B A B m
METODE PENELITIAN
Dalam bab ini akan dijelaskan secara ringkas metode atau prosedur penelitian yang dilakukan berdasarkan dasar teori yang ada. Penelitian dilakukan dengan cara pengamatan dan melakukan perhitungan dengan menggunakan program
"KAJT'.
Adapun pengamatan dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1) Pengamatan di luar bus RMB 2) Pengamatan di dalam bus RMB Pengamatan di luar bus meliputi:
1) Perhitungan volume lalu lintas 2) Pengukuranlebarjalan 3) Pengukuran jarak antar halte 4) Simulasi kecepatan bus Pengamatan di dalam bus meliputi:
1) Pencatatan jumlah penumpang bus yang naik dan turun pada tiap halte 2) Pengisian kuesioner oleh penumpang bus (lampiran B2).
3) Pencatatan waktu berhenti serta sebab - sebab berhentinya & waktu perjalanan bus
4) Pencatatan kecepatan rata - rata bus
Perhitungan dengan menggunakan program "KAJT' dilakukan untuk mengetahui apakah tiap persimpangan terpilih memungkinkan atau tidak apabila diberi lajur khusus bus.
m . 1. PENGAMATAN DILUAR BUS RMB
III. 1.1. PERHITUNGAN VOLUME LALU LINTAS
1) Perhitungan volume lalu lintas dilakukan selama tiga jam pada hari Selasa, 11 September 2001 pukul 06.00 - 09.00 WIB. Pengamatan dilakukan pada hari kerja yang dianggap mewakili keadaan lalu lintas di Surabaya tiap hari pada jam kerja dan pada "peak hour" atau jam tersibuk Surabaya.
2) Perhitungan volume lalu lintas dilakukan pada empat persimpangan terpilih sepanjang rute Purabaya - Tanjung Perak, yaitu:
i) Persimpangan Jl. Diponegoro - Raya Darmo dalam dua arah, pulang - pergi. (Gambar 3.1)
ii) Persimpangan Raya Darmo - Dr. Soetomo dalam dua arah, pulang - pergi. (Gambar 3.2)
iii) Persimpangan Jl. Gemblongan- Tunjungan. (Gambar 3.3) iv) Persimpangan Jl. Blauran - Praban. (Gambar 3.4)
Jl. Joyoboyo
Bank Panin K.B.S
I
u
Jl. Diponegoro
Gambar 3.1. Persimpangan Jl. Diponegoro - Raya Darmo
Jl. Raya Darmo
Eks. Bank Ciputra 1
• I"
2 • Jl. Dr. Soetomo
WWWN,
il
Kedutaan Amerikao
Monumen Perj. POLRI
tf
2 1 // : /
Jl. Raya Darmo
I <WWW,
Jl. Dr. Soetomo Jk 1Rama Salria Wibavva
Gambar 3.2. Persimpangan Raya Darmo - Dr. Soetomo
Warung Sotc
Jl. Gemblongan
1 3 :» Colombia
J 1 L •
Jl. Praban
WWWWl __ NWNWW
Jl. Genteng Kalid>-
Toko Janson
pos polisi
Z_2
SIOLA
Jl. Tunjungan
Gambar 3.3. Persimpangan Jl. Gemblongan - Tunjungan
Jl. Bubutan
Jl. Kranggan 1"
1-
Jl. Baliwerti
i°\\\\\\\\m
Jl. Praban! /
2 2 Jl. Blauran
Gambar 3.4. Persimpangan Jl. Blauran - Praban Keteranean:
Angka pada Gambar 3 . 1 - Gambar 3.4 menunjukkan jumlah pengamat.
Keempat persimpangan ini dipilih berdasarkan pertimbangan volume lalu lintas yang besar dan lebar persimpangan yang memungkinkan untuk diberi lajur khusus bus. Perhitungan volume lalu lintas juga dilakukan pada dua ruas jalan, yaitu: Jl. Pahlawan dan Jl. Pemuda, dengan pertimbangan lebar ruas jalan yang masih memungkinkan untuk diberi lajur khusus bus.
3) Pengamatan dilakukan oleh 52 orang pengamat dengan menggunakan stopwatch, counter, dan lembar pengamatan.
Penempatan para pengamat diatur menurut tingkat keramaian arus lalu lintas seperti tertera pada Gambar 3.1. sampai dengan Gambar 3.4.
Stopwatch untuk menentukan waktu perhitungan dan waktu istirahat Counter untuk menghitung jumlah kendaraan
29
Lembar pengamatan untuk mencatat hasil pengamatan (Lampiran B13).
4) Kendaraan digolongkan menjadi empat macam, yaitu HV (Heavy Vehicle), LV(Light Vehicle), MC (Motorcycle), dan UM (Unmotorized) Heavy Vehicle adalah kendaraan bermotor dengan lebih dari empat roda Light Vehicle adalah kendaraan bermotor dengan empat roda
Motorcycle adalah sepeda motor
Unmotorized adalah kendaraan tidak bermotor
5) Pengamatan dilakukan dalam interval 15 menit, yang berarti 14 menit menghitung, dan satu menit istirahat.
III. 1.2. PENGUKURAN LEBAR JALAN
1) Lebar jalan diukur dengan menggunakan roda ukur.
2) Pengukuran dilakukan pada semua persimpangan dan ruas jalan terpilih.
Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan Wentry, Wexit, Wltor, Wrtor, Wr, dan Wa seperti terlihat pada Gambar 3.5. sesuai spesifikasi yang disarankan dalam proses perhitungan (MKJI, 1997).
Wexit
H H
wL1
4
<
W entry r
^ w
w
WA
•
W exit
H M
WLTOR - — \ 1 W entry
<-±+< M
w,
Gambar 3.5. Persimpangan Dengan atau Tanpa Pulau
3 1
III. 1.3. PENGUKURAN JARAK ANTAR HALTE
1) Pengamatan dilakukan dengan cara mencatat angka yang tertera pada odometer sepeda motor pada saat melewati halte.
2) Halte yang dicatat adalah halte yang disinggahi bus RMB jurusan Purabaya-Tanjung Perak, baik halte resmi ataupun tidak resmi (lampiran A). Adapun jumlah seluruh halte adalah 72 halte, yaitu 38 halte dari Purabaya-Tanjung Perak, dan 34 halte dari Tanjung Perak - Purabaya.
ni.1.4. SIMULASIWAKTU TEMPUH BUS
Pengamatan dilakukan dengan menggunakan mobil yang dikondisikan seperti bus RMB, dengan asumsi:
1) Kecepatan jelajah rata - rata 40 km/jam dengan percepatan dan perlambatan yang dikondisikan seperti bus RMB.
2) Rute yang dilalui mobil sama dengan rute bus RMB.
3) Mobil berhenti di semua halte yang biasa disinggahi bus sesuai dengan rata - rata waktu berhenti bus RMB.
4) Tersedia lajur khusus bus dan adanya prioritas pada persimpangan, sehingga perjalanan tidak mengalami gangguan dari kendaraan lain.
5) Simulasi dilakukan dalam beberapa kombinasi, seperti pada tabel 3.1.
Tabel 3.1. Kombinasi Simulasi Waktu Tempuh Bus RMB
No 1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Kombinasi 1 2 3.1 3.2 1,2 1,3.1 1,3.2 2,3.1 2,3.2 1,2,3.1 1,2,3.2 Keterangan:
1 adalah pemberian lajur khusus.
2 adalah penertiban halte.
3.1 adalah prioritas pada persimpangan dengan asumsi bus tidak pernah tertunda akibat lampu merah di persimpangan.
3.2 adalah prioritas pada persimpangan dengan asumsi bus selalu mengalami satu kali tundaan akibat lampu merah di persimpangan.
Tujuan dari simulasi ini adalah untuk mendapat data total waktu tempuh atau total waktu perjalanan bus RMB apabila diberikan prioritas pada bus RMB dengan berbagai kombinasi. Kemudian data ini akan dibandingkan dengan total waktu tempuh yang sesungguhnya terjadi untuk mengetahui peningkatan pelayanan bus RMB ditinjau dari segi waktu tempuhnya.
33
III.2. PENGAMATAN DI DALAM BUS RMB
1) Pengamatan dilakukan secara serentak pada hari dan jam yang sama.
2) Jumlah bus RMB yang diamati adalah 12 armada (dua di antaranya merupakan bus cadangan)
3) Pengamatan dilakukan dalam satu kali loop atau satu kali putaran perjalanan bus, yaitu dari Purabaya - Tanjung Perak kemudian kembali lagi ke Purabaya.
4) Jumlah seluruh pengamat adalah 40 orang, dengan perincian 4 orang per bus.
a) Orang pertama bertugas untuk mencatat jumlah penumpang yang naik melalui pintu depan pada tiap halte.
b) Orang kedua mencatat jumlah penumpang yang turun melalui pintu belakang pada tiap halte.
c) Orang ketiga mencatat waktu berhenti bus pada tiap halte dan kecepatan rata - rata bus.
d) Orang keempat bertugas untuk membagikan kuesioner pada para penumpang bus.
III.2.L PENCATATAN JUMLAH PENUMPANG
1) Pengamatan dilakukan oleh dua orang pengamat per bus
2) Pencatatan dilakukan pada lembar pengamatan seperti terlihat pada LampiranB3.
3) Dari pengamatan tersebut bisa diketahui halte manakah yang paling ramai dan mana halte yang sepi.
111.2.2. KUESIONER
Kuesioner yang dibagikan kepada para penumpang direncanakan berjumlah 50 lembar per bus, dengan rincian 25 lembar untuk setengah loop pertama (dari Purabaya - Tanjung Perak) dan 25 lembar untuk setengah loop kedua (dari Tanjung Perak - Purabaya). Sehingga total kuesioner yang akan didapat adalah 500 lembar.
IH.2.3. PENCATATAN WAKTU TEMPUH, WAKTU BERHENTI, DAN KECEPATAN RATA - RATA BUS
Para pengamat mempergunakan stopwatch untuk mengetahui waktu berhenti bus di setiap halte, kemudian hasilnya dicatat pada lembar pengamatan (Lampiran B7). Pencatatan juga dilakukan apabila bus berhenti karena mengalami hambatan. Akan dicatat juga lokasi di mana bus berhenti beserta penyebabnya. (Lampiran B9).
UI.3. PERHITUNGAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM "KAJI"
Tujuan perhitungan program KAJI adalah untuk mengetahui apakah aias jalan dapat diberi lajur khusus dan pada persimpangan dapat diberi daerah
khusus bus. Program KAJI yang dipergunakan adalah perhitungan pada ruas jalan raya dan perhitungan pada persimpangan bertanda.
1. Perhitungan pada ruas jalan adalah untuk mengetahui kapasitas, derajat kejenuhan, kecepatan, dan waktu perjalanan pada suatu jalan tertentu.
Derajat kejenuhan dicari dengan rumus:
DS = Q / C I
35
Dimana :
DS : Degree of saturation atau derajat kejenuhan Q : Flow (pcu/hour) atau arus lalu lintas
C : Capacity (pcu/hour) atau kapasitas jalan Kapasitas dicari dengan rumus :
C = Co x FCW x FCSp x FCSF xFCCs Dimana :
C : Actual capacity (pcu/hour) Co : Base capacity (pcu/hour) FCw : Road with adjustment factor
FCsp : Directional split adjustmentfactor
FCSF : Side friction and shoulder/kerb adjustment factor FCcs : City size adjustment factor
2. Perhitungan pada persimpangan untuk mengetahui kapasitas, tundaan, panjang antrian dan rata - rata kendaraan berhenti berapa kali di persimpangan.
DS = Q / C = (Q x c) / (Sxg)
Dimana:
DS : Degree ofsaturation Q : Flow (pcu/hour) c : Cycle time (sec) g : Green time (sec)
S : Saturation flow (pcu/hg)
S = S0 x Fcs x FSF x FG x FP x FR T x FLT
Dimana :
S : Saturation flow (pcu/hg) So : Base saturation flow (pcu/hg) Fcs : City size adjustment factor
FCSF : Sidefriction adjustment factor
FG : Gradient adjustment factor Fp : Parking adjustment factor FRT : Right turn adjustment factor FLT : Lefl turn adjusment factor