MEMBANGUN
LUMBUNG PANGAN
DI PERBATASANN
Sinergitas Merintis Ekspor Pangan
di Wilayah Perbatasan NKRI
SELAMAT DATAN
DI SOTA
PERBATASAN RI-PN
MEMBANGUN
LUMBUNG PANGAN
DI PERBATASAN
ergitas Metrtis Eepor ongan
Wayah Peroatas an NKR
MEMBANGUN
LUMBUNG PANGAN
DI PERBATASAN
Sineryitas Merintis tkspor
Pangandi Wilayah Perbatasan NKRI
Diterbitkarn oleh
Penulis
Dr.
I Andi Amman Salaiman, MP Pof (Riset) Dr. I rsat Las, MSPof (Riset) D« t Deciyarnto Soetopo, M'S Prof (Riset) Dr. Ir. Ismeth Inoum, MS Prof Dr Budi Indra Setiawan
Dr.Ir Kasdi
Subagyono, MS
Dr.Ir. Hermanto, MP Dr. Ir. Trip Alihamsyah Dr. . Syamsir Torang
Dr. Ir Erma Suryani,M Si Hoerudin, Phd
Dr.
Ir. Sam Herodian, MSDr. r. Farid Bahar, M.Sc Ir. Baran Wirawan, M.S
Fditor
Prof.(Riset) Dr. I Achmad Suryana, MS Buku ini dilindungi
Undang Undang
Hak Cipta Segata bentuk penggandaan
penerjemahan, atau reproduksi, baik melalui Pedia cetak maupu etektronik harus seizin
Drs Hermanto, M.Si
Cetakan Pertama Oktober 2017
ISBN 978 602 5540 06 6 penerbit, kecuali untuk
kutipan itmiah
SAMBUTAN
MENTERI PERTANIAN
Wilayah perbatasan merupakan bagian integral dan menjadi
"beranda terdepan" Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kawasan ini berperan penting dan strategis dari perspektif pertahanan keamanan maupun ekonomi, sosial, dan budaya. Masing-masing kawasan perbatasan memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lain. Secara umum, wilayah perbatasan Indonesia relatif tertinggal dari wilayah lain. Selain faktor geografis, hal ini juga disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur pendukung, khususnya dari aspek sosial ekonomi masyarakat Arah kebijakan pembangunan wilayah perbatasan selama ini cenderung inward looking sehingga seolah hanya menjadi bagian kecil dari suatu negara. Akibatnya, wilayah perbatasan seakan tidak mendapat prioritas dalam pembangunan, terutama karena lokasinya yang terpencil dengan aksesibilitas dan jumlah penduduk yang terbatas.
Ketidakseimbangan pembangunan antarwilayah akibat terpusatnya distribusi dan alokasi pemanfaatan sumber daya di wilayah perbatasan.
Pada era Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, pembangunan dimulai dari pinggiran melalui penguatan wilayah perbatasan dalam kerangka NKRI, sesuai dengan Nawa Cita. Dalam hal ini, meningkatkan produktivitas dan daya saing rakyat di pasar internasional serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan selunuh sektor strategis ekonomi domestik.
SAMBLJTAN MENTERI PERTANAN
Kementerian Pertanian telah mencanangkan "Indonesia Menuju
Lumbung Pangan Dunia 2045 (LPD-45)" dengan menetapkan proqram lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan (LPBE WP) sebagai
program aksi prioritas dalammewujudkannya.
Disadari bahwapembangunan LPBE-WP tidak berdampak besar jika hanya diupayakan
oleh Kementerian Pertanian, tetapi harus melibatkan sektor lain, terutama
yang terkait dengan pembangunan sarana prasarana, perdagangan,
regulasi, peningkatan kapasitas SDM, dan sebagainya. Oleh sebab itu, perancangan LDP-45 diawali dengan konsolidasi internal Kementerian
Pertanian dan secara simultan berintegrasi dengan pemangku
kepentingan kementerianlembaga di tingkat pusat dan daerah.
Kompleksitas masalah dan tantangan menuntut pengembangan LPBE-WP dilaksanakan secara konseptual dan bertahap menurut wilayah maupun program dan kegiatan. Tahap awal pengembangan difokuskan pada 11 kabupaten yang tersebar di Provinsi Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
Pola pengembangan LPBE-WP dicirikan oleh lima syarat penting: (1) berbasis kawasan dan pengembangan wilayah, (2) dirancang berdasarkan kebutuhan domestik dan permintaan pasar dalam negeri dan internasional, baik jumlah maupun jenis komoditas; (3) pemberdayaan petani dan kemitraan dengan BUMN, BUMD, dan swasta: (4) penerapan sistem pertanian modern dengan dukungan inovasi dan mekanisasi pertanian yang bertitik tolak dari sistem usaha pertanian eksisting; dan (5) pengembangan kelembagaan sarana dan prasarana produksi,permodalan, pengolahan, dan pamasaran hasit. Kajian mendalam tentang potensi sumber daya lahan dan SDM, peluang ekspor, dan market intelligence di negara tetangga harus menjadi rujukan dan motivasi dalam perancangan program pengembangan LPBE-WP
Saya mengapresiasi terbitnya Buku "Membangun Lumbung
Pangan di Perbatasan: Sinergitas Merintis Ekspor Pangan di WilayahSAMBUTAN MENTERI PERTANAN
Perbatasan NKRI. Buku ini mengungkap potensi wilayah perbatasan
dalam mewujudkan lumbung pangan berorientasi ekspor, yang diharapkan
menjadi acuan dalam pembangunan pertanian dan kedaulatan pangannasional ke depan. Semoga bermanfaat.
Jakarta, Oktober 2017
Menteri Pertanian RI,
Andi Amran Sulaiman
SAMBUTAN MENTER PERTANIAN
KATA
PENCANTAR
Puji Syukur ke hadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. karena berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan
buku "Membangun Lumbung Pangan di Perbatasan: Sinergitas MerintisEkspor Pangan di Wilayah Perbatasan NKRI" dapat diselesaikan tepat
waktu. Buku ini disusunsebagai
bentukapresiasi
dantanggung jawab kepada publik terkait dengan kinerja Kementerian Pertanian di wilayah
perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Program Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor di Wilayah Perbatasan (LPBE-WP) yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian bertujuan untuk
mencapai kedaulatan pangan hingga ke kawasan perbatasan, bahkan jika memungkinkan juga berkontribusi
untuk negara lain. Hal inisangat
relevandengan
Nawa Citaketiga
yangmembangun Indonesia
daripinggiran dengan memperkuat wilayah perbatasan
dalamkerangka
NKRI.Selain
mencegah penyelundupan, investasi
diperbatasan diyakini dapat menciptakan peluang ekspor komoditas pangan
kenegara tetangga.
Pada
tahap awal, pengembangan LPBE-WP difokuskan pada
11kabupaten
yangtersebar
di ProvinsiKepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara,
NusaTenggara Timur,
danPapua. Kabupaten
tersebutadalah
Lingga, Natuna,
danKarimun
diKepulauan Riau; Sanggau, Bengkayang, Sambas,
danKapuas
Hulu diKalimantan Barat; Nunukan
di
Kalimantan Utara;
Belu dan Malaka di NusaTenggara Timur,
danVi KATA PENGANTAR
Merauke di
Papua. Sesuai
arahanMenteri Pertanian, buku
inidiharapkan
bermanfaat dan menjadi
acuan dalampembangunan pertanian
diwilayah
perbatasan
Kepada tim penulis dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan
buku inidisampaikan penghargaan dan
terimakasih.
Untuk
penyempurnaan
bukuini,
saran dan masukankonstruktif sangat diharapkan. Semoga
buku inibermanfaat bagi
upayapengembangan
pangan
danpertanian berorientasi ekspor
diwilayah perbatasan.
Sekretaris Jenderal, Kementerian Pertanian
Hari Priyono
KATA PENGANTASR
DAFTAR ISI
SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN.
***+*****sbKATA PENGANTAR.
a******sone*iss, VBABI PENDAHULUAN
a**********ponesBAB II POTENSI WILAYAH PERBATASAN.
ae****ess 7Geografis Wilayah Perbatasan.
Potensi Sumber Daya..
Sumberdaya Lahan Pertanian
Potensi Sumber
Daya
Iklim danAir...
Sumber Daya Manusia..
Potensi Pengembangan LPBE di Wilayah Perbatasan.
Provinsi Kepulauan Riau.
Sumber Daya Lahan Pertanian.
Provinsi Kalimantan Barat.
9 ..9
* * *
10
************** .13
* * * * * w o e
******o***a* 1 3
.15
*****eesis
15
+******seno
.18
BAB
I1IPENGEMBANGAN LPBE-WP
* * * * * * s * 45Tinjauan Teoritik Wilayah Perbatasan Konsep Wilayah Perbatasan..
Pendekatan Pengembangan Kawasan Perbatasan.
Konsep Dasar Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor Wilayah Perbatasan (LPBE)
Pengertian
danDasar Pemikiran.
Kebijakan dan Strategi Pengembangan
. . .Strategi Pemanfaatan Peluang Ekspor..
46 46
48
53 53
* * * * * * e a r e + o s d e s a n a r e - a m c s.69
**.
viii
BABIV RANCANGAN SPESIFIK DAN IMPLEMENTASI
PENGEMBANGAN LPBE-WP. 75
Pengembangan LPBE-WP di Provinsi Kepulauan Riau. o***
Pengembangan LPBE-WP di
Provinsi KalimantanBarat..
82Pengembangan LPBE-WP di
Provinsi KalimantanUtara.
87Pengembangan
LPBE-WP di Provinsi NusaTenggara
Timur... 92Pengembangan LPBE-WP Provinsi Papua.
76
96
* * * * * *
BABV PENUTUP.
******* ... 105DAFTAR PUSTAKA..
... 107DAFTAR IS X
DAFTARR
CAMBAR
Gambar 1.1. Presiden di Pos Lintas Natas Negara (PLBN) Badau, Kapuas
Hulu, Kalimantan Barat, Maret 2017..Gambar 1.2. Melepas ekspor perdana beras ke Papua Nugini, Februari
2017.
* * * * * * * \ ...6* * * * * * * * * * * * * * n n a n e a r n o v c a o r n e r e r o o o o e a s e * * * *
Gambar 2.1. Batas NKRI dengan negara tetangga..
Gambar 2.2. Lahan potensial dan potensi tersedia di wilayah
8
* * * * * * * * * * *
perbatasan... **********************************************
Kondisi lahan sebelum di olah di Provinsi Kepulauan
Riau.
Gambar 2.3
********************.***°**a***********.******o************ ...16
Gambar 2.4. Kondisi lahan sebelum di olah di Provinsi Kalimantan
Barat.. * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * e * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * . . 1 9
Gambar 2.5 Kondisi lahan sebelum diolah di Provinsi Kalimantan
Utara
************** * * * * * * * * * * ***************************** 22 Gambar 2.6 Kondisi lahan sebelum diolah di Provinsi NusaTenggara Timur..
*************** .. 26Gambar 2.7. Kondisi lahan sebelum diolah di Provinsi
Papua..
Gambar 3.1. Rapat koordinasi gabungan LPBE, Jakarta Mei 2017.7 Konsepsi dan rancangan umum pengembangan
Gambar 3.2.
LPBE-WP.. *****s*****a***e***********************************************°************...58 Gambar 3.3. Hasil
implementasi pengembangan LPBE-WP.
60Gambar 3.4. Model pengembangan LPBE-WP dengan dua model (A) dan LPBE-WP terintegrasi SUP eksisting dan SUP
* * * * * * * * * * * * * * * * *
pengembangan...
a************°********e******************************************** ..61Gambar 3.5. Model pengembangan LPBE-WP(D) dan
LPBE-WP(LK) masing-masing dengan beberapa
alternatif Model SUP.. * * * * * * * * * ..62
* * * * * * * * * * * *
* * * * * * * * *
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3. 6. Kerangka pengembangan LPBE-WP berbasis
SUP inovatif/modern dan kawasan pengembangan
khusus..
* ****** 68Gambar 3.7.
Strategi
umum pengembangan LPBE-WP berbasisSUP inovatif/modern dan kawasan pengembangan
khusus.. 68
Gambar 4.1. Rancangan pengembangan LPBE-WP di Provinsi
Kepulauan Riau.. . . 7 8
Gambar 4.2. Pertanaman cabai di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Juni 2017.
Gambar 4.3. Pertanaman padi lokal dan jagung di Kabupaten
Sanggau,
Kalimantan Barat,Juni 2017.. 7 9
.83
Gambar 4.4.
Rancangan
pengembangan LPBE-WP di ProvinsiKalimantan Barat... . . 86
Gambar 4.5. Pertanaman pisang kepok di Kabupaten Nunukan,
Kalimantan Utara April 2 0 1 7 . .
.88
Target pengembangan LPBE-WP di ProvinsiKalimantan Utara.
Pertanaman bawang merah dan sapi bali di Gambar 4.6.
90 Gambar 4.7.
Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur,
Mei 2017...93 Gambar 4.8.Rancangan
pengembanganLPBE-WP di
Provinsi NTT.94Gambar 4.9. Pertanaman padi di Kabupaten Merauke,
Papua, April 2017.
Gambar 4.10. Rancangan pengembangan LPBE-WP di Provinsi
98
Papua.
100DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1
Luas lahan potensial untuk pengembangan tanaman pangan di wilayah perbatasanKepulauan Riau.. ********a*****
Kondisi iklim dan air di
beberapa kabupaten
diProvinsi Kepulauan Riau... ******************
...15
Tabel 2.2.. 17
Data kependudukan Provinsi Kepulauan Riau tahun 2016...
Tabel 2.3.
1o*isaosso*usaaet*aaaea* . 1 7
* * * *
Luas lahan potensial untuk pengembangan LPBE di wilayah perbatasan Kalimantan Barat..
Data kependudukan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2016.. *e*s*****
Luas lahan potensial untuk pengembangan tanaman Tabel 2.4.
.. 19
* * * * * * * * *
* * * *
Tabel 2.5.
. 2 1
Tabel 2.6.
pangan di wilayah perbatasan Provinsi
Kalimantan Utara...
..23Tabel 2.7 Luas lahan potensial untuk pengembangan tanaman pangan di wilayah perbatasan Provinsi Nusa
Tenggara Timur.. **e*i*sonar*sceoarer * * * 25 Tabel 2.8. Kondisi iklim dan air di Kabupaten Belu dan Malaka,
Provinsi NTT.. . 2 6
Tabel 2.9. Luas lahan potensial untuk pengembangan tanaman pangan di wilayah perbatasan Provinsi Papua
Data fasilitas KILB (Akumulasi Periode
Januari-Mei 2013).
8
Tabel 2.10.
3
Produksi pangan utama, jenis komoditas lintas batas
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Tabel 2.11.
dan aneka komoditas unggulan di 5 provinsi perbatasan..
Realisasi perdagangan lintas batas Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara periode 2010-2013.
. . 3 8
**************************************
Tabel 2.12.
39
* * * * * * * * * * * * * a r r s a
DAFTAR TAREL xii
Tabel 2.13. Peluang ekspor komoditas pertanian
kebeberapa
egara
yang berbatasan langsung dengan Indonesia, 2016.
Peluang ekspor komoditas pertanian Kalimantan
..42
********************************i*****so******************
Tabel 2.14
Barat, Kaliman.an Timur,
danKalimantan Utarc
ke Malaysia, 2015. 43
Tabel 3.1 Komoditas ekspor eksisting
danpotensial
dari limaprovinsi prioritas pengembangan LPBE-WP..
******a********** 66DAFTAR T A
MEMBANGUN
LUMBUNG PANGAN
DI PERBATASAN
Sinergitas
di Wilayah Perbatasan NKRIMerintis Ekspor Pangan
KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
Jl. Harsono RM No.3,
Ragunan
Pasar Minggu Jakarta SelatanTelepon: (021) 7811545
www.pertanian.go.id
141 1 10 E
825' 45
n3 8 67
ISBN 786025-54006
786025540066