Global: Jurnal Politik Internasional
Global: Jurnal Politik Internasional
Volume 3 Number 0 Article 7
August 2021
MAHATHIR DAN POLITIK LUAR NEGERI MALAYSIA
MAHATHIR DAN POLITIK LUAR NEGERI MALAYSIA
Alfitra Salamm
Puslitbang Politik & Kewilayahan, LIPI
Follow this and additional works at: https://scholarhub.ui.ac.id/global
Recommended Citation Recommended Citation
Salamm, Alfitra (2021) "MAHATHIR DAN POLITIK LUAR NEGERI MALAYSIA," Global: Jurnal Politik Internasional: Vol. 3 : No. 0 , Article 7.
DOI: 10.7454/global.v3i0.614
Available at: https://scholarhub.ui.ac.id/global/vol3/iss0/7
This Article is brought to you for free and open access by the Faculty of Social and Political Sciences at UI Scholars Hub. It has been accepted for inclusion in Global: Jurnal Politik Internasional by an authorized editor of UI Scholars Hub.
dan angkatan udara. sebut, departemen h punyai 11 orang pq pada tahun 1981 sud
diplomat
dan
1390juga dari
segi angg:hanya sebesar N{S .
kat menjadi 18 kali p M$ 71.850.000.4
Pilihan Tunku un Barat
tidak
saja lahi amanan dalam negekepentingan ekonom yang menunjukkan :
Rahman yang rnema
dalam usaha rnenet putusan
luar
negeri. Inggris, Amerika Serda
merupakan negasial
sebagai pasar menghasilkan getatqdan
komoditi
ek'F'tungan Malaysia pat
tersebut
jrgu
dL.etMalaysia
yang
culc negara tersebutdi
situan
bidang
pen( latihan.6Ketergantungan il sejak tahun 1965 ket
menjadi
sumber uhLadangJadang gerah
dari jumlah
karr-asarnyumbangkan sekita:
tupo.un dari Kemer:::::
petik dari, Alfitra S: ::-Negeri Malaysia",
A1r:..:-SI-ihut ti,t. Pathmanatn
:-Policy, Kuala Lump.: -
-hlm. 79.
6Investasi
Inggeris p:::
22.400.000 pounsterli r;. ;,
untuk seluruh Eropa F;:::
ing, dan ini belum re-::-Bomd ol Trade lanrru;..
--MAHATHIR
DAN POLITIK
LUAR
NEGERI
MALAYSIA
Alfitra
Salamm
Alfitra
Salamm adal"ah Staf Peneliti Puslithang Politik €t Kewilayahan, LIPI, dan kini ailalah kandidatilokt or pail a Unioersity Kebangsaan Malaysia.
Pourx
luar negeri Malaysia sejakpemerin-tahan Mahathir
(1981-+ekarang) memang mempunyai corak tersendiri jikadibanding-kan
pada masa pemerintahanTun
AbdulRazak
Tun
Hussein Onn, maupun TunkuAbdul
Rahman. Bahkan
jika
diadakananalisis secara mendalam
pada
masape-merintahdn Mahathir-lah mulai bangkitnya Malaysia dalam percaturan
politik
interna-sional.Di
antara kebijaksanaanpolitik
luarnegeri
yang
mempunyaicorak
tersendiri tersebut, terlihatdari
keputusan Mahathirseperti
prinsip
"Pandangke
Timur"
yang dilaksanakan pada tahun 1982; inisiatifAn-tartika
sebagaiwarisan
bersama; perangterhadap pengedaran narkotika dan
peran-an
yang besar dalam dialogSelatan-Selat-an.
Akhir-akhir
ini
Mahathir Mohamm4d dengan gencar memperkenalkan konsepba-ru
dalam kerja sama ekonomi yang disebut EastAsia
EconomicCroup
(EAEG) yang hinggakini
masih dalam perdebatan antar-anggota negara-negara ASEAN.Artikel
ini
akan membahaspolitik
luarnegeri Malaysia pada masa pemerintahan Mahathir tersebut, yang tentunya tidak
da-pat
melepaskan corakpolitik
sebelumnyayang dalam beberapa hal
juga
merupakan kesinambunganpolitik luar
negeriMalay-sia.
Dinamika Prinsip
Politik
Luar Negeri Sejarahawal
politik luar
negeri Malaysia setelah merdeka pada tahun 1957 lebih ba-nyak ditentukan oleh faktor keamanan danekonomi dalam negeri.
Sehingga negarabaru
tersebut menetapkan sikap pro-Baratd,an antikomunis sebagai prinsip
politik
luar negerinya.' Salahsatu
ancaman yangcu-kup
serius ketikaitu
adalah kekuatanPar-tai
Komunis Malaya (PKM) yangberorien-tasi
ke
RRC.'
Seperti
yang
dikatakan Tunku:"Memang benar,
saya
takut Cina
ko-munis dan dasar-dasar mereka. Kalau
me-reka
tidak
mengakibatkan pencerobohanse-cara langsung, mereka akan melakukannya secara
tidak
langsung denganmengguna-kan o,rang
lain untuk
menimbulkan huru-hara".'Kekhawatiran Tunku
ini
sangatberalas-an,
karenapada
awal
kemerdekaan Mi-laysia (sebelumnya Malaya) negara tersebuthanya
mempunyaisatu
resimen Di-Raja Melayu dan tidak mempunyai angkatan lautlPrinsip Politik luar negeri Malapia pada awal
kemer-dekaan Malaya, khususnya pada pemerintahan Tunku
Abdul Rahman Putra banyak dibahas dalam Dato'-Abdullah Ahmat, Tengku Abdul Rahman anil Malaysia
Foreign Policy, Kuala Lumpur: Berita Publishing Sdn. Bhd.1987, khususnya Bab. III'
zlbid., hl^.4.
Lihat juga Peter Boye, Malaysia and
Si-nSapore in lntqnational Diptomlcy, Sydney, 1958, hlm. tl4.
a t-n a Lt
r
-Idan angkatan udara. Bahkan pada masa ter-sebut, departemen luar negeri hanya mem_
punyai 11 orang pegawai diplomatik yang pada tahun 1981 sudah mencapai sekitar 4g4
diplomat
dan
1390 pegawai biasa. Begitujuga dari
segi anggaran, pada tahun 195ghanya sebesar M$ 4.182.6%
dan
mening-kat menjadi 18.kali pada tahun 1980 menjadi M$ 71.850.000.4Pilihan Tunku untuk bersahabat dengan Barat
tidak
sajalahir
akan pentingr,yak"-amanan dalam negeri tetapi termasuk juga kepentingan ekonomi. Bahkan banyak bukti yang menunjukkan sifat-sifat Tunku Abdul Rahman yang memainkan peranan penting
dalam usaha menetapkan
prinsip
dan ke-putusanluar
negeri.' Negara Barat seperti Inggris, Amerika Serikat, Jepang, dan Kina_da
merupakan negara-negara yangpoten-sial
sebagaipasar
bagi
Malaysia
yang menghasilkan getah,kayu, minyak
sawit,dan
komoditi
ekspor lainnya.
Keteqgan-tungan Malaysia pada negara-negara Barat
tersebut
juga
disebabkankarena
imporMalaysia
yang cukup
besardari
negara-negara tersebutdi
samping keperluan ban_tuan
bidang
pendidikan
dan
latihan-latihan.6Ketergantungan
ini
semakin meningkat sejak tahun 1965 ketika produksi pertanianmenjadi
sumberutama rakyat
Malaysia.LadangJadang getah yang
terdiri
dart 65%dari jumlah
kawasan pertanian, telahme-nyumbangkan sekitar 45% dari semua nilai tupo.an dari Kementerian Luar Negeri Malaysia,
di-petik dari, Alfitra Salamm, "33 Tahun politlk Luar Negeri Malaysia", Meileka, }.4 Agustus 1991.
l-ihut U. Pathmanathan , Reailings Policy, Kuala Lumpur, University hlm. 79.
6lnvestasi
Inggeris pada tahun 1964 adalah sebesar
22.4W.000 pounsterling, di mana hampir sama investasi
untuk seluruh Eropa Barat sebesar 23.500.000 pounsterl_
ing, dan ini belum termasuk perusahaan minyak. Lihat Bomd of Trade Jounwl, l0 Juni 1966.
gkspor. Komoditi getah, asuransi banlq per-kapalan,
dan industri minyak hampir
se-luruhnya dikuasai oleh Inggris.Salah satu realisasi dari prinsip pro-Barat
dan antikomunis
ini
terlihat dengan ditan-datanganinya perjanjian bilateral dalambi-dang
pertahanan,yang
dikenal
denganAnglo-Malaysia Defence Agreement (AMDA)
pada 12 Oktober 1957. Dengan perjanjian tersebut Inggris dibenarkan menggunakan pangkalan perang
di
Singapura (sebelum pemisahan dengan Malaysia) danpangkal-an
di
Semenanjung Barat Malaysia yangberguna
untuk
melindungi Malaysia dari serangan musuh dan sekaligus melindungikeamanan
di
kawasanAsia
Tenggara.TKehadiran tentara Inggris
di
Singapura dandi
Serawak adalah paling besarjika
diban-dingkan dengandi
beberapa negara jajahanInggris lainnya. Manfaat yang paling jelas
dari
perjanjian pertahanan
ini
bagi Malaysia adalah terlibatnya tentara Inggrispada
waktu
konJrontasi dengan Indonesia tahun 1963-1966.8Sungguhpun
demikian bukan
berartiprinsip
pro-Barat tersebuttidak
mendapattantangan
dari
kekuatan
dalam
negeri.Kondisi
politik
selepas kemerdekaan me-mang dirasakan "masih ada" seme-mangatna-sionalisme
di
kalanganrakyat
Malaysia, termasuk juga dalam tubuh organisasiUM-NO yang sejak tahun 1951 suda-h dipegang oleh Tunku Abdul Rahman. Beberapa
par-tai politik
oposisijuga
menunjukkan rasatidak senang terhadap sikap yang telah
di-ambil oleh Tunku.
Sikap tidak senang tersebut terlihat dari pernyataan salah seorang anggota DpR
par-tai
UMNO, TajudinAli,
serta protes kerasdari UMNO cabang Johor dan Kedah, yang
TPerjanjian
Keamanan ini diperluas meliputi Singapura,
walaupun Singapura keluar dari pemerintahan Fed.ral
Malaysia. i
ELihat
Seiarah Regimen A*ar Melaya DiRaja 1933-19g3,
Kuala Lumpur, 1983, hlm. 31.
in Mnlaysia Foreign Malaya Press, 1980,
83
tetapi benih perubah, sudah berjalan seiak
pemerintahan Tunku Sejak tahun tenei
gota
parpoldan
karmulai memperdebatl
litik
luar
negeri \1asuai, mengingat tetra
perubahan besar
di
lnegeri. Dalam politi meningkat keresahe-r
kunya
politik
krrflr nesia. Politik korurc,rhal
sebenarnya ku Malaysia denganitr
mata
negara-negarayang
termasuk d.l .,(GNB). Faktor lair.n'*
rakat Malaysia vang
buat Tunku tidaL
;
litik
luar negerilr:;
sebenarnya Tun}.u l Soekarno.Faktor lainnr,a i-;;
pblitik
luar
negeri )'nya peristiwa rasia; 1969 dan penarik:r:_ dari Terusan Suez.-' ubahan sudah n^,u.e
jaksanaan
luar
n.:.
hun
1968 Tunkus--an
diplomatik
den:tahun
kemudian:i
buka hubungan.1.::
Tun
Abdul
R;.':n perdana menteri::
telah
mengadak:r. besar dengaflnrrirj
yang lcbih
it'gJ> =hubungannya d. r-
i:,
ta
ASEAN.Di i-::
bcrusaha menitli:.-::
'slihut Ab,lrllah .4, : :: :
menganggap perjanjian
AMDA
tersebutte-lah
mengurangi makna kemerdekaan Ma-laysia. Kemarahanini
semakin meluapke-tika Tunku pada Hari Ulang Tahun UMNO ke-10 pada 11
Mei
1956, menyatakanbah-wa politik luar
negeri seolah-olah sesuaidengan arti kemerdekaan tersebut.e
Dalam pidatonya
di
depan anggotaUM-NO
tersebutTunku
menyebutkan politikluar
negeri Malaysia sekarangini
adalah bebasdari
pengaruh negara-negara besardan lebih
berdasarkan kepada semangatBandung 1955 dan Konvensi Geneva.
Keberhasilan
Tunku
dalam meyakinkan anggota-anggota DPR ketikaitu
menunjuk-kan peranan Tunku yang cukup besar da-lam keputusan
politik
luar negeri Malaysia. Bahkan beberapa keputusan penting dibuatoleh Tunku
tanpa memberi tahumenteri-menteri kabinet.r0 Pendapat
ini
diperkuatoleh Mahathir Mohammad (sebelum
men-jadi
perdana menteri)yang
mengatakanTunku
menganggapdirinya
"A
HercditaryCrand Visier",
lebih
daripada sebagaiPer-dana Menteri yang dilantik.Il
Peranan seorang perdana menteri yang sangat dominan dalam menentukan politik
luar
negeri tampaknya sudah merupakantradisi
dalam
politik
Malaysia. Contoh yang menarik adalah mengenai rencanape-misahan Sinp;apura
dari
Malaysia padata-hun
1965,di
manaterlihat
dengan jelasTunku sebagai perdana menteri telah
mem-buat
keputusan
sendiri tanpa
terlebihdahulu
mengadakankonsultasi
denganmenteri-menteri kabinet. Bahkan uniknya
Tunku
yang konon san2;at tergantungde-ngan kekuatan Barat, dalam
hal
ini
telah mengesampingkan negara-negara tersebut.Tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada
London dan Canberra, Tunku telah
meng-elihat Alfitra Salan-rm, Ioc'.clf
Itn4. Puth^u
nuthan, /oc.cil..
ambil keputusan dan merestui permintaan
Lee Kuan
Yew untuk
berpisahdari
Ma-laysia.12
Dalam beberapa hal keadaan
ini
sebenar-nya
hampir
sama denganapa
yang
di-lakukan
oleh
Perdanalvlenteri
Mahathir Mohammad. Seperti kebijaksanaan luarne-gen
Look East Policy (Dasar Pandang keTimur)
yang dicanangkannya pada tahun i982 tanpa membincangkan terlebih dahulu dengan menteri kabinet lainnya, termasuk dengan Menteri Luar Negeri. Mahathirha-nya memberikan instruksi kepada "Wisma Putra" (sebutan Deplu Malaysia)
untuk
se-gera melaksanakan keputusan tersebut." Keputusan yang terlalu dominan oleh
se-orang perdana menteri dalam proses ke-putusan politik luar negeri tersebut
menun-jukkan
lemahnya kedudukan menteri luar negeri jika dibandingkan dengankeduduk-an
menterilainnya-misalnya
denganpo-sisi
Menteri Pendidikan--dan bahkanke-banyakan pernyataan
yang
berhubungan denganluar
negeri selalu dinyatakan oleh Perdana Menteri. Keadaanini
sangat nyata sekali pada masa pemerintahan Mahathir.Perubahan
prinsip
politik
luar
negeri Malaysia mulai bergeser pada masapeme-rintahan
Tun Abdul
Razakyang
dimulai tahun 1971. Pe4geseranini
dapat dilihatda-ri
prinsip pro-Barat dan antikomunis pada masa pemerintahanTunku Abdul
Rahman menuju prinsip Nonblokdan
nonkomunis pada maiatun
AUaut Razak.laPerubahan yang sangat besar tersebut
ti-dak hanya dengan serta-merta bermula
pa-da
masa pemerintahanTun Abdul
Razak, r2Lihot Doto'Abdullah Ahmat, loc.cit., hlm.191..
l3lnterview dengan DR. Ahmat Atori Hussein 15 Agustus 1987, cendekiawan Malalaia yang banyak
ter-libat dengan penelitian birokrasi masa Mahathir.
l4latar belakang perubahan ini ,u"uru jelas diuraikan oleh J. Saravanamuttu, Tlrc piletnma of lndeperulence:
Two Decodes ol Malaysia's Foreign Policy 1957-1977,
an la- tr- li-rir e-(e m Lu
k
l-ril l- :-!t-r
t-il 1 ttetapi benih perubahan tersebut sebenarnya
sudah berjalan sejak tahun 1964 pada masa
pemerintahan Tunku Abdul Rahman. Sejak
tahun
tersebut telah banyakang-gota parpol
dan
kaum cendekiawan yangmulai memperdebatkan tentang prinsip po,
litik
luar
negeri Malaysia yang palingse-suai, mengingat telah terjadinya beberapa
perubahan besar
di
luar maupundi
dalam negeri. Dalampolitik
luar
negeri semakin meningkat keresahan sebagai akibatberla-kunya
politik
konfrontasi denganIndo-nesia. Politik konfrontasi
ini
dalam banyakhal
sebenarnyakurang
menguntungkan Malaysia dengan terpojoknya negaraini
dimata
negara-negarabaru
di
Asia-Afrikayang
termasukdalam
Gerakan Nonblok(GNB). Faktor lainnya adalah sikap
masya-rakat Malaysia yang
majemu(
telahmem-buat Tunku
tidak
dapat menjalankanpo-litik
luar negeri yang "romantis", walaupun sebenarnyaTunku
terpesona dengan gaya Soekarno.Faktor lainnya yang juga mempengaruhi
politik luar
negeri Malaysia adalahterjadi-nya peristiwa rasial berdarah pada 13 Mei
1969 dan penarikan_ mundur tentara Inggris dari Terusan Suez.ls Sejak
itu
beberapa per-ubahan sudahmulai
tampak dalam kebi-jaksanaanluar
negerinya, seperti padata-hun
1968 Tunku sudah membukahubung-an
diplomatik
denganUni
Soviet,dan
6tahun
kemudianpada tahun
1974 mem-buka hubungan dengan RRC.Tun Abdul
Razak yang dilantik sebagaiperdana menteri pada 19 Desember 1970,
telah
mengadakan perubahan-perubahan besar dengan menegakkan prinsip Nonblokyang lebih
tegas serta memberi
prioritas hubungannya dengan negara-negaraanggo-ta
ASEAN.Di
sampingitu
Razak tetapberusaha memelihara hubungan tradisional
rsli hut Ab.l,
I lah A h mat, loc.iit., hlm. 721-125.
dengan negara-negara
Islam dan
negara persemakmuran.Namun dalam beberapa hal,
Tun
Abdul Razak tetap meneruskan kebijakan TunkuAbdul
Rahman. Dalam bidang pertahanan misalnya,Tun Abdul
Razak memperluas kerja samanya dengan menggantikanAM-DA
menjadi pertahanan denganlirna
ne-gara, yaitu Inggris, Australia, SelandiaBa-ru,
Singapura,dan
Malaysiayang
kemu-dian
dikenal dengan sebutan Fhte PowersD{ence Arrangetnenf (FPDA). Perjanjian lima negara
ini
menunjukkan pentingnyaperan-an Australia sebagai sekutu tentara
Malay-sia yang paling
penting
sesudah tahun1977.
Di
antara jenis kerja sama yang pa-ling jelas adalah dipergunakannyaPangkal-an Udara Butterworth. Bahkan pada tahun
1984 saja terdapat sekitar 5000 tdntara
Aus-tralia
di
Pulau Pinang tersebut.l5 Namun, walaupun kerja sama tersebutkini
meng-alami
penurunanyang
besar sejak tahun1988, tetapi perjanjian FPDA
ini
kadangkalatelah menimbulkan keraguan
dari
negara tetangga, khususnya karena ancaman yang menjadi sasaran FPDA tersebut belum jelas.Di
lain
piha(
memangtidak
dapatdi-pungkiri bahwa secara bertahap ada usaha
gigih dari Malaysia untuk menunjukkan
si-kap yang lebih netral, sekaligus mengubah citranya
di
dunia internasional. Usahater-sebut terlihat dalam pernyataan Malaysia
di
KTT
Nonblokdi
Lusakayang
meng-usulkan kawasan Asia Tenggara dijadikan sebuah kawasan yang netral. Gagasan inikemudian dilontarkan kembali
di
Singapu-ra
dalam persidangan persemakmuran pa-da tahun yang sama.Gagasan
untuk
menciptakan kawasan Asia Tenggara yang netralini
pertama kali dicetuskan oleh MenteriLuar
Negeri Ma-Iaysia saatitu, Tun Dr.
Ismail; sehinggai
'uLihot M. Pathmalathan, lsu-isu Hal-Ehual
Antara-bangsrr, Kuala Lumpur, 1985, hlm.?A.?5.
85 I
hadiran Mahathir da
negara persemakmu
berapa
pihak
sebaMahathir
untuk
tryang anti-Barat.
Ini
bukan berarti Jepangke
dalam p baru terjadi pada naan
ekonomiJepang-lai
sejak
tahun
1!pabrik tekstil.
M""i"
perusahaan Jepang tkat
mencapai46
p1,969.20
Satut
sutur, Malayawatadi
S€berkan industri berat
p
pabrik baja pertamagara. Saham terb,ese
oleh
pemerintah lugang oleh Nippon S
Nittetsu Mining, dar
Pada
tahun
19;t 179 perusahaan Jepielang tahun
79
y,menjadi 489 perusal ngan investasi USS .
pat
dikatakan bahvyang
berdiri
di
I[a
Pada
tahun
1981i
mencapaiM$
69 judian-awal
pemerinmeningkat menjadi
asing besar lainnva Singapura masing-u'
58 juta dan MS 42
jr
Semangat Pandan
wujudkan dalarn pr Proton Saga. Pror eix
yang dimulai pada r;
2oDalam
Joint Researcn It: lmtestment in \{aiars,: Sundram, loc.cit. hl.r, 1:,-2lFar Eastern Ecororr.:: 7-22New Straits Titnes, i) \,t;
usul
ini
kemudian dikenal dengan IsmailPeace Plan.17
Usul
ini
baru
ailidikan
ke-bijaksanaanresmi
Malaysia
pada
tahun 1970 dan setahun kemudiary tepatnya pada November 1971, disahkan menjadi prinsipkerja
sama
ASEAN-ketika
dilaksanakanKTT
ASEAN ke-2di
Kuala Lumpur, yang kemudian dikenal dengan konsep ZOPFAN(Zone of Peace, Freedom, and Neutrality).
Pada masa pemerintahan
Tun
HusseinOnn,
tidak
ada perubahan yang mendasarpada
politik luar
negeri Malaysia kecuali melanjutkan kebijaksanaan yang telah ada.Apa yang
dilakukan
oleh
Hussein Onnadalah mempertegas prinsip-prinsip yang telah disetujui sebelumnya. Misdlnya dalam kunjungan resmi Hussein Onn ke RRC
pa-da
Mei
1979 dan kunjungan keUni
Sovietpada
Septdmber 1979terlihat
diplomasiHussein
Onn
memperjuangkan konsepZOPFAN agar mendapat pengakuan dari kedua negara tersebut.
Arah Baru
Politik
Luar
NegeiPerjalanan
politik
luar negeri Malaysiamu-lai
mengalami perubahan besar pada masakepemimpinan Mahathir. Perubahan
ini
bi-sa dikaitkan dengan latar pendidikanMa-hathir yang berasal dari bidang kedokteran yang jauh berbeda dengan pendidikan para pendahulunya. Ketiga perdana menteri
se-belum
Mahathir
memiliki latar
belakangpendidikan yang sama/ yakni ilmu hukum. Hubungan dengan negara-negara ASEAN merupakan prioritas pertama yang tetap di-pertahankan oleh Mahathir. Kemudian ke'
dua diikuti
dengan
hubungan
dengan negara-negara gerakan Nonblok dan sebagaiurutan ketiga dan keempat adalah hubungan dengan negara-negara Islam dan negara per-semakmuran dan negara Islam.
lTUsulan ini belum pernah na Menteri Tunku Abdul 24 Januari 1968.
didiskusikan dengan
Perda-Rahman; lihat Straifs Times,
Berikut
ini
diuraikan beberapa kebijak-sanaanpolitik luar
negeri
pemerintahan Mahathir yang dianggap menonjol dan me-nimbulkan perdebatan.Dasar Pandang ke Timur (Iook East Policy) Gagasan
politik
luar
negeri Mahathirper-tama yang
membawa kontroversi adalah kebijaksanaan Malaysia-Pandang ke Timur-yang
dan
penyesuaian bukan saja dengan merupakan penghayatannilai
atau
etika kerja Jepang, tetapi juga bersifat anti-Inggrisyang
tentunya berlawananarah
dengankepemimpinan
sebelumnya.Salah
satu alasan yang meletakkan kebijaksanaanPan-dang
ke
Timur
ini
adalah
keyakinanMahathir bahwa Inggris telah
tidak
sesuailagi
untuk
dijadikan contohbagi
pemba-ng-,r.,u., ekonomi dan politik Malaysia.ru Kebijaksanaan Pandang ke
Timur
ini
se-benarnya diilhami tata tertib atau etika
ker-ja
Jepang; misalnya menekankan pada ma-salah kerajinan, disiplin kerja, kesetiaan ke-pada negaradan
perusahaarymementing-kan
produktivitasdan
kualitas, sertame-ngurangi
jurang
antara eksekutifdan
pe-kerja. Dengan demikian kebijaksanaan Pan-dang keTimur
ini
adalah suatu pendirian ekonomi dan sosial, dan bukan politik.Ha-nya
jika
dikaitkan dengan usaha Malaysia mengurangi keteqgantungan dengan Baratmaka tindakan tersebut dapat dikategori-kan sebagai tindakan politik.
Sikap Mahathir yang anti-Inggris,
ini
ter-bukti dengan tindakan Malaysia mengambil
alih Guthrie (perusahaan Inggris
di
Malay-sia) yang kemudiandiikuti
denga^nPernya-taan Mahathir "buy Brit:ish Lastu."
Ketidak-r&U.aian
lengkap lihat Jomo Sundram (ed.), Dasar-dasm Ekonomi Mahathir, Kuala Lumpur,1,986, hlm. 5-"1,4.
lgPeristiwa ini merupaka n pengambilalihan perusahaan Cuthrie oleh Malaysia melalul serangan kilat di Pasaran Saham London. Kemudian pihak Inggris mengadakan beberapa perubahan yang ketnudian telah mencetuskan kebi.iaksanaan Malaysia untuk menyekat barang Inggris yang dimulai pada bulan Mei 1983.
hadiran Mahathir dalam pertemuan negara-negara persemakmuran dianggap
oleli
be_berapa
pihak
sebagaitindilan
klimaksMahathir
untuk
menuhlukkan sikapnyayang anti-Barat.
Ini
bukan berarti baru bahwa masuknya]epang
ke
dalam
perekonomian Malayjiabaru- terjadi pada masa Mahathir. Hubung_
an
ekonomi Jepang-Malaysia sudah dimu_lai
sejak tahun lgST
dengan pendirianpabrik-tekstil. Menjelang tahun t962 jumlah perusahaan Jepang menjadi g, lalu mening_
fl!
*ul.upai
46
perusahaan pada tahun 1.969.'" Salah satunya adalahpabrik
besi Malayawatadi
Seberang prai yang merupa_ kan industri berat pertama di-Malaysia danpabrik-baja pertama
di
kawasan Asia Teng_gara. Saham terbesar Malayawata dimiliki
oleh
pemerintah Malaysia, sisanya dipe_gang oleh Nippon Steel, Mitsubishi,
Misui,
Nittetsu Mining, dan Trimari.Pada
tahun
1920-1973sudah
terdapat 179 perusahaan Jepangdi
Malaysia. Men_jelang
.l"fg
7977 jumlahini
membengkak menjadi 489 perusahaan yang didirikari de_ngan investasi US$ 4ZS juta.zl Sehingga da_
pat
dikatakan bahwahampir
ZT%"labnk yangberdiri
di
Malaysia "berbau" Jepang.Pada
tahun
1981 investasi Jepang zudah mencapaiM$
69juta
dan2
tahunkemu-dian-awal
pemerintahan Mahathir__sudahmeningkat menjadi
M$
1600 juta. Investorasing besar lainnya adalah Australia dan Singapura masing-masi_ng menanamkan M$ 58 juta dan M$ 42 juta.z2
l"T.u"Sut. Pandang ke Timur itu juga di_
wujudkan dalam proyek pembuatan inobil
Proton_ Saga. Proyek kebanggaan Mahathir yang dimulai pada tahun 19g7ini melibatkan
Heaoy Industries Corporation of Malaysia
(ll!_
COIvI) yang menyumbang 70%
d,ai
modal, sedangMitsubishi
Corporationdan
Mit-subishiMotor
Corporation masing-masing menaruh 1,5%. Berapajumlah modalsebenar-nya yang dikeluarkan oleh Malaysia hingga
f*i
masih menjadi rahasia
pemerintah Mahathir. Namun seorang pakai ekonomi, Dr. Jomo memperkirakan anggarankonser-::lif
:"t$
proyek Proton Sagaitu mencapai M$ 1,5milyar.'
Kebijaksanaan pandang
ke Timur
juga memperolehkritik
dari dalam negeri. Salih satuini
bukan berartitidak
mendapat ke-kecewaan dari dalam negeri. Kekecewaanini
terlihat,dari
ungkapanyang
disampaikanoleh
Master BuildingAssociition
Malaysia(MBAM). Asosiasi
ini
menggugat pemba_ngunan sejumlah Gedung bernilai
M$
rk,
milyar yang diserahkan kepada perusahaan asing (Jepang dan Korea Selatan) iejak tahun
1981. MBAM
juga
memantau bahwa 2g%dari
bahan bangunan dan 4g%dari
mesindan peralatan yang digunakan dalam proyek pembangunan gedung-gedung tersebut di_
impor
dari
negara asal perusahaan asing yang bersangkutan. Misalnya, Hyundai, kon_traktor_utama
proyek
pembangunan jem_batan Pulau pinang
ini
diperki"rakan ielah mengimpor 30% dari semua mesin dan per-alatan dari Korea Selatan. Di bidangtrrr,rf".
jasa, MBAM memperkirakan7Z,S% dari
har-ga kontralg iuran dan upah kerja telah di_
bayar
^kepada
orang
asing
khususnya Jepang.IDalam beberapa segi dari
politik
luar ne_geri
Malaysia terhadap Jepang terlihatbe-!:lpl
kepincangan.Misainyi
pada tahun i983, Perdana Menteri Nakasone telah ber_ janji kepada Mahathir akan memberikan kre_dit
Yen yanglebih
besar daripada masa 2oDalamJoint Research program Service, Japanese Direct
lntsestment
, in . M3laysia 1979, dipeti[ 'au.i ]orno >unrtram, loc.cil. hlm. ,24_25.
2rFsr
Eastern EconotnicReoiezo, (FEER) ,22Juni 1,979.
22Nao
Straits Times, l,ZMaret 1983.
)
-z3lonro
Su n,J ra m, loc.cit., hlfn. SS.
2n.Lihot
-Lnpo*n Tahurutn Bank Negara
hlm. 118. Malaysia, 1983,
sebelumnya sebagai "hadiah" untuk kebijak-sanaan Pandang ke Timur Malaysia. Tetapi sebaliknya Jepang
tidak
bersedia memberi jaminan bahwa akan_membeli minyak lebih besar dari Malaysia." Jepang juga mengan-jurkan Malaysia untuk mengirim pelajar dan mahasiswa untuk menuntut ilmu di Jepang.Namun ketika Malaysia meminta dukungan Jepang bagi rencana penstabilan harga ba-rang yang pernah diusulkan ASEAN, Jepang
tidak mengambil tindakan apa pun juga.
Inisiatif
AntartikaPersoalan
Antartika telah
mendapat per-hatian Mahathir pada tahun 1982, setahun setelah Mahathir menduduki kursi perdanamenteri. Karena sebelum
ini
Benua yang seluas 14 ?frO 000 kmzitu
telah dilupakan kecuali beberapa negara yang mempunyai kepentingan saintifik dan ekonomidi
Benuatersebut. Benua
ini
hampir keseluruhannya diselimuti es yang kira-kira meliputi hampir7 juta batu padu es dan
ini
merupakan 90/odari
salju dunia. Benuaini
hanyamempu-nyai penduduk
pribumi primitif
yangber-gantung pada
tanam-tanamandan
bina-tang-binatang yang tahan dingin.Sebab utama mengapa Benua
ini
men-dapat perhatian adalah disebabkan potensi kawasan sebagai sumber bahan tambang dan hidrokarbon. Pentingnya potensi benuaini
telah menjadi topik pidato Mahathirpa-da
sidangumum
PBBpada tahun
1984.Dalam
ucapannyaMahathir
menyerukan bahwa semua kekayaandi
bumi yang tidakdituntut
harus dianggap sebagai warisanbersama bagi semua negara
di
planet ini.Di
dalam konteksini,
Mahathir mendesak anggota-anggota PBBuntuk
mencurahkanperhatie_n terhadap masa depan Benua An-tartika.to
lomo Sundram,loc.cit., hlm. 31.
"oForeign Allairs Malaysia, Vol. 15, Ril. 1-4 Tahun 19E2,
hlm. 184-185.
Dalam sidang
umum
tersebut Mahathir meminta kepada PBB agar mengadakansi-dang
khusus
untuk
mendefinisikanma-salah kawasan-kawasan yang tidak didiami
oleh
penduduk, apakahitu
dituntut
atautidak,
untuk
menentukanhak
semua ne-garaini
terhadap kawasan Benua Antartikatersebut.
Untuk
itu
Mahathir
mendesakperlu
diadakannya
perjanjian
Antartikayang
baru
menggantikan perjanjian tahun1959, ketika anggota PBB baru mencapai 83
negara.
Walaupun inisriatif Malaysia tersebut
te-lah mendapat tantangan
dari
beberapane-gara, namun
SU
PBB tersebuttelah
me-nerima tanpa
sembarang
pemungutan suara,untuk
menerima usul Malaysiame-masukkan persoalan
Antartika
sebagaisuatu
topik
dalam agendaSU
PBB ke-38tersebut. Dalam usaha Malaysia mernper-soalkan Antartika, Malaysia telah mendapat
dukungan
dari
Antigua Bermudadan
In-donesia.Adapun latar
belakangusul
ini
bagiMalaysia adalah bahwa Antartika
seharus-nya
menjadi apa yang dikenal dalam ba-hasa Latin sebagai res Communis atau harta bersama. Pergantiandi
sini
adalah sumberasli
Antartika harus digunakan
unttrk memperbaiki kepentingan masa depan ma-nusia daripada digunakan oleh sekumpulan negara. Sehingga yang menjadi keinginanMalaysia
adalah bahwa semua
negaramempunyai
hak
yang sama terhadapBe-nua
ini,
dan inilah pokok perdebatan yang muncul.Inisiatif Mahathir mengenai Antartika ini ternyata mendapat perhatian
pula
dalamsidang
negara-negaraNonblok
di
NewDelhi pada bulan Maret 7983.27 Dalam per-nyataan bidang ekonomi, sidang tersebut setuju dalam penegasan bahwa eksploitasi sumber alamiah
di
Beriua Antartika harus2'Lihut M. Pathmanathan, loc.cit., hlm. 6.
diPerqunakan
untuk
seu' njan"tid ak merusak lingkrsi
tersebutiuga
menvatalkan
keria
sama intemasi tersebut. Berdasarkan P'emaka PBB telah menga'i
lengkaP mengenai Antar
ngin
t"tuP
memPertimh;to"r yang masih sesuai dal tartika.
ZOPFAN dan AsPek Per Peranan MalaYsia dalarr
AN
dan
usaha merealiFAN adalah sangat jelas pada mulanYa diaiukan
bato
Abdul Rahman Patoada 23 Januari 1968'
iirikunnYu
ASEAN' Ga;sidang tersebut sebena
MalaYsia
dalam
men{ penglnduran tentaralr
ini
Pada 31 Maret 1971'dari
Ismail
ini
tidak
roositif dari Tunku Abd'
ia
saatitu
masih berareris dan
negara
Perfkun
-"*Pertahankan
eara dari ancaman kon
"
S"t"luh Tun Abdul Fcuk
PimPinan Padausul
dari
Ismail
inikembali, walauPun
k
litik
luar
negeri MalarUsul
ini
kemudian di sidang negara- negardPada SePtember 1971'l' Memang
ada
vang usahaTun
Razak untbali
ide Ismail tereL'tkePentingan Pribadi
Razak
sendiri'
Kare yang kemudian m51rnegeri MalaYsia tnt
rir si- a-ni tu e-ia k a n J ! |-1 i l r
dipergunakan
untuk
semua manusia de-ngan tidak merusak lingkungan. Konperen_si
tersebutjuga
menyatakan agar meluas_kan
kerja
sama internasionaldi
kar"arun tersebut. Berdasarkan pernyataan tersebutmaka PBB telah mengadakan kajian yang
lengkap mengenai
Antarti,.a
tersebut' de_ngan tetap mempertimbangkan faktor_fak_
tor yang masih sesuai dalam perjanjian An_
tartika.
ZOPFAN dan Aspek Pertahanan Malaysia
P93nan Malaysia dalam keria sama ASE_
AN
dan
usaha merealisasi konsep ZOp_FAN adalah sangat jelas. Konsep
ZbfnnU
pada mulanya diajukan Tun Dr. Ismail bin Dato Abdul Rahman pada sidang parlemen pada 23 Januari 1968, setahunletulan
di_dirikannya ASEAN. Gagasan Ismail dalam
sidang tersebut sebenarnya adalah usaha
Malaysia
dalam
mengantisipasi rencanapengunduran tentara Inggris
dari
kawasanini
pada 31 Maret 197l.pada mulanya usuldari
Ismail
ini
tidak
mendapat sambutan positif dari Tunku Abdul Rahman yang pa_da saat
itu
masih beranggapan bahwa-Ing_gris
dan
negara
persemakmuran musih akan mempertahankan kawasan Asia Teng_gara dari ancaman komunis.
Setelah Tun Abdul Razak memegang pu_
cuk
pimpinan pada
tahun
1970 baiulahusul dari Ismail
ini
mendapat perhatiankembali, walaupun ketika
itu
prinsip
po_litik
luar
negeri Malaysia masih pro-'Baiat.Usul
ini
kemudian diulangkembili
dalam sidang negara- negara Nonblokdi
Lusaka pada September 1970.Memang
ada
yang berpendapat bahwa usaha Tun Razak untuk mengangkatkem-bali
ide Ismail tersebut terselubu;g adanyakepentingan
pribadi
(politik)
diri
TunRazak sendiri. Karena
tujuan
netralisasi yang kemudian menjadi prinsippolitik
luarnegeri Malaysia
ini
bertujuan untuk
rne_ningkatkan "status negarawan',
Tun
AbdulRazak
di
dalam
hubungan internasional,sekiranya
ide ini
berhasil
dilaksanakan. Bagaimanapun juga Tun Razak berkeingin-an sekali disebut sebagai "Bapak Netralisasi Asia Tenggara".xDiterimanya gagasan netralisasi Malaysia yang kemudiun
aJu*
KTT ASEAN di Kuala Lumpur berhasil menjadi landasan bersamapolitik
luar
negeri
negaraASEAN
dan merupakan suatu sumbanganyang
besarbagi Malaysia dalam politik luar negerinya.
Konsep ZOPFAN
juga
menjadi komir-men kerja sama politilg ekonomi, dan sosialdi
kawasanini
yang telah disetujui melaluiperjanjian Persahabatan
dan
Kerja
SamaASEAN (Treaty of Amity and Cooperation) di
Bali tahun 1976.
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam
politik luar
negeri Malaysia-termasuk da-lam bidang pertahanan-ini tidak lepas dari munculnya kelompok aliran keras yang su-dah dirasakan sejak pemerintahan Mahathir. Beberapa pembaruan memang telah banyak dilakukan oleh Mahathir, baik untukmern-perkokoh
kepemimpinanMelayu
dalamUMNO, maupun usaha pembinaan mrnuiu
negara Malaysia yang tangguh sesu.:r
cie-ngan tujuan pembangunan jangka parrjang
Malaysia
yang dikenal
dengan wawasanpemba ngunan ta hun 2OZ0.2e
Sebagai tokoh
politik
yang beralirankr-ras, ternyata Mahathir telah mendapat du-kungan penuh dari tokoh-tokoh
politik
mu-da dalam kabinet seperti Datuk Najib Tun
Razak (Menhankam),
Datuk
Sri
RafidahAzis
(Menteri
Perdagangan Internasionaldan
Perindustrian),Datuk
Megat
JunedMegat
Ayub
(Wakil Mendagri). Termasuk2'M.
Puth*unuthan,."Conflict Management in Southeast Asia: A Neutralized Malaysia", Occasional papers on
Malaysian Sosio- Economic Affairs, Kuala fumpur,
1979, hlm.7. 2gP"mbungrnan
wawalan 2.A20 ini merupakan
rancang-an pembrancang-angunrancang-an Malaysia ke-6 sebagai pengganti Nezo
Economy Policy yang berakhir pada tahun 1960.
dalam kelompok
ini
adalahDatuk
AnwarIbrahim, tokoh
politik
muda yang
mem-punyai
pikiran
radikal dan sekaligus jugatokoh kepercayaan Mahathir dalam suksesi
kepemimpinan UMNO
di
masa yang akan datang. Bahkan beberapa tokoh tua sepertiGafar Baba
(Wakil
Perdana Menteri) danDatuk Sri Sanusi Juned (Menteri Pertanian) secara
tidak
langsung telah banyakmen-dukung usaha pembaruan yang dilakukan oleh Mahathir Mohammad.
Gejolak
politik
dan ekonomi yang terjadi menjelang berakhirnya Dasar Ekonomi Baru(Neut Economy Policy) pada tahun 1990 yang
lalu
berupa
krisis berat dalam
UMNOmerupakan
faktor yang
menyebabkanMahathir "terpaksa" melakukan pembaruan
baik
dalam kebijaksanaandi
dalam negerimaupun
terhadappolitik luar
negerinya. Sehingga pembaruan tersebutdi
samping sebagai komoditipolitik
dalam negeri, ten-tunya tak lepas dari ambisi Malaysia menjadi sebuah negara industri baru maupun sebagainegara yang besar dan berwibawa
di
Asia Pasifikini.
Bahkan sebuah majalah bulananmilik
pemerintah
Dewan
Masyarakatbeberapa
bulan yang
lalu
telah
menge-luarkan edisi penuh yang memuat tentang
profil
Mahathir yang mempunyaikemam-puan
sebagaitokoh yang
sesuai sebagai Sekretaris Jenderal organisasi PBB.30Pembaruan dalam bidang politik tersebut tidak terlepas dari pembaruan dalam bidang pertahanan Malaysia, terutama sekali
be-berapa perubahan kebijaksanaan Malaysia
yang
menyangkut
pembangunanbesar-besaran baik dalam pembelian senjata
rnau-pun
pembangunan pangkalanmiliter
sertapeningkatan yang seimbang dalam semua
angkatan bersenjata.3l Tan
Sri
Hashim AlisUraian
lengkap lihat Dewan Masyarokat terbitan bulan
Februari 1991 di Kuala Lumpur. 3llnterrriew
wartawan utusan Malaysia (Azis Ishak)
pa-da bulan September 1991.
(Pangab)
yang
kepemimpinannya dikenal agak moderat, dalam halini
ternyata lebih banyak terpengaruh dengan gayakepemim-pinan Mahathir. Apalagi sudah bukan ra-hasia, bahwa Pangab adalah ipar Mahathir.
Sudah menjadi
tradisi
dalam
politikMalaysia
bahwa setiap
perdana menterimemilih
seorang panglima angkatan ber-senjata yang mempunyai hubungan saudara yang dekat. Tradisi tersebut juga terjadi padamasa pemerintahan Tunku
AMul
Rahman,Tun Abdul Razak, dan Tun Hussein Onn. ,
Malaysia adalah negara yang berbatasan
langsung
dengan
negara-negara anggota ASEAN. Dan secara geografis Malaysia di-kelilingi kawasan pantai sepanjang 480 km yang meliputi hak perairan sekitar 600.000km2.
Semenjak menyerahnya
Partai Komunis Malaya (PICvI) padaakhir
tahun1989, Malaysia telah menganggap ancaman
dalam negeri berupa
PKM
telah "selesai".Bahkan dalam perjanjian yang disahkan di
selatan Muangthai tersebut,
tersirat
di-akuinya kembali mantan anggota PKM ter-sebut sebagai warga negara Malaysia.
Di-sinyalir
pula
bahwa bekas anggota PKM tersebut mendapat tunjangan bulanan danjuga termasuk perumahan
di
kawasanter-tentu. Namun berita
ini
dibantah
olehMahathir.
Ancaman dari luar, khususnya dari utara
tampaknya
sudah
merupakan obsesi an-caman Malaysia yang tidak pemah berubah. Oleh karenaitu
sejak menghangat kembali pembicaraan masalah perebutan Pulau diLaut
Cina
Selatan
(Kepulauan Spratly)Malaysia adalah salah
satu
negara yang menuntut hak atas beberapa pulau sebagaiwilayahnya.32 Bagi Malaysia kawasan ter-sebut sangat potensial sebagai sumber ke-kayaan alam, dan dapat dijadikan basis
per-,
32Lihat Alfitra Salamm, 'ASEAN dan Penyelesaian Konflik Spratley", Kompag 16 luli 1,991.
tahanan untuk menct Vietnam ke wilayah
l
Namun,
walaupr" tersebut masih diperrapa
negara, Malavubah
rencananya u bangunanjalur
ianTerumbu Layang-lar
untuk
pesawat jenil terangan Datuk Nai;kam)
Malaysia teiasekitar
Rp
50 milva seluas 6,2 hadi
rvi-l;Terumbu
Matani.
]jawab protes Tairr'ar
an
tersebut dengauang yang telah di
bangunan
3
pulaubandinq
dengan IrneSara.
Termasuk jrgu
latihan
perang
)-aIbulan September va
Cina Selatan. latiha
besaran
tersebut-Taming Sari91jelr
seolah-olah musuh Cina Selatan. Terliht tersebut 9 kapal p,elA4
Slcyhawlc, 4 Pe':chi MB-339, dan
3
lkan
500 tentara. Kadalah penggunaan
buatan
Prancis, r-atlamkan kapal "musu Sekarang
ini
kel Malaysia akan disesMahathir yang
dit
tahun
2020.D
sa:anggaran belanja da
dalam
Rancangan .6), Tan Sri
Hashirr meningkatkan kesiaSe;::-a] ih 1- l-r,
k
ri a a L n atahanan untuk mencegah ekspansi Cina atau
Vietnam ke wilayah kedaulatan Malaysia.
Namun,
walaupun
Kepulauan Spratlytersebut masih dipersengketakan oleh bebe_
rapa
negara, Malaysia tetaptidak
meng_ubah
rencananyauntuk
melakukanpem-bangunan
jalur
landasandi
pulau
Atol Terumbu LayangJayang yang dipersiapkanuntuk
pesawatjenis
ringan. Menurui ke_terangan Datuk Najib Tun Razak (Menhan_
kam)
Malaysiatelah
menghabiskan danasekitar
Rp
50milyar untuk
pembangunan seluas 6,2 hadi
wilayah Terumbu Ubi danTerumbu
Matani.
Malaysia bahkan men-jawab protes Taiwan terhadappembangun-an
tercebutdengan
mengatakan bahwauang
yang
telah dikeluarkanuntuk
pem_bangunan
3
pulau
tersebuttidaklah
se-banding
dengan rnenegakkan kedaulatan negara."Termasuk
juga
dalam
hal
ini
yaitulatihan
perang
yang
dilaksanakan padabulan September yang
lalu
{i
sekitar Laut Cina Selatan. Latihan perang secarabesar-besaran
tersebut-yang disebut
latihan Taming Sari91-jelas
menunjukkan bahwa seolah-olah musuh datangdari
arah Laut Cina Selatan. Terlibat dalam latihan perangt9r1e!_ut
9
kapal perang, 8 pesawatt"-p,r"
44
Slcyhau,ks, 4 pesawat penyerangAermac-chi MB-339, dan
3
helikopter dan melibat_kan
500 tentara. Klimaks latihan tersebut adalah penggunaan peluru berpandu Exocetbuatan Prancis,
yang
berhasiimenengge-lamkan kapal "musuh,,.
_
Sekarangini
kebijaksanaan pertahanan Malaysia akan disesuaikan dengin cita-citaMahathir yang dikenal
dengan wawasantahun
2020.Di
samping ditingkatkannyaanggaran belanja dalam bidang pertahanan
dalam
Rancangan Malaysia Keenam (RM6), Tan
Sri
Hashim telah bertekad untuk meningkatkan kesiapan perang semua ang_katan, khususnya dalam angkatan laut.
Un-tuk
mendukung rencana tercebut Datuk Najib Tun Razak telah memberi keterangan persnya bahwa Malaysia telahmenandatan-gani
perjanjian pembelian senjata canggih dengan Inggris 3 tahun yang lalu yungber-nilai sekitar M$ 4,5 milyar.ra Termasuk
da-lam
rencana pembeliantersebut
adalah pembelian28
buah
jet
tempur
Hmok, zbuah kapal Cor-oet (14 bulan
lagi
baruse-lesai).
Di
sampingitu
juga
Malaysia akan membangun 2 pangkalan militer yang barudi
Gemas dan Mersing (JohorDarul
Tak-zim).
Konon, menurut
beberapa sumberMalaysia telah
pula
mempersiapkan suatu pasukan Task Forceyang dalam waktu
2jam sa.ia dapat mencapai Sabah, yang
akhir-akhir
ini diliputi
bangkitnya isu separatis-me dari Malaysia.Sikap pemerintahan
Mahathir yang
di-kenal beraliran kerasini
tentunyamenim-bulkan
beberapa pertanyaan, khususnyabagi negara-negara tetangga. Apalagi ini
se-telah adanya rencana Amerika Serikat akan
meninggalkan Pangkalan
Subic,
terlihatpernyataan
Malaysia
yang
menawarkan perluasan kerja samamiliter
denganAme-rika
Serikat. Walaupun rencana tersebut hanya dalam bentuk latihan perang,pen-didikan militer,
pernyataan tersebut perlu mendapat perhatian, terutama bagi negara_negara anggota ASEAN.
Yang jelas, beberapa perubahan dalam bidang pertahanan Malaysia tersebut
ten-tunya
membawa dampak langsung, baikdalam
hubungan
antar-anggola ASEANmaupun dalam konteks perimbangan ke-kuatan
di
kawasan Asia Tenggara ini.Dari EAEG Menuju EAEC
Gagasan kerja sama ekonomi East Asia
Eco-nomic Group (EAEG) merupakan inisiatif
I
3\ihut Ko*por,12
September 1991 vLihat Lltuson Malaysia pa,Ja'2i September
1991.
yang ielas hasii ke: nyebut sedikit pun
sidang tersebut te:
menjadi EAEC
i!.;.
di
rnana hanya .='r bukan meruprakai-.:
Penutup Perjalanan politix pemerintahan N1r:.: banyak perubaha:. sa sebelumnya.I.
yang akhir-akhir
ini
mendapat perhatianbesar
dari
negara-negaraAsia
Pasifik.Gagasan
yang
dilontarkan
pertama kalioleh Mahathir pada bulan Desember 1990
yang
lalu
ini
sebenarnya berasaldari
pe-rnikiran pusat
studi
strategikdan
kajian internasional Malaysia (ISIS) yang setelahCidiskusikan
dengan Mahathir
ternyata mendapat sambutanpositif.
Sedangpen-dapat
keduaada
juga
yang
mengatakan bahwa gagasair EAEG tersebut berasal dari Menteri Perdagangan Internasional dan In-dustri, Datuk Sri Rafidah Aziz.EAEG merupakan suatu bentuk kerja
sa-ma
ekonomi yang beranggotakan negara-negara ASEAN, Jepang, negara-negara-negara-negara In-docina, Myanmar. Gagasanini
merupakancerminan
sikap
Malaysiadalam
mengan-tisipasi beberapa perubahan yang akanter-iadi
di
Eropa dengan terbentuknya PasarTunggal Eropa
yang
dimulai
pada
1
Ja-nuari
1993. Pasar Tunggal tersebut akanr:iernungkinkan kebebasan bergerak bagi
pr.xial, barang
dan
jasa,dan
manusia di antara 12 negara anggotanya denganjum-lah
konsumen sebesar 321juta jiwa
dan 1,,ngan dayabeli
yang tinggi. Namun ke-r".*gkaini
tidak memberikan peluang bagitiap
negara anggotauntuk
merundingkan",.-rsyaratan dagang dengan. negara ketiga.
.;.:k untuk
mengadakan perundingandi-scrahkan kepada Komisi Masyarakat Eropa vang berkedudukan
di
Brusscl."Kedua, gagasan EAEG
ini
ditujukanke-pacia Arnerika Serikat, Kanada,
dan
Mek-srko yang juga telah membentuk suatu uni pcrdagangan bebas sehingga seluruh BenuaAmerika nantinya akan men.iadi
satu
ke-l,,mpok ekonomi.
Amerika Serikat dan Jepang yang
diha-:'-pkan belperan
aktif
dalam EAEGini
be-:jnl
menunjukkan sikap yang positif,bah-j:C,-PF
I-uhrli-a, "Kelompok Ekonomi Asia Timur, Sua
tu Analisis", Kompas,26 Maret 1991.
kan dapat dikatakan kedua negara tersebut
cenderung
menolak.
PadahalDatuk
SriRafidah
Aziz
sangat berharap sekali bahwa Jepang akan memimpin group tersebut. Pe-nolakan ]epangini
sejak semula sudahba-nyak
diramalkan oleh beberapa pengamat ekonomi.Di
antara negara-negara ASEAN yang dengan jelassekali
menolak gagasan iniadalah Indonesia. Penolakan tersebut secara
jelas terlihat dalam
Penegasan PresidenSoeharto pada pembukaan Konperensi ln-ternasional mengenai negara ASEAN dan Perekonomian Dunia (The ASEAN Countries
and the
World
Economy: Challenge"f
Economy)pada
3
Maret
1991yang
lalu.Dalam
pidato
pembukaan Soeharto me-ngatakan bahwa Indonesia menyatakanko-mitmennya
untuk
terus
memberikan arti penting dan mendorong peningkatan kerja sama ekonomi bilateral, regional, dan mul-tilateral. Tetapi Indonesia juga menegaskanbahwa
kerja
sama ekonomi regional ter-sebuttidak
boleh menjuruske
arah pem-bentukan blok perdagangan tertutup'Pidato Presiden Soeharto tersebut secara
tidak
langsung jelas menolakide
tersebut.Bahkan tercermin
dalam
beberapa perte-muan tingkat Menteri ASEAN, terutamase-kali
dalam pertemuan menteri-menterieko-nomi ASEAN yang ke-23 pada 7-8^Oktober 7997 yang
lalu
di
Kuala Lumpur.'o Dalampertemuan tersebut negara-negara penen-tang EAEG sangat khawatir bahwa dengan munculnya "blok" atau "grup" akan timbul
sikap konfrontatif
dari
pihak luar
sebagaitanggapan terhadap grup ekonomi tersebut. Walaupun Mahathir dalam uraian lengkap-nya
di
Bali pada pertemuan negara-negaraASEAN pada
3
Maret
7991 secara ielasmenguraikan
bahwa EAEC bukan
suatugrup
ekonomi. Dalam Pertemuanmenteri-menteri ekonomi ASEAN
ke-23 tersebutii :i a t-t ,
i
I I I t fyang jelas hasil keputusan sidang tidak
me-nyebut sedikit
pun
kalimat EAEG. Dalamsidang tersebut ternyata EAEG disepakati menjadi EAEC (East Asia Economic Caucus),
di
mana hanya sebagai forum dialog dan bukan merupakan blok perdagangan.Penutup
Perjalanan
politik luar
negeri pada masapemerintahan Mahathir memang dirasakan banyak perubahan dibandingkan pada ma-sa sebelumnya.
Di
samping arah baruda-lam
pelaksanaanpolitik luar
negeri pada masaini
juga
terdapat beberapa kebijak-sanaan yang agakluar
biasa. KeberhasilanMahathir dalam
meningkatkan perananyang menonjol dalam berbagai
isu
inter-nasional telah menunjukkan citra Mahathiryang cukup
menonjol
sebagai PerdanaMenteri. Yang pasti