BAB II LANDASAN TEORI. komponen-komponen, prosedur-prosedur atau variable yang terorganisir, yang saling

Teks penuh

(1)

6 2.1. Konsep Dasar Sistem

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen-komponen, prosedur-prosedur atau variable yang terorganisir, yang saling berinteraksi atau berhubungan, saling ketergantungan antara satu dan lainnya dimana setiap sistem dibuat agar bersama-sama dapat menangani dan menyelesaikan sesuatu saran tertentu secara rutin terjadi dan terus berulang. Unsur komponen atau variable yang dimaksud bukan hanya bagian yang tampak secara fisik tetapi juga hal-hal yang bersifat abstrak atau konseptual seperti misi, pekerjaan yang kegiatan kelompok yang informal dan sebagainya.

2.1.1 Model Pembelajaran Berbasis Web

Pembelajaran berbasis web adalah suatu aktivitas atau kegiatan pembelaharan yang memanfaatkan media situs (website) yang bisa di akses melalui jaringan internet.

Menurut (Destiningrum & Adrian, 2017) website, adalah “Sekumpulan halaman yang terdiri dari beberapa halaman yang berisi informasi dalam bentuk data digital baik berupa text, gambar, video, audio, dan animasi lainnya yang disediakan melalui jalur koneksi internet”.

Sedangkan menurut (Rerung, 2017) Web adalah jaringan komputer yang terdiri dari kumpulan situs internet yang menawarkan teks, grafik, suara dan sumber daya animasi melalui hypertext transfer ptotokol. Halaman web merupakan file teks murni (plain text) yang berisi sin- taks-sintaks HTML yang dapat dibuka/ dilihat/ diterjemahkan dengan in- ternet browser. Kini internet identik dengan web, karena kepopuleran web

(2)

sebagai standar interface pada layanan-layanan yang ada di internet, dari awalnya sebagai penyedia informasi, ini digunakan juga untuk komunikasi dari email sampai dengan chatting, sampai dengan melakukan transaksi bisnis.

2.1.2 Definisi Sistem

Menurut (Putra, 2017) Sistem, adalah “Sistem merupakan suatu kumpulan atau himpunan fari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain”.

Sedangkan menurut (Azhar Susanto, 2017) Sistem, adalah “Sistem informasi merupakan gabungan dari computer dan user yang mengelola perubahan data menjadi informasi serta menyimpan data dan informasi tersebut”.

Dan Menurut (Sasongko, 2017) pada Jurnalnya yang berjudul “Sistem Informasi Geografis Berbasis Web untuk Pemetaan Jalan dan Bangunan (Studi Kasus: Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kubu Raya)” menyebutkan bahwa Sistem Informasi Geografis dapat diimplementasikan berbasis web, sehingga pengaksesan dapat lebih luas dan memudahkan pembacaan data. Pencitraan gambar peta menggunakan lapisan-lapisan yang diambil dari data spasial. Library yang dapat digunakan seperti OpenLayer.

Adapun menurut (Tyoso, 2016) Sistem informasi strategis adalah sistem informasi yang dikembangkan dalam menanggapi inisiatif bisnis perusahaan. Sistem ini dimaksudkan untuk memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi. Mereka mungkin memberikan produk atau layanan dengan biaya yang lebih rendah, yang dibedakan, yang berfokus pada segmen pasar tertentu, atau inovatif. Sistem informasi strategis bukanlah hal yang baru di dalam organisasi. Sistem ini, sebenarnya adalah sistem-sistem teknologi

(3)

informasi yang sudah ada di dalam organisasi. Yaitu bisa berupa sistem informasi bisnis yang diterapkan, baik dalam fungsi-fungsi organisasi maupun sistem informasi bisnis yang diterapkan pada level-level organisasi. Perbedaannya hanya pada perannya saja. Jika sistem informasi bisnis yang sudah ada, perannya ditingkatkan tidak hanya untuk efisiensi, komunikasi, kolaborasi, dan efektifitas saja, tetapi juga harus mempunyai peran yang strategis, maka sistem informasi bisnis ini disebut sebagai sistem informasi strategis. 2.1.3 Website

Menurut (Fridayanthie, 2015) program adalah “Suatu cara baru dalam berfikir serta berlogika untuk menhadapi masalah-masalah yang dicobaatasi dengan bantuan komputer”. Bahasa pemrograman merupakan notasi untuk memberikan perintah secara tepat program komputer. Berbeda dengan bahasa, misalkan bahasa Indonesia dan Inggris yang merupakan bahasa alamiah (natural language), sintaksis dan semantic bahasa pemrograman komputer ditentukan secara jelas dan terstruktur, sehingga bahasa pemrograman juga disebut sebagai bahasa formal (formal language).

Untuk bahasa pemrograman yang akan di gunakan adalah PHP, menurut (Adiwisastra et al., 2019) PHP, adalah “Bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk pengembangan web. Selain itu, PHP juga bisa digunakan sebagai bahasa pemrograman umum (wikipedia). PHP di kembangkan pada tahun 1995 oleh Rasmus Lerdorf, dan sekarang dikelola oleh The PHP Group. Situs resmi PHP beralamat di http://www.php.net. PHP disebut bahasa pemrograman server side karena PHP diproses pada komputer server. Hal ini berbeda dibandingkan dengan bahasa pemrograman client-side seperti JavaScript yang diproses pada web browser (client).Pada awalnya PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page. Sesuai dengan namanya, PHP digunakan

(4)

untuk membuat website pribadi. Dalam beberapa tahun perkembangannya, PHP menjelma menjadi bahasa pemrograman web yang powerful dan tidak hanya digunakan untuk membuat halaman web sederhana, tetapi juga website populer yang digunakan oleh jutaan orang seperti wikipedia, wordpress, joomla, dll. Saat ini PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor, sebuah kepanjangan rekursif, yakni permainan kata dimana kepanjangannya terdiri dari singkatan itu sendiri: PHP: Hypertext Preprocessor. PHP dapat digunakan dengan gratis (free) dan bersifat Open Source. PHP dirilis dalam lisensi PHP License, sedikit berbeda dengan lisensi GNU General Public License (GPL) yang biasa digunakan untuk proyek Open Source. Kemudahan dan kepopuleran PHP sudah menjadi standar bagi programmer web di seluruh dunia.

2.1.4 Basis Data

Menurut (Suendri, 2018) basis data (database), adalah “Pengorganisasi sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Basis data dimaksudkan untuk mengatasi problem pada sistem yang memakai pendekatan berbasis berkas.” Untuk mengelola database diperlukan perangkat lunak yang disebut Database Management System. DBMS adalah paket program (Software) yang dibuat agar memudahkan dan mengefesienkan input, edit dan hapus serta pengambilan informasi terhadap database (Robi Yanto, 2016). Salah satu contoh DBMS adalah Oracle yang digunakan pada penelitian ini.

Sedangkan aplikasi basis data yang di gunakan yaitu mysql, menurut (Destiningrum & Adrian, 2017) mysql, adalah “Suatu sistem basis data relation atau Relational Database managemnt System (RDBMS) yang mampu bekerja secara cepat dan mudah digunakan MySQL juga merupakan program pengakses database yang bersifat

(5)

jaringan, sehingga sapat digunakan untuk aplikasi multi user (banyak pengguna). MySQL didistribusikan gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap program bebas menggunakan MySQL namun tidak bisa dijadikan produk turunan yang dijadikan closed source atau komersial”.

2.1.5 Model pengembangan perangkat lunak

Menurut (Dalis, 2017) model pengembangan perangkat lunak, adalah “Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cylce). Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuential atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (support). Secara garis besar metode waterfall mempunyai langkah-langkah sebagai berikut :

A. Analisa

Kebutuhan (Requirment Analysis) Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifkasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user, Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.

B. Design

Proses desain akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi, interface, dan detail (algoritma) procedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirement. Dokumen inilah yang akan digunakan programmer untuk melakukan aktivitas pembuatan sistemnya.

(6)

C. coding

Merupakan penerjemahan design dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Dilakukan oleh programmer yang akan menterjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan inilah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu sistem. Dalam artian penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini.

D. Testing

Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sebuah sistem yang telah dibuat. Pengujian ini berfokus pada pengetesan perangkat lunak secara logis dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian telah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

E. Support / Maintenance

Pada tahapan ini tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah diberikan kepada user. Perubahan ini bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung/maintenance dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada tanpa membuat perangkat lunak yang baru.

2.2. Teori Pendukung

teori pendukung di gunakan sebagai alat untuk menggambarkan bentuk logika dari suatu sistem atau aplikasi yang dirancang. Adapun teori pendukung yang di gunakan penulis dalam merancang suatu sistem/aplikasi yang berlandaskan menurut pendapat para ahli dapat dilihat sebagai berikut:

(7)

2.2.1 Entity Relationship Diagram

Menurut (Alfarizi et al., 2018) Entity Relationship Diagram, adalah “ Merupakan representasi grafis himpunan entitas, relationship, dan konstrain integritas yang dihasilkan pada aktivitas-aktivitas pembangunan. Konstrain integritas pada entitas atau relationship merupakan bagian penting spesifikasi ERD”. Berikut ini komponen-komponen ERD, hubungan entitas terdiri dari :

1. Entity

Pada E-R diagram,entity digambarkan dengan sebuah bentuk persegi panjang. Entity adalah sesuatu apa saja yang ada di dalam sistem, nyata maupun abstrak dimana data tersimpan atau dimana terdapat data. Entitas diberi nama dengan kata benda dan dapat dikelompokan dalam empat jenis nama, yaitu orang, benda, lokasi, kejadian (terdapat unsur waktu di dalammya).

2. Relationship

Pada E-R diagram, relationship dapat digambarkan dengan sebuah bentuk belah ketupat. Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antara entitas. Pada umumnya penghubung (Relationship) diberi nama dengan kata dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya (bisa dengan kalimat aktif atau kalimat pasif). Penggambaran hubungan yang terjadi adalah sebuah bentuk belah ketupat dihubungkan dengan dua bentuk empat persegi panjang.

3. Relationship Degree

Relationship degree atau derajat relationship adalah jumlah entitas yang berpatisipasi dalam satu relationship.

(8)

4. Atribut

Secara umum atribut adalah sifat atau karakteristik dari tiap entitas maupun tiap relationship. Maksudnya, atribut adalah sesuatu yang menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud entitas maupun relationship, sehingga sering dikatakan atribut adalah elemen dari setiap entitas dan relationship.

5. Kardinalitas

Kardinalitas relasi menunjukan jumlah maksimum tupel yang dapat berelasi dengan entitas pada entitas yang lain. Kardinalitas relasi merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari entitas yang satu ke entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya. 6. Derajat Relationship (Relationship Degree)

Relationship Degree adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam satu relationship. Berikut ini derajat relationship yang sering dipakai didalam ERD:

a) Unary Relationship b) Binary Relationship c) Tenary Relationship

7. Logical Relationship Structure (LRS)

Menurut (Alfarizi et al., 2018) Logical Record Structure (LRS), adalah “Logical Record Structure dibentuk dengan nomor tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik”. Perbedaan LRS dengan ERD dan tipe record berada diluar field tipe record ditempatkan. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya.Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link type record. .

(9)

2.2.2 Unified Modelling Language

Menurut (Suendri, 2018) Unified Modeling Language (UML), adalah “Bahasa spesifikasi standar yang dipergunakan untuk mendokumentasikan, menspesifikasikan dan membanngun perangkat lunak. UML merupakan metodologi dalam mengembangkan sistem berorientasi objek dan juga merupakan alat untuk mendukung pengembangan sistem” Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (Object-Oriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen- komponen yang diperlukan dalam sistem software (http://www.omg.org). Diagram Unified Modelling Language (UML) (Siti Fatima, 2015) antara lain sebagai berikut:

1. Use Case Diagram

Use case menggambarkan external view dari sistem yang akan kita buat modelnya, Model use case dapat dijabarkan dalam diagram use case, tetapi perlu diingat, diagram tidak indetik dengan model karena model lebih luas dari diagram. Use case harus mampu mengambarkan urutan aktor yang menghasilkan nilai terukur.

2. Class Diagram

Kelas sebagai suatu set objek yang memiliki atribut dan perilaku yang sama, kelas kadang disebut kelas objek. Class memiliki tiga area pokok yaitu :

(10)

b) Atribut, adalah kelengkapan yang melekat pada kelas. Nilai dari suatu kelas hanya bisa diproses sebatas atribut yang dimiliki.

c) Operasi, adalah proses yang dapat dilakukan oleh sebuah kelas, baik pada kelas itu sendiri ataupun kepada kelas lainnya.

3. Activity Diagram

Diagram activity menunjukkan aktivitas sistem dalam bentuk kumpulan aksi-aksi,

bagaimana masing-masing aksi tersebut dimulai, keputusan yang mungkin terjadi hingga berakhirnya aksi. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses lebih dari satu aksi salam waktu bersamaan. Diagram activity adalah aktifitas-aktifitas, objek, state, transisi state dan event. Dengan kata lain kegiatan diagram alur kerja menggambarkan perilaku sistem untuk aktivitas.

4. Sequence Diagram

Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi tahap, termasuk kronologi (urutan) perubahan secara logis yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan use case diagram.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :