pemahaman tentang proses penelitian secara keseluruhan.
V. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Bagian ini menjelaskan proses pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian. Data yang dikumpulkan mencakup keluhan muskuloskeletal, elemen kegiatan, dan kondisi fasilitas kerja. Pengolahan data dilakukan untuk mendapatkan informasi yang relevan dan mendukung analisis.
5.1. Pengumpulan Data
Data dikumpulkan melalui kuesioner SNQ yang diisi oleh pekerja, serta observasi terhadap kondisi kerja di stasiun tapak. Metode ini memastikan data yang diperoleh akurat dan representatif.
5.1.1. Data Standard Nordic Questionnaire (SNQ)
Data dari SNQ memberikan informasi mengenai tingkat keluhan muskuloskeletal yang dialami pekerja. Analisis data ini penting untuk mengidentifikasi masalah yang perlu diatasi.
5.1.2. Elemen Kegiatan pada Kondisi Aktual di Stasiun Tapak
Observasi elemen kegiatan di stasiun tapak membantu dalam memahami bagaimana pekerja berinteraksi dengan fasilitas kerja saat ini, serta postur yang digunakan.
5.1.3. Fasilitas Kerja Aktual di Stasiun Tapak
Analisis fasilitas kerja yang ada saat ini memberikan gambaran mengenai kekurangan yang ada dan bagaimana hal ini berkontribusi pada keluhan muskuloskeletal.
5.2. Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan untuk menganalisis keluhan muskuloskeletal dan penilaian postur kerja. Metode statistik digunakan untuk mendapatkan hasil yang valid dan dapat diandalkan.
5.2.1. Penentuan Modus Keluhan Berdasarkan Kuisioner SNQ pada Stasiun Tapak
Modus keluhan yang diidentifikasi dari SNQ memberikan informasi tentang area tubuh yang paling sering mengalami masalah, membantu dalam merumuskan solusi.
5.2.1.1. Perhitungan Persentase Keluhan Bagian Tubuh
Perhitungan persentase keluhan membantu dalam memahami seberapa besar dampak keluhan muskuloskeletal terhadap pekerja, dan prioritas perbaikan yang perlu dilakukan.
5.2.2. Perhitungan Waktu Proses Perakitan
Analisis waktu proses perakitan memberikan wawasan mengenai efisiensi proses produksi dan bagaimana postur kerja dapat mempengaruhi waktu kerja.
5.2.3. Penilaian Postur Kerja dengan Metode RULA
Metode RULA digunakan untuk menilai postur kerja yang ada saat ini, memberikan skor yang menunjukkan tingkat risiko cedera muskuloskeletal yang dialami pekerja.
5.2.4. Perhitungan Data Anthropometri
Pengukuran data anthropometri diperlukan untuk merancang fasilitas kerja yang sesuai dengan dimensi tubuh pekerja, memastikan kenyamanan dan keamanan.
5.2.4.1. Penentuan Data Dimensi Tubuh Operator
Data dimensi tubuh operator digunakan sebagai dasar dalam perancangan fasilitas kerja yang ergonomis, memastikan bahwa semua pekerja dapat bekerja dengan nyaman.
5.2.4.2. Nilai Rata-rata, Standar Deviasi, Minimum dan Maksimum
Statistik deskriptif memberikan gambaran mengenai distribusi data anthropometri, penting untuk memahami variasi di antara pekerja.
5.2.4.3. Uji Keseragaman Data Anthropometri
Uji keseragaman dilakukan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh konsisten dan dapat diandalkan untuk digunakan dalam desain fasilitas kerja.
5.2.4.5. Uji Kenormalan Data Anthropometri
Uji kenormalan data membantu dalam menentukan metode analisis statistik yang tepat untuk data yang dikumpulkan, penting untuk validitas hasil penelitian.
5.2.4.6. Perhitungan Persentil
Perhitungan persentil memberikan informasi tentang distribusi data anthropometri, membantu dalam merancang fasilitas kerja yang sesuai dengan kebutuhan mayoritas pekerja.
VI. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Bab ini menyajikan analisis mendalam mengenai data yang diperoleh dari penelitian. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi tingkat keluhan muskuloskeletal, kondisi postur kerja, serta fasilitas kerja yang ada. Pembahasan hasil analisis memberikan wawasan mengenai langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan.
6.1. Analisis Tingkat Keluhan Muskuloskeletal
Analisis tingkat keluhan muskuloskeletal dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari SNQ. Hasil analisis menunjukkan area tubuh mana yang paling banyak dikeluhkan oleh pekerja.
6.2. Analisis Postur Kerja Aktual
Analisis postur kerja aktual menggunakan metode RULA untuk menilai risiko cedera. Hasil analisis menunjukkan bahwa banyak postur kerja yang perlu diperbaiki.
6.3. Analisis Kondisi Aktual Fasilitas Kerja
Kondisi fasilitas kerja yang ada saat ini dievaluasi untuk mengidentifikasi kekurangan yang ada dan bagaimana hal ini berkontribusi pada keluhan muskuloskeletal.
6.4. Perancangan Fasilitas Kerja
Perancangan fasilitas kerja yang ergonomis dilakukan berdasarkan hasil analisis data anthropometri dan postur kerja. Desain ini diharapkan dapat mengurangi keluhan muskuloskeletal.
6.5. Perbandingan Fasilitas Kerja Aktual Dengan Fasilitas Kerja Usulan
Perbandingan dilakukan untuk menunjukkan perbedaan antara fasilitas kerja yang ada saat ini dan fasilitas kerja yang diusulkan. Hasil perbandingan menunjukkan potensi perbaikan yang signifikan.
6.6. Perbandingan Elemen Gerakan Aktual Dengan Elemen Gerakan Usulan
Perbandingan elemen gerakan dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana perubahan fasilitas kerja dapat mempengaruhi postur dan gerakan pekerja.
6.7. Perbandingan Hasil Penilaian Postur Kerja Aktual dengan Postur Kerja Usulan
Hasil penilaian postur kerja aktual dibandingkan dengan postur kerja yang diusulkan untuk menunjukkan perbaikan yang diharapkan setelah implementasi fasilitas kerja baru.
VII. KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini menyajikan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, serta saran-saran untuk implementasi perbaikan yang diperlukan. Kesimpulan merangkum temuan utama, sedangkan saran memberikan rekomendasi untuk tindakan selanjutnya.
7.1. Kesimpulan
Kesimpulan menegaskan bahwa perbaikan fasilitas kerja dan postur kerja dapat mengurangi keluhan muskuloskeletal. Rekomendasi untuk implementasi desain baru diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas pekerja.
7.2. Saran
Saran diberikan untuk perusahaan agar terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap fasilitas kerja dan postur kerja. Implementasi pelatihan ergonomi bagi pekerja juga disarankan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya postur yang baik.