• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKADEMI TEKNOLOGI WARGA SURAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "AKADEMI TEKNOLOGI WARGA SURAKARTA"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN ACUAN KELEMBABAN TANAH YANG DAPAT DIPANTAU DENGAN

ANDROID BERBASIS NODEMCU ESP8266

TUGAS AKHIR

JALUR PEMBUATAN ALAT

Diajukan Kepada Akademi Teknologi Warga Surakarta Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan

Untuk Memperoleh Gelar Diploma

Oleh :

Nama : IBNU SYAHRI NIM : 162092

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA AKADEMI TEKNOLOGI WARGA

SURAKARTA

OKTOBER , 2019

(2)

Halaman Pengesahan

ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN ACUAN KELEMBABAN TANAH YANG DAPAT DIPANTAU DENGAN

ANDROID BERBASIS NODEMCU ESP8266

(3)

Halaman Persetujuan

ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN ACUAN KELEMBABAN TANAH YANG DAPAT DIPANTAU DENGAN

ANDROID BERBASIS NODEMCU ESP8266 Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Tugas Akhir

Akademi Teknologi Warga Surakarta Program Studi Teknik Elektronika Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Guna Memperoleh Diploma

Pada Hari/Tanggal : Selasa, 08 Okober 2019

(4)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir (TA) ini tidak mengandung karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar diploma di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak mengandung karya atau pendapat yang pernah di tulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Surakarta, 8 Okober 2019 Penulis

(Ibnu Syahri)

(5)

Halaman Persembahan

Dengan Rahmat Allah SWT yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang penulis persembahkan tugas akhir ini untuk:

1. Bapak Mujiyono dan Ibu Daryani sebagai orangtua yang selalu membimbing, mendidik, medoakan dan tempat untuk mencurahkan kasih sayang serta selalu memberikan dukungan yang terbaik.

2. Teman-teman satu angkatan Teknik Elektronika Diploma III Akademi Teknologi Warga Surakrta, terima kasih atas doa dan dukungannya selama ini.

3. Almamater kebanggaan Akademi Teknologi Warga Surakarta.

(6)

vi

Prakata

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir Jalur Pembuatan Alat dengan judul ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN ACUAN KELEMBABAN TANAH YANG DAPAT DIPANTAU DENGAN ANDROID BERBASIS NODEMCU ESP8266.

Laporan Tugas Akhir jalur Pembuatan Alat merupakan salah satu syarat kelulusan dalam menyelesaikan pendidikan di jenjang Diploma III program Teknik Elektronika di Akademi Teknologi Warga Surakarta. Penulis banyak mendapatkan bimbingan, bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini dengan rasa hormat penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Y. Yulianto Kristiawan, S.T., M.T. selaku Direktur Akademi Teknologi Warga Surakarta.

2. Bapak Drs. Rahmat, M.T. selaku PD Bidang 1 Akademi Teknologi Warga Surakarta.

3. Bapak Ir. Pius Sri Winarno, M.T. selaku Ketua Jurusan Program Studi Teknik Elektronika Akademi Teknologi Warga Surakarta.

4. Bapak S. Marwanto, S.T., M.T. selaku Dosen pembimbing Tugas Akhir yang senantiasa memberi bimbingan dan arahan selama penyusunan laporan Laporan Tugas Akhir.

Akhir penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi diri penulis pribadi juga para pembaca, serta meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang elektronika.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surakarta, 8 Okober 2019

Penulis

(7)

vii Halaman Pengesahan

Halaman Persetujuan

Halaman Pernyataan Keaslian Halaman Persembahan

Prakata ... vii

Daftar Isi ... viii

Daftar Gambar ... x

Daftar Tabel ... xii

Daftar Lampiran ... xiii

Abstrak ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Batasan Masalah ... 2

C. Rumusan Masalah ... 3

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 3

BAB II LANDASAN TEORI ... 5

A. Tinjauan Pustaka ... 5

B. Dasar Teori ... 6

BAB III METODA PEMBUATAN ALAT ... 13

A. Alat dan Bahan ... 14

B. Diagram Blok/Desain ... 15

C. Tempat Dan Waktu Penelitian ... 15

D. Tahapan Pembuatan Alat ... 15

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 33

A. Hasil Unjuk Kerja ... 33

(8)

viii

B. Pembahasan Hasil Unjuk Kerja ... 35

BAB V PENUTUP ... 42

A. Simpulan ... 42

B. Saran ... 43

DAFTAR PUSTAKA ... 44 LAMPIRAN

(9)

ix

Daftar Gambar

Gambar 2.1 Blynk ...6

Gambar 2.2 Sensor YL-69 ...7

Gambar 2.3 LCD 20x4 ...8

Gambar 2.4 I2C (Inter Integrated Circuit) ...9

Gambar 2.5 NodeMCU ESP8266 -12E ...9

Gambar 2.6 Modul Relay 5V ...11

Gambar 2.7 Tampilan Arduino IDE………12

Gambar 3.1 Diagram Blok/Desain ...14

Gambar 3.2 Wiring Sistem ...16

Gambar 3.3 Homescreen Blynk ...23

Gambar 3.4 Data project ...24

Gambar 3.5 Blynk mengirim token ke email ...25

Gambar 3.6 Token masuk ke alamat email ...26

Gambar 3.7 Menambahkan antarmuka pada Blynk ...27

Gambar 3.8 Data Gauge kelembaban ...28

Gambar 3.9 Data label value batas atas ...29

Gambar 3.10 Data label value batas bawah ...30

Gambar 3.11 Antarmuka widged Blynk yang telah dibuat ...31

Gambar 4.1 Tampilan data pada Blynk ...33

Gambar 4.2 Tampilan data pada LCD 20x4 ...34

Gambar 4.3 Kode program YL-69 dengan NodeMCU ESP8266 ...35

Gambar 4.4 Kode program NodeMCU ESP8266 dengan LCD ...37

Gambar 4.5 Kode program koneksi NodeMCU ESP8266 dengan WiFi ...38

Gambar 4.6 Kode program Mengirim Data Blynk ...39

Gambar 4.7 Kode Progam untuk mengendalikan kindisi pompa air ...41

(10)

x

Daftar Tabel

Tabel 2.1 Spesifikasi NodeMCU ESP8266 ...11 Tabel 3.1 Alat dan Bahan ...13 Tabel 4.1 Data hasil pengujian suhu ruang server ...34

(11)

xi

Daftar Lampiran

Lampiran 1 ...45

(12)

xii

Abstrak

Saat ini, permintaan terhadap otomatisasi sangat tinggi, itu.. Internet of Things (IoT) yang dapat membuat alat-alat atau perangkat keras tersebut dapat berkomunikasi, bertukar data, dan saling mengendalikan melalui web atau aplikasi telepon genggam. Dalam bidang pertanian, otomatisasi diperlukan dalam rangka memudahkan pekerjaan petani. Oleh karena itu, maka dibangun sebuah sistem monitoring kelembaban tanah dan penyiraman otomatis dengan NodeMCU ESP8266 yang telah dihubungkan dengan sensor YL-69. Alat tersebut akan bermanfaat karena memiliki kemampuan/fitur menampilkan informasi data kelembaban mengendalikan pompa air untuk penyiraman tanaman yang akan ditampilkan pada LCD dan perangkat android pengguna. Aplikasi Blynk digunakan untuk memonitoring kerja dari sistem penyiraman tanaman yang menampilkan data persentase kelembaban tanah dan retang kelembaban yang di inginkan.

Kata Kunci: NodeMCU ESP8266¸, monitoring kelembaban, internet of things, , LCD, Blynk.

(13)

xiii

Abstract

Currently, the demand for automation is very high, that is ... Internet of Things (IoT) that can make these tools or hardware can communicate, exchange data, and control each other through the web or mobile phone applications. In agriculture, automation is needed in order to facilitate the work of farmers.

Therefore, a soil moisture monitoring and automatic watering system was built with NodeMCU ESP8266 which was connected to the YL-69 sensor. The tool will be useful because it has the ability / feature to display information on humidity data controlling water pumps for watering plants which will be displayed on the LCD and the user's android device. The Blynk application is used to monitor the work of the plant watering system that displays data on the percentage of soil moisture and the desired moisture level.

Keywords: NodeMCU ESP8266¸, humidity monitoring, internet of things, LCD, Blynk.

(14)

1

BAB I

PENDAHULUAN

Mahasiswa yang akan membuat Tugas Akhir (TA) perlu melalui tahap- tahap yang harus dilaksanakan, mulai dari latar belakang masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat. Setelah memahami tahap-tahap yang harus ditempuh, maka akan menimbulkan rasa percaya diri mahasiswa untuk menyelesaikan TA.

A. Latar Belakang Masalah

Penyiraman tanaman merupakan suatu kegiatan yang perlu di perhatikan dalam melakukan pemeliharaan tanaman,di karenakan tanaman memerlukan asupan air yang cukup untuk memperoleh kebutuhannya untuk tumbuh dang berkembang. Selain itu pemberian air yang cukup merupakan faktor penting bagi asupan makanan tanaman tanpa air yang cukup produktivitas suatu tanaman tidak akan maksimal. Pemilik tanaman atau petani biasanya melakukan penyiraman secara manual dengan memberikan air sesuai jadwal biasanya dilakukan pada pagi hari dan sore hari. Namun cara ini kurang efektif, karena membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Pemilik juga tidak bisa meningalkan tanaman dalam kurun waktu yang lama karena tanaman dapat kekurangan air, menghambat pertumbuhan dan dapat menyebabkan kematian.

Berdasarkan uraian di atas dan mengatasi kendala di atas tentang pentingnya mengatur waktu atau jadwal proses penyiraman tanaman. Agar mempermudah petani dalam proses penyiraman tanaman dan petani dapat meninggalkan tanaman pada waktu dan jadwal penyiraman yang sudah di tentukan. Sehinga tidak menganggu pertumbuhan tanaman dan tidak menyebabkan kematian. Untuk itu di perlukan suatu alat penyiraman otomatis yang bekerja baik pada saat tanaman benar benar membutuhkan air. .

(15)

Perancangan alat penyiraman tanaman otomatis berbasis mikrokontroler arduino dapat di manfaatkan dalam bidang pertanian guna memudahkan proses penyiraman tanaman supaya dapat tumbuh dengan baik.

Pembuatan alat ini memanfaatkan pompa akuarium yang digunakan untuk simulasi untuk mengalirkan air. Oleh karena itu saya sebagai penulis ingin membuat “ Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Acuan Kelembaban Tanah yang Dapat Dipantau dengan Android Berbasis NodeMcu ESP8266” untuk membantu petani dalam proses penyiraman dan untuk menyelesaikan mata kuliah Tugas Akhir.

B. Batasan Masalah

Pembuatan Alat Penyiram Tanaman Otomatis dengan acuan kelembaban tanah yang dapat dipantau dengan android berbasis arduino perlu diberikan pembatasan masalahnya sehingga dapat efisien mencapai sasarannya. Disamping itu ada keterbatasan sumber daya untuk pembuatan alat ini. Pembatasan masalah yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

1. Sistem dirancang untuk mengendalikan pompa air dan memantaunya melaui perangkat Android

2. Penggunaan Sensor Kelembaban tanah YL-69 sebagai acuan waktu penyiraman tanaman.

3. Perangkat keras yang digunakan adalah NodeMCU ESP8266, I2C, LCD 20x4, Sensor YL-69, Relay 5V, Pompa akuarium.

4. Bahasa pemrogaman yang digunakan adalah bahasa C++ Arduino IDE.

5. Mikrokontroler yang digunakan pada tugas akhir ini adalah NodeMCU ESP8266

6. Halaman antarmuka diakses menggunkan aplikasi Blynk pada perangkat android.

7. Menggunakan Android untuk memantau proses kerja alat.

(16)

3

C. Rumusan Masalah

Untuk dapat memberikan kemudahan dan kejelasan permasalahan dalam pembuatan tugas akhir ini maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana cara memenuhi kebutuhkan kelembaban tanah sesuai jenis tanaman yang disiram ?

2. Bagaimana rancangan perangkat keras (hardware) Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Acuan Kelembaban Tanah yang Dapat Dipantau dengan Android Berbasis Arduino

3. Bagaimana rancangan perangkat lunak (software) Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Acuan Kelembaban Tanah yang Dapat Dipantau dengan Android Berbasis Arduino

4. Bagaimana cara memantau kondisi kelembaban tanah pada tanaman dari perangkat android ?

D. Tujuan dan Manfaat

Tujuan dan manfaat dalam pembuatan alat tugas akhir ini semoga dapat bermanfaat untuk kemajuan teknik elektronika dimasa sekarang .

1. Tujuan

Tujuan dirumuskan meliputi tujuan umum pembuatan TA.

Tujuan yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

a) Merealisaikan rancangan hardware Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Acuan Kelembaban Tanah yang Dapat Dipantau dengan Android Berbasis NodeMcu ESP8266.

b) Merealisaikan rancangan software Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Acuan Kelembaban Tanah yang Dapat Dipantau dengan Android Berbasis NodeMcu ESP8266.

c) Mengetahui cara kerja Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Acuan Kelembaban Tanah yang Dapat Dipantau dengan Android Berbasis NodeMcu ESP8266.

(17)

2. Manfaat

Manfaat dari proposal pembuatan alat tugas akhir ini adalah:

a) Sebagai wujud aplikasi dari materi yang telah penulis dapatkan selama masa perkulian.

b) Sebagai sarana berlatih bagi penulis, khusunya dalam bidang Teknologi Elektronika.

c) Sebagai sarana merealisasikan teori yang didapatkan selama mengikuti perkuliahan.

d) Sebagai wujud kontribusi terhadap Universitas baik dalam citra maupun daya tawar terhadap masyarakat luas.

e) Memberi motivasi kepada mahasiswa untuk tetap berkarya dan menjadi salah satu pelaku dalam kemajuan teknologi.

f) Dapat menunjang pustaka dalam perkembangan ilmu di dunia Teknologi Elektronika.

g) Terciptanya alat yang inovatif dan bermanfaat sebagai sarana ilmu pengetahuan.

h) Sebagai inovasi baru dalam membantu petani dalam proses penyiraman.

i) Menghemat waktu dan lebih efektif dalam proses penyiraman.

(18)

5

BAB II

LANDASAN TEORI

Dalam bab ini akan dijelaskan hal-hal atau teori penunjang yang berkaitan dengan pembuatan Tugas Akhir (TA) yang meliputi tinjauan pustaka dan dasar teori.

A. Tinjauan Pustaka

Pembuatan proyek akhir yang berjudul Alat Penyiram Tanaman Otomatis yang dapat dipantau melalui android berbasis NodeMcu ESP8266 terinspirasi dari tugas akhir dan penelitian yang sudah ada sebelumnya, diantaranya:

1. Pada penelitian yang dilakukan oleh Haidar (2014) dalam jurnal Laporan Akhir dengan judul Rancang Bangun Alat Pengendali Kelembaban 5 Tanah Buah Tin menggunakan Mikrokontroler AVR. Jurnal ini berisi penjelasan mengenai alat pengendali kelembaban tanah buah tin menggunakan sensor moisture HR202 dan mikrokontroler AVR. Sensor moisture HR202 diinputkan ke system minimum arduino yang dikelola oleh mikrokontroler ATMega 328. Hasil olahannya berupa output akan ditampilkan oleh LCD berupa nilai sensor HR202. Apabila tanah yang diukur oleh sensor HR202 kering maka mikrokontroler akan menghidupkan pompa air begitu juga sebaliknya jika tanah terasa lembab maka mesin akan mati.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Viktorianus, dkk (2014) dengan judul Prototype Alat Penyemprot Air Otomatis Pada Kebun Pembibitan Sawit Berbasis Sensor Kelembaban dan Mikrokontroler. Jurnal ini membahas mengenai alat penyemprotan air otomatis menggunakan ATMega8 dan sensor kelembaban tanah untuk mendeteksi kelembaban tanah. Alat in

(19)

B. Dasar Teori

Dalam pembuatan Alat Penyiram Tanaman Otomatis yang dapat dipantau melalui android berbasi Arduino terdapat beberapa dasar teori yang menjadi landasan pembuatan tugas akhir, sebagai berikut:

1. IoT (Internet of Things)

IoT (Internet of Things) merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk memperluaskan manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus. Pada dasarnya IoT (Internet of Things) mengacu pada benda yang dapat di indentifikasikan secara unik sebagai representative virtual dalam struktur berbasis internet. Cara kerja IoT (Internet of Things) adalah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan user dan dalam jarak berapapun.

Agar tercapainya cara kerja IoT (Internet of Things) tersebut diatas internet yang menjadi penghubung diantara interaksi mesin tersebut, sementara user hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung. Manfaat yang didapatkan dari konsep IoT (Internet of Things) itu sendiri ialah pekerjaan yang dilakukan bisa menjadi lebih cepat, mudah dan efisien.

2. Blynk

BLYNK adalah platform untuk aplikasi OS Mobile (iOS dan Android) yang bertujuan untuk kendali module Arduino, Raspberry Pi, ESP8266, WEMOS D1, dan module sejenisnya melalui Internet.

.

Gambar 2.1 Blynk

(20)

7

3. Soil Moisture Sensor YL-69

Sensor kelembaban tanah atau hygrometer biasanya digunakan untuk mendeteksi kelembaban tanah. Jadi, sangat cocok untuk membangun sistem penyiraman otomatis atau untuk memantau kelembaban tanah tanaman Anda.

Modul sensor ini memiliki 4-pin, yaitu GND (untuk ground), VCC (3.3 - 5Volt), AO (keluaran analog yang akan dibaca oleh Arduino), dan DO (dapat diatur sensitivitasnya menggunakan kenob pengatur, dan menghasilkan logika digital HIGH/LOW pada level kelembaban tertentu). Untuk saat ini, hanya tiga pin yang kita manfaatkan, yaitu GND, VCC dan AO.

Gambar 2.2 Modul Soil Moisture YL-69

4. LCD 20x4

LCD (Liquid Crystal Display) merupakan suatu perangkat elektronika yang telah terkonfigurasi dengan Kristal cair dalam gelas plastik atau kaca sehingga mampu memberikan tampilan berupa titik,

(21)

garis, symbol, huruf, angka ataupun gambar. LCD terbagi menjadi dua macam berdasarkan bentuk tampilannya, yaitu Text-LCD dan Grapic- LCD. Berupa huruf atau angka, sedangkan bentuk tampilan pada Graphic-LCD berupa titik, garis, dan gambar.

Dalam LCD setiap karakter ditampilkan dalam matriks 5x7 pixel.

LCD 16x2 sendiri berguna untuk menampilkan pembacaan sensor kelembaban tanah yang telah diolah melalui mikrokontroler kemudian di tampilkan pada LCD.

Gambar 2.3 LCD 20x4 5. I2C (Inter Integrated Circuit)

Inter Integrated Circuit atau sering disebut I2C adalah standar komunikasi serial dua arah menggunakan dua saluran yang didesain khusus untuk pengontrolan IC. Sistem I2C terdiri dari saluran SCL

(Serial Clock) dan SDA (Serial Data) yang membawa informasi data antara I2C dengan pengontrolnya. Piranti yang dihubungkan dengan sistem I2C Bus dapat dioperasikan sebagai Master dan Slave. Master adalah piranti yang memulai transfer data pada I2C Bus dengan membentuk sinyal Start, mengakhiri transfer data dengan membentuk sinyal Stop, dan membangkitkan sinyal clock. Slave adalah piranti yang dialamati master.

(22)

9

Gambar 2.4 I2C (Inter Integrated Circuit)

6. NodeMCU ESP8266 -12E

NodeMcu merupakan sebuah opensource platform IoT dan pengembangan Kit yang menggunakan bahasa pemrograman Lua untuk membantu programmer dalam membuat prototype produk IoT atau bisa dengan memakai sketch dengan arduino IDE. Pengembangan Kit ini didasarkan pada modul ESP8266, yang mengintegrasikan GPIO, PWM (Pulse Width Modulation), IIC , 1-Wire dan ADC (Analog to Digital Converter) semua dalam satu board. Keunikan dari Nodemcu ini sendiri yaitu Boardnya yang berukuran sangat kecil yaitu panjang 4.83cm, lebar 2.54cm, dan dengan berat 7 gram. Tapi walaupun ukurannya yang kecil, board ini sudah dilengkapi dengan fitur wifi dan firmwarenya yang bersifat opensource. Penggunaan NodeMCU lebih menguntungkan dari segi biaya maupun efisiensi tempat, karena NodeMCU yang ukurannya kecil, lebih praktis dan harganya jauh lebih murah.

NodeMCU sendiri merupakan salah satu jenis mikrokontroler yang banyak diminati dan memiliki bahasa pemrograman C++. Alasan penulis memilihan NodeMCU ESP8266 ialah karena mudah diprogram dan memiliki pin I/O yang memadai dan dapat mengakses jaringan Internet untuk mengirim atau mengambil data melalui koneksi WiFi. Untuk tegangan kerja NodeMCU ESP8266 menggunakan standar tegangan

(23)

JEDEC (tegangan 3.3V) untuk bisa berfungsi. Tidak seperti mikrokontroler AVR dan sebagian besar board Arduino yang memiliki tegangan TTL 5 volt. Meskipun begitu, NodeMCU masih bisa terhubung dengan 5V namun melalui port micro USB atau pin Vin yang disediakan oleh board-nya.

Gambar 2.5 NodeMCU ESP8266 -12E

Berikut spesifikasi yang disediakan oleh NodeMCU ESP8266 adalah bersifat Open source, Interaktif, telah diprogram, biaya yang tergolong rendah, sederhana, Smart, dan WiFi diaktifkan.

(24)

11

Tabel 2.1 Spesifikasi NodeMCU ESP8266

Spesifikasi NodeMCU ESP8266

Mikrokontroller ESP8266

Ukuran Board 57 mm x 30 mm

Tegangan Input 3.3 ~ 5V

GPIO 13 PIN

Kanal PWM 10 Kanal

10 bit ADC Pin 1 Pin

Flash Memory 4 MB

Clock Speed 40/26/24 MHz

WiFi IEEE 802.11 b/g/n

Frekuensi 2.4 GHz – 22.5 Ghz

USB Port Micro USB

Card Reader Tidak Ada

USB to Serial Converter CH340G

7. Relay DC 5V

Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi

.

Gambar 2.6 Modul Relay 5V

(25)

8. Lunak Arduino (Arduino Software)

Menurut Ecadio (2015) Platform dari Arduino disusun pada sebuah software yang diberi nama Arduino IDE. Software inilah yang paling utama, membantu menjembatani antara bahasa mesin yang begitu rumit sehingga menjadi bahasa dan logic yang lebih mudah dimengerti manusia. Arduino dikatakan sebagai sebuah platform dari physical computing yang bersifat open source. Maksud dari platform bahwa Arduino bukan hanya sebagai alat pengembang, tetapi ia adalah kombinasi dari hardware, bahasa pemrograman dan Integrated Development Environment (IDE) yang canggih. IDE adalah sebuah software yang sangat berperan untuk menulis program, meng-compile menjadi kode biner dan meng-upload ke dalam memory microcontroller. Software Arduino dapat di install di beberapa Operating system diantaranya: Windows, Mac OS, dan Linux.

Secara umum, struktur program pada Arduino dibagi menjadi dua bagian yaitu setup dan loop. Secara prinsip, setup merupakan bagian yang dieksekusi hanya sekali yaitu pada program dimulai (start).

Sedangkan bagian loop adalah bagian yang merupakan inti utama dari program Arduino. Dan bagian ini yang dieksekusi secara terus menerus.

Gambar 2.7 Tampilan Arduino IDE

(26)

13

BAB III

METODA PEMBUATAN ALAT

Dalam bab ini akan dijelaskan tahap-tahap pembuatan Tugas Akhir (TA) mulai dari menyiapkan bahan dan alat, membuat diagram blok/desain, tempat dan waktu penelitian, tahapan pembuatan.

A. Bahan dan Alat

Untuk menunjang keberhasilan pembuatan alat, maka diperlukan suatu bahan dan alat yang digunakan untuk memperlancar kegiatan pembuatan alat.

Berikut bahan dan alat yang diperlukan:

Tabel 3.1 Bahan dan Alat

Bahan Alat

NodeMcu ESP8266 -12E Solder Modul Soil Moisture YL-69 Tenol

I2C Obeng (+) & (-)

LCD 20x4 Atractor

Charger 5V Multimeter

Kabel Jumper Male & Female Bor tangan & duduk

Kabel Usb Gerinda

Box Laptop

Speser Smartphone

Cutter Spidol Amplas

(27)

B. Diagram Blok/Desain

Rencana pertama untuk metoda pembuatan alat ini adalah membuat diagram blok. Fungsi dari diagram blok sebagai acuan dalam pembuatan alur sistem kerja hardware. Penentuan diagram blok yang tepat akan menentukkan hasil ide yang diinginkan dalam membuat proyek tugas akhir yang dicapai.

Berikut adalah diagram blok/desain.

Gambar 3.1 Diagram Blok/Desain alat penyiram tanaman otomatis Dari blok diagram diatas, alur kerja alat yang akan dibuat adalah pertama sensor kelembaban tanah YL-69 akan mendeteksi kelembaban tanah dan pengguna akan memasukan data batas atas dan batas bawah untuk mengunci nilai kelembaban tanah. Selanjutnya sensor YL-69 akan mengirim data nilai kelembaban tanah ke nodemcu yang akan di olah dan di tampilkan ke LCD dan juga di tampilkan di perangkat android.

Perbandingan antara data kelembaban tanah dengan batas atas dan batas bawah akan menentukan kondisi pompa air, jika nilai kelembaban di bawah batas bawah, maka pompa air akan hidup dan membasahi tanah.

Jika kelembaban tanah diatas batas atas, maka pompa air air mati.

LCD

Soil Moisture

NodeMCU

ESP8266 Android

Pompa Air Batas Atas

Batas Bawah

(28)

15

C. Tempat dan Waktu Penelitian

Sebagai salah satu ukuran untuk dapat mengukur keberhasilan pembuatan Tugas Akhir maka perlu tempat kegiatan dan diatur waktu pelaksanaannya sehingga menjadi jadwal kegiatan, seperti dibawah ini.

1. Pembuatan alat

Untuk pembuatan alat dikerjakan di luar kampus Akademi Teknologi Warga Surakarta.

2. Pengujian alat

Pengujian alat di kampus Akademi Teknologi Warga Surakarta dan di luar kampus Akademi Teknologi Warga Surakarta.

3. Waktu pengujian

Alat di uji pada jam 08.00 sampai 17.00 WIB.

D. Tahapan Pembuatan Alat

Dalam pembuatan alat Tugas Akhir ini diperlukan langkah-langkah yang runtut dan urut agar dapat selesai sesuai dengan tujuannya. Berikut Langkah-langkah pembuatan alat mulai dari analisa sistem, perancangan sistem, perakitan sistem, perancangan program, pembuatan antarmuka Blynk, pengujian sistem.

Analisa sistem dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan pengumpulan data untuk dijadikan referensi baik dari buku maupun artikel- artikel yang diperlukan dalam pembuatan Tugas Akhir. Analisa kebutuhan mulai hardware dan software yang dibutuhkan untuk pembuatan Tugas Akhir.

Setelah menganalisis sistem, tahap selanjutnya adalah membuat perancangan sistem yang akan dibuat, dari perancangan awal sampai akhir agar mudah dalam penyambungan setiap komponen. Dalam perancangan sistem yang pertama dilakukan adalah membuat rangkaian wiring alat penyiram tanaman yang ditujukan pada gambar 3.2.

(29)

Gambar 3.2 Wiring Sistem alat penyiram tanaman otomatis

Setelah perakitan sistem, tahap selanjutnya adalah perancangan program sistem. Pengkodean atau coding (membuat kalimat-kalimat perintah menggunakan bahasa komputer). Membuat program menggunakan software Integrated Development Environment (IDE) sebuah software yang sangat berperan untuk menulis program, meng-compile menjadi kode biner dan meng-upload ke dalam memory microcontroller. Berikut program sistem irigasi otomatis berdasar kelembaban tanah sebagai berikut:

#include <Wire.h>

#include <LiquidCrystal_I2C.h>

#include <ESP8266WiFi.h>

#include <BlynkSimpleEsp8266.h>

#define BLYNK_PRINT Serial LiquidCrystal_I2C lcd(0x27,20,4);

BlynkTimer timer;

char auth[] = "snpyCj-seRAfrznyK4hQ7IvuAlcL9wHn";

(30)

17

char ssid[] = "Mi A2 Lite";

char pass[] = "12345678";

int nilai,adc,kelembaban;

byte tambah = 12; // D6 byte kurang = 13; // D7 byte sw = 14; // D5 int ptambah=0;

int pkurang=0;

int psw=0;

int nba = 55;

int nbb = 45;

int pindah=0;

int pompa=15; // D8 void myTimerEvent() {

int adc = analogRead(A0);

int kelembaban = (1023-adc)/10.23;

Blynk.virtualWrite(V6, kelembaban);

Blynk.virtualWrite(V0, nba);

Blynk.virtualWrite(V1, nbb);

}

(31)

void setup() {

Serial.begin(9600);

Wire.begin(D2, D1);

lcd.init();

lcd.backlight();

lcd.setCursor(0,0);lcd.print("Kelembaban:");

lcd.setCursor(13,0);lcd.print(kelembaban);

lcd.setCursor(16,0);lcd.print("%");

lcd.setCursor(0,1);lcd.print("Batas Atas :");

lcd.setCursor(13,1); lcd.print(nba );lcd.setCursor(17,1);lcd.print(pindah);

lcd.setCursor(0,2);lcd.print("Batas Bawah:");

lcd.setCursor(13,2); lcd.print(nbb );

lcd.setCursor(0,3);lcd.print("Pompa : ");

pinMode(tambah,INPUT_PULLUP);

pinMode(kurang,INPUT_PULLUP);

pinMode(sw,INPUT_PULLUP);

pinMode(pompa,OUTPUT);

Blynk.begin(auth, ssid, pass);

timer.setInterval(1000L, myTimerEvent); //1000L = 1

(32)

19

}

void loop() {

Blynk.run();

timer.run();

adc = analogRead(A0);

kelembaban = (1023-adc)/10.23;

Serial.println(adc);

Serial.println(kelembaban);delay(150);

lcd.clear();

lcd.setCursor(0,0);lcd.print("Kelembaban:");

lcd.setCursor(13,0);lcd.print(kelembaban);

lcd.setCursor(16,0);lcd.print("%");

lcd.setCursor(0,1);lcd.print("Batas Atas :");

lcd.setCursor(17,1);lcd.print(pindah);

lcd.setCursor(13,1); lcd.print(nba );

lcd.setCursor(0,2);lcd.print("Batas Bawah:");

lcd.setCursor(13,2);lcd.print(nbb);

if((kelembaban<nbb)||(kelembaban<nba)){digitalWrite(pompa,HIGH);

lcd.setCursor(0,3);lcd.print("Pompa : Hidup");

}

(33)

If(kelembaban>nba){digitalWrite(pompa,LOW);

lcd.setCursor(0,3);lcd.print("Pompa : Mati");

}

psw = digitalRead(sw);

ptambah = digitalRead(tambah);

pkurang = digitalRead(kurang);

if (psw == LOW) { pindah=pindah+1;}

if (pindah == 3 ) {pindah = 0;}

lcd.setCursor(17,1);lcd.print(pindah);

if (pindah == 1 ) {

if ( ptambah == LOW) { nba=nba+1; } if ( pkurang == LOW) { nba=nba-1;}

lcd.clear();

lcd.setCursor(0,0);lcd.print("Kelembaban:");

lcd.setCursor(13,0);lcd.print(kelembaban);

lcd.setCursor(16,0);lcd.print("%");

lcd.setCursor(0,1);lcd.print("Batas Atas :");

lcd.setCursor(17,1);lcd.print(pindah);

lcd.setCursor(13,1); lcd.print(nba );

lcd.setCursor(0,2);lcd.print("Batas Bawah:");

lcd.setCursor(13,2);lcd.print(nbb);

(34)

21

if((kelembaban<nbb)||(kelembaban<nba)){digitalWrite(pompa,HIGH);

lcd.setCursor(0,3);lcd.print("Pompa : Hidup");

}

if(kelembaban>nba){digitalWrite(pompa,LOW);

lcd.setCursor(0,3);lcd.print("Pompa : Mati");

}

delay(100);

}

if (pindah == 2 ) {

if ( ptambah == LOW) { nbb=nbb+1; } if ( pkurang == LOW) { nbb=nbb-1;}

lcd.clear();

lcd.setCursor(0,0);lcd.print("Kelembaban:");

lcd.setCursor(13,0);lcd.print(kelembaban);

lcd.setCursor(16,0);lcd.print("%");

lcd.setCursor(0,1);lcd.print("Batas Atas :");

lcd.setCursor(17,1);lcd.print(pindah);

lcd.setCursor(13,1); lcd.print(nba );

lcd.setCursor(0,2);lcd.print("Batas Bawah:");

lcd.setCursor(13,2);lcd.print(nbb);

if ((kelembaban<nbb)|| (kelembaban<nba)){digitalWrite(pompa,HIGH);

(35)

lcd.setCursor(0,3);lcd.print("Pompa : Hidup");

}

if(kelembaban>nba){digitalWrite(pompa,LOW);

lcd.setCursor(0,3);lcd.print("Pompa : Mati");

}

delay(100);

} delay(300);

}

Setelah pembuatan progam, Tahap selanjutnya adalah pembuatan antarmuka di aplikasi Blynk. Pertama yang harus dilakukan adalah menginstall aplikasi Blynk di peragkat android yang bisa kita dapatkan secara gratis di Google Play Store

(36)

23

Gambar 3.3 Homescreen Blynk

Pada gambar 3.3 menunjukan tampilan utama aplikasi Blynk yang terdiri dari 3 menu yaitu: New Project untuk membuat project baru, My Apps untuk melihat aplikasi yang telah dibuat dari Blynk, Community untuk melihat komunitas pengguna aplikasi Blynk yang lain.

(37)

Gambar 3.4 Data project

Klik New Project untuk membuat project baru dan isikan kolom dengan data sesuai kebutuhan seperti pada Gambar 3.4 diatas. Lalu klik Create untuk membuat project baru.

(38)

25

Gambar 3.5 Blynk mengirim token ke email

Saat pertama registrasi aplikasi Blynk , kita diminta memasukan alamat email. Dan alamat itu digunakan untuk menerima token dari Blynk.

(39)

Gambar 3.6 Token masuk ke alamat email

Token yang masuk ke email digunakan untuk mengisi char auth[] pada coding Arduino IDE. Token ini digunakan untuk menghubungkan project yang dibuat di Blynk dengan code Arduino IDE.

(40)

27

Gambar 3.7 Menambahkan antarmuka pada Blynk

Pilih widged yang dibutuhkan, disini yang kita butuhkan adalah Gauge untuk menampilkal value sensor kelembaban YL-69.

(41)

Gambar 3.8 Data Gauge kelembaban

Pada tahapan ini, kita akan memilih PIN yang nantinya akan digunakan untuk menghubungkan widged Blynk dengan value sensor kelembaban YL-69 pada coding Arduino IDE. Pada gambar 3.8 kita memilih PIN V6, rentang nilai 0 – 100, dan refresh time 1 detik.

(42)

29

Gambar 3.9 Data label value batas atas

Pada tahapan ini, kita akan memilih PIN yang nantinya akan digunakan untuk menghubungkan widged Blynk dengan value label batas atas pada coding Arduino IDE. Pada gambar 3.9 kita memilih PIN V6, rentang nilai 0 – 100, dan refresh time 1 detik.

(43)

Gambar 3.10 Data label value batas bawah

Pada tahapan ini, kita akan memilih PIN yang nantinya akan digunakan untuk menghubungkan widged Blynk dengan value label batas bawah pada coding Arduino IDE. Pada gambar 3.10 kita memilih PIN V6, rentang nilai 0 – 100, dan refresh time 1 detik.

(44)

31

Gambar 3.11 Antarmuka widged Blynk yang telah dibuat

Setelah semua tahapan diatas, tampilan project widged Blynk kurang lebih seperti gambar 3.11.

Setelah project Blynk selesai dibuat, tahap terakhir yaitu pengujian sistem yang telat dibuat , dan melakukan try and eror atau mencari kesalahan pada sistem, sehingga dapat mengurangi kesalahan yang terjadi pada sistem nantinya. dimana tujuannya untuk mengetahui tingkat keberhasilan

(45)

pembuatan alat. Pengujian meliputi pengujian Sensor YL-69, pengujian Node MCU, LCD, Relay, Pompa, dan Blynk.

Pengujian sensor YL-69 bertujuan untuk mengetahui apakah sensor YL-69 dapat bekerja dengan baik dan memastikan tidak ada kerusakan sehingga data kelembaban tanah memiliki tingkat akurasi yang baik.

Pengujian perangkat NodeMCU ESP8266 bertujuan untuk mengetahui apakah Module WiFi NodeMCU ESP8266 dapat berjalan dengan baik dan memastikan Module WiFi NodeMCU ESP8266 yang dipakai tidak ada kerusakan sehingga dapat digunakan sesuai yang diharapkan.

Pengujian relay dilakukan untuk megetahui apakah relay dapat bekerja sesuia prinsip kerja nya dan bisa berfungsi dengan baik sehingga tidak akan terjadi kesalahan saat alat digunakan.

Pengujian Blynk bertujuan untuk mengetahui apakah data yang tetampil pada LCD sama dengan data yang ditampilkan pada project Blynk yang telah dibuat. Sehingga dapat melihat validasi data yang ditampilkan pada hardware dan software bisa sama sesuai dengan apa yang ditampilkan pada LCD dengan Blynk. Dalam pengujian ini diharapkan tampilan pada Blynk bisa sama dengan tampilan LCD.

Jika semua hasil uji sudah sesuai dengan tujuannya maka pembuatan Sitem irigasi otomastis dengan acuan kelembaban tanah telah sukses.

(46)

33

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai hasil unjuk kerja dan pembahasan hasil unjuk kerja pembuatan alat Tugas Akhir (TA).

A. Hasil Unjuk Kerja

Pengujian dilakukan dalam beberapa bagian, meliputi hasil data pengujian pada Blynk , LCD 20x4, dan Smartphone. Berikut adalah hasil data pengujian yang telah dilakukan pada Blynk, LCD 20x4, dan Smartphone.

1. Hasil tampilan data kelembaban pada Blynk.

Hasil pengujian dengan mengamati data kelembaban tanah, nilai batas atas dan nilai batas bawah pada aplikasi Blynk. Tampilan data kelembaban tanah pada aplikasi Blynk melalui bantuan koneksi internet dan Smarthphone Android.

Gambar 4.1 Tampilan data pada Blynk

Gambar 4.1 menunjukan nilai dari pembacaan sensor kelembaban YL-69 yang telah diproses oleh NodeMCU, nilai batas atas dan batas bawah yang kita masukan sebagai acuan kelembaban tanah yang kita inginkan.

(47)

2. Hasil tampilan data kelembaban pada LCD 20x4

Hasil pengujian dengan mengamati data kelembaban pada display LCD 20x4. Tampilan hasil data kelembaban tanah, batas atas, batas bawah dan status pompa pada display LCD 20x4.

Gambar 4.2 Tampilan data pada LCD 20x4

Dari hasil pengujian sensor kelembaban tanah YL-69, diperoleh sebanyak 5 data persentase kelembaban tanah , dari data tersebut kita dapat membandingkan nilai yang tercetak pada display LCD dengan nilai yang tampil pada aplikasi Blynk.

Tabel 4.1 Data hasil pengujian persentase kelembaban tanah Percobaan % Kelembaban

pada LCD

% Kelembaban pada Blynk

Error

1 45 % 44 % 1 %

2 55 % 55 % -

3 60 % 69 % 1%

4 70 % 71 % 1%

5 75% 75 % -

Total Nilai Rata-Rata Error 0,6 %

(48)

42

42

Hasil pengujian pada tabel di atas dapat dilihat bahwa data persentase kelembaban tanah yang ditampilkan pada Blynk dan LCD terkadang memiliki selisih. Nilai rata-rata ketidaksesuain dari 5 kali percobaan adalah sebesar 0.6

%.

B. Pembahasan Hasil Unjuk Kerja

Berikut ini hasil pembahasan unjuk kerja alat, meliputi perancangan kode program:

1. Kode Program sensor Yl-69 dengan NodeMCU ESP8266.

Program Arduino IDE ini digunakan untuk menghubungkan pembacaan sensor YL-69 dengan NodeMCU ESP8266.. Cara menghubungkan sensor DHT11 dengan ESP8266 pada program Arduino IDE dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.3 Kode program YL-69 dengan NodeMCU ESP8266

(49)

Pada gambar 4.3 kita mendeklarasikan variabel adc dan kelembaban. Variable adc = analogRead(A0), memiliki maksud jika varialbel adc adalah nilai dari pembacaan sensor YL-69, yang mana jika sensor YL-69 mendeteksi tanah yang kering, maka akan tercetak nilai maksimal 1023, sedangkan jika tanah mulai basah, nilai akan turun.

Hal ini berkebalikan dengan prinsip kelembaban, yang kita butuhkan adalah nilai yang apabila kelembaban naik maka nilai juga akan naik pada rentang 0 – 100 % , maka dari kebutuhan tersebut, kita menggunakan deklarasi variabel kelembaban = (1023-adc)/10.23.

Dengan rumus tersebut, apabila kelembaban naik maka nilai persentase yang tercetak pada display juga naik, dan jika kelembaban turun maka nilai persentase yang tercetak pada display juga akan turun.

2. Kode Program NodeMCU ESP8266 dengan LCD.

Program Arduino IDE ini digunakan untuk menghubungkan atau mengkoneksikan NodeMCU ESP8266 dengan LCD. Hal ini berfungsi untuk data yang diolah NodeMCU ESP8266 dapat ditampilkan pada LCD. Cara menghubungkan NodeMCU ESP8266 dengan LCD pada program Arduino IDE dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

(50)

44

Gambar 4.4 Kode program NodeMCU ESP8266 dengan LCD

Pada gambar 4.4 Wire.begin (D2,D1) berfungsi untuk mengalamatkan pin NodeMCU yang akan dihubungkan dengan pin SDA dan SCL pada pin I2C. Progam lcd.init(); adalah progam untuk menginisialisasikan lcd. Pemanggilan include library #include <Wire.h>

berfungsi untuk mengkonversi jalur paralel lcd menjadi jalur serial I2C dan #include <LiquidCrystal_I2C.h> bertujuan untuk meng-include library LCD. LiquidCrystal_I2C lcd(0x27,20,4); berfungsi untuk menentukan alamat I2C. lcd.begin(20,4); berfungsi untuk

(51)

menginisialisasi tampilan layar LCD dan menentukan dimensi dari layar LCD. lcd.backlight(); untuk menghidupkan cahaya latar belakang pendukung pada LCD. Untuk perintah lcd.setCursor(0,0) berfungsi untuk menentukkan posisi cursor mulai penulisan. lcd.print("Kelembaban:");

berfungsi untuk menampilkan nilai dari data sensor suhu pada display berfungsi untuk menampilkan nilai dari data kelembaban tanah dan nilai input yang digunakan pada sistem.

3. Kode Program Koneksi NodeMCU ESP8266 dengan WiFi.

Program Arduino IDE ini digunakan untuk menghubungkan atau mengkoneksikan NodeMCU ESP8266 dengan WiFi. Hal ini berfungsi supaya alat khususnya NodeMCU ESP8266 dapat mengakses internet.

Cara menghubungkan ESP8266 dengan WiFi SSID tertentu pada Arduino IDE dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 4.5 Kode program koneksi NodeMCU ESP8266 dengan WiFi

(52)

46

Pada gambar 4.5 pemanggilan library #include <ESP8266WiFi.h>

digunakan supaya dapat menggunakan fungsi WiFi pada NodeMCU ESP8266. Untuk perintah WiFi.begin(ssid, pass); berfungsi untuk menghubungkan NodeMCU ESP8266 dengan SSID WiFi, dimana ssid adalah nama dari SSID WiFi dan pass adalah Pasword dari WiFi yang akan dihubungkan dengan NodeMCU ESP8266.

4. Kode Program Koneksi NodeMCU ESP8266 untuk mengirim data ke Blynk

Program Arduino IDE ini digunakan oleh NodeMCU ESP8266 untuk mingirim data ke Blynk . Program ini hanya dapat bekerja jika NodeMCU ESP8266 sudah terhubung dengan WiFi yang sesuai dengan progam dan kode authorize yang sesuai dengan project yang telah dibuat.

Gambar 4.6 Kode program Mengirim Data Blynk

(53)

Pada gambar 4.6 pemanggilan library #include

<BlynkSimpleEsp8266.h> bertujuan untuk include library Blynk . Char auth[] = "snpyCj-seRAfrznyK4hQ7IvuAlcL9wHn"; adalah baris kode yang menghubungkan NodeMCU dengan project Blynk yang dibuat.

Blynk.virtualWrite(V6, kelembaban); adalah baris progam untuk menuliskan data pada pin virtual Blynk yang tekah dipilih saat konfigurasi widged Blynk. V6 adalah pin virtual 6 , kelembaban adalah data persentase kelembaban yang akan dihubungkan dengan widged Blynk.

Blynk.virtualWrite(V0,nba); adalah baris progam untuk menuliskan data pada pin virtual Blynk yang tekah dipilih saat konfigurasi widged Blynk. V0 adalah pin virtual 0 , nba adalah data nilai batas atas yang akan dihubungkan dengan widged Blynk.

Blynk.virtualWrite(V1,nbb); adalah baris progam untuk menuliskan data pada pin virtual Blynk yang tekah dipilih saat konfigurasi widged Blynk. V1 adalah pin virtual 0 , nbb adalah data nilai batas bawah yang akan dihubungkan dengan widged Blynk.

5. Kode Progam untuk mengendalikan pompa air.

Program Arduino IDE ini digunakan mengendalikan kondisi pompa air untuk penyiraman tanaman. Berikut adalah bagian progam yang mengendalikan kondisi dari pompa air.

(54)

48

Gambar 4.7 Kode progam untuk mengendalikan kondisi pompa air

Pada gambar 4.7 baris progam if ((kelembaban<nbb)||

(kelembaban<nba)){digitalWrite(pompa,HIGH);

lcd.setCursor(0,3);lcd.print("Pompa : Hidup"); memiliki fungsi jika nilai persentase kelembaban lebih kecil daripada nilai batas atas dan nilai batas bawah, maka pin D8 pada NodeMCU akan berlogika HIGH yang dihubungkan dengan relay dan akan menghidupkan pompa air, pada waktu yang sama perintah tersebut juga akan mencetak ke LCD yaitu”POMPA : Hidup”.

if(kelembaban>nba){digitalWrite(pompa,LOW); lcd.setCursor(0,3);

lcd.print("Pompa : Mati"); memiliki fungsi jika nilai persentase kelembaban lebih besar daripada nilai batas atas, maka pin D8 pada NodeMCU akan berlogika LOW yang dihubungkan dengan relay dan akan mematikan pompa air, pada waktu yang sama perintah tersebut juga akan mencetak ke LCD yaitu”POMPA : Mati”.

(55)

42

BAB V PENUTUP

Dalam bab terakhir laporan Tugas Akhir (TA) terdapat simpulan yang diperoleh dari hasil pembuatan alat berdasarkan rumusan masalah serta saran untuk perkembangan penelitian selanjutnya.

A. Simpulan

Berdasarkan hasil unjuk kerja dan pembahasan mengenai Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Acuan Kelembaban Tanah yang Dapat Dipantau dengan Android Berbasis Arduino penulis mendapatkan simpulan:

1. Untuk memaksimalkan kebutuhan air pada tanaman berdasarkan kelembaban tanah, yang perlu kita lakukan adalah melakukan riset kelembaban tanah dengan sensor kelembaban tanah YL-69, dan mencatat rentang kriteria kelembaban tanah yang dibutuhkan sesuai jenis tanaman.

2. Perancangan perangkat keras (hardware) untuk rancang bangun Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Acuan Kelembaban Tanah yang Dapat Dipantau dengan Android Berbasis NodeMcu ESP8266 menggunakan input berupa sensor kelembaban tanah YL-69 dan nilai rentang penguncian kelembaban. Kemudian proses berupa NodeMCU ESP8266 serta Output berupa LCD, Blynk, Relay dan Smartphone.

3. Perancangan perangkat lunak (software) untuk rancang bangun Alat Penyiram Tanaman Otomatis Dengan Acuan Kelembaban Tanah yang Dapat Dipantau dengan Android Berbasis NodeMcu ESP8266 dibuat dengan software Arduino IDE. Software Arduino IDE digunakan sebagai pembuatan source code program yang menggunakan bahasa C++, source code program berfungsi untuk menjalankan NodeMCU ESP8266. Dalam program Arduino IDE terdapat beberapa library untuk menjalankan komponen-komponen yang digunakan dalam tugas akhir.

4. Untuk memantau kondisi kelembaban tanah dari perangkat android, kita harus menghubungkan NodeMcu dengan project aplikasi Blynk.

(56)

43

B. Saran

Didalam pembuatan Alat ini masih banyak kekurangan , maka dari itu penulis menyarankan sebagai berikut.

1. Gunakan koneksi jaringan internet atau signal yang stabil untuk pengiriman dan penerimaan data.

2. Alat ini dapat bekerja berdasarkan kelembaban tanah yang dideteksi dengan sensor kelembaban YL-69 yang berjumlah 1 sensor, pastikan penempatan sensor dapat mewakili keadaan dari kelembaban tanah di area yang disirami air oleh pompa air.

3. Alat ini dapat dikembangkan tidak hanya untuk menonitoring jarak jauh, namun juga bisa mengendalikan batas atas dan batas bawah dari jarak jauh.

4. Karena NodeMcu ESP8266 hanya memiliki 1 pin Analog, jika ingin menigkatkan presisi pembacaan kelembaban tanah maka harus menambahkan sensor YL-69 dengan menggunakan IC Multiplexer.

(57)

44

DAFTAR PUSTAKA

Asriya, P. 2016, Rancang Bangun Sistem Monitoring Kelembaban Tanah Menggunakan Wireless Sensor Berbasis Arduino Uno. Padang : Jurnal Fisika Uiversitas Andalas.

Haidar, Muhammad (2014) Rancang Bangun Alat Pengendali Kelembapan Tanah Pada Tanaman Buah Tin Menggunakan Mikrokontroler AVR. Other thesis, Politeknik Negeri Sriwijaya

Ibrahim, A., 2011, Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Tugas Akhir Berbasis Short Message Service (SMS) Gateway, Jurnal Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Sriwijaya.

Prayitno, W. A. 2017, Sistem Monitoring Suhu, Kelembaban, dan Pengendali Penyiraman Tanaman Hidroponik menggunakan Blynk Android.

Malang : J-PTIIK Universitas Brawijaya

Stevanus dan Setiadi, K.. D., 2013, Alat Pengukur Kelembaban Tanah Berbasis Mikrokontroler, Jurnal Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

Viktorianus, R. J. 2014, Prototype Alat Penyemprot Air Otomatis Pada Kebun Pembibitan Sawit Berbasis Sensor Kelembaban dan Mikrokontroler AVR Atmega8, Universitas Tanjungpura.

Yahwe, C. P. 2016, Rancang Bangun Prototype System Monitoring Kelembaban Tanah Melalui Sms Berdasarkan Hasil Penyiraman Tanaman “Studi Kasus Tanaman Cabai Dan Tomat”. Kendari : Teknik Informatika Universitas Halu Oleo.

(58)

45

Lampiran

(59)

Lampiran 1

1. Dokumentasi Alat.

(60)

47

(61)
(62)

49

(63)
(64)

51

(65)
(66)

53

(67)
(68)

55

(69)
(70)

57

Gambar

Gambar 2.2 Modul Soil Moisture YL-69
Gambar 2.3 LCD 20x4  5.  I2C (Inter Integrated Circuit)
Gambar 2.5 NodeMCU ESP8266 -12E
Tabel 2.1 Spesifikasi NodeMCU ESP8266
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan: Untuk menilai kesepakatan skala DN4 dalam bahasa Indonesia sebagai instrumen pemeriksaan yang reliabel, dapat dipercaya, dan mengetahui nilai validitas DN4

P SURABAYA 03-05-1977 III/b DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH RSUD Dr.. DEDI SUSILA, Sp.An.KMN L SURABAYA 20-03-1977 III/b ANESTESIOLOGI DAN

menunjukkan nilai terendah. Hasil analisa keragaman menunjukkan bahwa perlakuan penambahan tepung ikan motan berpengaruh nyata pada taraf uji 5% terhadap nilai

Freud (1993) mengungkapkan bahwa kecemasan merupakan hasil dari konflik psikis yang tidak disadari. Kecemasan menjadi tanda terhadap ego untuk mengambil aksi penurunan cemas.

Menurut Houglum (2005), prinsip rehabilitasi harus memperhatikan prinsip- prinsip dasar sebagai berikut: 1) menghindari memperburuk keadaan, 2) waktu, 3) kepatuhan, 4)

5 Dengan adanya keluhan dari pelanggan akan memberikan kesempatan seorang Public Relations dalam kegiatan.. customer relations untuk mendapatkan kepuasan

Karakter penciri ukuran tubuh populasi kerbau lumpur Regu Ijo Gading Barat dan Regu Ijo Gading Timur di Kabupaten Jembrana adalah lingkar dada dan panjang

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT atas berkah dan karunia yang telah dilimpahkan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul