IMPLEMEryIAST KURIKULU-M
PADAPENING-KATAN
PARTISIPAS,I B
ELAJAR
MA TEMA
iiil
YTIOT,
Ni T"I Oi,TL
PE MB E LAJARAN
KoopERATrF
rrpn
rravr
llslsrno
niiivin_ua_rrzarroN
GAr)
PADA
SISWAKELAS V
i;N;
CONNANab"T,AMET
TAHUN
2072/2013
Minsih
dansiti
zubaedahumam,
Jurusan
pendidikan
Guru
sekolah Dasar, Fakultas Keguruan
dan,mu
p*oiiitur,
io'#...rrrs
Muhammadiyah
Surakarta r2013.
f
:;;j,;xrz;:xu^#"r;;i,:iili;:;:{"?::be,ajarmatuma,ikasiswa
Assisted
rndivictuotiza;;;
ii;;'.""i"*tiryo,,
{";,;;;y;;;:rr;:X;;rrri,,f;#;;
y::;;:";;:;X'r:r;,'/;;i;;'j;l:::ii;;!i;;;;"o,!1",,,,
metakuk.n
k",i.,.*.
*"-p",oi"hhasity-nng-opi,*;,"ii"i,{,f
,X,:;;itr:*;:li!*f
:{UW
memiliki langkah
,,
t)["r":rc:ril"*l
zli"trn:rrii,i,"1i
obr"*osi,
dan41-reJrekst
rerhadap hasir akhir
,;i"i;;;;;;'s1rlw
ri*turrvr.'i'"nntito,
tersebut dirakukan dengan menggunaka" z
t,iir{iii""ti,ioi
or,,
irri
iip"rotrt,
dianarisismerarui tahap
kknik
ana.risisai,,
-iri,r"'ruautu,
ioir,'|ffi,rn
dara, dan penarikan[?"'r#;;;Berdasarka;h;;;;";in,,o,;;;;;;;l;-;ahwopartisipisio"roio,
t",,r,,i,""
i
;;;n
::;';rfr'r;,*,ii!,7
*i!:f;*,,
ii,,^*,#::m
mengerjakan soal pada
pi*itt"r"i'2,6%o,
pada:;i;;^1
,u,no%,pada
sikrus
rI
8e,5%; (b) aktifdatam.o;*;";;;;;;
o,d,;,;;;i;;"5,,by,,
pada,rktu,
r
is,z%,
pada
siklus
a
sq'zyo.
ir-;;;;;"t
pemberajaran'ruruor
sistematika yang ditenrukan pada prasitt,,t
!
t
ou,"ih:
i,rt,,,
i-il'i,r,
,rri
sikrul
tt
ao,s"z. z1 keria ketompoo, uo.!o,,nd.iko,o!i",iiir2rrlr,
A;;r&,r*r
jawab
ketompok pada
prasiktus 47'4%' pada,sikrus
t
s/,iil,
,oar
riili,
tiljv','i^,
(b) mengajariteman
'i;i:r::l:fr:f;,pada
p'^ia"-
'i,;u,
po;o-,;it;'i
,r,n"z,
pada
siktusrr
11a2,in':i;;;;';;;:;:,m:;:;#;;:A,;*;::,AI:liiiX
j*:
ketika tes
pada"prayiktus.ii,";;,";;;
siktus
,"iiJi",
i)aa
,irrtu,
n
za,s%,| (b) memperotehpoin
vals
il1tss!.pr;"
;;r.ri*t'rr't"o
iz,'rl#o
siktus
r
84,2%, pactasiklus
It
94,7%. Dlngona"iition
i*r,
ctiiltnutka,r'ili,i),
krdapat peningiaran
'r::;:'::,';,!;'"',a{r;xr"!i;:;i":rir";,_:,::{;,noa)to;;;;r;;;,,,
Kata kunci:
model nemholn;n-^,- r_^^,IMPLEMENTASI
KURIKULUM
PADA PENINGKATANPARTISIPASI BELAJAR
MATEMATIKA MELALUI
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE
TEAM
ASSISTEDINDIVIDUALIZATION (TAI)
PADASISWA KELAS
V
SDNI
GONDANGSLAMET TAHLTN 20 1 2 I 20 I 3Minsih dan Siti Zubaedah
(Jmam
65
INOVASI PEMBELAJARAN SEBAGAI BENTUK KREATIF
GURU MENGAJAR L,NTUK MENYONGSONG
KURIKULUM
2013 (Team Games Tournament(TGT)
sebagai Strategi Pembelajaran Inovatif untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Siswa)
Drs. Mulyadi, SK. SH., M.pd. dan Hancloko
Susiana
..
74MEDIA PEMBELAJARAN
KIT
IPA TJNTUKMENINGKATKAN
MOTIVASI SISWA :
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS
KURIKULUM
2013Darsono dan Murfiah Dewi Ll/tilandari,
M.psi
gl
PENINGKATAN
MINAT
BELAJAR SISWAMATA
PELAJARAN
MATEMATIKA
MELALUI
PENERAPAN METODE MISSOURIMATHEMATICS PROJECT (MMP)
GLINA MENYAMBUT
KURIKULUM
2Oi3 PADASISWA KELAS
IV
SDMUHAMMADIYAH
10 TIPES SURAKARTATAHLIN
AJARAN
2OI2I2O13 Bayu Dimas Nugroho, S.pd. dan Novilia Susianawati, S.pcl....
101 IMPLEMENTAS I
KURIKULUM MELALUI
METODE KRULICK-RUDNICK TINTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI SISWA
DALAM
MEMECAHKAN SOAL CERITAMATEMATIKA
KELASV
SDN BRATANII
TAHLIN
AJARAN
2OI2I2O13 Ria Indra Maya Sari dan pmri Ag.tstina,S.psi.
ll7
PROBLEMATIKA
KURIKULUM
TERHADAP PENCERAHAN DAN PEMBERDAYAAN BANGSADr. H. Samino,
M.M.
...
129
METODE MODELING THE
WAY
SEBAGAI SALAHSATU METODE
MENINGKATKAN
MINAT
DAN HASIL BELAJAR PADAMATA
PELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR: UPAYA IMPLEMENTASI KARAKTERDALAM
PEfr,ltsBLA,'AP-\J'..J
Alri Anita Fatmawati dan Drs. Saring Marsttdi, 5.H.. M.pd.
lrl ll i ,:
I
:r:
..,mrtll
'iil
I 1ilt.,
-I:
:ililt,lfllilr::irr
rr,rL.,: l.
1
I
140
I.
PendahuluanDi
era globalisasiini,
setiap Negara dituntut untukmemiliki
sumber dayamanusia yang berkualitas, sehingga mampu bersaing dengan Negara-negara di seluruh dunia. Perwujudan manusia yang berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab pendidikan, terutama dalam mempersiapkan peserta
didik
menjadi subjek yangmakin
berperan menampilkan keunggulandirinya
yang tangguh, kreatif, mandiri dan profesional pada bidangnya masing-masing.Pendidikan
dimulai
sejakdini
baik
pendidikanfomral, non formal
daninformal.
Khusus dalam pendidikanformal,
ia
melalui
beberapa jenjang yakni pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Jadi, pendidikanformal
ialah pendidikan yang diselenggarakandi
sekolah yang semuaitu
tentutidak lepas dari kegiatan belajar mengajar
(KBM).
Dalam perspektif kebijakan
pendidikan
nasional
sebagaimana dapatdilihat
dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan NasionalNo.
20 Tahun 2003 menyatakan bahwa:"Kurikulum
adalah seperangkat rencanadan
pengaturanmengenai tujuan,
isi,
dan bahan pelajaran serta carayang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaranuntuk
mencapaitujuan
pendidikan teltentu".Dalam
KBM
siswa dituntut untuk belajaraktif.
Dalam belajaraktif
siswa dibimbing agar siswa mampu menentukan kebutuhannya, menganalisis informasiyang diterima, menyeleksi bagian-bagian penting, dan member arti pada informasi
baru (Surtikanti
&
Joko,
2008:64).Untuk
menciptakanhal
tersebut tidaklah mudah, terutama dalam pembelajaran matematika. Sudah umumjika
matematikadianggap sebagai pelajaran yang
sulit
dan rata-rata dibenci oleh anak. padahalmatematika merupakan pelajaran yang sangat penting. Karakteristik pembelajaran matematika yaitu berhitung, membuatnya sangat berguna dalam kehidupan
sehari-hari.
Seperti yang terjadi
di
SDNI
Gondangslamet. Terutama pada siswa kelasV,
partisipasi belajar Matematika masih kurang. Menurut hasil observasidi
SDtersebut,
di
temukan berbagaihal
yang mengidentifikasikan partisipasi belajardaya
adi
gung
,bjek eatif,
dan
;akni
Jikan tentu
dapat
2003
rturan
bagai dikan
SISWA ,rmasi
rrmasi
Iaklah natika ldahal ajaran
;ehari-r kelas
di
SDbelaiar
ut
ini,yaitu:
(1)
Siswa cenderung menjadi pendengar dan pencatat ketika pernbelajaranmatematika berlangsun
g;
(2)
Pembelajaranyang bersifat individual
membuatsiswa kurang
aktif
dalam pembelajaran matematika;(3)
Siswapasif
dalam pembelajaran matematika;(a)
Model dan strategi pembelajaran yang digunakanguru
dalam
pembelajaran matematikamasih konvensional'
Sehingga dapatdisimpulkan bahwa partisipasi dalam
pembelajaranmatematika
di
sDN
I
Gondangslamet masih rendah.Faktor
penyebabhal
di
atasialah
pembelajaran yangbersifat
teacher centered dan kurang menariknya penyajian pembelajaran Matematikadi
kelasyang
di
pengaruhi strategi pembelajam yang kurang menarik. Dalam penyajianpembelajaran Matematika, gUru menggUnakan metode ceramah,
tanpa
padu strategi pembelajaran yang membuat siswaaktif
dan tertarik pada rnata pelajaranMatematika. Model pembelajaran yang digunakan juga bersifat individual' Model pembelajaran yang bersifat individual membuat siswa kurang
aktif'
Seperti contohyang ditemukan
di sDN
I
Gondangslamet berikutini,
siswa mengerjakan sendiri soal Matematika yang diberikan oleh guru. Siswa yang tidak dapat mengerjakan hanya diam, dan sebaliknya siswa yang dapat mengerjakan soal, ia mengerjakandengan antusias.
Yxtg
terjadiketika
soal dikoreksi bersama, siswa yang tidakdapat mengerjakan soal hanya menjadi penyalin tulisan yang ada
di
papan tulis tanpa mau berusaha mengerjakan soal. Akibatnya, partisipasi dalam pembelajaranmatematika kurang dan mengakibatkan hasil belajar Matematika siswa
SDN I
Gondangslamet rendah.
Dari uraian
di
atas, masalah yang diprioritaskan oleh peneliti yaitu rendahatau
kurangnya partisipasi
dalam
pembelajaranMatematika
di
sDN
I
Gondangslamet. Seperti yang teruraidi
atas, pelajaran Matematika merupakanpelajaran yang penting
baik
dalam pendidikan maupun dalam kehidupansehari-hari,
makaperlu
diadakan perbaikan cara mengajardi
sDN
I
Gondangslamet sedini mungkin. Salah satu alternatif untuk menangani masalah-masaiahdi
atas adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatiftipe
Team AssistedIndividuali zation (TAD.
Model
pembelajarankooperatif
tipe
Team
Assisted Individualization(TAD ini
menggabungkan pembelajarn kooperatif dengan pengajaran individual.Siswa yang pandai dapat membantu siswa
yang lemah
dalam kelompoknya.Keberhasilan kelompok akan dipertanggung jawabkan bersama, dengan catatan setiap siswa mampu mengerjakan tugas yang diberikan dengan benar dan pada
akhimya untuk meraih nilai yang sempurna dan penghargaan atau reward.
Dengan
adanya
penelitian tindakan
kelas
ini,
diharapkan
dapaimeningkatkan
partisipasi
belajar
Matematika
siswa kelas
V
SDN
i Gondangslamet.Guru kelas
V
SDN
I
gondangslamet sebagaimitra
dala:-penelitianini
sangat mendukung pencapaian upaya tersebut.Oleh
karenair*
melalui
model pembelajaran kooperatiftipe
Team Assisted Individualizadc,a(TAI)
diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dalam pembelajaran matemani-e' pada siswa kelasV
SDNI
Gondangslamet.II.
Nletode PenelitianPenelitian
ini
dilaksanakandi
sDN
I
Gondangslamet Kecamatan.\nrd
hi-r'n
Kabupaten Boyolali. Penelitian
ini
dilaksanakan sejak bulan Oktober 2012Februari 2013. Strbjek Penelitian Tindakan Kelas
ini
adalah siswa kelas\r
SD}!Gondangslamet
tahun ajaran
201212013.Obyek penelitian
adalah belajar Matematika kelasV
SDNI
Gondangslamet tahun ajaran20l2l20l-1.Penelitian
ini
merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian rhc kelas adalah penelitianreflektif yang
dilaksanakan secrasiklis
(berdau.:'guru/calon guru
di
dalam kelas (Herawati,dkk,
2009:2)- Tahapan dan prdari penelitian
ini
sesuai dengan tahapan dan prosedur dalam penelitian e kelas.N{etode pengumpulan data yang digunakan
peneliti untuk
pen data yaitu: (1) Observasi; adalah suatu proses pengamatan dan pencatar-I sistematis, logis, objektif, dan rasional mengenai berbagai fenomena- b's{hsituasi yang Sebenarnya maupux dalam situasi buatan
untuk
mencaparn
L
Ln
]a
AI
I
m
TL
ln
\.d
el ga
II
si
an
eh
ur
an
an
tra
lm an ln, eri
kehidupan
orang atau objek-objek yang
diobservasi(Zainal,
2Al2:155).
(2)Wawancara; merupakan bentuk evaluasi
jenis
non-tes yang dilakukan melaluipercakapan dan tanya jawab,
baik
langsung maupun tak langsung.Teknik
yangdigunakan dalam penelitian
ini
yakni teknik
wawancara langsung. Wawancaralangsung yaitu wawancara yang dilakukan secara langsung antara pewawancara (interviewer) atau
peneliti
dengan orang yang diwawancarai (interviewee) atauguru kelas dan siswa
(Zainal,20l2:l5l-158). (3)
Dokumentasi; adalah mencaridata mengenai
hal-hal
atau variable yang berupa catatan, transkip,buku,
surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat,legger, agenda, dan sebagainya (SuharsimiArikunto,
1981:188). Dalam penelitianini
dokumentasi yang dimaksud yaitu datasekolah dan identitas siswa antara
lain
seperti nama siswa, nomorinduk
siswa serta datanilai
Matematika semester gasal untuk mengetahui kemampuan awal siswa dengan melihat dokumen yangadapada sekolah.Validitas yang digunakan oleh peneliti yakni validitas data dan instrument
yang dapat diuraikan sebagai berikut:
l.
Validitas DataDalam
penelitianini
pengujian data penulisandilakukan
dengan carapengamatan dan triangulasi (Moleong,1991 :17 5-178).
Ia juga
menjelaskanbahwa
triangulasi adalah
teknik
memeriksa keabsahan
data
yang memanfaatkan sesuatu yang lain.Peneliti menggunakan dua macam triangulasi, yafig pertama triangulasi
sumber. Triangulasi sumber
akan
digunakan
peneliti untuk
mengecek kevalidan dengan membandingkandari
beberapa sumberyang
diperoleh. Kedua triangulasiteknik
atau metode pengumpulan data yang berasal dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah datavalid
selanjutnyadata
perlu
dianalisis.Menurut Maleong
(199L:190) prosesanalisis
datadimulai
dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber,yaitu dari
wawancara, pengamatatyang
sudahdituliskan dalam
catatanlapangan
dan,
dokumen
pribadi,
dokumen
resmi,
gambar,
foto,
dan sebagainya.2.
Validitas Instrumenvaliditas
yang digunakan yaitu validitasbangun (construct
validity)
yaitu berkenaan dengan kesanggupan alat penilaianuntuk
mengukur pengertian_ pengertian yang terkandung dalam materi yang diukur (Sudjana,2010:14).
Ini
berarti konsep harus dikembangkan
indikator-indikatornya.
Untuk
mengukurtingkat
partisipasisiswa
daram pembelajaran, bukan diukur meralui skornilai
yang diperoleh pada waktu ulangan,tetapi
d,ihat
melalui
kegiatan
keikutsertaansiswa dalam
KBM.
Keikutsertaan yang dimaksud misarnya kehadiran, terpusatnya perhatianpada
perajarandan ketepatan menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang
diajukan
guru
dalam arti relevan pada permasalahannya, dsb.Nilai
yang
diperoleh
pada waktu
ulangan,
bukan
menggambarkan
partisipasi, tetapi menggambarkan prestasi
belajar (S. Eko, 2010:9g-99).
Teknik
analisis data dalam penelitianini
menggunakan
teknis
analisisinteraktif. Miles
Huberman (Herawati,dkk, 2009:103)mengungkapkan bahrva
teknik analisis interaktif rnemiliki tiga komponen
kegiatan yang saling terkait satu
sama
lain,
yakni reduksi
data, paparand,ata/penyajian data,
dan
penarikankesimpulan'
Tahaptahapnyadijelaskan
sebagai
berikut:
(1)
Reduksi
d,ata;
Herawati,dkk (2009:103),
reduksi
data
merupakan
proses
menyeleksi,menenfukan
fokus,
menyederhanakan,meringkas,
dan
mengubahbentuk
data"lengkap"
yang
adadalam
catatan lapangan.Daram proses
ini
dilakukan penajaman, pemilihan, pemfokusan,penyisihan data yang kurang
bermakn a, d,an
menatanya sedemikian rupa sehing
ga
dapatdilakukan penarikankesimpulan akhir untuk kemudian diverifikasi. (2) Penyaj
ian data; Setelah direduksi, data siapuntuk disajikan atau dipaparkan daram bentuk narasi
dengan dilengkapi
grafik
ataudiagram' Herawati,
dkk
(2009:103) menyatakan pemaparan
d,ata
perru dilakasanakan secara sistematis dan interaktif agar mudah dalam pemahaman dan memudahkan dalammenarik
kesimpurandan
penentuan tindakanyang
akan
dilakukan selanjutnya.
(3)
Setelah data direduksidan disajikan/dipaparkan, maka
langkah selanjutnya
yakni
penarikan kesimpulan. Daram kegiatan
ini
dicatat segalayang terjadi
di
rapanganselama
kegiatan
berlangsungbaik
melaluiu I.
rd
tn
|aT
o-Q
an
fii
ian
isis twa iatu kan
lata;
:ksi, data rkan
dan
rkhir rrtuk
atau
perlu
n dan
ak^an
maka licatat relalui
observasi,wawancaramaupuncatatanlapangan.Dalamkegiataninidatajuga
perlu direfleksi untuk meminimalisir kekeliruan data'III.
I{asil
dan Pembahasan PenelitianDariobservasiyafigdilakukanpadakondisiprasiklusditemukan
permasalah-permasalahanberikut:1)Sisu,acenderungmenjadipendengardan
pencatat
ketika
pembelajaran matematika berlangsung;2)
Pembelajaranyang
bersifat individual membuat siswa kurang
aktif
dalam pembelajaran matematika;3)Siswapasifdaiampembelajaranmatematika;4)Modeldanstrategi
pembelajaranyangdigunakangurudalampembelajaranmatematikamasih
konvensional.Hal diatas didukung oleh dialog yang dilakukan oleh peneliti dengan guru
kelas
V
SDNI
Gondangslamet, juga diperoleh keterangan bahwa: (1) guru masihmenggunakanmodeldanstrategipembelajaranyangkonvensional;(2)guru
belum menggunakan model pembelajaran kooperatif; (3) guru jarang melibatkansiswa secara menyeluruh; dan (5) guru jarang memberikan reward'
Dari
tindakan prasiklus diperoleh data mengenai partisipasi belajar siswasebagai
berikut: 1.)
Antusias dalam mengerjakan soal padakondisi
prasiklus
mencapai 52,60 (10 siswa);
2.)
Aktif
dalam pembelajaran pada kondisi prasiklusmencapai2l,oo^(4siswa);3.)Mengikutipernbelajaransesuaisistematikayang
ditentukanpadakondisiprasiklusmencapai2I,oo^(4siswa);4.)Tanggungjawab
kelompok pada kondisi prasiklus mencapai 47,4yo (9 siswa); 5.) Mengajari teman
yangbelumbisapadakondisiprasiklusmencapai3l,60^(6siswa);6.)Diskusipra
tes pada kondisi prasiklus mencapai 31,60/0(6
siswa);7.)
Mengerjakan sendiri ketika tes pada kondisi prasiklus mencapai l0,5oh (2 siswa); dan 8') Mendapatkan poin tinggi pada kondisi prasiklus mencapai l}'5oh (2 siswa)'Dari
tindakan siklusI
diperoleh data mengenai partisipasi belajar siswasebagaiberikut:1.)Antusiasdalammengerjakansoalpadatindakansiklusl
mencapai 78,gyo(15 siswa);2.)
Aktif
dalam pembelajaran pada tindakan siklusI
mencapai73,7o^(14siswa);3.)Mengikutipembelajaransesuaisistematikayangditentukan pada tindakan siklus
I
mencapai 84,2o/o(11
siswa);
4')
Tanggungjawab
kelompok pada pada tindakansiklus
I
mencapai
57,goh(1r siswa);
5.) Mengajari teman yang belum bisa padatindakan sikrus
I
mencapai
57,g%(rr
siswa) ; 6.) Diskusi pra tes pada tindakan siklus
I
mencapai g4,zyo(16siswa) ; 7.)
Mengerjakan sendiri ketika tes pada tindakan siklus
I
mencapai57,gyo(l 1 siswa)
; 8') Mendapatkan poin tinggr pada tindakan
siklus I mencapai g4,2yo(16 siswa).
Dari
tindakan siklusII
diperoleh datamengenai partisipasi belajar siswa sebagai
berikut:
1.) Antusias dalammengeq'akan pada siklus
II
rnencapai
g9,5%o(17 siswa)
;
2.)
Aktif
dalam pemberajaranpada siklus
II
mencapai g4,7yo(rg
siswa);3.)
Mengikuti
pemberajaran sesuai sistematikayang
ditentukan padasiklus
II
mencapai g9,5yo (17siswa); 4.) Tanggung jawab kelompok pada sikrus
II
mencapai 89,5yo (17 siswa); 5.) Mengajari
teman yang belum bisa pada siklus
II
mencapai 78,9yo (15 siswa); 6.) Diskusi pra tes padasiklus
II
mencapai
gg,syo (17 siswa);
7.) Mengerjakan sendiri ketikates pada siklus
II
mencapai
7g,go/o(r5
siswa); 8.) Mendapatkan poin tinggi pada siklus
II
mencapai
g4,7yo(1g siswa).Berdasarkan
uraian
di
atas bahwa
penggunaanmodel
pemberajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization(TAr)dalam
proses pembelajaran
Matematika
dapat meningkatkanpartisipasi berajar. Dengan demikian
datapenelitian mendukung diterimanya hipotesis yang menyatakan penerapan model
pembelajaran
kooperatif
tipe
TeamAssisted
IncrividuarizationGAD
dapat meningkatan partisipasi berajarMatematika pada kelas
v
sDN
I
Gondangslamettahun 2012/2013.
IV.
SimpulanPenelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan
secara
kolaboratif
anta peneliti dan guru kerasv
sDN
I
Gondangsrametini
d,apatdiperoleh kesimpuran
bahwa
penerapan
model
pembelajaran
kooperatif
tipe
Team
AssistedIndividualization
(T,\r)
dapat meningkatan partisipasi belajar Matematik
a
padakelas
V
SDNI
Gondangslamet tahun 2012/2013.s.)
(11
7.) va)
) wa
t%
:18 rda
iII
rII
t7
15
an
an
tta
lel
lat
ret
Lta
ln zd
la
V.
Daftar pustaka
Surtikanti dan Joko Santoso. 200g. Strategi FKIP UMS.
Susilo, Herawati,
dkk.
2009. penelitianpublishing.
Belajar Mengajar.
Surakarta: Bp_Tindakan
Kelas. Malang:
Bayumedia
Remaja Rosdakarya.
Pendekatan praktik.
Arifi n, Zainal. 20 I 2. Evaluasi pembelajaran.
Bandung: pT.
Arikunto,
Suharsimi.
1gg7.prosedur penelitian
Suatu Jakarta: Bina Aksara.
Moleong,
M.A.
2007. Metoclologi penelitian Rosdakarya.Kualitatif.
Bandung:pT
Remaja
Sudjana, Nana.
2ua.
pen,aian
Hasil
prosesBerajar Mengajar.Bandung:
pr.
Remaja Rosdakarya.Putro
widoyoko,
S.Eko.
2010.Evaruasi
program
pemberajaran. yogyakarta: pustaka pelajar.