• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Situasi Ketahanan Pangan ( Studi Kasus : Propinsi Sumatera Utara )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisis Situasi Ketahanan Pangan ( Studi Kasus : Propinsi Sumatera Utara )"

Copied!
141
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS SITUASI KETAHANAN PANGAN

( Studi Kasus : Propinsi Sumatera Utara )

NILA IMELDA NABABAN

010304005/SEP

DEPARTEMEN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN

FAKULTASPERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2006

(2)

ANALISIS SITUASI KETAHANAN PANGAN

(Studi Kasus : Propinsi Sumatera Utara )

NILA IMELDA NABABAN

01030400S/SEP

Skripsi Sebagai Salah Satu Tugas Untuk Memperoleh

Gelar Sarjana di Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara

DEPARTEMEN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN

FAKULTASPERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2006

(3)

Pangan

Ketahanan

(Jr. Hasndungan Butar-Butar, MSi.)

Anggota

Situasi

Disetujui Oleh

Komisi Pembimbing

Analisis

Sosial Ekonomi Pertanian

Agrobisnis

( Studi Kasus: Propinsi Sumatera Utara )

Nila Nababan

010304005

Jr. Luhut Sihombing,

MP.)

Ketua

Departemen

Program Studi

NIM

Nama

Judul Skripsi

Tanggal Lulus : 18 Maret 2006

(4)

RINGKASAN

NILA NABABAN (010304005 / SEP) dengan judul skripsi "ANALISIS

SITUASI KETAHANAN PANGAN" dengan studi kasus propinsi Sumatera

Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2005 dan dibimbing oleh Bapak

Ir, Luhut Sihombing, MP sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir,

Hasudungan Butar-Butar, MSi sebagai anggota komisi pembimbing.

Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling azasi, sehingga

ketersediaan pangan bagi masyarakat harus

selalu

terjamin. Manusia dengan

segala kemampuannya selalu berusaha mencukupi kebutuhannya dengan berbagai

cara.

Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah

tangga yang tercermindari ketersediaan pangan yang cukup, baikjumlah maupun

mutunya, aman, merata, dan terjangkau. Ketahanan pangan merupakan hal yang

penting dan strategis. Berdasarkan pengalaman di banyak negara, menunjukkan

bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat melaksanakan pembangunan secara

mantap sebelum mampu mewujudkan ketahanan pangan terlebih dahulu.

Belum

tercapainya

kecukupan

pangan

di

tingkat

individu

dapat

menimbulkan

kerawanan

pangan.

Kerawanan

pangan

dapat

disebabkan

ketidakmampuan dalam memperoleh pangan yang cukup, yang terjadi karena

ketidakstabilan

harga,

ketidakstabilan

pendapatan

rumah

tangga,

serta

ketidakstabilan produksi pangan di wilayah tertentu. Oleh karena itu, dengan

penelitian ini dapat dilihat sejauh tingkat ketahanan pangan di Propinsi Sumatera

Utara baik secara makro dan mikro.

Metode

sampling

yang

digunakan

adalah

secara

purposive,

yaitu

penentuan daerah dan sampel dipilih dengan berdasarkan pada pertimbangan dan

tujuan tertentu. Metode anal isis yang digunakan yaitu metode deskriptif. Dari

hasil penelitian diperoleh hasil sebagai berikut :

I.

a. Jumlah kebutuhan beras sebagai bahan pangan utama di Propinsi Sumatera

Utara selama tahun 2000-2004 mengalami peningkatan. Kebutuhan

rata-rata beras sebesar 1.654.834 ton dengan tingkat pertumbuhan 1,35 persen

per tahun.

b.

Jumlah kebutuhan bahan pangan penting di propinsi Sumatera Utara

selama tahun 2000-2004 mengalami peningkatan. Kebutuhan rata-rata

jagung sebesar 750.000 ton, kedele sebesar 52.560 ton, sayur-sayuran

sebesar 431.439 ton, buah-buahan sebesar 107.860 ton, daging sebesar

107.918, telur sebesar 135.690, ton, ikan sebesar 351.652 ton.

2.

a. Jumlah produksi beras di Propinsi Sumatera Utara selama tahun

2000-2004 tersedia untuk memenuhi pangan masyarakat. Produksi beras

rata-rata sebesar 2.121.120 ton dimana jumlah ini jauh lebih besar daripada

kebutuhan rata-rata pangan sebesar 1.654.834 ton.

b. Secara umum jumlah produksi bahan pangan penting lainnya di propinsi

Sumatera Utara selama tahun 2000-2004 tidak tersedia karena belum

mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Namun kelompok

(5)

buah-buahan dan sayur-sayuran jumlahnya tersedia karena produksi

rata-rata bahan pangan tersebut Iebih tinggi daripada kebutuhannya.

Rata-rata produksi jagung sebesar 668.269 ton, kedele sebesar 11.319 ton,

sayur-sayuran sebesar 1.172.165 ton, buah-buahan sebesar 886.874 ton,

daging sebesar 102.623 ton, telur sebesar 135.110 ton, dan ikan 415.186

ton.

3.

Secara umum neraca ketersediaan (produksi) dan kebutuhan pangan tahun

2000 - 2004 menunjukkan keadaan defisit. Komoditas pangan seperti beras,

sayur-sayuran, dan buah-buahan mengalami surplus. Sementara komoditas

jagung, kedele, daging, ikan, dan telur mengalami defisit. Kondisi defisit di

Propinsi Sumatera Utara ini mengindikasikan kebutuhan impor dari Propinsi

/ Negara lain.

4.a. Ketersediaan kalori dan protein pada tahun 1999 dan 2002 sudah melampaui

ketersediaan yang dianjurkan. Pada tahun 1999 ketersediaan energi dan

protein masing - masing adalah 3562 Kkal/kap/hari dan 68,9 gr/kap/hari.

Pada tahun 2002 ketersediaan energi dan protein adalah 35 16 Kkal/kap/hari

dan 75,1 gr/kap/hari. Konsumsi energi dan protein pada tahun 1999 dan

2002 masih jauh di bawah konsumsi yang dianjurkan. Pada tahun 1999,

konsumsi energi dan potein adalah sebesar 1961 Kkal/kap/hari dan 52,4

gr/kap/hari sementara pada tahun 2002, konsumsi energi dan protein

mengalami peningkatan yakni 2050,83 Kkal/kap/hari dan 55,34 gr/kap/hari.

Keadaan ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara ketersediaan

dan akses dalam memeproleh bahan pangan.

b. Harga bahan pangan pokok selama tahun 2002-2004 cukup bervariasi. Bahan

pangan yang mengalami fluktuasi harga cukup signifikan yakni cabe merah,

gula

pasir,

dan

minyak

goreng.

Fluktuasi

harga

yang

tinggi

mengindikasikan adanya keterbatasan masyarakat dalam mengakses bahan

pangan tersebut.

c. Rata - rata balita yang mengalami gizi buruk setiap tahunnya mengalami

kenaikan. Pada tahun 200

I,

rata - rata balita gizi buruk di Propinsi Sumatera

Utara sebesar 9,43

%,

pada tahun 2002 sebesar 11,85

%

dan pada tahun

2003 sebesar 12,18

%.

Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat

kesenjangan dalam penyediaan dan akses untuk memperoleh bahanpangan

yang dibutuhkan.

5.

Faktor - faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan dari

SISI

penawaran antara lain berkurangnya luas panen;masih rendah tingkat

penerapan teknologi,nilai tukarx petani yang rendah. Faktor - faktor yang

dapat mempengaruhi ketahanan pangan dari sisi permintaan antara lain

tingkat pendapatan riiI masyarakat ; fluktuasi harga.

6.

Masalah yang dihadapi dalam ketahanan pangan terdiri dari masalah dalam

penyediaan,distribusi,dan konsumsi. Kebijakan yang dilakukan pemerintah

dalam memperkuat ketahanan pangan anatara lain kebijakan pemeliharaan

dan

peningkatan kapasitas

produksi

pangan nasional,

pengembangan

ketersediaan pangan, pengembangan distribusi dan aksesibilitas

pangan, dan

pengembangan konsumsi pangan.

ii

(6)

RIWAYATIDnUp

NILA NABABAN,

lahir pada tanggal 10 Mei 1983 di Jayapura, sebagai

anak ke empat

dari

empat bersaudara dari ayahanda

Ir.NH.Nababan

dan ibunda

(Aim) Ir. R. Sinaga.

Pendidikan yang pemah di tempuh penulis adalah sebagai berikut :

I. Tahun 1989 masuk Sekolah Dasar di SO Negeri 10 Bairopite DiH

Timor-Timurtamat Tahun 1995.

2. Tahun 1995 masuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di SLTP Pangudi

Luhur Jakarta tamat Tahun 1998.

3. Tahun 1998 masuk Sekolah Menengah Umum di SMU Tarakanita

I

Jakarta tamat Tahun

200 I.

4.

Tahun 2001 diterima di jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas

Pertanian Universitas Sumatera Utara melalui jalur UMPTN.

5.

Bulan Juli 2005-Agustus 2005 melaksanakan PKL di Hutatoruan 4

Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara.

6.

Bulan Agustus 2005 melaksanakan pcnelitian skripsi

di

kota Medan

Propinsi Sumatera Utara

ii

i

(7)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yesus Kristus,

benteng dan gunung batuku, penguat di saat aku letih, sahabat setia yang selalu

menemaniku dan pembimbing terbaik dalam menyelesaikan studiku hingga

penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

Adapun skripsi ini berjudul

"Analisis Situasi Ketahaoan Pangan di

Propinsi Sumatera Utara"

yang merupakan salah satu syarat untuk dapat

menyelesaikan studi di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian

Universitas Sumatera Utara.

Pada kesempatan

ini,

dengan

ketulusan

hati

penulis

mengucapkan

terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

1.

Ibu Dr. Ir. Luhut Sihombing, MP, selaku Ketua Komisi Pembimbing.

2.

Bapak

Ir.

Hasudungan

Butar-Butar,

MSi,

sebagai

Anggota

Komisi

Pembimbing.

3.

Bapak Ir. Lily Fauzia, MSi., selaku Ketua Departemen SEP,

FP-USU.

4.

Seluruh StafPengajar dan Pegawai di Departemen SEP, FP-USU.

5.

Seluruh Instansi yang terkait dengan penelitian ini, atas bantuannya selama

penulis mengambil data penelitian.

6.

Ir. Thomson Sebayang,MP, selaku dosen penguji.

7.

Ir.

HA

Efcndi

Lubis,

kepala Badan Ketahanan Pangan, sekaligus dosen

penguji.

Segala hormat dan terima kasih secara khusus penulis ucapkan kepada

Ayahanda

Ir. NH Nababan

atas kasih sayang, motivasi.kesabaran.doa yang tiada

henti..

I

love you daddy. Juga buat kakak dan abangku,

Ka Eunice Selvinia

Nababan, Bang Andri Sahat Mulia Nababan,

dan

Bang Erick Tobok Gokasi

Nababan,

atas

doa-doanya dan

'nasihat'

buat

adikmu

ini

serta penulis

iv

(8)

rnengucapkan terirnakasih kepada keluarga besar Nababan dan Sinaga.

Terirna

Kasih juga kepada

Donald Persadaan Ginting

'my Tore Kong' atas doa,

kesabaran, motivasi, dan penyernangatku dalarn rnenyelesaikan skripsi ini, thanks

for not let me alone, 1thank God for you nal.. seluruh ternan-ternan

SEP'OI, Lina,

Okvita, Vivi, Nenny, Vera, Evi, Puspa, Savtira, Uin, Yuan, Naomi, Putri, Ayu,

Marsela, Artha, Astri, Albert, Edison, Yandi Romulus, Berry, Muek, Brando,

Fuzy, Azis, Ikmal, the last but not least Martina RV Harianja,

dan semua

teman-ternan departemen SEP yang tidak dapat disebutkan satu persatu, juga kepada

adik-adik kos yang sudah rnenjadi keluargaku

Rettha, Nana, Sanny, Fanti,

dan

Wasti,

makasih ya dek atas doa dan kasih sayang untuk kakak.

Akhimya skripsi ini kupersembahkan untuk (

Aim ) Ir. Rumondang

Sinaga,

mamaku, yang sangat kucinta, borumu sudah jadi sarjana pertanian

Mom..Terima kasih atas kasih sayang yang sudah Mom berikan kepadaku selarna

rnasa hiduprnu.

Sernoga skripsi ini

berrnanfaat.

v

(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)
(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)
(107)
(108)
(109)
(110)
(111)
(112)
(113)
(114)
(115)
(116)
(117)
(118)
(119)
(120)
(121)
(122)
(123)
(124)
(125)
(126)
(127)
(128)
(129)
(130)
(131)
(132)
(133)
(134)
(135)
(136)
(137)
(138)
(139)
(140)
(141)

Referensi

Dokumen terkait

Ahmad Iqbal : Analisis Pengaruh Beberapa Variabel Makro Terhadap Laju Inflasi (Kasus Di Propinsi Sumatera Utara Tahun 1990-2006), 2008. Variabel independen investasi, ekspor,

Julita : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Inflasi di Propinsi Sumatera Utara, 2005... Julita : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Inflasi di Propinsi

Budi Alamsyah Hasibuan : Analisis Faktor-faktor yang Menentukan Besarnya Subsidi Pembangunan di Propinsi Sumatera Utara, 2006... UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Hotmaida Veronika Samosir : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Terhadap Permintaan Telur Ayam Kampung (Studi Kasus : Kota Medan, Propinsi Sumatera Utara), 2008..

pada Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Badan Ketahanan. Pangan berupaya agar tujuan yang telah ditetapkan pemerintah

Judul Tesis : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Udang Windu Organik dan Nonorganik (Studi Kasus : Batang Kilat Kota Medan Propinsi Sumatera Utara).. Nama :

SLAMAD RIADI. Analisis Situasi Penyediaan Pangan dan Strategi untuk Memantapkan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotabaru di Era Otonomi Daerah. Dibimbing oleh: BUDI SETIAWAN, dan

SLAMAD RIADI. Analisis Situasi Penyediaan Pangan dan Strategi untuk Memantapkan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotabaru di Era Otonomi Daerah. Dibimbing oleh: BUDI SETIAWAN, dan