Laporan Akhir
Klaster Penelitian Pembinaan / Kapasitas
MODEL PENGEMBANGAN SISTEM TRANSPORTASI RAMAH LINGKUNGAN (TRANSPORTASI HIJAU) DALAM
MENUNJANG MOBILITAS CIVITAS AKADEMIKA DI KAMPUS UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Oleh :
Nama Lengkap Peneliti : Iyan Awaluddin, ST., MT.
NIP : 19881206 201903 1 013
Pangkat /Gol : Penata Muda Tk. 1 (III/b)
NIDN : 2006128801
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
ALAUDDIN MAKASSAR TAHUN 2021
ii
ii
KATA PENGANTAR
Assalamu alaikum Wr. Wb.
Puji serta syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas seluruh rahmat serta hidayahnya kepada kita, terkhusus kepada penulis yang sudah dilimpahkan rahmat kekuatan serta kemampuan dalam menyusun laporan akhir penelitian ini yang berjudul “Model Pengembangan Sistem Transportasi Ramah Lingkungan (Transportasi Hijau) dalam Menunjang Mobilitas Civitas Akademika di Kampus UIN Alauddin Makassar”.
Sebagai makhluk yang tentunya tidak pernah luput dari salah dan khilaf, penulis sangat sadar bahwa dalam penyusunan laporan akhir penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala saran dan masukan yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan untuk menyempurnakan proposal ini.
Untuk itu, permohonan mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam proses penyusunan proposal ini. Harapan penulis agar proposal ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.
Samata - Gowa, 25 September 2021 Penyusun,
iii
iii ABSTRAK
Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang terbesar polusi udara di daerah perkotaan yang tidak hanya berimbas pada lingkungan hidup tetapi juga berimbas pada penurunan tingkat kesehatan penduduk. Sejalan dengan itu, Rektor UIN Alauddin Makassar telah merumuskan sebuah harapan dan ide perubahan bagi kampus yang tertuang dalam Panca Cita Rektor dengan salah satunya ingin mewujudkan kampus yang asri, yang secara implementasi dapat dimulai dengan mewujudkan model pengembangan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di dalam kampus segaligus dapat menjadi percontohan bagi pengelolaan sistem transportasi ramah lingkungan baik ditingkat universitas, daerah maupun nasional.
Dengan merujuk pada indikator UI GreenMetric 2021, maka penilaian tingkat ketersediaan dan pemodelan sistem transportasi ramah lingkungan di dalam kampus UIN Alauddin dilakukan dengan metode pendekatan analisis berupa pendekatan kuantitatif bagi penilaian tingkat ketersediaannya dan pendekatan kualitatif dalam perumusan pemodelan sistem transportasi ramah lingkungan, menggunakan data berupa data primer dan data sekunder yang diperoleh dari arsip data UIN Alauddin Makassar dan sumber pustaka lainnya.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di kawasan Kampus 2 UIN Alauddin Makassar masih dalam kategori rendah karena belum memiliki moda transportasi massal yang ramah lingkungan sehingga perlu diarahkan pada penyediaan dan pengembangan infrastruktur sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di kawasan Kampus 2 UIN Alauddin Makassar baik fisik berupa pengembangan fasilitas penunjang maupun non fisik berupa berupa kebijakan tertulis.
Kata Kunci : pengembangan; ramah lingkungan; transportasi hijau
iv
iv DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
KATA PENGANTAR ... ii
ABSTRAK ... iii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1-4 A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 2
C. Tujuan dan Manfaat ... 2
D. Lingkup Penelitian ... 3
E. Sistematika Pembahasan ... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5-16 A. Pengertian Transportasi ... 5
B. Peran Transportasi ... 6
C. Peramalan Kebutuhan Pergerakan ... 8
D. Hubungan Guna Lahan dengan Bangkitan dan Tarikan Pergerakan ... 9
E. Perubah Penentu Lalulintas ... 10
F. Interaksi Sistem Kegiatan dengan G. Sistem Jaringan Transportasi ... 12
H. Aksesibilitas ... 13
I. Kriteria/indikator di UI Green Matric ... 14
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 17-25 A. Lokasi Penelitian ... 17
B. Waktu Penelitian... 17
C. Biaya Penelitian ... 18
D. Jenis dan Sumber Data ... 18
E. Teknik Pengumpulan Data ... 19
F. Metode Analisis Data ... 20
v
v
G. Rencana Pembahasan ... 23 H. Organisasi Pelaksana Penelitian ... 25 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 26-64 A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 26 B. Kondisi Fisik Kawasan ... 28 C. Sumber Daya Manusia (Mahasiswa dan
Pegawai) ... 31 D. Aspek Sarana dan Prasarana ... 36 E. Permasalahan Kawasan Parkir
Kampus 2 UIN Alauddin Makassar... 41 F. Analisis Tingkat Ketersediaan Sistem
Transportasi Ramah Lingkungan (Transportasi Hijau) di Kawasan Kampus 2
UIN Alauddin Makassar ... 43 1. Layanan Shuttle Kampus ... 43 2. Kebijakan dan Ketersediaan
Moda/Kendaraan Bebas Emisi di dalam
Kampus ... 45 3. Program Transportasi yang Didesain
untuk Mengurangi Zona Parkir di dalam
Kampus (Sepanjang 3 Tahun Terakhir) .... 46 4. Inisiatif dalam Mengurangi Alat
Transportasi Pribadi (Kendaraan Pribadi) . 47 5. Ketersediaan Jalur Pejalan Kaki ... 48 6. Rekaputulasi Tingkat Ketersediaan
Sistem Transportasi Ramah Lingkungan di Kawasan Kampus 2 UIN Alauddin
Makassar ... 50 G. Arahan Pengembangan Sistem
Transportasi Ramah Lingkungan (Transportasi Hijau) di Kawasan Kampus 2
UIN Alauddin Makassar ... 52 1. Pengembangan Layanan Shuttle
Kampus ... 53 2. Kebijakan dan Pemanfaatan Moda
Kendaraan Bebas Emisi di dalam
Kampus ... 55 3. Pengembangan Program Transportasi
yang Didesain untuk Mengurangi Zona
vi
vi
Parkir di dalam Kampus ... 53 4. Pengembangan Program dalam
Mengurangi Alat Transportasi Pribadi
(Kendaraan Pribadi) ... 59 5. Pengembangan Jalur Pejalan Kaki
(Pedestrian) yang Artistik dan Ramah
Terhadap Disabilitas ... 61 BAB V PENUTUP ... 65-66 A. Kesimpulan ... 65 B. Saran dan Rekomendasi ... 66 DAFTAR PUSTAKA ... 67
vii
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Variabel/kategori yang digunakan dalam
UI Green Matric ... 14
Tabel 2.2. Variabel/kategori dan indikator yang digunakan dalam UI Green Matric ... 14
Tabel 3.1. Nilai Bobot dalam Penilaian Variable/ Indikator ... 21
Tabel 3.2. Kriteria Hasil Penilaian Tingkat Ketersediaan.. 22
Tabel 3.3. Variabel dan Indikator Penilaian Transportasi Ramah lingkungan (Transprtasi hijau) ... 22
Tabel 4.1. Penggunaan lahan ... 29
Tabel 4.2. Jumlah mahasiswa dan dosen ... 31
Tabel 4.3. Jenis sarana kampus ... 36
Tabel 4.4. Tingkat ketersediaan sistem transportasi ramah lingkungan di kawasan Kampus 2 UIN Alauddin Makassar ... 51
viii
viii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1. Alur Kerangka Penulisan ... 24 Gambar 4.1. Kondisi penggunaan lahan di Kampus 2
UIN Alauddin Makassar ... 30 Gambar 4.2. Peta kawasan penelitian Kampus 2
UIN Alauddin ... 38 Gambar 4.3. Peta fungsi bangunan Kampus 2 UIN
Alauddin ... 39 Gambar 4.4. Kondisi titik parkir Kampus 2 UIN Alauddin
Makassar (sebelum pandemi Covid-19) ... 42 Gambar 4.5. Kondisi halte bus di Kampus 2 UIN
Alauddin Makassar ... 44 Gambar 4.6. Kondisi jalur pejalan kaki (pedestrian)
di Kampus 2 UIN Alauddin Makassar ... 49 Gambar 4.7. Arahan pengembangan rute pelayanan
shuttle kampus ... 57 Gambar 4.8. Arahan pengembangan jalur sepeda kampus .... 58 Gambar 4.9. Arahan pengembangan zona pusat
parkir kampus ... 63 Gambar 4.10. Arahan pengembangan jalur pedestrian
kampus ... 64
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu isu dan permasalahan yang sangat penting dalam pembangunan kota dan kawasan selain dari masalah soial dan ekonomi yaitu masalah lingkungan. bahkan permasalahan lingkungan tidak hanya dimiliki oleh kota-kota besar di Indonesia tetapi bahkan menjadi isu global yang sampai saat ini menjadi salah satu perhatian dunia. pemanasan global yang terjadi beberapa tahun terakhir berimplikasi pada perubahan iklim yang memaksa perubahan sendi-sendi kehidupan diberbagai sektor termasuk memaksa penduduk kota untuk peduli terhapap lingkungan. Sektor ekonomi, sosial dan terutama lingkungan merupakan kunci keberlanjutan kehidupan, keseimbangan antar ketiga aspek tersebut diharapkan dapat terwujud dengan baik agar generasi mendatang dapat ikut memanfaatkan dan menikmati sumber daya yang ada seperti saat ini untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang (Mukaromah, 2020).
Salah satu penyumbang polusi udara yang merupakan penyebab pemanasan global adalah aktifitas transportasi, pertambahan kendaraan bermotor dari tahun ketahun menjadi pemicu peningkatan kerusakan lingkungan tersebut. Isu tentang dampak lingkungan akibat transportasi ialah isu yang sudah timbul semenjak ditemuinya alat transportasi bermotor yang memakai materi bakar fosil, yang bersumber pada informasi lingkungan yang ada menampilkan sektor transportasi sangat berkontribusi sekitar 23% dari emisi gas CO (carbon monoxide/green house) dan tumbuh sangat cepat dari pemanfaatan energi di berbagai sektor (Widiantono, 2009).
Sistem transportasi perkotaan yang cenderung lebih mengutamakan pemakaian kendaraan individu atau pribadi mengkomsumsi tenaga yang besar, mengusik keadaan kesehatan warga, serta tingkatan pelayanan yang terus menurun meski dengan investasi yang terus meningkat, kerugian akibat
2
kemacetan lalu lintas Kota Jakarta menampilkan dampak ekonomi yang terjadi karena kerugian akibat kemacetan tersebut bisa menyentuh besaran Rp. 1,25 juta per kapita per tahun yang beberapa besar dampak minus itu terdesak dipikul oleh pihak yang justru umumnya tidak memiliki akses kepada konsumsi alat transportasi orang itu (Widiantono, 2009).
Oleh karena itu, peran aktif berbagai pihak dalam penanggulangan dan pemulihan kerusakan lingkungan sangat dibutuhkan, termasuk didalamnya para akademisi diberbagai perguruan tinggi harus menjadi garda terdepan dalam melakukan hal tersebut. Merealisasikan hal tersebut, di beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah menerapkan konsep Green Campus sebagai bagian dari upaya penciptaan kampus yang ramah terhadap lingkungan, termasuk Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang telah menggagas UIN Alauddin sebagai kampus hijau (Green Campus) yang merupakan bentuk implementatif dari salah satu Panca Cita Rektor dibidang non akademik yaitu menciptakan UIN Alauddin sebagai kampus yang asri.
Upaya tersebut tentu harus didukung dengan berbagai upaya lanjutan, merujuk pada kriteria UI Green Matric sebagai pijakan dalam penilaian kampus berkelanjutan, maka salah satu hal pokok yang harus ada dan diwujudkan yaitu sistem transportasi internal kampus yang ramah terhadap lingkungan atau sistem transportasi hijau kampus yang akan menjadi cerminan utama kampus UIN sebagai kampus hijau atau kampus yang ramah lingkungan sekaligus dapat menjadi contoh penerapan sistem transportasi ramah lingkungan bagi kota-kota di Indonesia.
Dengan pertimbangan tersebut maka sangat penting untuk melakukan kajian tentang pengembangan model atau konsep sistem transportasi ramah lingkungan yang dapat dikembangkan sebagai bagian utama dalam upaya mengembangkan kampus UIN Alauddin ini sebagai kampus hijau, asri dan berkelanjutan.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang tersebut, maka dapat rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
3
1. Bagaimana tingkat ketersediaan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di Kawasan kampus II UIN Alauddin Makassar?
2. Bagaimana konsep pengembangan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di Kawasan kampus II UIN Alauddin Makassar?
C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut:
a. Untuk mengetahui tingkat ketersediaan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di Kawasan kampus UIN Alauddin Makassar.
b. Merumuskan konsep pengembangan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di Kawasan kampus UIN Alauddin Makassar.
2. Manfaat
Adapun manfaat penyusunan penelitian ini yaitu antara lain:
a. Sebagai masukan bagi Pimpinan UIN Alauddin Makassar untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan bagi penyusunan program pengembangan Kampus Hijau (Green Campus) di UIN Alauddin Makassar.
b. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya.
D. Ruang Lingkup Penelitian
Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dijelaskan, maka ruang lingkup pembahasan dalam penelitian ini difokuskan pada:
1. Lingkup wilayah penelitian di fokuskan pada Kawasan kampus II UIN Alauddin Makassar yang menjadi pusat
4
aktivitas utama civitas akademika dengan tingkat populasi yang berkatifitas yang tinggi .
2. Melakukan kajian dan perumusan model atau konsep pengembangan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di Kawasan Kampus II UIN Alauddin Makassar, yang lebih difokuskan pada beberapa kriteria kampus hijau baik aspek fisik maupun non fisik.
E. Sistematika Pembahasan
Penulisan laporan dilakukan dengan sistematis sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian dan sistematika pembahasan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Berisi tentang beberapa teori yang relevan/sesuai dengan proposal penelitian yang disusun.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Menguraikan tentang lokasi penelitian, waktu penelitian, jenis dan sumber data, Teknik pengumpulan data, metode analisis data.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Menguraikan tentang gambaran umum dan sejarah lokasi penelitian, kondisi fisik kawasan, ketersediaan sarana dan prasarana serta isu dan permasalahan parkir di kawasan kampus UIN Alauddin Makassar.
BAB V PENUTUP
Menguraikan tentang kesimpulan yang telah dirumuskan dari hasil analisis dan kajian sebelumnya yang kemudian menjadi dasar dalam perumusan saran dan rekomendasi penelitian.
5 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Transportasi
Transportasi telah semenjak lama diketahui warga serta bisa jadi sama tuanya dengan peradaban manusia. Transportasi pula hadapi pertumbuhan cocok dengan tuntunan era serta dibutuhkan manusia dalam melaksanakan aktivitasnya. Oleh Sebab itu, transportasi dalam kehidupan manusia sangat bermanfaat sebab sanggup menanggulangi keterbatasan serta keahlian manusia.
Transportasi merupakan proses pemindahan benda serta ataupun orang dari sesuatu tempat ketempat yang lain. Usaha pemindahan ini nyaris senantiasa memunculkan kemudian lintas (Warpani, 1990). Perihal ini menggambarkan sesuatu medium aktivitas daripada gabungan kemampuan guna lahan serta keahlian perangkutan.
Pada dasarnya pengangkutan ataupun pemindahan benda serta orang dari tempat asal ketempat tujuan menghasilkan ataupun menaikan khasiat dari muatan yang diangkut. Khasiat yang diciptakan oleh transportasi tersebut spesialnya buat angkutan pada dasarnya terdapat 2 ialah khasiat tempat serta waktu. Kedua khasiat tersebut berarti transportasi membagikan jasa kepada warga yang diucap jasa transportasi (Morlok, 1991).
Usaha transportasi ini bukan cuma berbentuk pergerakan benda serta orang dari sesuatu tempat ketempat lain dengan metode keadaan statis tanpa pergantian, namun transportasi senantiasa diusahakan revisi serta kemajuannya cocok dengan pertumbuhan peradaban serta teknologi. Dengan demikian transportasi senantiasa diusahakan revisi serta peningkatannya buat menggapai efisiensi waktu yang kilat serta pengeluaran yang kecil.
6
Transportasi pada pokoknya merupakan pemindahan orang ataupun benda dari sesuatu tempat ketempat yang lain dengan perlengkapan maupun dengan tidak dengan perlengkapan. Permintaan transportasi ialah tipe permintaan yang tidak langsung, berasal dari kebutuhan manusia hendak bermacam tipe benda serta jasa.
B. Peranan Transportasi
Transportasi ialah bagian integral dari sesuatu guna warga yang menampilkan ikatan erat dengan style hidup, jangkauan serta posisi dari aktivitas produktif, serta selingan dan benda serta pelayanan yang ada buat disantap.
Menurut Jinca (2002), kalau aspek yang mempengaruhi pada tingkatan perkembangan transportasi pada sesuatu daerah merupakan aspek geografis, ekonomi, metode, sosial politik, kemajuan peradaban manusia serta area. Pengguna jasa transportasi merupakan warga luas yang memerlukan jasa transportasi dalam melakukan kegiatannya baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial serta budaya ataupun dalam bidang pertahanan keamanan Negeri. Secara lebih spesial transportasi memiliki sebagian peranan berarti ialah; peranan murah, peranan sosial serta politik dan peranan dalam area (Morlok dalam Jinca, 2002).
1. Peranan ekonomi dan transportasi antara lain:
a. Ekspansi wilayah jangkauan benda serta pelayanan yang bisa disantap disuatu area. Perihal ini membolehkan eksploitasi sumber- sumber yang lebih ekonomis ataupun bermutu yang lebih besar.
b. Pemakaian sumber bahan dengan cara lebih berdaya guna membolehkan terbentuknya pengkhususan ataupun penjatahan profesi. Perihal ini berikutnya menyebabkan kenaikan jumlah ataupun mutu beberapa barang buat disantap serta terkonsentrasinya kegiatan penciptaan disejumlah tempat khusus serta ini membolehkan aglomerasi ekonomi.
c. Dengan terdapatnya sarana pemindahan hingga bekal materi buat penciptaan tidak terbatas pada sesuatu
7
wilayah serta bisa didapat dari daerah- daerah yang lain.
Perihal ini membagikan kesempatan buat berproduksi lebih banyak tanpa halangan yang diakibatkan oleh kekurangan materi buat aktivitas berproduksi.
2. Peranan sosial dari transportasi antara lain
a. Membolehkan pola pengkhususan dari kegiatan orang.
Perihal ini membagikan pilihan- pilihan posisi yang lebih banyak untuk tempat- tempat tinggal serta tempat melaksanakan bermacam aktivitas cocok dengan kemauan ataupun keinginan orang itu sendiri.
b. Membagikan pilihan- pilihan untuk orang mengenai pola serta tempat mereka tinggal dan melaksanakan aktivitasnya apakah mengelompok dengan kepadatan besar ataupun menabur. Perihal ini berikutnya membagikan pula independensi dalam memilah style hidupnya ataupun cara- caranya dalam melaksanakan aktivitas.
3. Peranan sosial transportasi antara lain:
a. Transportasi serta komunikasi membolehkan penerapan penguasa dari sutau area yang lebih besar bisa dicoba oleh penguasa.
b. Transportasi serta komunikasi pula memprioritaskan penyamaan hukum serta peraturan atau perundang- undangan.
c. Transportasi serta membolehkan tampaknya interaksi dalam warga serta ini pengaruhi bentuk ekonomi, sosial ataupun politik dari warga itu.
4. Peranan transportasi dalam wilayah antara lain merupakan:
a. Biasanya dapat dianggap kalau peranan ini merupakan minus semacam perihalnya pemakaian sumber- sumber alam serta pencemaran lingkungan.
b. Dilain pihak transportasi memungkinkan pula orang buat melaksanakan perjalanan untuk menikmati lingkungan alamiah.
8
c. Kemampuan orang untuk melaksanakan ekspedisi dengan sistem pemindahan yang mendukung bisa membagikan peluang buat melaksanakan pilihan- pilihan kepada aksi serta memasukkan selaku aspek timbangan dalam melestarikan serta penjagaan kepada area alami.
Melihat peranan transportasi seperti yang diuraikan di atas, maka dianggap perlu untuk melakukan penanganan transportasi dalam proses perencanaan transportasi yang lebih baik penyediaan maupun pengelolaannya.
C. Peramalan Kebutuhan Pergerakan
Suatu jaringan transportasi yang baik adalah mampu mengantisipasi perkembangan yang terjadi. Dengan kata lain, jaringan transportasi harus direncanakan tidak hanya untuk saat ini melainkan juga untuk kondisi sampai masa perencanaannya.
Dapat dikatakan bahwa peramalan kondisi yang terjadi pada masa mendatang menjadi salah satu hal yang terpenting dalam perencanaan jaringan transportasi. Peramalan kebutuhan pergerakan ini pada dasarnya menganalisis seluruh data identifikasi yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya (Tamin,1997)
Teori, metoda dan model dalam tahap peramalan bertujuan untuk menyediakan keluaran Isehubungan dengan berapa jumlah permintaan atau potensi pemakai dalam horizon waktu perencanaan. Peramalan (forecasting) dalam transportasi dilakukan terhadap besaran yang dapat menjelaskan kecenderungan pertumbuhan permintaan transportasi dimasa depan. Ini biasanya mencakup besaran populasi penduduk, pendapatan dan kepemilikan kendaraan.
Berbicara masalah penanganan dan pemecahan persoalan transportasi, berarti bagaimana kita dapat melakukan perencanaan sistem transportasi ke arah yang baik di masa mendatang. Karena menyangkut perencanaan, tentu kita tak lepas dari proses. Proses adalah urutan-urutan dalam kurun waktu yang harus dilewati. Dengan demikian kebijaksanaan dibidang transportasi memiliki dimensi waktu berupa
9
perencanaan jangka pendek, perencanaan jangka menengah dan perencanaan jangka panjang (Miro, 1997).
a. Perencanaan Transportasi Jangka Pendek:
Kebijakan transportasi kota yang bersifat perencanaan jangka pendek merupakan tindak yang diambil hanya untuk keperluan sementara waktu dalam mencari jalan keluar dari masalah transportasi kota (Sifatnya Tambal Sulam) dan diperlukan hanya pada saat itu saja.
Kebijaksanaan jangka pendek biasanya diterapkan pada sistem pergerakan untuk mengatur pola lalulintas di perkotaan agar kemacetan dapat diatasi untuk sementara.
b. Perencanaan Transportasi Jangka Menengah:
Perencanaan transportasi jangka menengah sudah mengarah kepada perbaikan sistem transportasi berupa sarana (alat angkut) seperti pengadaan dan penambahan armada, peremajaan armada dan dalam kurun waktu yang diperlukan berkisar antara 5 tahun sampai 20 tahun.
c. Perencanaan Transportasi Jangka Panjang:
Perencanaan transportasi jangka panjang, terfokus pada perbaikan infrastruktur sistem transportasi dan penetapan kebijaksanaan transportasi untuk merubah cara operasi transportasi kearah yang lebih baik untuk periode waktu diatas 20 tahun.
D. Hubungan Guna Lahan dengan Bangkitan dan Tarikan Pergerakan
Transportasi dan fungsi lahan berhubungan sangat erat, sehingga biasanya dianggap membentuk satu landuse transport system. Agar tata guna lahan dapat terwujud dengan baik maka kebutuhan transportasinya harus terpenuhi dengan baik ; sistem transportasi yang macet tentunya akan menghalangi aktivitas tata guna lainnya. Sebaliknya, transportasi yang tidak melayani suatu tata guna lahan akan menjadi sia-sia atau tidak termanfaatkan. (Tumewu, 1997).
10
Dalam menentukan suatu pemodelan bangkitan dan tarikan lalu lintas suatu wilayah, menurut Tamin (1997) terdapat dua aspek guna lahan yang mempengaruhinya, yaitu:
a. Jenis fungsi lahan
Jenis guna lahan yang berbeda mempunyai ciri bangkitan dan tarikan lalulintas yang berbeda-beda ditinjau dari arus lalulintas pada waktu tertentu.
b. Intensitas aktivitas guna lahan
Bangkitan pergerakan bukan saja beragam dalam jenis tata guna lahan, tetapi juga tingkat aktivitasnya, semakin tinggi tingkat penggunaan sebidang lahan, semakin tinggi pergerakan arus lalulintas yang dihasilkannya.
Beberapa model sintetis yang telah dikembangkan mengasumsikan bahwa setiap pergerakan yang terjadi mempunyai asal dan tujuan. Model tersebut pada dasarnya menghubungkan zona bangkitan dan zona tarikan. Untuk pergerakan berbasis rumah, zona bangkitannya adalah rumah, misalnya pergerakan pergi menuju tempat kerja (pendidikan, tempat belanja) ; sedangkan zona tarikannya adalah kantor, sekolah atau toko. Untuk pergerakan pulang, terjadi hal sebaliknya; zona bangkitan adalah kantor, sekolah atau toko, sedangkan zona tarikan adalah rumah (Tamin, 1997).
E. Perubah Penentu Lalulintas
Martin B.,1996. dalam Warpani (1990) menyebutkan bahwa ada 10 (sepuluh) faktor yang menjadi peubah penentu bangkitan lalu lintas dan semuanya sangat mempengaruhi volume lalu lintas serta penggunaan sarana dan prasarana perangkutan yang tersedia. Kesepuluh faktor tersebut adalah sebagai berikut:
1. Maksud perjalanan
Maksud perjalanan merupakan ciri khas sosial suatu perjalanan. Sekelompok orang yang melakukan perjalanan bersama-sama (misalnya dalam satu kendaraan umum) bisa jadi mempunyai satu tujuan yans sama, tetapi maksud
11
mereka mungkin saja berbeda-beda, misalnya ada yang hendak bekerja.
2. Penghasilan keluarga
Penghasilan merupakan ciri khas lain yang bersangkut- paut dengan perjalanan seseorang. Peubah ini kontinu walaupun terdapat beberapa golongan penghasilan.
Penghasilan keluarga berkaitan erat sekali dengan pemilikan kendaraan.
3. Pemilikan kendaraan
Ciri khas yang ketiga ini pun merupakan peubah kontinyu.
Pemilikan kendaraan umumnya erat sekali berkaitan dengan perjalanan per orang (per unit rumah), dan juga dengan kerapatan penduduk, penghasilan keluarga, dan jarak dari PKK (pusat kegiatan kerja).
4. Guna lahan di tempat asal
Faktor ini merupakan ciri khas utama dari serangkaian ciri khas fisik. Karena guna lahan di tempat asal tidak sama, maka peubah ini tidak kontinu, walaupun kerapatan penggunaan lahan bersifat kontinu. Mempelajari tata guna lahan adalah cara yang baik untuk mempelajari lalu lintas sebagai akibat adanya kegiatan; selama hal tersebut terukur, konstan, dan dapat diramalkan.
5. Jarak dari PKK (Pusat Kegiatan Kerja )
Faktor jarak ini merupakan peubah kontinyu yang berlaku bagi lalu lintas orang maupun kendaraan. Faktor ini juga berkaitan erat dengan kerapatan penduduk dan pemilikan kendaraan.
6. Jauh perjalanan
Jauh perjalanan merupakan ciri khas alami yang lain.
Peubah ini pun kontinu tergantung pada macam sarana (moda) perjalanan. Faktor ini sangat perlu diperhatikan dalam mengatur peruntukan lahan dan cenderung meminimumkan jarak serta menekan biaya bagi lalu lintas orang maupun kendaraan.
12 7. Moda perjalanan
Moda perjalanan dapat dikatakan sisi lain dari maksud perjalanan yang sering pula digunakan untuk mengelompokkan macam perjalanan. Peubah ini tergolong ciri fisik, tidak kontinu, dan merupakan fungsi dari peubah lain. Setiap moda mempunyai tempat khusus dalam perangkutan kota serta mempunyai beberapa keuntungan disamping sejumlah kekurangan.
8. Penggunaan kendaraan
Peubah ini merupakan fungsi tujuan perjalanan, penghasilan, pemilikan kendaraan dan jarak dari PKK, Penggunaan kendaraan dinyatakan dengan jumlah (banyaknya) orang per kendaraan.
9. Guna lahan di tempat tujuan
Faktor ini merupakan ciri khas fisik terakhir yang pada hakikatnya sama saja dengan guna lahan di tempat asal.
F. Interaksi Sistem Kegiatan dengan Sistem Jaringan Transportasi
Hubungan dasar antara sistem kegiatan, sistem jaringan dan sistem pergerakan disatukan dalam beberapa urutan konsep seperti yang terlihat dalam gambar 3. konsep inilah yang dijadikan dasar peramalan kebutuhan pergerakan yang bersama dengan kondisi jaringan dapat diketahui kinerja dari jaringan jalan yang bersangkutan. Konsep perencanaan transportasi biasanya dilakukan secara berurut sebagai berikut:
a. Aksesibilitas : suatu konsep potensial atau kesempatan untuk melakukan perjalanan. Konsep ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi problem yang terdapat dalam sistem transportasi dan mengevaluasi solusi-solusi alternatif.
b. Pembangkit lalu lintas : besaran perjalanan yang dibangkitkan oleh tata guna tanah.
c. Sebaran pergerakan : besaran perjalanan secara geografis di dalam daerah perkotaan.
13
d. Pemilihan moda transportasi : menentukan faktor yang mempengaruhi pemilihan rute antar zona asal dan zona tujuan.
e. Pemilihan rute : menentukan faktor yang mempengaruhi pemilihan rute antara zona asal dan tujuan. Ini diperuntukkan khusus bagi kendaraan pribadi.
G. Aksesibilitas
Aksesibilitas atau daya hubung adalah ukuran yang menunjukkan kemampuan suatu tempat untuk melakukan pergerakan ke tempat lain dalam suatu tata ruang kegiatan.
Daya hubung berubah (bertambah) karena tambahan sarana baru pada jaringan lalulintas dan karena perkembangan teknologi pada jaringan lalu lintas yang ada (Warpani, 1990).
Aksesibilitas adalah konsep yang menggabungkan sistem pengaturan tata guna lahan secara geografis dengan sistem jaringan transportasi yang menghubungkannya.
Aksesibilitas merupakan suatu ukuran kenyamanan atau kemudahan mengenai cara lokasi tata guna lahan berinteraksi satu sama lain dan mudah atau susahnya lokasi tersebut dicapai melalui sistem jaringan transportasi.(Tamin, 1997).
Apabila dua buah tata guna lahan saling berdekatan dan hubungan antar tata guna lahan tersebut mempunyai kondisi yang baik maka aksesibilitasnya tinggi. Dan sebaliknya hubungan transportasinya jelek maka aksesibilitasnya rendah.
Kombinasi diantara keduanya mempunyai tingkat aksesibilitas menengah.
Dari pengertian diatas, dapat dikatakan bahwa aksesibilitas atau daya hubung adalah kemampuan suatu tata guna lahan berinteraksi dengan tata guna lahan yang lain dalam hal pemindahan orang atau barang dimana peranan suatu sistem jaringan transportasi sangatlah penting.
14
H. Kriteria/indikator Transportasi di UI Green Matric
UI Green Matric adalah salah satu ajang penilaian atau sebuah peringkat universitas kelas dunia untuk mengetahui usha keberlanjutan yang telah dilakukakan oleh pihak kampus diseluruh dunia. Survei dan penilaia yang dibuat dengan sistem online untuk melihat program dan kebijakan yang telah dicanangkan oleh seluruh universitas di dunia. Indikator dalam UI Green Matric sangat penting dijadikan acuan dalam melakukan penelitian ini karena dalam penilaian UI Green Matric terdapat variable penilaian berupa transportasi (TR) yang ramah lingkungan dalam lingkungan kampus. Berikut ini beberapa variabel/kategori dan indikator yang digunakan UI Green Matric dalam melakukan penilaian.
Tabel 2.1. Variabel/kategori yang digunakan dalam UI Green Matric
Sumber : UI Green Matric Giudeline 2019
Tabel 2.2. Variabel/kategori dan indikator yang digunakan dalam UI Green Matric
No Variabel/Kategori
1 SI 1 SI 2 SI 3 SI 4
Penataan dan Infrastruktur (SI)
Perbandingan antara ruang terbuka dengan keseluruhan zona kampus
Keseluruhan zona kampus yang tertutup vegetasi hutan
Keseluruhan zona kampus yang tertutup vegetasi tumbuhan atau taman
15
No Variabel/Kategori
SI 5 SI 6
Keseluruhan zona yang terdapat di kampus buat resapan air tidak hanya vegetasi hutan serta tanaman
Keseluruhan ruang terbuka dipecah dengan keseluruhan populasi kampus
Persentase perhitungan universitas buat usaha keberlanjutan dalam satu tahun
2 EC 1 EC 2 EC 3 EC 4 EC 5 EC 6 EC 7 EC 8
Energi dan Perubahan Iklim (EC) Pemakaian perlengkapan hemat energi Aplikasi smart building
Jumlah pangkal tenaga terbarukan di dalam kampus
Keseluruhan pemakaian listrik dipecah dengan keseluruhan populasi kampus
Perbandingan antara penciptaan tenaga terbarukan dipecah dengan keseluruhan pemakaian tenaga per tahun
Green building (faktor penerapan green building yang terlihat dalam kebijaksanaan pembangunan serta penyempuraan)
Program penurunan emisi gas rumah kaca
Keseluruhan jejak karbonium dipecah dengan keseluruhan populasi kampus
3 WS 1 WS 2 WS 3 WS 4 WS 5 WS 6
Limbah (WS)
Program daur ulang sampah di kampus
Program kampus dalam kurangi pemakaian kertas serta plastik di kampus
Pengelolaan limbah organik Pengelolaan limbah anorganik Penanganan limbah beracun Pembuangan limbah cair 4
WR 1 WR 2 WR 3 WR 4
Air (WR)
Aplikasi program pelestarian air di kampus
Aplikasi program eksploitasi air siklus balik di kampus Pemakaian perlengkapan irit air
Mengkonsumsi air olahan 5
TR 1 TR 2 TR 3
Transportasi (TR)
Perbandingan jumlah alat transportasi dibagi dengan keseluruhan populasi kampus
Layanan shuttle kampus
Kebijaksanaan hal alat transportasi leluasa emisi di kampus
16
No Variabel/Kategori
TR 4 TR 5 TR 6
TR 7 TR 8
Perbandingan jumlah alat transportasi bebas emisi dibagi dengan keseluruhan populasi kampus
Perbandingan keseluruhan zona parkir kepada keseluruhan zona kampus
Program transport yang didesain agar kurangi zona parkir di kampus sepanjang 3 tahun terakhir
Jumlah inisiatif transport untuk kurangi alat transportasi individu di kampus
Kebijakan rute pejalan kaki di kampus 6
ED 1 ED 2 ED 3
ED 4
ED 5 ED 6
Pendidikan dan Penelitian (ED)
Perbandingan mata kuliah terpaut keberlanjutan dibandingkan totalitas mata kuliah
Perbandingan anggaran riset keberlanjutan dibandingkan semua anggaran riset kampus
Jumlah pengumuman objektif yang diterbitkan terpaut keberlanjutan( jumlah pada umumnya yang diterbitkan tiap tahun sepanjang 3 tahun terakhir)
Jumlah kegiatan atau aktivitas kampus yang berhubungan dengan keberlanjutan( pada umumnya per tahun sepanjang 3 tahun terakhir)
Jumlah badan kemahasiswaan yang berhubungan dengan keberlanjutan
Situs website keberlanjutan yang diatur universitas Ketersediaan informasi keberlanjutan
Sumber : UI Green Matric Giudeline 2019
17 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Secara fungsinal, lokasi penelitian ini terletak di Kawasan Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang terletak di Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Penetapan lokasi penelitian ini di dasarkan dengan pertimbangan bahwa:
1. Kampus II UIN Alauddin Makassar merupakan sentra atau pusat aktifitas civitas akademika UIN Alauddin.
2. Sebagian besar fakultas/Lembaga se-UIN Alauddin Makassar terdapat dan beraktifitas di Kampus II.
3. Kampus II UIN Alauddin Makassar merupakan kawasan kampus dengan area yang paling luas di banding beberapa kampus lainnya yang dimiliki UIN Alauddin dengan tingkat pupulasi yang paling tinggi.
4. Kampus II UIN Alauddin Makassar yang terletak di Kabupaten Gowa merupakan kampus Islam terbesar di Kabupaten Gowa dan berpotensi menjadi contoh dalam sistem penataan kawasan/kota hijau dan transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau).
B. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan selama 6 (enam) bulan yaitu dumulai pada minggu kedua bulan April tahun 2021 dan selesai pada bulan September tahun 2021. Waktu penelitian tersebut mencakup tahap persiapan penelitian, tahap pelaksanaan penelitian hingga tahap penyusunan laporan akhir.
18 C. Biaya Penelitian
Rencana anggara biaya yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah), rencana anggara biaya terlampir.
D. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data Primer adalah data yang bersumber dari survei atau pengamatan langsung ke lapangan atau obyek penelitian.
Data yang dibutuhkan antara lain sebagai berikut:
a. Kondisi atau keadaan fisik dasar lokasi penelitian (meliputi kondisi eksisting dan penggunaan lahan).
b. Jaringan prasarana (utilitas) dan pelayanannya.
c. Aksesibilitas dan mobilitas (meliputi jenis moda yang ada dan aksesnya)
d. Infrastruktur lainnya yang merupakan bagian/potensi untuk dikembangkan sebagai sistem transportasi ramah lingkungan dalam kampus.
2. Data sekunder merupakan informasi yang berasal dari lembaga ataupun instansi terkait dan hasil riset yang karakternya adalah informasi dasar, tipe informasi yang diartikan mencakup:
a. Data Rencana Pengembangan/Masterplan Kampus II UIN Alauddin Makassar. Sumber data: Rektorat UIN Alauddin.
b. Data Populasi Kampus dengan spesifikasi data berupa Jumlah mahasiswa, pegawai dan dosen di Kampus II UIN Alauddin Makassar. Sumber data: Bagian Kepegawaian dan Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar.
c. Rencana Pengembangan Prasarana dan sarana (infrastruktur Kampus II UIN Alauddin), meliputi
19
Renstra dan dokumen perencanaan lainnya. Sumber data: Bagian Perencanaan UIN Alauddin Makassar.
d. Hasil-hasil penelitian sebelumnya (data pustaka) yang dianggap dapat mendukung pencapaian data dan informasi dalam proses penelitian ini. Sumber data:
Telaah pustaka dari berbagai sumber cetak maupun online.
E. Teknik Pengumpulan Data
Guna memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini, dilakukan metode pengumpulan informasi, tata cara pengumpulan informasi yang dilakukan dalam penelitian yaitu:
a. Metode observasi lapangan, ialah metode pengumpulan informasi dengan cara langsung ke lapangan dengan melaksanakan cara observasi serta pengumpulan informasi ataupun data kepada aspek yang berhubungan dengan riset. Sebagian informasi yang akan diperoleh dengan tata cara ini merupakan kondisi fisik dasar lokasi (eksisting serta pola penggunaan lahan), situasi jaringan prasarana, sarana serta jasa, aksesibilitas (mencakup tipe moda serta jarak tempuh) dan Infrastruktur lainnya yang merupakan bagian/potensi untuk dikembangkan sebagai sistem transportasi ramah lingkungan dalam kampus.
b. Metode wawancara/interview dan/atau kuisioner, adalah cara pengumpulan data dengan melakukan atau memberikan pertanyaan ke masyarakat (melalui pendekatan partisipasi masyarakat) untuk mendapatkan beberapa informasi potensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Wawancara akan dilakukan kepada beberapa responden yaitu unsur pegawai dan mahasiswa yang beraktivitas di kampus II UIN Alauddin Makassar, diantaranya yaitu kebijakan kampus menyangkut transportasi ramah lingkungan dan
20
pendapat/pandangan masyarakat kampus tentang transportasi ramah lingkungan.
c. Metode telaah pustaka, yaitu Teknik pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber sekunder atau dokumen-dokumen (sumber dokumenter) baik berupa laporan hasil penelitian terdahulu dan sejenis (jurnal) maupun bahan seminar da lain sebagainya.
F. Teknik/Metode Analisis Data
Teknik analisis data disesuaikan dengan rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini yakni sebagai berikut:
1. Rumusan masalah pertama mengenai tingkat ketersediaan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di Kawasan kampus II UIN Alauddin Makassar dapat diketahui dengan menggunakan pendekatan analisis kuantitatif sebagaimana dijelaskan berikut ini:
a. Analisis Kualitatif
Metode analisa kualitatif merupakan metode yang bersifat deskriptif yang sesuai dengan tujuan riset dengan menggambarkan ataupun menguraikan dengan cara nyata situasi yang terjadi di lokasi riset dan agar lebih detail dalam menginterpretasi dipakai instrument berbentuk peta- peta terutama dalam mengidentifikasi atau mengetahui ketersediaan sistem transportasi yang ada saat ini.
b. Analisis Kuantitatif
Metode Analisa ini dilakukan dengan memakai angka-angka statistik agar mempertajam/memperjelas deskripsi dari data yang diolah dan dianalisa, seperti:
Analisis Pembobotan
Metode analisis ini digunakan untuk mengetahui nilai masing-masing variabel penilaian dengan melihat existing condition dari kawasan tersebut (untuk selanjutnya dianalisis dan
21
menghasilkan tingkat ketersediaan) dengan mengukur tiap indikator dengan menggunakan skala likert pada tabel 3.1.
Tabel 3.1. Nilai Bobot dalam Penilaian Variable/Indikator
No. Indeks Kualitatif Bobot kuantitatif 1.
2.
3.
4.
5.
Sangat Tersedia Tersedia
Sedang Kurang Tersedia
Tidak tersedia
5 4 3 2 1 Keterangan:
Sangat Tersedia (5) : Jika Variabel/indikator yang dinilai telah sangat tersedia dan/atau telah melayani lebih dari seluruh kebutuhan.
Tersedia (4) : Jika Variabel/indikator yang dinilai telah tersedia dan/atau telah melayani dari seluruh kebutuhan.
Sedang (3) : Jika Variabel/indikator yang dinilai telah tersedia tetapi belum mampu melayani seluruh kebutuhan.
Kurang tersedia (2) : Jika Variabel/indikator yang dinilai kurang tersedia dan/atau kurang melayani kebutuhan.
Buruk (1) : Jika Variabel/indikator yang dinilai tidak tersedia sama sekali.
Dengan menggunakan skala penilaian tersebut, maka akan dihasilkan nilai variabel (berdasarkan kriteria pada tabel 3.2) dari hasil penilaian tiap variabel/indikator dengan rumus sebagai berikut:
22
Skor variabel = skor total indikator (N)
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑑𝑖𝑘𝑎𝑡𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑠𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 (𝑇) x 10
Atau dapat menggunakan skor maksimal dan skor minimal untuk dijadikan sebagai interval bobot kuantitatif yang didapatkan dari hasil pengurangan antara skor maksimal dan skor minimal dibagi jumlah interval (3) sehingga dirumuskan skala interval tersebut sebagai acuan dalam menentukan tingkat ketersediaan transportasi ramah lingkungan.
Tabel 3.2. Kriteria Hasil Penilaian Tingkat Ketersediaan
No. Tingkat
kualitatif Bobot kuantitatif 1.
2.
3.
Baik / Tinggi Sedang Rendah
8 - 10 6 - 7
< 6
368 - 500 234 - 367 100 - 233
Sumber: diolah dari Sumaatmadja 1988, 175.
Tabel 3.3. Variabel dan Indikator Penilaian Transportasi Ramah lingkungan (Transprtasi hijau) No. Variabel/Parameter
Penilaian Indikator Bobot
1. Layanan shuttle kampus
• Ketersediaan layanan shuttle kampus berupa Bus dan alat transportasi lainnya (transportasi massal)
20
2.
Kebijakan dan ketersediaan moda kendaraan bebas emisi di dalam kampus
• Tersedianya kebijakan tentang aturan kendaraan bebas emisi yang beroperasi di dalam
30
23 No. Variabel/Parameter
Penilaian Indikator Bobot
area kampus
3.
Program transport yang didesain agar kurangi zona parkir di dalam kampus sepanjang 3 tahun terakhir
• Jumlah program yang
ada 15
4.
Jumlah inisiatif transport untuk kurangi alat transportasi individu (kendaraan pribadi) di kampus
• Program/kebijakan untuk kurangi alat transportasi individu (kendaraan pribadi) di kampus
15
5. Ketersediaan jalur pejalan kaki di kampus
• Ketersediaan fasilitas pejalan kaki
• Konektifitas pelayanan
20
Sumber : Diolah dari indikator UI Green Matric 2021
2. Rumusan masalah kedua mengenai konsep pengembangan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di Kawasan Kampus II UIN Alauddin Makassar menggunakan metode pendekatan analisis kualitatif yang di fokuskan pada analisa sebab akibat terhadap konsep yang kemungkinan dapat diterapkan untuk memenuhi sistem transportasi internal kampus yang ramah lingkungan, untuk lebih akuratnya maka setiap konsep akan menggunakan instrument berupa peta-peta dalam menghasilkan konsep atau model pengembangan sistem transportasi raham lingkungan di kampus II UIN Alauddin Makassar.
G. Rencana Pembahasan
Rencana pembahasan dalam penelitian ini tergambar pada kerangka penulisan dibawah ini dengan mengikuti metode penulisan yang digunakan, secara garis besar dapat dilihat pada bagan alur pada gambar 3.1.
24
Gambar 3.1. Alur Kerangka Penulisan.
Rumusan Masalah 1 Bagaimana tingkat ketersediaan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di Kawasan kampus II UIN Alauddin Makassar?
Variabel
1. Layanan shuttle kampus
2. Kebijakan tentang kendaraan bebas emisi dan jumlah alat transportasi (kendaraan) bebas emisi didalam kampus
3. Program transport yang didesain agar kurangi zona parkir di kampus sepanjang 3 tahun terakhir 4. Jumlah inisiatif transport untuk kurangi alat transportasi individu (kendaraan pribadi) di kampus
5. Kebijakan rute pejalan kaki di kampus
Latar Belakang :
• Permasalahan lingkungan tidak hanya dimiliki oleh kota-kota besar di Indonesia tetapi bahkan menjadi isu global yang sampai saat ini menjadi salah satu perhatian dunia;
• Salah satu penyumbang polusi udara yang merupakan penyebab pemanasan global adalah aktifitas transportasi
• peran aktif berbagai pihak dalam penanggulangan dan pemulihan kerusakan lingkungan sangat dibutuhkan, termasuk didalamnya para akademisi diberbagai perguruan tinggi harus menjadi garda terdepan
Model Pengembangan Sistem Transportasi Ramah Lingkungan (Transportasi Hijau) dalam menunjang mobilitas Civitas Akademika
di Kampus UIN Alauddin Makassar
Rumusan Masalah 2 Bagaimana arahan konsep pengembangan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di Kawasan kampus II UIN Alauddin Makassar?
Pendekatan kualitatif dalam Permusan model/konsep pengembangan Sisitem Transportasi Ramah Lingkungan
Tinajaun Pustaka/
Teori
Pendekatan Kuantitatif dan kualitatif dalam melakukan Identifikasi dan Analisa tingkat ketersediaan sistem
transportasi ramah lingkungan di kampus II UIN Alauddin Makassar
Output / Kesimpulan
25 H. Organisasi Pelaksana Penelitian
Penelitian ini merupakan klaster penelitian pembinaan / kapasitas dengan usulan individual atau jumlah peneliti satu orang, dengan data sebagai berikut:
Nama Lengkap : Iyan Awaluddin, ST., MT.
NIP : 19881206 201903 1 013
NIDN : 2006128801
Jenis kelamin : Laki-laki
Tempat / tanggal lahir : Ujung Pandang, 06 Desember 1988
Asal perguruan tinggi : UIN Alauddin Makassar Fakultas : Sains dan Teknologi
Jurusan : Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Bidang keilmuan : Tata Ruang dan Lingkungan Hidup
Posisi dalam penelitian : Peneliti tunggal
26 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Pada mulanya IAIN Alauddin Makassar yang kini menjadi UIN Alauddin Makassar berstatus Fakultas Cabang dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, atas desakan Rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan serta atas persetujuan Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Nomor 75 tanggal 17 Oktober 1962 tentang penegerian Fakultas Syari'ah UMI menjadi Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 10 Nopember 1962. IAIN (kini UIN) Alauddin yang semula hanya memiliki tiga (3) buah Fakultas, berkembang menjadi lima (5) buah Fakultas ditandai dengan berdirinya Fakultas Adab, Fakultas Dakwah yang berkedudukan di Bulukumba yang selanjutnya dialihkan ke Makassar, kemudian disusul pendirian Program Pascasarjana (PPs) yang berstatus kelas jauh dari PPs IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kemudian menjadi PPs yang mandiri.
Dengan mempertimbangkan dukungan dan hasrat yang besar dari rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan terhadap pendidikan dan pengajaran agama Islam tingkat Universitas, serta landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 1963 yang antara lain menyatakan bahwa dengan sekurang-kurangnya tiga jenis fakultas IAIN dapat digabung menjadi satu institut tersendiri sedang tiga fakultas dimaksud telah ada di Makassar, yakni Fakultas Syari'ah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin, maka mulai tanggal 10 November 1965 berstatus mandiri dengan nama Institut Agama Islam Negeri Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah di Makassar dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 79 tanggal 28 Oktober 1965. Gelar Sultan Alauddin diberikan kepada Raja Gowa XIV ini, karena dialah Raja Gowa yang pertama kali menerima agama Islam sebagai agama kerajaan. Ide pemberian nama “Alauddin” kepada IAIN yang berpusat di Makassar
27
tersebut, mula pertama dicetuskan oleh para pendiri IAIN
“Alauddin”, di antaranya adalah Andi Pangeran Daeng Rani, Sultan Alauddin, yang juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan, dan Ahmad Makkarausu Amansyah Daeng Ilau, ahli sejarah Makassar.
Untuk merespon tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan mendasar atas lahirnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 tahun 1989 di mana jenjang pendidikan pada Departemen Pendidikan Nasional RI dan Departemen Agama RI, telah disamakan kedudukannya khususnya jenjang pendidikan menegah, serta untuk menampung lulusan jenjang pendidikan menengah di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional RI dan Departemen Agama RI, diperlukan perubahan status Kelembagaan dari Institut menjadi Universitas, maka atas prakarsa pimpinan IAIN Alauddin periode 2002-2006 dan atas dukungan civitas Akademika dan Senat IAIN Alauddin serta Gubernur Sulawesi Selatan, maka diusulkanlah konversi IAIN Alauddin Makassar menjadi UIN Alauddin Makassar kepada Presiden RI melalui Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan Nasional RI. Mulai 10 Oktober 2005.
Status Kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar berubah menjadi (UIN) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia No 57 tahun 2005 tanggal 10 Oktober 2005 yang ditandai dengan peresmian penandatanganan prasasti oleh Presiden RI Bapak DR H Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Desember 2005 di Makassar. Dalam perubahan status kelembagaan dari Institut ke Universitas, UIN Alauddin Makasar mengalami perkembangan dari lima (5) buah Fakultas menjadi 7 (tujuh) buah Fakultas dan 1 (satu) buah Program Pascasarjana (PPs) berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 5 tahun 2006 tanggal 16 Maret 2006, yaitu:
Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FIK) dan Prgoram
28
Pascasarjana (PPs) saat ini sudah menjadi 8 fakultas dengan tambahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
B. Kondisi Fisik Kawasan
Kawasan Kampus II UIN Alauddin Makassar secara geografis terletak di Kelurahan Romang Polong Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa yang berada di antara 5⁰ 12’ 20”
LS - 119⁰ 29’ 48” BT. Luas wilayah lokasi kajian pada tahun 1994 sebesar 300.000 m2 dan pada tahun 2005 sampai sekarang ini luas lahan lokasi kajian adalah 380.000 m2. Perubahan luas tersebut disebabkan oleh adanya pengembangan dan perencanaan pembangunan fakultas baru di kawasan penelitian.
Keadaan Topografi lokasi penelitian berada pada ketinggian antara 11 – 25 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan kemiringan lereng 3-7 %, dengan persentase 100% pada seluruh wilayah penelitian.
Jenis tanah yang terdapat di lokasi penelitian yakni jenis tanah alluvial yang berasal dari endapan material yang dibawa oleh sungai. Tanah aluvial memiliki karakteristik fisik dimana morfologi bervariasi sesuai dengan deposit dan aktivitas eksogen disekelilingnya, tekstur tanah bervariasi baik secara vertikal maupun horizontal, berwarna gelap dengan variasi lapisan organik, berada di lembah sungai atau pinggir sungai, tanah berpori karena bertekstur liat dan baik untuk pertanian.
Struktur batuan yang terdapat pada lokasi penelitian adalah holosen aluvial terdiri dari batu Lempung, lanau, pasir, dan kerikil. Berdasarkan kondisi tersebut lokasi penelitian cocok untuk kegiatan pembangunan, tetapi termasuk kriteria tanah yang rawan banjir (Pradhana & Wijaya, 2011).
Kondisi hidrologi di lokasi penelitian yang terdiri dari air permukaan dangkal dengan air permukaan dalam, sedangkan untuk kebutuhan air di lokasi penelitian menggunakan sumur bor yang merupakan air permukaan dalam yang kemudian ditampung ke dalam tangki yang disalurkan pada tiap-tiap gedung. Berdasarkan RTRW Kabupaten Gowa kondisi klimatologi di lokasi penelitian terbagi menjadi dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Biasanya musim kemarau dimulai pada Bulan Juni hingga September, sedangkan
29
musim hujan dimulai pada Bulan Desember hingga Maret.
Curah hujan perbulan di Kabupaten Gowa adalah 237,75 dengan suhu udara pada daratan adalah 27, 125 °c. Secara umum kondisi iklim sama halnya dengan kondisi iklim di Indonesia yang masuk dalam kategori iklim tropis basah.
Kawasan kampus II UIN Alauddin Makassar dengan luas wilayah 380.000 m2 memiliki jenis penggunaan lahan yang bervariasi seperti gedung perkuliahan, perkantoran, asrama, RTH, dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini :
Tabel 4.1 Penggunaan lahan
No Jenis Penggunaan Lahan Luas (m2) Persentase
1 Gedung Perkantoran 2.818,60 0,74
2 Gedung Perkuliahan 13.337,64 3,51
3 Masjid 1.386,00 0,36
4 Lecture Theater (LT) 643,00 0,17
5 PKM 860,00 0,23
6 Asrama 2.055,93 0,54
7 Perpustakaan 1.136,64 0,30
8 Auditorium 1.007,11 0,27
9 Poliklinik 615,35 0,16
10 Ruang Terbuka Hijau (RTH) 42.761,13 11,25
11 Lain-lain (*) 313.379,00 82,47
Jumlah 380.000 100,00
Sumber : Bagian Umum UIN Alauddin Makassar
Berdasarkan pada tabel 4.1 diatas menunjukkan bahwa penggunaan lahan terbesar adalah RTH dengan luas 42.761,13 m2 dan persentase 11,25 % dan penggunaan lahan terkecil adalah poliklinik dengan luas 615,35 m2 dan persentase 0,16 %.
Sedangkan penggunaan lain-lain terdiri dari kantin, cafetaria, jalan, gazebo, tanah kosong dan lain-lain. Data penggunaan lahan ini dapat menjadi dasar penghitungan pada beberapa kriteria terutama kriteria penataan dan infrastruktur dengan bobot 15%.
30
Gambar 4.1. Kondisi penggunaan lahan di Kampus 2 UIN Alauddin Makassar
31
C. Sumber Daya Manusia (Mahasiswa dan Pegawai)
Dari data yang diperoleh jumlah mahasiswa Kampus UIN Alauddin pada tahun ajaran 2019/2020 adalah 26.052 jiwa yang terbagi menjadi 9 fakultas dan 69 jurusan. Jumlah rincian mahasiswa Kampus 2 UIN Alauddin Makassar 2019/2020 setiap fakultas dan jurusan dapat dilihat pada tabel 4.2 dibawah ini:
Tabel 4.2 Jumlah mahasiswa dan dosen
No Fakultas Program Studi Mahasiswa
Pegawai Dosen
tetap Jurusan Fakultas
1
Tarbiyah dan Keguruan
Pendidikan
Fisika (S1) 294 13 3
27 Pendidikan
Biologi(S1) 421 15 2
Pendidikan
Matematika(S1) 374 15 2
Pendidikan Agama Islam (S1)
668 19 3
Pendidikan Bahasa Arab (S1)
502 12 3
Pendidikan Bahasa Inggris (S1)
701 14 3
Manajemen Pendidikan Islam (S1)
427 12 5
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (S1)
294 8 2
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S1)
423 10 2
2 Sains dan Teknik
Informatika 399 10 5 13
32 No Fakultas Program Studi Mahasiswa
Pegawai Dosen
tetap Jurusan Fakultas Teknologi (S1)
Teknik
Arsitektur (S1) 438 21 5
Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (S1)
417 15 5
Matematika
(S1) 374 15 2
Fisika (S1) 300 13 5
Biologi (S1) 318 18 6
Kimia (S1) 250 12 7
Ilmu
Peternakan (S1) 378 18 2
Sistem
Informasi (S1) 303 12 5
3 Ilmu
Kesehatan
Keperawatan
(S1) 326 15 6
26 Kesehatan
Masyarakat (S1)
608 25 5
Farmasi (S1) 381 22 1
Profesi Ners 25 10 -
Pendidikan
Kedokteran 199 23 15
Kebidanan (D3) 255 4 2
4 Syariah dan Hukum
Ilmu Falaq (S1) 237 12 1
Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) (S1)
264 12 1
Perbandingan
Mazhab dan 543 13 1
33 No Fakultas Program Studi Mahasiswa
Pegawai Dosen
tetap Jurusan Fakultas Hukum (S1)
Hukum Keluarga Islam(S1)
640 11 1
Ilmu Hukum
(S1) 722 17 1
Hukum Tatanegara (Siyasah Syari’yyah)
665 16 1
5
Ekonomi dan Bisnis
Islam
Ilmu Ekonomi
(S1) 638 15 1
19 Manajemen
(S1) 694 16 1
Ekonomi Islam
(S1) 621 11 1
Perbankan
Syariah (S1) 339 11 1
Akuntansi (S1) 708 14 1
6 Ushuluddin dan Filsafat
Ilmu Politik
(S1) 674 8 2
8 Sosiologi
Agama (S1) 671 12 1
Studi Agama
Agama (S1) 365 7 1
Aqidah &
Filsafat Islam (S1)
606 10 1
Ilmu Hadist
(S1) 383 7 1
Ilmu Al-Quran
& Tafsir (S1) 494 10 1 Hubungan
Internasional 202 4 1
34 No Fakultas Program Studi Mahasiswa
Pegawai Dosen
tetap Jurusan Fakultas (S1)
7 Adab dan Humaniora
Bahasa dan Sastra Arab (S1)
582 17 1
11 Sejarah dan
Kebudayaan Islam (S1)
697 17 1
Bahasa dan Sastra Inggris (S1)
701 14 1
Ilmu
Perpustakaan (S1)
683 15 1
8 Dakwah dan Komunikasi
Studi Manajemen Dakwah (S1)
475 11 1
13 Pengembangan
Masyarakat Islam (S1)
448 7 1
Bimbingan Dan Penyuluhan Agama Islam (S1)
434 7 1
Jurnalistik (S1 473 8 1
Komunikasi Dan Penyiaran Islam (S1)
452 4 1
Ilmu
Komunikasi (S1)
567 11 1
Manajemen Haji dan Umrah (S1)
198 6 1
Kesejahteraan 134 8 1
35 No Fakultas Program Studi Mahasiswa
Pegawai Dosen
tetap Jurusan Fakultas Sosial (S1)
9 Program Pascasarjana
Dirasah
Islamiyah (S3) 356 6 2
19 Ekonomi
Syariah (S2) 79 6 6
Pendidikan Agama Islam (S2)
173 6 1
Dirasah
Islamiyah (S2) 253 6 1
Ilmu Al-Qur`an
dan Tafsir 44 6 1
Ilmu Hadist 9 6 1
Manajemen Pendidikan Islam
85 6 1
Pendidikan
Bahasa Arab 68 6 1
Jumlah 26.052 1.534
Sumber: Pangkalan Data Pendidikan Tinggi 2020
Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa aktif paling banyak terdapat pada jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yaitu sebanyak 708 dan mahasiswa paling sedikit berada pada jurusan Ilmu Hadist di Program Pascasarjana dengan jumlah hanya 9 mahasiswa.
Sementara dosen terbanyak berada pada jurusan Kesehatan Masyarakat pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dengan jumlah 25 orang.
36 D. Aspek Sarana dan Prasarana
Lokasi penelitian memiliki sarana dan fungsi yang beragam.
Sarana yang terdapat adalah gedung perkantoran, gedung perkuliahan, perdagangan dan jasa, perpustakan. Berikut ini daftar sarana yang terdapat di Kampus 2 UIN Alauddin Makassar:
Tabel 4.3 Jenis sarana kampus
Sarana Bangunan Jumlah
Gedung perkantoran
- Gedung Rektorat - Gedung LPM - Gedung Dosen
4
Gedung Perkuliahan
- Fakultas Sains dan Teknologi
- Fakultas Usluhuddin, Filsafat dan Ilmu Politik - Gedung C,
- Gedung E, - Gedung F
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
- Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
- Gedung Kuliah FKIK - Fakultas Syariah dan
Hukum
- Gedung Kuliah FSH - Fakultas Dakwah dan
Komunikasi - Fakulas Adab dan
Humaniora
- Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
- Gedung Program Pascasarjana - Gedung A - Gedung B - Gedung C
17
37
Sarana Bangunan Jumlah
Sarana Peribadatan
- Masjid kampus - Musola FKIK - Musola FDK
3
Sarana Olahraga
- Lapangan Sepak Bola - Lapangan Basket - Lapangan Voli/Takraw
3
Asrama
- Asrama Tahfiz - Rusunawa - Asrama PIBA - Asrama Ma’had Ali
4 Sarana
Kesehatan - Poliklinik 1
Perdagangan dan Jasa
- Koperasi
- Bank BRI dan BNI - Kantin Syariah - Cafetaria 1 - Cafetaria 2 - Cafetaria 3
6
Lain-Lain
- LT Universitas
- LT Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
- Auditorium
3
Sumber: Survei lapangan, 2021
38
Gambar 4.2. Peta kawasan penelitian Kampus 2 UIN Alauddin
39
Gambar 4.3. Peta fungsi bangunan Kampus 2 UIN Alauddin
40
Secara umum UIN Alauddin Makassar memiliki gedung perkantoran, yang termasuk dalam gedung perkantoran ialah gedung rektorat 1 buah dan gedung LPM 1 unit. Gedung perkuliahan, gedung perkuliahan seluruh gedung fakultas yang berjumlah 12 unit. Sedangkan gedung lainnya terdiri dari auditorium 1 unit, lecture theater 1 unit, perpustakaan dan pusat penelitian 1 unit, poliklinik 1 unit, PKM 1 unit, gedung caracter building 1 unit, masjid 1 unit, cafetaria 4 unit, asrama mahasiswa 4 unit, dan gazebo berjumlah 6 unit. Sarana olah raga, yang terdiri dari 3 unit yakni lap. Sepak bola 1 unit, lap. Volly 1 unit, dan lap. Takraw 1 unit. Ruang terbuka hijau di kampus II UIN Alauddin Makassar ini sudah ada berupa lapangan olah raga, taman-taman, dan lain sebagainya. Dengan luas 42.761,12 m2 atau 11,25 % dari total keseluruhan luas wilayah peneltian.
Prasarana yang tersedia dalam lingkungan kampus meliputi jaringan jalan dengan jaringan jalan di kawasan kampus II UIN Alauddin Makassar dengan panjang 2973.04 meter dengan kondisi jalan beraspal 2689.38 meter dan berbatu 283.66 meter dengan lebar jalan rata-rata 4 meter. Pada lokasi penelitian menggunakan listrik yang bersumber dari PT. PLN dan terbagi menjadi 4 gardu yang disebar ke setiap gedung yang menggunakan aliran listrik sistem tanam.
Sedangkan jaringan drainase sebagai bangunan air yang memiliki fungsi sebagai pengendali air ke permukaan yang dapat menyebabkan tergenang atau banjir. Lokasi penelitian ini menggunakan sistem tertutup. Aliran drainase dimulai dari saluran cabang yang terdapat pada setiap gedung di lokasi kajian kemudian menuju saluran utama yang alirannya berada di tengah jalan menuju ke tempat pembuangan dan salah satunya berada di kolam air mancur. Jaringan telekomunikasi ini menggunakan kabel FO untuk layanan internet dan PABX yang berpusat di gedung rektorat dan alirannya mengikuti aliran listrik. Jaringan air bersih yang digunakan dalam kawasan ini berasal dari sumur bor dan di simpan di tangki air dan disalurkan melalui pipa-pipa ke setiap gedung.