• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS EKSTERNALITAS TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) PIYUNGAN KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS EKSTERNALITAS TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) PIYUNGAN KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Jumlah Sampah yang Masuk TPST Piyungan Tahun 2010-2015
Tabel 2. Sumber-Sumber Pendapatan yang Muncul Dalam Masyarakat Akibat
Gambar 2.  Sumber Air Bersih Masyarakat Sekitar TPST Piyungan
Tabel 5. Biaya Pengobatan Responden Akibat Pencemaran Dari TPST Piyungan
+3

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak TPST mengupayakan agar sampah yang baru tiba di TPST segera dipilah dan diselesaikan dalam waktu satu hari dengan

1. Klasifikasi jenis sampah yang diangkut ke tpst bantargebang yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3. Sampah organik yang terdiri dari sampah sisa makanan

yang buruk. Aksesbilitas jalan sudah baik berupa aspal. Namun, jalan tersebut merupakan fasilitas penunjang TPST, bukan sarana permukiman. Sehingga fungsi utama jalan adalah

Mengidentifikasi potensi daur ulang sampah yang dapat dikelola dalam unit TPST dengan berdasarkan pada volume timbulan, komposisi dan karakteristik sampah di Kawasan

Proses pengolahan pada TPST Kecamatan Medan Johor mempunyai 6 rangkaian proses yaitu penerimaan sampah, pemilahan sampah, pendaur ulangan sampah organik, pendaur ulangan

Berdasarkan pada adanya eksternalitas baik positif maupun negatif yang dirasakan oleh masyarakat, maka perlu untuk dilakukan penelitian mengenai eksternalitas dari

Dalam perencanaan TPST di TPA Peh Kabupaten Jembrana, proses pengelolaan sampah di TPST diawali dari pengangkutan sampah dari sumber sampah / TPS ke TPA, setelah melewati

– Proses ini ditujukan untuk mereduksi volume hingga mencapai 20 % volume sebagai residu padat akhir dan daya cemar sampah melalui penguapan air dan senyawa volatil yang terkandung