PERBANDINGAN MODIFIKASI BOLA BERTALI DENGAN ROKET TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN LEMPAR LEMBING DI SDN CIBITUNG KECAMATAN BUAHDUA KABUPATEN SUMEDANG.

33 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PERBANDINGAN MODIFIKASI BOLA BERTALI DENGAN ROKET TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN LEMPAR LEMBING

DI SDN CIBITUNG KECAMATAN BUAHDUA KABUPATEN SUMEDANG

SKRIPSI

diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

Eka Rizkyana Furqon 1003779

PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR PENJAS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

PERBANDINGAN MODIFIKASI BOLA BERTALI DENGAN ROKET TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN LEMPAR LEMBING

DI SDN CIBITUNG KECAMATAN BUAHDUA KABUPATEN SUMEDANG

Oleh

EkaRizkyanaFurqon

Sebuahskripsi yang

diajukanuntukmemenuhisalahsatusyaratmemperolehgelarSarjanaPendidikan Guru SekolahDasarPendidikanJasmani

© EkaRizkyanaFurqon 2014 UniversitasPendidikan Indonesia

Juni 2014

HakCiptadilindungiundang-undang.

Skripsiinitidakbolehdiperbanyakseluruhyaatausebagian,

(3)
(4)

v

4. Gerakan Lanjutan dan Sikap Badan Setelah Melemparkan Lembing 18 5. Cara Mengambil Awalan ... 19

6. Peralatan yang digunakan ... 20

7. Sektor lempar lembing dan lari awalan ... 21

G. Pembelajaran Lempar... 22

H. Modifikasi Pembelajaran ... 22

I. Pembelajaran Gerak Dasar Lempar Lembing Melalui Modifikasi Bola Bertali ... 23

J. Pembelajaran Gerak Dasar Lempar Lembing Melalui Roket ... 24

K. Hasil Penelitian yang Relevan ... 25

L. Asumsi ... 26

(5)

vi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 41

A. Pemaparan Data Kuantitatif ... 41

1. Analisis Data Preetes ... 41

2. Analisis Data Postes ... 47

3. Analisis ... 54

B. Uji Hipotesis Penelitian ... 56

1. Uji Hipotesis Rumusan Masalah 1 ... 56

2. Uji Hipotesis Rumusan Masalah 2 ... 60

3. Uji Hipotesis Rumusan Masalah 3 ... 64

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 69

A. Kesimpulan ... 69

B. Saran ... 70

1. Bagi Guru Pendidikan Jasmani ... 70

2. Bagi Pihak Sekolah ... 70

3. Bagi Peneliti Lain ... 70

DAFTAR PUSTAKA ... 71

LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 72

(6)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

4.1 Data Preetest Kelompok Kontrol ... 42

4.2 Data Preetest Kelompok Eksperimen ... 42

4.3 Statistik Deskriptif Skor Preetest pada Kedua Kelompok ... 43

4.4 Uji Kolmogorov-Smirnov Data Preetes ... 43

4.5 Analisis Uji-U Mann Whitney Data Preetes ... 47

4.6 Data Postes Kelompok Kontrol ... 48

4.7 Data Postes Kelompok Eksperimen ... 48

4.8 Statistik Deskriptif Skor Postes pada Kedua Kelompok ... 49

4.9 Uji Kolmogorov-Smirnov Data Postes ... 49

4.10 Uji Homogenitas Levene’s Test Data Postes ... 53

4.11 Uji Independent Sample t-testData Postes ... 54

4.12 Nilai Pretes Postes Kelompok Eksperimen ... 56

4.13 Uji Kolmogorov-Smirnov Data Preetes Postes Kelompok Eksperimen . 57

4.14 Uji-U Mann WhitneyData Preetes dan Postes Kelompok Eksperimen 59

4.15Nilai Pretes Postes Kelompok Kontrol ... 60

4.16Uji Kolmogorov-Smirnov Data Preetes Postes Kelompok Kontrol ... 61

4.17 UjiIndependent Sample t-testData Preetes Postes Kelompok Kontrol ... 63

4.18 Kelompok Kontrol ... 64

4.19 Kelompok Eksperimen ... 64

4.20 Uji Kolmogorov-Smirnov Data Kelompok Kontrol dan Eksperimen ... 65

(7)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Urutan Gerak Lempar Lembing secara Keseluruhan ... 15

2.2 Memegang Lembing dengan Telunjuk ... 16

2.3 Memegang Lembing dengan Jari Tengah ... 16

2.4 Sikap Badan pada Waktu akan Melemparkan Lembing ... 17

2.5 Cara Melempar Lembing ... 18

2.6 Gerakan Lanjutan dan Sikap Badan Setelah Melemparkan Lembing 19

2.7 Sektor lempar lembing dan lari awalan ... 21

2.8 Bola Bertali/ ekor ... 24

2.9 Modifikasi Roket/ rudal ... 25

3.1 Lokasi Penelitian ... 28

3.2 Bagan Alur Prosedur Penelitian ... 31

4.1 Histogram Hasil Uji Normalitas Data Preetes Kelompok Kontrol ... 44

4.2 Histogram Hasil Uji Normalitas Data Preetes Kelompok Eksperimen .... 45

4.3 Perbandingan Normalitas Data Preetes Lempar Lembing pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol ... 46

4.4 Histogram Hasil Uji Normalitas Data Postes Kelompok Kontrol ... 49

4.5 Histogram Hasil Uji Normalitas Data Postes Kelompok Eksperimen ... 51

4.6 Perbandingan Normalitas Data Postes Lempar Lembing pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol ... 52

4.7 Diagram Rata-rata Nilai Preetes Postes ... 55

4.8 Diagram Hasil Perhitungan Ngain ... 56

4.9 Histogram Hasil Uji Normalitas Data Preetes Kelompok Eksperimen .... 58

4.10 Histogram Hasil Uji Normalitas Data Postes Kelompok Eksperimen ... 58

4.11 Histogram Hasil Uji Normalitas Data Pretes Kelompok Kontrol ... 62

4.12 Histogram Hasil Uji Normalitas Data Postes Kelompok Kontrol ... 62

4.13 Histogram Hasil Uji Normalitas Kelompok Kontrol ... 66

(8)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Format Pelaksanaan Tes Gerak Dasar Lempar Lembing ... 73

2. Format Tes Gerak Dasar Lempar Lembing ... 74

3. Program Pembelajaran Lempar Lembing melalui Modifikasi Bola Bertali dengan Roket pada Siswa SDN Cibitung ... 76

4. Data Hasil Preetes ... 83

5. Data Hasil Postes ... 87

6. Data ... 91

7. Data Uji Normalitas dan Perbedaan Rata-rata Hipotesis 1 ... 92

8. Data Uji Normalitas dan Perbedaan Rata-rata Hipotesis 2 ... 94

9. Data Uji Normalitas dan Perbedaan Rata-rata Hipotesis 3 ... 96

10. Dokumentasi ... 98

11. Surat Keputusan Pengangkatan Pembimbing Penulisan Skripsi ... 104

12. Surat Permohonan Izin Penelitian ... 105

13. Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian ... 106

(9)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan investasi besar jangka panjang yang harus ditata dan disiapkan sebaik mungkin, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi untuk kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan suatu bangsa yang menaruh harapan besar pada calon pendidik untuk kemajuan masa depan bangsanya, karena dari sanalah muncul tunas-tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk.

Proses belajar berlangsung selama seumur hidup manusia, baik yang di dapat dari pengalaman kehidupan sehari-hari maupun dari proses pendidikan yang bersifat formal. Pendidikan formal memiliki tingkatan masing-masing untuk tingkatan usia tertentu. Tingkat pendidikan memiliki jenjangnya masing-masing, dimulai jenjang PAUD, SD/ MI, SMP, SMA, sampai dengan Perguruan Tinggi. Dan disetiap jenjang pendidikan mempunyai tujuannya masing-masing. Contohnya saja dalam jenjang pendidikan sekolah dasar/ SD mempunyai tujuan untuk menanamkan kecerdasan, pengetahuan dasar, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri. Dimana dalam mencapai hasil belajaryang baik, peserta didik harus mampu menyelesaikan serangkaian mata pelajaran. Dan salah satu mata pelajaran yang harus diselesaikan adalah pendidikan jasmani.

Menurut Mulyanto (2013: 25) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani adalah sebagai berikut:

(10)

2

moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. Pendidikan jasmani berarti program pendidikan lewat gerak atau permainan dan olahraga. Di dalamnya terkandung arti bahwa gerakan, permainan, atau cabang olahraga tertentu yang dipilih hanyalah alat untuk mendidik. Mendidik disini dapat berupa keterampilan fisik dan motorik, keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah, dan bisa juga keterampilan emosional dan sosial.

Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani guru diharapkan mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan dan olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportifitas, jujur, kerjasama, dan lain-lain) serta pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik, mental, intelektual, emosi dan sosial. Aktivitas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan didaktik-metodik, sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran sesuai dengan yang diharapkan. Pelaksanaan pendidikan jasmani dan olahraga merupakan sebuah modal yang sangat penting dalam upaya peningkatan mutu sumber daya manusia, hasil yang diharapkan itu akan dapat dicapai dalam waktu cukup lama dan melalui berbagai proses yang tersusun secara sistematis. Oleh karena itu, pendidikan jasmani dan olahraga harus terus ditingkatkan dan dilakukan dengan kesabaran dan keikhlasan. Hal ini tentu diperlukan suatu tindakan yang mendukung terciptannya pembelajaran yang kondusif dan anakpun nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran.

Menurut Suherman (2011: 83) berdasarkan kerangka dasar kurikulum 2004, maka ruang lingkup program pembelajaran pendidikan jasmani dan standar kompetensi kelas 6 Sekolah Dasar meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Permainan dan olahraga. 2. Aktifitas pengembangan. 3. Aktifitas uji diri.

4. Aktifitas ritmik. 5. Aktifitas Air.

6. Pendidikan luar kelas (outdoor education).

(11)

3

atau beregu termasuk pengembangan nilai-nilai yang terkandung di dalam permainan seperti pengembangan kerjasama, sportifitas, kejujuran, berpikir kritis, dan mengikuti peraturan yang berlaku. Adapun standar kompetensi permainan dan olahraga adalah mengkombinasikan berbagai unsure dasar keterampilan dasar sepak bola, bola basket, kasti/kippers/rounders/soft ball, atletik dan permainan net dengan control yang meningkat dan memiliki pengetahuan serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Aktifitas pengembangan berisikan kegiatan-kegiatan yang berfungsi untuk mebentuk postur tubuh yang ideal, pengembangan komponen kebugaran jasmani, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti latihan kekuatan, daya tahan, kelenturan, keseimbangan, dan kelentukan. Bentuk-bentuk yang dilakukan latihan adalah senam kesegaran jasmani, senam aerobic, pull up, sit up, back up, push up, dan lain-lain.

Aktifitas uji diri berisikan kegiatan-kegitan yang berhubungan dengan ketangkasan seperti senam lantai, senam alat, dan aktifitas fisik lainnya yang bertujuan untuk melatih keberanian dan kapasitas diri.

Aktifitas ritmik berisikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bebagai gerak irama seperti gerak irama bebas, gerak irama modifikasi dan gerak irama menetap (SKJ).

Aktifitas air berisikan kegiatan-kegiatan di dalam air, seperti permainan air, berbagai gaya renang dan keselamatan di air serta etika di dalam kolam renang.

Pendidikan luar kelas (outdoor education) berisikan kegiatan-kegiatan di luar kelas dan kegiatan di alam terbuka/bebas, seperti bermain di lingkungan sekolah bermain ke taman-taman, bermain di sela-sela perkampungan, lahan pertanian, berkemah, mendaki gunung, dan menelusuri aliran sungai serta unsur perilaku yang berkaitan dengan kreatfitas alam terbuka

(12)

4

Atletik dapat menjadi salah satu kegiatan yang digemari dalam pendidikan jasmani disekolah dasar sesuai dengan ciri perkembangannya, siswa disekolah dasar pada dasarnya sudah terampil melakukan unsur gerakan kegiatan atletik seperti berjalan, berlari, melempar dan melompat. Atletik dapat meningkatkan kualitas fisik siswa sehingga lebih bugar, karena itu atletik sering pula dijadikan sebagai kegiatan pembuka atau penutup satuan ajar pendidikan jasmani disekolah dasar. Atletik dapat menjadi unsur kegembiraan dan sifat-sifat tertentu, seperti kegigihan, semangat berlomba, dan lain sebagainya. Salah satu bentuk pengajaran atletik yang seringkali diberikan di sekolah dasar adalah mengenai pembelajaran lempar lembing.

Menurut Muhtar (2010: 111) bahwa lempar lembing adalah sebagai berikut: Lempar lembing adalah suatu bentuk gerakan melempar suatu alat yang berbentuk panjang dan bulat dengan berat tertentu yang terbuat dari kayu, bambu atau metal (untuk perlombaan) yang dilakukan dengan satu tangan untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Melempar bagi siswa sekolah dasar, menjadi bagian keterampilan gerak dasar yang dilakukan dengan anggota badannya. Keterampilan itu disebut keterampilan manipulatif. Dalam upaya membina dan pengembangan kemampuan tersebut, guru perlu merancang proses pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa agar mereka lebih giat mempelajarinya. Di dalam kehidupan sehari-hari tidak banyak kesempatan untuk melempar, sehingga kemampuan anak melempar agak kurang berkembang dan akan tetap demikian apabila kekurangan ini tidak diatasi. Tugas utama seorang guru pendidikan jasmani adalah menciptakan kesempatan yang merangsang anak-anak untuk mengembangkan kemampuannya melempar dalam suasana bermain secara bebas. Penyajian tugas gerak lempar dengan cara bermain akan menciptakan prasyarat keterampilan yang menguntungkan bagi keterampilan gerak dominan pada tahap selanjutnya akan dapat ditingkatkan tehnik lemparan dengan aturan yang berlaku dalam keterampilan atletik yang sesungguhnya.

(13)

5

mengembangkan media pembelajaran sederhana, guru miskin akan model-model pembelajaran, sehingga dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dilaksanakan dalam situasi dan kondisi yang monoton, guru hanya menggunakan metode ceramah dan metode tugas, karena mereka hanya mengejar bagaimana materi pelajaran tersebut dapat selesai tepat waktu, tanpa memikirkan bagaimana pembelajaran itu bermakna dan dapat diaplikasikan oleh siswa dalam kesehariannya.

Selain itu juga faktor lain dalam pengajaran pendidikan jasmani dan hal ini khusunya pembelajaran atletik yang dianggap membosankan dan kurang disenangi oleh siswa adalah model pembelajaran guru yang tidak menyesuaikan dengan karakteristik, kemampuan, dan perkembangan anak. Guru pendidikan jasmani mengajarkan materi dan memperlakukan siswa sama dengan orang dewasa. Seharusnya apabila guru akan menyediakan tugas gerak bagi siswa harus menyesuaikannya dengan keadaan siswa, karena karakteristik siswa sekolah dasar berbeda dengan orang dewasa.

Untuk mengatasi hal tersebut diatas diperlukan kemasan baru dalam bentuk kegiatan yang menarik minat belajar anak dan menyenangkan untuk dilakukan oleh anak. Guru harus berusaha seoptimal mungkin dalam merancang tugas gerak yang menggembirakan. Tanpa itu, mustahil mutu pengajaran atletik akan meningkat. Bahkan, akan tumbuh sikap tidak senang pada anak-anak terhadap kegiatan atletik, terutama lempar lembing.

Melalui program yang direncanakan secara baik, anak-anak dilibatkan secara aktif dalam kegiatan fisik yang tinggi intensitasnya. Pendidikan jasmani juga tetap menyediakan ruang untuk belajar menjelajahi lingkungan yang ada disekitarnya dengan banyak mencoba, sehingga kegiatannya tetap sesuai denganminat anak, lewat pendidikan jasmanilah anak-anak menemukan saluran yang tepat untuk bergerak bebas dan meraih kembali keceriaannya, sambil terangsang perkembangan yang bersifat menyeluruh.

(14)

6

pengetahuan dan pemahaman gerak manusia. Kita sebagai calon tenaga pendidik di sekolah dasar yang memdalami bidang pendidikan jasmani harus dapat mengembangkan teknik-teknik pengajaran yang lebih digemari oleh siswa sebagai bekal pada saat terjun langsung dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar nantinya. Sehingga dapat memberikan jalan keluar dari masalah yang selama ini dihadapi oleh para guru pendidikan jasmani, dalam pembelajaran pendidikan jasmani pada umumnya dan pembelajaran atletik yaitu teknik dasar lempar lembing pada khususnya, serta mampu memperbaiki proses pembelajaran pendidikan jasmani yang akhirnya mampu meningkatkan partisipasi aktif dan kemampuan siswa dalam bidang olahraga pada umumnya, di bidang penguasaan teknik dasar lempar lembing pada khususnya.

Berdasarkan pemaparan diatas maka peneliti mengambil judul “Perbandingan Modifikasi Bola Bertali dengan Roket Terhadap Hasil Pembelajaran Lempar Lembing diSDN Cibitung Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah:

1. Seberapa besar peningkatan hasil belajar lempar lembing melalui modifikasi bola bertali di kelas V SDN Cibitung?

2. Seberapa besar peningkatan hasil belajar lempar lembing melalui roket di kelas V SDN Cibitung?

3. Apakah terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar pada pembelajaran lempar lembing melalui modifikasi bola bertali dengan roket di kelas V SDN Cibitung?

C. Tujuan Penelitian

(15)

7

1. Ingin mengetahui seberapa besar peningkatan hasil pembelajaran lempar lembing melalui modifikasi bola bertali.

2. Ingin mengetahui seberapa besar peningkatan hasil pembelajaran lempar lembing melalui modifikasi roket.

3. Untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil pembelajaran lempar lembing antara siswa yang mengikuti pembelajaran melalui modifikasi bola bertali dengan modifikasi roket.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk berbagai pihak diantaranya adalah pihak sekolah, pihak guru, pihak lembaga, bagi peneliti dan khususnya untuk peserta didik yang bersangkutan. Adapun manfaat yang mungkin dapat diberikan adalah sebagai berikut :

1. Manfaat bagi siswa/peserta didik

a. Siswa akan lebih termotivasi dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan lempar lembing dan berdampak pada hasil belajar siswa.

b. Melalui penelitian ini diharapkan siswa lebih antusias, senang dan bersemangat terhadap proses pendidikan jasmani sehingga akan menimbulkan kesan bermakna bagi anak.

c. Memacu siswa agar berperan secara aktif dalam pembelajaran agar mendapatkan hasil yang lebih baik dan meningkatkan prestasi belajarnya. d. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan siswa memiliki kemampuan gerak

dasar lempar lembing yang baik dalam pembelajaran pendidikan jasmani, sebagai pengaruh dari pembelajaran lempar lembing dengan perbandingan alat pembelajaran.

2. Manfaat bagi Guru

(16)

8

b. Dengan adanya penelitian ini diharapkan memberikan kemudahan untuk guru dalam menyampaikan variasi pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa.

c. Sebagai bahan masukan bagi guru untuk mengembangkan strategi belajar mengajar yang tepat dalam rangka untuk meningkatkan kualitas proses dan kualitas hasil belajar siswa.

3. Bagi Sekolah

a. Dapat meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar.

b. Dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam peningkatan hasil belajar siswa, khusunya dalam pembelajaran lempar lembing.

c. Dapat dijadikan bahan evaluasi tentang keberhasilan pembelajaran lempar lembing.

4. Bagi Lembaga

a. Dapat dijadikan sebagai acuan untuk dapat memberikan suntikan motivasi untuk menciptakan tenaga pengajar yang berkualitas di masa yang akan datang.

b. Dapat diterapkan dalam pembelajaran pendidikan jasmani khususnya dalam pembelajaran lempar lembing.

5. Bagi Peneliti

a. Dapat memperoleh data dan informasi yang transparan tentang permasalahan-permasalahan di dalam proses kegiatan belajar mengajar siswa khususnya pembelajaran lempar lembing.

b. Dapat memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman dalam menyusun karya ilmiah.

6. Bagi Peneliti lain

a. Dapat dijadikan sebagai sumber atau referensi bagi peneliti lain dalam melakukan penelitian selanjutnya.

(17)

9

E. Batasan Istilah

Agar tidak terjadi kesalah pahaman terhadap pokok-pokok masalah yang diteliti, berikut ini dijelaskan secara optimal beberapa istilah yang dipandang perlu diketahui kejelasannya, adapun istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut:

1. Perbandinganadalah perbandingan dua hal atau lebih dari satu hal yang sejenis dan dinyatakan dengan cara yang sederhana, (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2003: 100).

2. Atletik adalah salah satu aktifitas fisik yang dapat diperlombakan atau dipertandingkan dalam bentuk kegiatan jalan, lari, lempar, dan lompat, (Saputra, 2001: 1).

3. Lempar lembing adalah suatu bentuk gerakan melempar suatu alat yang berbentuk panjang dan bulat dengan berat tertentu yang terbuat dari kayu, bambu atau metal (untuk perlombaan) yang dilakukan dengan satu tangan untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya sesuai dengan peraturan yang berlaku, (Muhtar, 2010: 111).

4. Modifikasi merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh para guru agar pembelajaran yang diberikan harus memperhatikan perubahan kemampuan anak dan dapat membantu perubahan tersebut (Bahagia,2000: 1). 5. Bola bertali dibuat dari bola tenis dan tali plastik, alat ini dapat dibuat siswa

sehingga setiap siswa diharapkan memilikinya, (Saputra, 2001: 87).

(18)

28 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Lokasi dari penelitian ini dilaksanakan di SDN Cibitung yang terletak di Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang.

Gambar 3.1 Lokasi Penelitian 2. Populasi dan Sampel

a. Populasi

(19)

29

dijadikan sebagai populasi adalah siswa SDN Cibitung Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang berjumlah 69 siswa.

b. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi. Jenis sampel yang diambil harus mencerminkan populasi, sampel dapat didefinisikan sebagai sembarang himpunan yang merupakan bagian dari suatu populasi, Riyanto (2010: 64).

Untuk efisiensi waktu, biaya dan tenaga maka dalam penelitian ini digunakan teknik sampling, tapi tetap pemilihan sampelnya harus mewakili keseluruhan

populasi.Riyanto (2010: 71)

mengatakanbahwa“dalampengambilansampelsederhanasetiapanggota unit populasiberpeluangsamauntukdipilihmenjadisampelpenelitian”. Untuk sampel yang diambil adalah siswa kelas V SDN Cibitung yang berjumlah 20 orang, untuk penentuan kelompoknya dilakukan dengan cara random sampling dengan menggunakan kertas yang di dalamnya tertera nama kelompok.

B. Metode dan Desain Penelitian

Metode penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara alamiah dalam suatu bidang tertentu, untuk mendapatkan fakta-fakta prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikan tingkat ilmu serta teknologi, Margono (Suherman, 2013: 33)

Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan sebab akibat antara dua cara pembelajaranyakni untuk melihat pengaruh pembelajaran lempar lembing menggunakan bola bertali dengan roket dalam meningkatkan hasil pembelajaran lempar lembing pada siswa SD.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, menurut Suherman (2013: 45) “Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol”.

(20)

30

Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa metode penelitian eksperimen adalah penelitian yang memanipulasi objek kedalam kondisi khusus yang sengaja diciptakan untuk mempelajari pengaruh dari suatu metode terhadap metode yang lain. Dan metode eksperimen yang digunakan adalah eksperimen murni (true experimental).

Tujuan penelitian eksperimen menurut Suherman (2011: 45) yaitu:

Tujuan dari eksperimen adalah untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab-akibat berapa besar hubungan sebab-akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada beberapa kelompok eksperimental dan menyediakan kontrol untuk perbandingan.

Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yang dibandingkan, kedua kelompok tersebut adalah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, untuk menentukan mana yang akan menjadi kelompok eksperimen dilakukan dengan cara acak, kemudian apabila sudah dipastikan mana siswa yang akan menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, selanjutnya pada kedua kelompok tersebut diberikan preetestuntuk melihat kesetaraan kemampuan awal subjek penelitian. Kemudian pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan atau pembelajaran lempar lembing menggunakan bola bertali, sedangkan untuk kelompok kontrol diberikan pembelajaran yang biasa dilakukan yaitu lempar lembing menggunakan roket. Pada akhir dari tindakan diberikan posttestuntuk melihat perbedaan hasil peningkatan pembelajaran lempar lembing setelah diberikan perlakuan yang berbeda yaitu menggunakan bola bertali dengan lempar lembing menggunakan roket.

Dari pemaparan diatas maka desain penelitian yang digunakan yaitu desain kelompok kontrol preetes-posttest (preetest, posttest control group design). Jadi dalam desain penelitian ini digunakan dua kelompok, yaitu satu kelompok sebagai kelompok eksperimen dan satu kelompok lagi dijadikan sebagai kelas kontrol. Menurut John W. Best (Riyanto, 2010: 47) bentuk desain penelitiannya adalah sebagai berikut ini.

(21)

31

R = pemilihan secara acak

O1 = preetes untuk kelompok eksperimen O2 = postes untuk kelompok eksperimen O3 = preetes untuk kelompok control O4 = postes untuk kelompok control

X = perlakuan terhadap kelompok eksperimen

Pada desain penelitian di atas adanya pemilihan kelompok secara acak (R) baik untuk kelompok eksperimen maupun untuk kelompok kontrol. Kemudian adanyapreetes(O) untuk kedua kelompok tersebut. Selanjutnya kelompok eksperimen diberikan perlakuan (X) yaitu pembelajaran lempar lembing menggunakan modifikasi bola bertali/ berekor, sedangkan pada kelas kontrol tidak diberikan perlakuan atau diberikan pembelajaran konvensional yaitu lempar lembing menggunakan roket, dan yang terakhir diberikan postest (O)yang bertujuan untuk mengukur peningkatan hasil pembelajaran dan perbedaan hasil pembelajaran pada masing-masing kelompok terhadap pembelajaran lempar lembing, sehingga dapat disimpulkan cara pembelajaran mana yang lebih baik dalam meningkatkan kemampuan anak.

Populasi

Sampel

Tes akhir Tes awal

Kelompok Kontrol Roket Kelompok

(22)

32

Gambar 3.2

Alur Prosedur Penelitian C. Variabel Penelitian

Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent). Variabel bebas menurut Suherman (2013: 28)“merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen terikat”. Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah modifikasi bola bertali dan roket.

Sedangkan variabel terikat (dependen) menurut Suherman (2013: 28) “merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas”. Dan dalam penelitian ini adalah lempar lembing.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitan merupakan alat bantu bagi peneliti dalam mengumpulkan data, (Zuriah, 2006: 168). Kualitas instrumen akan menentukan kualitas data yang diperoleh. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan gerak dasar lempar lembing, lembar aktifitas siswa, observasi. Penjelasan dari instrumen tersebut adalah sebagai berikut.

1. Tes Gerak Dasar Lempar Lembing

Tes adalah serentetan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, sikap, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok, Riyanto (2010: 103).

Tes ini bertujuan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, sikap dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam melakukan gerakan serta hasil lempar lembing. Dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian tes, yaitu tes awal (preetest)

Pengolahan Dan Analisis Data

(23)

33

dan tes akhir (postes). Tes awal dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam melakukan gerakan dan hasil lemparan lembing, sedangkan tes akhir dilakukan bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh dari perlakuan terhadap hasil keterampilan lempar lembing. Adapun beberapa keperluan yang harus disiapkan untuk melakukan tes adalah sebagai berikut.

a. Alat yang digunakan

1) Lintasan lempar lembing 2) Lembing

3) Peluit

4) Pencatat skor

5) Alat untuk mengukur/ format tes gerak dasar lempar lembing b. Petunjuk Pelaksanaan

1) Sebelum memulai tes, siswa harus sudah memahami cara pelaksanaan tes. 2) Sebelum melakukan tes siswa melakukan gerakan pemanasan terlebih

dahulu.

3) Pelaksanaan tes dilakukan secara bergantian.

4) Tes dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. c. Petugas Tes

1) Petugas tes harus mengetahui cara dan peraturan melakukan tes.

2) Petugas mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk melakukan tes.

3) Sebelum melakukan tes petugas menjelaskan kembali tentang cara melakukan tes dan peraturan yang harus dituruti

d. Pelaksanaan Tes

1) Siswa diberikan kesempatan untuk melakukan lemparan lembing sebanyak tiga kali.

2) Siswa melakukan tes secara bergantian.

3) Hasil yang diambil adalah kualitas gerak dasar lempar lembing siswa

(24)

34

Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, tahapannya yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengolahan dan penarikan kesimpulan, penjelasannya adalah sebagai berikut.

1. Tahap Persiapan

Pada tahap ini terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu mengurus perizinan penelitian, berkunjung ke sekolah untuk meminta izin untuk melakukan penelitian dan menyampaikan surat izin penelitian, serta berkonsultasi dengan guru pendidikan jasmani mengenai waktu dan teknis dalam pelaksanaan penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan yang pertama dilakukan adalah melakuan preetes lempar lembing, ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam melakukan lempar lembing, selanjutnya yaitu melakukan program latihan yang sudah direncanakan sebelumnya sesuai dengan kelompoknya masing-masing.

3. Tahap Pengolahan Data dan Analisis Data

Pada tahap ini data yang terkumpul dikelompokan sesuai dengan jenisnya. Data kuantitatif yang berasal dari hasil preetes dan postes, data tersebut kemudian diolah, setelah itu dilakukan penarikan kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah dan berdasarkan penelitian yang dilakukan.

F. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data

Data hasil penelitian yang diperolehini berbentuk data kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka yang diperoleh dari hasil preetes dan postes yang dilakukan, yang dijadikan sebagai ukuran kemampuan siswa sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan, setelah data kuantitatif didapatkan maka dapat diolah atau diananlisis menggunakan teknik perhitungan matematika atau statistika dan juga dapat menggunakan alat atau perangkat lunak tertentu untuk mengolah data tersebut untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Untuk lebih jelasnya berikut ini.

(25)

35

Setelah dilakukan preetes dan postes lempar lembing data dikumpulkan kemudian dari kedua data tersebut dihitung rata-rata preetes dan postes pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penghitungan ini dilakukan untuk mengetahui rata-rata kemampuan lempar lembing pada setiap kelompok. Kemudian setelah didapat rata-rata dari kedua kelompok maka selanjutnya yaitu diuji dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji perbedaan dua rata-rata.

2. Menghitung rata-rata

Keterangan:

x = Nilai rata-rata ∑ = jumlah dari skor i X = skor mentah

N = jumlah sampel

3. Menghitung Simpangan Baku

Keterangan:

S = simpangan baku

Σ (x1- x)² = jumlah hasil pengkuadratan nilai skor dikurangi rata-rata n-1 n-1 = jumlah sampel dikurangi 1

4. Uji Normalitas

Uji normalitas ini bertujuan untuk menguji normal tidaknya data yang diperoleh dari hasil pengukuran. Uji normalitas ini dilakukan untuk mengetahui terdistribusi secara normalnya data dari hasil postes kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengujian ini juga dapat menggunakan uji normalitas Liliefors. Prosedur yang digunakan adalah:

a. Pengamatan X1, X2, …, Xn dijadikan bilangan baku, Z1, Z2, …Zn dengan

(26)

36

(X dan S merupakan rata-rata dari simpangan baku setiap kelompok butir tes). b. Untuk setiap bilangan baku ini, menggunakan daftar distribusi normal baku,

kemudian dihitung peluang F (Zi) dengan ketentuan jika nilai Z negative, maka dalam menentukan Fzi nya adalah 0,05- luas daerah distribusi Z pada tabel. c. Selanjutnya dihitung proporsi Z1, z2, …, Zn yang lebih kecil atau sama

dengan Z1. Jika proporsi ini dinyatakan dengan rumus, maka:

d. Dihitung selisih F (Zi)- S (Zi), kemudian tentukan harga mutlak selisih tersebut. Untuk menolak dan menerima hipotesis, maka bandingkan Lo dengan nilai kritis L yang diambil dari daftar untuk taraf nyata α yang dipilih. Kriterianya adalah tolak hipotesis non jika Lo yang diperoleh dari data pengamatan melebihi L dari daftar tabel. Dalam hal lainnya hipotesis nol diterima.

Pengujian ini juga dapat dilakukandenganbantuan software SPSSberdasarkanpadaujiKolmogorov–Smirnov, hipotesis yang diujiadalah:

: Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal : Sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal

Dengan demikian, normalitas dipenuhi jika hasil uji tidak signifikan untuk suatu taraf signifikasi ( ) tertentu (Biasanya = 0.05 atau 0.01). Sebaliknya, jika hasil uji signifikan maka normalitas tidak terpenuhi. Cara mengetahui signifikan atau tidak signifikan hasil uji normalitas adalah dengan memperhatikan bilangan

pada kolom signifikansi

(Sig.).Adapuncaramelakukanujinormalitasmenggunakansoftware SPSSlangkah-langkahnyasebagaiberikut:

1) Buka SPSS lalumasukkevariable view, masukkannama di bariskesatudengannamakelompok yang diteliti.

(27)

37

3) Gantinamabariskeduadengan preetes.

4) Klikkedata view, masukkanangka 1 di kolompertamasebanyaksiswakelaseksperimendanangka 2 di kolompertamasebanyakkelaskontrol.

5) Masukkannilaihasil preetes di kolomkedua.

6) Klikanalyze descriptivestatisticseksplore Preetes di dependent list, siswa yang diteliti di factor listplots, normality test with plots continue lalu ok.

7) Setelahmelakukanlangkah-langkahtersebut, lihatnilaisig. di Kolmogorov-Smirnovapabila> sampel tersebutberasaldaripopulasi yang berdistribusi normal, apabila< sampel tersebut bukan berasal dari populasi yang berdristribusi normal.

5. Uji Homogenitas

Uji homogenitas ini dilakukan untuk melihat perbedaan atau persamaan variansi sampel, apakah mereka berasal dari populasi yang sama. Ujihomogenitasdilakukanjikapopulasinyaberdistribusi normal.Pengujianakan di lakukanmenggunakan bantuan software SPSS.

Interpretasidilakukandenganmemilihsalahsatustatistik, yaitustatistik yang didasarkanpada rata-rata (Based on Mean).Hipotesis yang diujiialah :

: Variansi pada tiap kelas sama (homogen)

: Variansi pada tiap kelas tidak sama (tidak homogen) Dengandemikian,

kehomogenandipenuhijikahasilujitidaksignifikanuntuksuatutarafsignifikasi ( ) tertentu.Sebaliknya, jika hasil uji signifikan maka kenormalan tidak dipenuhi.Sama seperti untuk uji normalitas.Pada kolom Sig. terdapat bilangan yang menunjukkan taraf signifikansi yang diperoleh.Adapuncaramelakukanujihomogenitasmenggunakan bantuan software SPSSlangkah-langkahnya adalahsebagaiberikut:

(28)

38

b. Ganti label di kolomkelimayaitu 1 sebagaikelaseksperimen, dan 2 sebagaikelaskontrol.

c. Gantinamabariskeduadengan preetes.

d. Klikkedata view, masukkanangka 1 di kolompertamasebanyaksiswakelaseksperimendanangka 2 di kolompertamasebanyakkelaskontrol.

e. Masukkannilaihasil preetes di kolomkedua.

f. Klikanalyze compare means independent-samples T-test  Preetes di test variable, siswa yang diteliti di grouping variabledefine group,use specified values 1di group 1, 2 di group 2  continue lalu ok.

g. Setelahmelakukanlangkah-langkahtersebut, lihatnilai sig. di Levene's Test for Equality of Variancesapabila> variansi setiap sampel sama (homogen), apabila < variansisetiapsampeltidaksama (tidakhomogen). Atau dapat juga menggunakan rumus:

Keterangan:

F = Koefisien F tes

S²besar = Varian kelompok 1 (yang besar) S²kecil = Varian kelompok 2 (yang kecil) 6. Uji Perbedaan Dua Rata-Rata

Uji perbedaan dua rata-rata dilakukan untuk mengetahui apakah kemampuan gerak dasar lempar lembing awal kelompok eksperimen dan kontrol sama atau tidak. Uji perbedaan dua rata-rata untuk menguji hipotesis, ada tiga alternatif yang bisa dilakukan, antara lain sebagai berikut ini.

a) Jika data darikeduakelastersebut normal danhomogen, makadigunakanujiindependent sample t-test.

(29)

39

c) Jika data yang diperolehtidak normal, makatidakdilakukanujihomogenitasdanlangsungmelakukanujiperbedaandua rata-rata non-parametrikmenggunakanMann-WhitneydalamSPSS.

Untuk menguji data dari hasil preetest dan postes dipergunakan penghitungan uji kesamaan dua rata-rata (uji dua pihak) yaitu pengujian paired sample t-test.

Rumus yang digunakan

Sdg =

t =

Keterangan :

X1 = Rata-rata variabel 1 X2 = Rata-rata variabel 2 Sdg = Standar deviasi gabungan N1 = Jumlah sampel variabel 1 N2 = Jumlah sampel variabel 2

Untuk menginterpretasikan t-test terlebih dahulu harus ditentukan: a. Nilai α (0,05).

b. Df (degree of freedom) = N - k, untuk uji t sampel berpasangan dk (derajat kebebasan = (N-1).

c. Membandingkan nilai t-hitung dengan nilai t-tabel (UjiSignifikansi) apabila: 1) t-hitung > t-tabel, maka ditolak.

Terdapat perbedaan yang signifikan. 2) t-hitung > t-tabel maka diterima.

Tidakterdapatperbedaan yang signifikan.

7. Gain Normal

(30)

40

Keterangan:

Spost = skor postes Spree = skor preetes Smaks = skor maksimum

G. Lamanya Penelitian

Waktu Penelitian : 1 Bulan

Jumlah Pertemuan : 12 kali pertemuan (termasuk preetes dan postes) Pelaksanaan :1 April s.d 30 April 2014

Hari Latihan :Selasa, Kamis, Sabtu Waktu Latihan : 13.00 – 15.00

Tempat : Lapangan SDN Cibitung Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang

(31)

69 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut ini: 1. Pembelajaran lempar lembing melalui modifikasi bola bertali dapat

meningkatkan kemampuan gerak dasar lempar lembing siswa di SDN Cibitung,dengan peningkatan sebesar 1,3 dan dapat dilihat dari uji perbedaan rata-ratadengan menggunakan uji-U dari Mann Whitney. Uji perbedaan rata-rata mendapatkan nilai P-value (Sig.1-tailed)= 0,0035. Kondisi ini menunjukan terdapat peningkatan kemampuan gerak dasar yang signifikan. Hal ini didasarkan pada nilai P-value (Sig.1-tailed) yang didapat nilainya kurang dari 0,05.

2. Pembelajaran lempar lembing melalui modifikasi roket dapat meningkatkan kemampuan gerak dasar lempar lembing siswa di SDN Cibitung, dengan peningkatan sebesar 1,2 dan dapat dilihat dari uji perbedaan rata-rata dengan menggunakan Independent Sample t-test menunjukan P-value (sig.1-tailed), = 0,0095. Kondisi ini menunjukan terdapat peningkatan kemampuan gerak dasar yang signifikan. Hal ini didasarkan pada nilai P-value (Sig.1-tailed) yang didapat nilainya kurang dari 0,05.

(32)

70

didasarkan pada nilai P-value (Sig.2-tailed) yang didapat nilainya lebih dari 0,05.

B. Saran

Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan pada bagian sebelumnya saran yang dapat diberikan oleh peneliti untuk beberapa pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran diantaranya adalah sebagi berikut.

1. Bagi Guru Pendidikan Jasmani

Pembelajaran lempar lembing dengan menggunakan roket dan pembelajaran menggunakan bola bertali merupakan dua cara pembelajaran yang baik untuk meningkatkan kemampuan siswa jika guru dapat memaksimalkan proses pembelajaran. Pembelajaran melalui permainan dapat membuat proses pembelajaran menyenangkan, selain itu juga dapat mengarahkan anak untuk memperoleh keterampilan tertentu, membuat anak aktif dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak baik untuk mecapai tujuan pembelajaran. 2. Bagi Pihak Sekolah

Pembelajaran yang disesuaikan dengan setiap tingkat pertumbuhan siswa merupakan carayang baik untuk menentukan program pembelajaran yang baik. Pembinaan dan pelatihan yang intensif terhadap guru juga perlu dilakukan oleh pihak sekolah dimaksudkan agar dapat meningkatkan kemampuan mengajar dalam rangka, menginovasi pembelajaran pendidikan jasmani. Apabila kedua hal tersebut dilakukan dengan baik bukan tidak mungkin terdapat atau muncul bibit atlet yang dapat mengharumkan nama sekolah.

3. Bagi Peneliti Lain

(33)

71 Daftar Pustaka

Bahagia, Y., dan Suherman (2000), Prinsip-Prnsip Pengembangan Dan Modifikasi Cabang Olahraga, Departemen Pendidikan Nasional.

Hendrayana, Y., dan Rahmat (2014) Bermain Atletik, Universitas Pendidikan Indonesia.

Depdikbud (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Cetakan Ketiga.

Lestari, S. (2011). “UpayaMeningkatkanHasilBelajarLemparLembingdenganAlat Bantu PembelajaranpadaSiswaKelasVIII C SMP Negeri 2 NogosariBoyolaliTahunAjaran2010/2011. [Online]. Tersedia di: library.uns.ac.id/dglib/pengguna.php?mn=showview&id=20048 [Diakses 6 maret 2014].

Lumintuarso, L, (2011). Peralatan Olahraga Anak Untuk Pengembangan Multilateral. Yogyakarta: UNY Press.

Muhtar, T, (2010). Atletik, Bandung : CV. Bintang WarliArtika.

Mulyanto, R, (2013), Belajar dan Pembelajaran Penjas, Sumedang: Universitas Pendidikan Indonesia.

Riyanto, Y, (2010), Metodologi Penelitian Pendidikan, Surabaya: SIC.

Rustandi, (2013). “Upaya Meningkatkan Pembelajaran Lempar Lembing Melalui Modifikasi Alat Bola Dan Lembing Berekor”.(Skripsi), Universitas Pendidikan Indonesia.

Saputra, Y.M. (2001). Pembelajaran Atletik di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Jenderal Olah Raga, Depdiknas.

Saptani, E. (2010) “Penggunaan Alat dan Media Pembelajaran Dasar Lempar Lembing (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V SDN Neglasari)”. Jurnal Mimbar Pendidikan Dasar, 2 (1), 11-14.

Sidik, D.J. (2010). Mengajar dan Melatih Atletik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Suherman, A. (2011). Kurikulum Pembelajaran. Sumedang: Universitas Pendidikan Indonesia.

Suherman, A, (2013), Penelitian Pendidikan, Bandung: CV. Bintang WarliArtika. Zuriah, N, (2006), Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Jakarta: PT

Figur

Tabel                                                                                                           Halaman
Tabel Halaman . View in document p.6
Gambar                                                                                                       Halaman
Gambar Halaman . View in document p.7
Gambar 3.1 Lokasi Penelitian
Gambar 3 1 Lokasi Penelitian. View in document p.18
Gambar 3.2 Alur Prosedur Penelitian
Gambar 3 2 Alur Prosedur Penelitian. View in document p.22

Referensi

Memperbarui...