• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN KODE ETIK JURNALISTIK OLEH SURAT KABAR KRIMINAL Analisis Isi Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik Pada Surat Kabar Memo Arema Edisi 13 1 Agustus 2007

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN KODE ETIK JURNALISTIK OLEH SURAT KABAR KRIMINAL Analisis Isi Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik Pada Surat Kabar Memo Arema Edisi 13 1 Agustus 2007"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

The research used quantitative approach, where contain analysis principle applied was 

objectivity. The research analysis unit was criminal news headlined Memo Arema at August 1st  – 31st 2007 edition with each headlines as measurement section. Categorization based on  Journalism ethic code section 1, 2, 3, 4, 5, and 8. 

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak berita yang melanggar Kode Etik Jurnalistik, khususnya Pasal 4 dan 5, dalam rubrik Siantar Raya harian Siantar

Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik (KEJ) pada Pasal 3 wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang

Pelaksanaan etika pers terkait Kode Etik Jurnalistik oleh wartawan surat kabar Lampu Hijau terbagi ke dalam beberapa poin seperti penerapan, pelanggaran,

Kecenderungan dari isi berita foto jurnalistik tentang peristiwa bencana erupsi Gunung Sinabung 2014 dalam penerapan Kode Etik Jurnalistik Indonesia dan teknik penulisan caption

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi pesan tentang pelanggaran kode etik jurnalistik dalam perspektif Islam terhadap serial drama Korea HUSH

pelanggaran yang dilakukan oleh wartawan dan media massa terhadap Kode Etik Jurnalistik, seperti penggunaan sumber imajiner, memuat identitas foto pelaku dan korban

Uji reliabilitas untuk pelanggaran kode etik jurnalistik pada pasal 2 (poin 1) yaitu wartawan tidak profesional dengan tugasnya seperti: tidak menunjukkan identitas

Setidaknya ada sebeles 11 pasal kode etik jurnalistik yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers sebagai pedoman dalam menjalankan profesi sebagai jurnalistik.. Sebelas 11 pasal tersebut