• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTERNATIONAL CIVIL SOCIETY WEEK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "INTERNATIONAL CIVIL SOCIETY WEEK"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Urgensi Peran Aktif Pelaku Kesehatan

Ibu dan Anak dalam Penguatan

Kualitas SDM

dr. Supriyatiningsih, M.Kes., SpOG

International Civil Society Week 2016

Kemendesakan KIA bagi

seluruh pelaku

Masalah Kesehatan Ibu:

AKI masih tinggi: 359/100.000 KH (SDKI 2012)

1 dari 3 perempuan hamil mengalami anemia

Masalah Kesehatan Bayi:

AKB masih tinggi: 32 per 1.000 KH (SDKI 2012)

Pneumonia & Diare masih jadi penyebab utama kematian

Bayi lahir dengan HIV mulai meningkat

IMD masih rendah: 49% (SDKI 2012)

ASI Eksklusif masih rendah: 27% (SDKI 2012)

Kemendesakan KIA bagi

seluruh pelaku

Masalah Kesehatan Anak:

AKABA masih tinggi: 40 per 1.000 KH (SDKI 2012)

Balita pendek masih tinggi: 35,6% (Riskesdas 2010)

Balita kurus masih tinggi: 13,3% (Riskesdas 2010)

Balita gizi lebih meningkat

Masalah Kesehatan Remaja:

Perkawinan Anak

Kehamilan di usia Muda

Infeksi HIV yang meningkat di kalangan anak muda

Program remaja yang kurang bersinergi antar

kementerian (Kemenpora, KPAN, dll)

Gerakan Kesehatan

Ibu & Anak

Koalisi Masyarakat Sipil

Indonesia

Kesamaan tujuan:

peningkatan Kesehatan Ibu,

Anak dan Remaja

Tunduk pada Konvensi HAM,

Penghapusan Kekerasan

terhadap Perempuan, dan

Hak Anak

Diluncurkan bulan Juni

2010 oleh Menkokesra

Kepemimpinan presidium

sejak Agustus 2015

Beranggotakan > 25

organisasi masyarakat sipil

dalam kemitraan dengan

pemerintah, badan PBB,

perkumpulan, asosiasi dan

jejaring lain dari berbagai

bidang

Anggota dan MITRA

1. ACF (Action Contre La Faim) 2. AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui

Indonesia)

3. Aliansi Pita Putih Indonesia 4. Aliansi Remaja Independen 5. Child Fund

6. DFAT 7. FOPKIA Serang 8. Helen Keller

9. IBI (Ikatan Bidan Indonesia) 10. IDI (Ikatan Dokter Indonesia) 11. Ikatan Konselor Menyusui

Indonesia 12. IPEMI (Ikatan Perawat

Maternitas Indonesia) 13. JHPIEGO

14. Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs

15. Mercy Corps 16. Muhammadiyah 17. Micronutrient Initiative 18. Pelkesi

19. Perdhaki

20. PKM (Perhimpunan Keberdayaan Masyarakat

21. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia

22. PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) 23. Plan

24. Save the Children 25. Sentra laktasi Indonesia 26. UNICEF

27. Surfaid International 28. USAID – EMAS 29. Talenta Asia

30. WFP 31. UNFPA 32. WHO

33. Yayasan Balita Sehat 34. Yayasan Kesejahteraan

anak Indonesia 35. Yayasan Kusuma Buana 36. Yayasan Melati 37. Yayasan Orang Tua Peduli 38. Yayasan Pembangunan

Cita Insani Indonesia 39. Yayasan Wahana Visi

Indonesia

Sebaran Jejaring

Sumatera: AIMI MI -Muhammadi yah - PPNI – StC WVI -PKBI

Kalimatan: AIMI - Muhammadiyah - PPNI – WVI

- PKBI

Sulawesi: AIMI - Muhammadiyah - PPNI –

StC - WVI - PKBI

Kep. Maluku: Muhammadiyah - PPNI - WVI

Jawa:

AIMI – IKMI - MI - Muhammadiyah - Perinasia - PPNI – StC – WVI - PKBI

Bali dan Nusa Tenggara AIMI – HKI – MI - Muhammadiyah - PPNI – StC –

WVI - PKBI

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Penanggulangan gizi buruk di Indonesia sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 1974 tetapi persentase balita gizi buruk khususnya di kota Medan masih termasuk dalam kategori

Berdasarkan hasil penelitian Marhaeni (2010), motivasi di masyarakat terhadap pemenuhan gizi keluarga terutama balita cukup tinggi, akan tetapi ketidakberdayaan

Mengingat gizi kurang tertinggi terdapat di kelurahan Semanggi yaitu sebesar 3,6% dan pengetahuan ibu balita mengenai pemberian ASI yang juga masih kurang dengan prevalensi

Melihat masih tingginya kejadian kasus gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Batua Kota Makassar tahun 2010, maka disarankan bagi ibu sebagai pengatur

Angka status gizi kurang dan buruk pada balita di Indonesia masih relatif tinggi. Peran ibu dalam pola asuh makan dan kebiasaan makan keluarga dapat mempengaruhi status gizi

Mengingat trend balita kurang gizi yang semakin meningkat, tingkat pengetahuan ibu yang masih rendah dan pentingnya pemberian makan pada anak, peneliti tertarik

Salah satu masalah gizi utama yang masih dihadapi oleh masyarakat Indonesia adalah masalah kekurangan gizi, yaitu stunting (pendek) dan anemia, terutama diderita oleh

• BBLR dan Bayi Lahir Pendek Masih Tinggi Sehingga Perlu Intervensi Sejak Kehamilan • Cakupan Imunisasi Lengkap Meningkat tetapi. Masih