• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM"

Copied!
251
0
0

Teks penuh

(1)

xiii

PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA

TERHADAP HASIL BELAJAR PAI

DI AMIK DIAN CIPTA CENDIKIA

BANDAR LAMPUNG

TESIS

Diajukan Kepada Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar

Magister Pendidikan (M.Pd)

OLEH

BETI SUSILAWATI NPM : 1522010091

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN

LAMPUNG

(2)

ii

ABSTRAK

Pengaruh Media dan Sikap Mahasiswa Terhadap Hasil Belajar PAI Di AMIK Dian Cipta Cendikia

Bandar Lampung Oleh Beti Susilawati

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa: (1) interaksi pengaruh yang signifikan antara penggunaan media edmodo dan cetak dengan sikap mahasiswa terhadap hasil belajar pada pembelajaran mata kuliah PAI,(2) perbedaan pengaruh hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan melalui media edmodo dan cetak, (3) perbedaan pengaruh hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan melalui media edmodo dan cetak pada mahasiswa yang memiliki sikap positif, (4) perbedaan hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan melalui media edmodo dan cetak pada mahasiswa yang memiliki sikap negatif,

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi terjangkau adalah mahasiswa semester V Program Studi DIII-Manajemen Informatika AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung yang berjumlah 190 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel klaster. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 mahasiswa dalam kelompok sikap diri positif dan 20 mahasiswa dalam kelompok sikap diri negatif. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) teknik tes penguasaan dan pemahaman mata kuliah PAI; 2) Teknik angket sikap diri mahasiswa terhadap mata kuliah PAI. Sebelum digunakan, terlebih dahulu soal tes dan angket diuji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan Analisis Varians dan anova dua jalur. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data penelitian ini adalah Program SPSS 16.0 For Windows.

Hasil penelitian disimpulkan: (1), Ada interaksi pengaruh yang signifikan antara penggunaan media edmodo dan cetak dengan sikap mahasiswa terhadap hasil belajar pada pembelajaran mata kuliah PAI (2)ada perbedaan hasil belajar mahasiswa yang menggunakan media edmodo dan cetak, ditemukan bahwa mahasiswa yang menggunakan media edmodo lebih tinggi dari pada cetak tanpa memandang sikap, (3) ada perbedaan hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan melalui media edmodo dan cetak pada mahasiswa yang memiliki sikap positif, ditemukan bahwa mahasiswa yang menggunakan media edmodo lebih tinggi dari pada cetak pada mahasiswa yang memiliki sikap positif terhadap mata kuliah PAI, (4) ada perbedaan hasil belajar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan melalui media cetak dan edmodo pada mahasiswa yang memiliki sikap negatif. Ditemukan bahwa hasil belajar mahasiswa yang menggunakan media cetak lebih tinggi dari pada edmodo pada mahasiswa yang memiliki sikap negatif terhadap mata kuliah PAI.

(3)

iii

PERNYATAAN ORISINALITAS

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Beti Susilawati

NPM : 1522010091

Progam Studi : Pendidikan Agama Islam

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tesis yang berjudul ―PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI AMIK DIAN CIPTA CENDIKIA BANDAR LAMPUNG”. Adalah benar karya asli saya, kecuali yang disebutkan sumbernya. Apabila terdapat kesalahan

dan kekeliruan di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

Bandar Lampung, 3 Maret 2017 Yang Menyatakan,

(4)

iv

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Judul Tesis : PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI AMIK DIANCIPTA CENDIKIA BANDAR LAMPUNG

Nama Mahasiswa : Beti Susilawati

NPM : 1522010091

Progam Studi : Pendidikan Agama Islam

Telah disetujui untuk diujikan dalam ujian tertutup pada Program Pasca Sarjana

IAIN Raden Intan Bandar Lampung.

Bandar Lampung, Februari 2017

Menyetujui

Pembimbing 1 Pembimbing 2

Dr. Rizal Firdaus, M. Pd Prof. Dr. Idham Kholid, M. Ag NIP.198209072008011010 NIP.196010201988031005

Mengetahui

Ketua Program Studi Ilmu Tarbiyah

(5)

v

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Judul Tesis : PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI AMIK DIAN CIPTA CENDIKIA BANDAR LAMPUNG

Nama Mahasiswa : Beti Susilawati

NPM : 1522010091

Progam Studi : Pendidikan Agama Islam

Telah diujikan dalam ujian tertutup dan disetujui untuk diajukan dalam ujian

terbuka pada Program Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung.

Bandar Lampung, Maret 2017

MENYETUJUI, Komisi Pembimbing

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Rizal Firdaus, M. Pd Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag NIP.198209072008011010 NIP.196010201988031005

Mengetahui

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam

(6)

vi

PERSETUJUAN

Tesis yang berjudul ―PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA

TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI AMIK DIAN CIPTA CENDIKIA BANDAR LAMPUNG” ditulis oleh Beti Susilawati, NPM 1522010091 Telah diujikan dalam ujian tertutup dan disetujui untuk diajukan dalam ujian terbuka pada Program Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung.

Tim Penguji :

1. Ketua : Prof. Dr.H. Sulthon Syahril, MA : ...

2. Sekertaris : Dr. Nasir, S. Pd., M. Pd : ...

3. Penguji I : Dr. Subandi, MM : ...

4. Penguji II : Dr. Rizal Firdaus, M. Pd : ...

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam

Dr. H. Achmad Asrori, MA NIP.195503211985031003

(7)

vii

PENGESAHAN

Tesis yang berjudul ―PENGARUH MEDIA DAN SIKAP MAHASISWA

TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI AMIK DIAN CIPTA CENDIKIA BANDAR LAMPUNG” ditulis oleh Beti Susilawati, NPM 1522010091, telah diujikan dan lulus dalam ujian terbuka pada Program Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung.

TIM PENGUJI

1. Ketua : Prof. Dr.H. Sulthon Syahril, MA : ...

2. Sekertaris : Dr. Nasir, S. Pd., M. Pd : ...

3. Penguji I : Dr. Subandi, MM : ...

4. Penguji II : Dr. Rizal Firdaus, M. Pd : ...

Direktur Program Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung

Prof. Dr. Idham Kholid, M. Ag NIP.196010201988031005

(8)

viii

PEDOMAN TRANSLITERASI

Huruf Arab Huruf Latin Huruf Arab Huruf Latin

١ Tidak dilambangkan ط ţ

ب b ظ zh

ت t ع ‗

ث ś غ g

ج j ف f

ح h ق q

خ kh ك k

د d ل l

ذ ż م m

ر r ن n

ز z و w

س s ھ h

ش sy ء `

ص ş ي y

ض d

Maddah

Maddah atau vokal panjang yang lambangnya berupa harkat dan huruf, transliterasinya berupa huruf dan tanda sebagai berikut:

Harkat dan Huruf

Huruf dan tanda

ي

١

á

ي

í

ú

(9)

ix

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada tanggal 17 Maret 1968 dengan

nama Beti Susilawati, sebagai anak kesepuluh dari sebelas bersaudara, hasil

dari buah cinta Ayah Hi. Aboe bakar Pukuk Bumi dan Ibunda Hj. Hindun

Arsyad. Pendidikan Sekolah Dasar (SD) diselesaikan di SD Negeri 11

Penengahan Bandar Lampung selesai pada tahun 1978, Sekolah Menengah

Pertama (SMP) di SMPN 3 Bandar Lampung selesai pada tahun 1984, Sekolah

Menengah Kejuruan (SMKN) di SMEAN 1 Bandar Lampung selesai pada

tahun 1987, pada tahun 1993 selesai strata satu (S1) IAIN Raden Intan Lampung

Fakultas Ushuluddin, diangkat menjadi karyawan Swasta pada Perguruan Tinggi

AMIK Dian Cipta Cendikia tahun 1994 hingga kini penulis tercatat sebagai

Dosen Tetap pada Yayasan Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung. Pada tanggal

4 April tahun 1999 menikah dengan seorang perjaka Eprianto Nukman, ST

dan di karuniai 3 putra . Pada tahun 2008 penulis menyelesaikan strata satu

(S1) pada STMIK DCC Lampung. Pada Bulan Oktober tahun 2015 penulis

terdaftar sebagai mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung

(10)

10

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahi Robbil`Alamin. Segala Puji & Syukurku Kepada Allah SWT Atas Rahmat & Petunjuk-Nya.

Kupersembahkan buah karyaku yang sangat sederhana ini dengan penuh rasa syukur dan kerendahan hati kepada:

Suamiku tercinta Eprianto Nukman, ST Anakku tercinta:

1. M. Fadel Rizky Ananda 2. A. Farel Al Ghifari 3. M. Naufal Rafif Al Ghani

Sahabatku :

Pitrawati, S. Kom., M. Pd, selaku motivator bagi penulis dalam menyelesaikan studi

Sukatmi, S. Kom, M. Pd serta rekan-rekan Staff dan Dosen Perguruan Tinggi Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung

Para pendidikku yang ku hormati

(11)

11 MOTTO

“Sesung

guhnya DIDALAM KESULITAN

ADA KEMUDAHAN,Allah tidak akan

merubah nasib suatu kaum,sehingga mereka

mengubah nasib mereka sen

diri”

(Ar Rad : 11 )

Kebahagiaan Terindah di Dalam Hidupku

Adalah Membuat Bahagia dan

Bangga untuk orang-orang yang kucintai

(12)

12

KATAPENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi robbil ‗alamin

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan

rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan

penulisan tesis yang berjudul Pengaruh Media dan Sikap Mahasiswa Terhadap Hasil Belajar PAI di AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung”. Tesis ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam meraih gelar Strata 2 Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam

IAIN Raden Intan Lampung. Penulis pada kesempatan ini menyampaikan

ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah

memberikan sumbangan pikiran, waktu dan tenaga serta bantuan moril

maupun materil khususnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Idham Kholid, M.Ag sebagai Direktur Program

Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung, Sekaligus sebagai pembimbing

2 yang telah memberikan kemudahan-kemudahan bimbingan, motivasi,

(13)

13

2. Bapak Prof. Dr. H. Sulthon Syahril, MA, sebagai Wakil Direktur Program

Pascasarjana IAIN Raden Intan Lampung, Sekaligus sebagai ketua

penguji yang telah memberikan kemudahan-kemudahan, motivasi, saran,

masukan dan solusi kepada penulis.

3. Bapak Dr. H. Achmad Asrori, M.A, sebagai ketua Program Studi

Pendidikan Agama Islam pada Program Pascasarjana IAIN Raden Intan

Lampung

4. Bapak Dr. Rizal Firdaus, M.Pd sebagai pembimbing 1 yang telah

memberikan kemudahan-kemudahan bimbingan, motivasi, saran, masukan

dan solusi kepada penulis.

5. Bapak Dr. Nasir, S,Pd. M. Pd, sebagai Sekertaris Program Studi

Pendidikan Agama Islam pada Program Pascasarjana IAIN Raden Intan

Lampung

6. Bapak Dr. H. Subandi, MM, sebagai penguji 1 yang telah memberikan

kemudahan-kemudahan, motivasi, saran, masukan dan solusi kepada

penulis.

7. Segenap dosen dan karyawan Program Pascasarjana IAIN Raden Intan

Lampung yang telah membantu dalam urusan administrasi akademik.

8. Segenap keluarga besar AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung

9. Semua kawan-kawanku mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Raden

Intan Lampung atas kebersamaan yang indah, dorongan dan bantuan

selama menempuh pendidikan .

(14)

14 dorongan dan semangat serta kesabaran.

Akhir kata penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari kesempurnaan,

akan tetapi sedikit harapan semoga tesis yang sederhana ini dapat berguna

dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bandar Lampung 3 Maret 2017

(15)

15 DAFTAR ISI

JUDUL ... i

HALAMAN JUDUL DALAM ... ii

ABSTRAK ... iii

PERNYATAAN ORISINALITAS ... iv

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... v

PENGESAHAAN ... viii

PEDOMAN TRANSLITERASI ... ix

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... x

HALAMAN PERSEMBAHAN ... xi

MOTO ... xii

KATA PENGANTAR ... xiii

DAFTAR ISI ... xvi

DAFTAR GAMBAR ... xviii

DAFTAR TABEL ... xix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi dan Batasan Masalah ... 11

C. Perumusan Masalah ... 12

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian... 13

BAB II. LANDASAN TEORI A. Deskripsi Konseptual ... 15

(16)

16

C. Kerangka Teoritik ... 63

D. Kerangka berfikir ... 69

E. Hipotesis penelitian ... 69

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian ... 71

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 74

1. Tempat penelitian ... 74

2. Waktu Penelitian ... 74

C. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel ... 74

1. Populasi ... 74

2. Sampel ... 74

D. Teknik Pengumpulan Data ... 75

E. Teknik Analisis Data ... 101

F. Hipotesis statistik ... 104

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ... . 107

B. Pengujian Persyaratan Analisis ... . 116

C. Pengujian Hipotesis ... 119

D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 123

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 132

B. Rekomendasi ... 133

DAFTAR PUSTAKA

(17)

17

DAFTAR GAMBAR

(18)

18

DAFTAR TABEL

1.1. Hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah PAI tahun akademik

2016/2017 ... 6

1.2. Pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2016 ... 7

1.3. Pemanfaatan perpustakaan oleh Dosen AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2016 ... 8

3.1 Tabel desain penelitian ... 72

3.2 Desain penelitian ... 73

3.3 Kisi-kisi butir soal tes ... 77

3.4 Validitas soal tes ... 81

3.5 Tabel kriteria tes ... 87

3.6 Kisi-kisi instrumen sikap diri ... 94

3.7 Kisi-kisi instrumen sikap mahasiswa terhadap mata kuliah PAI ... 95

3.8 Validitas soal non tes ... 97

3.9 Kriteria tes ... 100

4.1 Data pretest mata kuliah PAI ... 108

4.2 Output analisis frekuensi data pretest ... 108

4.3 Data posttest mata kuliah PAI ... 109

4.4 Output analisis frekuensi data postest ... 110

4.5 Data hasil belajar mata kuliah PAI... 111

4.6 Output analisis frekuensi data hasil belajar ... 111

Statistik deskriptif data hasil belajar mahasiswa 4.7 Statistik Deskriptif ... 112

4.8 Hasil analisis statistic deskriptif data hasil belajar ... 112

(19)

19

edmodo ... ... 114

4.11 One-sample kolmogoro-smirnov untuk mahasiswa yang menggunakan Media cetak ... 115

4.12 One-sample kolmogoro-smirnov untuk mahasiswa yang menggunakan edmodo ... 116

4.13 Hasil pengolahan data uji homogenitas berdasarkan mahasiswa yang Yang menggunakan media cetak ... 117

4.14 Hasil pengolahan data uji homogenitas berdasarkan mahasiswa yang Yang menggunakan edmodo ... 118

4.15 Statistik deskriptif ... 119

4.16 Uji antara efek subjek (test of between subject effect) ... 120

(20)

20 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu bidang yang sangat penting dalam kehidupan

suatu bangsa dan Negara. Oleh Karena itu tingkat kemajuan suatu Negara dapat

dilihat dari tingkat kemajuan pendidikannya. Pendidikan juga dapat dimaknai

sebagai proses mengubah tingkah laku peserta didik agar menjadi manusia dewasa

yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan

alam sekitar dimana individu itu berada. Pendidikan tidak hanya mencakup

pengembangan intelektual saja, akan tetapi lebih ditekankan pada proses

pembinaan pribadi peserta didik secara menyeluruh.

Tujuan Pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,

sebagaimana dirumuskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20

Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 yang berbunyi:

―Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan

membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab.‖1

Berdasarkan Undang-Undang diatas salah satu ciri manusia berkualitas adalah

mereka yang tangguh iman, bertakwa serta memiliki akhlak mulia, sehingga

1

(21)

21

diharapkan salah satu ciri kompetensi keluaran pendidikan di Indonesia adalah

ketangguhan dalam iman, bertakwa serta memiliki akhlak mulia.

Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar mengajar adalah proses

pokok yang harus dilalui oleh seorang pendidik atau Dosen. Tugas Dosen dalam

pembelajaran tidak terbatas pada penyampaian informasi kepada Mahasiswa.

Sesuai kemajuan dan tuntunan zaman, Dosen harus memiliki kemampuan untuk

memahami Mahasiswa dengan berbagai keunikannya agar Mahasiswa mampu

dalam menghadapi kesulitan belajar. Oleh karena itu Dosen dituntut untuk lebih

kreatif agar kegiatan pembelajaran tidak membosankan dan menjadikan

Mahasiswa lebih aktif dan kreatif dalam belajar. Sebagaimana dijelaskan dalam

Surat Ar-Ra‘d: 11

َّ نِإ

َّ

َّهّللا

َّ

َّهل

َّ

َُّرِّيهغُي

َّ

اهم

َّ

َّ م ْىهقِب

َّ

ى تهح

َّ

َّْاو ُرِّيهغُي

َّ

اهم

َّ

َّْمِهِسُفْنهأِب

َّ

Artinya: ―...Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum

sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...‖ (QS. Ar-Ra‘d: 11)2

Belajar hakikatnya adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan

pada diri seseorang. Perubahan tingkah laku tersebut dapat berupa perubahan ,

kebiasaan, sikap, pengetahuan, pemahaman dan apresiasi.3

Menurut Sardiman ―Di dalam belajar diperlukan aktivitas. Sebab pada prinsipnya

belajar adalah berbuat. Berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan

2

Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjemahnya (Bandung: Sygma Ezamedia Arkanleema, 2009), hal. 271.

3

(22)

22

kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas‖.4

Dengan adanya aktivitas

belajar yang positif maka peserta didik akan belajar lebih aktif dan pada akhirnya

hasil belajar dapat dicapai secara maksimal.

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang diperoleh peserta didik setelah

melalui kegiatan belajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari

seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku

yang relatif menetap.5 Cara yang dapat digunakan oleh seorang Dosen dalam

meningkatkan aktivitas dan hasil belajar adalah melakukan tindakan yang dapat

mengubah suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif dan efektif, serta

melibatkan Mahasiswa secara aktif dalam proses pembelajaran.

Media dapat diartikan dengan perantara atau pengantar pesan dari pengirim

kepada penerima pesan. Jika media itu banyak, maka sering disebut dengan

multimedia. Multimedia yang merupakan kombinasi dari media ini bisa berupa

visual, audio, grafik, dan juga informasi berbentuk teks dengan menggunakan

teknologi sederhana. Multimedia bukan sekadar sebagai media yang

dikumpulkan, namun berupa sejumlah media yang saling melengkapi yang

dikombinasikan dan diorganisasikan secara integral dengan memanfaatkan

teknologi sebagai sasarannya.6

4

Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta:Rajawali Pers,2009),hal.95 5

Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belaja,(Jakarta:Rineka Cipta, 2003), hal.32.

6

(23)

23

Kedua unsur pembangun media pembelajaran ini tidak bisa dipisahkan satu

dengan yang lain. Tapi media yang terpenting bukanlah peralatan itu (hardware),

melainkan pesan/informasi pembelajaran yang dibawakannya (software).7

Meski ada yang membedakan antara media dan multimedia, namun secara

umum media pembelajaran adalah segala sesuatu yang berupa alat, baik itu berupa

buku, televisi, koran, majalah, internet dan lain sebagainya yang membantu

pengajar dan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran melalui

penggunaan alat bantu pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan karakteristik

penggunanya. Adapun manfaat penggunaan media pembelajaran, menurut Nana

Sudjana adalah sebagai berikut:

a. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan

motivasi belajar.

b. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami

oleh siswa.

c. Metode mengajar akan lebih bervariasi

d. Siswa melakukan kegiatan belajar, seperti mengamati, melakukan dan

mendemonstrasikan.8

Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan serta perubahan sikap masyarakat

membawa pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Hal ini mendorong

setiap lembaga pendidikan untuk mengembangkan lembaganya lebih maju dengan

memanfaatkan teknologi modern dan kemajuan ilmu pengetahuan sebagai media

7

Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan, (Semarang: rasail, 2005), hal. 6.

8

(24)

24

pembelajaran. Dalam bidang pendidikan dan pembelajaran, secara sadar atau tidak

teknologi juga telah menjadi bagian integral.

Media pembelajaran yang disediakan pada Perguruan Tinggi Dian Cipta Cendikia

telah memenuhi standar sarana dan prasarana yang telah ditetapkan oleh

pemerintah, seperti tersedianya laboratorium komputer, media cetak praktikum,

LCD, ruang full AC, selain itu tenaga pengajar untuk mata kuliah ini berjumlah 2

(dua) pengajar untuk setiap kelasnya agar setiap peserta didik dapat terlayani

secara maksimal. Media pembelajaran dalam bentuk media cetak (buku) pada

mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) berisi materi perkuliahan yang

disusun perbab sesuai kompetensi mata kuliah, namun media pembelajaran

tersebut belum dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan hasilbelajar

mahasiswa.

Hasil belajar mahasiswa terhadap mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI)

masih rendah, hal ini dapat di lihat dari Tabel 1.1

Tabel 1.1. Hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah PAI tahun akademik 2016/2017

No. Kelas A B C D E Jumlah

1 2D3-MI1 4 4 10 2 4 25

2 2D3-MI2 7 6 8 5 3 29

3 2D3-MI3 4 5 12 4 2 27

(25)

25

5 2D3-MI6 5 6 6 6 5 28

6 2D3-MI7 5 5 14 4 2 30

7 2D3-MI8 2 5 17 2 2 28

Jumlah 34 39 69 25 23 190

Sumber : BAAK AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung pada tahun akademik 2016/2017

Berdasarkan dari data di atas maka dapat dijelaskan bahwa jumlah mahasiswa

yang mendapatkan nilai A sebanyak 34 mahasiswa atau 18%, nilai B sebanyak 39

mahasiswa atau 21%, nilai C sebanyak 69 atau 36%, nilai D sebanyak 25

mahasiswa atau 13% dan nilai E sebanyak 23 mahasiswa atau 12%. Data tersebut

diperoleh dari mahasiswa menggunakan media cetak buku Pendidikan Agama

Islam (PAI) pada saat perkuliahaan berlangsung.

Sumber belajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa. Berbagai

studi menunjukkan bahwa buku ajar merupakan media intruksional yang sangat

penting karena merupakan sumber rujukan utama dalam proses pembelajaran dan

bagian sentral dalam suatu sistem pendidikan. Karena media cetak berupa buku,

media cetak merupakan alat yang penting untuk penyampaian materi kurikulum,

maka buku menduduki peranan sentral pada semua tingkat pendidikan.

Perpustakaan saat ini bukan hanya merupakan tempat untuk menyimpan atau

mengoleksi buku sebagai benda mati. Perpustakaan menjadi tempat ”the prevation of knowledge”. Artinya perpustakaan tempat untuk mengumpulkan,

memelihara dan mengembangkan ilmu pendidikan.

Perpustakaan mempunyai tujuan untuk membantu terselenggarannya proses

(26)

26

rekreasi. Pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa AMIK Dian Cipta Cendikia

Bandar Lampung masih rendah. Hasil prasurvei dapat di lihat pada Tabel 1.2

berikut ini.

Tabel 1.2 Pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa

AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2016

Bulan Jumlah Mahasiswa Persentase Yang Berkunjung

Januari 72 11%

Februari 87 13%

Maret 157 23%

April 156 23%

Mei 243 36%

Juni 274 40%

Juli 75 11%

Agustus 93 14%

September 87 13%

Oktober 207 31%

November 211 31%

Desember 245 36%

Sumber : Perpustakaan AMIK DCC Bandar Lampung tahun 2016

Pada Tabel 1.2 terlihat bahwa pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar

oleh mahasiswa masih rendah, hal ini dapat diperoleh berdasarkan perbandingan

total jumlah mahasiswa 677 mahasiswa yang berada di kampus Jl. Cut Nyak Dien

No 65 Durian Payung (Palapa) Bandar Lampung, telp (0721) 250766, yaitu setiap

bulannya rata-rata dibawah 50% mahasiswa yang memanfaatkan atau

mengunjungi perpustakaan sehingga dapat diartikan bahwa pemanfaatan

(27)

27

Pemanfaatan perpustakaan oleh dosen AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar

Lampung masih rendah. Hasil prasurvei dapat di lihat pada Tabel 1.3 berikut ini.

Tabel 1.3 Pemanfaatan perpustakaan oleh dosen

AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2016

Bulan Jumlah Dosen Persentase Yang Berkunjung

Januari 9 18%

Februari 18 36%

Maret 11 22%

April 13 26%

Mei 20 40%

Juni 11 22%

Juli 13 26%

Agustus 26 52%

September 24 48%

Oktober 12 24%

November 25 50%

Desember 20 40%

Sumber : Perpustakaan AMIK DCC Bandar Lampung tahun 2016

Pada Tabel 1.3 diperoleh data berdasarkan perbandingan total jumlah mahasiswa

50 dosen yang berada di kampus Jl. Cut Nyak Dien No 65 Durian Payung

(Palapa) Bandar Lampung, telp (0721) 250766., yaitu setiap bulannya rata-rata

50% dosen yang memanfaatkan atau mengunjungi perpustakaan sehingga dapat

diartikan bahwa pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar oleh dosen

masih rendah.

Salah satu teknologi yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran adalah

(28)

28

dimanfaatkan oleh dosen sebagai media penyajian materi yang akan digunakan

sebagai salah satu sumber belajar untuk mahasiswa, hal ini dapat di lihat dari 50

dosen yang berada di AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung sekitar 28

dosen atau 56 % saja sudah memanfaatkan E-Learning sebagai sumber belajar dan

media menyaji materi.

Ilmu teknologi telah banyak membantu dalam dunia pendidikan. Tampilan yang

dikombinasikan dengan berbagai unsur penyampaian informasi dan pesan, dapat

dirancang dan digunakan sebagai media teknologi yang efektif untuk mempelajari

dan membelajarkan materi perkuliahan yang relevan. Multimedia berbasis

komputer dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana dalam melakukan simulasi

untuk melatih dan kompetensi tertentu sehingga menghasilkan inovasi-inovasi

pembelajaran.Inovasi pembelajaran yang tercipta dari perkembangan ilmu

teknologi salah satunya adalah Edmodo.

Edmodo adalah lingkungan belajar yang menggunakan kecanggihan teknologi

yang aman dan kerjasama yang nyaman antara dosen dan siswa. Tujuannya adalah

menciptakan ruang bagi dosen dan siswa untuk terikat di dalam ruang belajar

dunia maya dimana berbagai macam topik dapat dipresentasikan, didiskusiskan,

ditemukan, dianalisa dan atau dinilai oleh dosen dan siswa. Implementasi

edmodo membuat siswa secara aktif dapat berpartisispasi karena belajar online

menyediakan lingkunagan belajar secara interaktif. Siswa dapat memperoleh

informasi berupa dokumen elektronik untuk memperkaya studi mereka. Selain itu

(29)

29

video melalui edmodo dan interaksi yang dihasilkan dapat menciptakan suasana

belajar yang efektif.

Selain edmodo juga ada media cetak/buku merupakan media pembelajaran dalam

bentuk cetak dan disajikan dalam kertas yang berfungsi untuk keperluan

pembelajaran dan penyampaian informasi. Media cetak buku/media cetak

mempunyai kelemahan tidak mampu memaparkan materi, tidak mampu

mempresentasikan kejadian secara berurutan, membutuhkan kemampuan baca

yang tinggi dari pembacanya, tidak dapat memberikan bimbingan kepada

pembacanya yang mengalami kesulitan dan tidak dapat memberikan umpan balik

kepada pembaca. Penyusunan bahan ajar secara manual tidak mampu mengatasi

permasalahan belajar yang dihadapi mahasiswa untuk secara mudah dan cepat

mencapai kompetensi yang ingin dicapai, untuk itu diperlukan alternatif bahan

ajar yang lebih interaktif penganti media cetak media cetak/buku yaitu dengan

menggunakan edmodo sebagai media pembelajaran online.

Rendahnya hasil belajar dapat dilihat dari salah satu indikator yaitu sikap diri.

Karena sikap diri mahasiswa merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi

hasil belajar sehingga untuk merubah sikap diri mahasiswa yang negatif setiap

dosen harus dapat berinovasi dalam menyediakan media pembelajaran yang

disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa itu sendiri.

Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis berkeinginan untuk meneliti apakah

ada pengaruh media dan sikap mahasiswa terhadap hasil belajar PAI di Akademi

(30)

30 B. Identifikasi dan Batasan Masalah

1. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat diidentifikasi masalah

sebagai berikut:

1. Rendahnya hasil belajar mahasiswa di AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar

Lampung untuk mata kuliah PAI.

2. Media pembelajaran dalam bentuk media cetak yang telah digunakan sejak

tahun 2005, namun media pembelajaran tersebut belum dapat membantu

mahasiswa dalam meningkatkan hasil belajar.

3. Pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa di AMIK Dian Cipta Cendikia

Bandar Lampung masih rendah.

4. Rendahnya minat baca mahasiswa di AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar

Lampung terhadap mata kuliah PAI.

5. Pemanfaatan perpustakaan oleh dosen di AMIK Dian Cipta Cendikia

Bandar Lampung masih rendah.

6. Teknologi dalam bentuk pembelajaran E-Learning belum dimanfaatkan

secara maksimal di AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung.

7. Sikap diri mahasiswa terhadap mata kuliah PAI Islam masih rendah

sehingga dapat menghambat ketercapaian standar kompetensi yang

diharapkan.

2. Pembatasan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka penelitian

(31)

31

1. Interaksi antara hasil belajar pada mata kuliah PAI dengan sikap diri

mahasiswa terhadap mata kuliah PAI.

2. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti

perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang

menggunakan media cetak.

3. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti

perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang

menggunakan media cetak dengan sikap diri positif terhadap mata kuliah

PAI.

4. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti

perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang

menggunakan media cetak dengan sikap diri negatif terhadap mata

kuliah PAI.

C. Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan batasan masalah, disusun rumusan masalah sebagai

berikut :

1. Apakah ada interaksi antara hasil belajar pada mata kuliah PAI dengan sikap

diri mahasiswa terhadap mata kuliah PAI.

2. Apakah ada Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang

mengikuti perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang

(32)

32

3. Apakah ada Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang

mengikuti perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang

menggunakan media cetak dengan sikap diri positif terhadap mata kuliah

PAI ?

4. Apakah ada Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang

mengikuti perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang

menggunakan media cetak dengan sikap diri negatif terhadap mata kuliah

PAI ?

E.Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan Penelitian untuk mengetahui :

a. Interaksi antara hasil belajar pada mata kuliah PAI dengan sikap diri

mahasiswa terhadap mata kuliah PAI.

b. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti

perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang

menggunakan media cetak.

c. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti

perkuliahan menggunakan media edmodo dengan mahasiswa yang

menggunakan media cetak dengan sikap diri positif terhadap mata

kuliah PAI.

d. Pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar mahasiswa yang mengikuti

(33)

33

menggunakan media cetak dengan sikap diri negatif terhadap mata

kuliah PAI.

2. Kegunaan Penelitian

a. Untuk memberikan sumbangan pemikiran dan memperluas kajian

teknologi pembelajaran dalam kawasan desain pembelajaran dan

pengelolaan pembelajaran yang dapat menjadi rujukan dalam

peningkatan kualitas pembelajaran di lapangan secara langsung.

b. Bagi dosen, khususnya mata kuliah PAI, hasil penelitian ini dapat

dipakai sebagai acuan untuk perbandingan dan efektifitas media

pembelajaran yang akan digunakan

c. Bagi lembaga dapat dipakai sebagai sumbangan pemikiran lebih lanjut

untuk lebih meningkatkan proses pembelajaran dalam mencapai tujuan

(34)

34 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Deskripsi Konseptual

1. Teori Belajar dan Pembelajaran a. Konsep Belajar

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh

suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil

pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Witherington yang dikutip oleh Sukmadinata dalam bukunya Landasan Pendidikan belajar adalah merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respon yang baru berbentuk , sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan. Belajar merupakan kegiatan integral yang melibatkan seluruh komponen termasuk siswa. Artinya keberhasilan belajar ditentukan oleh aktivitas siswa dalam belajar.9

Menurut Syai‘ful Bahri Djamarah dalam bukunya ―Psikologi Belajar‖

pengertian belajar adalah serangkai kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik.10

Menurut Robert M. Gagne (1970) belajar merupakan kegiatan yang kompleks,

dan hasil belajar berupa kapabilitas, timbulnya kapabilitas disebabkan stimulasi

yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan oleh peserta

didik. Setelah belajar orang memiliki , pengetahuan, sikap dan nilai. Dengan

demikian dapat ditegaskan, belajar adalah seperangkat proses kognitif yang

9

Sukmadinata, Nana Syaodih, 2003, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung h. 155.

10

(35)

35

mengubah sifat stimulasi lingkungan, melewati pengolahan informasi, dan

menjadi kapabilitas baru.11

Dalam implementasinya belajar adalah kegiatan individu memperoleh

pengetahuan, perilaku, dan dengan cara mengolah bahan ajar dengan

memanfaatkan segala sumber belajar yang tersedia. Untuk menangkap isi dan

pesan bahan ajar tersebut maka dalam belajar individu menggunakan kemampuan

pada ranah-ranah :

1). Kognitif; yaitu kemampuan yang berkenanaan dengan

pengetahuan, penalaran, atau pikiran yang terdiri dari katagori

pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sistesis dan

evaluasi

2). Afektif; yaitu kemampuan yang mengutamakan perasaan, emosi,

dan reaksi-reaksi yang berbeda dengan penalarannya yang terdiri

dari kategori penerimaan, partisipasi, penilaian/penentuan sikap,

organisasi dan pembentukan pola hidup,

3). Psikomotorik; yaitu kemampuan yang mengutamakan jasmani

terdiri dari persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan

terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan, dan

kreatifitas. Orang dapat mengamati tingkah laku orang telah

belajar setelah membandingkan dengan sebelum belajar.

11

(36)

36

Dari beberapa teori tersebut di atas dapat penulis simpulkan bahwa belajar adalah

proses perubahan tingkah laku, keperibadian yang dimiliki oleh manusia yang

berbentuk , sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan secara dinamis dari

tidak tahu menjadi tahu, dari yang sederhana menjadi yang kompleks dan

merupakan cipta, rasa dan karsa yang diintegrasikan dari buah budi manusia.

b. Konsep Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber

belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang

diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan,

penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan

padapeserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk

membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.

Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar

siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian

rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa

yang bersifat internal12.

Hakikat Pembelajaran diantaranya :

1) Kegiatan yang dimaksudkan untuk membelajarkan pembelajaran.

2) Program pembelajaran yang dirancang dan dimplementasikan sebagai

suatu sistem.

12

(37)

37

3) Kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar kepada

pembelajaran.

4) Kegiatan yang mengarahkan pembelajaran kearah pencapaian tujuan

pembelajaran

5) Kegiatan yang melibatkan komponen-komponen tujuan, isi pelajaran,

sistem penyajian, dan sistem evaluasi dalam realisasinya13.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa Pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk

membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri

siswa yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan

baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama dan karena adanya usaha.

c. Hasil Belajar

1). Pengertian Hasil Belajar

Menurut Winarno Surakhmad hasil belajar siswa bagi kebanyakan orang berarti ulangan, ujian atau tes. Maksud ulangan tersebut ialah untuk memperoleh suatu indek dalam menentukan keberhasilan siswa.14

Menurut Ngalim Purwanto, hasil belajar adalah hasil yang dicapai seseorang

karena usahanya untuk memiliki suatu kecakapan atau ilmu pengetahuan atau

perubahan-perubahan yang dicapai seseorang dalam usahanya untuk memiliki

13

Dimyati dan Mudjiono 2006. Belajar dan Pembelajaran. Direktorat Jendral, hal.46

14

(38)

38

suatu kecakapan atau - tertentu dan perubahan-perubahan yang dicapai oleh

individu dalam proses belajar-mengajar meliputi aspek pengetahuan, dan sikap.15

Sedangkan menurut Nana Sudjana mengatakan bahwa hasil belajar adalah

perubahan tingkah laku yang diinginkan pada diri siswa yang mencakup bidang

kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil belajar ini bisa berupa huruf atau standar

angka interpretasi nilai atau skor tersebut akan dapat diketahui kedudukan siswa

dibandingkan dengan kelompoknya, posisi siswa dengan dibandingkan dengan

kriteria yang telah ditentukan.16

Menurut Howard Kingsley, hasil belajar dibedakan dalam 3 kelompok, yaitu (1) dan kebiasaan; (2) pengetahuan dan pengertian serta (3) sikap dan cita-cita.17

Menurut Sardiman ―hasil belajar adalah hasil langsung berupa tingkah laku siswa setelah melalui proses belajar-mengajar yang sesuai dengan

materi yang dipelajarinya‖. Sehingga hasil belajar dapat ditafsirkan

sebagai output dari proses belajar-mengajar.18

Dari definisi di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar adalah

hasil belajar yang dicapai siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dengan

membawa suatu perubahan dan pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk

menyatakan bahwa suatu proses belajar dapat dikatakan berhasil, setiap guru

memiliki pandangan masing-masing sejalan dengan filsafatnya. Namun untuk

menyamakan persepsi sebaiknya kita berpedoman pada kurikulum yang berlaku

15

Ngalim Purwanto,2002, Psikologi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosda Karya , hal.12.

16

Nana Sudjana dan Ahmad Rifa‘i, 2001, Penelitian Dan Penilaian Pendidikan, Bandung: Sinar Baru, hal 153.

17

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2008), hal 22

18

(39)

39

saat ini yang telah disempurnakan, antara lain bahwa suatu proses belajar

mengajar tentang suatu bahan pembelajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan

pembelajaran khususnya dapat dicapai.

2). Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Menurut Shabri , hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari lingkungan dan faktor yang datang dari diri siswa. Faktor yang datang dari diri siswa seperti kemampuan belajar (intelegensi), motivasi belajar, minta dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, faktor fisik dan psikis.19

Hasil belajar siswa pada umumnya dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor

internal yang berasal dari dalam diri individu siswa sendiri dan faktor eksternal

yang berasal dari luar individu siswa.

Menurut pendapat Nana Sudjana hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh

dua faktor utama yaitu faktor dari dalam diri siswa itu sendiri (internal) dan faktor

yang datang dari luar diri siswa (eksternal) atau lingkungan. Faktor yang datang

dari diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya. Sesungguhnya demikian,

hasil yang didapat masih juga tergantung dari lingkungan.20

Sedangkan menurut Slameto, mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi hasil

belajar tersebut sebagian besar berasal dari dalam diri individu dan sebagian lagi

berasal dari luar individu.21 Penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut :

19

Shabri, H. A. 2005. Strategi belajar mengajar micro teaching. Jakarta: Quantum Teaching.hal.20

20

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006), hal. 39

21

(40)

40 a). Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan

dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi

factor fisiologis dan faktor psikologis.

(1). Faktor fisiologis

Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi

fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam.

Pertama, keadaan jasmani. Keadaan jasmani pada umumnya sangat

mempengaruhi aktivitas belajar seseorang. Kondisi fisik yang sehat dan bugar

akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya,

kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar

yang maksimal.

Kedua, keadaan fungsi jasmani/fisiologis. Selama proses belajar

berlangsung, peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat mempengaruhi

hasil belajar, terutama panca indera.

(2). Faktor psikologis

Faktor-faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat

mempengaruhi proses belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama

mempengaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motivasi, minat, sikap dan

(41)

41

(a). Kecerdasan/intelegensi siswa

Menurut J.P. Chaplin, ―intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis, yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan kedalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui atau menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat‖.22

Jadi, intelegensi adalah kemampuan seseorang untuk lebih cepat menerima respon

terhadap sesuatu yang diterimanya. Sesorang yang memiliki intelegensi yang

tinggi akan lebih mudah menerima dan memeahami pelajaran yang diberikan.

(b). Motivasi

Motivasi adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri

seseorang yang mendorong untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai

suat tujuan (kebutuhan)23.

Sedangkan motivasi dalam belajar menurut Clayton Aldelfer adalah

kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh

hasrat untuk mencapai hasil belajar sebaik mungkin.24

Dari sudut sumbernya motivasi dibagi menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik dan

motivasi ekstrinsik.

Menurut Arden N. Frandsen, dalam Hayinah (1992) yang termasuk dalam

motivasi intrinsik untuk belajar anatara lain adalah:((1)) Dorongan ingin tahu dan

ingin menyelidiki dunia yang lebih luas,((2)) Adanya sifat positif dan kreatif yang

22

Slameto, 2003, Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta: PT Rineka Cipta, h.58.

23

Djali, 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Bumi Aksara, hal.101

24

(42)

42

ada pada manusia dan keinginan untuk maju, ((3)) Adanya keinginan untuk

mencapai hasilsehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting, misalkan

orang tua, saudara, guru, dan teman-teman. ((4)) Adanya kebutuhan untuk

menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna baginya.

Motivasi ekstrinsik adalah faktor yang datang dari luar diri individu tetapi

memberikan pengaruh terhadap kemauan untuk belajar. Seperti pujian, peraturan,

tata tertib, teladan guru, orangtua, danlain sebagainya.

(c). Ingatan

Secara teoritis, ada 3 aspek yang berkaitan dengan berfungsinya ingatan, yakni :

((1)) Menerima kesan, ((II)) Menyimpan kesan, dan ((III)) Memproduksi kesan.

Mungkin karena fungsi-fungsi inilah, istilah ―ingatan‖ selalu didefinisikan sebagai

kecakapan untuk menerima, menyimpan dan mereproduksi kesan. Kecakapan

merima kesan sangat sentral peranannya dalam belajar. Melalui kecakapan inilah,

subjek didik mampu mengingat hal-hal yang dipelajarinya. Dalam konteks

pembelajaran, kecakapan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya

teknik pembelajaran yang digunakan pendidik. Teknik pembelajaran yang disertai

dengan alat peraga kesannya akan lebih dalam pada siwa.

(d) Minat

Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang

beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus menerus

(43)

43

sifatnya sementara dan belum tentu diikuti dengan rasa senang, sedangkan minat

selalu diikuti dengan rasa senang dan dari situlah diperoleh kepuasan.25

Dalam konteks belajar di kelas, seorang guru atau pendidik lainnya perlu

membangkitkan minat siswa agar tertarik terhadap materi pelajaran yang akan

dihadapainya atau dipelajaranya.Untuk membangkitkan minat belajar tersebut,

banyak cara yang bisa digunakan. Antara lain:((a)) Dengan membuat materi yang

akan dipelajari semenarik mungkin dan tidak membosankan, baik dari bentuk

buku materi, desain pembelajaran yang membebaskan siswa mengeksplore apa

yang dipelajari, melibatkan seluruh domain belajar siswa (kognitif, afektif,

psikomotorik) sehingga siswa menjadi aktif, maupun performansi guru yang

menarik saat mengajar.((b)) Pemilihan jurusan atau bidang studi. Dalam hal ini,

alangkah baiknya jika jurusan atau bidang studi dipilih sendiri oleh siswa sesuai

dengan minatnya.

(e). Sikap

Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk

mereaksi atau merespons dangan cara yang relatif tetap terhadap obyek, orang,

peristiwa dan sebagainya, baik secara positif maupun negatif.26

25

Slameto, 2003. Belajar dan faktor - faktor yang mempengaruhinya. Jakarta. PT Rineka Cipta. Halalaman 57

26

(44)

44

Sikap juga merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu yang

membawa diri sesuia dengan penilaian. Adanya penilaian tentang sesuatu

mengakibatkan terjadinya sikap menerima, menolak, atau mengabaikan.

(f). Bakat

Faktor psikologis lain yang mempengaruhi proses belajar adalah bakat. Bakat atau aptitude merupakan kecakapan potensial yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam suatu bidang atau kemampuan tertentu.27

Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa akan datang.28

Apabila bakat seseorang sesuai dengan bidang yang sedang dipelajarinya, maka

bakat itu akan mendukung proses belajarnya sehingga kemungkinan besar ia akan

berhasil. Pada dasarnya setiap orang mempunyai bakat atau potensi untuk

mencapai hasil belajar sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

b). Faktor Eksternal

Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi

dua golongan, yaitu factor lingkungan social dan faktor lingkungan nonsosial.

(1). Lingkungan social

(a) Lingkungan sosial sekolah

Seperti guru, administrasi, dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi

proses belajar seorang siswa. Hubungan harmonis antra ketiganya dapat menjadi

motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah.

27

Nana Syaodih.S. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung. Remaja Rosdakarya. Hal 101

28

(45)

45

(b) Lingkungan sosial masyarakat.

Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan mempengaruhi belajar

siswa. Lingkungan siswa yang kumuh, banyak pengangguran dan anak terlantar

juga dapat mempengaruhi aktivitas belajarsiswa, paling tidak siswa kesulitan

ketika memerlukan teman belajar, diskusi, atau meminjam alat-alat belajar yang

kebetulan belum dimilkinya.

(c) Lingkungan sosial keluarga.

Lingkungan ini sangat memengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan keluarga,

sifat-sifat orangtua, demografi keluarga (letak rumah), pengelolaan keluarga,

semuannya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa.

(2). Lingkungan non sosial

Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah;

(a) Lingkungan alamiah

Adalah lingkungan tempat tinggal anak didik, hidup, dan berusaha didalamnya.

Dalam hal ini keadaan suhu dan kelembaban udara sangat berpengaruh dalam

belajar anak didik. Anak didik akan belajar lebih baik dalam keadaan udara yang

segar. Dari kenyataan tersebut, orang cenderung akan lebih nyaman belajar ketika

pagi hari, selain karena daya serap ketika itu tinggi. Begitu pula di lingkungan

kelas. Suhu dan udara harus diperhatikan. Agar hasil belajar memuaskan. Karena

belajar dalam keadaan suhu panas, tidak akan maksimal.29

(b) Faktor instrumental

29

(46)

46

Yaitu perangkat belajar yang dapat digolongkan dua macam. Pertama, hardware,

seperti gedung sekolah, alat-alat belajar,fasilitas belajar, lapangan olah raga dan

lain sebagainya. Kedua, software, seperti kurikulum sekolah, peraturan-peraturan

sekolah, bukupanduan, silabi dan lain sebagainya.

(c) Faktor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa).

Faktor ini hendaknya disesuaikan dengan usia perkembangan siswa begitu juga

dengan metode mengajar guru, disesuaikandengan kondisi perkembangan siswa.

Karena itu, agar guru dapat memberikan kontribusi yang postif terhadap aktivitas

belajr siswa, maka guru harus menguasai materi pelajaran dan berbagai metode

mengajar yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi siswa.

3). Hasil belajar mata kuliah PAI

Hasil belajar mata kuliah PAI adalah hasil kegiatan yang telah dicapai dalam

usaha belajar yang ditandai oleh adanya penguasaan kompetensi dalam

menggunakan media cetak dengan tingkat penguasaan diatas 71.

Mata kuliah Pendidikan Agama Islam adalah salah satu mata kuliah pada

program studi DIII-Manajemen Informatika, yang termasuk dalam kelompok

Mata Kuliah inti dengan kode MPK 31302 yang mempunyai bobot 3 SKS. Mata

kuliah ini dilaksanakan pada semester V (Lima). Standar kompetensi mata kuliah

ini adalah Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu

memahami keislaman secara esensial sehingga nilai-nilai Islam bisa melandasi

pemikiran, sikap, dan prilakunya yang kelak tercermin dalam kehidupan

(47)

47

Pokok bahasan dari mata kuliah ini adalah Manusia dan Agama, Kenabiaan

dalam Islam, Dasar-dasar Dinul Islam, Dasar-dasarTauhid, Thaharah (bersuci),

Dasar-dasar Ibadah, Dasar-dasar Akhlak, Dasar-dasar Muamalah, Syari‘ah dan

Ibadah

2. Media Pembelajaran

a. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti

‖tenggah‖, ‖perantara‖ atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.30

Gerlach & Ely (1971), Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap contohnya dosen, buku teks dan lingkungan kampus merupakan media. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat–alat grafis, photografis atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.31

Munadi (2013:7) mengartikan media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi.32

Terdapat beberapa pendapat mengenai pengertian media dalam buku berjudul

Media Pembelajaran Interaktif Inovatif. Beberapa diantaranya mengemukakan

bahwa media adalah sebagai berikut :

1) National Education Association (NEA) mendefinisikan bahwa media adalah

bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun audio-visual serta peralatannya. 2)

Gagne mengatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen atau sumber

30

Azhar Arsyad, Media Pengajaran, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2000) hal. 3

31Ibid

, hal. 4

32

(48)

48

belajar dalam lingkungan pembelajar yang dapat merangsang pembelajar untuk

belajar. 3) Briggs mengatakan media adalah segala wahana atau alat fisik yang

dapat menyajikan pesan serta merangsang pembelajar untuk belajar. 4) Scharamm

mengatakan media adalah teknologi pembawa informasi atau pesan

instruksional.33 Heinich, dan kawan – kawan (1982) mengemukakan istilah

medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima,

seperti televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan,

bahan–bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu

membawa pesan–pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau

mengandung maksud–maksud pembelajaran maka media itu disebut media

pembelajaran.34

Dari beberapa pengertian di atas dapat penulis simpulkan bahwa media

pembelajaran adalah segala bentuk atau sistem untuk menyampaikan pesan atau

informasi pada proses pembelajaran sehingga tercipta suasana belajar yang

menyenangkan, demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan

pembelajaran di sekolah pada khususnya.

b. Manfaat media pembelajaran terhadap hasil belajar

Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat

membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan

rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap

33

Hujair A. H. Sanaky. (2013). Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif. Yogyakarta : Kaukaba Dipantara., hal. 4

34

(49)

49

mahasiswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran

akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan

dan materi pembelajaran. Selain membangkitkan motivasi dan minat mahasiswa,

media pembelajaran juga dapat membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman,

menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data,

dan memadatkan informasi.

Media bertujuan untuk tujuan instruksi dimana informasi yang terdapat dalam

media itu harus melibatkan mahasiswa. Materi harus dirancang secara lebih

sistematis dan psikologis dapat di lihat dari segi prinsip–prinsip belajar agar dapat

menyiapkan instruksi yang efektif. Disamping menyenangkan, media

pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang menyenagkan dan

memenuhi kebutuhan perorangan mahasiswa.

Manfaat media pembelajaran baik secara umum maupun khusus sebagai alat

bantu pembelajaran bagi guru dan siswa, yaitu :

1) Pengajaran lebih menarik perhatian pebelajar sehingga dapat menumbuhkan

motivasi belajar. 2) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat

lebih dipahami pebelajar, serta memungkinkan pebelajar menguasai tujuan

pengajaran dengan baik. 3) Metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-mata

hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar

tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga. 4) Pebelajar lebih banyak

(50)

50

pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti : mengamati,

melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.35.

Kemp & Dayton, mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukan

dampak positif dari penggunaan media sebagai bagian integral pembelajaran di

kelas atau sebagai cara utama pembelajaran langsung sebagai berikut: 1)

Penyampaian materi menjadi lebih baku. Setiap mahasiswa yang melihat atau

mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama. 2) Proses

Pembelajaran bisa lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik

perhatian dan membuat mahasiswa tetap terjaga dan memperhatikan. Kejelasan

dan keruntutan pesan, daya tarik image yang berubah–ubah, penggunaan efek

khusus yang dapat menimbulkan keingintahuan menyebabkan mahasiswa

berpikir, sehingga media dapat memiliki aspek motivasi dan meningkatkan minat.

3) Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan

prinsip–prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi mahasiswa, umpan

balik, dan penguatan. 4) Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat

dipersingkat karena media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan

pesan–pesan dan isi materi dalam jumlah yang cukup banyak. 5) Kualitas hasil

belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media

pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen–elemen pengetahuan denang

cara yang terorganisasikan dengan baik spesifik, dan jelas. 6) Pembelajaran dapat

diberikan kapan dan dimana saja sesuai dengan keinginan terutama jika media

35

(51)

51

pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu 7) Sikap positif

mahasiswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses pembelajaran

dapat ditingkatkan. 8) Peran dosen dapat berubah kearah yang lebih positif; beban

dosen untuk penjelasan yang berulang–ulang mengenai isi materi dapat dikurangi

bahkan dapat dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek

penting lain dalam proses pembelajaran, misalnya sebagai

konsultan atau penasihat mahasiswa.36

Encyclopedia of Education Research dalam buku media pembelajaran Arsyad

merincikan manfaat media pembelajaran sebagai berikut: 1) Meletakan

dasar-dasar yang konkret untuk berpikir, oleh karena itu mengurangi verbalisme, 2)

Memperbesar perhatian siswa, 3) Meletakan dasar-dasar yang penting untuk

perkembangan belajar, 4) Memberikan pengalaman yang nyata sehingga dapat

menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa, 5) Menumbuhkan

pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup, 5)

Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan

kemampuan berbahasa, 6) Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperlukan

dengan cara lain dan membantu efesiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam

pembelajaran.37

Dari beberapa pendapat para ahli maka dapat disimpulkan bahwa manfaat media

pembelajaran dalam proses pembelajaran sebagai berikut : 1) Media pembelajaran

36

Azhar arsyad, media pembelajaran,jakarta, dep pend nasional direktorat jendral pend dasar dan menengah direktorat tenega kependidikan, 2003, hal.17

37

(52)

52

dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar

dan meningkatkan proses pembelajaran, 2) Media pembelajaran dapat

meningkatkan dan mengarahkan perhatian mahasiswa sehingga dapat

menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih baik antara mahasiswa dengan

lingkungannya dan mahasiswa dimungkinkan untuk belajar sendiri sesuai dengan

kemampuan dan minatnya, 3) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan

indra, ruang dan waktu, 4) Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan

pengalaman kepada mahasiswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungannya.

c. Memilih media pembelajaran

Memilih media hendaknya dilakukan secara tepat dan disesuaikan dengan kondisi

dan kebutuhan peserta didik. Kesalahan pada saat pemilihan, baik pemilihan jenis

media maupun pemilihan topik yang dimediakan akan membawa akibat panjang

yang tidak kita inginkan di kemudian hari. Ada beberapa yang harus diperhatikan

guru dan dosen dalam menggunakan media pembelajaran untuk mempertinggi

kualitas yaitu38 :

1) Ketepatan dengan tujuan pembelajaran

Media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan pembelajaran yang telah

ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman,

aplikasi, analisis, sintesis lebih memungkinkan digunakan media

pembelajaran.

2) Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran

38

(53)

53

Bahan pembelajaran yang bersifat fakta, prinsip, konsep dan generalisasi

sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami peserta didik.

3) Kemudahan memperoleh media

Media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat guru

pada waktu mengajar.

4) Keterampilan dosen dalam menggunakan media

Nilai dan manfaatnya yang diharapkan bukan pada media, tetapi berdampak

pada penggunanya disaat terjadinya interaksi peserta belajar dengan guru.

5) Tersedianya waktu untuk menggunakan media pembelajaran

6) Sesuai dengan taraf berfikir dan sikap proaktif peserta didik

Memilih media untuk proses pembelajaran harus sesuai dengan taraf berfikir

dan sikap proaktif peserta didik sehingga makna yang terkandung di

dalamnya dapat dipahami oleh peserta didik.

Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah :

a) Bermaksud mendemosntrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang

media

b) Merasa sudah akrab dengan media tersebut,

c) Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit; dan

d) Merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya.

Jadi dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana, yaitu

memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Mc.

(54)

54

It!‖.39 Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang

perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan pengguna

Gambar

Tabel 1.1. Hasil  belajar mahasiswa pada mata kuliah PAI tahun akademik 2016/2017
Tabel 1.2   Pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa
Tabel 1.3  Pemanfaatan perpustakaan oleh dosen                  AMIK Dian Cipta Cendikia Bandar Lampung tahun 2016
Gambar 2.1.  Kerangka berpikir
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dibawah ini penulis ingin menyapaikan sebuah permasalahan ekonomi yang tidak terlepas dari dari paradigma islam, ada banyak kasus yang berbicara tentang ekonomi Islam

Justeru, daripada penjelasan tentang ‘kuasa’ ‘urf yang telah dibincangkan sebelum ini, apa yang dapat disimpulkan ialah sekalipun peruntukan undang-undang dalam

Penelitian ini memiliki arah yang jelas dalam menginterpretasikan fakta dan data ke dalam penulisan, maka terlebih dahulu dirumuskan permasalahan yang akan diteliti. Berdasarkan

terpenting dari sistem yang berguna untuk menyimpan semua isi di dalam basisdata dan kemudian dapat menampilkan isi tersebut kembali pada saat diminta. - User

Panjang bayangan suatu gedung adalah 5 meter, pada saat yang sama panjang bayangan seseorang yang mempunyai tinggi badan 160 cm adalah 1 meter.. Maka tinggi gedung

Zakat adalah harta yang wajib disisihkan oleh seorang muslim atau badan yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan agama untuk diberikan kepada yang berhak

Kerajaan Medang (atau sering juga disebut Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Mataram Hindu) adalah nama sebuah kerajaan yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8, kemudian

Penerapan metode Jaringan Syaraf Tiruan untuk peramalan permintaan Keripik tempe rasa daun jeruk dengan menggunakan algoritma Backpropagation , arsitektur Multi