1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang
Perusahaan merupakan suatu organisasi yang didalamnya terdapat sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Salah satu tujuan utama perusahaan adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan merupakan salah satu bentuk investasi suatu tanda penyertaan modal pada suatu perusahaan yang banyak dipergunakan dalam pasar modal. Nilai perusahaan yang di perdagangkan di pasar modal dapat di peroleh melalui pembelian atau cara lain yang kemudian memberikan hak atas deviden sesuai dengan besar kecilnya investasi modal pada perusahaan tertentu. Peningkatan nilai perusahaan biasanya di tandai dengan naiknya harga saham di pasar (Rahayu,2010:14). Nilai perusahaan yang tinggi menggambarkan kemakmuran bagi pemegang saham.
Untuk mengoptimalkan nilai perusahaan biasanya pemodal (pemegang saham) menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada manajemen. Manajemen sebagai pengelola perusahaan berkewajiban untuk memberikan informasi mengenai kondisi perusahaan. Informasi tersebut merupakan wujud pertanggung jawaban manajemen terhadap pemegang saham yang dituangkan dalam bentuk laporan keuangan. Dalam proses memaksimalkan nilai perusahaan, biasanya akan ada konflik antara kepentingan manajer dengan pemegang saham (pemilik perusahaan). yang sering disebut dengan Agency Problem. Fahira (dalam Fabozzi,2015) tidak jarang bahwa manajer perusahaan memiliki tujuan yang berbeda dan kepentingan yang bertentangan dengan tujuan utama perusahaan dan sering mengabaikan kepentingan pemegang saham.
Menurut Patricia et al (2018) Nilai perusahaan merupakan nilai yang mencerminkan berapa banyak harga yang bersedia dibayar pihak investor untuk suatu perusahaan. Nilai perusahaan sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. Nilai perusahaan mencerminkan kinerja sebuah perusahaan yang dapat mempengaruhi persepsi para investor terhadap perusahaan. Nilai perusahaan dapat dilihat dari
kemampuan perusahaan membayar dividen. Besarnya kecilnya suatu dividen dapat mempengaruhi harga saham. Apabila dividen yang dibayar tinggi, maka harga saham cenderung tinggi sehingga nilai perusahaan juga tinggi dan jika dividen dibayarkan kepada pemegang saham kecil maka harga saham perusahaan yang membagikannya tersebut juga rendah. Kemampuan sebuah perusahaan membayar dividen erat hubungannya dengan kemampuan perusahaan memperoleh laba. Jika perusahaan memperoleh laba yang tinggi, maka kemampuan perusahaan akan membayarkan dividen juga tinggi. (Mahendra et al. 2012).
Teori Keaganenan membahas mengenai hubungan antara perusahaan sebagai agen dan pemegang saham sebagai principal. Dimana perusahaan (agen) bekerja untuk pemegang saham (principal) agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
Salah satu tujuan utama perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan agar menyejahterakan para pemegang saham. Nilai perusahaan tercermin dari harga saham (Hermuningsih dan Wardhani, 2009). Jika harga saham meningkat maka nilai perusahaan juga akan meningkat. Bagi investor nilai saham yang tinggi merupakan indikator keberhasilan dari perusahaan dalam mengelola sumber dana yang ada diperusahaan sehingga investor tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut dan mengakibatkan harga saham mengalami peningkatan.
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan yaitu Profitabiltas, Pertumbuhan laba dan Risiko Bisnis. Faktor pertama yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan adalah profitabilitas, profitabilitas merupakan tingkat keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan saat menjalankan kegiatan operasionalnya. Profit yang tinggi akan memberikan indikasi prospek perusahaan yang baik sehingga dapat memicu investor untuk ikut meningkatkan permintaan saham. Semakin baik petumbuhan profitabilitas perusahaan berarti prospek perusahaan dimasa depan dinilai semakin baik di mata investor. Apabila kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba meningkat, maka harga saham akan meningkat pula. (Sudiani dan Darmayanti 2016)
Laba merupakan salah satu alat ukur bagi suatu perusahaan untuk bertahan dan melanjutkan operasinya. Laba adalah tambahan penghasilan bersih yang berupa harta benda dan uang yang dapat digunakan untuk kelangsungan hidup perusahaan.
Pertumbuhan laba adalah perubahan laba yang dihasilkan oleh perusahaan dari
periode ke periode dan dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan untuk suatu perusahaan. (Subramanyam dan Wild, 2014). Tujuan utama jangka pendek perusahaan adalah memaksimalkan laba perusahaan, sedangkan tujuan jangka panjang perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.
Risiko bisnis merupakan variabilitas yang dialami perusahaan bisnis dari waktu ke waktu dalam pendapatannya. Risiko bisnis dapat timbul akibat adanya penggunaaan pada biaya tetap operasi, jika suatu perusahaan memiliki risiko bisnis yang tinggi, investor akan enggan untuk menanamkan modalnya ke perusahaan tersebut. Nilai perusahaan yang baik akan dapat menarik lebih banyak investor dan kepentingan pihak lain untuk ikut serta dalam perusahaan. Jadi, penting untuk menentukan terlebih dahulu nilai perusahaan untuk investasi yang andal (Sucuahi et al. 2016). Namun, dalam meningkatkan nilai perusahaan akan muncul masalah kepentingan antara agen (manajer) dan principal (pemegan saham). Nilai perusahaan tercermin dari nilai pasar (harga saham) dan nilai buku perusahaan.
Nilai kekayaan dapat dilihat melalui perkembangan harga saham (common stock) perusahaan di pasar. Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi yang berarti akan membuat pasar percaya tidak hanya pada kinerja perusahaan saat ini, namun juga pada prospek perusahaan di masa depan.
Menurut beberapa penulis umumnya perusahaan property dan real estate sebagian besar modalnya dibiayai hutang dari pihak eksternal dan apabila pengelolaan struktur modal tidak baik, maka dpat berdampak pada profitabilitas dan nilai perusahaan. Di zaman sekarang perusahaan property dan real estate semakin banyak dari perusahaan kecil sampai perusahaan besar. Banyaknya jumlah perusahaan property dan real estate yang muncul, membuat mereka saling bersaing.
Hal ini menyebabkan peningkatan akan permintaan juga ikut meningkat, karena faktor dari jumlah penduduk yang ikut meningkat. Pengelolaan dana yang baik akan berdampak baik bagi perusahaan .
Berdasarkan fenomena, data dan perbedaan dari hasil penelitian terdahulu, maka peneliti tertarik kembali melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh ROA, Pertumbuhan Laba, Risiko Bisnis terhadap Nilai Perushaan (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Property dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017)”. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan Property dan Real Estate
dikarenakan terdapat suatu permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan property dan real estate yang go public di BEI. Permasalahan tersebut adalah meningkatnya jumlah hutang yang dimiliki oleh perusahaan – perusahaan property dan real estate dan perusahaan property yang go public di BEI. Perusahaan Property dan Real Estate Property sangat berkembang pesat di Indonesia karena bisnis dalam sektor ini merupakan kebutuhan utama setiap orang seperti bisnis perumahan, apartemen, gedung, dan industri yang menjadi investasi untuk masa datang. Kharakteristik dari perusahaan ini cepat berubah, memiliki persaingan yang ketat dan kompleks.
B. Perumusan Masalah
1. Apakah profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan khususnya pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
2. Apakah pertumbuhan laba berpengaruh terhadap nilai perusahaan khususnya pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
3. Apakah risiko bisnis berpengaruh terhadap nilai perusahaan khususnya pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk membuktikan secara empiris apakah profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan khususnya pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
2. Untuk membuktikan secara empiris apakah pertumbuhan laba berpengaruh terhadap nilai perusahaan khususnya pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
3. Untuk membuktikan secara empiris apakah risiko bisnis berpengaruh terhadap nilai perusahaan khususnya pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
D. Manfaat Penelitian a. Manfaat Bagi Akademisi
Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi literature akuntansi, khususnya dalam mengkaji secara empiris mengenai profitabilitas, pertumbuhan laba, risiko bisnis terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini mengukur kembali mengenail faktor-faktor yang tidak konsisten dari penelitian sebelumnya agar ditemukan pengukuran dari ketiga variabel tersebut.
b. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan dan membuktikan secara empiris mengenai profitabilitas, pertumbuhan laba dan risiko bisnis pada nilai perushaaa pada perushaan sektor properti dan real estate sehingga investor dapat menggunakannya sebagai indikasi bahwa perusahaan tersebut memiliki keuntungan yang lebih.