• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Bab I Hari Cahyadi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Bab I Hari Cahyadi"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Saat ini perusahaan tidak lagi beroperasi hanya untuk menghasilkan

laba sebesar-besarnya, namun perusahaan memiliki tujuan lain yaitu untuk

meningkatkan kekayaan pemegang saham. Informasi mengenai kinerja

perusahaan sangat diperlukan untuk menarik investor menanamkan modalnya

karena dapat dijadikan tolak ukur dalam berinvestasi (Alexander dan

Destriana, 2013).

Para investor termotivasi untuk melakukan investasi pada suatu

instrumen yang diinginkan dengan harapan untuk mendapatkan kembalian

investasi yang sesuai. Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi

atau tingkat keuntungan yang dinikmati oleh pemodal atas suatu investasi

yang dilakukannya (Hartono, 2010).

Untuk memperoleh return investor harus pandai-pandai memilih

perusahaan yang baik, salah satu caranya adalah melihat dari kinerja

keuangan. Kinerja keuangan dapat dilihat dari Economic Value Added (EVA),

Market Value Added (MVA), residual income, earnings dan arus kas operasi.

Pendekatan EVA mengukur kinerja perusahaan berbasis nilai, yang

menggambarkan jumlah absolut dari nilai pemegang saham (shareholder

value) yang diciptakan (created) atau dirusak (destroyed) pada suatu periode

(2)

(value creation), sedangkan EVA yang negatif menunjukkan penghancuran

nilai (value destruction) (Himawan dan Sukardi, 2009).

Menurut Grant dalam Himawan dan Sukardi (2009) Market Value

Added secara ekuivalen dipandang sebagai total economic surplus perusahaan.

MVA juga merupakan nilai sekarang dari EVA pada masa mendatang yang

dihasilkan oleh kinerja manajemen. Oleh karena itu, tugas manajemen untuk

menciptakan nilai tambah.

Residual income juga dapat digunakan untuk mengukur kinerja operasi

perusahaan. Residual income yang positif menunjukkan kelebihan laba dari

yang dibutuhkan oleh kreditur dan pemilik modal, yang berarti merupakan

wealth bagi residual claimants, yaitu pemegang saham. Sebaliknya, residual

income yang negatif berarti penurunan wealth pemegang saham (Pradhono

dan Christiawan, 2004).

Investor juga dapat melihat laba perusahaan. Perkembangan laba pada

umumnya digunakan sebagai ukuran oleh lembaga keuangan dan para

pemegang saham. Mereka melihat sejauh mana perusahaan mampu mengubah

pertumbuhan penjualan dan kegiatan operasinya ke dalam kenaikan

penghasilan bagi pemegang saham. Pertumbuhan keuntungan ini dapat dilihat

melalui kenaikan laba per lembar saham. Laba per lembar saham (EPS)

biasanya merupakan indikator laba yang diperhatikan oleh para investor

(peranan modal) yang merupakan angka dasar yang diperlukan dalam

(3)

Arus kas operasi juga dapat dijadikan indikator, apakah operasi

perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi

pinjaman, pemeliharaan operasional perusahaan, membayar dividen dan

investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar (Harahap,

2013).

Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang sejenis, antara lain

dilakukan oleh Pradhono dan Christiawan (2004), dalam penelitiannya

mengenai pengaruh economic value added, residual income, earnings dan

arus kas operasi, terhadap return yang diterima oleh pemegang saham

perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitian

menyimpulkan (1) Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui bahwa variabel

economic value added, tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap

return yang diterima oleh pemegang saham (2) Variabel residual income tidak

mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return yang diterima oleh

pemegang saham (3) Variabel earnings mempunyai pengaruh yang signifikan

terhadap return yang diterima oleh pemegang saham (4) Variabel arus kas

operasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap return yang diterima oleh

pemegang saham (5) Berdasarkan hasil uji t disimpulkan bahwa variabel arus

kas operasi berpengaruh paling signifikan terhadap return yang diterima oleh

pemegang saham. Sedangkan variabel economic value added dan residual

income tidak berpengaruh signifikan terhadap return yang diterima oleh

(4)

Penelitian lain yang dilakukan oleh Syahrian (2009) tentang pengaruh

economic value added, residual income, earnings, dan arus kas operasi

terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur yang listed di BEI periode

2006-2008. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Economic value added,

Residual Income, dan Earningsi tidak berpengaruh terhadap harga saham dan

hanya arus kas operasi yang berpengaruh terhadap harga saham.

Himawan dan Sukardi (2009) melakukan penelitian tentang pengaruh

economic value added, market value added dan operating income terhadap

return saham pada industri sektor mining di Bursa Efek Indonesia Periode

2003–2007. Menyimpulkan bahwa pengujian secara simultan dan parsial

untuk industri mining menunjukkan bahwa variabel EVA, MVA dan

Operating Income mempunyai pengaruh terhadap Return Saham. Variabel

MVA paling dominan pengaruhnya terhadap Return Saham pada sector

industri mining di Bursa Efek Indoensia Periode 2003-2007.

Penelitian ini mengacu pada penelitian Pradhono dan Christiawan

(2004). Perbedaannya terletak pada penggunaan objek penelitian, variabel dan

tahun penelitian. Penelitian terdahulu menggunakan objek perusahaan

manufaktur dengan tahun penelitian 2000 sampai 2002. Sedangkan penelitian

ini menggunakan objek perusahaan yang terdaftar dalam index LQ 45 dengan

tahun penelitian 2011-2014 dengan menambah variabel MVA.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti ingin mengadakan

penelitian dengan judul “Pengaruh Economic Value Added, MVA, Residual

(5)

Pemegang Saham (Studi Empiris perusahaan LQ-45 yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia)”. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian serupa karena

masih terdapat perbedaan hasil penelitian terdahulu. Peneliti mengambil objek

perusahaan yang terdaftar di LQ 45 karena perusahaan yang masuk dalam

indeks LQ 45 memiliki likuiditas tinggi.

1.2Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka dalam penelitian ini

masalah yang diajukan adalah

sebagai berikut ;

1. Apakah EVA, MVA, residual income, earnings dan arus kas operasi

secara simultan berpengaruh terhadap return yang diterima oleh pemegang

saham?

2. Apakah EVA secara parsial mempunyai pengaruh terhadap return yang

diterima oleh pemegang saham?

3. Apakah MVA secara parsial mempunyai pengaruh terhadap return yang

diterima oleh pemegang saham?

4. Apakah residual income secara parsial mempunyai pengaruh terhadap

return yang diterima oleh pemegang saham?

5. Apakah earnings secara parsial mempunyai pengaruh terhadap return

yang diterima oleh pemegang saham?

6. Apakah arus kas operasi secara parsial mempunyai pengaruh terhadap

(6)

1.3Pembatasan Masalah

Perusahaan yang masuk pada LQ-45 dengan perolehan data dari tahun

2011 hingga tahun 2014, di mana indikator indeks pasar saham Indonesia,

LQ-45 adalah indeks gabungan dari 45 emiten yang memiliki likuiditas tinggi

dimana agar masuk pada indeks LQ-45 dilakukan seleksi dengan beberapa

kriteria pemilihan. Jadi jelas dari kriteria yang ditetapkan akan meloloskan

saham-saham yang mempunyai kapitalisasi pasar serta likuiditas tinggi.

Dalam penelitian ini, peneliti memberikan batasan pada masalah

pengaruh economic value added, MVA, residual income, earnings dan arus

kas operasi. Pemilihan factor-faktor tersebut sebagai variabel independen

didasarkan pada pemikiran bahwa faktor tersebut menggambarkan return yang

akan diterima para investor atas investasi pada saham.

1.4Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

1. Untuk memperoleh bukti empiris bahwa EVA, MVA, residual income,

earnings dan arus kas operasi berpengaruh secara simultan terhadap

return yang diterima oleh pemegang saham.

2. Untuk memperoleh bukti empiris bahwa EVA mempunyai pengaruh

secara parsial terhadap return yang diterima oleh pemegang saham.

3. Untuk memperoleh bukti empiris bahwa MVA mempunyai pengaruh

(7)

4. Untuk memperoleh bukti empiris bahwa residual income mempunyai

pengaruh secara parsial terhadap return yang diterima oleh pemegang

saham.

5. Untuk memperoleh bukti empiris bahwa earnings mempunyai pengaruh

secara parsial terhadap return yang diterima oleh pemegang saham.

6. Untuk memperoleh bukti empiris bahwa arus kas mempunyai pengaruh

secara parsial terhadap return yang diterima oleh pemegang saham.

1.5Manfaat Penelitian

1. Bagi manajer perusahaan, dapat digunakan sebagai informasi untuk

mengukur kinerja yang dimiliki perusahaan.

2. Bagi investor pasar modal, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan

pertimbangan sebagai langkah nyata dalam mengambil keputusan

berinvestasi.

3. Bagi peneliti, sebagai sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh

selama setudi di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah

Purwokerto dan di ajukan sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana

Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

4. Bagi Akademisi, penelitian ini dapat dijadikan dasar penelitian sejenis

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga dapat dilihat hasil penilaian rata – rata yang dicapai nilai dari kegiatan kondisi awal 64,77 dan pada silkus pertama nilai rata – rata yang dicapai 65,45

HUBUNGAN EKSPRESI INTERFERON-

Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan manajemen strategi untuk mengetahui lingkungan perusahaan

Di perguruanperguruan tinggi banyak jadwal mata kuliah hanya ditempel begitu saja, banyak mahasiswa yang tidak tahu kapan jadwal kuliahnya, maka dari itu dibuatlah website

Aplikasi ini terdiri dari beberapa elemen-elemen, seperti teks, gambar, suara dan animasi kedalam suatu bentuk aplikasi yang dikemas semenarik mungkin dan diharapkan memudahkan

Website ini dibuat dengan PHP dan HTML sebagai web programmingnya, MySQL untuk database servernya, dan Dreamweaver MX sebagai

Berasaskan kepada keupayaan kaedah MCDA, kertas kerja ini telah menemukan punca-punca utama yang menyebabkan pencemaran sungai di kawasan setinggan atau sekitarnya, iaitu

Emisi surat utang korporasi di pasar domestik selama Januari 2018 mencapai Rp7,67 triliun atau naik 2,84 kali dibandingkan dengan Januari 2018, berdasarkan data oleh