ANALISIS FINANSIAL USAHA PETERNAKAN AYAM NIAGA PETELUR DI KECAMATAN KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR
(FINANCIAL BUSINESS OF ANALYSIS OF FARM COMERCIAL LAYING CHICHEN SUB-DISTRICT OF KADEMANGAN, DISTRICT OF BLITAR )
Widu Parasdya1, Sri Mastuti dan Oentoeng Edy Djatmiko
Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto [email protected]
ABSTRAK
Penelitian menggunakan metode survey, penetapan sampel kecamatan dilakukan dengan metode
purposive sedangkan metode penetapan sampel wilayah dan pengambilan data dengan
menggunakan metode stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner dan observasi. Materi penelitian yang digunakan adalah peternakan ayam niaga petelur sebanyak 108 peternak yang dibagi dalam 3 strata yaitu strata I dengan kepemilikan < 2000 ekor, strata II 2000-5000 ekor, sedangkan strata III > 5000 ekor. Variabel yang diamati meliputi jumlah ternak, curahan jam kerja, lama beternak, dan pengalaman beternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya profitabilitas peternakan ayam niaga petelur selama satu tahun di Kecamatan Kademangan pada masing-masing strata I,II,III adalah Rp 42.152.821,00; Rp 194.856.489,00; dan Rp 659.103.714,00. Rentabilitas usaha pada masing-masing strata I,II,III adalah 10,18 persen, 17,77 persen, 20, 79 persen. Kesimpulan penelitian ini yaitu faktor jumlah ternak dan pengalaman beternak berpengaruh terhadap profitabilitas, sedangkan faktor jumlah ternak dan curahan jam kerja berpengaruh terhadap rentabilitas usaha peternakan ayam niaga petelur di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
Kata kunci : analisis, profitabilitas dan rentabilitas
ABSTRACT
The research used survey method, the method of determination of the sample area data retrieval was by using purposive random sampling method. Data collection was done using a detailed questionnaire and observation to dig the that were data received from a business unit of commercial laying chicken farm. The research materials used were commercial laying chicken farms many 108 that were divided into strata : stratum I with ownership of 2000 ; stratum II 2000 – 5000 heads, whereas strata III > 5000 heads. The observed variables included the number of livestock, the out-pouring of work hours and raising and breeding experience. The result showed that the magnitude of the profitability of commercial laying chicken farm for one year in the
district of Kademangan on each stratum of I, II, III was Rp 42.152.821,00 per person ; Rp 194.856.489 per person ; and Rp 659.103.714 per person. Earning ration effort at each level of
I, II, III was 10,17 percent, 17,77 percent, and 20,79 percent respecieved. The conclusion of the experiment is that the factors of the number of chicken and farming signification effect profitability and the number of chicken and the linght of work hour affect the rentability of commercial laying chicken farm.
PENDAHULUAN
Pembangunan sub sektor peternakan merupakan kelanjutan dari pembangunan peternakan tahun sebelumnya yang merupakan unit usaha berjangka panjang dalam menghasilkan output produksi. Sub sektor peternakan merupakan suatu unit usaha agribisnis pertanian yang merupakan basis yang terintegrasi dengan pola keadaan lingkungan di Indonesia. Menurut Arifin (2009) sektor peternakan harus dikembangkan sebagaimana prinsip agribisnis secara modern yang mengelola suatu unit usaha dari hulu ke hilir dengan meningkatkan keterkaitan antar komponen dan subsistem yang membangun suatu unit usaha agribisnis secara utuh. Produksi dan pengembangan ayam petelur diharapkan mampu mencukupi pemenuhan produksi dalam negeri dan memperoleh keuntungan yang multi fungsi dari unit usaha, yang antara lain dapat mengoptimalkan jam kerja peternak, mengatasi masalah pengangguran karena keterbatasan pemilikan lahan dan dapat digunakan sebagai unit usaha sambilan.
Kecamatan Kademangan merupakan salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Blitar yang memliliki 15 desa dengan jumlah penduduk 63.378 jiwa. Sektor lahan pada umumnya berada di dataran tinggi dan tanahnya masih gersang, namun memiliki berbagai sumber daya lahan yang dapat dikembangkan untuk mencapai tujuan ekonomi, yaitu meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja untuk masyarakat daerah agar kesejahteraan masyarakat lebih merata. Dinas Peternakan Kabupaten Blitar menyatakan bahwa Kecamatan Kademangan sebagai sentra produksi peternakan ayam niaga petelur pada tahun 2011 yang memiliki populasi ternak ayam niaga petelur 1.130.100 ekor, dari jumlah total peternak 542 orang (Dinas Peternakan, 2011).
Optimalisasi potensi pada unit usaha dapat diketahui dengan cara melihat dari analisis finansial faktor produksi dengan cara melihat investasi-investasi yang telah di tambahkan pada unit usaha peternakan yang telah ditanamkan, biaya –biaya produksi dan penerimaan atas penjualan produk dari unit usaha (Setiawan et al., 2005). Menurut Kadariah (2001), bahwa aspek finansial melihat terutama perbandingan antara pengeluaran dan revenue. Beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis dari aspek finansial diantaranya adalah profit dan rentabilitas.
Analisis finansial bertujuan untuk mengkaji bersarnya profit dan rentabilitas yang dapat diperoleh pada unit usaha peternakan ayam niaga petelur dan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pada unit usaha peternakan ayam niaga petelur.
Analisis finansial dapat digunakan untuk memberikan informasi kepada peternak tentang besarnya keuntungan usahanya dan efisien tidaknya penggunaan modal yag telah diinvestasikan, memberikan informasi kepada pemerintah setempat dalam upaya pembinaan dan pengembangan usaha peternakan ayam niaga petelur.
MATERI DAN METODE Lokasi
Lokasi penelitian meliputi 15 Desa yang terdapat di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, yaitu : Desa Dawuhan, Sumberjati, Plosorejo, Plumpung Rejo, Kebonsari, Maron, Panggung Duet, Pakisaji, Suruh Wadang, Bendosari, Sumberjo, Kademangan, Jimbe, Rejowinangun, Darungan.
Materi Penelitian
Peternak ayam niaga petelur di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar sebanyak 108
peternak, dan dibagi menjadi 3 strata, strata I < 2500 ; strata II 2500-5000 ; strata III > 5000.
Merode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan unit analisis peternak ayam niaga petelur. Penetapan sampel kecamatan dilakukan dengan metode purposive sedangkan penetapan penarikan sampel peternak adalah stratified random sampling yaitu dengan cara memisahkan populasi dalam bentuk kelompok yang disebut strata, kemudian mengalokasikan ukuran sampel secara random keseluruh strata (Rasyid,1993).
Analisis data 1. Profit
P = TR – TC (Brigham dan Westen, 1990) Keterangan : P = Profitabilitas TR = Total Revenue TC = Total Cost 2. Rentabilitas (S. Munawir, 1991) Keterangan : R = Rentabilitas % L = Laba MU = Modal Usaha
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi profit dan rentabilitas
(Sudjana, 2002) Keterangan : Y1 = Profitabilitas Y2 = Rentabilitas X1 = Jumlah Ternak
X2 = Curahan Jam Kerja
X3 = Pengalaman Beternak
X4 = Pendidikan Peternak
a = Intercept
HASIL DAN PEMBAHASAN MODAL
Modal dalam pergerakan suatu unit usaha dapat dibedakan berdasarkan sifat dibagi menjadii dua, yaitu modal tetap dan modal tidak tetap. Modal tetap adalah modal yang tidak habis terpakai dalam satu kali periode produksi, sehingga dalam hai ini diperlukan perawatan agar dapat berdaya guna dalam kurun waktu lama. Modal tetap adalah modal yang digunakan sekali pakai pada proses produksi dan langsung habis (Arinda, 2003).
Tabel 1. Rataan Modal Tiap Starta Peternakan Ayam Niaga Petelur Di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
Modal Strata I Strata II Strata III
Rp % Rp % Rp % Moda Tetap Ternak 71.487.421 17,26 190.282.957 17,35 598.150.929 20,68 Kandang 34.788.732 8,40 73.195.652 6,68 231.911.429 8,02 Peralatan 8.138.732 1,97 10.413.043 0,95 24.071.429 0,88 kendaraan 36.571.127 8,83 66.000.000 6,02 189.500.000 6,55 Bangunan 28.590.845 6,90 43.756.522 3,99 60.000.000 2,07
Total Modal Tetap 179.576.857 43,37 383.648.174 34.99 13.063.173.000 38,15 Modal Tidak Tetap
Pakan 210.533.953 50,84 658.735.950 60,07 1.557.581.094 53.85 Kesehatan 7.318.320 1,77 18.722.732 1,71 42.137.340 1.46 Listrik 1.393.911 0,34 1.923.043 0,18 4.072.893 0,14 Transportasi 4.157.895 1,00 5.409.091 0,49 37.317.250. 1,29 Pemasaran 4.529.167 1,09 12.135.000 1,11 128.162.500 4.43 Rehabilitas 3.233.333 0,81 12.751.304 1,16 15.607.143 0.54
Tenaga Kerja Lepas 3.233.333 0,78 3.200.000 0,29 4.000.000 0,14
Total 234.542.644 56,63 712.877.120 65.01 1.788.878.220 61.85 Total modal 414.101.501 100.00 1.096.525.294 100.00 2.892.512.007 100.00
Sumber: Data Primer Diolah (2012)
Hasil Tabel 1 menunjukkan bahwa besarnya total modal pada tiap Strata adalah sebagai
berikut, Strata I; Rp 414.101.501,00 Strata II; Rp 1.096.522.294,00 dan pada Strata III; Rp 2.892.512.007,00.
Biaya Produksi
Biaya produksi dibagi menjadi dua, yaitu biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap
(variabel cost). Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan untuk beberapa kali proses produksi
bahkan harus dikeluarkan walaupun tidak berlangsung proses produksi. Biaya tidak tetap adalah biaya operasional artinya biaya yang berubah tergantung pada besar kecilnya produksi yang dihasilkan (Prawirokusumo, 1990)
Biaya tetap yang dikeluarkan peternak meliputi, biaya tenaga kerja, biaya penyusutan, sewa kandang, lahan, dan bunga modal. Biaya tidak tetap yang dikeluarkan oleh peternak meliputi biaya pakan, biaya kesehatan, listrik, transportasi, pemasaran, rehabilitasi, dan tenaga kerja lepas.
Besarnya rata-rata biaya produksi usaha peternakan ayam niaga petelur di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar pada tiap strata selama satu tahun tersaji dalam Tabel 2.
Tabel 2. Rataan Biaya Produksi Selama 1 Tahun Pada Tiap Starta Peternakan Ayam Niaga Petelur Di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
Biaya Produksi Strata I Strata II Strata III
Rp % Rp % Rp %
Biaya Tetap
Biaya Tenaga Kerja 25.944.366 8,56 36.239.921 4,34 72.964.286 2,92
PBB 65.514 0,02 87.002 0,01 135.143 0,01
Biaya Penyusutan 32.659.552 10,78 64.059.694 8,00 191.399.722 7,65
Sewa Kandang 3.466.197 1,14 4.496.522 0,56 4.028.571 0,16
Bunga Modal 2.217.941 0,73 4.422.885 1,55 12.332.286 0,49
Total 64.353.570 25,31 109.306.045 13,65 380.767.291 11,23 Biaya Tidak Tetap
B. Pakan 204.472.342 67,48 641.129.001 80,08 1.612.222.166 64,48 B. Kesehatan 7.332.405 2,42 18.722.732 2,34 57.137.340 2,29 B.Listrik 11.524.615 3,80 1.570.870 0,02 49.105.879 1,96 B. Transportasi 4.157.895 1,37 5.490.091 0,69 37.317.250 1,49 B. Pemasaran 4.529.167 1,49 12.135.000 0,52 328.162.500 13,12 B.Rehabilitasi 3.390.323 1,12 9.080.870 1,13 127.607.143 5,10
Tenaga Kerja Lepas 3.233.333 1,07 3.200.000 0,40 8.000.000 0,32
Total 238.640.080 78,79 691.328.564 86,35 2.219.552.278 88,77 Total Biaya Produksi 319.486.312 100.00 800.634.609 100.00 2.500.412.336 100.00
Sumber: Data Primer Diolah (2012)
Hasil tabel 2. Menunjukkan bahwa total biaya produksi untuk tiap strata adalah sebagai berikut, Strata I sebesar Rp 800.634.609,00 Strata II Rp 2.600.319.509,00 dan pada Strata III Rp 2.600.319.509,00 Penggunaan biaya produksi pada Tabel 11 menunjukkan bahwa persentase pakan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya-biaya yang lain. Persentase penggunaan biaya pakan pada Strata I 67,48; Strata II 80,08; sedangkan pada Strata III 64,00. Menurut Maspique dan Sawe (2011) menyatakan bahwa idealnya penggunaan pakan yaitu 60-80 persen total biaya yang dikeluarkan dari proses produksi.
Penerimaan
Penerimaan adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dari suatu unit usaha yang diperoleh dengan harga jual. Penerimaan peternak ayam niaga petelur di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar berasal dari penjualan telur, penjualan feses, ayam afkir, dan karung. Besarnya penerimaan pada masing masing strata selama 1 tahun tersaji dalam Tabel 3.
Tabel 3. Penerimaan Rata-rata Selama 1 Tahun Pada Tiap Starta Peternakan Ayam Niaga Petelur Di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
Strata
Penerimaan
Total (Rp) Penjualan Telur Penjualan
Feses Ayam Afkir Karung
I 305.841.594 241.113 25.987.244 237.085 342.307.035 II 918.330.502 431.087 75.763.044 352.670 994.877.263 II 2.813.100.157 1.144.579 343.672.357 1.598.957 3.159.516.050
Sumber: Data Primer Diolah (2012)
Penerimaan tiap Strata adalah sebesar Rp 342.307.035,00 untuk strata I; Rp 994.877.263,00 untuk Strata II, dan Rp 3.159.516.050,00 untuk Strata III. Penerimaan pada Strata III merupakan penerimaan paling besar dibandingkan dengan Strata I dan II, karena pada Strata III populasi ayam lebih tinggi di bandingkan Strata I dan II.
Profitabilitas
Profit merupakan selisih antara penerimaan dengan semua biaya yang dikeluarkan selama
proses produksi. Untuk memperoleh profit yang diharapkan maka jumlah penerimaan harus lebih besar dari biaya total yang dikeluarkan selama proses produksi. Peternak yang merugi disebabkan karena penggunaan biaya operasional yang tinggi dan tidak diimbangi oleh penerimaan yang tinggi. Besarnya profit pada tiap-tiap strata dapat tersaji pada Tabel 4.
Tabel 4. Profit Tiap Starta Pada Peternakan Ayam Niaga Petelur Di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
Strata Penerimaan (Rp) Total Biaya (Rp) Profitabilitas (Rp) I 342.307.035 302.993.650 42.152.822 II 994.877.263 800.634.609 194.856.489 III 3.159.516.050 2.500.412.336 659.103.714
Sumber : Data Primer Diolah (2012)
Tabel 4 menunjukkan bahwa besarnya profitabilitas tiap Strata adalah sebagai berikut untuk Rp 42.293.666,00 untuk Strata I, Rp 194.856.489,00 untuk strata II dan Rp 659.103.714,00 untuk strata III. Suastina dan Kayana (2006) menyatakan bahwa keberhasilan atau kegagalan unit usaha peternakan umumnya diukur dari profit atau rugi yang diperoleh dari unit usaha tersebut, jadi profit merupakan salah satu tujuan utama dari setiap unit usaha.
Rentabilitas
Rentabilitas suatu unit usaha menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva modal
yang menghasilkan laba tersebut atau dengan kata lain rentabilitas merupakan kemampuan suatu usaha untuk menghasilkan laba selama perode tertentu. Rentabilitas pada masing-masing strata dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Rentabilitas Selama 1 Tahun Pada Tiap Starta Peternakan Ayam Niaga Petelur Di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
Strata Profit (Rp) Modal (Rp) Rentabilitas (%) I 42.152.822 414.119.502 10,18 II 194.856.489 1.096.825.294 17,77 III 659.103.714 2.892.512.005 22,79
Sumber : Data Primer Diolah (2012)
Tabel 5 menunjukkan bahwa besarnya rentabilitas masing masing- strata adalah sebagai berikut, untuk Strata I sebesar 10,18 persen, untuk Strata II sebesar 17,77 persen dan pada Strata III 22,79 persen. Rentabilitas merupakan kemampuan peternakan ayam niaga petelur untuk menghasilkan profit selama satu tahun produksi, hal ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas Usaha Peternakan Ayam Niaga Petelur Di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
Tabel 6. Koefisien faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi profitabilitas usaha peternakan ayam niaga petelur di Kecamatan Kabupaten Blitar
Coeffisien Standart Error t Stat P-Value
Intercept 233.797.293,50 50.391.290 0,640 0,000
Jumlah Ternak 58.000,99 4.462,47 2,998 0,000***
Curahan Jam Kerja 35.651,72 19.581,18 0,821 0,072
Pengalaman Beternak 8.883.816,44 204.697,30 0,340 0,000***
Pendidikan Peternak 4.960.899,36 3.573.175,4 0,388 0,168
R2 = 0,837 F sign = 0,000
Fhit = 132,401
Sumber : Data Primer Diolah (2012)
Berdasarkan Tabel 6 maka diperoleh persamaan sebagai berikur : Y1 = 233.797.293,50 +
58.000,99 (X1) + 35.651,72 (X2) + 8.883.816,44 (X3) + 4.960.899,36 (X4). Hasil analisis pada Tabel 15 menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,837. hal ini menunjukkan bahwa variansi variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas sebesar 83,7 persen. Selebihnya sebesar 16,3 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimaksud dalam model.
Berdasarkan Tabel 6 F hit (132,401) lebih besar dari pada F sign (0,000), secara bersama-sama berarti bahwa variabel bebas secara berama-bersama-sama mempunyai pengaruh yang sangat nyata terhadap variabel terikat pada tingkat kepercayaan 99 persen (p<0.01).
Jumlah Ternak
Secara parsial jumlah kepemilikan ternak berpengaruh sangat nyata terhadap Profitabilitas usaha peternakan ayam niaga petelur pada tingkat kepercayaan 99 persen (p<0,01). Koefisien
yang lain konstant akan meningkatkan profitabilitas sebesar Rp 58.000,99. Semakin besar besar skala usaha selaras dengan profitabilitas yang besar pula. Menurut Budiharjo (2008) pendapatan unit usaha peternakan sangat dipengaruhi oleh banyaknya ternak yang akan dijual oleh peternak itu sendiri, sehingga semakin banyak jumlah ternak maka semakin tinggi pendapatan bersih yang dapat diperoleh peternak.
Curahan Jam Kerja
Variabel curahan jam kerja berpengaruh tidak nyata terhadap profitabilitas usaha peternakan ayam niaga petelur. Hasil ini menunjukkan bahwa tinggi rendahnya curahan jam kerja berpengaruh tidak nyata terhadap tingkat profitabilitas yang diperoleh peternak. Hal tersebut disebabkan usaha peternakan ayam niaga petelur di kecamatan kademangan masih merupakan usaha sampingan, walaupaun ada beberapa peternak yang sudah melakukan unit usahanya sebagai usaha utama untuk pengembangan usaha peternakan ayam niaga petelur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Kecamatan Kademangan pendapatan utama bersumber pada pekerjaan pokok seperti petani, PNS, Pedagang, buruh tani, kemudian baru peternak, yang rata-rata peternakan hanya dijadikan pekerjaan sambilan, karena curahan jam kerja rata-rata habis untuk pekerjaan utama. Yunilas (2005) menyatakan curahan jam kerja yang dicurahkan pada hewan ternak dipengaruhi oleh umur peternak, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, dan skala kepemilikan ternak. Berbeda menurut Rasyaf (2002) bahwa semakin besar curahan jam kerja atau waktu kerja dapat mempengaruhi keterampilan dan pengawasan terhadap ternak yang dipelihara, sehingga semakin bertambah keterampilan dan pengawasan, sehingga diharapkan usaha yang lebih efisien.
Pengalaman Beternak
Variabel pengalaman beternak berdasarkan hasil analisis berpengaruh nyata terhadap
profitabilitas 0,000 (p<0,01). Koevisien regresi 8.883.816,44 berarti bahwa setiap penambahan
pengalaman beternak dengan asumsi variabel yang lain konstanta akan meningkatkan
profitabilitas sebesar Rp 8.883.816,44. Pengalaman beternak adalah lamanya usaha ternak yang
dijalankan sampai dilaksanakan penelitian, pengalaman beternak dalam memelihara ternak dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan peternak dengan mengembangkan usahanya. Semakin lama beternak maka tingkat keterampilan dan pengetahuan peternak dalam menerapkan tekhnologi akan semakin mudah dan cepat.
Pendidikan Peternak
Variabel tingkat pendidikan peternak berpengaruh tidak nyata terhadap profitabilitas 0,168 (p>0.05). tingkat pendidikan tidak terlalu berpengaruh, hal ini dikarenakan peternak lebih cenderung mengandalkan ilmu yang diwariskan secara turun temurun. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi rendahnya jenjang pendidikan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas usaha peternakan ayam niaga petelur di Kecamatan Kademangan. Hal ini disebabkan usaha peternakan ayam niaga petelur di Kecamatan Kademangan merupakan usaha sampingan sehingga tidak
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rentabilitas Usaha Peternakan Ayam Niaga Petelur Di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar
Tabel 7. Koefisien faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi rentabilitas usaha peternakan ayam niaga petelur di Kecamatan Kabupaten Blitar
Coeffisien Standart Error t-Stat P-Value
Intercept 3,773 1,911 1,975 0,051
Jumlah Ternak 0,002 0,000 1,304 0,000***
Curahan Jam Kerja 0,003 0,001 0,463 0,001***
Pengalaman Beternak -0,077 0,078 -0,986 0,326
4endidikan Peternak 0,067 0,135 0,497 0,620
R2 = 0,756 F sign = 0,000
F hit = 79,601
Sumber : Data Primer Diolah (2012)
Berdasarkan Tabel diatas maka diperoleh persamaan sebagai berikur : Y1 = 3,773+ 0,002 (X1)
+ 0,003 (X2) -0,077 (X3) + 0,067 (X4). Hasil analisis pada Tabel 7 menunjukan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.756. hal tersebut menunjukkan bahwa variansi variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas sebesar 75,6 persen. Selebihnya sebesar 24,5 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimaksud dalam model.
Berdasarkan Tabel 16, F hit (79,601) lebih besar dari pada F sign (0,000), secara bersama-sama berarti bahwa variabel bebas secara berama-bersama-sama mempunyai pengaruh yang sangat nyata terhadap vatiabe terikat pada tingkat kepercayaan 99 persen (p<0.01).
Jumlah Ternak
Secara parsial jumlah kepemilikan ternak berpengaruh sangat nyata terhadap rentabilitas usaha peternakan ayam niaga petelur pada tingkat kepercayaan 99 persen (p<0,01). Koevisien regresi 0,002 berarti bahwa setiap penambahan satu unit skala usaha akan meningkatkan
rentabilitas sebesar 0,002. Semakin besar skala usaha selaras dengan rentabilitas yang besar pula.
Jumlah kepemilikan dengan menambah unit usaha peternakan ayam niaga petelur, mampu memberikan kontribusi yang cukup besar.
Curahan Jam Kerja
Variabel curahan jam kerja berpengaruh nyata terhadap rentabilitas usaha peternakan ayam niaga petelur sebesar 0,003 dengan tingkatan kepercayaan 99 persen, yang artinya setiap penambahan satu periode tahun pada curahan jam kerja akan meningkatkan rentabilitas sebesar 0,003. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tinggi rendahnya curahan jam kerja berpengaruh terhadap tingkat rentabilitas yang diperoleh peternak. Hal tersebut sesuai dengan Hernanto (2010) semakin intensif curahan jam kerja yang dipakai maka kemampuan kerja juga akan meningkat sehingga produktifitas menigkat yang akan berimbas pada rentabilitas usaha peternakan ayam niaga petelur.
Pengalaman Beternak
Variabel pengalaman beternak berdasarkan hasil analisis tidak berpengaruh nyata terhadap
rentabilitas usaha 0,326 (p>0,05). Pengalaman peternak adalah lamanya usaha peternakan yang
dijalankan sampai dilaksanakan penelitian, umumnya pengalaman beternak diperoleh dari orang tua secara turun temurun sehingga pengalaman atau lama beternak tidak memberikan sumbangan nyata bagi pendapatan peternak.
Pendidikan Peternak
Variabel tingkat pendidikan peternak tidak berpengaruh nyata terhadap profitabilitas 0,620 (p>0.05). Tingkat pendidikan tidak terlalu berpengaruh, hal tersebut dikarenakan peternak lebih cenderung mengandalkan ilmu yang diwariskan secara turun temurun. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi rendahnya jenjang pendidikan tidak berpengaruh terhadap rentabilitas usaha peternakan ayam niaga petelur di Kecamatan Kademangan. Hal ini disebabkan usaha peternakan ayam niaga petelur di Kecamatan Kademangan merupakan usaha sampingan sehingga tidak memerlukan pemikiran khusus untuk pengembangan suatu unit usaha.
SIMPULAN
Profitabilitas pada unit usaha peternakan ayam niaga petelur selama satu tahun dii
Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, adalah untuk Strata I Rp 42.152.821,00 Strata II Rp 194.856.489,00 dan untuk Strata III Rp 659.103.714.,00
Rentabilitas pada unit usaha peternakan ayam niaga petelur selama satu tahun di
Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar adalah untuk Strata I 10,17 persen, Strata II 17.77 persen, dan untuk Strata III 22.79 persen.
Faktor jumlah ternak dan pengalaman beternak berpengaruh terhadap profitabilitas, sedangkan faktor jumlah ternak dan curahan jam kerja berpengaruh pada rentabilitas unit usaha peternakan ayam niaga petelur di kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.
DAFTAR PUSTAKA
Airinda, D. 2003. Analisis Kebutuhan Modal Pada Usaha Peternakan Ayam Niaga Pedaging di Kabupaten Banyumas. Sripsi. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.
Arifin, Bustanul. 2009. Agribisnis Berbasis Peternakan, dalam Artilkel Peluang Investasi yang
Terlupakan. IPB. Bogor.
Hernanto, F. 1996. Ilmu Usaha Tani. Penebar Swadaya. Jakarta. Hal : 63-78.
Kadariah. 2001. Evaluasi Proyek Analisis Ekonomis. Lembaga Penerbit Fakutas Ekonomi Fakutas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.
Maspique, P., dan A. Sawe Ri Esso. 2011. Marketing Strategy Analysis of Broiler Eggs in Large-scale Livestock Regency Sidrap. Jurnal vol. X (3).
Mastuti, S., dan Hidayat, N.N., 2008. Peran Tenaga Kerja Perempuan dalam Usaha Ternak Sapi Perah. Jurnal of Animal Production. (11):40-47. Purwokerto
Setiyawan, H, Santosa, S.I, dan Mukson. 2005. Financial Analysis of Dairy Cattle Farm on the Farming Company Level . Jurnal of Animal Production. Vol 7, No 1: 40-45. Semarang.
Suastina, B ,I. G. P. dan Kayana, N. I. G. 2008. Analisis Finansial Usaha Agribisnis Peternakan Sapi Daging. Jurnal Agribisnis. Volume 29 : 76- 103. Lombok.
Yunilas. 2005. Factors that Influence Time Reality Women Labours in Cattles Career in Subdistrict of Hamparan Perak. Jurnal Agribisnis Peternakan, Vol 1 no 3, Desember 2005. Sumatera Utara.