Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi cukup besar untuk memanfaatkan serat yang diperoleh dari sampah pertanian sebagai bahan pengisi komposit semen. Di Indonesia dari total luas tanah sebesar 7,8 juta hektar yang ditanami padi setiap tahun akan dihasilkan padi (gabah kering giling) sebanyak 51,9 juta ton yang setara dengan 32,7 juta ton beras dan 19,2 juta ton kulit beras /sekam (Dai Food Policy Advisory Team BAPPENAS, 2002).
Bahan Sekam Padi
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan informasi dari Wahyuddin dan Zein (1976) gabah yang dapat dimasukkan pada proses penggilingan padi adalah gabah kering giling, yaitu gabah yang memiliki kadar
Jika rata rata produktivitas perhektar 4,61 ton gabah kering giling, dan dalam satu tahun produksi GKG nasional berkurang 507.100 ton, atau setara 329.615 ton beras, akibat
Pengaruh interaksi metode budidaya padi dan aplikasi pemupukan terhadap hasil gabah kering panen dan hasil gabah kering giling terlihat bahwa pada perlakuan pemupukan
Bobot gabah kering giling per petak pada penelitian ini lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata hasil tanaman padi Varietas Inpari 30 yaitu 7,20 ton/ha. Hal
Bobot gabah kering panen dan bobot gabah kering giling pada lahan sawah tadah hujan tidak terpengaruh dengan penggunaan varietas padi unggul Sidenok dibandingkan
Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan varietas unggul padi di lahan lebak dapat mencapai 5,0- 7,0 ton gabah kering panen per hektar, sehingga prospeknya sangat
Bobot gabah kering panen dan bobot gabah kering giling pada lahan sawah tadah hujan tidak terpengaruh dengan penggunaan varietas padi unggul Sidenok dibandingkan
Berdasarkan wawancara dengan responden petani padi diperoleh data rata-rata produksi padi per hektar, rata-rata harga jual Gabah Kering Giling (GKG) per kilogram