xiii
PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA
TERHADAP HASIL BELAJAR PAI
DI AMIK DIAN CIPTA CENDIKIA
BANDAR LAMPUNG
TESIS
Diajukan Kepada Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar
Magister Pendidikan (M.Pd)
OLEH
BETI SUSILAWATI NPM : 1522010091
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN
LAMPUNG
ii
ABSTRAK
Pengaruh Media dan Sikap Mahasiswa Terhadap Hasil Belajar PAI Di AMIK Dian Cipta Cendikia
Bandar Lampung Oleh Beti Susilawati
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa: (1) interaksi pengaruh yang signifikan antara penggunaan media edmodo dan cetak dengan sikap mahasiswa terhadap hasil belajar pada pembelajaran mata kuliah PAI,(2) perbedaan pengaruh hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan melalui media edmodo dan cetak, (3) perbedaan pengaruh hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan melalui media edmodo dan cetak pada mahasiswa yang memiliki sikap positif, (4) perbedaan hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan melalui media edmodo dan cetak pada mahasiswa yang memiliki sikap negatif,
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi terjangkau adalah mahasiswa semester V Program Studi DIII-Manajemen Informatika AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung yang berjumlah 190 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel klaster. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 mahasiswa dalam kelompok sikap diri positif dan 20 mahasiswa dalam kelompok sikap diri negatif. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) teknik tes penguasaan dan pemahaman mata kuliah PAI; 2) Teknik angket sikap diri mahasiswa terhadap mata kuliah PAI. Sebelum digunakan, terlebih dahulu soal tes dan angket diuji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan Analisis Varians dan anova dua jalur. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data penelitian ini adalah Program SPSS 16.0 For Windows.
Hasil penelitian disimpulkan: (1), Ada interaksi pengaruh yang signifikan antara penggunaan media edmodo dan cetak dengan sikap mahasiswa terhadap hasil belajar pada pembelajaran mata kuliah PAI (2)ada perbedaan hasil belajar mahasiswa yang menggunakan media edmodo dan cetak, ditemukan bahwa mahasiswa yang menggunakan media edmodo lebih tinggi dari pada cetak tanpa memandang sikap, (3) ada perbedaan hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan melalui media edmodo dan cetak pada mahasiswa yang memiliki sikap positif, ditemukan bahwa mahasiswa yang menggunakan media edmodo lebih tinggi dari pada cetak pada mahasiswa yang memiliki sikap positif terhadap mata kuliah PAI, (4) ada perbedaan hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan melalui media cetak dan edmodo pada mahasiswa yang memiliki sikap negatif. Ditemukan bahwa hasil belajar mahasiswa yang menggunakan media cetak lebih tinggi dari pada edmodo pada mahasiswa yang memiliki sikap negatif terhadap mata kuliah PAI.
iii
PERNYATAAN ORISINALITAS
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Beti Susilawati
NPM : 1522010091
Progam Studi : Pendidikan Agama Islam
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tesis yang berjudul ―PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI AMIK DIAN CIPTA CENDIKIA BANDAR LAMPUNG”. Adalah benar karya asli saya, kecuali yang disebutkan sumbernya. Apabila terdapat kesalahan
dan kekeliruan di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.
Bandar Lampung, 3 Maret 2017 Yang Menyatakan,
iv
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Judul Tesis : PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI AMIK DIANCIPTA CENDIKIA BANDAR LAMPUNG
Nama Mahasiswa : Beti Susilawati
NPM : 1522010091
Progam Studi : Pendidikan Agama Islam
Telah disetujui untuk diujikan dalam ujian tertutup pada Program Pasca Sarjana
IAIN Raden Intan Bandar Lampung.
Bandar Lampung, Februari 2017
Menyetujui
Pembimbing 1 Pembimbing 2
Dr. Rizal Firdaus, M. Pd Prof. Dr. Idham Kholid, M. Ag NIP.198209072008011010 NIP.196010201988031005
Mengetahui
Ketua Program Studi Ilmu Tarbiyah
v
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Judul Tesis : PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI AMIK DIAN CIPTA CENDIKIA BANDAR LAMPUNG
Nama Mahasiswa : Beti Susilawati
NPM : 1522010091
Progam Studi : Pendidikan Agama Islam
Telah diujikan dalam ujian tertutup dan disetujui untuk diajukan dalam ujian
terbuka pada Program Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung.
Bandar Lampung, Maret 2017
MENYETUJUI, Komisi Pembimbing
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. Rizal Firdaus, M. Pd Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag NIP.198209072008011010 NIP.196010201988031005
Mengetahui
Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam
vi
PERSETUJUAN
Tesis yang berjudul ―PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA
TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI AMIK DIAN CIPTA CENDIKIA BANDAR LAMPUNG” ditulis oleh Beti Susilawati, NPM 1522010091 Telah diujikan dalam ujian tertutup dan disetujui untuk diajukan dalam ujian terbuka pada Program Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung.
Tim Penguji :
1. Ketua : Prof. Dr.H. Sulthon Syahril, MA : ...
2. Sekertaris : Dr. Nasir, S. Pd., M. Pd : ...
3. Penguji I : Dr. Subandi, MM : ...
4. Penguji II : Dr. Rizal Firdaus, M. Pd : ...
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam
Dr. H. Achmad Asrori, MA NIP.195503211985031003
vii
PENGESAHAN
Tesis yang berjudul ―PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA
TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI AMIK DIAN CIPTA CENDIKIA BANDAR LAMPUNG” ditulis oleh Beti Susilawati, NPM 1522010091, telah diujikan dan lulus dalam ujian terbuka pada Program Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung.
TIM PENGUJI
1. Ketua : Prof. Dr.H. Sulthon Syahril, MA : ...
2. Sekertaris : Dr. Nasir, S. Pd., M. Pd : ...
3. Penguji I : Dr. Subandi, MM : ...
4. Penguji II : Dr. Rizal Firdaus, M. Pd : ...
Direktur Program Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung
Prof. Dr. Idham Kholid, M. Ag NIP.196010201988031005
viii
PEDOMAN TRANSLITERASI
Huruf Arab Huruf Latin Huruf Arab Huruf Latin
١ Tidak dilambangkan ط ţ
ب b ظ zh
ت t ع ‗
ث ś غ g
ج j ف f
ح h ق q
خ kh ك k
د d ل l
ذ ż م m
ر r ن n
ز z و w
س s ھ h
ش sy ء `
ص ş ي y
ض d
Maddah
Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harkat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda sebagai berikut:
Harkat dan Huruf
Huruf dan tanda
ي
١
á
ي
—
í
ﯙ
ú
ix
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada tanggal 17 Maret 1968 dengan
nama Beti Susilawati, sebagai anak kesepuluh dari sebelas bersaudara, hasil
dari buah cinta Ayah Hi. Aboe bakar Pukuk Bumi dan Ibunda Hj. Hindun
Arsyad. Pendidikan Sekolah Dasar (SD) diselesaikan di SD Negeri 11
Penengahan Bandar Lampung selesai pada tahun 1978, Sekolah Menengah
Pertama (SMP) di SMPN 3 Bandar Lampung selesai pada tahun 1984, Sekolah
Menengah Kejuruan (SMKN) di SMEAN 1 Bandar Lampung selesai pada
tahun 1987, pada tahun 1993 selesai strata satu (S1) IAIN Raden Intan Lampung
Fakultas Ushuluddin, diangkat menjadi karyawan Swasta pada Perguruan Tinggi
AMIK Dian Cipta Cendikia tahun 1994 hingga kini penulis tercatat sebagai
Dosen Tetap pada Yayasan Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung. Pada tanggal
4 April tahun 1999 menikah dengan seorang perjaka Eprianto Nukman, ST
dan di karuniai 3 putra . Pada tahun 2008 penulis menyelesaikan strata satu
(S1) pada STMIK DCC Lampung. Pada Bulan Oktober tahun 2015 penulis
terdaftar sebagai mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung
10
PERSEMBAHAN
Alhamdulillahi Robbil`Alamin. Segala Puji & Syukurku Kepada Allah SWT Atas Rahmat & Petunjuk-Nya.
Kupersembahkan buah karyaku yang sangat sederhana ini dengan penuh rasa syukur dan kerendahan hati kepada:
Suamiku tercinta Eprianto Nukman, ST Anakku tercinta:
1. M. Fadel Rizky Ananda 2. A. Farel Al Ghifari 3. M. Naufal Rafif Al Ghani
Sahabatku :
Pitrawati, S. Kom., M. Pd, selaku motivator bagi penulis dalam menyelesaikan studi
Sukatmi, S. Kom, M. Pd serta rekan-rekan Staff dan Dosen Perguruan Tinggi Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung
Para pendidikku yang ku hormati
11 MOTTO
“Sesung
guhnya DIDALAM KESULITAN
ADA KEMUDAHAN,Allah tidak akan
merubah nasib suatu kaum,sehingga mereka
mengubah nasib mereka sen
diri”
(Ar Rad : 11 )
“
Kebahagiaan Terindah di Dalam Hidupku
Adalah Membuat Bahagia dan
Bangga untuk orang-orang yang kucintai
”
12
KATAPENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahi robbil ‗alamin
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan
penulisan tesis yang berjudul “Pengaruh Media dan Sikap Mahasiswa Terhadap Hasil Belajar PAI di AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung”. Tesis ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam meraih gelar Strata 2 Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam
IAIN Raden Intan Lampung. Penulis pada kesempatan ini menyampaikan
ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
memberikan sumbangan pikiran, waktu dan tenaga serta bantuan moril
maupun materil khususnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag sebagai Direktur Program
Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung, Sekaligus sebagai pembimbing
2 yang telah memberikan kemudahan-kemudahan bimbingan, motivasi,
13
2. Bapak Prof. Dr. H. Sulthon Syahril, MA, sebagai Wakil Direktur Program
Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung, Sekaligus sebagai ketua
penguji yang telah memberikan kemudahan-kemudahan, motivasi, saran,
masukan dan solusi kepada penulis.
3. Bapak Dr. H. Achmad Asrori, M.A, sebagai ketua Program Studi
Pendidikan Agama Islam pada Program Pascasarjana IAIN Raden Intan
Lampung
4. Bapak Dr. Rizal Firdaus, M.Pd sebagai pembimbing 1 yang telah
memberikan kemudahan-kemudahan bimbingan, motivasi, saran, masukan
dan solusi kepada penulis.
5. Bapak Dr. Nasir, S,Pd. M. Pd, sebagai Sekertaris Program Studi
Pendidikan Agama Islam pada Program Pascasarjana IAIN Raden Intan
Lampung
6. Bapak Dr. H. Subandi, MM, sebagai penguji 1 yang telah memberikan
kemudahan-kemudahan, motivasi, saran, masukan dan solusi kepada
penulis.
7. Segenap dosen dan karyawan Program Pascasarjana IAIN Raden Intan
Lampung yang telah membantu dalam urusan administrasi akademik.
8. Segenap keluarga besar AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung
9. Semua kawan-kawanku mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Raden
Intan Lampung atas kebersamaan yang indah, dorongan dan bantuan
selama menempuh pendidikan .
14 dorongan dan semangat serta kesabaran.
Akhir kata penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari kesempurnaan,
akan tetapi sedikit harapan semoga tesis yang sederhana ini dapat berguna
dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Bandar Lampung 3 Maret 2017
15 DAFTAR ISI
JUDUL ... i
HALAMAN JUDUL DALAM ... ii
ABSTRAK ... iii
PERNYATAAN ORISINALITAS ... iv
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... v
PENGESAHAAN ... viii
PEDOMAN TRANSLITERASI ... ix
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... x
HALAMAN PERSEMBAHAN ... xi
MOTO ... xii
KATA PENGANTAR ... xiii
DAFTAR ISI ... xvi
DAFTAR GAMBAR ... xviii
DAFTAR TABEL ... xix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi dan Batasan Masalah ... 11
C. Perumusan Masalah ... 12
D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian... 13
BAB II. LANDASAN TEORI A. Deskripsi Konseptual ... 15
16
C. Kerangka Teoritik ... 63
D. Kerangka berfikir ... 69
E. Hipotesis penelitian ... 69
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian ... 71
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 74
1. Tempat penelitian ... 74
2. Waktu Penelitian ... 74
C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel ... 74
1. Populasi ... 74
2. Sampel ... 74
D. Teknik Pengumpulan Data ... 75
E. Teknik Analisis Data ... 101
F. Hipotesis statistik ... 104
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ... . 107
B. Pengujian Persyaratan Analisis ... . 116
C. Pengujian Hipotesis ... 119
D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 123
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 132
B. Rekomendasi ... 133
DAFTAR PUSTAKA
17
DAFTAR GAMBAR
18
DAFTAR TABEL
1.1. Hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah PAI tahun akademik
2016/2017 ... 6
1.2. Pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2016 ... 7
1.3. Pemanfaatan perpustakaan oleh Dosen AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2016 ... 8
3.1 Tabel desain penelitian ... 72
3.2 Desain penelitian ... 73
3.3 Kisi-kisi butir soal tes ... 77
3.4 Validitas soal tes ... 81
3.5 Tabel kriteria tes ... 87
3.6 Kisi-kisi instrumen sikap diri ... 94
3.7 Kisi-kisi instrumen sikap mahasiswa terhadap mata kuliah PAI ... 95
3.8 Validitas soal non tes ... 97
3.9 Kriteria tes ... 100
4.1 Data pretest mata kuliah PAI ... 108
4.2 Output analisis frekuensi data pretest ... 108
4.3 Data posttest mata kuliah PAI ... 109
4.4 Output analisis frekuensi data postest ... 110
4.5 Data hasil belajar mata kuliah PAI... 111
4.6 Output analisis frekuensi data hasil belajar ... 111
Statistik deskriptif data hasil belajar mahasiswa 4.7 Statistik Deskriptif ... 112
4.8 Hasil analisis statistic deskriptif data hasil belajar ... 112
19
edmodo ... ... 114
4.11 One-sample kolmogoro-smirnov untuk mahasiswa yang menggunakan Media cetak ... 115
4.12 One-sample kolmogoro-smirnov untuk mahasiswa yang menggunakan edmodo ... 116
4.13 Hasil pengolahan data uji homogenitas berdasarkan mahasiswa yang Yang menggunakan media cetak ... 117
4.14 Hasil pengolahan data uji homogenitas berdasarkan mahasiswa yang Yang menggunakan edmodo ... 118
4.15 Statistik deskriptif ... 119
4.16 Uji antara efek subjek (test of between subject effect) ... 120
20 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu bidang yang sangat penting dalam kehidupan
suatu bangsa dan Negara. Oleh Karena itu tingkat kemajuan suatu Negara dapat
dilihat dari tingkat kemajuan pendidikannya. Pendidikan juga dapat dimaknai
sebagai proses mengubah tingkah laku peserta didik agar menjadi manusia dewasa
yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan
alam sekitar dimana individu itu berada. Pendidikan tidak hanya mencakup
pengembangan intelektual saja, akan tetapi lebih ditekankan pada proses
pembinaan pribadi peserta didik secara menyeluruh.
Tujuan Pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,
sebagaimana dirumuskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 yang berbunyi:
―Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab.‖1
Berdasarkan Undang-Undang diatas salah satu ciri manusia berkualitas adalah
mereka yang tangguh iman, bertakwa serta memiliki akhlak mulia, sehingga
1
21
diharapkan salah satu ciri kompetensi keluaran pendidikan di Indonesia adalah
ketangguhan dalam iman, bertakwa serta memiliki akhlak mulia.
Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar mengajar adalah proses
pokok yang harus dilalui oleh seorang pendidik atau Dosen. Tugas Dosen dalam
pembelajaran tidak terbatas pada penyampaian informasi kepada Mahasiswa.
Sesuai kemajuan dan tuntunan zaman, Dosen harus memiliki kemampuan untuk
memahami Mahasiswa dengan berbagai keunikannya agar Mahasiswa mampu
dalam menghadapi kesulitan belajar. Oleh karena itu Dosen dituntut untuk lebih
kreatif agar kegiatan pembelajaran tidak membosankan dan menjadikan
Mahasiswa lebih aktif dan kreatif dalam belajar. Sebagaimana dijelaskan dalam
Surat Ar-Ra‘d: 11
َّ نِإ
َّ
َّهّللا
َّ
َّهل
َّ
َُّرِّيهغُي
َّ
اهم
َّ
َّ م ْىهقِب
َّ
ى تهح
َّ
َّْاو ُرِّيهغُي
َّ
اهم
َّ
َّْمِهِسُفْنهأِب
َّ
Artinya: ―...Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum
sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...‖ (QS. Ar-Ra‘d: 11)2
Belajar hakikatnya adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan
pada diri seseorang. Perubahan tingkah laku tersebut dapat berupa perubahan ,
kebiasaan, sikap, pengetahuan, pemahaman dan apresiasi.3
Menurut Sardiman ―Di dalam belajar diperlukan aktivitas. Sebab pada prinsipnya
belajar adalah berbuat. Berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan
2
Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjemahnya (Bandung: Sygma Ezamedia Arkanleema, 2009), hal. 271.
3
22
kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas‖.4
Dengan adanya aktivitas
belajar yang positif maka peserta didik akan belajar lebih aktif dan pada akhirnya
hasil belajar dapat dicapai secara maksimal.
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang diperoleh peserta didik setelah
melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari
seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku
yang relatif menetap.5 Cara yang dapat digunakan oleh seorang Dosen dalam
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar adalah melakukan tindakan yang dapat
mengubah suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif dan efektif, serta
melibatkan Mahasiswa secara aktif dalam proses pembelajaran.
Media dapat diartikan dengan perantara atau pengantar pesan dari pengirim
kepada penerima pesan. Jika media itu banyak, maka sering disebut dengan
multimedia. Multimedia yang merupakan kombinasi dari media ini bisa berupa
visual, audio, grafik, dan juga informasi berbentuk teks dengan menggunakan
teknologi sederhana. Multimedia bukan sekadar sebagai media yang
dikumpulkan, namun berupa sejumlah media yang saling melengkapi yang
dikombinasikan dan diorganisasikan secara integral dengan memanfaatkan
teknologi sebagai sasarannya.6
4
Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta:Rajawali Pers,2009),hal.95 5
Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belaja,(Jakarta:Rineka Cipta, 2003), hal.32.
6
23
Kedua unsur pembangun media pembelajaran ini tidak bisa dipisahkan satu
dengan yang lain. Tapi media yang terpenting bukanlah peralatan itu (hardware),
melainkan pesan/informasi pembelajaran yang dibawakannya (software).7
Meski ada yang membedakan antara media dan multimedia, namun secara
umum media pembelajaran adalah segala sesuatu yang berupa alat, baik itu berupa
buku, televisi, koran, majalah, internet dan lain sebagainya yang membantu
pengajar dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran melalui
penggunaan alat bantu pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik
penggunanya. Adapun manfaat penggunaan media pembelajaran, menurut Nana
Sudjana adalah sebagai berikut:
a. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan
motivasi belajar.
b. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami
oleh siswa.
c. Metode mengajar akan lebih bervariasi
d. Siswa melakukan kegiatan belajar, seperti mengamati, melakukan dan
mendemonstrasikan.8
Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan serta perubahan sikap masyarakat
membawa pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Hal ini mendorong
setiap lembaga pendidikan untuk mengembangkan lembaganya lebih maju dengan
memanfaatkan teknologi modern dan kemajuan ilmu pengetahuan sebagai media
7
Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan, (Semarang: rasail, 2005), hal. 6.
8
24
pembelajaran. Dalam bidang pendidikan dan pembelajaran, secara sadar atau tidak
teknologi juga telah menjadi bagian integral.
Media pembelajaran yang disediakan pada Perguruan Tinggi Dian Cipta Cendikia
telah memenuhi standar sarana dan prasarana yang telah ditetapkan oleh
pemerintah, seperti tersedianya laboratorium komputer, media cetak praktikum,
LCD, ruang full AC, selain itu tenaga pengajar untuk mata kuliah ini berjumlah 2
(dua) pengajar untuk setiap kelasnya agar setiap peserta didik dapat terlayani
secara maksimal. Media pembelajaran dalam bentuk media cetak (buku) pada
mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) berisi materi perkuliahan yang
disusun perbab sesuai kompetensi mata kuliah, namun media pembelajaran
tersebut belum dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan hasilbelajar
mahasiswa.
Hasil belajar mahasiswa terhadap mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI)
masih rendah, hal ini dapat di lihat dari Tabel 1.1
Tabel 1.1. Hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah PAI tahun akademik 2016/2017
No. Kelas A B C D E Jumlah
1 2D3-MI1 4 4 10 2 4 25
2 2D3-MI2 7 6 8 5 3 29
3 2D3-MI3 4 5 12 4 2 27
25
5 2D3-MI6 5 6 6 6 5 28
6 2D3-MI7 5 5 14 4 2 30
7 2D3-MI8 2 5 17 2 2 28
Jumlah 34 39 69 25 23 190
Sumber : BAAK AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung pada tahun akademik 2016/2017
Berdasarkan dari data di atas maka dapat dijelaskan bahwa jumlah mahasiswa
yang mendapatkan nilai A sebanyak 34 mahasiswa atau 18%, nilai B sebanyak 39
mahasiswa atau 21%, nilai C sebanyak 69 atau 36%, nilai D sebanyak 25
mahasiswa atau 13% dan nilai E sebanyak 23 mahasiswa atau 12%. Data tersebut
diperoleh dari mahasiswa menggunakan media cetak buku Pendidikan Agama
Islam (PAI) pada saat perkuliahaan berlangsung.
Sumber belajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa. Berbagai
studi menunjukkan bahwa buku ajar merupakan media intruksional yang sangat
penting karena merupakan sumber rujukan utama dalam proses pembelajaran dan
bagian sentral dalam suatu sistem pendidikan. Karena media cetak berupa buku,
media cetak merupakan alat yang penting untuk penyampaian materi kurikulum,
maka buku menduduki peranan sentral pada semua tingkat pendidikan.
Perpustakaan saat ini bukan hanya merupakan tempat untuk menyimpan atau
mengoleksi buku sebagai benda mati. Perpustakaan menjadi tempat ”the prevation of knowledge”. Artinya perpustakaan tempat untuk mengumpulkan,
memelihara dan mengembangkan ilmu pendidikan.
Perpustakaan mempunyai tujuan untuk membantu terselenggarannya proses
26
rekreasi. Pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa AMIK Dian Cipta Cendikia
Bandar Lampung masih rendah. Hasil prasurvei dapat di lihat pada Tabel 1.2
berikut ini.
Tabel 1.2 Pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa
AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2016
Bulan Jumlah Mahasiswa Persentase Yang Berkunjung
Januari 72 11%
Februari 87 13%
Maret 157 23%
April 156 23%
Mei 243 36%
Juni 274 40%
Juli 75 11%
Agustus 93 14%
September 87 13%
Oktober 207 31%
November 211 31%
Desember 245 36%
Sumber : Perpustakaan AMIK DCC Bandar Lampung tahun 2016
Pada Tabel 1.2 terlihat bahwa pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar
oleh mahasiswa masih rendah, hal ini dapat diperoleh berdasarkan perbandingan
total jumlah mahasiswa 677 mahasiswa yang berada di kampus Jl. Cut Nyak Dien
No 65 Durian Payung (Palapa) Bandar Lampung, telp (0721) 250766, yaitu setiap
bulannya rata-rata dibawah 50% mahasiswa yang memanfaatkan atau
mengunjungi perpustakaan sehingga dapat diartikan bahwa pemanfaatan
27
Pemanfaatan perpustakaan oleh dosen AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar
Lampung masih rendah. Hasil prasurvei dapat di lihat pada Tabel 1.3 berikut ini.
Tabel 1.3 Pemanfaatan perpustakaan oleh dosen
AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2016
Bulan Jumlah Dosen Persentase Yang Berkunjung
Januari 9 18%
Februari 18 36%
Maret 11 22%
April 13 26%
Mei 20 40%
Juni 11 22%
Juli 13 26%
Agustus 26 52%
September 24 48%
Oktober 12 24%
November 25 50%
Desember 20 40%
Sumber : Perpustakaan AMIK DCC Bandar Lampung tahun 2016
Pada Tabel 1.3 diperoleh data berdasarkan perbandingan total jumlah mahasiswa
50 dosen yang berada di kampus Jl. Cut Nyak Dien No 65 Durian Payung
(Palapa) Bandar Lampung, telp (0721) 250766., yaitu setiap bulannya rata-rata
50% dosen yang memanfaatkan atau mengunjungi perpustakaan sehingga dapat
diartikan bahwa pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar oleh dosen
masih rendah.
Salah satu teknologi yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran adalah
28
dimanfaatkan oleh dosen sebagai media penyajian materi yang akan digunakan
sebagai salah satu sumber belajar untuk mahasiswa, hal ini dapat di lihat dari 50
dosen yang berada di AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung sekitar 28
dosen atau 56 % saja sudah memanfaatkan E-Learning sebagai sumber belajar dan
media menyaji materi.
Ilmu teknologi telah banyak membantu dalam dunia pendidikan. Tampilan yang
dikombinasikan dengan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan, dapat
dirancang dan digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari
dan membelajarkan materi perkuliahan yang relevan. Multimedia berbasis
komputer dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi
untuk melatih dan kompetensi tertentu sehingga menghasilkan inovasi-inovasi
pembelajaran.Inovasi pembelajaran yang tercipta dari perkembangan ilmu
teknologi salah satunya adalah Edmodo.
Edmodo adalah lingkungan belajar yang menggunakan kecanggihan teknologi
yang aman dan kerjasama yang nyaman antara dosen dan siswa. Tujuannya adalah
menciptakan ruang bagi dosen dan siswa untuk terikat di dalam ruang belajar
dunia maya dimana berbagai macam topik dapat dipresentasikan, didiskusiskan,
ditemukan, dianalisa dan atau dinilai oleh dosen dan siswa. Implementasi
edmodo membuat siswa secara aktif dapat berpartisispasi karena belajar online
menyediakan lingkunagan belajar secara interaktif. Siswa dapat memperoleh
informasi berupa dokumen elektronik untuk memperkaya studi mereka. Selain itu
29
video melalui edmodo dan interaksi yang dihasilkan dapat menciptakan suasana
belajar yang efektif.
Selain edmodo juga ada media cetak/buku merupakan media pembelajaran dalam
bentuk cetak dan disajikan dalam kertas yang berfungsi untuk keperluan
pembelajaran dan penyampaian informasi. Media cetak buku/media cetak
mempunyai kelemahan tidak mampu memaparkan materi, tidak mampu
mempresentasikan kejadian secara berurutan, membutuhkan kemampuan baca
yang tinggi dari pembacanya, tidak dapat memberikan bimbingan kepada
pembacanya yang mengalami kesulitan dan tidak dapat memberikan umpan balik
kepada pembaca. Penyusunan bahan ajar secara manual tidak mampu mengatasi
permasalahan belajar yang dihadapi mahasiswa untuk secara mudah dan cepat
mencapai kompetensi yang ingin dicapai, untuk itu diperlukan alternatif bahan
ajar yang lebih interaktif penganti media cetak media cetak/buku yaitu dengan
menggunakan edmodo sebagai media pembelajaran online.
Rendahnya hasil belajar dapat dilihat dari salah satu indikator yaitu sikap diri.
Karena sikap diri mahasiswa merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
hasil belajar sehingga untuk merubah sikap diri mahasiswa yang negatif setiap
dosen harus dapat berinovasi dalam menyediakan media pembelajaran yang
disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa itu sendiri.
Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis berkeinginan untuk meneliti apakah
ada pengaruh media dan sikap mahasiswa terhadap hasil belajar PAI di Akademi
30 B. Identifikasi dan Batasan Masalah
1. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat diidentifikasi masalah
sebagai berikut:
1. Rendahnya hasil belajar mahasiswa di AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar
Lampung untuk mata kuliah PAI.
2. Media pembelajaran dalam bentuk media cetak yang telah digunakan sejak
tahun 2005, namun media pembelajaran tersebut belum dapat membantu
mahasiswa dalam meningkatkan hasil belajar.
3. Pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa di AMIK Dian Cipta Cendikia
Bandar Lampung masih rendah.
4. Rendahnya minat baca mahasiswa di AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar
Lampung terhadap mata kuliah PAI.
5. Pemanfaatan perpustakaan oleh dosen di AMIK Dian Cipta Cendikia
Bandar Lampung masih rendah.
6. Teknologi dalam bentuk pembelajaran E-Learning belum dimanfaatkan
secara maksimal di AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung.
7. Sikap diri mahasiswa terhadap mata kuliah PAI Islam masih rendah
sehingga dapat menghambat ketercapaian standar kompetensi yang
diharapkan.
2. Pembatasan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penelitian
31
1. Interaksi antara hasil belajar pada mata kuliah PAI dengan sikap diri
mahasiswa terhadap mata kuliah PAI.
2. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti
perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang
menggunakan media cetak.
3. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti
perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang
menggunakan media cetak dengan sikap diri positif terhadap mata kuliah
PAI.
4. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti
perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang
menggunakan media cetak dengan sikap diri negatif terhadap mata
kuliah PAI.
C. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi dan batasan masalah, disusun rumusan masalah sebagai
berikut :
1. Apakah ada interaksi antara hasil belajar pada mata kuliah PAI dengan sikap
diri mahasiswa terhadap mata kuliah PAI.
2. Apakah ada Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang
mengikuti perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang
32
3. Apakah ada Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang
mengikuti perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang
menggunakan media cetak dengan sikap diri positif terhadap mata kuliah
PAI ?
4. Apakah ada Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang
mengikuti perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang
menggunakan media cetak dengan sikap diri negatif terhadap mata kuliah
PAI ?
E.Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian untuk mengetahui :
a. Interaksi antara hasil belajar pada mata kuliah PAI dengan sikap diri
mahasiswa terhadap mata kuliah PAI.
b. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti
perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang
menggunakan media cetak.
c. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti
perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang
menggunakan media cetak dengan sikap diri positif terhadap mata
kuliah PAI.
d. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti
33
menggunakan media cetak dengan sikap diri negatif terhadap mata
kuliah PAI.
2. Kegunaan Penelitian
a. Untuk memberikan sumbangan pemikiran dan memperluas kajian
teknologi pembelajaran dalam kawasan desain pembelajaran dan
pengelolaan pembelajaran yang dapat menjadi rujukan dalam
peningkatan kualitas pembelajaran di lapangan secara langsung.
b. Bagi dosen, khususnya mata kuliah PAI, hasil penelitian ini dapat
dipakai sebagai acuan untuk perbandingan dan efektifitas media
pembelajaran yang akan digunakan
c. Bagi lembaga dapat dipakai sebagai sumbangan pemikiran lebih lanjut
untuk lebih meningkatkan proses pembelajaran dalam mencapai tujuan
34 BAB II
LANDASAN TEORI
A. Deskripsi Konseptual
1. Teori Belajar dan Pembelajaran a. Konsep Belajar
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh
suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil
pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Witherington yang dikutip oleh Sukmadinata dalam bukunya Landasan Pendidikan belajar adalah merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respon yang baru berbentuk , sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan. Belajar merupakan kegiatan integral yang melibatkan seluruh komponen termasuk siswa. Artinya keberhasilan belajar ditentukan oleh aktivitas siswa dalam belajar.9
Menurut Syai‘ful Bahri Djamarah dalam bukunya ―Psikologi Belajar‖
pengertian belajar adalah serangkai kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik.10
Menurut Robert M. Gagne (1970) belajar merupakan kegiatan yang kompleks,
dan hasil belajar berupa kapabilitas, timbulnya kapabilitas disebabkan stimulasi
yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan oleh peserta
didik. Setelah belajar orang memiliki , pengetahuan, sikap dan nilai. Dengan
demikian dapat ditegaskan, belajar adalah seperangkat proses kognitif yang
9
Sukmadinata, Nana Syaodih, 2003, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung h. 155.
10
35
mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, dan
menjadi kapabilitas baru.11
Dalam implementasinya belajar adalah kegiatan individu memperoleh
pengetahuan, perilaku, dan dengan cara mengolah bahan ajar dengan
memanfaatkan segala sumber belajar yang tersedia. Untuk menangkap isi dan
pesan bahan ajar tersebut maka dalam belajar individu menggunakan kemampuan
pada ranah-ranah :
1). Kognitif; yaitu kemampuan yang berkenanaan dengan
pengetahuan, penalaran, atau pikiran yang terdiri dari katagori
pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sistesis dan
evaluasi
2). Afektif; yaitu kemampuan yang mengutamakan perasaan, emosi,
dan reaksi-reaksi yang berbeda dengan penalarannya yang terdiri
dari kategori penerimaan, partisipasi, penilaian/penentuan sikap,
organisasi dan pembentukan pola hidup,
3). Psikomotorik; yaitu kemampuan yang mengutamakan jasmani
terdiri dari persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan
terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan, dan
kreatifitas. Orang dapat mengamati tingkah laku orang telah
belajar setelah membandingkan dengan sebelum belajar.
11
36
Dari beberapa teori tersebut di atas dapat penulis simpulkan bahwa belajar adalah
proses perubahan tingkah laku, keperibadian yang dimiliki oleh manusia yang
berbentuk , sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan secara dinamis dari
tidak tahu menjadi tahu, dari yang sederhana menjadi yang kompleks dan
merupakan cipta, rasa dan karsa yang diintegrasikan dari buah budi manusia.
b. Konsep Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang
diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan,
penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan
padapeserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk
membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar
siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian
rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa
yang bersifat internal12.
Hakikat Pembelajaran diantaranya :
1) Kegiatan yang dimaksudkan untuk membelajarkan pembelajaran.
2) Program pembelajaran yang dirancang dan dimplementasikan sebagai
suatu sistem.
12
37
3) Kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada
pembelajaran.
4) Kegiatan yang mengarahkan pembelajaran kearah pencapaian tujuan
pembelajaran
5) Kegiatan yang melibatkan komponen-komponen tujuan, isi pelajaran,
sistem penyajian, dan sistem evaluasi dalam realisasinya13.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk
membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri
siswa yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan
baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama dan karena adanya usaha.
c. Hasil Belajar
1). Pengertian Hasil Belajar
Menurut Winarno Surakhmad hasil belajar siswa bagi kebanyakan orang berarti ulangan, ujian atau tes. Maksud ulangan tersebut ialah untuk memperoleh suatu indek dalam menentukan keberhasilan siswa.14
Menurut Ngalim Purwanto, hasil belajar adalah hasil yang dicapai seseorang
karena usahanya untuk memiliki suatu kecakapan atau ilmu pengetahuan atau
perubahan-perubahan yang dicapai seseorang dalam usahanya untuk memiliki
13
Dimyati dan Mudjiono 2006. Belajar dan Pembelajaran. Direktorat Jendral, hal.46
14
38
suatu kecakapan atau - tertentu dan perubahan-perubahan yang dicapai oleh
individu dalam proses belajar-mengajar meliputi aspek pengetahuan, dan sikap.15
Sedangkan menurut Nana Sudjana mengatakan bahwa hasil belajar adalah
perubahan tingkah laku yang diinginkan pada diri siswa yang mencakup bidang
kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil belajar ini bisa berupa huruf atau standar
angka interpretasi nilai atau skor tersebut akan dapat diketahui kedudukan siswa
dibandingkan dengan kelompoknya, posisi siswa dengan dibandingkan dengan
kriteria yang telah ditentukan.16
Menurut Howard Kingsley, hasil belajar dibedakan dalam 3 kelompok, yaitu (1) dan kebiasaan; (2) pengetahuan dan pengertian serta (3) sikap dan cita-cita.17
Menurut Sardiman ―hasil belajar adalah hasil langsung berupa tingkah laku siswa setelah melalui proses belajar-mengajar yang sesuai dengan
materi yang dipelajarinya‖. Sehingga hasil belajar dapat ditafsirkan
sebagai output dari proses belajar-mengajar.18
Dari definisi di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah
hasil belajar yang dicapai siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan
membawa suatu perubahan dan pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk
menyatakan bahwa suatu proses belajar dapat dikatakan berhasil, setiap guru
memiliki pandangan masing-masing sejalan dengan filsafatnya. Namun untuk
menyamakan persepsi sebaiknya kita berpedoman pada kurikulum yang berlaku
15
Ngalim Purwanto,2002, Psikologi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosda Karya , hal.12.
16
Nana Sudjana dan Ahmad Rifa‘i, 2001, Penelitian Dan Penilaian Pendidikan, Bandung: Sinar Baru, hal 153.
17
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2008), hal 22
18
39
saat ini yang telah disempurnakan, antara lain bahwa suatu proses belajar
mengajar tentang suatu bahan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan
pembelajaran khususnya dapat dicapai.
2). Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Menurut Shabri , hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari lingkungan dan faktor yang datang dari diri siswa. Faktor yang datang dari diri siswa seperti kemampuan belajar (intelegensi), motivasi belajar, minta dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, faktor fisik dan psikis.19
Hasil belajar siswa pada umumnya dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor
internal yang berasal dari dalam diri individu siswa sendiri dan faktor eksternal
yang berasal dari luar individu siswa.
Menurut pendapat Nana Sudjana hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh
dua faktor utama yaitu faktor dari dalam diri siswa itu sendiri (internal) dan faktor
yang datang dari luar diri siswa (eksternal) atau lingkungan. Faktor yang datang
dari diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya. Sesungguhnya demikian,
hasil yang didapat masih juga tergantung dari lingkungan.20
Sedangkan menurut Slameto, mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil
belajar tersebut sebagian besar berasal dari dalam diri individu dan sebagian lagi
berasal dari luar individu.21 Penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut :
19
Shabri, H. A. 2005. Strategi belajar mengajar micro teaching. Jakarta: Quantum Teaching.hal.20
20
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006), hal. 39
21
40 a). Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan
dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi
factor fisiologis dan faktor psikologis.
(1). Faktor fisiologis
Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi
fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam.
Pertama, keadaan jasmani. Keadaan jasmani pada umumnya sangat
mempengaruhi aktivitas belajar seseorang. Kondisi fisik yang sehat dan bugar
akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya,
kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar
yang maksimal.
Kedua, keadaan fungsi jasmani/fisiologis. Selama proses belajar
berlangsung, peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat mempengaruhi
hasil belajar, terutama panca indera.
(2). Faktor psikologis
Faktor-faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat
mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama
mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap dan
41
(a). Kecerdasan/intelegensi siswa
Menurut J.P. Chaplin, ―intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis, yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan kedalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui atau menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat‖.22
Jadi, intelegensi adalah kemampuan seseorang untuk lebih cepat menerima respon
terhadap sesuatu yang diterimanya. Sesorang yang memiliki intelegensi yang
tinggi akan lebih mudah menerima dan memeahami pelajaran yang diberikan.
(b). Motivasi
Motivasi adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri
seseorang yang mendorong untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai
suat tujuan (kebutuhan)23.
Sedangkan motivasi dalam belajar menurut Clayton Aldelfer adalah
kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh
hasrat untuk mencapai hasil belajar sebaik mungkin.24
Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik dan
motivasi ekstrinsik.
Menurut Arden N. Frandsen, dalam Hayinah (1992) yang termasuk dalam
motivasi intrinsik untuk belajar anatara lain adalah:((1)) Dorongan ingin tahu dan
ingin menyelidiki dunia yang lebih luas,((2)) Adanya sifat positif dan kreatif yang
22
Slameto, 2003, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta: PT Rineka Cipta, h.58.
23
Djali, 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Bumi Aksara, hal.101
24
42
ada pada manusia dan keinginan untuk maju, ((3)) Adanya keinginan untuk
mencapai hasilsehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting, misalkan
orang tua, saudara, guru, dan teman-teman. ((4)) Adanya kebutuhan untuk
menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna baginya.
Motivasi ekstrinsik adalah faktor yang datang dari luar diri individu tetapi
memberikan pengaruh terhadap kemauan untuk belajar. Seperti pujian, peraturan,
tata tertib, teladan guru, orangtua, danlain sebagainya.
(c). Ingatan
Secara teoritis, ada 3 aspek yang berkaitan dengan berfungsinya ingatan, yakni :
((1)) Menerima kesan, ((II)) Menyimpan kesan, dan ((III)) Memproduksi kesan.
Mungkin karena fungsi-fungsi inilah, istilah ―ingatan‖ selalu didefinisikan sebagai
kecakapan untuk menerima, menyimpan dan mereproduksi kesan. Kecakapan
merima kesan sangat sentral peranannya dalam belajar. Melalui kecakapan inilah,
subjek didik mampu mengingat hal-hal yang dipelajarinya. Dalam konteks
pembelajaran, kecakapan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya
teknik pembelajaran yang digunakan pendidik. Teknik pembelajaran yang disertai
dengan alat peraga kesannya akan lebih dalam pada siwa.
(d) Minat
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang
beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus menerus
43
sifatnya sementara dan belum tentu diikuti dengan rasa senang, sedangkan minat
selalu diikuti dengan rasa senang dan dari situlah diperoleh kepuasan.25
Dalam konteks belajar di kelas, seorang guru atau pendidik lainnya perlu
membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan
dihadapainya atau dipelajaranya.Untuk membangkitkan minat belajar tersebut,
banyak cara yang bisa digunakan. Antara lain:((a)) Dengan membuat materi yang
akan dipelajari semenarik mungkin dan tidak membosankan, baik dari bentuk
buku materi, desain pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplore apa
yang dipelajari, melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif, afektif,
psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif, maupun performansi guru yang
menarik saat mengajar.((b)) Pemilihan jurusan atau bidang studi. Dalam hal ini,
alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai
dengan minatnya.
(e). Sikap
Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk
mereaksi atau merespons dangan cara yang relatif tetap terhadap obyek, orang,
peristiwa dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif.26
25
Slameto, 2003. Belajar dan faktor - faktor yang mempengaruhinya. Jakarta. PT Rineka Cipta. Halalaman 57
26
44
Sikap juga merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu yang
membawa diri sesuia dengan penilaian. Adanya penilaian tentang sesuatu
mengakibatkan terjadinya sikap menerima, menolak, atau mengabaikan.
(f). Bakat
Faktor psikologis lain yang mempengaruhi proses belajar adalah bakat. Bakat atau aptitude merupakan kecakapan potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam suatu bidang atau kemampuan tertentu.27
Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa akan datang.28
Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya, maka
bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan
berhasil. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk
mencapai hasil belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
b). Faktor Eksternal
Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi
dua golongan, yaitu factor lingkungan social dan faktor lingkungan nonsosial.
(1). Lingkungan social
(a) Lingkungan sosial sekolah
Seperti guru, administrasi, dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi
proses belajar seorang siswa. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi
motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah.
27
Nana Syaodih.S. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung. Remaja Rosdakarya. Hal 101
28
45
(b) Lingkungan sosial masyarakat.
Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan mempengaruhi belajar
siswa. Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan anak terlantar
juga dapat mempengaruhi aktivitas belajarsiswa, paling tidak siswa kesulitan
ketika memerlukan teman belajar, diskusi, atau meminjam alat-alat belajar yang
kebetulan belum dimilkinya.
(c) Lingkungan sosial keluarga.
Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan keluarga,
sifat-sifat orangtua, demografi keluarga (letak rumah), pengelolaan keluarga,
semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa.
(2). Lingkungan non sosial
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah;
(a) Lingkungan alamiah
Adalah lingkungan tempat tinggal anak didik, hidup, dan berusaha didalamnya.
Dalam hal ini keadaan suhu dan kelembaban udara sangat berpengaruh dalam
belajar anak didik. Anak didik akan belajar lebih baik dalam keadaan udara yang
segar. Dari kenyataan tersebut, orang cenderung akan lebih nyaman belajar ketika
pagi hari, selain karena daya serap ketika itu tinggi. Begitu pula di lingkungan
kelas. Suhu dan udara harus diperhatikan. Agar hasil belajar memuaskan. Karena
belajar dalam keadaan suhu panas, tidak akan maksimal.29
(b) Faktor instrumental
29
46
Yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Pertama, hardware,
seperti gedung sekolah, alat-alat belajar,fasilitas belajar, lapangan olah raga dan
lain sebagainya. Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan
sekolah, bukupanduan, silabi dan lain sebagainya.
(c) Faktor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa).
Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga
dengan metode mengajar guru, disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa.
Karena itu, agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas
belajr siswa, maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode
mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi siswa.
3). Hasil belajar mata kuliah PAI
Hasil belajar mata kuliah PAI adalah hasil kegiatan yang telah dicapai dalam
usaha belajar yang ditandai oleh adanya penguasaan kompetensi dalam
menggunakan media cetak dengan tingkat penguasaan diatas 71.
Mata kuliah Pendidikan Agama Islam adalah salah satu mata kuliah pada
program studi DIII-Manajemen Informatika, yang termasuk dalam kelompok
Mata Kuliah inti dengan kode MPK 31302 yang mempunyai bobot 3 SKS. Mata
kuliah ini dilaksanakan pada semester V (Lima). Standar kompetensi mata kuliah
ini adalah Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu
memahami keislaman secara esensial sehingga nilai-nilai Islam bisa melandasi
pemikiran, sikap, dan prilakunya yang kelak tercermin dalam kehidupan
47
Pokok bahasan dari mata kuliah ini adalah Manusia dan Agama, Kenabiaan
dalam Islam, Dasar-dasar Dinul Islam, Dasar-dasarTauhid, Thaharah (bersuci),
Dasar-dasar Ibadah, Dasar-dasar Akhlak, Dasar-dasar Muamalah, Syari‘ah dan
Ibadah
2. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti
‖tenggah‖, ‖perantara‖ atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.30
Gerlach & Ely (1971), Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap contohnya dosen, buku teks dan lingkungan kampus merupakan media. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat–alat grafis, photografis atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.31
Munadi (2013:7) mengartikan media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.32
Terdapat beberapa pendapat mengenai pengertian media dalam buku berjudul
Media Pembelajaran Interaktif Inovatif. Beberapa diantaranya mengemukakan
bahwa media adalah sebagai berikut :
1) National Education Association (NEA) mendefinisikan bahwa media adalah
bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun audio-visual serta peralatannya. 2)
Gagne mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen atau sumber
30
Azhar Arsyad, Media Pengajaran, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2000) hal. 3
31Ibid
, hal. 4
32
48
belajar dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk
belajar. 3) Briggs mengatakan media adalah segala wahana atau alat fisik yang
dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar. 4) Scharamm
mengatakan media adalah teknologi pembawa informasi atau pesan
instruksional.33 Heinich, dan kawan – kawan (1982) mengemukakan istilah
medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima,
seperti televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan,
bahan–bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu
membawa pesan–pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau
mengandung maksud–maksud pembelajaran maka media itu disebut media
pembelajaran.34
Dari beberapa pengertian di atas dapat penulis simpulkan bahwa media
pembelajaran adalah segala bentuk atau sistem untuk menyampaikan pesan atau
informasi pada proses pembelajaran sehingga tercipta suasana belajar yang
menyenangkan, demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan
pembelajaran di sekolah pada khususnya.
b. Manfaat media pembelajaran terhadap hasil belajar
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat
membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan
rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap
33
Hujair A. H. Sanaky. (2013). Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif. Yogyakarta : Kaukaba Dipantara., hal. 4
34
49
mahasiswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran
akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan
dan materi pembelajaran. Selain membangkitkan motivasi dan minat mahasiswa,
media pembelajaran juga dapat membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman,
menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data,
dan memadatkan informasi.
Media bertujuan untuk tujuan instruksi dimana informasi yang terdapat dalam
media itu harus melibatkan mahasiswa. Materi harus dirancang secara lebih
sistematis dan psikologis dapat di lihat dari segi prinsip–prinsip belajar agar dapat
menyiapkan instruksi yang efektif. Disamping menyenangkan, media
pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang menyenagkan dan
memenuhi kebutuhan perorangan mahasiswa.
Manfaat media pembelajaran baik secara umum maupun khusus sebagai alat
bantu pembelajaran bagi guru dan siswa, yaitu :
1) Pengajaran lebih menarik perhatian pebelajar sehingga dapat menumbuhkan
motivasi belajar. 2) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat
lebih dipahami pebelajar, serta memungkinkan pebelajar menguasai tujuan
pengajaran dengan baik. 3) Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata
hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar
tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga. 4) Pebelajar lebih banyak
50
pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti : mengamati,
melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.35.
Kemp & Dayton, mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukan
dampak positif dari penggunaan media sebagai bagian integral pembelajaran di
kelas atau sebagai cara utama pembelajaran langsung sebagai berikut: 1)
Penyampaian materi menjadi lebih baku. Setiap mahasiswa yang melihat atau
mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama. 2) Proses
Pembelajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik
perhatian dan membuat mahasiswa tetap terjaga dan memperhatikan. Kejelasan
dan keruntutan pesan, daya tarik image yang berubah–ubah, penggunaan efek
khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan menyebabkan mahasiswa
berpikir, sehingga media dapat memiliki aspek motivasi dan meningkatkan minat.
3) Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan
prinsip–prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi mahasiswa, umpan
balik, dan penguatan. 4) Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat
dipersingkat karena media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan
pesan–pesan dan isi materi dalam jumlah yang cukup banyak. 5) Kualitas hasil
belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media
pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen–elemen pengetahuan denang
cara yang terorganisasikan dengan baik spesifik, dan jelas. 6) Pembelajaran dapat
diberikan kapan dan dimana saja sesuai dengan keinginan terutama jika media
35
51
pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu 7) Sikap positif
mahasiswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses pembelajaran
dapat ditingkatkan. 8) Peran dosen dapat berubah kearah yang lebih positif; beban
dosen untuk penjelasan yang berulang–ulang mengenai isi materi dapat dikurangi
bahkan dapat dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek
penting lain dalam proses pembelajaran, misalnya sebagai
konsultan atau penasihat mahasiswa.36
Encyclopedia of Education Research dalam buku media pembelajaran Arsyad
merincikan manfaat media pembelajaran sebagai berikut: 1) Meletakan
dasar-dasar yang konkret untuk berpikir, oleh karena itu mengurangi verbalisme, 2)
Memperbesar perhatian siswa, 3) Meletakan dasar-dasar yang penting untuk
perkembangan belajar, 4) Memberikan pengalaman yang nyata sehingga dapat
menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa, 5) Menumbuhkan
pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup, 5)
Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan
kemampuan berbahasa, 6) Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperlukan
dengan cara lain dan membantu efesiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam
pembelajaran.37
Dari beberapa pendapat para ahli maka dapat disimpulkan bahwa manfaat media
pembelajaran dalam proses pembelajaran sebagai berikut : 1) Media pembelajaran
36
Azhar arsyad, media pembelajaran,jakarta, dep pend nasional direktorat jendral pend dasar dan menengah direktorat tenega kependidikan, 2003, hal.17
37
52
dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar
dan meningkatkan proses pembelajaran, 2) Media pembelajaran dapat
meningkatkan dan mengarahkan perhatian mahasiswa sehingga dapat
menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih baik antara mahasiswa dengan
lingkungannya dan mahasiswa dimungkinkan untuk belajar sendiri sesuai dengan
kemampuan dan minatnya, 3) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan
indra, ruang dan waktu, 4) Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan
pengalaman kepada mahasiswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungannya.
c. Memilih media pembelajaran
Memilih media hendaknya dilakukan secara tepat dan disesuaikan dengan kondisi
dan kebutuhan peserta didik. Kesalahan pada saat pemilihan, baik pemilihan jenis
media maupun pemilihan topik yang dimediakan akan membawa akibat panjang
yang tidak kita inginkan di kemudian hari. Ada beberapa yang harus diperhatikan
guru dan dosen dalam menggunakan media pembelajaran untuk mempertinggi
kualitas yaitu38 :
1) Ketepatan dengan tujuan pembelajaran
Media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman,
aplikasi, analisis, sintesis lebih memungkinkan digunakan media
pembelajaran.
2) Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran
38
53
Bahan pembelajaran yang bersifat fakta, prinsip, konsep dan generalisasi
sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami peserta didik.
3) Kemudahan memperoleh media
Media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat guru
pada waktu mengajar.
4) Keterampilan dosen dalam menggunakan media
Nilai dan manfaatnya yang diharapkan bukan pada media, tetapi berdampak
pada penggunanya disaat terjadinya interaksi peserta belajar dengan guru.
5) Tersedianya waktu untuk menggunakan media pembelajaran
6) Sesuai dengan taraf berfikir dan sikap proaktif peserta didik
Memilih media untuk proses pembelajaran harus sesuai dengan taraf berfikir
dan sikap proaktif peserta didik sehingga makna yang terkandung di
dalamnya dapat dipahami oleh peserta didik.
Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah :
a) Bermaksud mendemosntrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang
media
b) Merasa sudah akrab dengan media tersebut,
c) Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit; dan
d) Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya.
Jadi dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana, yaitu
memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Mc.
54
It!‖.39 Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang
perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan pengguna