• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian dilakukan empat bulan selama proses penyusunan karya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian dilakukan empat bulan selama proses penyusunan karya"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

26 A. Waktu dan Tempat Penelitian

Bagian ini menjelaskan mengenai waktu dan tempat diadakannya penelitian.

1. Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilakukan empat bulan selama proses penyusunan karya ilmiah, tahapan yang dilakukan mulai dari persiapan sampai dengan penyusunan dilakukan dari Bulan Maret 2015 sampai dengan Juli 2015.

2. Tempat Penelitian

Tempat penelitian yang dilakukan peneliti adalah Galeri Nasional Indonesia, yang beralamat di Jl. Merdeka Timur No 14 Jakarta. Dan Art Gallery Kemang 58, yang beralamat di Jl. Kemang Raya No 58 Jakarta.

B. Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kausalitas, yaitu penelitian dengan maksud mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih dan menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat Kuncoro dalam Suharso (2007:14).

(2)

C. Variabel Penelitian dan Skala Pengukuran

Pada bagian ini akan dibahas mengenai variabel dan skala pengukuran yang dipakai dalam penelitian ini.

1. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini, maka variabel-variabel yang diteliti dapat dibedakan menjadi dua.

a. Variabel bebas/Independen (variabel X)

Variabel bebas/Independen merupakan variabel stimulus atau variabel yang dapat mempengaruhi variabel lain. Variabel bebas merupakan variabel yang variabelnya diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi. Menurut Sugiyono (2010:39) mengemukakan bahwa: “variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat)”. Dalam hal ini variabel bebas yang akan berkaitan dengan masalah yang akan diteliti adalah diferensiasi produk, aktivitas promosi, dan lokasi pameran. Dalam operasionalisasi variabel ini semua diukur oleh instrumen pengukur dalam bentuk kuesioner yang memenuhi pernyataan-pernyataan tipe skala Likert.

b. Variabel terikat/Dependen (Variabel Y)

Variabel terikat/Dependen adalah variabel yang memberikan reaksi/respon jika dihubungkan dengan variabel bebas. Menurut Sugiyono (2010:39) mengemukakan bahwa “variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas”. Dalam hal

(3)

ini variabel terikatnya adalah keputusan menonton dan menghadiri pameran lukisan.

2. Skala Pengukuran

Untuk mengetahui bagaimana diferensiasi produk, aktivitas promosi, serta lokasi pameran berpengaruh terhadap keputusan untuk menonton dan menghadiri pameran lukisan, maka dilakukan pengukuran dengan menggunakan Skala Likert (R.A Likert).

Skala Likert ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang (responden) tentang fenomena yang dibahas. Dimana menghadapkan responden (dalam hal ini pengunjung pameran lukisan) pada pertanyaan yang menyangkut tanggapan mereka terhadap diferensiasi produk, aktivitas promosi, serta lokasi pameran terhadap keputusan untuk menonton dan menghadiri pameran lukisan. Pertanyaan ini akan menghasilkan total skor bagi tiap anggota sampel yang diwakili oleh setiap nilai skor seperti yang tercantum pada tabel skala Likert pada Tabel 3.1.

TABEL 3.1. SKALA LIKERT

Kategori Bobot Nilai

Sangat setuju (SS) 5

Setuju (TS) 4

Netral (N) 3

Tidak Setuju (TS) 2

(4)

Dalam penelitian ini, pengukuran yang terdapat dalam penelitian dapat disajikan secara ringkas dalam bentuk Tabel 3.2.

TABEL 3.2 OPERASIONALISASI VARIABEL

Variabel Dimensi Indikator Skala

Difer ensiasi Produk (X1) membentuk persepsi kualitas yang baik 1. Difer ensiasi penawaran (offer) 2. Difer ensiasi penya mpaian (delivery) 3. Difer ensiasi image

1. Pelayana n yang diberikan unik

2. Ket ersediaan akses infor masi 3. Persepsi pengunjung terhadap pameran/galeri lukisan Ordinal Aktivitas Promosi (X2) mempengaruhi perilaku serta tindakan konsumen 1. Advertising 2. Sales promotion 3. Public relation 4. Personal selling 5. Social Media 6. Sponsorship 1. Pengunjung mengetahui pameran lukisan dari

advertising

2. Pengunjung mengetahui pameran lukisan dari sales promotion

3. Pengunjung mengetahui pameran lukisan dari public relation

4. Pengunjung mengetahui pameran lukisan dari

personal selling

5. Pengunjung mengetahui pameran lukisan dari social media

6. Pengunjung mengetahui pameran lukisan dari

sponsorship

(5)

Variabel Dimensi Indikator Skala Lokasi Pameran (X3) membuat konsumen lebih mudah dalam menjangkau dan juga keamanan yang terjamin. 1. Akses 2. Visibilitas 3. Lalu lintas 4. Tempat parkir 5. Ekspansi 6. Lingkungan 7. Persaingan 8. Peraturan pemer intah

1. Lokasi mudah dijangkau 2. Lokasi terlihat jelas 3. Lokasi sering dilalui 4. Area parkir nya man 5. Lokasi dapat diperluas 6. Lingkungan kondusif

mendukung suasana pameran

7. Lokasi jauh dari tempat pameran lainnya yang sejenis 8. Peraturan pemerintah mendukung lokasi Ordinal Keputusan menont on dan menghadiri pameran lukisan (Y) dapat dinyatakan bahwa orang tersebut telah membeli konsep yang ditawarkan oleh pameran 1. Pengenalan masalah 2. Pendeskripsian kebutuhan secara umum 3. Spesifikasi produk 4. Pencarian penjual 5. Pengajuan penawaran 6. Pemilihan penjual 7. Pengajuan pembelian 8. Penilaian kinerja

1. Calon pengunjung ingin menga ktualisasi diri

2. Calon pengunjung memiliki hasrat untuk berkunjung ke pameran lukisan

3. Calon pengunjung mencari tahu tentang pameran lukisan

4. Calon pengunjung

mengetahui lebih dari satu galeri atau pameran

5. Calon pengunjung mendapatkan infor masi galeri atau pameran 6. Calon pengunjung

memutuskan untuk mempertimbangkan pameran yang hendak dikunjungi

7. Calon pengunjung

memutuskan untuk membeli tiket pameran atau pameran 8. Calon pengunjung

memutuskan untuk hadir ke pameran atau pameran

(6)

D. Populasi dan Sampel Penelitian

Berikut akan dijelaskan mengenai populasi dan sampel yang dipakai dalam penelitian ini.

1. Populasi

Menurut Margono (2010:118), “populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan”. Sedangkan menurut Sukmadinata (2011:250) mengemukakan bahwa populasi adalah “kelompok besar dan wilayah yang menjadi lingkup penelitian”. Namun jumlah populasi tidak diketahui, karena gallery lukisan tidak mempunyai data yang jelas tentang pengunjung yang hadir.

2. Sampel

Sampel adalah wakil atau sebagian dari populasi yang diteliti serta digunakan sebagai sumber data. Margono (2010:121) mengemukakan bahwa sampel adalah sebagai bagian dari populasi. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah pengunjung pameran Galeri Nasional Indonesia dan Art Gallery Kemang

Dalam riset pemasaran, pendekatan statistik yang banyak digunakan dalam menentukan besarnya sampel adalah interval keyakinan menurut Malhotra (2009). Besar nilai keyakinan interval yang dipakai untuk menentukan tingkat keyakinan adalah 95% dengan mengusulkan ukuran sampel yang layak dalam sebuah penelitian adalah antara 100 sampai dengan 200.

Oleh sebab itu dalam penelitian ini, sampel yang diambil berjumlah 100 orang pengunjung pameran lukisan. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik

(7)

accidental sampling, yaitu teknik sampling dengan memilih sampel dari unit atau orang yang paling mudah ditemui dan dipandang paling cocok sebagai sumber data.

E. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data disini ditujukan untuk memperoleh skor yang berfungsi sebagai arah hubungan Diferensiasi Produk, Aktifitas Promosi dan Lokasi Pameran terhadap Keputusan Menonton dan Menghadiri Pameran Lukisan pada Galeri Nasional Indonesia dan Art Gallery Kemang 58. Adapun teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan adalah dengan cara sebagai berikut: 1. Teknik Angket/Kuesioner

Angket/kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada pengunjung atau konsumen gallery lukisan yang dijadikan sebagai responden untuk dijawabnya. Sugiyono, (2008:199). Dalam penelitian ini yang menjadi responden adalah pengunjung atau konsumen Galeri Nasional Indonesia dan Art Gallery Kemang 58.

2. Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (Lerbin,1992 dalam Hadi, 2007). Tanya jawab ‘sepihak’ berarti bahwa pengumpul data yang aktif bertanya, sermentara pihak yang ditanya aktif memberikan jawaban atau tanggapan.

(8)

Wawancara berfungsi sebagai sebagai pelengkap metode lainnya yang digunakan untuk mengumpulkan data pada suatu penelitian. Sebagai kriteria, wawancara digunakan untuk menguji kebenaran dan kemantapan data yang diperoleh dengan metode lain. Itu dilakukan misalnya untuk memeriksa apakah para kolektor data memang telah memperoleh data dengan angket/kuesioner kepada subjek suatu penelitian, untuk itu dilakukan wawancara dengan sejumlah sample subjek tertentu. Dalam penelitian ini yang menjadi responden adalah pengunjung atau konsumen Galeri Nasional Indonesia dan Art Gallery Kemang 58.

F. Metode Analisis

Dalam meneliti data, ada empat proses metode analisis yang digunakan, yakni: uji kualitas instrumen penelitian, uji asumsi klasik, uji linear berganda, dan uji hipotesis.

1. Uji Kualitas Instrumen Penelitian

Dalam melakukan uji kualitas instrumen penelitian, ada dua uji yang harus dilakukan, yakni uji validitas dan uji reliabilitas.

a. Uji Validitas Data

Uji validitas merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur sesuai dengan apa yang hendak diukur. Menurut Sugiyono (2007:363) dikatakan bahwa "validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti." Jadi, batasan validitas adalah berkenaan dengan derajat ketepatan, antara data obyek sebenarnya dengan data penelitian.

(9)

Uji validitas penulis lakukan dengan menggunakan software SPSS. Untuk proses ini, akan digunakan uji korelasi pearson product moment. Dalam uji ini, setiap item akan diuji relasinya dengan skor total variable yang dimaksud. Dalam hal ini masing-masing item yang ada didalam variable X (diferensiasi produk, aktifitas produksi, lokasi pameran) dan Y (menonton dan menghadiri pameran) akan diuji relasinya dengan skor total variabel tersebut. Standar minimal suatu data penelitian dapat dikatakan valid apabila memiliki korelasi (r) dengan skor total masing-masing variabel ≥0,25. Menurut Sugiyono (2010:137) mengemukakan bahwa, “Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur”.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas merupakan salah satu atau ciri karakter utama instrumen pengukuran yang baik, karena pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi yaitu pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya (reliable). Maka reliable disebut juga keterpercayaan keterandalan, keajegan, konsisitensi, ketabilan dan sebagainya.

Pengujian reliabilitas dilakukan untuk menilai konsistensi dan stabilitas instrumen penelitian dengan menggunakan koefisien crombach alpha. Instrumen dianggap reliable apabila crombach alpha > 0.6. Perkiraan crombach alpha juga menunjukkan bagaimana tingginya butir-butir dalam kuisioner berkorelasi atau berinteraksi.

(10)

Jika nilai alpha > 0,7 artinya reliabilitas mencukupi (sufficientreliability) sementara jika alpha > 0,80 ini mengisyaratkan bahwa seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten secara internal karena memiliki reliabilitas yang kuat. Atau, ada pula yang memaknakannya sebagai berikut:

1. Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna

2. Jika alpha antara 0,70– 0,90 maka reliabilitas tinggi 3. Jika alpha antara 0,50– 0,70 maka reliabilitas moderat 4. Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah.

Setelah berhasil melewati uji validitas dan uji reliabilitas, selanjutnya data dapat diolah lebih lanjut.

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi yang diperoleh dapat menghasilkan estimator linear yang baik. Apabila dalam suatu model telah memenuhi asumsi klasik, maka dapat dikatakan model tersebut sebagai model yang ideal atau menghasilkan estimator linier tidak bias yang terbaik (Best Linier Unbias Estimator/BLUE). Suatu model dikatakan BLUE apabila memenuhi persyaratan non multi kolineritas, non heteros kedastisitas dan non autokorelasi (Widarjono, 2009). Pengujian asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multi kolinieritas, uji otokorelasi, dan uji heteros kedastisitas. a. Uji Normalitas Data

Uji normalitas menurut Widarjono (2009) merupakan uji signifikansi pengaruh variabel bebas (x) dan data variabel terikat (y) melalui uji t hanya akan valid jika residual yang kita dapatkan mempunyai distribusi normal. Data yang

(11)

baik dan layak digunakan dalam penelitian ini adalah data yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Para peneliti menggunakan pedoman bahwa jika setiap variabel terdiri atas 30 data, maka data tersebut sudah terdistribusi dengan normal (Winarno, 2011). Uji Normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Jargue-Bera test atau J-B test. Adapun hipotesis dari uji Jargue-Bera test adalah sebagai berikut :

Ho: Data terdistribusi normal Ha: Data tidak terdistribusi normal

Jika nilai probabilitas yang diperoleh lebih besar dari α = 5%, maka menerima Ho yang artinya residual data berdistribusi normal (Winarno, 2011). b. Uji Multikolinearitas (Multicollinearity)

Multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas. Salah satu untuk mengetahui ada/tidaknya multikolinearitas ini dapat dilakukan dengan menguji koefisien korelasi (r) antar variabel independen. Dalam rule of thumb, jika koefisien korelasi cukup tinggi lebih besar dari 0,85 maka diduga terjadi masalah multikolinearitas dalam model. Sebaliknya jika koefisien korelasi relatif rendah dibawah 0,85 maka diduga model tidak ada masalah multikolinieritas. Adanya multikolinieritas masih menghasilkan estimator yang BLUE, tetapi menyebabkan suatu model mempunyai varian yang besar (Widarjono, 2009).

(12)

c. Uji Heteroskedastisitas (Heteroscedasticity)

Uji heteroskedastisitas merupakan pengujian apakah di dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Kebalikannya jika residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain berbeda, maka disebut heteroskedastisitas. Ada beberapa uji untuk mengetahui ada atau tidaknya heteroskedastisitas, salah satunya dengan menggunakan uji White dengan melihat probabilitas Chi Squares. Sebelum melakukan pengujian, lebih dulu disusun hipotesis, yaitu:

Ho: Tidak ada heteroskedastisitas Ha: Ada heteroskedastisitas

Jika nilai probabilitas Chi Squares dari Obs*R-Square lebih besar dari α = 5% maka terima Ho yang artinya tidak ada heteroskedastisitas (Widarjono, 2009) 3. Analisis Regesi Berganda

Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh lebih dari satu variabel independen yaitu diferensiasi produk, aktivitas promosi dan lokasi pameran terhadap satu variabel dependen yaitu keputusan menonton dan menghadiri pameran lukisan.

(13)

Pengolahan data menggunakan SPSS. Rumus persamaan regresi berganda (Umar, 2008) adalah:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e (1)

Keterangan:

Y : Keputusan Menonton dan Menghadiri Pameran Lukisan X1 : Diferensiasi Produk

X2 : Aktivitas promosi X3 : Lokasi pameran a : Bilangan Konstanta e : Error yang ditolerir

4. Penelitian Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan dengan melewati beberapa langkah. Langkah yang pertama adalah menentukan koefisien determinasi. Berikutnya, menentukan hubungan parsial antara variabel independen dengan variabel dependen dengan menggunakan uji t. Terakhir, model statistik yang telah didapatkan dinilai signifikansinya dengan menggunakan uji F.

a. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengukur kemampuan variabel-variabel independen, yakni diferensiasi produk, aktivitas promosi, dan lokasi pameran dalam menjelaskan variabel dependen keputusan menonton dan menghadiri pameran lukisan. Nilai koefisien determinasi (R2) untuk menunjukan persentase tingkat kebenaran prediksi dari pengujian regresi yang dilakukan. Nilai

(14)

R2 memiliki jangkauanantara 0 sampai 1. Jika nilai R2 semakin mendekati 1 maka berarti semakin besar variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel dependen, diukur dengan koefisien korelasi (R). Jika angka R diatas 0,5 maka korelasi atau hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen adalah kuat. Sebaliknya jika angka R dibawah 0,5 maka korelasi atau hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen adalah lemah (Santoso, 2002).

b. Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji t)

Uji t digunakan untuk menguji secara parsial masing-masing variabel. Hasil uji t dapat dilihat pada table coefficients pada kolom sig (significance). Jika probabilitas nilai t atau signifikansi <0,05 maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara variable bebas terhadap variable terikat. Atau jika probabilitas nilai t atau signifikansi >0,05 maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan masing-masing variable bebas terhadap variable terikat. Untuk dapat mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari variabel masing-masing independen terhadap variabel dependen, maka dapat digunakan rumus sebagai berikut:

thitung = r √n-2 ________ √1-r2 (2) Keterangan: n = Jumlah data t = Koefisien korelasi

(15)

Kriteria keputusannya adalah apabila thitung > ttabel, dan sig.<.0,05, maka ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara variabel indepeden terhadap variabel dependen. Demikian pula sebaliknya apabila thitung < ttabel, dan sig.>.0,05, maka ini menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara satu variabel dependen terhadap variabel independen.

c. Uji Koefisien Regresi Secara Bersama-sama (Uji F)

Uji F digunakan untuk mengetahui variable bebas secara bersama-sama mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variable terikat. Atau untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel terikat atau tidak. Signifikan berarti hubungan yang terjadi dapat berlaku untuk populasi. Tingkat signifikansi menggunakan a=5% atau 0,05 (Priyatno, 2008:82).

Hasil uji F dilihat dalam tabel ANOVA dalam kolom sig. Jika probabilitas lebih besar dari 0,05, maka dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama variabel bebas terhadap variabel terikat dan model regresi bisa dipakai untuk memprediksi variabel terikat. Atau jika nilai signifikansi>0,05 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel bebas terhadap variabel terikat (Dwi Priyatno, 2008:82). Rumus yang digunakan dalam menguji hipotesis tersebut adalah sebagai berikut:

Fhitung = R2 / (k-1) (3)

(1-R2) / (N-k) Keterangan:

R2 = Koefisien determinasi

N = Banyaknya sampel (dalam hal ini populasi)

(16)

Dengan kriteria pengujian apabila Fhitung < Ftabel, maka semua koefisien regresi secara bersama-sama tidak signifikan pada taraf signifikansi 5%, atau apabila Fhitung > Ftabel, maka semua koefisien regresi secara bersama-sama signifikan pada taraf 5%.

Gambar

TABEL 3.1. SKALA LIKERT
TABEL 3.2 OPERASIONALISASI VARIABEL

Referensi

Dokumen terkait

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen yang terdiri dari umur, kesejahteraan dan tipe perawat terhadap variabel

Uji multikolinearitas bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antar variabel independen dalam suatu model regresi linear berganda.. Model regresi yang

Regresi linear berganda digunakan untuk menguji pengaruh dengan menggunakan variabel dependen yaitu perubahan laba dan variabel independen yaitu current ratio, debt to equity

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas pada eksternal (harga, produk, promosi, kemasan, pengiriman

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui besaran pengaruh variabel independen yaitu: Promosi (X1) dan Citra Merek (X2) terhadap variabel dependen yaitu

Dalam penelitian ini análisis regresi linear berganda yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen (X) yaitu Direct Marketing yang terdiri

Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda.Analisis regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (bebas) dan variabel

Dalam penelitian, penulis melakukan penerapan analisis regresi linear berganda dengan studi penelitian pada tiga variabel independen (pengetahuan pajak, tingkat kesadaran, dan