• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Perbaikan Gizi di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pedoman Perbaikan Gizi di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA)"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

EDOMAN PERBAIKAN GIZI

PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK

(PSAA)

612.3

Ind

DEPARTEMEN KESEHATAN R.I.

P

TORAT JENDERAL KESEHATAN MASYARAKAT

DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT

JAKARTA

(2)

12.3 Ind

[1j

p

PEOOMAN PERBAIKAN GIZI

01 PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK

(PSAA)

DEPARTEMEN KESEHATAN

R.I.

DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN MASYARAKAT

DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT

JAKARTA

(3)

Katalog Dalam Terbitan. Departemen Kesehatan

612.3

Ind . Indonesia. Departemen Kesehatan. Direktorat Jenderal

p Kesehatan Masyarakat

Pedoman Perbaikan Gizi di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA). - Jakarta:

Departemen Kesehatan, 2000

I. Judul 1. NUTRITION DISORDERS

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya, buku "Pedoman Perbaikan Gizi di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA)" dapat disusun. Buku pedoman ini merupakan perbaikan dali buku "Pedoman Penyelenggaraan Makanan di Panti Asuhan tahun 1989"

Anak memerlukan jaminan kesejahteraan dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, sebagai generasi penerus di masa yang akan datang. Anak di Panti Asuha n mempunyai hak yang sama dengan anak yang diasuh dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga. Faktor yang berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak asuh di Panti Sosial adala, kecukupan konsumsi gizi yang seimbang .

Hasil survei status gizi pada PSAA di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi pada tahun 1999 menunjukkan 56,7% anak Kurang Gizi tingkat lingan sampai tingkat berat. Status gizi merupakan salah satu indikator kurangnya asupan zat gizi dari konsumsi makanan sehari-hari. Buku Pedoman Perbaikan Gizi di PSAA ini sebagai acuan untuk penyelenggaraan makanan bagi anak agar memperoleh zat gizi yang seimbang serta terpenuhi persyaratan hygiene dan sanitasi makanan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Penyusun yang terdili dali pengelola program di Departemen Kesehatan dan Badan Kesejahteraan Sosial Nasional (BKSN) yang telah berperan aktif dalam penyusunan buku pedoman ini. Buku ini mendapat masukan dari pengurus PSAA di Propinsi Lampung , DKI Jaya, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan yang mempunyai pengalaman mengelola panti sosial. Mudah-mudahan buku pedoman ini dapat membantu petugas penyelenggara PSAA dalam melaksanakan perbaikan gizi anak asuh . Kami menyadali bahwa buku ini belum sempurna, karena itu klitik dan saran demi perbaikan pedoman ini sangat kami harapkan.

Jakarta, Juli 2000

Direktur Gizi Masyarakat,

A

Dr. Dini Latief, M.Sc

PG-PSAA I

(5)
(6)

OAFTAR lSI

Hal.

KATA PENGANTAR ... . ... ... ... ... '" ... . i

DAFTAR lSi ... . ... .... ... ... .. ... . ... . ... ... .... . ii

DAFTAR LAMPIRAN .... ... ... .. .. .. , ... ... . iii

BAB I PENDAHULUAN ... .. .. '" ... ... ... .... ... . 1

A. Latar Belakang ... ... .. ... ... ... .. ... .... .. ... ... .. . 1

B. Ruang Lingkup ... .. ... . ... ... ... ... . 2

C. Dasar Hukum .... ... ... ... .. . ... ... '" ... . . 2

D. Tujuan ... .... ... . ... . .... .. . , . .. . ... ... . ... . ... . .. 2

II PENYELENGGARAAN MAKANAN BANYAK ... ... .. 3

A. Tujuan Penyelenggaraan Makanan ... .. . .. ... .. 3

B. Kegiatan Penyelenggaraan Makanan ... .. 3

1. Langkah-Iangkah PABM ... ... ... .. . 5

2. Langkah-Iangkclh Perencanaan Menu ... .

6

3. Langkah-Iangkah Penyusunan Bahan Makanan . 7 4. Langkah-Iangkah Pembelian Bahan Makanan ... 8

5. Langkah-Iangkah Penerimaan Bahan Makanan . 8 6. Langkah-Iangkah Persiapan dan Pemasakan .... 9

7. Langkah-Iangkah Pendistribusian dan Pelayanan Makanan ... .. ... ... .... .. ... . 9

C. Ketenagaan ... ... ... ... .. . ... ... . 10

D. Dana atau Anggaran ... ... .. ... ... . 12

E.

Fasilitas Minimal Penyelenggaraan Makanan ... .. 12

F. Faktor-faktor lain yang harus diperhatikan dalam 14 hygiene dan sanitasi makanan .. .... .. .. ... . .. . III PEMANTAUAN STATUS GIZI (PSG) ANAK ASUH 15 A. Maksud dan Tujuan ... . 15

B. Cara Pelaksanaan ... .... ... .. ... . ... . 15

LAMPIRAN ... . ... ... ... .... ... .... ... .

26

DAFTAR PUSTAKA ... ... ... ... .. ... . ... .. 48

NAMA-NAMA PENYUSUN ... ... ... .. .. .. . 49

PG-PSAA ii

(7)
(8)

DAFTAR LAMPIRAN

Hal

1. Pengertian dan Batasan ... .. ... ... ... .. . ... ... ... ... ... .. . .. . 26

2. Kecukupan gizi menurut kelompok umur ... 29

3. Standar kecukupan bahan makanan per orang per hari .. 30

4. Index harga makanan per orang per hari ... .. . .. . ... ... 31

5. Rancangan anggaran belanja makanan setahun ... ... . 33

6 . Pol a Menu ... .. . ... ... ... ... ... .. . ... ... ... ... .. . ... .. . ... ... ... ... ... 34

7. Master Menu ... ... ... .. . ... .. . ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... .. . .. . 35

8. Oaftar Bahan Makanan Penukar ... .. ... .. .. .. .... ... .. ... 36

9. Contoh Menu 5 Hari ... ... .. ... ... .. ... .. .. . ... .. . 38

10. Pedoman Menu Untuk Panti Asuhan ... ... .. .. ... 39

11. Ciri Bahan Makanan yang baik .. .... ... .... .. .. .. .. .. .. .. ... ... . 41

12. Table Berat Badan Me nurut Umur pada pria ... ... ... ... ... . 45

13. Table Berat Badan Menurut Umur pada perempuan ... 46

14. Formulir Pencatatan dan Pelaporan .. . ... ... 47

PG-PSAA iii

(9)
(10)

BABI

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Undang Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 34 menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Berkaitan dengan hal itu khususnya anak terlantar maka Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) perlu mendapatkan perhatian yang seksama baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Perhatian yang penuh kepada PSAA dilatarbelakangi bahwa anak-anak asuh memerlukan perlindungan kesejahteraan dalam masa pertumbuhan dan perkembangan . Faktor yang dapat membantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak-anak tersebut diantaranya kecukupan konsumsi zat gizi yang seimbang dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Berdasarkan hasil survei status gizi tahun 1999 pada PSAA di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi menunjukkan bahwa 56,7% anak-anak berstatus Kurang Energi Protein (KEP) tingkat ringan sampai ke tingkat berat. Prevalensi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan hasil survei pengukuran tinggi badan anak baru sekolah (TBABS) tahun 1995 pada kelompok umur yang sama sebesar 31,1 %.

Keadaan yang memprihatinkan tersebut ditunjang dengan pola konsumsi makanan di PSAA kurang memenuhi syarat-syarat gizi, hygiene dan sanitasi makanan. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk menyelenggarakan dan mengatur makanan yang seimbang, memenuhi syarat gizi sesuai dengan selera anak, keamanan pangan dan perlindungan terhadap gangguan akibat makanan.

PG-PSAA 1

(11)

B. Ruang Lingkup

Ruang lingkup yang disajikan dalam pedoman perbaikan gizi di PSAA meliputi penyelenggaraan makanan termasuk hygiene dan sanitasi makanan serta pemantauan status gizi anak .

C. Dasar Hukum

1. U UD 1945 pasal 34 tentang fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

2. UU nomor 6 tahun 1974 tentang ketentuan-ketentuan pokok kesejahteraan sosial.

3 . UU nomor 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak. 4. UU nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan.

5. UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen 6 . UU nomor 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah.

7 . Peraturan Pemerintah (PP) RI nomor 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonomi

D. Tujuan

1. Tujuan Umum

Meningkatkan status gizi anak asuh pada PSAA melalui

ke giatan penyelenggeraan makanan yang cuku p dan seimbang sesuai dengan kecukupan gizi yang dianjurkan , aman, serta terpantaunya status gizi anak asuh selama berada di PSAA.

2. Tuju an Khusus

a . Terselenggaranya makanan yang cukup dan seimbang, yang memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan.

b. Terjaganya keamanan makanan yang merugikan anak asuh dari gangguan penyakit akibat tercemarnya makanan. c. Terlaksananya pemantauan status gizi anak asuh secara

berkala di PSAA .

2 PG-PSAA

(12)

BAB II

PENYELENGGARAAN MAKANAN BANY AK

A. Tujuan Penyelenggaraan Makanan

Makanan merupakan kebutuhan utama mahluk hidup, termasuk anak asuh di Panti Sosial yang masih dalam keadaan tumbuh kembang. Agar makanan yang diselenggarakan memenuhi sasaran , maka penyediaan makanan di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) perlu diselenggarakan seefisien mungkin. Untuk itu penyelenggaraan makanan di PSAA mempunyai tujuan :

1. Menyediakan makanan bagi anak asuh dalam jumlah dan mutu yang memenuhi syarat gizi.

2. Menyediakan makanan yang memenuhi cita rasa dan selera anak asuh .

3. Menyediakan makanan yang memenuhi standar sanitasi dalam batas sumber dana dan fasilitas panti asuhan .

4. Melaksanakan siste m pelayanan makanan yang layak, tepat dan cepat.

Guna tercapainya tujuan di atas ada beberapa hal yang akan dibahas, yaitu : kegiatan penyelenggaraan makanan , ketenagaan, dana, fasilitas , fa ktor-faktor hygiene dan sanitasi makanan

B. Kegiatan Penyelenggaraan Makanan

Skema penyelenggaraan makanan dapat dilihat pada alur di bawah ini:

(13)

• Kebijakan/Prosedur (Internal)

..

• UU & Peraturan

..

(Eksternal)

."

PROSES

1. Penyusunan LUARAN

Anggaran (OUT PUT)

2.

MASUKAN 3.

(IN PUT)

• Tenaga 4 .

• Dana 5.

• Fasilitas

• Bah . Mak.

r---.

6 .

• Prosedur

7.

jセ@ 8.

9 .

Perencanaan Menu Penyusunan

Kebutuhan Bah . Mak Pembelian Bah . Mak.

Penerimaan dan

Pe-nyimpanan  Bah . Mak.  Persiapan dan Pe-masakkan Bah.  Mak.  Pendistribusian  Makanan  Pengawasan Penye-lenggaraan Makanan  Pencatatan  dan 

r----.

Makanan memenuhi  •   Syarat gizi  •   Cita  rasa  dan 

selera 

•   Standar sanitasi  dan  aman  dimakan  •   Pelayanan  yang 

[image:13.595.33.373.50.411.2]

layak, tepat dan  cepat  Pelaporan  10.  Evaluasi Penyeleng-garaan Makanan 

UMPAN BALIK 

...

Pendapat konsumen/klien  "'" 

Gambar 1 : Skema Sistem Penyelenggaraan Makanan

Skema  di  atas  menunjukkan  bahwa  Sitem  Penyelenggaraan  makanan  ini  merupakan  suatu  sistem  penyelenggaraan  yang  dimulai  dari  input,  proses  dan  output  Sistem  penyelenggaraan  makanan itu akan  berjalan  apabila  ada  kebijakan/ prosedur bersifat 

4   PG-PSAA

(14)

internal ,  serta  adanya  Undang­undang  dan  peraturan  bersifat  ekstemal  yang  mendukung  terlaksanannya  penyelenggaraan  makanan tersebut. 

Agar  penyelenggaraan  makanan  itu  bersifat  dinamis,  dim ana  dalam  pelaksanaanya  akan  timbul  berbagai  masalah,  maka  diperlukan  pemantauan  untuk  memperoleh  umpan  balik  dalam  penyelenggaraan. 

Di  bawah  ini  akan  diuraikan  lebih  rinci  lagi  dari  masing­masing  proses kegiatan penyelenggaraan  makanan. 

1. Langkah-Langkah Penyusunan Anggaran Belanja Makanan (PABM)

1)   Tetapkan  macam  dan  jumlah  anak  asuh  yang  berhak  mendapat makanan. 

2)   Hitung  jumlah  anak  asuh  dan  kelompokkan  dalam  kelompok  umur  sesuai  anjuran  kecukupan  gizi.  (Iihat  lampiran 2) 

3)   Hitung  Standar  Kecukupan  Gizi  Rata­Rata  Anak  Asuh  dan  terjemahkan  dalam  Berat  Kotor  Bahan  Makanan  (Iihat  lampiran 3). 

4)  Kumpulkan  Harga semua jenis bahan makanan setempat.  5)  Catat  informasi  kemungkinan  penyediaan  dana  atau 

anggaran,  apakah  dari  anggaran  pemerintah  atau  yayasan  atau lainnya. 

6)  Hitung  Indeks Harga Makanan seorang  sehari. 

Cara  : Mengalikan  setiap  jenis  berat  kotor  bahan  makanan  dengan  Harga  setiap  jenis  bahan  makanan,  kemudian Jumlahkan  (contoh lihat lampiran 4). 

PG-PSAA 5

(15)

7)   Hitung  Rancangan  Anggaran  Belanja  Makanan  dalam  setahun. 

Cara  :Jumlah  anak  asuh  yang  dilayani  X  Jumlah  hari  setahun X  Indeks  Harga (contoh lihat lampiran 5) .  8)   Informasikan  rancangan  anggaran  tersebut  kepada 

pengurus  atau  kepada  yang  berwenang  sesuai  jalur  administratif. 

9)   Ikuti  proses  pengusulan  anggaran  ini,  dan  sampaikan  pula  pada sumber­sumber pemberi I pengelola dana. 

10) Siapkan  beberapa  altematif kemungkinan  untuk menaikkan  atau menurunkan anggaran yang  disusun. 

11) Cek  kepada  pimpinan  tentang  waktu  pencairan  dana  yang  ditetapkan. 

2.   Langkah­Langkah Perencanaan  Menu 

1)   Kumpulkan  sebanyak  mungkin  jenis  hidangan/masakan  untuk  makan  pagi,  siang ,  malam  dan  selingan;  sehingga  memungkinkan variasi yang lebih banyak. 

2)  Tetapkan siklus menu (5  harilseminggu/10 han)   3)  Suat Pola Menu (Iihat lampiran 6)  

4)  Suat  master  menu  (sesuai  siklus  menu  yang  diinginkan,   lihat lampiran 7) 

5)   Masukan  hidangan  yang  sudah  dikumpulkan  ke  dalam  master  menu.  Variasi  menu  dapat  ditukar  setiap  6  bulan  sekali,  tetapi  tidak  secara  keseluruhan.  Untuk  memilih  variasinya dapat dilihat pada lampiran 8. 

6)   Setiap  6  bulan  sekali,  susunan  siklus  menu  perlu  dievaluasi.  Contoh  menu dapat dilihat dalam lampiran 9­10. 

6 PG-PSAA

(16)

1. Langkah-Langkah Penyusunan Kebutuhan Bahan Makanan

1)   Sediakan  buku  besar bergaris,  buat garis­garis  untuk setiap  halaman  buku .  KolJm  lajur  berisikan  jenis  konsumen/anak  asuh  yang  dilayan i,  kolom  baris  berisikan  urutan  harian  menurut  siklus  menu  yang  ditetapkan.  Satu  halaman  buku  untuk satu jenis bahan makanan. 

Buku  Perencanan セH・「オエオィ。ョ@ Bahan Makanan  Nama bahan makanan  : 

Hari ke  b。ョセ。ォョセ。@

1 2 3 4 5 6 7

Jumlah: 

2) 

PG-PSAA

Hitung  semua bahan  makanan satu  persatu 

Misalnya  Menghitung  daging  sapi  untuk  makanan  anak  asuh. 

•   Dalam  siklus  menu  7  hari  terdapat  5  x  menu  daging  (hari  ke  1,  3,  4, 5,  7) 

•   Standar porsi  daging adalah  50 gr.  •   Jumlah anak asuh 75 orang 

•   Kebutuhan da ging dalam satu  siklus  menu adalah  :  5 x 75 x 50  9 

=

18.750 9 atau  18 % kg 

7 ....4..; ... ... .z.t ... .'.'ZZZ[[Z[[[ セᆱNᆬNエᄃ[rqエ_m@

(17)

Buku  Perencanan  Kebutuhan  Bahan  Makanan  Nama bahan  makanan : Oaging sapi

Hari  ke  Banyaknya 

1  75  x 50  gr 

=

3,75 kg 

-

-3  75  x 50  gr 

=

3, 75  kg 

4 75 x 50 gr 

=

3,75 kg  5  75 x 50  gr 

=

3,75  kg 

6

-

-7  75 x 50  gr 

=

3,75 kg  Jumlah:  18,75 kg  3)  Buat  us ulan  seluruh  kebutuhan  bahan  makanan  sesuai 

dengan perhitungan tersebut di  atas. 

4. Langkah-Iangkah Pembelian Bahan Makanan

1  .  Rencanakan  pembelian  bahan  makanan  untuk kurun waktu  tertentu  (3 bulan!6 bulan) , ji ka melalui pelelangan 

2) .  Rencanakan  dengan baik penggunaan dana yang tersedia  3)  Buat  spesifikasi  bahan  makanan  yang  dibeli/dipesan 

dengan  jelas  (jumlah ,  ukuran ,  satuan,  kemasan  dan  sebagainya) 

4).  Buat pembukuan  dan rekap  semua pembelian. 

5.

Langkah-Iangkah Penerimaan dan Penyimpanan Bahan Makanan

1)  Periksa  bahan  makanan  sesuai  dengan  kualitas  dan  kuantitasnya  (untuk  mengetahui  ciri  bahan  maka nan  ya ng  baik lihat lampiran  11 ). 

(18)

2)   Simpan  bahan  makanan  di  tempat  yang  sesuai  sehingga  tidak rusak dan aman 

6. Langkah-Langkah PE!rsiapan dan Pemasakan Makanan

1)   Teliti menu,  siapkan peralatan  persiapan  dan memasak  2)   Siapkan bahan  makanan yang diperlukan,  termasuk bumbu  3)   Teliti  kembali  bahan  makanan  dan  bumbu  yang  telah 

dipersiapkan,  apakah  sudah  sesuai  dengan  macam  hidangan yang ada dalam menu 

4)   Perhatikan  lamanya  waktu  memasak  masing­masing  masakan,  karena  setiap  masakan  memerlukan  waktu  yang  berbeda­beda . 

Misalnya  :  Memasak  daging  memerlukan  waktu  2­3  jam,  memasak  unggas  (ayam)  memerlukan  %  ­ 1 jam,  ikan  5  -30 menit,  telur 3­10 men it,  sayuran 5­15 menit,  dll 

5)   Setelah  masakan  matang  perhatikan  keempukan  dan  warna  masakan,  cicipi  terlebih  dahulu  untuk  mengetahui  cita rasa  masakan . 

6)   Distribusikan sesLlai  waktu makan 

7. Langkah-Iangkah Pe!ndistribusian dan Pelayanan Makanan

1)   Setelah  makanan matang,  tempatkan  dalam wadah tertutup  agar tidak terkontaminasi dari  kuman  penyakit. 

•   Wadah  yang  dipakai  harus  tidak  melunturkan  bahan  berbahaya  ke  dalam  makanan,  setiap  wadah  dipakai  hanya untuk satu jenis makanan dan ditutup . 

PG-PSAA 9

(19)

•   Suhu penyimpanan untuk makanan basah harus di  atas 

60DC atau  di  bawah 10DC .

•   Waktu tunggu  sebelum makanan disantap adalah  :  Makanan yang akan  disimpan kurang dari 4  (empat)  jam dapat disim pan  pada  suhu  ruang . 

Makanan yan g akan  disimpan lebih  dari 4  (e mpat)  jam haru s disimpan pada  suhu dingin (di bawah 

10DC) dan dipanaskan sebelum dimakan , atau 

disimpan pada suhu panas (di  atas 60D

C).

2)   Makanan  segera  didistribusikan  ke  ruang  makan  atau  ke  setiap kamar 

8. Pengawasan terhadap Penyelenggaraan Makanan

Pengawasan  dapat  dilakukan  terhadap  :  eita  rasa  makanan ;   nilai  gizi makanan ; hygiene dan sanitasi.  

1)  Cita  rasa  makanan;  dilakukan setiap hari  

2)  Nilai  gizi  makanan,  sesuai  atau  tidak  dengan  standar   keeukupan 

3)  Perlu  diperhatikan  hygiene  dan  sanitasi  makanan  setiap  saat 

9. Pencatatan dan Pelaporan

Semua  kegiatan  penyelenggaraan  makanan  termasuk  hygiene  dan  sanita si  serta  pemantauan  status  gizi  perlu  dilakukan  peneatatan secara berkala. 

10. Evaluasi Penyelenggaraan Makanan

Dalam   melakukan  evaluasi  penyelenggaraan  makanan  pada  sistem  serta  dari  makanan  yang  dikonsumsi  terhadap  status  gizi Anak. 

10 PG­PSAA 

(20)

c.

Ketenagaan

Tenaga penyelenggara makanan terdiri  dari:  1.   Penanggung Jawab 

2.   Pengawas  3 .   Pelaksana 

Untuk  tenaga  pengawas  dan  pelaksana  diharapkan  men gerti  dalam penyelenggaraan makanan dalam jumlah banyak. 

Dalam menyelenggarakan makan an di PSAA,  pelaksana/penjamah  makanan harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 

•   Harus  berbadan  sehat  yang  dinyatakan  dengan  Sural  Keterangan  Dokter,  tidak  mengidap  penyakit  menular  (TBC ,  Kholera,  Diare /  Gastroenteritis,  Typhus,  Disenteri,  Kecacin gan,  Penyakit  kulit  dan  tidak  karier) .  Untuk  menyatakan  tida k  sebagai  karier harus  diperiksa  usap  duburnya  dan  diperiksa  ke  laboratorium. 

•   Berperilaku  sehat,  selalu  menjaga  kebersihan  badan  meliputi  kebersihan  gigi,  rambut,  kuku,  telinga,  kaki  dan  badan  sendiri  yaitu  membersihkannya  secara  periodik,  misalnya  mandi  minimal  2  (dua)  kali  sehari,  mencuci  rambut  minimal  2  (dua)  kali  perminggu,  memotong  kuku,  sikat  gigi  2  (dua)  kali  sehari .  Memakai  celemek  dan  tutup  kepala  yang  diganti  setiap  hari  pada waktu memasak. 

•   Tidak  merokok,  tidal<  bersin  menghadap  makanan ,  tidak  mengunyah,  tidak  mf'mggaruk,  tidak  mengupil  pada  waktu  menjamah  makanan,  serta  menutup  luka  terbuka  bila  mengalami  kecelakaan kecil,  memegang  makanan dengan  alat  (tidak  langsung)  dan  memakai  alas  kaki  bila  hendak  keluar  dapur. 

•   Mencuci  tangan  dengan  sabun  sebelum  memegang  makanan  dan  setelah  dari  WC,  membuang  sampah  pada  tempatnya,  menjaga kebersihan pekarangan dan sebagainya 

PG-PSAA 11 

(21)

•   Terbiasa  menangan i  makanan  da'iam  Jumlah  be sar  dan  mempunyai  pengetahuan  dan  mampu  menerapkan  kaidah  hygiene  dan  san itasi  makanan  serta  gizi  da lam  peng olahan  makanan. 

D. Dana atau Anggaran

Jum lah  dan  sumber  dana  disesuaikan  dengan  kemamp uan  masing­masing panti 

E. Fa silitas Minimal Penyele nggaraan Makanan

1.   Bangunan dapur

Kriteria yang  Perlu  Diperhatikan pada  Bangunan  Dapur  Jumlah orang yang  mendapat makan 

Ma cam  dan jumlah bahan makanan 

Variasi masakan yang akan  diolah atau diselenggarakan  A rus  kerja  penerimaan ,  persiapan ,  pemasa kan ,  pendistribusian makanan 

Dana atau  anggaran  yang tersed ia 

Persyaratan banyaknya  ruang  di  dapur yang dianj urkan  Ruang penerimaan baha n  makanan 

Ruang penyimpanan  bah an  makanan  Ruang persiapan bahan  makanan  Ruang pemasakan 

Ruang distribusi  makanan 

Ruang pencucian dan penyimpanan alat masak  Ruang pembuangan sampah (tempat sampah) 

Ruang  ganti  pakaian  pegawai  (sebaikn ya  ada  kamar mandi  dan WC) 

(22)

2. Peralatan memasak dan makan

Peralatan terdiri  dari peralatan  masak dan peralatan  makan.  1)  Peralatan  masak harus memenuhi persyaratan sebagai 

berikut: 

•   Tidak boleh terbuat  dari  bahan  yang  dapat  melepaskan  zat­zat  berbahaya  sehingga  melunturi  makanan  seperti  tembaga,  aluminium,  kadmium,  seng,  timah  hitam  dan  arsen. 

•   Harus utuh, tidak cacat dan tidak rusak. 

•   Setiap  peralatan  digunakan  sesuai  fungsinya,  seperti  penggunaan pisau harus berbeda sesuai  kegunaannya.  •   Tersimpan dalam  keadaan  bersih pada tempat yang 

mudah diambil. 

•   Alat  penumbuk I cobek  yang  terbuat  dari  batu  dijaga  kebersihannya,  harus dibersihkan setiap  dipakai. 

2)   Peralatan  makan I minum 

•   Piring,  gelas,  mangkuk  sayur  dan  peralatannya  harus  dijaga kebersihannya. 

•   Pencucian  pera latan  makan  terpisah  dari  tempat  pencucian peralatan  dapur セ dengan  memperhatikan  5  prinsip  cara  pencucian  :  Scraping (mengeluarkan  sampahnya),  plashing (merendam),  rinsing

(membasuh/menggosok  pakai  sabun),  washing

(membilas)  dan  sanitazing (membebas  hamakan  dengan  cara  panas  matahari,  semprot  dengan  uap,  oven panas) . 

•   Peralatan  yang  sudah  selesai  dicuci,  pengeringnya  ditiriskan  di  rak  piring.  Tidak  boleh  dikeringkan  dengan  lap, bila digunakan lap harus sekali  pakai . 

•   Peralatan  yang  telah  bersih  tidak  boleh  dipegang  pada  tempat yang akan  menempel di  mulut,  untuk mencegah  pencemaran oleh tangan . 

PG-PSAA 13

(23)

14

F.  Faktor­faktor lain yang harus diperhatikan dalam hygiene dan  sanitasi makanan. 

1)   Air bersih  : 

•   Sesuai persyaratan yang  ditetapkan 

•   Jernih,  tidak berbau , tidak berasa,  tidak berwarna.  2)   Limbah  : 

•  Harus  mengalir  

s Ti dak menimbulkan gangguan (bau  dan  sebagainya)  

•   Sal uran limbah harus tertutup 

•   Diupayakan agar disediakan saringan untuk limbah  lemak. 

3)   Tempat cuci tangan  :  •   Jumlahnya harus cukup 

•   Harus disediakan sabun dan pengering tangan.  4)   Ventilasi: 

•   Harus memungkinkan terjadinya pertukaran udara yang  baik 

5)   Tempat Pembuangan Sampah  :  •   Harus kedap air,  bersih , tertutup 

•   Diupayakan menggunakan kantong  plastik sehingga  tempat sampah tidak kotor. 

6)   Pencegahan vektor (tikus , lalat,  serangga , kecoa)  7)   Jamban &  Peturasan  : 

•   Minimal  1 jamban untuk 15 orang 

•   Tidak boleh berhubungan  langsung dengan  ruang  pengolahan makanan 

•   Memenuhi syarat sanitasi 

(24)

BAB III

PEMANTAUAN STATUS GIZI (PSG) ANAK ASUH

A. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan pemantauan status gizi anak asuh  antara  lain :  1)   Mengetahui  secara  dini  masalah  gizi  yang  dihadapi  dan  tindak 

lanjut penanggulangannya; 

2)   Meningkatkan kondisi  atau "perlormance" dari  PSAA ; 

3)   Untuk  meningkatkan  kepedulian  pihak  luar  PSAA  dan  memperoleh  dukungan  dana  dari  Pemerintah  Daerah  dan  Donatur setempat. 

B. Cara Pelaksanaan

Pemantauan status gizi di  PSAA dilakukan dengan cara: 

1)  Pengukuran Antropometri yaitu  melakukan penimbangan berat

badan dan pengukuran tinggi badan yang  dilakukan  secara 

berkala setiap 3 (tiga)  bulan sekali. 

2)   Jika  Panti  Sosial  memiliki  ketersediaan  sumber  daya  yang  cukup  seperti  dana,  tenaga  dan  sarana,  maka  dapat  juga  dilakukan Pemeriksaan Kadar Haemoglobin (Hb) darah anak  yang  bisa  dilaksanakan  setahun  sekali.  Secara  teknis  pemeriksaan  kadar  Hb  dapat  dikonsultasikan  pada  Dinas  Kesehatan  Kabupaten/Kota setempat. 

(25)

3)   Untuk  menentukan  standar  penilaian  status  gizi  anak  asuh  yang  berusia  kurang  dari  18 tahun,  setelah  dilakukan  penimbangan maka  hasilnya dapat dibandingkan dengan Tabel  Serat  8adan  Menurut  Umur (88/U), lihat  lampiran  12  dan  13,  berdasarkan  jenis  kelamin . Da lam  pemanfaatan  tabel  tersebut,  terdapat 4  (empat)  kategori status gizi anak yaitu  : 

•   Status gizi  buruk diberi tan da berwama merah,  •   Status gizi kurang diberi tanda berwarna kuning ,  •   Status gizi baik di beri  tanda be rwarna hijau, dan  •   Status gizi  lebih diberi  tanda berwama jingga. 

4)   Apabila  hasil  timbangan berada  pada  kisaran  nilai  yang  berada  dalam  kolom  warna  merah  berarti  anak tersebut  menderita  gizi  buruk,  kolom warna kuning  berarti  menderita gizi  kurang,  kolom  warna  hijau  berarti  dalam  status  gizi  baik  dan  pada  kolom  jingga berarti berstatus gizi lebih . 

5)   Sedangkan  untuk  usia  18 tahun  ke  atas  maka  cukup  menggunakan  Grafik  Indeks  Massa  Tubuh  (IMT).  Lihat  cara  menentukan  IMT dengan grafik pada halaman 23. 

6)   Perhatian!!!! 

Apabila  ditemukan  indikasi  anak asuh  yang  menderita  kelainan  gizi,  misalnya  kasus  gizi  buruk  atau  menderita  anemia  gizi  maka tindak lanjut yang  harus dilakukan adalah agar anak asuh  segera  dirujuk  ke  Puskesmas,  sarana  kesehatan  lainnya  atau  petugas kesehatan terdekat. 

16 PG-PSAA

(26)

Alat stel  kearah 0 (nol 

Petunjuk Hasil  TImbangan 

Posisi  Depan  7)  Petunjuk pengukuran berat badan. 

A/at timbanq

セ@

Alat menimbang berupa timbangan  injak (bathroom  scale) 

[image:26.595.66.377.78.418.2]

Timbangan  Injak  (Bathroom Scale) 

Gambar 2 : Timbangan Injak

Posisi timbanqan

Letakkan  pada  lantai  yang  datar/tidak  miring/tidak  bergelombang  (usahakan  menggunakan  lantai  semen/tegell  keramik. 

Posisi jarum  petunjuk harus  selalu  menunjukkan  angka  0  (nol),  apabila  tidak  menunjukkan  0,  harus  distel  agar  jarum  menunjukkan 0 

PG-PSAA

(27)

Demikian  juga  setiap  akan  menimbang jarum  petunjuk harus  selalu  dicek,  agar posisinya menunjukkan O. 

Cam menimbanq

Orang  yang  akan  ditimbang , menginjakan  kedua  ka kinya  pada  daerah  timbangan  yang  tersedia 

Posisi  orang  yang  ditimbang  berdiri  dan  menghadap jarum petunjuk 

Usahakan  menggunakan  pakaian  seminimal  mungkin,  agar  tidak  berpengaruh  terhadap  berat  badan  yang  sebenamya. 

Tidak menggunakan alas kaki. 

Tidak  menggunakan  asesories  termasuk  jam tangan. 

[image:27.595.37.375.92.413.2]

Usahakan  ditimbang  di  tempat  yang  terang  sehingga  dapat  dibaca  hasil  timbangannya dengan jelas. 

Gambar 3 : Posisi Menimbang

Hasil timbangan

Hasil  timbangan  dapat  dilihat  pada  jarum  petunjuk  yang  menunjukkan suatu angka,  dengan angka dihitung juga 1 digit di  belakang koma. 

Ha sil  dicatat  pad a  Formulir  catatan  yang  telah  disediakan  (Contoh formulir lihat lampiran 14). 

8)  Petunjuk Pengukuran Tinggi Badan 

Ketelitian  peng ukuran  tinggi  badan  sangat  penting.  Kesalahan  pengukuran akan memberi kan kesimpulan dan interpretasi yang  salah.  Untuk  menghindari  kesalahan  pengukuran ,  petunjuk  berikut ini perlu diikuti dengan seksama. 

18 PG-PSAA

(28)

A/at Ukur

ringa'

Badan

Gunakan  Mierotoise  atau  Pita  meteran  dan  kayu  bentuk  segitiga  siku-siku . Sebaiknya,  JANGAN GUNAKAN ALAT YANG LAIN fff.

Cara Memasang Pita Meteran

l。ォオォセュャ。ィ@ hal­hal berikut (lihat gambar 4) ;  

Pilihlah  lantai  yang  rata  dan  dinding  yang  memenuhi  syarat­syarat   berikut:  

•   Dinding  harus  rata  dan  tegak  lurus  dengan  lantai  (90  derajat),  Bagian  dinding  yang  rata  tidak  kurang  dari  lebar bahu  anak H セ@ 25  em) , Jangan dipilih dinding yang bagian  bawahnya menonjol.  •   Pasanglah  pita  meteran  tegak  lurus  di  dinding  dengan  angka  "0 

em" berada tepat di  lantai dan angka "200 em" berada di  atas.  •   Periksalah  bahwa  pita  meteran  sudah  menempel  seluruhnya  ke 

dinding .  Pita  meteran  dapat  menempel  seluruhnya  dengan  memakukannya  ke  dindillg  dengan  beberapa  paku  keeil,  atau  dengan alat perekat/selotip pada beberapa  bagian . 

•   Periksalah  apakah  pita  meteran  sudah  terpasang  tegak  lurus,  gunakanlah  benang  yan g  ujungnya  diberi  pemberat  (paku ,  batu  keeil ,  dsb).  Ujung  be nang  bagian  atas  diletakkan  atau  digantungkan  bersamaan  dengan  ujung  pita  meteran  dan  bagian  bawah  dibiarkan  menggantung  bebas.  Karena  ada  pemberat,  benang  akan  tegak  lurus.  Sejajarkan  pita  meteran  dengan  benang ,  dengan demikian pita  meteran akan terpasang  tegak  lurus . Setelah  pita  meteran  terpasang  tegak  lurus ,  benang  dapat  dilepas  untuk  selanjutnya siap untuk melakukan  pengukuran tinggi badan . 

(29)

Gambar 4  : Cara Memasang Pita  Meteran 

Iknang

L­­lL­­l­­­.L_­l Dinding

Lantai Pembera!

f­­­f­+­Benang

Tegak lオイオ sセエ]セ⦅NNNlMj@ Dinding Lamai

Cara Mengukur Tinggi Badan

Posisi Anak

Sewaktu  diukur  anak  dalam  posisi  dengan  syarat­syarat  berikut: (lihat gambar S)

•   Sewaktu  diu kur,  anak  tid ak  boleh  memakai  alas  kaki  (sepatu,  sandal)  dan  penutup kepala (topi, dll). 

•   Anak  be rdiri  membelakangi  dinding dengan  pita  meteran  berada  di  tengah bagian kepala. 

•   Posisi anak tegak bebas,  tidak 'sikap tegak'  seperti tentara.  •   Tangan  dibiarkan tergantung bebas menempel ke  badan  •   Tumit rapat,  tetapi  ibu jari  kaki  tidak rapat. 

•   Kepala, tulang belikat,  pinggul  dan tumit menempel ke dinding  •   Anak menghadap dengan pandangan lurus ke  depan. 

20 PG-PSAA

[image:29.595.32.359.53.276.2] [image:29.595.37.193.103.233.2]
(30)

Gambar 5  : Posisi Tubuh Anak pada waktu diukur 

1 - - - -.- r-'Iaukur ­ ­ ­ ­ ­ ­ ­ 1  

hcb.kan, k...,.I,  !)Cllb•• dan fUmii nM!ncm",,, patla dlndi",

Cara Penqqunaan A/at Bantu :

Untuk  menentukan  angka  tinggi  badan  anak  pada  pita  meteran,   digunakan alat bantu berupa  segitiga siku­siku. (Uhat Gambar 6)

Segitiga siku­siku diletakkan di atas kepala.:  

Satu  sisi  menempel  di  bagian  tengah  kepala  anak,  dan  satu  sisi   lainnya menempel ke pita meteran di dinding.  

Hasil  pengukuran dibaca sebelum  segitiga  siku­siku  yang menempel di   kepala anak digerakkan.  

Gambar 6  : Rentangan Pita Meteran dan Mistar Segitiga Siku­Siku  

Ml".  Be..",

SqitJc· Situ­siku 

PI,"

Melcnn 

Dindin,

Pember..1

PG-PSAA 21

[image:30.595.87.338.76.183.2]
(31)

Cara Membaca Anqka Tinqqi Badan :

•   Pembaeaan dilakukan setelah  anak selesai  diukur pada skala  yang  ditunj uk oleh  sudut segitiga siku­siku . 

•   Lihat skala panjang di  bawah  sudut siku (lihat gambar dan 8)

•   Saca  angka  di  bawah  sisi  segitiga  siku­siku  tersebut,  yang  menunjukkan angka dalam em . 

•   Jumlah  skala  keeil  diatas  panjang  menunjukkan  milimeter  (persepuluh em) 

•   Sudut segitiga  siku­siku tepat di  skala panjang , baea: 109,3  em  •   Catatlah  segera  hasil  ukur  pada  Formulir  pencatatan  yang  tel ah 

[image:31.595.25.382.191.516.2]

disediakan . 

Gambar 7 : Cara Membaca Hasil Pengukuran

Dad ウ。ューゥョセ@

sゥ ォオMセ@

_ 1O'J,Jcm _ _ _

109.3

Gambar 8: Cara Membaca Pita Meteran

109,3 

22 PG-P SAA

(32)

Cara menentukan Indeks Massa Tubuh (1M!) dengan menggunakan Grafik

Dengan  menggunakan  grafik  IMT,  akan  diketahui  apakah  berat badan  seseorang  dinyatakan  normal,  kurus  atau  gemuk.  Penggunaan  IMT  hanya  untuk  usia  di  atas  18  tahun  dan  tidak  dapat  diterapkan  pada  bayi,  anak,  remaja,  ibu  hamil dan  olahragawan . 

Caranya adalah  sebagai berikut :  Lihat grafik IMT dibawah ini, kE!mudian 

•   Tentukan  titik  berat  badan  dan  tinggi  badan  anda  pada  masing-masing sumbu grafik 

•   Tarik  garis  lurus  dari  titik  yang  menunjukkan berat badan sejajar  dengan sumbu tinggi badan.

•   Tarik  garis  lurus  dari  titik tinggi badan tegak  lurus  sejajar  dengan  sumbu berat badan.

•   A ngka  pada pertemuan  antara garis berat badan dan tinggi badan

tersebut adalah nila; IMT anda . 

PG-PSAA 23

(33)

Gambar 9: Grafik IMT Untuk Usia 18 Tahun Keatas

Tinggi  Badan (em) 

24 PG-PSAA

[image:33.595.55.365.55.515.2]
(34)

Batas  am bang  IMT  ditentukan  dengan  merujuk  ketentuan  FAOIWHO,  yang  membedakan  batas  ambang  untuk  laki­Iaki  dan  perempuan.  Batas  ambang  normal  untuk laki-/aki adalah  :20,1-25,0; dan  untuk 

perempuan adalah : 18,7-23,8. Untuk  kepentingan  pemantauan  dan 

tingkat  defisiensi  kalori  ataupun  kegemukan  digunakan  ambang  batas  laki­Iaki  untuk  kategori  kurus  tingkat  berat  dan  ambang  batas  perempuan untuk kategori  gemuk tingkat be rat. 

Untuk  kepentingan  Indonesia,  batas  ambang  dimodifikasi  lagi  berdasarkan  pengalaman  klinis  dan  hasil  penelitian  di  beberapa  negara  berkembang.  Pada  akhirnya  diambil  kesimpulan,  batas  ambang IMT untuk Indonesia a(jalah sebagai berikut: 

PENENTUAN STATUS GIZI BERDASARKAN KATAGORIIMT

Kurus  Kekurangan berat badan tingkat berat  <17,0  Kekurangan berat badan tingkat ring an  17,0­18,4 

Normal  18,5­25,0 

Gemuk  Kelebihan berat badan tingkat ringan  25,1­27,0  Kelebihan berat badan tingkat berat  >27,0 

PG-PSAA 25 

(35)

Lampiran 1

Pengertian dan Batasan 

Untuk  menghasilkan  pengetahuan  dan  pandangan  yang  sama  dalam  buku  pedoman  gizi  di  PSAA  maka  diperlukan pengertian  dan  batasan-batasan istilah yang digunakan sebagai berikut :

1. Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA)

Adalah suatu lembaga usaha kesejahteraa n sosial yan g mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan

kesejahteraan sosial kepada anak terlantar dengan

melaksanakan penyantunan dan pengenta san anak

terlantar, memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik , mental dan sosial pada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yan g

luas, tepat dan memadai bagi perkembangan

kepribadiannya sesuai dengan yang diharapkan sebagai bag ian dari generasi penerus cita-cita bangsa dan sebagai insan yan g akan turut aktif dalam bidan g pembangun an nasional (Oepsos , 1997 hal 4)

2. A n ak asuh

Adalah anak-an ak yang telah terdaftar menjadi asuhan disuatu PSAA deng an syarat-syarat yang ditetapkan oleh penanggung jawab PSAA tersebut.

3. Makanan yang memenuhi kecukupan gizi

Arlalah makanan seimbang yang terdiri dari makanan pokok, lauk hewan i, lauk nabati , sayur dan buah.

PG- PS AA

26

(36)

4.  Anemia Gizi Besi 

Adalah  suatu  keadaan gizi  anak asuh  karena  kekurangan zat besi  pembentuk sel  darah  merah, ditandai dengan timbulnya  gejala 5  L  (Iemah,  lesu,  letih,  lelah  dan  lalai)  dan  hasil  pemeriksaan  Hb  (Haemoglobin) darah di  bawah  12 gr%. 

5.  Pemantauan status gizi 

Adalah  suatu  kegiatan  penentuan  status  gizi  melalui  pengukuran  Berat  Badan,  Tinggi  Badan,  pemeriksaan  Hb,  yang  dilakukan  secara berkala. 

6.  Penyelenggaraan makanan 

Adalah  serangkaian  proses  kegiatan  yang  saling  berkaitan  dimulai  dari  penyusunan  anggaran  belanja  makanan,  perencanaan  menu,  penyusunankebutuhan  bahan  makanan,  pembelian  bahan  makanan,  penerimaan  baharf  makanan,  persiapan  dan  pemasakan  makanan,  pendistribusian  dan  pelayanan  makanan ,  pengawasan  dan  pencatatanl  pelaporan  serta  evaluasi  penyelenggaraan  makanan. 

7.  Kurang Energi Protein (KEP) 

Adalah  suatu  keadaan  kurang  gizi  yang  disebabkan  rendahnya  energi  dan  protein  dalam  makanan  sehari­hari  sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi  (AKG). 

8.  Gizi 

Adalah  ウ・ァセャ。@ sesuatu  tentang  makanan  dalam  hubungannya dengan kesehatan . 

GP·PSAA 27

(37)

9.  Keadaan gizi 

Adalah  keadaan  kesehatan  sebagai  akibat  dari  makanan 

yang dimakan. 

1 O.lntervensi gizi 

Adalah suatu bentuk penanggulangan terhadap  masalah  gizi 

dengan  upaya  khusus  seperti  pemberian  tablet  tambah 

darah  pada  mereka  yang. anemia  gizi  besi,  pemberian  oralit, 

vitamin A,  pemberian makanan  tambahan  atau  pemanfaatan 

pekarangan. 

11. Pendidikan Gizi 

Adalah  suatu  proses  belajar  mengajar  tentang  pengetahuan 

gizi  yang  dilakukan,  agar  anak  asuh  dapat  memperhatikan 

dirinya  lebih  sadar  dan  menghayati  penerapan  gizi  dalam 

kehidupan sehari­hari. 

12. Hygiene makanan 

Adalah  upaya  untuk  meningkatkan  derajat  kesehatan 

individu melalui makanan yang akan disajikan 

I

dikonsumsi 

13.Sanitasi makanan 

Adalah  upaya  untuk  meningkatkan  derajat  kesehatan  masyarakat  melalui  makanan  yang akan disajikan / dikonsum si 

28 PG-PSAA

(38)

Lampiran 2.

Kecukupan Gizi Menurut Kelompok Umur

7-9

1900

37

395

10 -12

2000

45

305

13 -15

2400

64 354

16 -18

2S00

66

369

GP-PSAA 29

(39)

Lampiran 3

Standar Kecukupan Bahan Makanan Per orang Per hari

Nilai Gizi: 

Energi  : 2000 kal  Protein  45 gr  Hidrat Arang  :  305 gr 

BAHAN MAKANAN DALAM BERAT BERSIH

Beras  Oaging  Telur ayam  Tempe  Kacang  Hijau  Bayam  Wortel  Ketimun  Pisang  Pepaya  Gula  pasir  Mi 

300  100  50  50  25  100  50  50  50  100  20  25 

30  PG -PSAA

(40)

Lampiran 4

Index Harga Makanan Per orang Per Hari

Contoh Lauk Utama Oaging

Beras  gr  300  2100/ kg  800 

2  Daging  gr  100  2800/ kg  2800 

3  Telu r ayam  btr  50  500/ btr  500 

4  Tempe  gr  50  3000/ kg  150 

5  Kacang  Hijau  gr  25  7000/ kg  175 

6  Bayam  gr  100  1000/ kg  150 

7  Wortel  gr  50  2000/ kg  150 

8  Ketimun  gr  50  2000/ kg  150 

9 Pisang Ambon  bh  50  250/ bh  250 

10  Pepaya  gr  100  1000/ kg  125 

11  Gula  pasir  gr  20  3000/ kg  60 

12  Minyak  gr  25  3500/ kg  80 

13  Bumbu  400 

Jumlah  5.705 

Catatan Harga bahan makanan menurut harga pasar di Jakarta, Me; 2000

GP-PSAA 31 

(41)

Contoh Lauk Ulama Ikan

Beras 

2  Ikan 

3  Telur ayam 

4  Tempe 

5  Kacang  Hijau 

6  Bayam 

7  Ketimun 

8  Wortel 

9  Pisang Ambon 

10  Pepaya 

11  Gula  pasir 

12  Minyak  gr  gr  btr  gr  gr  gr  gr  gr  bh  gr  gr  gr  300  100  50  25  150  70  75  125  20  25  2400/ kg  7000/ kg  500/ btr  3000/ kg  7000/ kg  1000/ kg  2000/ kg  2000/ kg  250/ bh  1000/ kg  3000/ kg  3500/ kg  Jumlah  800  700  500  150  175  150  150  150  250  125  60  80  0  3.690 

(42)

Lampiran 5

Contoh Rancangan Anggaran Belanja Makanan Setahun

Data

Jumlah Anak Asuh 

=

75  orang  Jumlah hari  setahun = 36S  hari 

Index harga makanan sehari  (lihat lampiran  3)  a.  Lauk  Utama  Oaging  : Rp. 

5.700,-b.  Lauk Utama  Ikan  : Rp.  3.090,­

Rancangan anggaran setahun:

Jumlah anak asuh xjumlah hari setahun x index harga  a.   Lauk Utama Oaging 

75 x 365  x Rp . 5.700,­

=

Rp . 156.037.500 

b.   Lauk Utama Ikan 

75 x 365  x Rp.  3.690,­

=

Rp. 

101.013.750,-GP-PSAA 33 

(43)

Lampiran 6

POLA MENU

Nasi/Penukar

Nasi/Penukar  Makanan  Nasi! 

selingan  Penukar 

Lauk  Hewani  Lauk Hewani 

Lauk hewanil  Nabati 

Sayur   Lauk Nabati  Lauk  Nabati 

Sayur  Sayur 

Buah  Buah 

34   PG-PSAA

(44)

Lampiran 7

MASTER MENU

PAGI 

Pk.10.00

SIANG 

MALAM 

GP-PSAA 35

(45)

Lampiran 8

OAFTAR BAHAN MAKANAN PENUKAR

1.  Kelompok Makanan Pokok 

1  Beras 

2  Beras jagung 

3 Kentang 

4  Singkong 

5  Tales 

6 Ubi 

7  Mie Instan 

8 Tepung Sagu 

50  50  400  400 *)  200  150  60  40*) 

Y. gelas 

Y. gelas 

4 Bj sedang  1 pot  besar  1 gj besar  1 bj  sedang  1 bks  7sdm 

*)   Kurang mengandung protein,

padanan kelompok lauk hewani

2.  Kelompok Lau k Hewani 

1  Daging sa pi 

2  Daging ayam 

3  Ikan  Kembung 

4  Ikan  Bandeng 

5  Ikan  Segar 

6 Ikan Asin 

7  Ikan Teri 

8 Telur ayam  negeri 

9 Telur asin 

sehingga 50  50  50  50  50  25  25  50  50 

perlu ditambah satuan

1 Pot . Sedang  1 Pot.  Sedang  1 ekor sedang  1/3 ekor sedang  1 Pot.  Sedang  1 Pot.  Sedang  2SDM  1 butir  1 butir 

36 PG-PSAA

(46)

3. Kelompok l。オセH@ Nabati

1  Kacang  Hijau 

2  Kacang  Kedelai 

3  Kacang  Merah 

4  Kacang  Tanah Terkupas 

5  Kacang  Tolo 

6 Oncom 

7 Tahu 

8 Tem 

4.

Kelompok Sayuran

25  25  25  20  25  50  100  50 

2 "h SOM  

2 "h SOM  

2 "h SOM  

2 S0M  

2 "h SOM  

2 Pot Sedang   1 Bj . Besar   2 Pot.  Seda 

5. Kelompok Buah-buahan

1  Alpokat  2  Belimbing  3  Jambu biji  4  Jambu air  5  Ouku  6  Jeruk manis 

7 Mangga 

8 Nanas 

9  Nangka masak  10  Pepaya  11  Pisang ambon  12  Rambutan  13  Serna  50  125  100  100  75 100  50  75 50  100  50  75 100  "h buah sedang  1 buah  sedang  1 buah  sedang  2 buah  sedang  15 buah  2 buah  sedang 

"h buah  besar 

1/6 buah  sedang 

3 buah 

1 pot sedang  1 buah  sedang 

8  buah  1 

GP-PSAA 37

(47)

Lampiran 9

CONTOH MENU 5 HARI

01 PANTI ASUHAN PER ORANG I HARI

1.  2 3 4 5 38 ­ Nasi  ­ Oaging  bb 

Kuning 

­

Oseng-oseng buncis

- Nasi - Telur dadar - Tumis wortel

- Nasi - Kering teri - Tumis Kc ,

Panjang +

Tauge - Nasi - Babat Goreng - Orak-arik sayuran - Nasi Udang goreng Cah

·... .zu ... .. ...§§.. ....t ...)< ..it

- Bubur Kc . 1]0

- Poding agar-agar srikaya

- Kue Talam

- Putu ayu

- Getuk Singkong campur kac.

1]0

- Nasi

-

Ikan goreng

-

Sambal goreng

tempe

- Sayur asem

- Pepaya

- Nasi

- Semur lidah

-

Tahu bb. Rujak

-

Urapan

- Nenas

- Nasi

- Fu Yung Hai

daging

- Perkedel Tempe

-

Cap cay cah

- Jeruk

- Nasi

- Empal daging

-

Rempeyek

kacang

-

Pecel

- Nasi

- Ayam goreng

- Rendang tempe

-

Sup sayuran

Nasi

- Ayam bb RUjak - Tahu telur - Sayur bobor

- Pisang

- Nasi

- Daging bb opor - Tempe Goreng - Asam-asam

buncis

- Nasi

- Bandeng bb Bali - Tahu goreng - Sambal Gr, Labu

siam + daun so

- Pepaya

- Nasi - Pepes ikan - Tempe goreng - Sayur lodeh - Pisang

- Nasi

- Daging bb Blado - Tahu isi

- Sayur kare - Nenas

PG-PSAA

(48)

Lampiran 10

PEDOMAN  MENU  UNTUK PANTI ASUHAN  (SIKLUS MENU  5 HARI) 

Ne  PAGI  10.00/16.00 SIANG  MALAM 

1  NASI 

­ Beras  70gr 

DAGING  BB KUNING 

­ Daging  50gr 

OSENG­OSENG  - Buncis 75 gr 

BUBUR  KAC. IJO 

­ Kac.  Ije  25gr 

­ Santa.n  50gr 

­ Gula  20gr 

NASI 

­ Beras  . 140 gr 

IKANGORENG 

­Ikan  75 gr 

SAMBAL GR TEMPE 

­ Tempe  25 gr 

SAYURASEM 

Kac  Panjang  50 gr 

Labu  siam  50 gr 

Nangka  50 gr 

Jagung  50 gr 

PEPAYA 

- Pepaya '  100gr 

NASI 

­ Beras  140 gr 

AYP,M  GORENG 

­Ayam  25 gr 

TAHU  TELUR 

Ta hu  25 gr 

Telur  25  gr 

SAYUR BOBaR 

8ayam  75  gr 

Jagung muda  50gr 

PISANG  RAJA  - Pisang 75gr 

2  NASI 

­ Beras  : 70gr 

TELUR DADAR 

­ Telur  50 gr 

TUMIS WORTEL 

­Werte!  : 75  gr 

PUDING AGAR­AG,\R  SRIKAYA 

- Agar-agar 25 gr 

­ Santan  5 0 gr 

­ Gula  20 gr 

NASI 

­ Beras  140 gr 

SEMUR LlDAH 

­ Daging  75 gr 

TAHU BUMBU  RUJAK 

­ Tahu  25 gr 

­ Tom at  25 gr 

URAPAN 

Kac  Panjang  50gr 

Toge  50gr 

Kangkung  50gr 

Kelapa  50gr 

NENAS 

­ Nenas  100 or 

NASI 

­ Beras  140 gr 

DAGING BB OPOR 

­ Daging  25 gr 

­ Kelapa  75 gr 

TEMPE GORENG 

Tempe  25  gr 

ASAM­ASAM BUNCIS 

Buncis  75gr 

PISANO  SUSU 

­ Pisang  75 gr 

3 NASI

­ Beras  70 g r 

K ERING TERI 

­ Ten  : 50 gr 

TUMIS KAC.  PANJ ANG  ­ Kac.  panjang  . 75 gr 

­ Toge  . 25 gr 

K UETALAM 

­ Tepung  beras  25  gr 

­ Kelapa  50 gr 

­ Gula  20 gr 

NASI 

­ Beras  140 gr 

FU  YUNG  HAl DAGING 

­ Daging  ci ncang  25 gr 

­ Tel ur  25 gr 

PERKEDEL TEMPE 

­ Tempe  25 gr 

­ Te lur  lOgr 

CAP CAY CAH 

Kembang kel  75 gr 

Werte!  75 gr 

Sawi  25 gr 

JERUK 

­ Jeruk  50 gr 

NASI 

­ Beras  140 gr 

DANDENG  BB BALI 

­ Bandeng  25 gr 

TAHU  GORENG 

Tahu 25gr 

SAMBAL GR _LABU  SlAM  +DAUN SO 

Labu slam  50 gr 

Daun so  25  gr 

PEPAYA 

­ Pepaya  100 gr 

GP-PSAA 39

(49)

Lanjutan 

4  NASI  PUTU  AYU  NASI  NASI 

­ Seras  : 70 g'  ­ Tepung Tengu  . 25 gr  ­ Beras  : 140 gr  ­ Beras  : 140 gr 

·  Kelapa  : 10g' 

BABAT GORENG  ­ Gula  · 10 gr  EMPAL  DAGING  PEPESIKAN 

.  Babat  50 gr  ­ Telur  . 10 gr  · oaging  50 gr  ·Ikan  25 gr 

ORAK­ARIK  REMPEYEK KACANG  TEMPE GORENG 

SAYURAN  ­ Tepung  beras  50 gr  Tempe  25gr 

­ Sayuran  : 75gr  ­ Kacang tanah  25 gr 

­ Telur  : 25 gr  SAYUR  LOoEH 

PECEL  Labu  siam  50 gr 

Daun  singkong  50gr  Daun  so  25gr 

Toge  25gr  Gon  25gr 

Kac. Panjang  75  gr  Kac. PanJang  50 gr 

Kacang tanah  50gr  Terong  50 gr 

Jagung  25 gr 

SEMANGKA 

­ Semangka  50gr  PISANG RAJA 

­ Pisang  75 gr 

5  NASI  GETUK SINGKONG  DAN  NASI  NASI 

­ Beras  : 70  gr  KAC . TOLO  ­ Beras  : 140 gr  ­ Beras  140 gr 

· Singkong  · 150 gr 

UoANG GORENG  ­ KeJapa  10 gr  AYAM GORENG  DAGING  BB BLAoO 

.  Udang  · 75 gr  · Gula  10 gr  ­ Ayam  Goreng  50gr  ­ Daging  50gr 

­ Telur  10 gr 

CAH  KANGKUNG  RENDANG  TEMPE  TAHU  lSI 

­ Kangkung  .75 gr  ­ Tempe  25 gr  Tahu  25 gr 

Toge  10 gr 

SUP SAYURAN 

Kool  50gr  SAYUR KARE 

Wortel  75 g'  Kool  50gr 

Kentang  25 gr  Buncis  50 gr 

Bunds  50g'  Worle!  75 gr 

Daun  sledri  25gr  Kelapa  25gr 

PEPAYA  NENAS 

.  Pepaya  . 100gr  ­ Nenas  75 gr 

40 PG-PSAA

(50)

Lampiran 11

Ciri Bahan Makanan Yang Baik  1.  Bahan makanan hewani : 

a.   Oaging 

Ciri­ciri daging yang  baik adalah  sebagai  berikut: 

1)  Oaging  tampak mengkilat, warna cerah dan tidak pucat  2)  Tidak tercium bau  asam atau busuk 

3)  Sifat  daging  masih  elastis  artinya  bila  ditekan  dengan  jari  akan  segera kembali  (kenyal) dan tidak kaku 

4)  Bila  dipegang  tidak  Jekatllengket  tetapi  masih  terasa  kebasahannya. 

b.   Ikan 

Ikan  segar meliputi  ikan  air tambak darat,  sungai atau ikan  laut.  Ikan  darat biasanya dijajakan dalam  keadaan  hidup  sedangkan  ikan  laut  sudah  dalam  keadaan  mati.  Ikan  yang  masih  hidup  secara  fisik  lebih  baik  sebagai  pilihan  utama  untuk  bahan  makanan jenis ikan. 

Untuk  ikan  yang  sudah  mati  perlu  diperhatikan  ciri­ciri  sebagai  berikut: 

1). Warna kulit terang,  cerah dan tidak suram 

2). Ikan bersisik masih melekat sisiknya dengan kuat dan tidak  mudah rentok 

3) . Mata melotot, jernih dan tidak suram  4) . Oaging elastis, bila ditekan  tidak berbekas  5).  Insang berwarna merah  segar dan tidak bau 

6) .Tidak terdapat lendir berlebihan pada permukaannya.  7).Tidak berbau busuk,  asam atau  bau asing  yang lain dari 

biasanya  

8) . Ikan akan tenggelam  dalam air  

GP-PSAA 41

(51)

c.   Telur  ' 

Telur yang  dimaksud  adalah  telur  ayam,  telur  bebek atau  telur  burung puyuh. 

Ciri­ciri telur yang  baik adalah 

1)  Tampak bersih  dan  kuat,  tidak pecah,  retak atau  bocor  2)  Tidak terdapat noda atau  kotoran  pada kulit. 

3)  Mempunyai  lapisan zat tepung  pada permukaan kulit  4)  Kulit telur kering  dan tidak basah akibat dicuci 

5)  Bila  dikocok tidak kopyor (koclak)  atau  disebut telur dingin  (kuning telur telah  pecah) 

2. Bahan Makanan Nabati

Bahan  makanan  nabati  pada  umumnya  termasuk  jenis  yang  mudah  membusuk  terutama  jenis  bahan  yang  segar  sepert:  sayuran,  buah  dan  umbi.  Tetapi  sebagian  makanan  nabati  termasuk  makanan  yang  tahan  lama  seperti  bahan  makanan  kering  seperti  beras,  kacang  dan  biji­bijian  lainnya.  Pemilihan  bah an  makanan  nabati  perlu  diperhatikan  ciri­ciri  sebagai  berikut  ini: 

a.   Buah­buahan 

1)  Keadaan  fisiknya  baik,  isinya  penuh,  kulit  utuh,  tidak  rusak  atau  kotor dan bag ian  isi  masih terbungkus dengan baik.  2)   Warna  sesuai  dengan  bawaannya,  tidak  ada  warna 

tambahan,  warna  buatan  (karbitan),  dan  warna  lain  selain  warna buah. 

3)   Tidak  berbau  busuk,  bau  asam  /basi  atau  bau  yang  tidak  segar lainnya. 

4)  Tidak ada cairan  lain  selain  getah aslinya. 

(52)

b.   Sayuran 

1)  Daun,  buah atau umbi dalam  keadaan  segar,  utuh dan tidak  layu . 

2)  Kulit  buah  atau  umbi  tidak  rusak/pecah,  dan  tidak  ada  bekas gigitan hewan, serangga atau  manusia. 

3)   Tidak  ada  bagian  tubuh  yang  rusak,  berubah  warnanya  atau  mengandung kotoran. 

c.  Biji­bijian 

1)  Keadaan  umumnya baik,  kering,  isi  penuh  (tidak keriput  dan  warna mengkilap) . 

2)  Permukaannya  baik,  tidak  ada  noda  karena  rusak,  jamur  atau  kotoran  selain  wama  aslinya  sesuai  dengan  bawaannya. 

3)  Tidak  terdapat  bekas  gigitan  serangga  atau  hewan  pengerat lainnya (biji  berlubang­Iubang). 

4)  Tidak tercium bau  selain  bau  khas  biji  yang  bersangkutan.  5)  Tidak  tumbuh  kecambah,  tunas  kecuali  dikehendaki  untuk 

itu (tauge), 

6)   Biji  yang  masih  baik  akan  tenggelam  bila  dimasukkan  ke  dalam air. 

Perhatian :  Biji  yang  telah  berubah  wamanya,  bemoda 

atau  berjamur  dan  terasa  pahit  berkemungkinan  mengandung aflatoksin  yang dapat mematikan. 

d.   Jenis Tepung  . 

Tepung  adalah  bahan  makanan  yang  berupa  butir  halus  yang  dibuat  dari  proses  penggilingan  bahan  makanan  jenis  biji/bahan  kering atau proses  pengedapan sari  tepung . Dewasa  ini  banyak  dijumpai  tepung  seperti  tepung  beras,  tepung  ganduml gandum/terigu,  tapioka,  sagu,  telur,  ikan  dsb.  Tepung  yang  disimpan  terlalu  lama  akan  terjadi  perubahan  warna  dari  warna aslinya yang  disebabkan akibat mikroba atau jamur. 

GP-PSAA 43

(53)

Maka ciri  tepung yang  baik adalah : 

1)  Kekeringannya cukup dan tidak lembab atau  basah 

2)  Wama aslinya  tidakberubah 

3)  Tidak mengandung kutu atau serangga 

4)  Masih dalam kemasan  pabrik atau jarninan keutuhannya  e   Bumbu kering  tahan  lama . 

Bumbu kering  tahan  lama disimpan  karena  sedikitnya  kadar air.  Untuk  pemakaiannya  bumbu  in:  akan  dicampur  dengan  air  sehingga  menjadi  basah .  Bumbu  yang  telah  dicampur dan  siap  digunakan  tidak tahan  disimpan  tetapi  harus  segera  digunakan.  Ciri  pemilihan  bumbu  kering adalah  sebagai berikut: 

1)  Keadaannya  kering  dan tidak dimakan serangga 

2)  Warna  mengkilap dan berisi  penuh  3)  Bersih yaitu  bebas dari kotoran  dan  debu 

3. Makanan Fermentasi

Makanan fermentasi  adalah makanan  yang  diolah  sedemikian  rup 3  melalui  proses  fermentasi  dengan  bantuan  mikroba  yang  membantu  terbentuknya  proses  pe ngolahan  makanan .  Beberapa  contoh dari  proses  makanan ferment'3Si  adalah  sebagai berikut  1)   Makanan  fermentasi  nabati  seperti  tauco,  kecap,  tempe , 

oncom ,  tempoyak,  bir,  tape ,  dan  lain­lain.  Makanan  difermentasikan  dengan  cara  merebus  makanan  asal  kemudian  ditumbuhi  ragi  deng 2n  dieramkan  selama  waktu  tertentu  sehingga terjadi makanan yang  dikehendaki. 

2)   Maka nan fermentasi hewani seperti terasi , petis , daging asap. 

(54)

Lampiran 12

lABEL BERAT BADAN MENURUT UMUR  ANAK LAKRAKI 

Gizi Buruk  GiZ1  KUf1tog  Gili Bi!lIk  Gizi l ebih

Tahun/ 8ulan)  •  <: 60%

Umur 

I  

II  ';0% . 790,," BO Gk·l10% l100k I  

12 12 16.15 16,16  22 .22 22 23

6

5 9 12 . 11

22,77  22,78 6

124: 1655 16.56

0 12 .4 1

23,32

1695 16,96  23,33

3 12 .71 12.72

17,35 

17 ,36 23.87

23,88 6

13 .01 13,02

6 6

17,83 17,84  24,53  24,S<;

9 13 .37 13.38

18,31  18,32  25,19

7 13 ,73  13.74 25.20

7 0

1871   25,74

14,03  14 ,04 18.72  25 .75 3

,  6 14,39 1.. .40 1919   19.20 26.40 26,4 1  14.81

9

セ@ 15.17

3 15.59

6 16,01 

9 16.43

0 16,85 

17,3:1 6

3

17,81 9 18,36  18,83

0

3 19,43 

19,97 9 6 20 ,57  21,17 0

3 21.83  22,49

6

9 23,15  23,87 0 24,59 3 25.37  26,15

• 

6 26 ,99 3 0 27 ,83 6 28 .67 

9 29 .57

0 30,47 

3 31.37 

6 32,27

9 33,11  34,01 0 34,85 6 3 35,69  36,47 9 37,25 0 37 ,97 3 38,63 6

9 39 ,23 

0 39,77  40 ,25 3 40,61 6 ,  4103 4133  e 7 8 8 8 8 9 9 9 9 10 10 10 10 11 11   11 11 12 12 , 

'2 ' 3 , 3 13 13 I.  1. 14 1. 15 15 15 15 16 16 16 16 17 17 17 17 IS 

I  

14 .82 15,18 

15.60  1602 16,44  16,86  17,34  17,82  18,36  18,84 19.44 19 ,98 20.58   21  18   21,84   22,5() 23,16   '23,88   24,60   25.Ja   2616   27.00 27.64 28.68 29,58  30,48 31 ,38  32,28  33,12  34,02  34,88  35.70 36.48 37.26 37.98 38.64 39,24  39,78  40,26  40.68  41 .04  41.34  19,7=  20 ,2:: 

20 Wセ@ R@ Q@ N Sセ@ 2191   22.47 23.11 23.75  24,47  25,11  25,91  26,63  27,43  28.23 29 ,11  29.99 30 ,87  31 ,83  32 ,19  33 .83  34.87  SUNセ@ 37.11  38.23 39.43 <40.63  <41,83  43 03 <44,15  <45,35  46,47  47,59  48 ,63  49.67  50,63  51,51  52 ,31  53,03  53.67 54,23 54,71  5511 I   i   ;  I   1976   20.24 2080 2136 2192 22.48 23,'2 23.16 24 .48 25 ,12 25.92 26.64 27, 44  28.24  29,12  30.00  3088 31.84  32,80  33.84 34.88 36,00 31 ,12  36,24  39,44  40,&4  <41,64  43.04  44,16  45,36  46,48  47,60  48,&4  49.68 50,64  51,52  52,32  53 ,04 53.68  54,24  54,72  5512

I  

I  

271 7 27,18 

2784

セ@ 83

28 ,61

: ! 60  

:e セ.. 29,38  30  \4  30,15

30.91 30.92

31.79 31 .80

32,87  32.68

33,66  33.67

34,54  34 ,55

35,64  35.65 36,63  36,64 37.74 37.73  38,84 38.83 40,05 40 ,04  41 ,25  41,26  42 ,46  42,47  43,18  43.19  45 ,10  45 , 11   46,53  46,54

47,96  41,97 

495() 49,51 

51,04  51 ,05

52,58  52.5.9 

5423 5424  

55,89

55.88

57,54

57 .53

59,16  59,19  60 .12  60.73  6237   62.38  6391   63.92  65,45  65.46

6668 68.69

6331   68 .32  

02 ­.: ='  69 "'

_ セ@4 70.85  71  84   W@ Q@ L セ@

72.93 7294

73.81 73.82 

74,58  74.59  75,24  7525   7579   7580  

GP-PSAA 45

(55)

Lampiran 13

TABEl BERAT BADAN MENURUT UMUR

ANAK PEREMPUAN Umur 

(TahunlBulan 

GIZ\  Buruk 

< 6 0 %

Gin Kurang 

60°A, "79%

Gizi Baik  80%­ 110% 

Gizi  Leblh 

::.1 1()O'"

11 ,69  11,70  15,59 15,60 21.45 21413

11,99  12,00  15,99 16,00  22,00 22 ,01  12 .35  12,36  16,47  16,48  22,66 22,67 

12 .71 12.72 16,95 16,96  23,32 23 .33

13,07 13,OS  17,43  17,44  23,98 2399

13 ,49 13,SO  17,99  18,00  24.75  24,76 

13,97 13.98 18,63  18,64  25,63 25,64 

14 , 39 14,40  19,19 19,20 26.40  26,41 

14,8 7  14 ,88  19,83 19,54  27,28  27,29 

6 15,41  15 ,42 20,55  20,56  28 ,27  28,28 

. 8 15 ,95  15,96  21,27  21 ,28 29.26  29, 27

16 .49 16 ,50 21 ,99  22,00 30 ,25  3026

17 .09 17 , 10 22,79  22,60 31,35  31,36

17 .63 17,64 23,51  23,52 32 .34 32 ,35 

18 .29 18.30 24 ,39  24,40  33 ,55 33 ,56 

18 .89 18,90  25 , 19 25,20  34,65  34 ,66 

10 19,49 19 .50 25,99 26,00 35,75 35,76

10 2015 20, 16 26 ,87  26 ,88  36 ,96  36 .97

10 20 .81 20,82 27,75 27 ,76  38.17  38 . 18

10 2 1,47 21 ,48 28 ,63  28 ,64  39 ,.38  39 ,39

11 22 ,19 22.20  29,59 29.60 40,70  40 .71

11  22,85 22,86 30 ,47  30,48  41 ,91  41 ,92

11 23 ,51 23,52 31 ,35 3 1,36  43 ,12  43 .13

11 24 ,23  24 ,24 32 ,31 32,32  44 ,44  44 ,45 

12 24,89  24 ,90 33 ,19 33.20  45,85 45,66 

12 25,61  25,62 34 ,15  34 , 16 48,97 46.98

12 26.27 26 ,28 35 ,03  35.04 48,18 48 . 19

12 26,99  27,00 35.99 36.00 49,50 49 .51

13 27,65 27,66  36 ,87  36." 50 ,7 1 50 .7 2

13 28,31  28,32  37 ,75  37,76  51 ,92 51 .93 13 28,97  28.98 38,63  36 .64 53. 13 53.14

13 29.57 29,58  39 ,43 39 .44 54 ,23  54 .24

14 3017 30.18 40 ,23  -40.24 55 ,33  55 .34

14 30,71  30,n 40 ,95 40,96 56.32 56 .33 14 31,25  31,26  41 ,67  -4' ,68 57 ,31 57 .32

14 31.73 31,74  42 ,31  42 ,32  58 .19 58 .20 

15 32,21  32,22  42,95  -42,96 59,07 59.08

15 32.63 32,64  43,51  43,52  59 ,8< 59.65

15 32,99  33,00 43 ,99  44,00  60 ,50 60.51 15 33,29  33.30 44 ,39 44,40 61 ,06 61 .06 16 33,53  33,54  44,71  44,n 61 ,49 61 .50

16 33,71 33,n 44,95  44 ,96 61 ,82  61 .63

16 33,63  33,804  45,11  45,12  62 ,04 62 .06 16 33,95  33,96  45,27  45 .28  62 ,26 62.27 17 34,01  34,02  45,35  45,36  62 ,37 62,38 

17 34,01  34,02  45,35 45,36  62,37 62,38 

17 34.01 34,02  45,35  45,36  62,37 62,38 

17 34,01  34,02  45,35 45,36  62,37 62,38 

18 34,07  34,08 4543  4544 62,48 62.49

46 PG-PSAA

[image:55.595.39.375.82.437.2]
(56)

G) 

",0  Lampiran 14

;}l

CONTOH FORMULIR PENCATATAN

:t.. PEMANTAUAN STATUS GIZI (PSG) BULAN: (MARET/JUNI/SEPT/DES)

TAHUN: ... 

:t..

NAMA PSAA ... . ... .  

ALAMAT .  ... . ...  

TGL. PENCATATAN :  ...  

NO.  NAMA  JENIS  UMUR  BB  TB  STATUS GIZI  KET. 

URUT  ANAK  KELAMIN  (TAHUN ,  (KG)  (eM )  BAlK  KURANG  BURUK  LEBIH 

BUU\N \ 

(1 )  (2)  (3) (4)  (5) (6)  (7) (8)  (9)  (10)  (11 ) 

* Coret yang tidak perlu ---

---Petugas PSAA 

.t>.

(57)

DAFTAR PUSTAKA

1.   Direktorat  Bina  Gizi  Masyarakat,  Ditjen  Binkesmas,  Depkes,  "Pedoman  Penyelenggaraan  Makanan  di  Panti  Asuhan",  Jakarta,  1989. 

2.   Direktorat  Bina  Gizi  Masyarakat,  Ditjen  Binkesmas,  Depkes,  "Panduan  Pengumpulan  Data  Status  Gizi  Anak­anak  PSAA  di  wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi",  Jakarta , 1999. 

3.   Direktorat  Bina  Gizi  Masyarakat,  Ditjen  Binkesmas,  Depkes,  "Pedoman  Tata  Laksana  Kekurangan  Energi  dan  Protein  pada  Anak di  Rumah  Sakit Kabupaten/Kota",  Jakarta, 2000. 

4 .   Widiakarya  Pangan  dan  Gizi,  Angka  Kecukupan  Gizi,  Jakarta:  1998 

5.   Departemen  Kesehatan  RI ,  Buku  Pedoman  Teknis  Penyediaan,  Pengelolaan  dan  Penyaluran  Makanan  di  Rumah  Sakit,  Jakarta,  1990. 

6 .   Departemen  Kesehatan  RI ,  Padanan  Bahan  Makanan,  Jakarta,  1996. 

7.   Departemen Sosial  RI , Panduan  Pelaksanaan  Pembinaan  Kesejah  teraan  Sosial  Anak  melalui  Panti  Sosial  Asuhan  Anak.  Jakarta  1997 

48   PG-PSAA

(58)

TIM PENYUSUN

Pengarah:

1.  Dr.  Dini  Latief (Direktur Gizi  Masyarakat)  2.  Drs. Arizal,  MCN  (Direktorat Gizi Masyarakat)  3.  H.  Suklan,  SKM,  M.Sc,  MM  (Direktorat PL)  4.  DR.  Uken Sutrisno,  M.Sc (Puslitbang Gizi Bogor)  5.  Rochamah,  SKM,  MARS (RSCM) 

PenyusunlPelaksana:

i. Ir. Mochamad Amin  (Dinkes  Dati  i Jawa Tengah) 

2.  Carolyne Clara,  ES,  SE (PSAA Tunas Bangsa Jawa Tengah)  3.  Suparmi Widyasari  (Dinkes Dati  I Lampung) 

4.  Sukiran,  SH  (PSAA  Nurul  Islam  Bandar Lampung) 

5.  Bambang Rustanto,  SKM (Dinkes  Dati  I Nusa Tenggara Barat)  6.  Sa han,  SH  (PSAA  Harapan  Nusa Tengggara Barat) 

7.  Ir.Yahya M,  SU  (PA Patmos,  Yayasan Sumber Kasih  Mataram)  8.  Astati Made Amien,  AMG (Dinkes Dati  I Sulawesi Selatan)  9.  Dra.  KA.  Tjupriasti,  S.  (Panti Asuhan Seroja Sulawesi Selatan)  10. HM.  Willem Mamonto,  BSW (PSBR  Putra Utama 01  Jakarta)  11. Ermina Marhaeny,  SH

Gambar

Gambar 1 : Skema Sistem Penyelenggaraan Makanan
Gambar 2 : Timbangan Injak
Gambar 3 : Posisi Menimbang
Gambar 4 : Cara Memasang Pita Meteran 
+5

Referensi

Dokumen terkait

Secara teoritis, penelitian memberikan informasi baru tentang penanaman nilai-nilai Pancasila di Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Mardhatillah Kartasura dalam membina

Pelayanan sosial yang diberikan oleh Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA).. Tambatan Hati pada kenyataannya mampu mencapai tujuan yang

Kegiatan Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Tambatan Hati Subang meliputi pembinaan fisik, pelayanan mental, bimbingan sosial dan pembinaan keterampilan, semua bertujuan

Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang tinggal di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Tambatan Hati yang berjumlah 40 orang dan 25 laki-laki dan 15 perempuan,

Panti Sosial Asuhan Anak Tunas Bangsa mempunyai tugas memberikan bimbingan, pelayanan yang bersifat preventif, kuratif, rehabilitatif, promotif dalam bentuk bimbingan

Dalam penelitian ini, Peran Pengurus Panti Asuhan dalam Menunjang Keberlanjutan Pendidikan Anak adalah pengurus berperan sebagai orang tua asuh pengganti orang tua bagi

Angka kecukupan gizi (AKG) yang tidak dapat terpenuhi dapat menyebabkan terjadinya keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam

Berdasarkan hasil penelitian Peranan Panti Asuhan Dalam Melaksanakan Fungsi Pengganti Keluarga Anak Asuh di UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan Kota Samarinda