SIT1 ZAHRAH. Nilai pH dan
ZPC
DalamHubungannya
dengan Empan Fe dan EisiensiP
(di bawah birnbingan SUPlANDl SABIHAM sebagaiKeiua
Kmisi Pmbimbing,dan
SUDARSONO, MUCH. ANWARMUR,
DlDY SOPANDIE,ABDUL RACHlM (Aim) masingmasing sehgai Anggota Pembimbing).
Di fndonesia terdapai I a k n garnbut yang cukup Iuas ya#u sekitar f 6 juta
hsktar. A dgambwt ini paling
luas
Ma
dibandingkan dengan totalluas
gambuf tropikayang
tersebar
di Asia Tenggara.Sehhaglan
besar
khan
garnbut di I t I d ~ n d a yangm
k
untuk tanmanpangan
tdah dimanfaatkan p h n i untuk iahan padi sawah. %bin kekumgan umur ham, pengembanganlahan
gambuf mmliki kendabkendafa yang krkaiandengan
dat inherent gembut itusendiri.
Wah
satu aspk Irimia yang psntingdan
beium banyak menjadiperhatian
e l a h nilaiZPC
tanah daiam fiubungannya tkngan erapan fe3* dmefisbnd
P,
Tanah gambut mdmpunyaimuatan
variabsi (bergantung pi-!) yangtinggi dan didarninasi u k h
muatan
negdf,karma
mngadung asatwasamorganik
yang
tinggj.Ofeh
icarena iiu, tanah gstmbut mmpunyaikernampuan
yang rendah & M a p pengikatan anion =parti P,Penefitian ini bertujuan untuk: (1) rneng-hui niki ZPC khan tanah garnbut pantai, pralhan, dan pedafaman masingmasing pad8 tingkat dekarnpasisi saprik, herniic, &n fibrik, (2) mempeiajari fingkat
erapan
~ e * pads nihi yangsama
dengan pHzpC, di bawah pHzpc dan di atas pHzpc pada iserbagai bkasi pembenfukan gambuf dan tingkat dekmposisi batran tanah garnht, (3) marnpelajari hubungan antarapH
aklual
dan pHix dalam kaitannya dengantingkat m p a n ~ e * dan efisiensi
P
padabahan
fanah
gambut.Peditian ini terdiri dari dua bahagian pe-an, yaitu percobaan di fahratorfurn dan prcobaan di
rumah
kaca, yang mencakup: (1) menebpkannitai
ZPC k h a n tanah gambut, (2) mengukur erapanF&,
dan (3) rnengukur dsisnslP.
Contoh tanah diambil dad Jambi dan Kalirnantan Tengafi yang mwakili tanah gamhf panfai, transisi,' dan pedalaman masing-masing pada tingkat dekomposisi saprik, hamik, dan fibrik.Berdasarkan hasif
yang
diperdeh dalam peneiitian ini, dapat disimpulkan:(1) @a tingkai dakomposisi yang sama, nihi ZPC
bahan
tanah gambut panhilebih tjnggi daripada gambut fransisi
dan
p&alarnan,
(2) padaIokasi
pemhntukan
gambut
dan tingkat dekomposisi yang sarna, tingkaterapan
Fe3' krafiantanah
gambut pada pH di atasnilai
ZPC iebih tinggidibandingkan
padapH
yang sama dengan nihi ZPC dan dibawah
nifai ZPC, dan (3) efislensiP
ABSTRACT
SIT!
I Z A H H . The pH Value and EPCof
Pe&s inIts
Retafian with Fe* Sorption and Efficiency ofP
(Under supsrvisbn of SUPIANDI SABIMM as Chairman, and SUDARSQPIQ, MUCH. ANWARNUR,
OlDY
SOPANDIE, ABDUL RACHIM (dewas&) as M@mbrs.Peatkjlnds
in Indonesian
cover
a significant partof
the Wlands
of thecountry which
a w n t
for lhe Iargest trow p a t s amounting to about 16 mitliion hectares, Themost
of
w a n d s in thiscountry
that suitable fur ag&utturaicrop
have
k n
cuttinrated
by
fannerfur
paddy.Be-
nutrient ddldencbs, thedewlopm63nt of peatfands for agriculture fac;ss a
M of
cwiirtrains whichare
assosiated with the
inherent
propribs and behawbur of peatlands.One
of the important chmiml aspect in soil managementwhich
has nat begn yetmuch
attended
in m n d is soilP C
in
its ref- with ~ e r * sorptian and PMdency.
Peatsoils contain the high organic acids andRave
#e varfabdcharges
(pH
depsndmt) wMcR aredomi&&
the negativecharges.
Therefore, pcsatswls have the low capacityof
anion sorp$on,The aims of the
resemh
areas
fotlow (1) to know jlPC valueof
coastal,trsntional,
and inlandpeals
respectively in the degreeof
dmpositian of s a w ,h m i c ,
and fibric. (2)ta
study k v d uf ~ e *sorption
at pHzpcsunder
pHpCand
a- pHz*on
the various physiography and decumposition d e g m of past sdis (3) to study relationshipbetween
theactual
pH andP C
with fhe increase of Fe3+ surpfion and&Wency
ofP.
This research consists of severat experimental steps
as
fdlow: (1) debminingof
ZPCvalue,
(2) measufing uf ~ e *sorption,
(3)measuring
of
Mciency of
P.
Sail samples were takenfrom
Jam& and Central Kalimantan that representative for coastal , trantional, andinland
peat$ rspe&v&y in the degree of dewrnpasition of sapfic, hemic,and
fibk.Based
an
the resultexprimnb
were concluded: (1)on
thesame
decomposition dwm,2%
value uf coastat peat was higher than that intiantianal
and inland peats.
(2) in the same /&on and the same decomposition degree, thesorption
of
~e*abuve pHtK was higher than under pHzpc; Few sorptionin
the cuasfaf geaf higherthan
thatin
trantional and inland pats; and ~ e *s
o
w
n
in ihe sapric peat
was
higherthan
that in irenicand
fib& pats. (3) Mciencyd
P in thecuastal
p a t was higher than that IntrantEanal
and
inland pests, but theincrease
of
efficiency ofP
withFe* addition in
the inland peat was higher than thatin
SURAT
PERAIYATAAN
Dengan
ini
saya rnenyatakan bahwa disertasi yang be judui :Plilai pH dan
ZPC
Bahan Gsrmbut
dalam Hubunganrryadengan
Erapan
Fe
dan Eiblensi
Paddah h n a r merupkan hesii
katya
sendiri (anggofa Hibah Tim PascasarjanaMILAI pH
DAN ZPC
BAHAN
GAMBUT
DALAM NUBUNGANNYA
DENGAN ERAPAN
Fe
DAN
EFISIENSI
P
Disertasi
Sebagai
sala
h
satusyarat untuk memperoieh gelar
Doktor pads
Sekohh
Pascasarjana, Institut Perhnia'aa Bagor
SEKQLAH PASCASARJANA
XNSTITUT PERTANXAN BOGOR
Judul Disertasi : NitAlrpHDANZPCMHANGAMBUTDAUI,M
HUBUNGANNYA
DENGAN
ERAPAN
Fe DANEFISiENSl P
Nama
Mahasiswa
:51TlZAHRAt.r
Nomor
Pokuk
:975009
Program Studi :
lLMU
TANAHMenyetujui:
Prof. Dr.
lr,
Sueiandi Sabiharn,MAW.
Proff
Dr.
If. Sudarsana, MSc. Pmf Dr. ir.Mocfi,
Anwar Mur, MSc.Anggota Anggota
Prof. Dr.
tr,
Oidv Soaandie, M a r . AnggotaKetua
Program Studi llmuDr. Ir. Komaruddin
Idis,
Penulis dilahirkan di Bukiinggi, Sumatera Bar& pada tanggsf 13 Agustus 1961.
Anak ketiga dari empai hrsaudara. Ayah bemama Numan dan Ibu Numilis.
Pada iahun 1974 pnulis tamat
SD
Megeri 8 Payakumbuh, tahun t977 famatSMP
Negsri i Payakumbuh, dan tahun l Q 8 i tamat dari SMA Negeri 1 Payakumbuh.Tahun
1981 mdanjutkan pendidikan ke Fakuftas Pertanian Universitas Andas,Padang dan pada tahun 59%
mempmleh
gelar Sajana Pertanian, Junrsan llmu Tanah.Dari
fahun
1987 sampai tahun 4989 beke rja sehgai Counterpart of Cmsuffant pada Irrigated Command A m DevelopmentProject,
Bngkufu, Pada tatrun 1990 sampai sekarang bekeja seskgai Staf Pengajar Fakultas Pertanian, Univsrsiters Islam Riau, Pekanbant,Puji syukur penulls panjatkan ke hadiraf AIIah Yang
Maha
Kuasa, be&& rahrnat dan irarunia-Nya, penulisan disedasi ini dapat diselesaikan.Tetirna hit?
dan
pnghargaan ymg sebesar-Wmya diucapkan kepada Prof, Dr,Ir,
Supandi Sabiham, MAgr. sefaku Kdua Kamlsi PemWmbing serta Prof. Dr. Ir. Suclatsana, MSc., Prof, DrIr.
Much, Anwar Nur, MSc.,Pmf.
Dr.
tr. Didy Sopandie, MAgr., danDr.
Ir.
Abdul Rachim, MS. {Alrn) masing- masing sabku Anggata Komisi Pembirnbingyang
tdsh hfiyak msmban'kan petunju k, saran, dan bimbingan sejakperencaman
peneiifian hingga penulisan disertasi iniPenghargaan dan ucapan tadma kasih juga disampaikan kepada:
1. Tim Wasiswa Program P-ajana
(BPPS)
DIKTI, Jakarta atas kesempafan msmperaleh hasiswa untu k &ya hidup, hku,dan
penelitian.2. Kepada Pimpinan Proyek Agricufture Research and Management It bemrta
staf,
atas
kessmpatan untuk rnsmperokh hntuan Says hidup danpnelRian.
3. Krapada
Dekan
Sekoiah Pascasarjana fnstitut Perfanian Bogor yangfelah
mmberikan kesempatan belajar, wrta kepada Staf Pengajar SPs-IPB yang
telah rnembekali ilmu agar d a m berkrambang lebih jauh.
4 , RsMor Universitas Islam Riau, Pebnfaaru dm Kmrdinator KOPERTlS
WIUYAU X atas izin tugas blajar pa& Program
Pascasarjana
IPB.5, Kepala Laboratoriurn Kimia dan Kesuburan Taanah, Fakuftas Pertanian IP8 bewrta staf atas bantuan fasilifas yang dikrikan.
6 . Kepala Rumah kaca, Fakuttas Pertanian fPB &as kin penggunaan dan
7. Ibu Ir. Elsje
L.
Sisworo, MS, APU dan sfaf Latmratafium Tanah dan Nutrisi Tanaman P3TlR, BATAN afas segala banfuan yang dibrikan.8. Prof.Dr.lr. Suminar S, Achmadi, MSc.
dan
Dr.lr. Didi Ardi S. MSc, APU d a k u PangujiLuar
Karnisi pada Ujian Teriutup dan Terbuka atas saran-saran yang tehh diberikan uniuk penyempurnaan
diwrtasi
ini.8. Kepada rebn-rekn mahasiswa W d a h Pascrtsarjana IPB,
tenrtama
Dr. Ir. MuIjadi D. Ma&, Ir. Rima Pumamayani, MSi, fr. Nicohs, MSi, Dr. Ir. Faiz Barchi, MSc, Dr. Ir. Murnita, MP, Dr. Ir, Riwandi,SU,
Dr.Ir,
Setyo Warduyu,Msi,
Dr.
Ir. D i h Setyorini, MSi, Dr. Ir,WwIk Hartatik, M i , Dr, lr. AMui Rauf,SU,
tr, TMy Arabia, MSi,lr.
Deni Elfiatlti, MP, Dr. Ir. AiDariah,
ir. Neneng1.
Nurida, Ir,
Hamidoh
Hanurn, MP, Ir, Nefvia, SU, Ir. Anis Hartatik, MP dan semuanya yang tidak dapat disebut M u prsatu afas segala kerjasarna dan prsahabatan &ma studi di 5Ps-IPB,10. Kepada
keluarga:
Mama, Almartrum Papa, kakanda Mima sekeluarga, Wansekeluargs,
adinda Nini sekeluafga &as bantuan dan durangan semangatselarna rnengikuti studi ini.
f 1. Kepada keluarga kos: Bapak Kolonel Subma
dan
keiuarga s r t a rekan-rehn kos di Sampur Wul HW12, Bugor.
Akhirnya penulis rnengharapiran semoga hasil penelifian ini clapat
DAFTAR
ISI
Halaman
...
DAFTAR TABEL xi
...
DAFTAR GAMBAR...,...
xiiiDAFTARlAMPfRAN
...
.,
...
,..
...*...
xvPENDAHULUAN
...~...~...
ILatar
.
.
.
.
.
.
Makang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
I. .
Tujuan Pemlrtmn
...
4Hipotesis
...
5...
TINJAUAN PUSTAKA 6
Pembntuiran Tanah Garnbut
...
6...
Klasiflkasi Tana h Gam but 7
Kmpasisi f3erhan Penyusun Tanah Gamtrtft
...
4 4...
Muafan Permukan, ZPC dan Kaiannya dengan Eftsiensi P 13
...
Kunsep D m r PembentuitEln Smyawa Kompleks 15...
Hubungan Antara
Pemkbasan
H+ dengan Erapan 20Peranan
Unsur Ham P dalam Perturnbuhan Tanaman 1...,,
21Penggunaan Teknik Radioisotap
=P
...
23...
BAHAN DAN METODE 24
...
Tern pat dan Waktu 24
.
.
Pelairsanaan Pendttmn
...
..,...
24...
PengamMlan Contoh Tana h 24
Penentuan Nifai ZPC Tanah
...
28Pengukuran Erapan
Fe3*
...
32...
HASIL DAN PEMBAHASAN
...
38Nibi ZPC
...,...
...
38Erapan
...
,...
48Erapan Ma ksimum (b)
...
48Nihi Koefrsien Oeteminasi (R2)
...
68Nibi bnstanta Lsngmuir (k)
...
70s r w i
P...
71b b o t bring
Tanaman
...
.,,...
71...
...
Serapan Ham P Tansman.
.
.
....,....
77EWmnsi P
...
..,...*...*...
79...*..*...
...**...
PEMBAHASAN UMUM ..,, 85KES f MPULAM DAN SARAN
...
...
...
91DAFTARPUSTAKA
...
;...
,,...,...
...
93DAFTAR TABEL
Perkiraan
luas
tanah gambut dikawasan
Asia Tenggara...
2Kandungan hara pada tiga tingkat
kesuhran
tanah gamb ut... 9Efek ganurunan pH
dan
wmbebasan H'ke
dalam Isrutanakibst penambahan ~ e " (533,33 ppm) pada tanah gambut
...
Jambi 21
Milai pHzpc dan pH aktual pada k h a n tanah gambut Jambi
dm
T q & p a t f a ~ ~ d e k o m p O S i S i
.*...
45P w s a m n tinear Langrnuir erapan ~ e * , tanah gamht
Jambi dan Kalirnantan Tengah
pada
gambutpantai,
transisi, pedalaman
dengan
tingkat dekomposisi sapilk, hernik,filorik pada brbagai pH tanah
...
49Kernasaman
tatal (rndg) tanah gambut Jaebi dan Kalirnantan TengaR...
55KTK hnah gainbut jambi dan Kalimantan (mdl
QO
g)...
58Persentaw peningkatan atau penurunan erapan maksimum
...
erapan ~ e * pada pH di &as dan di -ah ZPC 6t
Nifai k d s i e n detemtinasi (R2)
tanah
garnbut Jambi dan Kalimantan Tengah pada gambut pantai, transisi, pedalaman cfangan %ngW dekmposisi saprik, hemik, fibrik pada berbagai...
pH tanah 69
Nilai kunstanta tangmuir (k) tanah gambut Jambi &n Kalirnantan Tengah patla gambut pantai, transhi, pedalaman dengan tingkat dekampisi saprik, hemik, fibrik pada berbagai pH fanah
...
70Bubo€ irering padi sawah (@pot) unhik tanah gambut pantai
(Lagan), transisi (Dendang), pedalaman (Kumpe h).
...,...
72Kandungan
decivatasam
fenaIat (rnlW) tanah gambut JamW dan...
Kalirnantan Tengah
.
.
.
74Perturnbuhan akar tanaman padi dalarn lanrtan asam-asam
...
5 Serapan P padi sawah (rnglpat) untuk tanah garnbut pantai
(man),
transisi (Dendang), pedalaman (Kurnpeh)...
7816. Persentase erapan fe3*
fanah
garnbut pantai Jamb pada berbagai pemtrerian F B ~ * dao pH tanah...
17.
Pemntase
erapan ~ s * tanah gambut transisi Jarnbi pada krbagai pembtian ~ e * dan pH tanah...
.,...,,..,...,...
18. P-ntase erapan ~ e * tanah gambut
pedalaman
Jarnbi pa&berbagai pemberian ~ s * clan p4-i fanab
...
19. Persentas@ erapan f:e* fanah gambut pantai blimantan Tengah...
pada brbagai pemkrian fe3*dan pH tanah20. Persentaw erapan Fe* tanah gambui transisi Kdimantan Tengah
pards berbagai pmbetian fe3" dan pH tanah
...
21. Pmentase erstpan Faw fanah gambut pedalaman KaCmantan
...
Tengah pada k r b g a i pembrian F@* dan pH tamh ,...
22. Panganrh bekrapa jenis asam fenolat tertradap partumbuhan padi, seiada, dan tmat (7"odano et a!., 1992)
...,...
23, BUM kering tanaman padi sawah dengan pemkrian ~ e * dan
...
pupuk P pads tanah gambut pantai,
transisi,
dan pedalamanData pngukuran konsentrasi keseimbangan ~ e * dan hasil perhitungan dsngan persarnaan Linear Langmuir pa& tanah
gambut Kalimanhn Tengah, panhi, saprik pada k-ai pH tanah..
...
Data pengukuran kmsentrasi keseimkngan fe3* dan hasil perhaungan
dengan
pemmaan Linear kngrnuin pada tanah garnbut Kalimanfan Tengah, pantai, hemik ma brbagaipH
Data pngukuran kon=ntra& kdmbangan ~8~ dan hasl prhitungan dengan pemmaan Linear Langmuir p d a tanah
garnbut Kaiirnantan Teqah, paw, fibrik pads
be-
pH...
...
tanah
..,,...,..
Data pengukuran konsantrasi keseirnbangan fe* dan hadl prhitungan dsngan prsamaan Linear Langmuir pada tanah gambut Kalimantan Tmgah, trans@ ~prtprik p d a brbagai pH tanah
...,....
.,,...
Data pngukuran kansentpasi kedrnhngan Fe* dan hasii pemitungan dengan parsarnaafi
Linear
Langrnuir pa& tanah garnbut Kalimantan Tengah, transisi, hsrnik pada berhgai pH tanah...,...
Data pengukuran konsentrasi keseirnbangan F%* dan hasil perhidungan
dengan
pmrnaan Linear Langmuir pads tanah gambut Kalirnantan Tengah, transid, fibrik pada barbagaipH
tana h..
...
Data pngukuran konsentrasi kedmkngan Fe3* d m hasilperhiiungan dengatl persEtmaan Linear Langmuir pa& fanah gambut KalimanZan Tengah, pedalaman, saprik p d a brbagai
...
...,...
...
pH tanah...
...
.,. .,Data pengukuran konsentrasi ireseirnbangan ~ e * dan hasil perhitungan dengan prsamaan Linear Langmuir pads tanah gambut Kalimantan Tengah, pedalaman, hemik pads krbagai pH tanah
...
Data pengukumn kansentPasi keseimbangan ~ e * dan hssil prtritungan dengan prsarnaan Unmr Langmuir pa& fanah garnbut KalimantElfi Tengah, pedabman, fibtik pa& bet-bagai pH tanah
...
Data gengukuran konsentrasi keseirnkngan ~ e * dan hasil prhitungan
dengan
Persamaan Linear tangmuir pa&tanah
gamfiut
Jambi, pantai padapH
tanah aktual...
Data pengukumn kunsentrasi keseirnbangan clan hasit perhitungan dengan Persarnaan linear Langmuir pada tanah
...
garnbut Jambi, pedalaman pada pH tanah
aktual
Data pngukuran konsentrasi keseimbangan ~ e ~ * dan hasil
perhitungan dsngan Persamaan Linear Langmuir pada tanah garnbut Kalirnantan Tengah, pantai pacfa pH tanah
akfual
...
Data pengukuran konsentmsi keseimhngan fe* dan hasif perhitungan dengan Pemmaan Linear Langmuir pada ianah
...
g a m w Kalimantan
Tengah,
transisi pada pH tanahaktual
Data pangukuran kansantmi k-imbangan ~ a *
dan
hasil perhhtngan d q a n P e m a a n linear hngmuir pads tanah gamlxtt Kalimantan Tengah, pedalaman pada pH tanah aMwl...
S i i k ragam penganrh parnbrian F@* dan pupuk P terhadap
baht ketring, serapan
P
tanaman, d m efisbnsi pemupukanP
tanamanmi
sawah pada tanah gmbut Jambi,,,,..,,..,,.,
,..,,,..*.au*++Batwt
kering padi ssswah (glpot) unfuk babn tanah gambut sapfik (pedalaman, transisi, pantai) Jarnbi,...,...
.,,.,...
Hasir anafisis
P
totaldan
serapanP
pads percaban parnkrian ~ e * dan pupukP
pad#bahan tanah
gambut saprik (pedaiarnan, transisi, dan panhi) Jam&....
:....,..,.
...
Eisknsi P (%) untuk k h a n tanah garnbut saprik (pedalaman, tmnsisi, pa#ai) Jambi,
...
Prosedur analisis cacahan
9
dan P-tatal tanaman...
,..,,..*
Psrtumbuhan tanaman padi sawah di rumah
kaca
umur 8 minggu...,...
.,...
Pengembangan ialran gambut untuk peftanian
terns
rneningkat akjbatmkin hrkumngnp areal pertanian khan irering bmna dikmwnikan untuk penggunaan lain, sedangkan kehduhan lahan untuk produksi pangan m a k i n meningkat. Wafaupun Muasan am1 prtsnian masifr dam diiakukan pada
lahen Icering, tetapi
pafluasan
areal pertanian di Iahan gamM pads saat ini teiafr mendam perhatian para penenfu kebijakan dan peneriti k e r m areafnya yaw cukup luas di Indonesia. Dengan rneningkafnya kebutuhan akanlahan
airibat
meningktnya kebutuhan manu& ternbut, maka perluasan
a m #
prtanian pad# Iahan gamht ini dapat dilakukan asal dahm pengdolaannya tidak menpbaibn kaidah-kaidah ironsewad, sehingga dalam pnggunaannya tetapterjaga kdestariannya dm berkebnjutan (sustainabb). Usah yang
dam
difakukan adalafr meminirnalkan ciampak negatif p e r n h h n M a n
gamW
tersebut baik terhaciap tanah gambutnys sendid maupun tefhadap
iingkungannya. fanah garnbut
png
tidak hyak untuk dibuka mmjadikhan
WrtElnian
sebaiknya tetap dipertatrankan dafarn kandisi grang afami sebagai arealkonservasi.
Di Indonesia
tanah
gmbut tersebar cukup iuas feruiama dilahan
rawadan
lawasan
pasang surut Pulau Sumatera dan Wimantan. Di dasrah tropika, ada kira-Bra 30 jutsha
tanah gambuf dan dua prtiga di anfaranya (20 juta ha) tersehr sepanjang panttiri Asia Tenggara (Dricassen, 1990), Penyebaran tanahTabel 1. Perkiraan luas tanah g a m M di kawasan Asia Tenggara*).
infurmasi yang dikumpulkan dari beberap prsneii di Indonesia, Bnrnd, dan Malaysia.
Ptammfaatan tanah garnbut
di
Indonesiauntuk
prfaniantelah
banyakdibkukan, k i k unfuk perkehnan
maupun
unhk tanaman pangan. Akan tetapitingkat pfoduksi
rata-rata
dari harnpir sernuatanaman
yang diusahakan m d h tergdong rendah. Sebagai cantoh, produksi padi pada khan gambut didaerafi
transmigmsi Pangkoh, Kalimanbn
Tengah
berkisar 0,25-2,5ton
gabah kering pawn per h e k r(-Dm
tnstitutPertanian
Bogor, 1993).Untuk rneningkatkan produMivitas lahan gambut ternbut
wrfu
dilakuhnupaya-upaya pengelahannya, k i k
yang
krkaitan dengan aspek kimia maupunaspek fisiic tanah garnbut itu sendiri. SalaR W u aspek kimb
yang
penting dan bergengaruh terhadap tindakan pengewlaan seperti pemupukan adahh muatanpemukaan partikei tanah (koluid).
Diketahui bahwa tanah gambut didominasi okh muatan variabsl
(bergantuflg pH), aFtinya m a a n ini akan berubah bila tefjadi p r u k h s n pH
ianah. Muatan negatif berasal dari gugus fungsional karboirsil
dan
fenob0l-l yang , -, , , , , ,Nqara Luas tjuta
ha)
l ndonssia
Kalimantan Sumatera lrian Jstya Malaysia Semenanjung Malaka Sarawak
Brunei Danrsdam Thaihnd
Papua New
Guinea
terdisasiasi, sedangkan muatan pasifif dihasilkan oleh proses protanisasi (De
f3aadt,
Hayes, dan Herbillon, 1990; Tan, 1 998).Sakurai (1989a) menyatakan bahwa
satah
satu
hmMen'stik penting untuk tanah yang diiominasi olsh muatanvariahl
(tergantungpH)
adalah muatan titiknd
atau z@m p i r f of charge (ZPC). Evatuasi ZPC tanah rnemungkinkan untukrnempmdiksi
respans
tanahterhadap
penrhhan kondisi di sskiarnya atau terhacfap timielranpngelaiaan
yang diben'kan seperti pemupuiran (Parker et al.,1579; Sakurai, 1989b). Dengan mngetahui nibi ZPC tanah
akan
kbih efektifutlruk mendttga kapasitas adsorpsi
ion
bedasarkern
muatan permuban pada nilai pH yang lebih rendah dan lebih tinggi dari pHkPC.E3erdwrican Iokasi pmbentukan gambut, tanah tersebut dapat
dihdabn
atas
gambutpantai,
paralihan, dan pedalaman (Satsiharn, 1988).Di fndonda sebahagian W r gambut terdapaf di Sumatera dan hlirnantan dengan karakteristik yang tidak
sarna.
Dan hasil-hasil penelifian sebelumnya diketahui b h a tanahgambut
ternbut masing-masing memiliki sE& fisik dankirnia yang k M a . Defigan dernikian dapat pula diduga bahwa tanah gambut
pntai, peralihan, dan pedalaman di Sumatefa dart Kaiimantan akan memiliki
nilai ZPC yang tidak
sama.
Di pihak lain, dik-trui pub bahwa dsiensi P pada tanah gambut sangat rendah hrewra
P
mudah hilang akibafproses
pmwcian
(Wild, 1950; Kuo dan McNeal,
1984; Mattingiy, 1985; dan R m i m , 1995).Dam
dinyatakan bahwa adsarpsi P p d a tamh gamttut sangat k a t disebabkan abh kapasitas tukar anion tanahnya yang rendah karena muatan tanah didominasi oleh muatann-d
tergantung pH. Pembrian bahan amdbran *perti fe3" akanmsnghasilkan tapait-tapak erapan
P
yang barn karma terkntuknya senyawa kompbks atlfara mdiruf organik dan ion P dengan peran ~e,-sebagai jernbatanprtukaran kation didaminasi oleh gugus karboksil dan gugus hidrnksil yang Wum banyak terdisusiasi kafena sifatnya yang rnerupakan muatan variakl atau
befgantung
pH.
Dmgan msningkatkanpH
sampai nilai tedentu gugus-gugustersebut
dapat isrdisusiasi dan menyumbangkan muatan negatrf utrtuk dapat mningkatiran iicatan ferhadap kaiarp-Mian.Dari
hasilpenstitian
Rachim (1995) dilapkan b&wa pmberian MianAP'
dan ~ e * pada fanah garnbuf da@ meningkatkan Mena P. Hasil peneiiianSaragih (1996) yang rnmkndingkan erapan b r a p a katian seperti ~ e * , AI~',
CU*,
c#,
2na*dan
M# masenyawa-senyaw organik dad tanah gambutmenunjukkan
~ e * memiliki a f i n i t ~ e ~ tertinggi dan paling stabil krikatandibandingkan M a n fainnya dengan urufan kes&bihn:
F@*
>FP
>AT
3+ CU*> Ca* ~ n * > ~ n * . Uruhn ini
agak
M adengan deretwlta
(geneml rule)dalam
proeses
terjadinya pengikatan ion.Berdasarkan pemikjran di afss, maka dengan memadifikasi
pH tsinah
berdamFkan nilai
ZPC diharapkan
dapat meningkatkan erapan ~ e * danWensi
P,
Adanya retensi iniakan
mengurangi kehilangan P sehingga dapatmeningkatkan efrsiensi
P.
Tujuan
Penelitian
Penelitian ini krtujuan:
1. Mcangefahui nibi 2 PC k h a n tanah garnbui pantai, pererlihan,
dan
pedalamanmasing-masing
pada tingkat dekmposisi saprik, hernik, dan fibrik.2. Msmpdajari tingkat erapan
F%*
pada nifai yang sama dengan pHzpc,3. MsrnpIajajaFi huhngan antawpH aktwl dan pHzpc
&!am
kaitannya dengan tingkat erapan F@' dan Msknsi P pada bahan tanah gambut.I. Pa& tingkat dekomposisi
yang
sama,semairin
kaya
hti#tanah
gambut makin tinggi nihi pHzpc k h a n tanah tersebut.2, Pada loirssi pmbentuiran germbut
dan tingk&
dekompasPisi yang sama,tingirat erapan fe* k h a n tanah gmbut pad# pH di atas nihi
EPC
akan lebitr tinggi dikndingkan pada pH yang =ma dengan nilai P C dan di bawah nitaiP C .
Proses pmbentuiran tanah gambut di Indonesia, tenttama di Sumatem dan Kaiimantan dirnubi sejak periade Holosen yang dianaiisis dengan terbntuk ~ m w a sew akibat dari peristiwa transgresi dan mmsi kamna mencairnya es di kutub yang
tejadi
se-r 5900 samm 7000tahun
yang lalu (Morfey, 1981; Sabiham, 1988; dan Kershaw dan &Me, i997). Pada peliodemum
Hchsm y a k p e M e Pkistosen, pemukaanlad
brads kirer-irira 60 mdi trawah permuiram laut wkarang.
Kenaikan
permuban but pada periode Mosen rnenyebbkandatafan
di =Mar pantai mmjaditerpnang
dan rnembentuk raws-rawa. Akibatnya vegetasiyang ada
menjadi terbenamdan
mati, kernudian mengalami
pmws
deirmposW s-ra lambat sehhggaterakumulasi
bahan organiir (Pofa k,1
975).Msnurwt
Driessen (1978), pmbntukan tanah gambut terjadi di bawahkondisi januh air #parti pada darah depresi danau atau pantai yang banyak manghasiikan
h h a n
organikyang
miimpah akh veg-si yang t f a hkradaptasi seperti
mangrove,
rumput-rumputan atau hutanmwa.
Pacia dwrah d a p m i tersebut gsnangan air terutama hrasal dan' Iuapan a t sungai dan air hujan. AkiW dan' pnggenangan ini proses dekomposisi khanorganik
krjalan lambat dm terpdikh penirnbunan k h a n arganik. Selarna penimbunan k h a n arganik, komposisi vegefasi berubah secara bertahapsampai
akhimya terkniuk garnbut yang kricembang di bawah pngaruh airtanah
dan rnembntuk gambuf topugen afau gambut air tanah (Patkyn, Stoneman, dan Ingram, 1997).tertramht
dan
penimbumn k h a n arganik kdangsung terus, akibatnyapemuiraan
tanah
garnbut msningkai dan mrnbentuk garnbut yang t-i.Tanah
gambut yam tebal ini dikenal dengan tanah gambut ambmgen yaau tanah gambut yang pembentukannyer
hanya
dipengamhi ofeh air hujan (Andriesse, 1974; lsrnunadji dan Soepardi, 1984). Semakin tebai tanah gmbutakar
tanaman akan m a k i n suia mempailapisan
tanah mineral di h w h tanah gambut tersebut, dan althirnyaakar-skar hanya
b i
mmdapatkan umur ham yawberada di fapisan
tanah
ggrnbut yang miskin kamna W k rnendapatp a s o h
hafa dan air tanah (Driessen dan SwprapWwrdjo, 3974; Parkyn et a!,
,
1 997).Menurut Mc Kenzia (1974) dan Soil S u m y Staff (19981, tanah organik didefinisikan sabagai tanah-tanah
dewan
katebaian 80 m dari pmukaan dan mempunyai ketebakn lapisanbahan orgmik
lebih dan' 40cm,
atau fanpa rnemperhatikanketehlan
&la berada di atas hamparan M u a n (kontak litik atau paralitlk),Sedangkan
kriteria kandungan minimum k h a n arganik tanah gamfwt adalah 20% bahan q a n i k (12% Eorganik) bih fraksi mineral tidak menganciungS i ,
&u
30% k h a n atganik (1 8% C-organik) biia frakd minerainya mengandung60% (Garnbar I).
Betdamdm lakasi
pemkntuitannya, tanah gambut dipdah mmjadi:(Et) gambuf pojlntEli &au
pasang
sunrt,
yaitu gambuf yang dominan dipengarutriokh pasang surut air faut, (b) gambut
pedalaman,
ysitu gmtsut ysng Wakdipngaruhi &h pasang surut air hut,
(GI
garnbuf pertilihan(transisi),
yaitu gambut yang terdapat diantara
gambut panhi dan gsrnbut pedalaman, (Sabiham, 7988).3s -
PI
M
w dS&m fanerh mineral
m
1
&
a a,
5
3
Y
n
5
H n n M
pasang
sum$
air hut. Gambut pedalaman dicirikan okh lapban mineralyang
adadi bavvat.1
tanah
gambutbukan
end$pan marin, dan tidak mendapat pngaruh dari air IaUf. Sedangkan gambuttransisi
dicirikan ulehfapisan
mineralyang
ads dib w a h
fanahgambut
barasal
dariendapan
marin
yangsudah
tua,dan
mendapat penwrutr air lauf dsn air tawar esungai atau payau (Sabiham, 1988). Oi
daerah
pasang suwt (ME11 zone), gambut yang umurnnya Iebifi dangkal dibandinggarnbut
p i a h m a n t e M u k di ataslurnpur
rnangrwe
dm bnrmur kbih rnuda. Secara umum, deposit gambutyang
terbentuk di daerah ini disebut sebegai gambut pant& kamna brletak diatas
endapan
marin
yang bervariasi dad segi umur dan jenis sndapannya.Fomasi
gambut di daerah pasangsum
ini berda8ahn struMur stPatigrafi dapat dibagi
dua,
yafiu IPCenf lagoonyang
mmiliki sedimm lumpur mangrove
s&ehl
3-5 meter. Zona ini berurnursekitar
g50U
tahun
yangk m s u a i a n
dsngen fakta bahwa zuna ini adafah laut dangkaldeposit gambut di atas sedirnan marin yang raiatif lebih mucia pada
zana
yang disebut sebagai ver),mcmf
IB~OOII (SaMam, 1988 dan furukawa, 1994).Kesuburan alamiah tanah gamht sangat bragam, tergantung pada
beberapa faMor (a) kestebhn lapisan tanah gambut, (b) kompsisi tanaman penyusun gambut, dan (c) tanah mineral
yang
b e d di bagian bawah lapisantansh
gambut (Andrisssro, 1974). PaQk (1949) rnmggalangirsn garnbuf ire &lamtiga
tingirat kmuburan yang didasarkan pada kmdungan P a s CaO,&O
dankadar aknya, yaitu: (1) gambut sutrufik dengan tinglsat iraburan yang tinggi,
(2) gambut msotrofik dengan tingicat idesuburan yang SEKfang d m (3) garnbut
atigotrofik dengan tingkat kesutruran yang randah (Tabel 2).
Tabel 2. Kandungan hara pad8 tiga tingkat kkburan garnbut *).
Tiingkat Kandungan (% bob& kering gambut) Kesuburan
p205 CaO
KzO
~ b uEdmfik > Q,25
Mesotroftk 0,20
-
0,25Tingginya kandungan b;itsacbasa gamW autrafik disababbn
pernkntukannya dipenganthi oleh
air
gayau (campuran airlaut
dan airsunpi').
Gambut m d r o f i k pembentubnnya dlpengaruhi oleh air sungai,
sedangicm
gambuf aligutrofik pemt>antuicPmnya dipengaruhi olsh air hujan (Leiwa kabessy , 1 978).
Gamtwt di Indonesia
umumnya
rnerupakan gambut ombragen,tenltama
garnbut pedalaman yang terdiri atas gambut tefrai dan miskin akan unsur ham,
digalong kart ke dalarn tingkat oliotrafik (Radjagu kgu k. 1 997).
genangan hujan, dimana vegetasi yang turnbutt di dasnya rnendapaf
kan
sumberham
yang miskin, b d a t oiigutrdkdsngan
dri kernasaman yang tinggi dan rendahnya kandungan unsur-unsur ham; (2) gamMfapogen
yaw tefbentukkarana adanya clepresi Iakal, mengabmi penganrh
air
W a h tanah yang dangkal, brsif&sutrupik
dengan icemasaman sedang hingga rretral wrtarnsngandung unsur-unsur taara Wang hingga tinggi,
Tanah g a r n u ombrogen dan tipe tanah gornbut fain di daerah tropika
yang
berbahanasal
-v kayu-irayuan mngandung banyak lignin, Dabmproses biodegradasi lignin terbentuk asmasam fenW dsngEtn gugus
fungsional icarbWl
dan
fenolyang
finggi sebagei sumkr muatan mgatif yangbargantung pH (Stevenson, 599.4).
Garnht yang cfiternukan di kawasan Malaysia femasuk yang ada di Sumatera dern Kalirnanfan didarninasi oleh kayu-kayuan.
Dengan
demikian karnpasisi k h a n organiknya sehgian besar adalahlignin
yang
umumnya
melebitri 60% dad h h a n kering, sedangkan kandungan komponen fainnya, seperti
wfulosa,
hsrniselulosa, dan prafein umumnya fidak rnslsbihi 11%(hiak, 1 975).
Bedasarkan
kdeiraian k h a n garnbut, Wdjaja-Adhi (1988) menggolongkan tanah yang rnmpunyai ketebaian gambut kumng dari 50cm
sebagai tanah bergambut. Selanjufnya tanah gambut &patpuia
dibedakan brdasslriran ketekhnnya, yaitu gamm daqkal (50-100an),
gmbu4 sedang(1 00-200 un), gmblot dalam (200.300
cm),
a n w b u t sangat dettam (>3QOan),
Adanya berkgai cam pengelurnpolran tersebut rnenunjukkan lrahwa sif& tanah
gambut
sangat
beragam dari gambut yang subur sampai gambut yang sang&miskin. Garnbut pedalaman k i k yang tipis maupun yang dalam
umumnya
kurang subur wdangkan gambut p a h i
yang
tipis umumnya labih suburgamht tersebut, diernukan pub sifat
urnurn
yang harnpir sama untuk berbagaijmis gambut yang antara
fain,
kanciungan M a n arganik yang tinggi, mudahmengabmi pnyusutan,
kernpafan
Iindakyaw
sangat rendah, keringimvem'b/&,
kapasitas
tukar kation sangat finggit a p
kejenuhan basa sangat rendah, kahathara
mikm
dan
sebagainya (Sawoflo, 1997).Komposid
k h a n
pnyusun tanah gmbui yang didominasi oleh ligninberkaitan
am dsngan jmisa s a m a m
organik yang dihasilkans&ma
dekmpaski. FUg, Beuteelspacfier, dm Rietz (1975) mengemukakan bahwa dari
proses
dqradasi lignin dihasilkan m m - a mfenofat,
seclangkan dadsefulasa
dan hemiselulosa dihasilkan asamasam kahksifat. S-ra ringkasOrlov (1995) menggarnhrkan
proses
dbirltegrasi liignifl dslam suatu skemhipotesis %perti pada Gamkr 2.
Bebrapa jenis asam fenolat yang umum dijumpai di dalam bahsn argafiik adalah asam pkumerat, ssam o-iturnarat, asam ghidroksi
fenilasetat,
asam fmllbutirat, asam phidroksi fenil propianat,
asam
3,4- dihidmksifenil-
propionat, asam vartiiat, asam f e W ,
asam
saiiilat,a m
gsiat, asampmtukatekuat,
dan asam siringat. Asam-asam fenofat yang palingbanyak
dijurnpai di dalam tanah adaiah hidroksibenzoat, vaniiat, fenrIa4 dan pkurnarat. Asam-asam ini &pat diekstmbi
dangan
penpMrak air, piarutarganik,
danalkali. Asam sitingat dan profokteiruat jamng di&nWikrasi dan jumbh
memka
miatif
sdikit.Selanjutnya dikemukakan k h w a
asamasam
fenalat dapat rnengfiarnht 50 %Cari hasit peneiitkn Safampsrk (1999) di Kalirnantan
Tengah
dilaparican bahwa konsentmsi asamasam fern& tertinggi d i p d e h pada bnah gambut pedalaman (Bsrenghngkel) disusui gambut trans& (Samprt) dan pasangsurut
(Samuda).
Pada
urnumnya
tanah nrempunyai dua tipm u a n
permu-n, yaiiu (1) muatan variaW (brgantung pH),yang
akan b r u k h &lo tejadi pmbahan pf-ftanah,
dan muatan ini tempat pada tsnah mineral dan tan& arganik; (2) muatanprmansn (tidak bwganfung
pH)
yang dihasilicsn dari p m s substitud isomorfik ion,dan
muatan ini dirnilikialeh tanah
mineral (Himem, f 905 ;De
Baadtef
a].,1990, Anderson dsn Sposita, 1992), Pads tanah organik
didominad
oleh muatan variabi, dimana muatan mgatif b r a d dad gugus karboirsil dan fend yang tesrdiwsiasi, dan muatan pasitif dihasilkanaieh
p m s prafonssi (De Boo&ef
a!.,1980, dan Tan, 1998).
Ion
H4
dan OW yaw m e n y e b a b h timbulnya muatan permuban juga brperan dalam penmuan potensiaf perrnukaan iistrik, OleR karena itu, #n H"dan
OH-
disebut sekgai im penentu potensial, Muatan peimukaan hmih a k n menjadi not jika kernpatern muatannegatif
sama dengan kerapatar~muatan
posit#+ Niki pH saat terjadinya ke&araan muatanmuatan fernbut disatrut titik
iso dehik
atau
muatan
tifr;k
#d
(Duquette dan Hende~shot, t 993; Tan, 1998).Dap4 pula dinyatakan hhwa
P C
adalah suatunilai
pH dirnanakapasitas
tukar Itationsetara
dengan Impasitastukar
anian. Dafamha1
ini iratian dananion
a h n dimtensi pada jumlah yang sama aieh tanah (Wacfa dansehliknya akan tejadi penumnan kapasitas tukar katbn (Duquette, 1993 dan
Sakurai,
?989b),Berkaitan dengan muatan permuhn ini, Naganuma @t a/. (1993)
melaparkan
k h w a muatan fiik nof garnixittropika
dafi Malaysia (Ayer Babi) danThdlnnd (Bacho) lebih rendah dari nilai
pH
tanahyang
sesungguhnya (on$inai) yaitu terjadi pada nilaipH:
3,31 (Ayer Bald) dan pH: 3,52(-1
seperfi
terfihatpada Germbar 3.
Earnbar 3. Muatan pemukaan dan rnuatsrn titik
nai
( P C )
tanah gambutAyer Barn (A) dan Bacha
(B).
Menund
Naganurna et 81. (19931, perbedaan nilai ZPCfersebf
disebabksn oleh perbedan Iakasi dan jenis veg-si. Jsnisvwetasi
yangberbeda akan menghasdkan k h a n penyusun tanah gambut
yang
b e M a danNilai pHzw merupakan
satah
satu krakteristik kimia tanah gambut yangberkain dengan sifat inherent tanah gambut itu sendiri. Siat inherent fanah garnbut rnenrpakan sifat gmetik tanah gambut yang dipengaruhi uleh asam-
asam
organik yang tarkandung di ddamnya. A~~ ofganik ternbutbrasai dad hasii pangursian k h a n arganik, h i k kmpa IIgnin, seiuiwra maupun komponsn psnyusun gambuf lainnya. Komponen pnyusun pmbut ini dipmgaruhi oleh vqptasi pa& tanah gmM tersebut, yang airan mempenganrhi kandungan dan
jeniii
asan orlganik* Perbdaan kandungan danjsnb
amm oiganik
akanmenyebarn
prbedaan &fa4ianah
garnbut, salah satunya adaiatr sifat kemaktifan tanah gembut ternbut (Hayes et a/., 1984; MacCarty ert a/., 1 990).Setanjutnya hasit-hasil penelitian yang berkaitan dengan adsorpsi anion,
khususnya
tentang
erapanP
pad#permukaan
kulaid inorganikblah
banyak dilaporksn
antara
lain ofah Arner,Msfimoud,
dan a b e t (1985);Sanyal, De DWa, dan Chan (1993); Yuan dan
Lavkulch
(1994); Agbenindan Tisssen (1 995)- Mereks mnyimpulkan hhwa aMifdas permukaan sangat ditentukan deh muatan pmukaan dan
Iuas
p e m u h n yang okan mpengaruhi p m erapan stau retentiP
padapmukam,
Bib WensiP
dam
diingkatkan, diharapkan serapan P alehtanaman
a h n kbih tinggi, sehinggaefisbnsi
pemupukanP juga
meningkat. Dari hasii pendtian Sanyaf et ei. (1993) pada tanah-tsnah masam cli Asia %Wan dan Ttwtggara dilaman hhwa terdapeat k m W negatif antam etapanP
d q a n kotoidyang
diorninasi oleh m m n n-.Konsep
&sat Pmbentubn Senyaw KmpieksPembntukan kumpkks ( m p h x bmab;on) mempakan suatu m k s i
figan semi donor pasangan &&ran. Suatu Swan d a m tserupa anian
(CP, R-CH&UU) atEtu suatu d e k u i (NH,). Ion Fogam briaku %kg& kation
pusElt yang dikellingi &h ligan. dumlaf! ligan tsrkoordinasi pada atom pusa4 yang diseht biieangan koordinasi; M g a i contoh biiangan kaordinasi senyswa
kompkks (Co(NH& oldalah enam,
PtsmBentukan kom- mu
kh-
dapatbrsifaf unideniat,
yaitu apabik sUElfu mkkd ligan Mkeatand-n
satu icatiwt, sedangltan tridentat,tricfentat,
ietmdstM, atw
pentadentat
apEnbiia mOIektlirian
W n g - m d n g s-nyak dua, tiga, mpat, atElu fimatser2kabn
dengan
lrstEanyang
m a . Pmbentukm kompleks antara m&kui m n i k denganEon
bgam yang mmbntuk IsMh dad satu lkatsn biaganyaakan
mningkatkan kesfabikn kompkks tersebut( M c b r e n
dan Crawfwd (1 973);Tan, (1 998). Bahr~,
Mc
Neal,
danO'Cunnar
(1 57913); Menlich(1985);
Sfevensan
(1994), mengemulrakan bahwa kation-kafion paliwlen s-rticS,
z#,
A/@, ~e?3+, cendenrng memtmtuk iiratPjin palidentat yang menempatiposisi dua atau kbih
i-n
dengafi katiokkatian fewbut. Cantah S U ~ ~ U mksi pembentuhn kheiat sederhana munodental (a) dan Mendat (b) seperti pada Earnbar 4.Menunrt Stevensan (1 9941, kation-katioxl yang terlibat dalam psrnbentukan
senyaws kumpleks
atau kelat dan kaitannya denganunsur
hara bagitanaman
dapat digolongiran
ke
dalam tiga kekmpuk, yaitu:I. Kation-katian
yang
esensial k g i tanaman, fetapi fidak mmknhiir ikatankmtdinasi
dengan ligan organik, yaitu K',Na',
~ a * , kIg2'.2. Kation-kation
yang
esmski bagi tanamandan
mampu rnembmtuk ikatankooniind dengan
figan
arganik, yaitu Cua,z~I*.
~ n * ,F@,
~ e * ,c@.
3. Katiardtation yang M u m dikatshui krngsinya
m r a
j h s bagi tanman, tetapi dapat t@mkumulasi dan mernbenfukkompleirs
dewan wnyawaorganik, yaitu AI3:
NP,
pb2*, ~ d * , i-fgz*.Dad heberepa h a i l penditian yang tekh diiakuksn R h i m (1995); PraWyo (1596); Saragih (1996); dan Salarnpak (1999) dilaporkan hhwa kafim
CU*, 2n2*, Na", A#@,
F#,
dan ~ e ~ +dam
mengumngi penganrh bumk asam- asarn organikmefalui
mekanisme erapan kation pada tapak reaktif gambut m&lui pernbentukansenyawa
k m p h k s . Deqan dmiirian adanya fenomnaikatan antara ion logam d m senyawa organik mmungkinkan bebrapa katian dapat dirnanfaatkan untuk mengendalikan maMivis
asam-asam
fenolat whingger ticfair mernhhayakanfanman.
Msnunrt
Prasetyo (1996) W o nCu
dan
Z ~ I rnengurangi pengaruh buruk dari asamasam fenotat dan kaFboltsilat bebas dprfarntanah
embut. KemampuanCu
rnenekan
asamasam
arganik kbihtresar
daripada Zn, Pemiitbn Naganuma dan Okazaki (3992) pa& gambut di Mafaysia dan Thailand menernukan bahwa nilaierapan
maksirnurn Cu > srapan En. Tingginya erapanCu
menrpakan krngsidari iremampuan unsur tersebut yang bbih kuat dafam rnemkntuk k h W . Erapan maksimurn Cu dan Zn meningkat dengan smakin tingginya kansentrasi
Pada garnbut Malaysia, pada pH 4.2, erapan maksimum masing-masing
addah 0,843 mmai Cu/g dan 0,7111 mmol a / g ; sedangkan
pada
pH 5,5adalah
1,4Q mmul Cdg
dan
1,14 mmol Znlg. Pada gambut ThJtand, pada pH 5,serapan
maitsimum masing-masing addah 0,769 mmd Cu/g dan 0,192mmot
Zdg; pada pH 4,2 srapan mksimurn
Cu
0,175 m m i Cu/g, seciangkan Zn padapH
4,2 tidak difaporkan. Kation Cuterelrap
menduduki rataptilta 80% dad muatanparmukaan
(surface
cAarge3) yang ada,sementara
Zn
bemrfasi 22430%(Naganuma
dan Oka;;aid, 1992). Oari hasif penditian M 5 8 n d r a v a (1 987 d a i m&lampair, 1999) rnenunjuirican bafiwa erapan mksirnum f8* pads asam fulvat
dan
asam
humatsdalafi
250 mglg dan 50-
150mwg;
sedangkan erapan mairsimurn~ 1 3 *
pada asam fulvat dan asarn humat adalah 140 mglg dan 27-
55 mg/@Hasil pnelitian Rachim (1995) pads tanah gambut Air Sugihan Sumakra Selatan menunjukkan khwa erapan
kation
rnsngikutj pola:~ 1 3 '
> ~ e * > CU*,dengan nilai erapan rnaksimurn A{", ~ e * ,
C#
krtunrt-tunrt adahh seksar12 61 1, 12 31 9, dan 15 537 pg/g
atau
1,40, O , S , dan 0,49 d g . tlasil penelitinSa~agih (1996) pacfa tanah gambut Jam& menunjukkan kirwa kapasltas erapan
fe3* d q a n senycawa org~lnik addah yang paling icW di
anbra
tujuh kation yang d W i dengatr unrtan sebagai M k u t ~ e * > F# >AP
> C$ >CaZ*
>&In2*
>Zn*,
Mihi erapan maksimum ~ e * dan
AT
bertunrt-brut adaiah s e b e ~ r 23 706 dan 4 500 p@g atau 1,2? dan O,5 m d g . Secara umum jumlah ~ e * tererap padaHubungan Antam Pernbbsan
W
dengan Empan fe3*
Proses erapan kation ~ e *
akan
mmyebabkan tetjadinya pnurunanpH.
Tejadinya
efek
penurunan pH akibai pnambahan M nmerupakan sabh sakiiMihsi dihbaslmnya H' @dun Wwse) ke dalam larutan tanah. Smakin
tinggi
kummimi
k@seimbangan irationmu
samkin
tinggi c h i s kationyang
diberih,
maka
m a k i n turun pH,&u
konsentrasiHH'
m i n g k a t f b b e r t danVanderddm, t991). Ion
H
'
d i b h k n dad gugus fung$onaCCQOH dan -OH atau komphks jerapan d&m gambut. Oengandemikian
jumbh ion H' yang d i b b a h n tersebut &pat msnggambritan kmampuan kation mendesak ti4. 8esarnya jumlah H' yang dibefsasitan dibagi dengan niiai srapan rnaksimummasing-masing katiun mengindikasikan
kunsentmsi
ionH
'
yang
dibbskanks
dahm
lamtan
fanah pada keadaan erapan maitsimum dari masing-masingkMm.
Walaupun pH awd di antara gambut k r k d a - k d a , *etapi jumbhion
H"yang dibakskan krsebut dapat mmggamhrkan kmampuan kation
untuk
mendesak ion
.
H
'
PenelRian Saragih (1996) pa&tanah
gambut Jam&, mdapafkan dats efekpnurunan
pti dm kansentras'r H' akibat p e m M n ~ a - 533,33 ppm sew pada Tabel 3.Be&-n dengan adsurpsi ~ 8 % dan pernbbasm ion M' ini Lindsay (3979) m n g m u k i t a t ~ bahwa bsarnya
H
'
yang d i b e h k a n a i r i adsorpsiF$",
selain krasal dari ionisasi gugus fungsional, juga disurnhngkbin oleh1
Fibrik 3,50 2,45 3,2321
1
Hemik 3,50 2,50 2,8461
1
Fibrik 3,45 2,38 3,8141
man
fpantai)Hemik
Saprik 3,28 230 2,637
*) Sumber: Saragifi (1996)
") Ketmngan:Kisaran pH diukur pada tanah tanpa dan denganpembfian fe* (533'33 gpm)
mangganggu kestabifan kmplsks Fe=fm&d
pada
fibrik dan hemik, sehinggakestabihn empan ~ e * krkurang.
Unsuf
ham fosfar
fP) hrsarna-sama dengan N dan Ktergolang
ke dalsm unsurhara
h m a . FWor ferdapat di dalam setiaptanaman,
walaupunjumlahnya tidak sebanyak N dan
K
(Ma~schmr,
1995). Unsur ini terufama diserap tanaman dalam kntukortofosfat
primer, kPO4+. Menyusul kamudian datam bentuk HPU~'. fenyerapan kedua macam kntuk ion ini aleh tanaman 'Respons
tanaman terhadap Pyang
dibgrikan daptat diamati dan diwjaridengan
cam
biasa (konwnsional). Untukmempekjari
efisiensi pemanfaatan Pdari pupuk,
dan
mnefitukafl berapmian
dati pupuk yang dibetikan briar- m a r dlserap tanaman dan dimanfaatbnokh
tanaman
untuk pertumbukn dm pricerntdangartnya,Ranya
dam
dilacak dangan taknik rad-p (Vow ?98Q;Laad
an
Martin, 1984; Zapata, 1987). Lebih!anjut
dijelaskan aleht'
Annun- (1987)dan
Zapata (1987)bahwa
d e w n teknik radiohutup ini dapat dihitung ham jadngan tanamanyartg
b r a d daripupuk
cfanyang
bemidari tanah.Msnunrt Vow (1980); Menzd dan Smith (1984), i m p adalah
atmatam
suatu unsur yang
sama
teta@ masanya b e m a . Termino&idad
radioisotopadatah isotop yang intinya dalerrn
keadaan
mbil dan brdisintegrasi ~ r as p t a n memstlcarkn radiasi. isatop buatan
atau
radoisotope pacla urnumnya dibuatcialam
suatu reairtornuklir.
Pupuk TSP dan SP-36 betlabel 3 2 ~mrupakan
isatop buatan; inti atom P-nya bets#& tidak stab1dan
memanmfhnBAHAN
DAN
METUOE
Tempat dan Walrtu
Penelitian ini dilaksanakafi di Labratorium Kimia dan Kesubumn Tanah, Deprfernen llmu Tanah dan di Rumah Kaca,
Fakuffas
Pertanian,
iP8. Untukanalisis serapan P tanaman (%?) d i I W n a h n di Labratariurn
Tanah
d m NutrisiTanaman, Pus& Pengkajian
den
Pengembangan Teklwlogi fsotap RadLsi(P3TlR) BATAN, Jakarta. Pdaksanaan pndltian dimulai pada bubn April 2000
samw bulan Juni 2002.
PenMan ini dilakukan dahm dua bagian prcobaan, yaau percobaan di laboratoriurn dan penohan di mmah kaca. P e m h n di labo'k4orium
ditujukan untuk penetapan nilai ZPC tanah dan pengukumn erapan ~ e * . Psrcobaan di rumah k a a difujukan untuk pengukuran wrapan
P
tanaman
dan eaiisiensi P.Pengambihn Contofi Tanah
Cantah
tanah untuk genetapan nilai ZPC dan pengukutan empandiambif dad Jambi dan Kalimantan
Tengah
pada tiga kksi pembntuiran gambut yang mewakili gambut pantai, tmnsisi, danpedalaman
dengan tigatingkat dekomposisi gambut yaitu saprik, hemik,
dan
fibrik. Untuk Jambi, cantohfanah
diamMf dari d a m h Lagan, Dendang,dan
Kurnpeh, wdangkan ufifuk KalirnanfanTengah
diambil dari Sarnuda, Samprt, dan Berengbengkel masing-PETA SlTUASl
DAERAH KALMANTAN TENGAH Skala : 1 : 3.0QQ.000
U
t
u . 4 piaetttaprrps+a rm*Pemntuan
lokasi pewlitian didasarkan pada karakteristik tanah garnbut,Earnbut
pasang
surwt (pantai) diciriksnfi oleh lapisan tanah mineral yang ada dibawahnya
berupa endapan marin yang baru(mcent
lagoon)
serta
dipenganrhiolsh pasang sum erirkut. Tanah garnbut transisi
dicitikan
okhtapisan
mineral yang ada di fmmh tanah garnbutmemgakan
endawn mrin yang suclahfua
dan mendspat penganih air lsut dan
air
tawar sungai (payau). Sedangkan tanah gambut pedalam Wrikan deh fapisan tanah mineral yang ada di bawahnyabukan
k m p a
endpan marin, karena %ma sekali tidak mendam penganrhpEtsElng
surut
air hut,Pengambihn contoh tanah pada tiap l o h i dihitukan m r a ventikal,
brturut-turut dari hpisan atas
ke
bawah untuk tifigkaf dekmposisi saprik,hernik,
dan fibrik (Tabei 4), Deskripsi pMl disajikan pada Tam Larnpirzjln 1 dan Tabel Lampiran 2.Tabel 4. Pengambitan confah
tanah
pada krbagai tingkat dekompasisiPengarnfiilan contoh tanah untuk brbagai tingkat dekwnposisi tersebut
difakukan dengan pengebran di setiap lakasi penetitian. Untuk
mnentukrtn
masing-masing tingkat deicmpasisi di fapangan difakukan analisis indeks
pimfosfat. Penetapan wama dilakukan dengan mernasukkan kertas saring ke pasta tanah gambut dshm larutan Na girofasfat. Kemudian ditetapkan w a r n value dan kruma yang dinarnakan indeks pirufusfat (1.P). Indeks pirofosfat
dan
kmma (IP=
value-krorna) padabuku
pedoman wama tanah Munseil. Nilai IF 2 5 menunjukkan k h a n fibrik danIP
5 3 menunjukkan k h a n wprik. Niiai 1P untuk k h a n tremik terletak di antara kduanya.Penetltuan NifaElt ZPC Tanah
Untuk penefapan nilai
ZPC
ini diiunakanmetale
Schukhs dan Sparks(1 986) yang dimotjifikasi obh Naganurnn et a!* (1 9931, PmSecjur kerjanya adalah
sebagai berikut:
Ssbanyak kira-kira 1 g tanah Wars bbat kerlng wen tO5'C dirnersukkan
ke
&lam botd pdetibna 100 mi dan ditambahkan 5 mi NaCQ masing-msing untuk kansmtrasi 0,1; 0,01; dan 0,005M.
Uniuk mendaptkan variasi bebrapanilai pH ditarnbahiran 0,05 M HCIU4
&u
0,05 MNaOH masing-masing untuk 6 sarnpei dengan pnarnhhan HCIU4 (asam)dan
6 sampei dengan penamkhan NaOU (barn), yaitu sebanyak: 0; 0,2; 0,4; 0,B; Q,8; 4,O mi. Volume suspensi diwirupkan menjadi 50 ml dengan r n e m k h k a n akuades.Perlakuan
yang sama juga diben'kan untuk bfanko (fanpa sampd tanah). Setiap perhituan dibuat dua ulangan Setelaft itu cetmpumn dikocok sdama 12 jam dahm ruangan suhu kamr kemwfian diukur pH suspensi dan dibuat
kunra
pH hubungan antaraasarn
atau basa yangditarnbahkan.
Sebnjutnya suspensi disenfrifusi dan disaring, Tarakhir fiitrat diitmi dangan larutan asam (O,O5M
HCIU,) ataubasa (0,05
M
NaQH) sampai mencapi nilaipH
tertentu yang telah dltetapkan. T h s i dengan asam unfuk suspensi yang d'imbahkan basa dan titrasi dsngandan Sparks, 1986) :
Penunman rumus: (Parker et a[., 1979; Schufthess dan Sparks, 1986)
EfeMron@Wtas -9 C
m-n
I+)
= Z; muatan(-1
QH'+
C/O4' +
n-=
El*+
Na4+
positif (pasitif-neg- =OH"
+
C f 0 4 ' - H'-Na"putensial psrmukaan
dengan
muatan pennuitam, Menggunakan persatmanNemst, potensiat pmukaan dap& dikoretEtsikan dengan konsentrasi ion
percd>aan adabh H4 dan OHw.
Na'
dan C10i d a m p indmmnt padapermukaan dan Wait hmicsi sehgai PDI. Jadi, adsorpsi )I" atau O H pacfEl
persamaan d M m dengan petsaman Gouy
-
Chapman:q
=
konsentrasi~mlif SjmtafrisE
=
permitivibsrdatidari mediumT
=
suhu
absdutk
=
konsknfaBokmn Z=
voiurneioniawan e=
muatan elektronilcLV,
=
potensiai p e m u h nUntuk potensiaf prmukEIEtn
t a p ,
hubungan antara kunwntrasi PDi dan %=
((icT/;re) In C/C,C
=
komttasidari PDIgo = ( ~ ~ T E ~ I x , sinh
(z)
o, = @ ~ T E ~ / X ) % sinh
{
Ze[
-In-
:)A,]
oo = ( Z ~ T E ~ / ~ ~ sinh 2
o, = ( 2 k ~ ~ q l x ) ) : sinh
(-mc.
- ( - l n ~ f )
20, = ( 2 k ~ c ~ l n ) g sinh (1.15 (pH,,-
pH)]
Jika pH
=
maka a*=
0Pada pf4 ferterrtu yang > pHwc,
Bila
difingiratkan Itonsentmi d e W i t , q,pi&, o,5, pHipc. j+o, dan pada pH sMual (di lapang) pnefapan kuma erapan ini digunakan metode Fox dan Krtrnprath yang dirnodfifilrasi oleh WidjabAdhi, Sikra den fox (1 990).
Sejumiah m t o h tanah gambut
yang
Wars dengan 4 g bubo4 kering wen 105'C ditirnhngdan
dirn~tsukkan ke dalarn&bung
pIastikukumn
200 mi.0.13
M
CaChdalam
65 mi larutan(volume
farutan Webh dikd perlakuan danakuades)
sehingga dipemhh kansenfrasi akhir O,Qt M CaCI2. Untuk mernpmlehnilai pH yang diinginkan ditarnkhkan 0.05 M Na0i-f
atau
0,0