• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas UTS penguasaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tugas UTS penguasaan "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1. Latar Belakang

Mutu, keandalan, dan kontinuitas penyaluran daya listrik dari PT. PLN merupakan tuntutan masyarakat yang sejalan dengan tingkat kebutuhan terhadap daya listrik yang akan digunakan. Masalahnya sekarang adalah bagaimana PT. PLN dapat mendistribusikan tenaga listrik ini ke konsumen dengan baik, aman dan ekonomis.Untuk itu perlu adanya perencanaan yang baik.

Pendistribusian tenaga listrik ke konsumen biasanya sering terdapat gangguan. Gangguan pada sistem tenaga listrik antara lain disebabkan oleh gangguan hubung singkat. Gangguan hubung singkat di SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) yang terbanyak merupakan gangguan satu fasa ke tanah yang sifatnya temporer (sementara). Frekuensi pemadaman karena gangguan dapat diperkecildengan memakai sistem dan alat pengaman yang sesuai, baik dan memadai.

Dalam hal ini di karenakan di daerah A, kota X sering terjadi gangguan di SUTM, oleh karena itu PT. PLN Area Jaringan X menggunakan pengaman arus lebih pada sistem distribusi di sisi tegangan menengah yaitu dengan menggunakan recloser yang diletakan di wilayah yang rawan terjadi gangguan. Penggunaan recloser ini akan sangat membantu dalam meningkatkan keandalandalam sistem distribusi.

Tingkat keandalan dalam sistem distribusi dinyatakan dalam bentuk jumlah rata-rata pemutusan akibat gangguan yang sering terjadi, juga ditentukan oleh lamanya waktu pemutusan akibat gangguan tersebut dan pengembalian pelayanan pada bagian yang tidak terganggu maupun bagian yang terganggu setelah terjadi clearing ataupun setelah gangguan diisolir.

2. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah untuk menganalisa impedansi jaringan, mengitung impedansi ekivalen jaringan urutan positif dan nol, serta menghitung arus hubung singkat dengan jarak Z meter dari GI.

(2)

Manfaat yang penulis harapkan dari penilitian ini dapat bermanfaat untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan teknologi, khususnya untuk pihak PLN agar lebih teliti mengetahui pengaruh dari hubung singkat serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama pada jurusan teknik elektro.

4. Rumusan Masalah

Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan diatas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengetahui berapa nilai impedansi jaringan, nilai impedansi ekuivalen urutan positif dan nol serta mengetahui besarnya arus hubung singkat.

5. Tinjauan Pustaka 6. Landasan Teori

Sistem tenaga listrik adalah semua instalasi dan peralatan yang disediakan untuk tujuan penyaluran dan pendistribusian tenaga listrik, dengan demikian sistemdistribusi termasuk salah satu sistem tenaga listrik.

Sedangakan pengertian dari distribusi tenaga listrik adalah semua bagian dari sistem tenaga listrik yang terletak antara sumber tenaga listrik dengan konsumen. Sumber tenaga listrik ini dapat berupa pembangkit tenaga listrik kecil ataupun gardu induk yang diberi tenaga listrik dari jaringan transmisi/subtransmisi. Jadi fungsi distribusi adalah menerima tenaga listrik dari sumber-sumber tenaga listrik dan mendistribusikannya ke konsumen pada tegangan tertentu dan dengan kontinyu sehingga dapat diterima oleh berbagai macam konsumen.

6.1 Sistem Jaringan Tegangan Menengah

(3)

Jawa Tengah digunakan sistem 3 fasa 4 kawat. Sedangkan untuk sistem yang dipakai diPLN Distribusi Jaya dan Tangerang adalah sistem 3 fasa 3 kawat.

Hantaran yang digunakan pada Jaringan Tegangan Menengah dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu :

1. Jaringan hantaran udara yang dapat menggunakan kawat terbuka atau kabel udara. Jaringan ini juga biasa disebut Saluran Udara Tegangan Menengah(SUTM).

2.Jaringan hantaran bawah tanah yang hanya menggunakan kabel yang biasa

disebut Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM). Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dipakai pada daerah pedesaan dan pinggiran kota dengan gardu distribusi cantol, portal dan beton. Pada daerah perkotaan dipakai sistem Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) denganmenggunakan gardu distribusi beton, portal dan kios.

6.2 Gangguan pada Jaringan Tegangan Menengah

Dalam sistem distribusi pada tegangan menengah, biasanya terdapat gangguanyang bersumber dari dalam sistemnya sendiri dan gangguan dari luar.

 Gangguan dari dalam antara lain : 1. Tegangan lebih dan arus lebih

2. Pemasangan tidak baik, diantaranya pada SKTM maupun SUTM  Gangguan dari luar :

1. Untuk SKTM antara lain :

 Gangguan mekanis karena pekerjaan galian saluran lain  Kendaraan yang lewat di atasnya

 Deformasi tanah 2. Untuk SUTM antara lain :

 Angin yang menyebabkan dahan/ranting pohon mengenai SUTM  Kegagalan atau kerusakan peralatan pada saluran

 Cuaca (surja petir)

 Binatang dan benda-benda lain seperti benang layang-layan

Macam-macam gangguan pada SUTM dapat dibagi menjadi dua kelompok :

(4)

ini tidak dapat menimbulkan kerusakan pada peralatan di SUTM. Gangguan yang

bersifat temporer jika tidak dapat diperbaiki dengan segera dapat berubah menjadi gangguan yang bersifat permanen.

 Gangguan yang bersifat permanen, dimana untuk membebaskan gangguan diperlukan tindakan perbaikan atau menyingkirkan gangguan tersebut, sehingga gangguan ini menyebabkan pemutusan tetap.

5.3 Pengertian Recloser

Recloser adalah suatu alat otomatis yang mempunyai kemampuan sebagai pemutus arus bila terjadi gangguan hubung singkat yang di lengkapi dengan alat pengindera arus gangguan dan merupakan peralatan pengatur kerja yang telah ditentukan apabila gangguan itu bersifat temporer, maka pemutus arus tidak sampai lockout (terkunci). Sedangkan bila terjadi gangguan yang bersifat permanen, makaalat pemutus akan lockout (terkunci).

6.3 Prinsip kerja recloser

(5)

STUDI LITERATUR

INPUT DATA

ANALISIS DATA

HASIL

SELESAI

[image:5.595.206.460.169.301.2]

kerja akan bekerja mengatur waktu penutupankembali sesuai dengan urutan yang diinginkan.

Gambar 1. Diaram blok recloser (panel kontrol)

Rele urutan kerja akan di reset oleh riset timing pada posisi semula untuk mengatur penutupan kembali berikutnya. Apabila ternyata gangguan yang terjadi belum hilang, maka pada pembukaan yang terakhir sesuai urutan kerja recloser akanberada pada posisi lock out (terkunci).

7. Metodelogi Penyelesaian

Dalam penelitian “Pengaruh Arus Hubung Singkat”, penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif adalah melakukan pengumpulan data berdasarkan pengukuran dalam yang dilakukan dalam penelitian ini yang hasil dari pengukuran itu diselesaikan dalam bentuk matematis sedangkan jenis penelitian kualitatif adalah melakukan analisis penelitian berdasarkan data

pengukuran kuantitatif.

Diagram alur (flowchart) penelitian

digunakan untuk menjelaskan

(6)

Gambar2. Tahapan Penelitian

Penelitian ini merupakan studi kasus, yang diawali dengan perumusan masalah, melakukan kajian studi pustaka, pengumpulan data, analisa data, interpretasi hasil dan penarikan kesimpulan dengan uraian sebagai berikut :

1) Studi literatur, meliputi studi pustaka, internet, buku-buku dan referensi lainnya terkait gangguan hubung singkat, kualitas sistem tenaga, metode perhitungan.

2) Pengumpulan data, penulis melakukan pengumpulan data-data

3) Pengolahan data, setelah mendapatkan data-data yang dibutuhkan selanjutnya data tersebut diolah dan diketahui tegangan ujung akibat adnya rugi saluran

4) Analisa Hasil, Analisa yang akan dilakukan meliputi hasil analisishubung singkat dan berapa nilai impedansi jaringan, arus hubung singkat 3 fasa dan 1 fasa.

Gambar

Gambar 1. Diaram blok recloser (panel kontrol)  Rele urutan kerja akan di reset oleh riset timing pada posisi semula untuk

Referensi

Dokumen terkait

Recloser merupakan suatu peralatan pengaman arus lebih, karena hubung singkat antara fasa dengan fasa atau fasa dengan tanah, dimana recloser ini memutus arus dan menutup

Pembuatan laporan akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan Pemutus Tenaga dalam memproteksi arus gangguan hubung singkat yang terjadi di Gardu Induk Sungai

panjang jaringan BMCA, sehingga nilai arus gangguan hubung singkat pada ujung.. jaringan PKDM lebih besar daripada nilai arus gangguan hubung singkat

untuk menentukan setting waktu kerja relay arus lebih dan recloser agar peralatan proteksi dapat bekerja dengan baik dilakukan simulasi gangguan hubung singkat pada beberapa titik

Gangguan hubung singkat fasa ke tanah dan fasa-fasa menimbulkan arus gangguan hubung singkat yang besarnya melebihi seting arus pada relai arus lebih, sehingga relai

Pengaman tersebut akan bekerja jika arus gangguan atau arus hubung singkat melampaui setelan nominal alat pengaman tersebut dan dapat disetel lagi jika gangguan

jalan balik arus hubung singkat ke bumi ,sehingga bila terjadi gangguan satu phase ke badan peralatan ,arus gangguan yang terjadi mengikuti sifat pada pembumian

Analisis Koordinasi Sistem Pengaman Recloser dengan FCO Fuse Cut Out terhadap Gangguan Arus Hubung Singkat pada Penyulang Rawalo-01 Gardu Induk Rawalo PT.. PLN Persero APJ