13
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1 Kedudukan dan Koordinasi
Selama praktik kerja magang, penulis berperan sebagai reporter di kanal Science dan kanal Tech. Kanal sains memiliki dua subkanal, yaitu Discovery dan Experiment. Di sisi lain, kanal teknologi memiliki tiga subkanal, yakni Trend, Gadget, dan Games.
Penulis memiliki kedudukan yang sama dengan reporter tetap dan intern lainnya. Perbedaan antara reporter tetap dan intern lainnya terletak pada porsi penulisan artikel intern yang lebih sedikit dibandingkan reporter tetap. Penulis intern wajib membuat minimal dua artikel per hari, sedangkan reporter tetap diharuskan untuk menulis minimal lima artikel per hari.
Dalam praktik kerja magang, penulis langsung dibimbing oleh editor kanal Science, Tech, dan Health, Bayu Dwityo Wicaksono. Editor melakukan komunikasi dan koordinasi melalui aplikasi WhatsApp. Sehubungan dengan itu, editor membentuk grup WhatsApp yang terdiri dari editor, kontributor, dan intern. Segala bentuk komunikasi antara editor dan intern dilakukan lewat grup tersebut atau pesan pribadi.
Penulis tidak pernah bertemu secara tatap muka dengan editor karena lokasi yang berjauhan. Editor berdomisili di Surabaya sedangkan penulis menetap di Bekasi. Hal ini memiliki arti bahwa komunikasi lewat teks, suara, dan video harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
Editor mewajibkan penulis untuk mengirimkan sepuluh ide artikel lewat grup WhatsApp atau pesan pribadi pada hari Senin. Penulis menaati peraturan tersebut.
Penulis juga kerap mengajukan lebih dari sepuluh artikel sebelum hari Senin tiba sehingga penulis selalu memiliki ide cadangan. Setelah membaca kumpulan ide yang diajukan, editor akan memutuskan untuk menerima atau menolak ide tersebut.
Jika diterima, penulis langsung bisa mengubah ide tersebut menjadi artikel yang utuh. Jika tidak diterima, penulis dianjurkan untuk mencari ide lain sehingga memenuhi kuota penugasan.
14 Begitu proses pengajuan selesai, penulis memulai pembuatan artikel. Setiap harinya, penulis perlu mengirim pesan terkait artikel apa saja yang akan digarap.
Pesan ini digunakan sebagai bukti kehadiran dan harus dikirimkan sebelum pukul 09.00 WIB.
Tidak semua ide yang diajukan harus dikerjakan pada minggu itu juga. Sebab, editor kerap memberikan penugasan, seperti tugas untuk menulis artikel berbasis siaran pers, mewawancarai narasumber, dan meliput webinar serta konferensi pers.
Jadi, ide yang sudah diajukan dapat disimpan untuk minggu berikutnya.
Saat diberikan penugasan, penulis sering memanfaatkan fitur pesan pribadi di WhatsApp untuk bertanya seputar kebingungan dalam penulisan artikel. Dalam persiapan untuk melakukan wawancara dengan narasumber, penulis juga menyusun pertanyaan dan mendiskusikannya dengan editor lewat aplikasi tersebut.
3.2 Tugas yang Dilakukan
Penulis memiliki tanggung jawab untuk menulis artikel yang dimuat di kanal Science yang dibagi menjadi Discovery dan Experiment, serta kanal Tech yang dibagi menjadi Trend, Gadget, dan Games. Pada dasarnya, subkanal Discovery dan Experiment cukup mirip karena penulis dapat membahas sejumlah topik dalam kanal tersebut, mulai dari flora dan fauna sampai antariksa. Namun, subkanal Discovery lebih sering membahas penemuan dan sejarah. Di sisi lain, subkanal Experiment rutin membahas eksperimen atau topik yang sumbernya berasal dari penelitian, jurnal ilmiah, dan buku.
Subkanal Trend membahas aplikasi, tips, atau tren teknologi yang sedang populer, seperti Virtual Youtubers dan Cryptocurrency. Subkanal Gadget umumnya mengupas informasi produk elektronik, seperti telepon genggam dan laptop.
Terakhir, ada subkanal Games yang memuat artikel rekomendasi, fakta unik, dan ulasan tentang sebuah game.
Proses kerja penulis dimulai dari pencarian ide. Penulis mencari ide dengan menelusuri situs luar negeri, baik situs teknologi maupun situs sains. Selain itu, penulis juga memanfaatkan Google Trends untuk mengetahui tren yang sedang populer. Pengalaman atau pertanyaan yang terlintas di benak penulis pun dapat
15 dijadikan ide artikel. Kumpulan ide ini diajukan kepada editor yang menentukan apakah ide tersebut layak untuk diangkat atau tidak.
Langkah selanjutnya adalah menulis artikel berdasarkan ide yang sudah diterima. Artikel ini dibuat dengan menggunakan Content Management System (CMS) milik IDN Times. Penulis menggunakan gaya listicle yang menjadi ciri khas IDN Times, baik untuk artikel kompilasi maupun artikel deskripsi. Pembuatan artikel juga memperhatikan penggunaan kata yang tepat berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan peraturan yang tertera di buku panduan IDN Times.
Dalam pembuatan artikel, penulis tidak menyalin atau meniru artikel dari situs lain. Penulis melakukan parafrasa dari situs luar negeri dengan gaya bahasa Gen Z dan milenial sehingga isi artikel mudah dipahami. Hal ini menjadi penting terutama dalam konteks artikel sains karena penggunaan terminologi yang sulit dipahami menjadi alasan mengapa konten sains sulit dikonsumsi masyarakat (McKinnon et al., 2017, p. 1).
Penulis menghindari pengambilan informasi dari satu sumber saja.
Pengutipan sejumlah sumber tepercaya seperti situs yang kredibel atau artikel ilmiah menjadi penting supaya artikel yang dibuat penulis tetap akurat. Dengan kata lain, penulis melakukan pengecekan fakta demi menjaga kebenaran informasi yang dimuat dalam artikel.
Setelah selesai menulis artikel, penulis mengunggah artikel tersebut di Content Management System IDN Times. Artikel tersebut akan dibaca dan disunting oleh editor sebelum akhirnya diterbitkan di IDN Times. Kumpulan artikel akan diterbitkan pada waktu yang tepat. Penulis pun mulai menulis artikel berikutnya sampai memenuhi kuota harian, yakni dua artikel per hari.
Ide artikel tidak datang dari benak penulis saja. Editor juga sering memberikan ide melalui penugasan, meskipun frekuensi penugasan tidak menentu.
Artinya, ada minggu di mana penulis mendapatkan sejumlah tugas, ada pula minggu di mana penulis tidak mendapatkan penugasan.
Biasanya, penulis ditugaskan untuk membuat artikel berdasarkan topik yang diberikan, baik soft news maupun hard news. Penulis juga menulis artikel berdasarkan siaran pers, melakukan wawancara, dan meliput acara penting, konferensi pers, serta webinar. Semua liputan dilakukan secara daring mengingat
16 pandemi yang membatasi ruang gerak reporter. Adapun penugasan liputan diberikan beberapa jam sebelum acara dimulai. Berikut perincian kegiatan penulis selama menjadi reporter intern di IDN Times,
Tabel 3.1 Rincian Kegiatan Mingguan Penulis
Pekan Tugas yang Dikerjakan
1 (3-6 Agustus 2021) 1. Menulis artikel penugasan terkait hewan yang pernah terpapar virus COVID-19.
2. Menulis artikel penugasan berupa siaran pers mengenai Baparekraf Game Prime 2021.
3. Menulis artikel update untuk musim game Apex Legends ke-10.
4. Menulis artikel tentang kebiasaan buruk pagi hari banyak orang berbasis ilmiah.
5. Menulis artikel penugasan berupa siaran pers IBM mengenai biaya pelanggaran data.
6. Menulis artikel penugasan mengenai tips ilmiah anti kebiasaan menunda.
7. Menulis artikel tentang game indie untuk platform PC yang rilis pada Agustus 2021.
8. Menulis artikel tentang tanaman welwitschia.
2 (9-15 Agustus 2021)
1. Menulis artikel penugasan berupa siaran pers mengenai Ajie Wicaksono.
2. Menulis artikel penugasan berupa siaran pers mengenai pengembang game Tahu Bulat.
3. Menulis artikel penugasan berupa siaran pers mengenai Niji Games.
4. Menulis artikel tentang game lokal bergaya pixel art yang akan hadir di Steam.
5. Menulis artikel tentang hewan bunglon kerdil Chapman yang sempat dikira punah.
17 6. Menulis artikel penugasan tentang bermain game
di masa kecil yang membuat memori masa dewasa makin bagus.
7. Menulis artikel tentang kemampuan anjing untuk menyadari kebohongan manusia.
8. Menulis artikel tentang fakta ilmiah guyonan receh.
9. Menulis artikel tentang game puzzle yang bikin pusing.
10. Menulis artikel tentang cute aggression.
11. Menulis artikel tentang daftar game eksklusif konsol yang sudah masuk ke platform PC.
3 (16-22 Agustus 2021)
1. Menulis artikel tentang suku Ainu.
2. Menulis artikel tentang sensorimotor obssessions.
3. Menulis artikel tentang Triantha occidentalis.
4. Menulis artikel tentang keramaian hacker di aplikasi Discord.
5. Menulis artikel tentang game Kimetsu no Yaiba:
Hinokami Keppuutan.
6. Menulis artikel tentang ular terbang Chrysopelea.
7. Menulis artikel tentang game Naraka:
Bladepoint.
8. Menulis artikel tentang cara unik hewan bertegur sapa.
9. Menulis artikel update Genshin Impact versi 2.1.
10. Menulis artikel fakta sains makin kecilnya ukuran tubuh hewan.
4 (23-29 Agustus 2021)
1. Menulis artikel fakta hewan kambing Damaskus.
2. Menulis artikel tentang game horor yang seru untuk dimainkan bersama.
18 3. Menulis artikel tentang game party yang seru
dimainkan di tengah pandemi.
4. Menulis artikel fakta isopod raksasa.
5. Menulis artikel tentang doorway effect.
6. Menulis artikel tentang game yang mirip Harvest Moon.
7. Menulis artikel tentang game Ghost of Tsushima Director’s Cut.
8. Menulis artikel tentang baby talk.
9. Menulis artikel tentang daftar ras anjing yang punah karena ulah manusia.
10. Menulis artikel penugasan tentang game Project BuraMato.
5 (30 Agustus-5 September 2021)
1. Menulis artikel tentang fakta ilmiah kemarahan saat bermain game online.
2. Menulis artikel tentang service dogs.
3. Menulis artikel tentang game indie PC yang rilis pada September 2021.
4. Menulis artikel tentang hewan herbivor yang pernah makan daging.
5. Menulis artikel tentang game terbaru yang rilis pada September 2021.
6. Menulis artikel tentang fakta hewan Aye-aye.
7. Menulis artikel fakta ilmiah mengapa game online dipenuhi cheater.
8. Menulis artikel tentang J. Robert Oppenheimer.
9. Menulis artikel tentang game yang memiliki grafik nyata.
10. Menulis artikel tentang mitos gaya belajar.
6 (6-12 September 2021)
1. Menulis artikel tentang fakta hewan Scottish wildcat.
2. Menulis artikel tentang game DokeV.
19 3. Menulis artikel tentang fakta ilmiah berbicara
kata ‘Um’ dan solusi menghadapinya.
4. Menulis artikel tentang game Back 4 Blood.
5. Menulis artikel tentang ilmuwan genius yang dilupakan sejarah.
6. Menulis artikel tentang game Halo Infinite.
7. Menulis artikel tentang game mendatang yang paling ditunggu pengguna Steam.
8. Menulis artikel tentang fakta anjing Pug.
9. Menulis artikel tentang anime yang akan mendapatkan adaptasi game baru.
10. Menulis artikel tentang pohon Cerbera odollam.
7 (13-19 September 2021)
1. Menulis artikel tentang game esports yang paling aneh.
2. Menulis artikel penugasan tentang paus kepala melon.
3. Menulis artikel tentang bagian laut dalam yang penuh misteri.
4. Menulis artikel tentang game Hot Wheels Unleashed.
5. Menulis artikel tentang situs yang wajib diketahui pencinta anime.
6. Menulis artikel tentang kebiasaan sehari-hari yang ternyata berbahaya.
7. Menulis artikel tentang Irena Sendler.
8. Mengikuti konferensi pers dan menulis artikel penugasan mengenai tren yang mendominasi Twitter Indonesia.
9. Menulis artikel tentang game yang durasinya pendek tetapi sangat berkesan.
10. Menulis artikel tentang penjara yang paling aneh di dunia.
20 8 (20-26 September
2021)
1. Menulis artikel penugasan tentang fitur pencarian bisnis di WhatsApp.
2. Menulis artikel tentang game Dying Light 2.
3. Menulis artikel tentang game yang dibenci kritikus tetapi disenangi gamer.
4. Menulis artikel tentang Giant otter.
5. Menulis artikel penugasan tentang update baru Facebook yang mengganggu akses pengawas.
6. Menulis artikel tentang kolaborasi karakter yang paling unik dalam game.
7. Menulis artikel tentang hewan yang mampu hidup di daerah pegunungan berapi.
8. Menulis artikel tentang update Operation Riptide untuk game Counter-Strike: Global Offensive.
9. Menulis artikel tentang fakta Virtual Youtuber 10. Menulis artikel tentang guyonan merendahkan
diri.
9 (27 September-3 Oktober 2021)
1. Menulis artikel tentang daftar game dengan grafik yang unik.
2. Menulis artikel tentang tips meningkatkan aim dalam game FPS.
3. Menulis artikel tentang makhluk aneh yang pernah terdampar di pantai.
4. Menulis artikel tentang hewan Iowa fluffy cow.
5. Menulis artikel tentang game terbaru yang rilis pada Oktober 2021.
6. Mengikuti konferensi pers dan menulis artikel penugasan tentang fitur smartwatch Garmin.
7. Menulis artikel tentang hewan Angular roughshark.
8. Menulis artikel tentang game indie terbaru yang rilis pada Oktober 2021.
21 9. Menulis artikel tentang game Far Cry 6.
10. Menulis artikel tentang kebiasaan yang melekat dengan orang pintar berdasarkan studi.
10 (4-10 Oktober 2021)
1. Menulis artikel tentang map game FPS yang ikonik.
2. Menulis artikel tentang game Nickelodeon All- Star Brawl.
3. Menulis artikel tentang game Roblox yang paling seru.
4. Menulis artikel tentang kerja sama hewan beda spesies yang paling aneh.
5. Menulis artikel tentang update Genshin Impact 2.2.
6. Menulis artikel tentang hewan Port Jackson shark.
7. Menulis artikel tentang fenomena hujan hewan.
8. Menulis artikel tentang daftar aplikasi konsultasi kesehatan mental yang paling baik di Indonesia.
9. Menulis artikel pengumuman Grand Theft Auto:
The Trilogy – The Definitive Edition.
10. Menulis artikel pengumuman Honkai: Star Rail.
11 (11-17 Oktober 2021)
1. Menulis artikel tentang daftar game dengan rating paling buruk di Steam.
2. Menulis artikel tentang fakta fenomena longsor salju.
3. Menulis artikel tentang hewan ubur-ubur Irukandji.
4. Menulis artikel tentang fakta berpikir negatif sebelum tidur.
5. Menulis artikel tentang game yang seram meskipun bukan genre horor.
22 6. Mengikuti webinar dan menulis artikel
penugasan tentang warisan alam kapur barus.
7. Menulis artikel tentang daftar game fighting yang paling aneh.
8. Menulis artikel tentang Leopard seal.
9. Menulis artikel tentang visual novel misteri yang terbaik.
10. Menulis artikel tentang anjing Pitbull.
12 (18-24 Oktober 2021)
1. Menulis artikel tentang kesalahan yang sering dilakukan saat push rank di game FPS.
2. Menuliskan artikel penugasan tentang penjelasan BMKG mengenai panas di Indonesia.
3. Menonton dan menulis artikel penugasan tentang Apple Event 2021 Unleashed.
4. Menonton dan menulis artikel penugasan tentang MacBook Pro 2021.
5. Menulis artikel tentang update Minecraft berjudul The Wild Update.
6. Menulis artikel tentang kucing Lykoi.
7. Menulis artikel tentang game yang membuat pemain merasa seperti John Wick.
8. Menulis artikel tentang fakta flag bearer, posisi paling berani di medan perang.
9. Menulis artikel tentang fakta domba Border Leicester.
10. Menulis artikel tentang game RPG Maker yang paling seram.
13 (25-31 Oktober 2021)
1. Menulis artikel tentang potret perbandingan GTA Trilogy – The Definitive Edition dengan versi lama.
2. Menulis artikel tentang fakta Wojtek, beruang yang terlibat Perang Dunia II.
23 3. Menulis artikel tentang game Haunted
Chocolatier.
4. Menulis artikel tentang fakta Perang Emu.
5. Menulis artikel tentang pemberontak paling hebat dalam sejarah.
6. Menulis artikel tentang Pokémon dengan kisah yang paling menyeramkan.
7. Menulis artikel tentang game indie yang rilis pada November 2021.
8. Mengikuti webinar dan menulis artikel penugasan tentang Indonesia Writers Festival 2021 dengan topik cara mengulas teknologi.
9. Menulis artikel tentang pohon Dragon’s blood.
10. Menulis artikel tentang game yang rilis pada November 2021.
14 (1-7 November 2021)
1. Menulis artikel tentang inovasi konsol yang paling aneh.
2. Menulis artikel tentang game Steam dengan rating paling tinggi.
3. Menulis artikel tentang Crab Game.
4. Menulis artikel tentang hewan tokek Jackie’s day.
5. Menulis artikel tentang game Poppy Playtime.
6. Menulis artikel tentang hewan dengan populasi di bawah seratus.
7. Menulis artikel tentang game yang pernah berubah genre.
8. Menulis artikel tentang eksperimen Little Albert.
9. Menulis artikel tentang game gratis dengan rating paling tinggi di Steam.
10. Menulis artikel tentang Winnipeg, beruang yang menginspirasi Winnie the Pooh.
24 15 (8-14 November
2021)
1. Menulis artikel tentang game dengan grafik seperti film animasi.
2. Menulis artikel tentang game Forza Horizon 5.
3. Menulis artikel tentang game spinoff yang paling aneh.
4. Menulis artikel penugasan yang membahas ciri- ciri kucing lapar.
5. Menulis artikel tentang hewan Yangtze giant softshell turtle.
6. Menulis artikel penugasan yang membahas ciri- ciri kucing sehat dan bahagia.
7. Menulis artikel penugasan yang membahas cara merekam video call WhatsApp di Android dan iPhone.
8. Menulis artikel tentang eksperimen Human Radiation.
9. Menulis artikel tentang game yang terlihat menggemaskan tetapi menyeramkan.
10. Menulis artikel tentang Firehawks.
16 (15-21 November 2021)
1. Menulis artikel tentang situs game gratis yang terbaik.
2. Menulis artikel update Genshin Impact versi 2.3.
3. Menulis artikel tentang game sepak bola yang paling aneh.
4. Menulis artikel tentang hewan liger.
5. Menulis artikel penugasan tentang gangguan koneksi IndiHome.
6. Menulis artikel tentang karakter crossover yang paling keren di game Fortnite.
7. Menulis artikel penugasan tentang cara merawat anggrek Cymbidium.
25 8. Menulis artikel penugasan tentang pendapat
NASA soal kabar matahari terbit dari barat.
9. Menulis artikel tentang game mascot horror yang paling seram.
10. Menulis artikel tentang diktator paling brutal yang jarang diketahui.
17 (22-28 November 2021)
1. Menulis artikel tentang situs yang wajib diketahui pemain game.
2. Menulis artikel tentang hewan yang paling fluffy di dunia.
3. Menulis artikel tentang game konsol PlayStation 2 yang layak mendapatkan remake.
4. Menulis artikel tentang mitos populer hewan yang telanjur dipercaya.
5. Menulis artikel tentang game yang rilis Desember 2021.
6. Menulis artikel tentang eksperimen anak yang paling buruk dalam sejarah.
7. Menulis artikel tentang game indie yang rilis Desember 2021.
8. Menulis artikel tentang alasan ilmiah mengapa manusia senang bergosip.
9. Menulis artikel tentang sekuel game yang dilupakan pemain game.
10. Menulis artikel tentang alasan ilmiah mengapa media sosial penuh orang toxic.
18 (29 November-2 Desember 2021)
1. Menulis artikel tentang game yang mengajak pemain bermain sebagai hewan.
2. Menulis artikel tentang game open-world yang paling seram.
3. Menulis artikel tentang game PC keren yang dapat dimainkan di HP.
26 4. Menulis artikel tentang ilmuwan perempuan yang
seharusnya mendapatkan Hadiah Nobel.
5. Menulis artikel tentang game paling mengecewakan di tahun 2021.
6. Menulis artikel tentang kebiasaan berbasis ilmiah yang membuat orang bahagia.
7. Menulis artikel tentang game buatan fans yang paling keren.
8. Menulis artikel tentang tips ilmiah yang membuat orang disukai.
Sumber: Hasil Olahan Penulis
Dalam praktik kerja magang yang berlangsung selama 18 pekan, penulis membuat 177 artikel, dengan pembagian sebanyak 98 artikel di kanal Tech dan 79 artikel di kanal Science. Dari 177 artikel yang dibuat, editor sudah menerbitkan 142 artikel di IDN Times. Sebanyak 35 artikel belum diterbitkan karena editor belum sempat untuk membaca dan menyunting kumpulan artikel tersebut.
3.3 Pembahasan
3.3.1 Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Sebagai reporter atau penulis kreatif, pekerjaan penulis tidak terlepas dari pengumpulan data, peliputan, dan penulisan artikel. Proses pelaksanaan kerja penulis berlandaskan lima lapisan keputusan jurnalisme oleh Ronald Buel (Ishwara, 2011, p. 119). Adapun lapisan tersebut dibagi menjadi penugasan (data assignment), pengumpulan (data collecting), evaluasi (data evaluation), penulisan (data writing), dan penyuntingan (data editing).
3.3.1.1 Penugasan (Data Assignment)
Lapisan pertama yang mengawali proses pembuatan berita adalah penugasan. Menurut Buel, lapisan penugasan menentukan apa yang layak diliput beserta alasannya (Ishwara, 2011, p. 119).
Di IDN Times kanal sains dan teknologi, penulis diberikan tugas
27 dari editor untuk menulis minimal dua artikel per hari berdasarkan ide yang sudah diajukan. Penulis harus mengirimkan sepuluh ide artikel setiap hari Senin sebelum pukul 09.00 WIB.
Namun, penulis juga kerap mengirimkan ide sebelum hari Senin.
Gambar 3.1 Pengajuan Ide Mingguan
Sumber: Dokumentasi Penulis
Kebanyakan topik yang diajukan penulis bersifat soft news.
Berita soft news didefinisikan oleh Shoemaker dan Cohen sebagai berita yang biasanya didasarkan pada peristiwa yang tidak dijadwalkan atau nonscheduled events (Reinemann et al., 2011, p. 224). Nonscheduled events diartikan oleh Tuchman sebagai peristiwa yang tanggal penyebarannya sebagai berita ditentukan oleh wartawan (1973, p. 118). Dengan demikian, reporter atau organisasi media tidak ditekan untuk menerbitkan berita pada tanggal atau waktu tertentu. Jadi, dapat dikatakan bahwa Shoemaker dan Cohen melihat soft news dari lensa aktualitas.
Meskipun lebih sering mengajukan ide soft news, penulis juga beberapa kali mengajukan ide hard news. Shoemaker dan Cohen berpendapat bahwa hard news mengangkat kejadian mendesak yang harus segera dilaporkan (Reinemann et al., 2011, p. 224).
28 Pada gambar 3.1, penulis mengajukan sembilan ide soft news dan satu ide hard news. Pencarian ide ini dilakukan dengan menelusuri situs luar negeri dan Google Trends. Penulis juga bisa mendapatkan ide dari pengalaman menonton film, membaca buku, dan memainkan game. Tidak jarang pula penulis memperoleh ide dari perbincangan dengan teman dan pertanyaan yang muncul di pikiran penulis.
Pemilihan ide dilakukan dengan pertimbangan. Sebagai contoh, pada gambar 3.1 penulis memutuskan untuk mengajukan ide hard news yang berjudul “X Fakta Update Genshin Impact 2.2” karena Genshin Impact merupakan game yang relatif populer di Indonesia. Penulis juga pernah mengajukan ide seputar pengumuman game Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition dan Honkai: Star Rail karena nama keduanya sudah tidak asing lagi bagi pemain game di Indonesia.
Gambar 3.2 Pencegahan Duplikasi Berita
Sumber: Dokumentasi Penulis
Penulis berusaha untuk mengangkat topik yang belum pernah dibahas sebelumnya. Sehubungan dengan itu, penulis menggunakan mesin pencari IDN Times untuk mencari tahu
29 apakah ide penulis sudah pernah dibahas atau belum. Mesin pencari Google juga digunakan untuk mencari artikel.
Sebenarnya, editor tidak sepenuhnya melarang pembahasan topik yang sudah diangkat sebelumnya. Catatannya, penulis harus menulis artikel yang lebih mendetail ketimbang artikel yang lama. Selama praktik kerja magang, penulis lebih memilih untuk membahas topik yang benar-benar segar. Apabila penulis lalai dan mengajukan topik yang sudah dibahas, penulis memilih untuk membuat artikel yang lebih lengkap atau mencari ide lain. Itulah mengapa penulis menyiapkan ide cadangan.
Setelah proses pengajuan ide, editor akan memutuskan untuk menerima atau menolak kumpulan ide penulis. Jika diterima, penulis bisa langsung memulai pengerjaan artikel. Jika tidak diterima, penulis harus mencari ide lain yang ingin dibahas supaya memenuhi kuota penugasan.
Gambar 3.3 Penugasan Soft News
Sumber: Dokumentasi Penulis
Ide untuk penulisan artikel tidak selamanya datang dari pikiran penulis. Editor sering memberikan ide melalui penugasan.
Pada gambar 3.3, editor menugaskan penulis untuk membahas
30 fakta-fakta unik tentang hewan paus kepala melon. Artikel soft news ini mengiringi artikel hard news tentang video viral yang menunjukkan pembawaan paus kepala melon dengan sepeda motor. Selain artikel tentang paus kepala melon, penulis juga pernah ditugaskan untuk menulis artikel soft news tentang daftar hewan yang pernah terpapar COVID-19 dan tutorial merekam panggilan video di WhatsApp dengan Android dan iPhone. Setiap penugasan dari editor perlu dikerjakan dengan segera.
Gambar 3.4 Penugasan Hard News tanpa Liputan
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Tidak hanya soft news, editor juga memberikan penulis kesempatan untuk menggarap artikel hard news, contohnya pada gambar 3.4. Penugasan tentang koneksi internet IndiHome tidak membutuhkan liputan, sehingga penulis memutuskan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sumber berita, baik media sosial IndiHome maupun pengguna IndiHome. Artikel ini harus dikerjakan dengan cepat agar media IDN Times tidak kalah saing melawan media kompetitor.
Gambar 3.5 Penugasan Hard News dengan Liputan
31 Sumber: Dokumentasi Pribadi
Penulis pernah diberikan penugasan liputan secara virtual.
Pada gambar 3.5, editor memberikan tugas pada penulis untuk merekap acara besar-besaran Apple bertajuk ‘Unleashed’.
Penulis menonton acara yang diadakan pada malam hari kemudian menulis artikel yang diterbitkan pagi harinya. Seperti penugasan hard news tanpa liputan, penugasan seperti ini juga membutuhkan kecepatan, apalagi mengingat kepopuleran Apple dalam dunia teknologi.
Gambar 3.6 Penugasan Penulisan Artikel Berbasis Siaran Pers
Sumber: Dokumentasi Pribadi
32 Pada awal masa magang, penulis tidak jarang mendapatkan penugasan berbasis siaran pers. Seperti pada gambar 3.6, penulis diminta untuk menulis tiga artikel dengan tema besar yang sama, Hari Game Indonesia. Biasanya, penugasan siaran pers diberikan sehari sebelum waktu pengerjaan melalui e-mail, bukan WhatsApp.
Batas pengumpulan artikel pun lebih leluasa dibandingkan sederet penugasan sebelumnya. Selain artikel Hari Game Indonesia, penulis juga pernah membuat artikel dengan data bersumber dari siaran pers IBM. Memasuki pertengahan dan akhir masa magang, penulis jarang mendapatkan penugasan berbasis siaran pers.
Gambar 3.7 Penugasan Penulisan Artikel dengan Wawancara
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Meskipun kebanyakan konten kanal sains dan teknologi tidak membutuhkan narasumber, ada kalanya artikel tersebut membutuhkan pendapat dari para ahli, contohnya dalam artikel yang membahas kumpulan aplikasi untuk konsultasi kesehatan mental, seperti yang ditunjukkan gambar 3.7.
Dalam penugasan ini, penulis mencari aplikasi konsultasi mental kemudian mengunduh dan mencobanya. Selanjutnya,
33 penulis menyiapkan daftar pertanyaan yang diajukan kepada editor. Setelah editor menerima atau menolak pertanyaan, penulis menghubungi narasumber dan melakukan wawancara lewat panggilan video. Begitu mendapatkan jawaban terkait efektivitas aplikasi konsultasi kesehatan mental, penulis pun mulai menulis artikel.
Gambar 3.8 Penugasan Liputan Webinar
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Bentuk penugasan berikutnya yang pernah diterima oleh penulis adalah peliputan webinar. Undangan peliputan langsung dikirimkan editor lewat WhatsApp. Seperti pada gambar 3.8, penulis menghadiri webinar berjudul ‘Kapur Barus, Warisan Yang Dilupakan’. Penulis mencatat poin-poin penting dan mengubahnya menjadi artikel sains. Penulis juga menggunakan sumber di luar webinar dalam menjelaskan pohon kapur.
Gambar 3.9 Penugasan Liputan Konferensi Pers
34 Sumber: Dokumentasi Pribadi
Selama masa kerja magang, editor menugaskan penulis untuk menghadiri dan meliput dua konferensi pers. Pada gambar 3.9, penulis meliput konferensi pers seputar tren yang mendominasi Twitter Indonesia. Penulis juga meliput konferensi pers tentang jam tangan pintar, Garmin. Kondisi pandemi mengharuskan kedua konferensi pers diadakan secara daring sehingga penulis tidak pernah meliput di tempat. Dalam penulisan artikel, sumber informasi artikel tersebut murni berasal dari konferensi pers yang dihadiri.
Gambar 3.10 Penugasan Liputan Acara
35 Sumber: Dokumentasi Pribadi
Jenis penugasan terakhir yang pernah diterima penulis adalah peliputan acara. Dalam praktik kerja magang, penulis hanya mendapatkan satu penugasan yang berhubungan dengan peliputan acara (event). Adapun acara yang dimaksud adalah Indonesia Writers Festival 2021, sebuah pertemuan independen seputar dunia tulis-menulis. Acara IDN Times ini digelar secara daring sehingga penulis tidak melakukan liputan di tempat.
Seperti pada gambar 3.10, penulis mendapatkan arahan langsung untuk meliput sesi ‘How to Review Tech Product’.
Artinya, penulis tidak usah meliput sesi lain di Indonesia Writers Festival 2021. Akan tetapi, penulis tetap diperbolehkan untuk menikmati acara yang disiapkan.
Kesimpulannya, penulis sudah pernah menerima berbagai jenis penugasan. Namun, penulis belum pernah melakukan liputan secara langsung. Penulis juga tidak pernah mengulas game, padahal penulis pernah diberikan penugasan untuk mengulas game Pokémon UNITE. Penugasan ini dibatalkan karena salah satu penulis dari IDN Times Community sudah pernah mengulas game tersebut. Sampai akhir magang pun, penulis tidak mengulas game karena keterbatasan waktu untuk bermain dan keterbatasan dana untuk membeli game baru.
3.3.1.2 Pengumpulan (Data Collecting)
Lapisan kedua dalam jurnalisme adalah pengumpulan (Ishwara, 2011, p. 119). Pengumpulan yang dimaksud adalah pencarian informasi kredibel sebanyak mungkin dalam penulisan artikel. Menurut McKane (2006, pp. 18-26), ada banyak sumber yang dapat dimanfaatkan oleh jurnalis, yaitu
1. Acara (Pertemuan, pengadilan, acara olahraga, dan konferensi pers).
36 2. Sumber tertulis (Siaran pers dan laporan).
3. Sumber yang berasal dari diri reporter (Wawancara).
4. Media kompetitor.
5. Radio dan televisi lokal.
6. Radio, televisi, dan koran nasional.
7. Iklan.
8. Internet.
Dari delapan sumber berita di atas, penulis hanya pernah memanfaatkan acara, sumber tertulis, sumber yang berasal dari diri reporter, dan internet. Acara yang pernah dihadiri penulis adalah konferensi pers, webinar, dan event besar-besaran, meskipun setiap acara tersebut diadakan secara daring.
Gambar 3.11 Konferensi Pers sebagai Sumber Data
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Saat mengikuti acara virtual seperti pada gambar 3.11, penulis merekam acara tersebut, menulis poin-poin penting, dan mengambil gambar dari acara itu. Dengan kata lain, penulisan artikel dengan data yang bersumber dari acara terbilang mudah karena semua data sudah disediakan dalam acara. Meskipun mudah, penulis merasa bahwa acara bukan merupakan sumber yang paling ideal. Sebab, acara umumnya menghabiskan waktu
37 yang lama sehingga kurang efisien. Penulis hanya mencari sumber eksternal untuk melengkapi artikel peliputan acara jika memang diperlukan.
Gambar 3.12 Siaran Pers sebagai Sumber Data
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Penulis beberapa kali menggunakan sumber tertulis sebagai data untuk artikel. Pada gambar 3.12, penulis menerima siaran pers yang harus diubah menjadi artikel. Seperti konferensi pers, penulis tinggal melakukan parafrasa informasi tanpa banyak melakukan perubahan. Penulis kadang kesulitan untuk menentukan informasi yang layak masuk dalam artikel dan informasi yang tidak layak. Penulis pun harus cerdas dalam melakukan parafrasa agar artikel terbebas dari plagiarisme.
Gambar 3.13 Wawancara sebagai Sumber Data
38 Sumber: Dokumentasi Pribadi
Wawancara merupakan salah satu sumber data yang dapat dimanfaatkan dalam penulisan artikel. Pada gambar 3.13, penulis mewawancarai psikiater dr. Santi Yuliani SpKJ untuk mengulik perspektifnya tentang efektivitas aplikasi konsultasi kesehatan mental, baik secara umum maupun dalam kondisi pandemi.
Gambar 3.14 Pengajuan Pertanyaan Wawancara
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Penulis merasa bahwa wawancara merupakan teknik pengumpulan informasi yang paling sulit. Sebab, penulis harus melakukan banyak persiapan. Dalam penulisan artikel aplikasi
39 konsultasi kesehatan mental, persiapan dimulai dari pencarian aplikasi konsultasi kesehatan mental dan percobaan secara mandiri. Berikutnya, penulis melakukan riset untuk memahami tentang kesehatan mental sebelum mengajukan pertanyaan kepada editor. Setelah mendapatkan respons dari editor, penulis menghubungi narasumber sebelum akhirnya melakukan wawancara melalui panggilan video. Barulah penulis dapat menulis artikel.
Sebetulnya, penulis tidak pernah menggunakan media kompetitor dalam negeri sebagai sumber berita. Editor memang memberikan ide penulisan berita yang berasal dari media kompetitor dalam negeri, contohnya pada gambar 3.4. Walaupun demikian, penulis cenderung menggunakan situs luar negeri sebagai sumber informasi. Jika berita memang mengangkat isu di Indonesia, penulis memilih media sosial pihak yang terlibat sebagai sumber informasi.
Gambar 3.15 Internet sebagai Sumber Data
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Internet merupakan sumber data yang paling sering digunakan penulis dalam pembuatan artikel. Namun, penulis tidak memiliki situs langganan mengingat banyaknya topik yang dapat dibahas di kanal sains, mulai dari hewan sampai tokoh
40 sejarah. Penulis selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mencari sumber yang kredibel. Dalam hal ini, penulis menggunakan sumber yang populer seperti National Geographic, sumber dari organisasi nonprofit, dan sumber dari pemerintah.
Penulis tidak melakukan parafrasa dari satu situs saja, tetapi mencocokkan beberapa sumber sehingga informasi yang ada benar-benar akurat.
Di kanal teknologi, penulis selalu memanfaatkan situs resmi produk yang dibahas sebagai sumber artikel. Dalam penulisan artikel rekomendasi produk, biasanya sumber informasi ini diperoleh dari pengalaman penulis. Contohnya, ketika membahas tentang game yang memiliki kemiripan dengan Harvest Moon, penulis membuat daftar berdasarkan game yang sudah pernah dimainkan penulis. Tentunya, penulis tidak pernah memainkan semua game. Oleh karena itu, penulis juga memanfaatkan rating game sebagai bahan pertimbangan, seperti rating di Metacritic dan Steam.
3.3.1.3 Evaluasi (Data Evaluation)
Lapisan ketiga dalam jurnalisme adalah evaluasi (Ishwara, 2011, p. 119). Buel memaparkan bahwa lapisan ini menentukan apa yang penting untuk dimasukkan dalam berita. Dengan kata lain, evaluasi merupakan proses untuk menyaring informasi.
Setelah mengumpulkan data, penulis harus melakukan penyaringan karena tidak semua informasi yang dikumpulkan berguna bagi pembaca (Filak, 2018, p. 101).
Menurut Filak, penyaringan merupakan tindakan yang mudah. Namun, tahapan ini juga dapat membuat wartawan kebingungan karena mereka tidak tahu informasi apa saja yang harus dibuang. Filak berpendapat bahwa keputusan ini harus memiliki justifikasi.
41 Gambar 3.16 Penyaringan Informasi
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Berkaca dari pengalaman pribadi, penulis pernah dibantu oleh editor dalam proses penyaringan. Pada gambar 3.16, editor langsung menyaring bagian siaran pers yang terkesan seperti iklan. Usai membaca siaran pers sampai selesai, penulis menyadari bahwa penutup siaran pers tersebut memang terkesan seperti promosi produk. Oleh sebab itu, penulis melakukan penyaringan dan tidak memuat informasi tersebut dalam artikel yang dibuat.
Penulis melakukan penyaringan pula dalam penulisan artikel berbasis konferensi pers seputar jam tangan Garmin.
Topik utama konferensi pers tersebut adalah fitur unggulan yang dimiliki jam tangan pintar Garmin bernama ‘Body Battery’.
Penulis memutuskan untuk tidak memuat informasi tentang sejumlah produk jam tangan yang dipromosikan diikuti harganya dan tutorial penggunaan jam tangan Garmin. Sebab, informasi itu tidak relevan dengan topik utama yang membahas fitur ‘Body Battery’ yang bermanfaat di tengah pandemi.
Seperti yang dikatakan Filak, penyaringan bisa menjadi proses yang menantang. Hal ini langsung dialami penulis saat peliputan topik aplikasi konsultasi kesehatan mental dan efektivitasnya menurut psikiater. Saat pertama kali menonton
42 hasil rekaman wawancara, penulis merasa kebingungan dalam proses penyaringan. Di satu sisi, penulis merasa bahwa semua informasi penting dan layak dimuat dalam artikel. Di sisi lain, penulis berpikir bahwa artikel yang dibuat akan panjang sekali jika semua informasi dimasukkan ke dalam artikel.
Penulis membutuhkan waktu yang cukup lama dalam melakukan penyaringan. Pada akhirnya, penulis memutuskan untuk tetap memasukkan semua informasi yang penting tetapi dengan narasi yang lebih singkat. Penulis berpikir bahwa setiap informasi yang diperoleh dari tahapan wawancara dengan psikiater memiliki relevansi dengan topik utama. Pengambilan keputusan ini dapat dikatakan tepat karena artikel itu tetap dimuat dengan sedikit perubahan, yakni pada judulnya saja.
3.3.1.4 Penulisan (Data Writing)
Lapisan keempat dalam jurnalisme adalah penulisan (Ishwara, 2011, p. 119). Proses penulisan berkaitan dengan penentuan kata-kata yang digunakan. Sedikit demi sedikit, kata- kata tersebut menjadi satu artikel yang utuh.
Di IDN Times, penulis diharuskan untuk membuat artikel dengan format listicle. Menurut Sadri (2019), listicle adalah artikel yang memuat daftar atau peringkat yang membahas rincian suatu topik dengan ringkas dan mudah dibaca (p. 2).
Winston Utomo selaku CEO IDN Media menjelaskan bahwa format listicle dipilih mengingat berubahnya cara generasi milenial dan Gen Z dalam mengonsumsi konten (Lubis, 2018, para. 10). Kedua generasi ini memiliki cara yang berbeda dan waktu yang lebih singkat untuk mengonsumsi sebuah konten informasi (para. 21). Waktu yang singkat ini mendorong generasi milenial dan Gen Z untuk memilih format listicle dibandingkan format lainnya. Mengingat target audiens IDN Times adalah generasi milenial dan Gen Z, maka format listicle pun digunakan.
43 Pada akhirnya, listicle menjadi ciri khas IDN Times. Kebanyakan artikel IDN Times dikemas dengan format tersebut, kecuali untuk kanal Opinion dan Fiction serta artikel breaking news.
Sebelum memulai proses penulisan, penulis selalu menyiapkan KBBI oleh Kemdikbud dan panduan penulisan dari IDN Times. Apabila lupa cara menulis kata, penulis langsung membuka KBBI dan panduan untuk menghindari kesalahan.
Gambar 3.17 Penulisan Judul Artikel
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Penulis mengawali penulisan artikel dengan menulis judul dan deskripsi singkat artikel, seperti pada gambar 3.17.
Selanjutnya, penulis mengisi setiap subjudul dengan pokok pikiran. Apabila artikel tersebut membahas rekomendasi produk, penulis mengisi subjudul dengan judul game. Jika artikel tersebut membahas fakta unik hewan, penulis mengisi fakta secara berurutan, dari yang umum sampai yang khusus.
Jumlah subjudul disesuaikan dengan panduan IDN Times, yaitu minimal tiga subjudul untuk artikel News, lima subjudul untuk artikel deskripsi, dan sembilan subjudul untuk kompilasi foto. Di kanal sains dan teknologi, editor menyarankan penulis untuk menulis artikel dengan jumlah subjudul minimal tujuh.
44 Gambar 3.18 Penambahan Gambar
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Langkah berikutnya adalah proses menambahkan gambar pendukung, seperti pada gambar 3.18. Biasanya, proses ini dilakukan sesuka hati penulis. Penulis bisa saja menambahkan gambar sebelum menulis isi artikel dan sebaliknya, penulis dapat menambahkan gambar setelah menulis isi artikel. Gambar harus bebas dari hak cipta sehingga penulis kerap memanfaatkan situs seperti Unsplash, Pexels, atau bahkan situs pemerintah.
Gambar 3.19 Contoh Lead Berita
Sumber: Dokumentasi Pribadi
45 Seperti proses penambahan gambar, penulis dapat saja menulis bagian lead sebelum mengerjakan narasi artikel dan sebaliknya, penulis bisa juga menulis bagian lead setelah artikel diselesaikan. Gambar 3.19 menunjukkan contoh lead yang dibuat penulis.
Dalam proses penulisan artikel, penulis merasa bahwa pembuatan lead merupakan tahap yang paling sulit. Rupanya, kesulitan ini juga dialami oleh banyak wartawan. Fairlie berargumen bahwa setiap jurnalis yang pernah kesulitan dalam pembuatan lead tahu mengapa tindakan tersebut membutuhkan banyak usaha. Menurutnya, penulisan lead memaksa penulis untuk memutuskan apa yang penting dalam cerita dan apa yang ingin ditekankan. Pada akhirnya, lead memberikan bentuk pada sisa cerita saat penulis menggarap artikel itu (Mencher, 2010, p.
105).
Gambar 3.20 Isi Artikel
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Tubuh berita merupakan bagian yang memakan waktu pengerjaan paling lama. Namun, penulis merasa bahwa pembuatan lead masih lebih sulit dibandingkan pembuatan narasi artikel.
46 Dalam proses pembuatan artikel, penulis tidak hanya dituntut untuk menggunakan kata-kata yang tepat sesuai KBBI dan panduan IDN Times, tetapi juga menggunakan kalimat yang tidak kaku dan mudah dipahami oleh pembaca.
Meskipun peraturan ini berlaku untuk semua kanal, tuntutan ini menjadi sangat relevan dalam kanal sains, mengingat tugas jurnalis sains adalah menghubungkan publik dan sains dengan menerjemahkan konten sains (About Science &
Technology Journalism, n.d., para. 1). Penulis tidak sekadar menerjemahkan narasi menjadi Bahasa Indonesia, tetapi membuatnya menjadi sesuatu yang mudah dicerna.
Penulis pun tidak dianjurkan untuk membuat narasi yang sangat panjang. Sebab, penelitian menunjukkan bahwa rentang perhatian manusia hanya mencapai delapan detik (Filak, 2018, p.
38). Dengan kata lain, pembaca tidak akan menghabiskan waktu yang lama untuk membaca artikel yang panjang.
Pada gambar 3.20, penulis membuat artikel tentang eksperimen anak yang paling buruk dalam sejarah. Setiap eksperimen yang dibahas dalam artikel diambil dari jurnal ilmiah dan situs yang kredibel. Biasanya, kedua sumber itu membahas eksperimen secara mendetail dengan bahasa yang cukup rumit.
Penulis pun berusaha semaksimal mungkin untuk meringkas eksperimen tersebut menjadi tiga paragraf saja. Penulis tidak lupa untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami pembaca.
Gambar 3.21 Penutup Artikel
47 Sumber: Dokumentasi Pribadi
Artikel diakhiri dengan sebuah penutup. Editor menganjurkan penulis untuk mengakhiri artikel dengan kalimat ajakan. Pada gambar 3.21, penulis mengajak pembaca untuk menuangkan pendapatnya tentang eksperimen yang telah dibahas. Penutup artikel merupakan bagian yang paling pendek dan paling mudah untuk dikerjakan.
Gambar 3.22 Laman Content Management System
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Jika sudah selesai menulis artikel, penulis akan membaca ulang artikel secara vokal untuk melihat apakah ada kesalahan
48 ejaan atau tidak. Pembacaan teks secara vokal juga membantu penulis melihat artikel dari perspektif pembaca.
Tahapan penulisan artikel pun berakhir ketika penulis mengubah status artikel dari draft menjadi on-hold, seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.22. Artikel dengan status on-hold dikirimkan secara otomatis kepada editor. Penulis tidak bisa melakukan penyuntingan, sedangkan editor masih bisa mengubah isi artikel. Setelah mengedit isi artikel. editor akan mengubah status artikel dari on-hold menjadi publish. Artikel pun dapat dibaca oleh pengguna IDN Times.
3.3.1.5 Penyuntingan (Data Editing)
Lapisan terakhir dalam jurnalisme adalah penyuntingan (Ishwara, 2011, p. 119). Penyuntingan berhubungan dengan pemotongan tulisan yang tidak diperlukan dan pengubahan cerita yang perlu direvisi.
Selama praktik kerja magang, penulis jarang mendapatkan revisi yang besar dari editor. Penulis beberapa kali mendapatkan revisi kecil yang berkaitan dengan judul. Sebagai contoh, editor mengubah judul artikel penulis dari “7 Eksperimen Anak Paling Buruk dalam Sejarah, Miris Banget!” menjadi “7 Eksperimen Anak Paling Buruk dalam Sejarah, Miris Banget” tanpa tanda seru. Contoh lainnya adalah judul artikel yang diubah dari “7 Game Steam dengan Rating Paling Tinggi, Seru dan Bermutu!”
menjadi “Bermutu, 7 Game Steam dengan Rating Paling Tinggi 2021”.
Walaupun jarang, penulis pernah mendapatkan revisi yang besar dari editor. Adapun revisi ini dilakukan sebagai update kabar terkini pada artikel hard news. Berikut rinciannya,
49 Tabel 3.2 Perbandingan Artikel Sebelum dan Sesudah Disunting
Bagian yang Disunting Artikel Penulis Artikel Hasil Revisi
Judul Koneksi Lemot,
IndiHome jadi Trending Topic di Twitter
Koneksi Sempat
Gangguan, IndiHome Trending Topic Twitter Deskripsi Belum ada keterangan
resmi dari akun media sosial IndiHome
Simak keterangan resmi dari IndiHome dan Telkom Indonesia
Isi 3. Belum ada keterangan
resmi dari akun media sosial IndiHome
Berdasarkan pemantauan akun Facebook, Twitter,
dan Instagram
IndiHome, diketahui belum ada keterangan resmi terkait masalah koneksi yang sedang dihadapi pengguna.
Dengan kata lain, belum diketahui pula kapan koneksi selesai diperbaiki.
3. VP Corporate Communication Telkom Indonesia angkat bicara
dan IndiHome
memberikan pernyataan resminya melalui akun Instagram
@indihomejabotabek
Pujo Pramono, VP Corporate
Communication Telkom Indonesia, memberikan standby statement-nya terkait masalah ini, yang isinya sebagai berikut:
"Sehubungan dengan
adanya keluhan
pelanggan terhadap kendala akses internet melalui IndiHome pagi ini (17/11) khususnya area Jakarta dan
50 sekitarnya, bersama ini kami sampaikan bahwa sempat terjadi penurunan kualitas layanan akibat meningkatnya trafik dari Jakarta menuju Batam di jalur alternatif sebagai dampak munculnya gangguan pada link utama.
Saat ini layanan akses internet sudah kembali normal sejak pukul 09.39 WIB. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan akibat penurunan kualitas layanan yang sempat dirasakan pelanggan. Telkom terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas
layanan guna
memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan."
Sumber: Dokumentasi Pribadi
3.4 Kendala dan Solusi
Selama melaksanakan praktik kerja magang di IDN Times kanal sains dan teknologi, penulis menghadapi sejumlah kendala, yaitu
51 a. Penulis sering kali kesulitan dalam mencari gambar pendukung artikel.
Sebagai konteks, artikel IDN Times umumnya menggunakan banyak gambar. Apabila poin dalam artikel mencapai delapan, penulis harus mencari sembilan gambar. Satu gambar digunakan sebagai gambar utama artikel, delapan gambar lainnya digunakan untuk mendukung setiap poin listicle. Masalahnya, IDN Times tidak menganjurkan penulis untuk mengambil gambar dari situs lain. Penulis hanya bisa mengambil gambar yang bebas hak cipta dan gambar dari situs pemerintah.
b. Penulis pernah mengalami eror atau bug saat menggunakan Content Management System. Pada dasarnya, penulis dapat menulis artikel dan mengunggah gambar seperti biasa. Akan tetapi, penulis tidak dapat menyimpan artikel tersebut dan tidak dapat menggunakan opsi preview.
Eror ini hanya terjadi sekali tetapi berhasil membuat penulis panik.
c. Lokasi antara penulis dan editor sangat berjauhan sehingga tidak pernah berkomunikasi secara langsung dengan tatap muka. Penulis merasa bahwa komunikasi akan lebih lancar dan suasana tim akan lebih terbangun jika penulis dan editor pernah bertemu langsung.
Untuk mengatasi berbagai macam kendala yang dihadapi, penulis mencari jalan keluar, yaitu
a. Penulis mendiskusikan hal ini dengan editor. Sebagai jawaban, editor menyarankan penulis untuk meminta ilustrasi yang dibuat oleh tim desain IDN Times. Sampai akhir magang, penulis belum pernah meminta ilustrasi dari tim desain. Penulis juga menggunakan gambar ilustrasi dari situs gambar bebas hak cipta jika tidak menemukan gambar yang cocok.
b. Penulis tetap melanjutkan proses penulisan artikel di Content Management System. Dalam pembuatan artikel, penulis menyalin hasil tulisan dan memindahkannya ke Google Docs agar tulisan tidak hilang.
Penulis pun menunggu sampai eror diperbaiki.
c. Penulis memanfaatkan sarana komunikasi yang ada sebaik mungkin. Jika merasa kebingungan, penulis langsung mengirimkan pesan pribadi ke editor melalui WhatsApp. Penulis juga pernah meminta editor untuk
52 melakukan evaluasi terhadap kinerja penulis. Sebagai respons, editor mengajak penulis untuk menghadiri sesi Google Meet yang memungkinkan terjadinya komunikasi audiovisual yang lebih efektif dibandingkan teks.