• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODDE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODDE PENELITIAN"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

37 BAB III

METODDE PENELITIAN

A. Jenis penelitian

Penelitian ini termasuk dalam tipe desain kausal yaitu untuk mengidentifikasi hubungan sebab dan akibat antar variabel melalui pengujian hipotesis. Adapun rancangan yang digunakan adalah rancangan survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari populasi dengan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.

B. Populasi dan Sampel

Populasi adalah suatu wilayah generalisasi yang memiliki obyek/subyek yang berkualitas dan berkarakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiono, 1999). Siagian dan Sugiato (2002) menyatakan bahwa populasi dapat diartikan sebagai sekumpulan individu yang menempati suatu wilayah tertentu yang memiliki karakteristik khas yang menjadi perhatian dalam penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang berada dalam wilayah Jember sebanyak 325,062 sampai dengan tahun 2013 (Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember)

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non-probability sampling ini sampel dipilih karena pertimbangan-pertimbangan non-random, seperti kesesuain sampel dengan kriteria-kriteria yang dirumuskan peneliti sesuai dengan tujuan penelitian. Pada penelitian ini, peneliti memilih sampel dengan tidak melalui mekanisme random, tetapi memilih beberapa orang di desa tersebut yang diyakini layak sebagai sampel dan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti.

Sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah petani wilayah Jember berjumlah 150 petani sebagai konsumen benih padi yang dianggap dapat mewakili dalam pengambilan sampel, hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Ghozali, 2001) yaitu jumlah sampel harus memenuhi prosedur Maximum Likelihood Estimation yaitu penarikan sampel antara 100-200 sampel.

(2)

commit to user

38 C. Jenis dan Sumber Data

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah informasi penelitian yang dikumpulkan melalui survey dan observasi. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada 150 responden yang menggunakan benih padi PT. Sang Hyang Sri

Kuesioner disusun untuk mengidentifikasi dan menganalisis aspek-aspek demografi responden dan kepuasan serta loyalitas responden terhadap produk yang diteliti. Pengisian kuesioner dilakukan dengan mewawancarai langsung responden. Kuesioner yang diberikan kepada responden berisikan pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka.

Pertanyaan tertutup berupa pertanyaan yang alternatif jawabannya telah disediakan, sehingga responden hanya memilih salah satu jawaban yang menurutnya paling sesuai. Sedangkan pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang memberikan kebebasan kepada responden untuk menjawab.

Data sekunder diperoleh dari studi literatur yang berhubungan dengan topic penelitian. Data sekunder yang diperoleh melalui instansi terkait seperti studi literatur, Badan Pusat Statistik Jember (BPS), PT. Sang Hyang Sri, Kelompok Tani, Penyuluh, Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan metode survei. Menurut Simamora (2004), riset survei adalah pengumpulan data primer dengan melakukan tanya jawab dengan responden. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner yang dibagikan kepada responden. Kuesioner terdiri atas lima bagian yaitu pertama bagian karakteristik umum konsumen, bagian kedua tentang kualitas benih, bagian ketiga tentang harga, bagian keempat tentang kepuasan dan bagian kelima tentang loyalitas.

Jenis pertanyaan dalam kuesioner tersebut adalah pertanyaan berstruktur.

Menurut Nazir (1999), pertanyaan berstruktur adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa sehingga responden dibatasi dalam memberi jawaban kepada

(3)

commit to user

39 beberapa alternatif saja atau kepada satu jawaban saja. Responden yang digunakan adalah responden yang sesuai dengan kriteria pada penarikan sampel

E. Teknik Analisis

Dalam penelitian ini data mempunyai kedudukan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan data merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Valid atau tidaknya data sangat menentukan bermutu atau tidaknya data tersebut yang bergantung kepada instrument yang digunakan, yakni memenuhi asas validitas dan reliabilitas.

1. Uji validitas bertujuan untuk memeriksa apakah isi kuesioner sudah tepat untukmengukur apa yang ingin diukur dan cukup dipahami oleh semua responden yang diindikasikan oleh kecilnya persentase jawaban responden yang tidak terlalu menyimpang dari jawaban responden lainnya. Dalam penemelitian ini akan digunakan uji validitas dengan Confirmatory factor Analysis dengan bantuan SPSS for windows, dimana kriteria yang harus dipenuhi adalah nilai KMO > 0,50 dan setiap item pertanyaan harus mempunyai factor loading > 0,50 serta mengelompok.(Gozali, 2001)

2. Uji Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan dan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama.

Hasilnya ditunjukkan oleh sebuah indeks yang menunjukkan seberapa jauh alat ukur dapat diandalkan. Untuk menguji reliabilitas digunakan Cronbach Alpha dengan bantuan SPSS for windows. Sekaran (2006) menjelaskan bahwa nilai Cronbach Alpha dapat dikatakan reliable apabila nilainya ≥ 0,60. Selanjutnya, tingkatan reliabilitas dibagi menjadi tiga kriteria sebagai berikut: jika alpa atau r hitung (1) 0,8-1,0 = reliabilitas baik, (2) 0,6-0,799 = reliabilitas moderat, (3) kurang dari 0,6 = reliabilitas kurang baik. Dengan demikian, prosedur pengujian ini dapat memberikan jaminan bahwa data memenuhi kriteria kelayakan untuk dianalisis dengan menggunakan metode-metode statistik yang lain.

(4)

commit to user

40 3. Analisis Structural Equation Model (SEM)

Analisis Structural Equation Model bertujuan untuk mengestimasi beberapa persamaan regresi terpisah akan tepi masing-masing mempunyai hubungan simultan.dalam analisis ini dimungkinkan terdapat bberapa variabel dependen dan variabel ini dimungkinkan menjadi variabel independen bagi variabel dependen lainnya.

Pada prinsipnya, model structural bertujuan untuk menguji hubungan sebab akibat antar variabel sehingga jika salah satu variabel diubah, maka terjadi perubahan pada variabel yang lain. Dalam studi ini, data diolah dengan menggunakan Analysis of Moment Structure atau AMOS.

Analisis SEM memungkinkan perhitungan estimasi seperangkat regresi yang simutan, berganda dan saling berhubungan. Karakteristik penggunaan model ini: (1) untuk mengestimasi hubungan dependen ganda yang saling berkaitan, (2) kemampuannya untuk memunculkan konsep yang tidak teramati dalam hubungan serta dalam menentukan kesalahan pengukuran dalam proses estimasi, (3) kemampuannya untuk mengakomodasi seperangkat hubungan variabel antara variabel independen dengan variabel dependen serta mengungkap variabel laten.

Sebelum model digunakan maka perlu dilakukan Goodness of fit Test. Sebelum dilakukan goodness of fit test maka untuk mendapatkan model yang baik dan valid diperlukan beberapa asumsi yang harus dipenuhi dalam SEM yaitu:

1. Ukuran Sampel

Disarankan lebih dari 100 atau minimal 5-10 kali jumlah observasi.

Penelitian ini menggunakan 150 sampel, maka metode yang direkomendasikan adalah menggunakan Maximum Likehood yaitu penarikan sampel antara 100-200 (Ghozali, 2001).

2. Normalitas

Uji normalitas untuk mengetahui apakah distribusi data mengikuti atau mendekati distribusi normal. Curran et.al,(1998) dalam (Ghozali &Fuad, 2003) memberikan rules of thumb apabila data memiliki nilai skewness < 2

(5)

commit to user

41 dan nilai kurtosis < 7 maka data normal, apabila nilai skewness 2-3 dan nilai kurtosis < 21 maka data dikatakan moderately non-normal, sedangkan apabila nilai skewness > 3 dan nilai kurtosis > 21 maka data dikatakan tidak normal (extremely non normal).

3. Outliers

Data ouliers adalah data yang secara nyata berbeda dengan data-data yang lain. Nilai kritis sebenarnya adalah nilai chi-square pada degree of freedom sebesar jumlah sampel pada taraf signifikansi sebesar 0,001. Asumsi terpenuhi jika tidak terdapat observasi yang mempunyai nilai Z-score di atas +3 atau 4. Sebuah data termasuk outlier jika mempunyai nilai p1 dan p2 yang kurang dari 0,05 pada pengujian outlier mahalobis distance (Santoso, 2007).

Model overall adalah model dalam SEM yang melibatkan model structural dan model pengukuran secara integrasi. Uji goodness of fit test model overall menggunakan uji chi square dengan tingkat toleransi 5%. Model dikatakan fit jika memenuhi standar goodness of fit test yaitu sebagai berikut:

Tabel 2

Evaluasi asumsi SEM dan Evaluasi Kriteria Goodness of Fit Evaluasi

Asumsi SEM

Evaluasi atas Kriteria Goodness of Fit

Goodness of fit

index Cut of value

Ukuran sampel

Likelihood ratio chi-square statistic

x2 -Chi square Diharapkan lebih kecil

Normalitas Probabilitas Significancy

probability

≥ 0,05

Outliers The Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA)

RMSEA ≥ 0,08

Goodness of Fit Index (GFI) GFI ≥ 0,90

Adjusted Goodness of Fit AGFI ≥ 0,90

(6)

commit to user

42 Index (AGFI)

The Minimum Sample Discrepancy

Function/Degree of Freedom (CMIN/DF)

CMIN/DF ≤ 2,0

Ucker Lewis Index (TLI) TLI ≥ 0,95

Comparative Fit Index (CFI)

CFI ≥ 0,95

Sumber: Ferdinand, 2002

Setelah menginterpretasikan model SEM selanjutnya adalah memodifikasi model, khususnya bagi model-model yang tidak memenuhi syarat dalam proses pengujian yang dilakukan.

Penyiapan data input untuk analisis SEM digunakan Software SPSS for Windows Evaluation 14.0. Proses perhitungan analisis data dilakukan dengan Software Amos 18.0. Sedangkan langkah langkah dalam analisis SEM adalah :

F. Pengukuran Variabel dan Definisi Operasional Tabel 3

Operasional Variabel

No Variabel Definisi Konsep Indikator

1. Kualitas Benih (X1)

1. Kualitas benih adalah kemampuan suatu benih untuk melaksanakan fungsinya meliputi daya tahan, keandalan serta atribut bernilai lainnya (Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, 2011) Kualitas benih padi yang baik memiliki keunggulan produksi dan mutu hasil, umur tanaman pendek, tahan terhadap hama

a. Kebernasan benih b. Tampilan warna

bulir benih

c. Daya tumbuh benih minimal 90%

d. Kemurnian benih e. Ketahanan hama (Susdiarto,2013)

(7)

commit to user

43 penyakit dan tanggap terhadap

pemupukan (Badan Penelitian

dan Pengembangan

Kehutanan. Departemen Kehutanan, 1997)

2. Harga (X2) 2. Harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya (Swastha, 1999). Harga benih adalah biaya yang dibayarkan petani pada saat ini ketika membeli benih

Harga didefinisikan sebagai

“apa yang dikorbankan untuk mendapatkan suatu produk”

(Zeithmal, 1998)

a. Harga terjangkau, b. Harga bersaing c. Harga sesuai

manfaat (Susdiarto, 2013)

3. Kepuasan konsumen (Y1)

3. Kepuasan adalah perasaan puas, rasa senang dan kelegaan seseorang dikarenakan mengonsumsi suatu produk atau jasa untuk mendapatkan pelayanan suatu jasa (Tjiptono, 2000).

Kepuasan konsumen dapat didefinisikan sebagai respon efektif terhadap pengalaman melakukan konsumsi yang spesifik atau suatu evaluasi

a. Kesesuaian

terhadap kualitas

benih yang

ditawarkan.

b. Puas dengan kualitas benih padi secara keseluruhan.

c. Puas dengan informasi yang diberikan

d. Puas terhadap kualitas dan

(8)

commit to user

44 kesesuaian atau ketidak

sesuaian yang dirasakan antara harapan sebelumnya dan kinerja actual produk setelah pemakaian (Espejel et.,al, 2000). Kepuasan petani merupakan evaluasi purnabeli, alternative yang dipilih sekurang-kurangnya sama atai melampaui harapan petani

kemasan (Umar, 2003)

4. Loyalitas konsumen (Y2)

4. Loyalitas konsumen adalah kelekatan pelanggan pada suatu merk, pabrikan, pemberi jasa, atau intentitas lain berdasarkan sikap yang baik, seperti pembelian ulang (Tjiptono, 2000).

Loyalitas konsumen

merupakan fungsi dari kepuasan pelanggan, rintangan pengalihan, dan keluhan pelanggan. Pelanggan yang puas akan dapat melakukan pembelian ulang pada waktu yang akan datang dan memberitahukan kepada orang lain atas apa yang dirasakan (Fornell, 1996).

a. Percaya terhadap produk perusahaan b. Tidak terpengaruh

terhadap produk perusahaan lain c. Merekomendasikan

kepada orang lain.

(Susdiarto, 2013)

(9)

commit to user

45 BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik dan tanggapan responden terhadap item-item pertanyaan dalam kuesioner. Responden yang dipakai dalam penelitian ini adalah petani yang mengonsumsi benih padi PT.

Sang Hyang Sri. Penelitian ini menggunakan desain survei yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data.

Gambaran umum tentang responden diperoleh dari data diri yang terdapat dalam kuesioner pada bagian identitas responden yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir dan luas lahan. Gambaran umum responden dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

1. Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4

Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

Laki-laki 150 100

Perempuan 0 0

Jumlah 150 100

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Dari Tabel 4 diketahui bahwa keseluruhan responden yang mengonsumsi/menggunakan benih padi PT. Sang Hyang Sri (Persero) berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 150 orang dengan persentase 100%.

Kebanyakan di kabupaten ini, urusan ke sawah adalah urusan ayah sedangkan urusan rumah tangga dan mengasuh anak adalah urusan ibu. Oleh karena itu, responden dalam penelitian ini didominasi oleh laki-laki dalam kegiatan membeli benih padi untuk ditanam pada lahan yang mereka miliki maupun lahan sewa.

(10)

commit to user

46 2. Deskripsi Responden Berdasarkan Usia Petani

Tabel 5

Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia

Usia Frekuensi Persentase

41-51 32 21,3

>51 118 78,7

Jumlah 150 100

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Usia responden pada Tabel 5 dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok umur 41-51 dan >51. Berdasarkan tabel di atas, dari 150 responden, yang berusia antara 41-51 sebanyak 32 orang atau sebesar 21,3%. Responden yang berusia >51 sebanyak 118 orang atau sebesar 78,7%. Berdasarkan data diatas hal ini mengindikasikan bahwa ketertarikan penduduk usia muda sebagai petani masih rendah. PT. Sang Hyang Sri merupakan produsen benih pertama di Indonesia sejak tahun 1940 oleh karena itu, responden yang sudah menggunakan benih padi PT. Sang Hyang Sri memiliki usia lebih dari 40 tahun.

3. Deskripsi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tabel 6

Deskripsi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Pendidikan Frekuensi Persentase

Tidak Sekolah 112 74,7

SD 19 12,7

SMP 9 6

SMA 8 5,3

Diploma/Sarjana 2 1,3

Jumlah 150 100

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Rata-rata responden pada Tabel 6 dalam penelitian ini tidak sekolah yaitu sebesar 112 orang atau 74,7%. Pada tingkat pendidikan SD sejumlah 19 orang atau 12,7%, sedangkan petani yang memiliki tingkat pendidikan SMP sejumlah 9 orang atau 6%, dengan pendidikan SMA sejumlah 8 orang atau 5,3% dan petani yang berpendidikan Diploma/Sarjana yaitu sejumlah 2 orang atau 1,3%.

(11)

commit to user

47 Berdasarkan tabel tersebut tingkat pendidikan formal responden masih rendah, karena kesadaran pendidikan pada saat itu masih kurang memadai.

4. Deskripsi Responden Berdasarkan Luas Lahan Tabel 7

Deskripsi Frekuensi Responden Berdasarkan Luas Lahan

Luas Lahan (are) Frekuensi Persentase

0,5-0,6 12 8

0,61-0,7 13 10

0,71-0,8 18 12

0,81-0.9 28 18,7

>0,9 77 51,3

Jumlah 150 100

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Berdasarkan Tabel 7, luas lahan responden dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Berdasarkan tabel di atas, dari 150 responden, petani yang memiliki luas lahan antara 0,5-0,6 sejumlah 12 orang atau sebesar 8%. Petani yang memiliki luas lahan antara 0,61-0,7 sejumlah 13 orang atau sebesar 10%.

Petani yang memiliki luas lahan antara 0,71-0,8 sejumlah 18 orang atau 12%

sedangkan petani yang memiliki luas lahan antara 0,81-0,9 sejumlah 28 orang atau 18,7% dan petani yang memiliki luas lahan lebih dari 0,9 sejumlah 77 orang atau sebesar 51,3%.

5. Deskripsi Responden Berdasarkan Kepemilikan Lahan Tabel 8

Deskripsi Frekuensi Responden Berdasarkan Kepemilikan Lahan

Kepemilikan lahan Frekuensi Persentase

Sewa 5 3,3

Milik Sendiri 145 96,7

Jumlah 150 100

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Berdasarkan Tabel 8 rata-rata status kepemilikan lahan petani adalah milik sendiri yaitu sejumlah 145 orang atau 96,7% petani menggarap lahan milik sendiri sedangkan 5 orang petani atau sebesar 3,3% petani menggarap lahan

(12)

commit to user

48 milik orang lain dengan menyewa lahan tersebut. Berdasarkan status kepemilikan lahan didominasi petani yang memiliki lahan sendiri, sehingga statusnya lebih banyak sebagai petani dan penggarap.

6. Deskripsi Responden Berdasarkan Pekerjaan Usahatani Tabel 9

Deskripsi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Usahatani

Pekerjaan Usahatani Frekuensi Persentase

Sampingan 3 2

Utama 147 98

Jumlah 150 100

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Pada Tabel 9 sebagian besar responden memiliki pekerjaan utama sebagai petani yaitu sejumlah 147 orang atau sebanyak 98% petani sedangkan 3 orang atau 2% lainnya pekerjaan usahatani merupakan pekerjaan sampingan dengan pekerjaan utama sebagai mekanik dan pedagang. Hal ini dikarenakan usahatani padi diwariskan secara turun temurun dari orangtuanya sehingga memiliki pengetahuan bertani yang sangat lama, sedangkan petani dengan usaha sampingan merupakan petani yang baru terjun dalam usaha tani untuk menambah pendapatan.

7. Deskripsi Responden Berdasarkan Banyak Benih yang Dibutuhkan Petani Tabel 10

Deskripsi Frekuensi Responden

Berdasarkan Banyak Benih yang dibutuhkan

Banyak benih (kg) Frekuensi Persentase

15kg 13 8,7

20kg 16 10,7

>20kg 121 80.7

Jumlah 150 100

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Banyak benih padi yang dibutuhkan petani dalam masa tanam rata-rata lebih dari 20 kg yaitu sejumlah 121 orang hal ini dikarenakan banyak petani yang memiliki lahan cukup luas. Sedangkan 13 orang lainnya membutuhkan 15kg dan 16 orang membutuhkan 20 kg. Hal ini dikarenakan petani yang

(13)

commit to user

49 memiliki luas lahan lebih dari 0,9 ha cukup banyak. Oleh karena itu, diperlukan benih padi sebanyak 25kg sampai 30 kg.

B. Deskripsi Statistik Tanggapan Responden

Tanggapan responden terhadap kuesioner yang diberikan peneliti nampak pada jawaban responden. Dalam analisis ini akan diuraikan mengenai kecenderungan pendapat dan tanggapan dari petani sebagai konsumen benih padi PT. Sang Hyang Sri (Persero) Cabang Jember selaku responden dalam penelitian ini. Pernyataan- pernyataan responden mengenai variabel penelitian dapat dilihat pada jawaban responden terhadap kuesioner yang diberikan peneliti dan pernyataan ini membentuk skala Likert, dimana skala Likert ini dapat digunakan untuk mengukur sikap.

1. Tanggapan Responden Mengenai Kualitas Benih Padi PT. Sang Hyang Sri Deskripsi tanggapan responden sebanyak 150 orang terhadap item indikator kualitas benih sebanyak 5 item. Dari data kuesioner yang terdapat pada lampiran dapat dilihat deskripsi tanggapan responden pada setiap item pertanyaan adalah sebagai berikut :

Tabel 11

Deskripsi Tanggapan Responden Terhadap Kualitas Benih

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Berdasarkan Tabel 11 Berdasarkan Tabel 4.8 menunjukkan rata-rata responden menjawab setuju dengan kualitas benih padi PT. Sang Hyang Sri (Persero) Cabang Jember yaitu sebesar 48,1%. Hal ini menunjukkan bahwa kulitas benih sudah baik dengan berdasarkan kebernasan benih responden menjawab setuju yaitu sebanyak 58,7%, untuk tampilan warna bulir benih

No Indikator Jumlah Jawaban Responden (%)

STS TS N S SS

1. Kebernasan benih 0,0 1,3 20,7 58,7 19,3

2. Tampilan warna bulir benih 0,0 0,0 24,7 59,3 16,0 3. Daya tumbuh benih minimal 90% 0,0 1,3 34,0 52,7 12,0

4. Kemurnian Benih 0,0 2,7 33,3 45,3 18,7

5. Ketahanan hama 20 19,3 41,3 24,7 12,7

Rata-rata 0,4 4,9 30,8 48,1 15,7

(14)

commit to user

50 mayoritas responden menjawab setuju yaitu sebanyak 59,3% dan pada indikator daya tumbuh benih responden menjawab setuju yaitu sebanyak 52,7%. Pada indikator kemurnian benih mayoritas petani menjawab setuju yaitu sebanyak 45,3%, namun pada indikator ketahanan hama mayoritas petani menjawab netral yaitu sebanyak 24,7% dikarenakan petani menggap hal itu tergantung iklim dan jenis hama yang menyerang.

2. Tanggapan Responden Mengenai Harga Benih Padi PT. Sang Hyang Sri.

Deskripsi tanggapan responden sebanyak 150 orang terhadap item indikator harga sebanyak 3 item. Dari data kuesioner yang terdapat pada lampiran dapat dilihat deskripsi tanggapan responden pada setiap item pertanyaan adalah sebagai berikut :

Tabel 12

Deskripsi Tanggapan Responden Terhadap Harga Benih

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Berdasarkan hasil Tabel 12 diketahui bahwa rata-rata tanggapan responden adalah setuju terhadap harga benih padi PT. Sang Hyang Sri (Persero) Cabang Jember yaitu sebesar 38,4% hal ini menunjukkan harga benih cukup baik dipasaran berdasarkan pada indikator harga terjangkau mayoritas responden menjawab setuju yaitu sebanyak 37,3% dan untuk harga bersaing sebanyak 38%

sedangkan untuk indikator harga sudah sesuai manfaat mayoritas responden menjawab setuju yaitu sebanyak 40%.

3. Tanggapan Responden Mengenai Kepuasan Petani

Deskripsi tanggapan responden sebanyak 150 orang terhadap item indikator kepuasan sebanyak 4 item.

No Indikator Jumlah Jawaban Responden (%)

STS TS N S SS

1. Harga terjangkau 0 22,7 30,7 37,3 9,3

2. Harga bersaing 0 24 36,7 38 1,3

3. Harga sesuai manfaat 4 12 31,3 40 12,7

Rata-rata 1,3 19,6 32,9 38,4 7,8

(15)

commit to user

51 Tabel 13

Deskripsi Tanggapan Responden Terhadap Kepuasan

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Berdasarkan Tabel 13 menunjukkan bahwa rata-rata kepuasan petani terhadap benih padi PT. Sang Hyang Sri (Persero) Cabang Jember adalah setuju yaitu sebesar 35,7% hal ini menunjukkan petani sudah puas dengan benih padi yang ditawarkan berdasarkan indikator adanya kesesuaian terhadap kualitas benih yang ditawarkan mayoritas responden menjawab setuju yaitu sebanyak 39,3%, sedangkan pada indikator petani merasa puas dengan kualitas benih secara keseluruhan mayoritas petani menjawab setuju yaitu sebanyak 38,7%. Pada indikator responden merasa puas dengan informasi yang diberikan mayoritas responden menjawab setuju yaitu sebanyak 18,7%, sedangkan responden yang merasa puas dengan kualitas dan kemasan benih padi mayoritas menjawab setuju yaitu sebanyak 46%.

4. Tanggapan Responden Mengenai Loyalitas Petani

Deskripsi tanggapan responden sebanyak 150 orang terhadap item indikator loyalitas sebanyak 3 item. Dari data kuesioner yang terdapat pada lampiran dapat dilihat deskripsi tanggapan responden pada setiap item pertanyaan adalah sebagai berikut:

No Indikator Jumlah Jawaban Responden

STS TS N S SS

1. Kesesuaian terhadap kualitas benih

yang ditawarkan 4 10,7 30,7 39,3 15,3

2. Puas dengan kualitas benih padi

secara keseluruhan 3,3 11,3 34,7 38,7 12

3. Puas dengan informasi yang

diberikan 24,7 23,3 33,3 18,7 0

4. Puas terhadap kualitas dan

kemasan 0 0 35,3 46 18,7

Rata-rata 8 11,3 33,5 35,7 11,5

(16)

commit to user

52 Tabel 14.

Deskripsi Tanggapan Responden Terhadap Loyalitas

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Berdasarkan Tabel 14 menunjukkan bahwa rata-rata loyalitas petani terhadap benih padi PT. Sang Hyang Sri (Persero) Cabang Jember berada pada kondisi netral yaitu sebanyak 38,4%, hal ini disebabkan petani merasa jika PT.

Sang Hyang Sri tidak menyediakan varietas yang diinginkan maka petani akan membeli benih padi merk lain, namun petani masih loyal karena benih padi PT.

Sang Hyang Sri memiliki kualitas benih yang baik dan merupakan benih bersertifikat pertama di Indonesia. Berdasarkan pada indikator responden percaya terhadap produk perusahaan mayoritas responden menjawab netral yaitu sebanyak 52,3%, dan pada indikator responden tidak terpengaruh terhadap produk perusahaan petani mayoritas responden masih menjawab netral yaitu sebanyak 32%, sedangkan pada indikator responden merekomendasikan kepada orang lain mayoritas responden masih menjawab netral yaitu sebanyak 32%.

C. Pengujian Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas

Uji Validitas digunakan untuk menguji sejauh mana suatu alat pengukur dapat mengungkapkan ketepatan gejala yang dapat diukur (Sekaran, 2000:208).

Dengan menggunakan instrumen penelitian yang memiliki validitas tinggi, maka hasil penelitian akan mampu menjelaskan masalah penelitian sesuai dengan keadaan sebenarnya.

No Indikator Jumlah Jawaban Responden

STS TS N S SS

1. Percaya terhadap produk

perusahaan 1,3 6,7 34 51,3 6,7

2. Tidak terpengaruh terhadap produk

perusahaan lain 6,7 25,3 26 32 10

3. Merekomendasikan kepada orang

lain 8 21,3 30 32 8,7

Rata-rata 5,3 17,8 30 38,4 8,4

(17)

commit to user

53 Kriteria valid atau tidaknya suatu item pertanyaan didasarkan pada besarnya koefisien validitas item pertanyaan tersebut. Jika koefisien validitas item pertanyaan sama atau lebih besar dari koefisien validitas kritis (tabel) maka item pertanyaan dinyatakan valid, dan jika koefisien validitas item pertanyaan lebih kecil dari koefisien validitas kritis (tabel) maka item pertanyaan tersebut dinyatakan tidak valid (gugur). Selanjutnya item pertanyaan yang tidak valid (gugur) dikeluarkan atau tidak dipakai.

Tabel 15 Hasil Uji Validitas

Rotated Component Matrix(a)

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Pada Tabel 15 menunjukkan bahwa nilai korelasi masing-masing faktor memiliki loading factor diatas 0,5 dan terestrak sempurna, sehingga hal ini menunjukkan bahwa semua item pertanyaan adalah valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah mengukur keandalan suatu instrumen, pada penelitian ini digunakan koefesien Alpha Cronbach Menyatakan bahwa nilai suatu instrumen dikatakan reliabel bila nilai Alpha Cronbach ≥ 0,6. Hasil uji

Component

1 2 3 4

kb1 .685

kb2 .684

kb3 .596

kb4 .763

kb5 .621

h1 .754

h2 .717

h3 .513

k1 .531

k2 .592

k3 .697

k4 .506

L1 .596

L2 .820

L3 .713

(18)

commit to user

54 reliabilitas dapat dilihat pada Tabel 16. Uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus Alpha Cronbach dengan bantuan program komputer SPSS 14.0. Sekaran (2006) menjelaskan bahwa nilai Cronbach Alpha dapat dikatakan reliable apabila nilainya ≥ 0,6. Selanjutnya, tingkatan reliabilitas dibagi menjadi tiga kriteria sebagai berikut: jika alpa atau r hitung (1) 0,8-1,0 = reliabilitas baik, (2) 0,6-0,799 = reliabilitas moderat, (3) kurang dari 0,6 = reliabilitas kurang baik. Pengujian reliabilitas pada tiap variabel dalam penelitian ini ditunjukkan oleh tabel output hasil pengukuran Cronbach Alpha berikut ini:

Tabel 16 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach Alpha Keterangan

Kualitas Benih 0,714 Reliabel

Harga 0,749 Reliabel

Kepuasan 0,690 Reliabel

Loyalitas 0,675 Reliabel

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Dari hasil pengujian reliabilitas variabel penelitian pada tabel 16 dapat disimpulkan bahwa semua instrumen dinyatakan reliabel karena mempunyai nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,6.

D. Analisis Data Penelitian

Analisis data penelitian ini menggunakan metode Structurat Equation Model (SEM). Data diolah dengan menggunakan Software Analysis of Moment Structure atau AMOS 18. Berikut merupakan pembahasan mengenai asumsi SEM.

1. Asumsi Kecukupan Sampel

Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 150 orang. Dari keseluruhan kuisioner yang telah terisi seluruhnya dapat digunakan dalam penelitian ini.

Jumlah sampel ini memenuhi prosedur Maximum Likelihood Estimation yaitu penarikan sampel antara 100-200 sampel (Ghozali, 2001).

(19)

commit to user

55 2. Asumsi Normalitas

Normalitas dan multivariate terhadap data yang digunakan dalam analisis ini diuji dengan menggunakan software AMOS 18. Hasil uji asumsi normalitas dapat dilihat pada tabel.

Tabel 17 Uji Normalitas

Assessment of normality (Group number 1)

Variable min Max skew c.r. kurtosis c.r.

L1 1.000 5.000 .045 .224 .585 1.463

L2 1.000 5.000 .045 .224 -.125 -.313

L3 1.000 5.000 -.079 -.396 -.556 -1.391

k1 1.000 5.000 -.510 -2.549 -.155 -.387

k2 1.000 5.000 -.330 -1.649 -.105 -.262

k3 1.000 4.000 -.018 -.088 -1.205 -3.013

k4 3.000 5.000 .257 1.283 -1.031 -2.578

h1 1.000 5.000 -.063 -.314 -.761 -1.903

h2 1.000 5.000 -.323 -1.616 -.263 -.657

h3 1.000 5.000 -.516 -2.578 -.152 -.381

kb5 1.000 5.000 .132 .660 -.544 -1.360

kb4 2.000 5.000 .000 .000 -.663 -1.658

kb3 2.000 5.000 .066 .331 -.437 -1.093

kb2 3.000 5.000 .060 .302 -.527 -1.318

kb1 3.000 5.000 .000 .000 -.581 -1.452

Multivariate 2.689 .729

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Hasil pengamatan pada Tabel 17 atas assessment of normality terhadap model struktural memperlihatkan tidak terdapat nilai critical ratio pada skew yang lebih besar dari ±2,58, artinya hasil evaluasi normalitas data menunjukkan secara univariate data penelitian terdistribusi secara normal.

Selanjutnya, hasil uji normalitas multivariate terhadap model structural menggambarkan nilai critical ratio multivariate sebesar 0,729 maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal secara multivariate.

(20)

commit to user

56 3. Asumsi Outliers

Outliers adalah observasi atau data yang memiliki karakteristik yang unik yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi-observasi lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim baik untuk sebuah variabel tunggal atau variabel kombinasi (Ferdinand, 2002).

Outliers dapat diketahui dengan melihat output analisis AMOS pada bagian observations farthest from the centroid (Mahalanobis distance), sebuah data termasuk outliers jika mempunyai ρ1 dan ρ2 kurang dari 0,05 Menurut Santoso (2007) sedangkan menurut (Ferdinand, 2002) uji terhadap outliers multivariate dilakukan dengan menggunakan kriteria jarak Mahalanobis pada tingkat ρ < 0,001. Jarak Mahalanobis itu dievaluasi dengan menggunakan χ2 pada derajat bebas sebesar jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian tersebut.

Penelitian ini menggunakan 15 indikator, oleh karena itu semua kasus data yang memiliki Mahalanobis Distance yang lebih besar dari χ2 (15;0,001)

= 37,6973 adalah outliers multivariate. Hasil uji outliers (sebagian yang ditampilkan) pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 18

Tabel 18 Hasil Uji Outliers

Observation number Mahalanobis d-squared p1 p2

67 34.631 .003 .341

13 29.659 .013 .591

43 26.903 .030 .8

--- --- --- ---

41 24.944 .051 .777

144 24.764 .053 .691

100 24.455 .058 .642

--- --- --- ---

66 22.304 .100 .648

94 21.969 .109 .671

103 21.935 .110 .583

. Sumber: Data Primer Diolah 2015

(21)

commit to user

57 Berdasarkan Tabel 18 dapat diketahui bahwa seluruh data mempunyai Mahalanobis Distance yang lebih kecil dari 34,631 sehingga tidak ada data yang outliers, dengan kata lain tidak ada yang dieliminasi.

4. Analisis Goodness of fit

Pengujian kesesuaian model penelitian adalah untuk menguji seberapa baik tingkat goodness-of-fit dari model penelitian. Penilaian ini menggunakan beberapa kriteria yang disyaratkan oleh SEM. Dari hasil pengolahan data kemudian dibandingkan dengan batas statistik yang telah ditentukan. Hasil pengolahan data untuk analisis SEM disajikan dalam Gambar 2 dan Tabel 4.10

Gambar 2.

Hasil goodness of fit Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

(22)

commit to user

58 Tabel 19

Indeks Pengujian dan Kelayakan SEM Goodness of

fit index Cut of value Hasil Analisis

Evaluasi Model Chi-square Diharapkan lebih

kecil

90,022 Baik

Probability ≥ 0,05 0,362 Baik

RMSEA ≥ 0,08 0,018 Baik

GFI ≥ 0,90 0,931 Baik

AGFI ≥ 0,90 0,904 Baik

CMIN/DF ≤ 2,0 1,047 Baik

TLI ≥ 0,95 0,984 Baik

CFI ≥ 0,95 0,987 Baik

Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

Hasil uji fit model pada Tabel 19 menunjukkan nilai chi-square sebesar 90,022diharapkan lebih kecil dari chi-square tabel yaitu sebesar 108, 687 dengan significancy probability 0,362 0,05 yang berarti matrik kovarian antara prediksi dengan observasi sesungguhnya adalah sama, sementara hasil lainnya menunjukkan nilai RMSEA, GFI, AGFI, CMIN/DF, TLI dan CFI sesuai dengan rentang nilai cut of value yang ditentukan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan secara umum model SEM yang digunakan dapat dikategorikan baik untuk menggambarkan hubungan kausalitas dari faktor-faktor yang digunakan.

E. Pengujian Hipotesis

Pengujian terhadap hipotesis yang diajukan dapat dilakukan berdasarkan dari nilai critical ratio dan tingkat signifikan yang terdapat pada regression weight, dimana diperlukan nilai C.R ≥ 2,00 sebagai syarat penerimaan hipotesis.

Hasil nilai C.R dan tingkat signifikansi antar variabel yang dihipotesiskan dapat dilihat pada tabel 4.18

Tabel 21 Uji Hipotesis Variabel

dipengaruhi

Variabel mempengaruhi

Std.

Estimate S.E. C.R. P Kepuasan <-- kualitas benih 0,543 0,220 2,316 0,021 Kepuasan <-- Harga 0,407 0,086 2,255 0,024 Loyalitas <-- Kepuasan 0,664 0,787 3,035 0,002 Sumber: Data Primer Diolah Tahun 2015

(23)

commit to user

59 Berdasarkan tabel 21 yang telah diolah dalam penelitian ini menjelaskan pengujian hubungan antar variabel yang dihipotesiskan. Berdasarkan data primer yang telah diolah dapat dilakukan pembuktian sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil analisis pada tanel 4.18, nilai koefisien regresi yang diperoleh sebesar 0,543 dengan C.R sebesar 2,316 dengan probabilitas 0,021.

Karena koefisien regresi antara kualitas benih dan kepuasan sebesar 0,543 dengan nilai C.R sebesar 2,316 yang lebih besar dari 2,00 maka hal ini menunjukkan bahwa kualitas benih berpengaruh positif dan signifikan.

Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa kualitas benih berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan, maka dari hasil tersebut hipotesis pertama dapat diterima.

2. Berdasarkan hasil analisis, nilai koefisien regresi yang diperoleh sebesar 0,407 dengan C.R sebesar 2,225 dengan probabilitas 0,024. Karena koefisien regresi antara harga dan kepuasan sebesar 0,407 dengan nilai C.R sebesar 2,225 yang lebbih besar dari 2,00 maka hal ini menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan, dari hasil tersebut maka hipotesis kedua dapat diterima.

3. Berdasarkan hasil analisis, nilai koefisien regresi yang diperoleh sebesar 0,664 dengan C.R sebesar 3,035 dengan probabilitas 0,002. Karena koefisien regresi antara kepuasan dan loyalitas sebesar 0,664 dengan C.R sebesar 3,035 yang lebih besar dari 2,00 maka hal ini menunjukkan bahwa kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas, dari hasil tersebut maka hipotesis ketiga dapat diterima.

F. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis SEM maka pada bagian ini akan dibahas hasil perhitungan yang telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kewajaran harga, citra perusahaan terhadap kepuasan dan loyalitas petani terhadap benih padi PT. Sang Hyang Seri (Persero) cabang Jember..

(24)

commit to user

60 Pengujian ditunjukan melalui hipotesis yang ada sehingga dapat mengetahui bagaimana pengaruh masing-masing konstruk terhadap kontruk yang lainnya.

1. Pengaruh Kualitas Benih Padi terhadap Kepuasan

Kualitas benih padi PT, Sang Hyang Seri (Persero) cabang Jember berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani. Hal ini dibuktikan dari koefisien regresi sebesar 0,543 dengan nilai C.R sebesar 2,316 dan probabilitas sebesar 0,021. Oleh karena itu, kualitas benih berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan, semakin tinggi kualitas benih padi maka semakin tinggi kepuasan petani. Responden merasa puas terhadap kualitas benih karena dari segi kebernasan benih petani menggangap bahwa benih padi Sang Hyang Sri sudah sesuai standard, tidak terdapat benih yang hampa. Pada tampilan warna bulir benih, petani sudah merasa bahwa warna dari bulir benih serupa yaitu berwarna putih menguning. Daya tumbuh benih padi Sang Hyang Sri menurut petani sekitar 90% maka hal ini memiliki kualitas yang bagus bagi petani. Kemurnian benih sudah dianggap murni karena tidak terdapat campuran kerikil maupun jerami. Pada indikator ketahanan hama, hal tersebut sesuai dengan musim dan iklim karena hal tersebut tidak dapat diprediksi oleh petani, namun pada kondisi normal benih padi Sang Hyang Sri cukup tahan terhadap hama dan penyakit yang ringan kecuali pada saat hama wereng menyerang banyak petani yang gagal panen dikarenakan petani tidak pernah menemukan solusi untuk menghadapi hama tersebut, oleh karena itu, perlua adanya pihak pemerintah membantu mengatasi masalah hama tersebut yang tidak pernah dapat diselesaikan oleh petani.

Penulis menduga bahwa petani telah yakin dengan kualitas benih padi Sang Hyang Sri yang diberikan dalam hal kebernasan benih, tampilan warna bulir benih, daya tumbuh benih, kemurnian benih, ketahanan hama. Kualitas benih padi yang meningkat akan mendorong petani untuk lebih loyal tehadap benih padi Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Jember. Penelitian ini memberikan dukungan terhadap penelitian yang dilakukan S.S Andaleeb dan Carolyn Conway (2006) yang menyimpulkan bahwa kepuasan konsumen

(25)

commit to user

61 dipengaruhi oleh kualitas produk didukung oleh temuan dalam penelitian ini.

Penelitian (Fred, 1993) menunjukkan bahwa performa produk berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Apabila petani mendapatkan kualitas benih yang baik maka petani akan merasa puas. Hal itulah yang membuat petani merasa puas terhadap benih Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Jember.

2. Pengaruh Harga terhadap Kepuasan

Berdasarkan Tabel 4.18 yang telah diolah, menunjukkan bahwa harga benih padi Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Jember berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani. Hal ini dibuktikan dari koefisien regresi sebesar 0,407 dengan nilai C.R sebesar 2,255 dan probabilitas sebesar 0,024 yang artinya harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan. Responden cukup puas terhadap harga benih padi karena petani merasa harga tersebut masih dapat dijangkau, dan dapat bersaing dengan harga benih padi merk lain dan juga petani sudah merasa harganya sesuai dengan manfaatnya karena pada saat menyemai semua benih dapat tumbuh secara optimal. Namun untuk pihak pemasar PT. Sang Hyang Seri perlu meninjau benih padi yang berada di kios- kios pertanian agar harga yang dijual kios tidak terlalu mahal, sehingga petani masih dapat membeli benih padi dengan harga yang sewajarnya.

Penulis menduga, petani sudah merasa puas dengan harga benih padi PT. Sang Hyang Seri (Persero) cabang Jember, dengan demikian, H2 pada yang menyatakan harga berpengaruh terhadap kepuasan didukung oleh studi ini. Ini artinya kesesuaian harga dengan kualitas benih yang diberikan PT. Sang Hyang Sri merupakan pertimbangan dalam membentuk kepuasan petani. Studi ini memberikan dukungan terhadap studi penelitian (Haghighi et.al, 2012) harga menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Studi ini juga mendukung penelitian yang dilakukan (Consuegra et al.2007) yang menemukan bahwa penerimaan harga langsung dipengaruhi oleh penilaian kepuasan dan loyalitas pada perusahaan jasa. Hal ini juga didukung oleh penelitian Bei dan Chiao (2001), Consegurea et al. (2007) menyatakan bahwa persepsi harga mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan

(26)

commit to user

62 terhadap kepuasan pelanggan. Kesesuain harga dalam penelitian ini merupakan hal yang fundamental dan hal yang sangat penting dalam membangun kepuasan pelanggan.

Penelitian yang dilakukan oleh Hermann et al. (2007) juga mendukung hasil penelitian ini. Dalam penelitiannya didapatkan bahwa persepsi harga mempunyai pengaruh terhadap kepuasan terhadap pelayanan dealer. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literature kepuasan dengan menggabungkan peran keadilan harga yang dirasakan dimana harga merupakan elemen yang utama dalam menentukan kepuasan pelanggan.

3. Pengaruh Kepuasan terhadap Loyalitas

Berdasarkan Tabel 4.18 diperoleh hasil bahwa kepuasan berpengaruh terhadap loyalitas dengan koefisien regresi sebesar 0,664 dengan nilai C.R kepuasan terhadap loyalitas sebesar 3,035 dengan nilai probabilitas sebesar 0,002, maka hal ini menunjukkan bahwa kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas. Petani merasa bahwa kualitas benih padi PT.

Sang Hyang Seri sudah sesuai sehingga petani cukup puas dengan keseluruhan benih padi yang ditawarkan. Namun, banyak petani yang kurang merekomendasikan produk tersebut kepada petani lain karena petani kurang puas pada hal informasi dari perusahaan misalnya pada saat harga mulai naik, petani tidak mengetahuinya dan kios yang menjual produk terkadang menaikkan harga yang tinggi, maka dari pihak perusahaan perlu meninjau produk di tiap kios-kios yang berada di jember. Berdasarkan hasil penelitian ini, H3 yang menyatakan bahwa kepuasan berpengaruh terhadap loyalitas tidak didukung pada studi ini.

Temuan pada penelitian ini mendukung studi terdahulu yang dilakukan oleh Espejel et.al. 2007 dan Samen et.al. 2011 yang telah mengungkapkan bahwa kepuasan petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas petani. Konsep yang teruji pada penelitian ini tidak memberikan dukungan terhadap penelitian Gwinner et.al, 1998; Reynold dan Beatty, 1999; Henning

(27)

commit to user

63 et.al, 2002; Wong dan Zhou, 2006. Hasil penelitian mereka menunjukkan adanya hubungan positif antara kepuasan pelanggan dan loyalitas konsumen.

Secara praktis penelitian ini memberikan pengertian bahwa loyalitas petani dapat ditingkatkan dengan membuat petani merasa puas melalui indikator yang telah teruji untuk melakukan pembelian ulang benih padi PT.

Sang Hyang Seri, sehingga dapat menjadi masukan bagi pemasar untuk dapat memberikan strategi pemasaran yang baik untuk menciptakan loyalitas petani.

Gambar

Tabel 15  Hasil Uji Validitas
Tabel 16  Hasil Uji Reliabilitas
Tabel 17  Uji Normalitas
Tabel 18  Hasil Uji Outliers
+2

Referensi

Dokumen terkait

Maka Pemohon sangat mengharapkan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi sebagai benteng terakhir serta sebagai penjaga konstitusi di Republik Indonesia untuk melindungi hak

Immanuel Syam Naek Nababan : Studi Perencanaan Tebal Lapisan Perkerasan Tambahan (Overlay) Pada Proyek Peningkatan Jalan Propinsi Jurusan Binjai – Timbang Lawang (STA 61+000

Berdasarkan seluruh uraian di atas, maka dalam penelitian ini penulis akan menjawab bagaimana perubahan perempuan yang menjunjung tinggi kesetaraan gender dengan

Error Analysis: Perspective on second language acquisition.. Error Analysis,

Penelitian ini membahas tentang pengaruh gaya hidup achievers terhadap keputusan penggunaan kartu kredit pada nasabah pengguna kartu kredit Bank Mandiri di

1) Kegiatan pembelajaran kurang maksimal karena saat itu laboratorium SMP Negeri 1 Ketapang sedang digunakan oleh kelas lain. Kegiatan pembelajaran akhirnya dilakukan di

Demikian juga halnya yang penulis rasakan, akhirnya dengan izin dan rahnat Allah SWT penulis dapat penyelesaikan skripsi ini,berjudul: “ ANALISIS SISTEM MARKETING

AUV diberikan perintah untuk bergerak menyelam pada kedalam 10 m, kemudian bergerak melewati koordinat yang diberikan berupa lintasan berbentuk persegi seperti