• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap produk peternakan di Indonesia terus meningkat. Oleh karena itu, usaha dalam bidang peternakan sangat menjanjikan. Subsektor peternakan yang masih belum banyak dikembangkan saat ini adalah peternakan kelinci. Peternakan kelinci merupakan usaha yang unik dan berbeda di subsektor peternakan lainnya seperti usaha ayam, itik, domba, sapi, atau kerbau. Salah satu sentra produksi kelinci yang telah banyak dikenal oleh masyarakat adalah didaerah Lembang, Bandung Barat. Usaha peternakan yang cukup besar adalah

Asep’s Rabbit Project (ARP) yang beralamatkan di Jalan Raya Lembang No. 119, Gudang Kahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peternakan ini dimiliki dan dikelola oleh Bpk. Asep Sutisna yang bergerak pada bidang usaha peternakan kelinci hias. (sumber data: UKM Asep Rabbit Project)

Peternakan ARP telah menggembangkan budidaya kelinci hias maupun kelinci pedaging sejak tahun 1995. Pemilik peternakan ini juga membuka tempat pelatihan untuk para peternak atau penghobi yang berasal dari Bandung dan sekitarnya. Sejak didirikan pada tahun 1995 semakin banyak peminat dan permintaan pada sektor kelinci hias. Jumlah peternakan kelinci di Indonesia khususnya di daerah Lembang, Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya semakin banyak dan dimiliki perseorangan maupun sekelompok kecil orang dengan jumlah kekayaan dan pendapatan yang tertentu. Sehingga pemilik UKM harus memutar otak agar UKM yang dikelola mampu bertahan ditengah ketatnya persaingan.

Dilihat pada data transaksi total penjualan kelinci pada bulan Januari sebesar Rp. 41.175.000, pada bulan Februari mengalami penuruan dengan total penjualan Rp. 21.260.000, dan pada bulan April adanya kenaikan hasil penjualan kelinci dengan total penjualan sebesar Rp. 52.050.000. Hal ini merupakan tantangan besar bagi UKM selain harus membuat suatu produk unggul yang berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat dan meningkatkan ke stabilan penjualan. Produk tersebut harus bisa

(2)

2 menarik masyarakat dengan adanya kualitas yang diberikan UKM pada setiap produk yang diproduksi. Diantara UKM dalam mencapai tujuan utama, semua UKM menginginkan keuntungan yang maksimal. Hal ini juga berlaku dibidang pembangunan pada sektor peternakan yang memiliki nilai strategis dalam pemenuhan kebutuhan manusia sebagai konsumen yang terus mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan penduduk, peningkatan pendapatan serta taraf hidup masyarakat. Salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi perusahaan adalah dengan memproduksi barang yang berkualitas. Tetapi perusahaan juga harus mempertimbangkan waktu sebagai salah satu hal yang juga menentukan kemampuan bersaing. Apalagi untuk mencapai tujuan perusahaan yaitu ingin mendapat laba semaksimal mungkin. Untuk tetap bersaing dengan kompetitor dan mengembangkan bisnisnya, UKM harus bisa menciptakan model bisnis yang tepat. Perkembangan tersebut dialami oleh berbagai aspek di segala bidang peternakan. Pada saat UKM ini didirikan, pemiliknya Bpk. Asep Sutisna tidak mempersiapkan model bisnis yang pasti. UKM ini hanya menjalankan bisnisnya seperti kegiatan berdagang seperti biasa. Strategi tersebut disusun berdasarkan data yang telah diperoleh dan setelah diidentifikasi seluruh permasalahan yang dihadapi termasuk peluang yang ada, baik internal maupun eksternal.

Salah satu perangkat analisis yang bisa membantu kita menemukan model bisnis yang tepat sesuai dengan permasalahan diatas adalah model bisnis kanvas. Model bisnis ini diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder mencoba menjelaskan sebuah framework

sederhana untuk mempresentasikan 9 elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis. Jika dilihat sepintas, sebenarnya alur model bisnis kanvas nampak cukup sederhana. Secara garis besar, alurnya mengalir dari satu elemen bisnis menuju elemen penting berikutnya. Mengenai 9 elemen bisnis apa saja yang menjadi bagian utama dalam Business Model Canvas, yaitu: Customer Segments (Segmen Pelanggan), Value Propositions (Proporsi Nilai), Channel (Saluran), Customer Relationship (Hubungan Pelanggan), Revenue Streams (Arus Pendapatan), Key Resources (Sumber Daya Utama), Key Activities (Aktivitas Kunci), Key Partnership

(3)

3

Canvas diharapkan bisa memberikan gambaran mengenai model bisnis perusahaan dan hubungan yang terjadi antara blok dengan cara yang lebih efektif.

Oleh karena itu, penulis mengembangkan usaha bisnis UKM ini dengan metode

Business Model Canvas, yang diharapkan bisa memperbaiki pengembangan usaha dengan laba yang setinggi mungkin untuk mendapatkan keuntungan yang stabil pada sektor peternakan kelinci hias di ARP Project.

Berdasarkan latar belakang masalah seperti yang tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul “Pengembangan Usaha Ternakan Kelinci dengan Menggunakan Pendekatan Business Model

Canvas”.

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :

1) Bagaimana strategi pengembangan usaha peternakan kelinci yang selama ini dilakukan oleh UKM Asep Rabbit Project ?

2) Bagaimana analisis model bisnis UKM Asep Rabbit Project dengan menggunakan analisis Streghts, Weaknesses, Opportunies, Threarts (SWOT) ?

3) Bagaimana rekomendasi model bisnis UKM Asep Rabbit Project dengan menggunakan pendekatan Bussines Model Canvas ?

1.3Tujuan penelitian

Adapun tujuan penelitian yang akan dicapai, yaitu :

1) Mengetahui strategi pengembangan usaha peternakan kelinci yang selama ini dilakukan oleh UKM Asep Rabbit Project.

2) Mengetahui apakah model bisnis UKM Asep Rabbit Project dengan menggunakan analisis Streghts, Weaknesses, Opportunies, Threarts (SWOT) efektif.

3) Menganalisis model pengembangan usaha peternakan yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi peternakan pada saat ini.

(4)

4 1.4Ruang Lingkup Penelitian

Agar penelitian ini tidak meyimpang dari tujuan yang akan dicapai dalam Tugas Akhir ini maka perlu dibuat ruang lingkup penelitian sebagai berikut :

1) Ruang lingkup penelitian yaitu penentuan objek yang akan diteliti adalah UKM Asep Rabbit Project (Salah satu peternakan kelinci hias di Lembang, Kabupaten Bandung Barat).

2) Data yang diambil adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari pemilik peternakan.

1.5Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berguna untuk berbagai pihak, adapun yang diharapkan antara lain :

1) Bagi Akademisi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dlaam khususnya yang berkaitan dengan Bussines Model Canvas. 2) Bagi UKM Asep Rabbit Project

a. Peneliti ini diharapkan agar memberikan gambaran mengenai pendekatan

Bussines Model Canvas sebagai startegi pengembangan usaha UKM, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi UKM dalam menghadapi persoalan tersebut dan meningkatkan penjualan serta pendapatan.

1.6Sistematika Penulisan

Secara garis besar, Tugas Akhir ini akan disusun dalam enam bab dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Berisikan menerangkan tentang mengapa penelitian ini perlu dilakukan dan memberikan gambaran mengenai topik penelitian. Ada beberapa pembahasan dalam bab pendahuluan, antara lain: (a)latar belakang masalah, (b)rumusan masalah, (c)tujuan penelitian, (d)ruang

(5)

5 lingkup penelitian, (e)manfaat penelitian, dan (f)sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Membahas tentang teori-teori yang menjadi acuan dalam melakukan penelitian ini untuk menganalisa dan perhitungan dalam tugas akhir yang khususnya berkaitan dengan studi kelayakan kualitas ternak. BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Berisikan tentang penjelasan mengenai langkah-langkah penelitian secara detail dalam penyelesaian tugas akhir ini yaitu (a) observasi awal, (b) rumusan masalah, (c) tujuan penelitian, (d) pengumpulan data, (e) pengolahan data, (f) analisis, dan (g) kesimpulan dan saran.

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Pada bab ini menjelaskan tentang hasil pengumpulan data untuk mendapatkan data primer. Landasan teori pendukung sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti. Peneliti melakukan studi pengumpulan data primer dari peternakan yang berkaitan dengan strategi pembembangan usaha UKM tersebut, selanjutnya diolah dan disajikan dalam bentuk tabel atau grafik. Pengumpulan data yaitu daftar data kelinci dan jumlah kelinci yang terjual setiap bulannya. Pengolahan data dilakukan salah satunya dengan menggunakan metode Bussines Model Canvas.

BAB V ANALISIS

Pada bab ini dilakukan analisis untuk mempertegas hasil penelitian yang didapat dari pengolahan data dan menjawab tujuan penelitian. Analisis pada penelitian ini berisi tentang analisis stategi pengembangan usaha dengan membandingkan sebelum dan sesudah menggunakan metode Business Model Canvas.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan berisikan mengenai pernyataan umum yang disampaikan berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, sedangkan saran diberikan terhadap lembaga, dan peneliti selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Bila ada sektor-sektor lain yang kurang berkembang maka diharapkan adanya usaha tambang di suatu daerah dapat ikut menumbuhkan sektor-sektor ekonomi lainnya, misalnya berperan dalam

Untuk mengetahui pengaruh beban pajak tangguhan terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan industri sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan bisa dijadikan referensi serta informasi bagi pemerintah Kabupaten Merangin mengenai sektor manakah yang paling unggul dan

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat luas khususnya yang berkaitan dengan peran risiko pada pengaruh persistensi laba,

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan konstribusi terhadap pengembangan ilmu Pendidikan Karakter khususnya membentuk Akhlak Siswa dan sebagai bahan pengembangan

Alasan memilih untuk menjadi reseller dari Daster Kuda Mas Sarwendah di karenakan produk yang menjamin pada kualitas produk yang di berikan, selain itu ibu sumi

Dikarenakan prinsip memaksimalkan laba demi untuk mendapatkan Investor yang banyak mengakibatkan adanya manipulasi yang dilakukan oleh banyaknya perusahaan dan

oleh karena itu diperlukan strategi pengembangan yang tepat untuk IKM di Kabupaten Majalengka khususnya sub sektor IKBB yang diharapkan bisa mempertahankan keberadaan IKM