• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) 2015"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 1

LAPORAN AKUNTABILITAS

2015

KINERJA INSTANSI

PEMERINTAH (LAKIP)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong

Jln. Bandara Rembele Kec. Wih Pesam Kab. Bener Meriah 24581

(2)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 2

KATA PENGANTAR

ﻢﻳﺣﺭﻠﺍﻥﻣﺣﺭﻠﺍﷲﻢﺳﺑ

Puji dan syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong telah dapat melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawabnya sebagai lembaga Peradilan Syari’at Islam dalam wilayah hukum di Provinsi Aceh, Kabupaten Bener Meriah dan telah dapat menyusun “Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2015 ”.

Laporan ini merupakan rangkuman kegiatan Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong Tahun 2015, baik kegiatan-kegiatan yang menyangkut bidang Yustisial, non yustisial maupun dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat luas, sehingga kehadiran Mahkamah Syar’iyah sebagai Peradilan Syari’at Islam sangat dirasakan manfaatnya.

Meskipun upaya maksimal dalam melaksanakan tugas telah ditempuh, namun disana sini masih terdapat kekurangan dan keadaan itu akan diadakan penyempurnaan dan peningkatan pada tahun yang akan datang.

Insya Allah.

Semoga Allah Yang Maha Kuasa senantiasa memberi kekuatan lahir batin kepada kita semua. Amin !

Sp. Tiga Redelong, 30 Januari 2016 Ketua Mahkamah Syar'iyah Simpang Tiga Redelong

Dra. RITA NURTINI NIP. 19681217 199403 2 006

(3)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 3 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. LATAR BELAKANG 1

B. TUGAS DAN FUNGSI PENGADILAN AGAMA 2

1. Wilayah Yurisdiksi 3

C. Sumber Daya Manusia 10

D. TUGAS POKOK DAN FUNGSI 11

E. SISTEMATIKA PENYAJIAN 15

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 17

A. RENCANA STRATEGIS TAHUN 2012-2016 17

1. Visi dan Misi 17

2. Tujuan Dan Rencana Strategis 18

3. Program Utama Dan Kegiatan Pokok 19

B. INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) 20

C. RENCANA KINERJA TAHUN 2015 21

D. PENETAPAN KINERJA TAHUN 2015 23

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 24

A. PENGUKURAN KINERJA 24

B. ANALISIS AKUNTABILITAS KINERJA 26

C. REALISASI ANGGARAN 29

1. Pagu dan Realisasi DIPA (01) BUA 30

2. Pagu dan Realisasi DIPA (04) BADILAG 33

BAB IV PENUTUP 34

A. KESIMPULAN 34

B. SARAN 36

LAMPIRAN

STRUKTUR ORGANISASI 37

INDIKATOR KINERJA UTAMA 38

RENCANA KINERJA TAHUN 2015 40

RENCANA KINERJA TAHUN 2016 42

MATRIKS RENCANA STRATEGIS TAHUN 2012-2016 44

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2015 45

SK TIM PENYUSUNAN LAKIP

(4)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong terbentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 3 Tahun 2011. Pada tanggal 30 Maret 2015 Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong yang terletak di Kabupaten Bener Meriah diresmikan pengoperasionalannya.

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong sebelum terbentuk dan diresmikan, dahulunya masih bersatu dengan wilayah hukum Mahkamah Syar’iyah Takengon. Pada Tahun 2004 terjadinya pemekaran wilayah yaitu Kabupaten Bener Meriah yang memisahkan wilayah dari Kabupaten Aceh Tengah pada, Sejak pemisahan wilayah dari Kabupaten Aceh Tengah, Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong tidak serta merta berdiri sendiri, kurun waktu 8 (delapan) dengan tidak adanya lembaga peradilan agama, pada tahun 2012 barulah Mahkamah Syar’iyah simpang tiga redelong terbentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2011, dari keluarnya Kepres tersebut resmilah sudah Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong berpisah dengan Mahkamah Syar’iyah Takengon yang terletak di Kabupaten Aceh Tengah. Perlu diketahui bahwasanya gedung pertama Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong bertempat di salah satu ruangan di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bener Meriah. Selama 5 bulan bertempat di Kantor Kementrian Agama tersebut, setelah itu barulah Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong menyewa sebuah gedung di Jalan Bireun-Takengon Pante Raya sampai tahun 2014, dan pada Maret Tahun 2015, Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong resmi mempunyai gedung sendiri yang terletak di Jln. Bandara Rembele kampung Wonosobo kecamatan Wih Pesam kabupaten Bener Meriah.

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong adalah merupakan salah satu satuan kerja yang berada dibawah naungan Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai penyelenggara kekuasaan kehakiman yang dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya mengacu pada arah kebijakan

(5)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 5 Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong sebagai salah satu unsur instansi pemerintah yang dibiayai oleh negara, maka berkewajiban untuk melaksanakan evaluasi dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi. Hal ini juga sesuai seperti yang tertuang dalami surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: B/2894/M.PAN/12/2007 tanggal 10 Desember 2007 serta Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tanggal 31 Desember 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

B. Tugas dan Fungsi Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong dalam megemban tugas sebagai lembaga peradilan mempunyai tugas yang sama dengan tugas pokok Pengadilan Agama lainnya di seluruh Indonesia yaitu bertugas dan berwenang memeriksa, memutuskan dan menyelesaikan perkara ditingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam dibidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shodaqoh, dan ekonomi syari’ah, hanya saja untuk Mahkamah Syar’iyah mempunyai kewenangan lebih yaitu menangani perkara jinayat. Selain dari pada itu Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong bertugas memberikan keterangan, pertimbangan, dan nasihat tentang hukum Islam kepada pemerintah didaerah hukumnya apabila diminta.

Dengan tugas pokok tersebut diatas, maka Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga mempunyai 4 (empat) fungsi sekaligus yaitu sebagai berikut:

1. Sebagai penegak hukum dan keadilan terhadap setiap perkara yang diajukan kepadanya ;

2. Sebagai pelayan hukum dan keadilan kepada pencari keadilan diwilayah hukumnya;

3. Sebagai mediator dan pemulih kedamaian bagi pihak-pihak yang berperkara ;

4. Memberikan keterangan, pertimbangan dan nasehat tentang hukum

(6)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 6 Islam kepada instansi pemerintah didaerah hukumnya apabila diminta.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya tersebut diatas, Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong mempunyai wilayah yuridiksi dan Sumber Daya Manusia sebagai berikut :

1. Wilayah Yuridiksi

Wilayah yuridiksi Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong meliputi seluruh wilayah Kabupaten Bener Meriah yang terdiri dari 10 Kecamatan dengan 236 (dua ratus tiga puluh enam) desa/gampong, yaitu:

a. Kecamatan Bandar - Bahgie Bertona - Batin Baru

- Beranun Teleden - Bintang Musara - Blang Pulo - Bukit Wih Ilang - Gele Semayang - Gunung Antara

(7)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 7 - Hakim Wih Ilang

- Jadi Sepakat - Janarata - Keramat Jaya - Lewajadi

- Makmur Sentosa - Mutiara

- Muyang Kute Mangku - Nosar Tawar Jaya - Pakat Jeroh - Paya Baning

- Petukel Blang Jorong - Pondok Gajah

- Pondok Ulung - Puja Mulia - Purwosari

- Remang Ketike Jaya - Selamat Rejo

- Selisih Mara - Sidodadi

- Simpang Utama

- Sinar Jaya Paya Ringkel - Suku Wih Ilang

- Tanjung Pura - Tansaran Bidin - Tawar Sedenge - Wonosari

b. Kecamatan Timang Gajah - Bandar Lampahan

- Blang Rongka - Bukit Mulie - Bukit Tunyang - Bumi Ayu - Cekal Baru - Damaran Baru - Datu Beru Tunyang - Fajar Harapan - Gegur Sepakat - Gunung Tunyang

(8)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 8 - Kampung Baru 76

- Karang Jadi - Kenine

- Kolam Para Panis - Lampahan

- Lampahan Barat - Lampahan Timur - Linung Bale Tunyang - Mekar Ayu

- Mude Benara - Pantan Kemuning - Pantan Pedianan - Rembune

- Setie

- Simpang Layang - Suka Damai - Sumber Jaya - Timang Rasa - Tunyang

c. Kecamatan Pintu Rime Gayo - Alur Cincin

- Arul Gading - Bener Meriah - Bintang Berangun - Blang Ara

- Blang Rakal - Gemasih - Musara 58 - Musara Pakat - Negeri Antara - Pancar Jelobok - Pantan Lah - Pantan Sinaku - Perdamaian - Pulo Intan - Rata Ara - Rime Raya

- Simpang Lancang - Singah Mulo

(9)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 9 - Taman Firdaus

- Ulo Narun - Uning Mas - Wih Porak d. Kecamatan Bukit

- Babussalam - Bale Atu - Bale Redelong - Bathin Wih Pongas - Blang Ara

- Blang Panas - Blang Sentang - Blang Tampu - Bujang - Bukit Bersatu - Delung Asli - Delun Tue - Godang

- Hakim Tungul Naru - Isaq Busur

- Karang Rejo - Kenawat - Kute Kering - Kute Lintang - Kute Tanyung - Meluem - Mufakat Jadi - Mutiara Baru - Panji Mulia I - Panji Mulia II - Paya Gajah - Pilar Jaya - Reje Guru - Rembele - Sedie Jadi - Serule Kayu - Simpang Tiga - Tingkem Asli - Tengkem Benyer

(10)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 10 - Tingkem Bersatu

- Ujung Gele - Uning Bersah - Uning Teririt - Uring

- Waq Pondok Sayur e. Kecamatan Wih Pesam

- Belang Benara - Bener Ayu - Bener Mulie - Blang Kucak - Blang Paku - Bukit Pepanyi - Burni Telong - Cinta Damai - Gegerung - Jamur Ujung - Jamur Uluh - Kebun Baru - Lut Kucak - Mekar Jadi Ayu - Merie Satu - Pante Raya - Simpang Antara - Simpang Balik - Simpang Teritit - Suka Jadi - Suka Makmur

- Suka Makmur Timur - Suka Ramai Atas - Suka Ramai Bawah - Syurajadi

- Wih Pesam - Wonosobo

f. Kecamatan Syiah Utama - Blang Panu

- Gerpa - Geruti Jaya

(11)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 11 - Goneng

- Kerlang - Kutelah Lane - Pasir Putih - Payung - Rata Muie - Rusip

- Samar Kilang - Tembolon - Tempen Baru - Uning

- Wihni Durin

g. Kecamatan Permata - Ayu Ara

- Bale Purnama - Bale Pusara - Bener Pepanyi - Bintang Bener - Bintang Permata - Buntul Fitri - Burni Pase - Ceding Ayu - Darul Aman

- Gelampang Wih Tenang Uken - Jelobok

- Jungke - Kepies

- Pantan Tengah Jaya - Pemango

- Penosan Jaya - Ramung Jaya - Rikit Musara - Seni Antara

- Suku Sara Tangke - Tawar Bengi - Temas Mumanang - Timur Jaya

- Wih Due

- Wih Tenang Toa

(12)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 12 - Wih Tenang Uken

h. Kecamatan Gajah Putih - Alam Jaya

- Gajah Putih - Gayo Setie - Meriah Jaya - Pantan Lues - Pante Karya - Reronga

- Simpang Rahmat - Timang Gajah - Umah Besi

i. Kecamatan Mesidah - Amor

- Buntul Gayo - Cemparam Jaya - Cemparam Lama - Cemparam Pakat Jeroh - Gunung Sayang

- Hakim Peteri Pintu - Jamur Atu Jaya - Pantan Kuli

- Perumpakan Benjadi - Pintu Wih Resap - Simpang Renggali - Simpur

- Sosial - Wer Tigkem

j. Kecamatan Bener Kelipah - Bandar Jaya

- Bener Kelipah Selatan - Bener Kelipah Utara - Bener Lukup II - Gunung Musara - Jongok Meluem - Kala Nempan - Kala Tenang

(13)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 13 - Lot Bener Kelipah

- Lut Kelipah - Nosar Baru - Suku Bener

2. Sumber Daya Manusia

Data Hakim, Panitera Pengganti, Jurusita/Jurusita Pengganti, Pejabat Struktural/Fungsional dan Pegawai Staf pada Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong Tahun 2015 adalah sebagai berikut :

C. Tugas Pokok dan Fungsi Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam mengenai perkara tertentu sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Kekuasaan kehakiman di lingkungan Peradilan Agama dilaksanakan oleh Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama yang berpuncak pada Mahkamah Agung sebagai Pengadilan Negara Tertinggi.

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong merupakan yurisdiksi dari

NOMOR MAHKAMAH SYAR’IYAH

TENAGA TEKNIS

TENAGA NON TEKNIS

KESEKRETARIAT AN

JUMLAH HAKIM KEPANITERAAN

HAKIM HAKIM TINGGI KEPANITERAAN JS / JSP PEJABAT STRUKTURAL PEJABAT FUNGSIONAL SEKRETARIAT STAF / PEGAWAI

1

Mahka- mah Syar’iyah Simpang

Tiga Redelong

6 0 6 3 4 0 1 20

(14)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 14 Mahkamah Syar’iyah Aceh. Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong terletak di Jl. Bandara Rembele Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, yang mempunyai yurisdiksi 235 Kelurahan/Desa dari 10 Kecamatan, dengan luas wilayah 1.919,69 Km² dan jumlah penduduk 148.616 jiwa.

Adapun tugas pokok dan fungsi Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong yakni:

1. Ketua, bertanggung jawab sepenuhnya terhadap jalannya tugas Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong, baik kedalam maupun keluar, memberikan pembinaan, pengawasan dan pemikiran terhadap pelaksanaan tugas Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong, mengevaluasi laporan mengenai penanganan pekara yang dilakukan Hakim dan Panitera Pengganti, selanjutnya mengirimkan laporan dan hasil evaluasinya secara periodik kepada Mahkamah Syar’iyah Aceh dan Mahkamah Agung, Meneruskan SEMA. PERMA, dan surat-surat dari Mahkamah Agung atau Pengadilan Tinggi Agama yang berkaitan dengan hukum perkara kepada para Hakim, Panitera, Wakil Panitera, Panitera Muda, Panitera Pengganti, Dan Jurusita, melaksanakan pengawasan terhadap tingkah laku Hakim dan Pejabat Kepaniteraan di dalam dan di luar dinas;

2. Wakil Ketua, adalah melaksanakan tugas Ketua apabila Ketua berhalangan dan melaksanakan tugas yang didelegasikan oleh Ketua kepadanya bersama Ketua, memimpin dan bertanggung jawab atas terselenggaranya tugas-tugas Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong secara baik dan lancar.

3. Majelis Hakim adalah bertugas menetapkan hari sidang, memeriksa dan mengadili berkas perkara yang diberikan padanya mengemukakan pendapat dalam musyawarah, Hakim wajib menandatangani putusan yang sudah diucapkan dalam persidangan, Bertanggung jawab atas pembuatan dan kebenaran berita acara persidangan dan menandatanganinya sebelum sidang berikutnya.

4. Panitera/Sekretaris adalah membantu Hakim dengan mengikuti dan

(15)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 15 mencatat jalannya sidang Pengadilan, bertanggung jawab atas pengurusan berkas perkara, putusan, dokumen, buku daftar, biaya perkara, dan surat‐surat lainnya disimpan di Kepaniteraan, menyelenggarakan administrasi perkara, mengatur tugas Wakil Panitera, Panitera Muda dan Panitera Pengganti, membuat daftar semua perkara yang diterima di Kepaniteraan, mengeluarkan salinan putusan.

5. Wakil Panitera adalah membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang Pengadilan, membantu Panitera untuk secara langsung membina, meneliti dan mengawasi pelaksanaan tugas administrasi perkara antara lain ketertiban dalam mengisi buku register perkara, membuat laporan periodic dan lain‐lain, melaksanakan tugas Panitera apabila Panitera berhalangan, melaksanakan tugas yang didelegasikan kepadanya.

6. Panitera Muda Gugatan adalah membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat Jalannya sidang Pengadilan, melaksanakan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan masalah perkara perdata, memberi nomor register pada setiap perkara yang diterima di Kepaniteraan, mencatat setiap perkara yang diterima kedalam buku daftar disertai catatan singkat tentang isinya, 7. Panitera Muda Permohonan adalah melaksanakan tugas

sebagaimana Panitera Muda Gugatan dalam perkara Permohonan, termasuk perkara permohonan ialah permohonan pertolongan pembagian warisan diluar sengketa, permohonan legalisasi akta ahli waris di bawah tangan, dan lain-lain.

8. Panitera Muda Hukum adalah membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang Pengadilan, mengumpul, mengolah dan mengkaji data, menyajikan statistik perkara, menyusun laporan perkara, menyimpan arsip berkas perkara.

9. Wakil Sekretaris adalah memberikan pelayanan administrasi umum

(16)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 16 kepada semua unsur di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong, bertanggung jawab terhadap pelaksannan kegiatan ketatausahaan, urusan Kepegawaian, Keuangan, dan urusan Umum serta urusan rumah tangga kantor, bertanggung jawab terhadap ketertiban kantor, kedisisplinan pegawai, mengadakan rapat berkala dengan pejabat struktural maupun dengan semua pegawai yang menjadi bawahannya. Pengurusan surat‐ surat, penyusunan arsip dan pembinaan administrasi Kepegawaian, Keuangan, dan Umum di Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong.

10. Urusan Kepegawaian adalah melaksanakan sebagian tugas dalam mengelola dan membina administrasi Kepegawaian di Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong, perumusan kebijakan fasilitasi kepegawaian berdasarkan peraturan perundang‐undangan yang berlaku.

11. Urusan Keuangan adalah melaksanakan sebagian tugas di bidang Pengelolaan Keuangan Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong serta perumusan kebijakan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan keuangan berdasarkan peraturan perundang‐undangan yang berlaku.

12. Urusan Umum adalah mempunyai tugas membina dan melaksanakan Urusan Tata Usaha, dan Kearsipan berdasarkan Peraturan Perundang‐Undangan yang berlaku.

13. Panitera Pengganti mempunyai tugas membantu Hakim dalam hal membuat penetapan hari sidang, membuat penetapan sita jaminan, membuat berita acara persidangan yang harus selesai sebelum sidang berikutnya, membuat penetapan- penetapan lainnya, mengetik putusan / penetapan sidang.

14. Jurusita Pengganti melaksanakan semua perintah yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Agama/Mahkamah Sya’iyah, Ketua Sidang, dan Panitera. Menyampaikan pengumuman- pengumuman, teguran- teguran, dan pemberitahuan putusan Pengadilan menurut tata cara berdasarkan ketentuan ketentuan perundang-undangan, melakukan

(17)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 17 penyitaan atas perintah Ketua Pengadilan dan melihat lokasi dengan teliti mengenai batas-batas tanah yang disita dan serta surat-suratnya yang sah, membuat berita acara penyitaan dan menyerahkan salinan resminya kepada pihak-pihak yang berkepentingan, antara lain Badan Pertanahan Nasional apabila terjadi penyitaan tanah sesuai Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 jo. Pasal 198-199 HIR, Melakukan pencatatan pembayaran uang titipan pihak ketiga serta membuat berita acaranya.

D. Sistematika Penyajian

Pada dasarnya laporan akuntabiltas kinerja ini untuk mengkomunikasikan pencapaian kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong dalam Tahun 2015. Capaian kinerja 2015 tersebut dibandingkan dengan penetapan kinerja 2014 sebagai tolok ukur keberhasilan Tahunan organsisasi. Analisa atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan dapat mengindentifikasi sejumlah celah kinerja bagi perbaikan kinerja di masa datang.

Laporan Akuntabilitas ini disusun dengan sistematika sebagai berikut : Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I Pendahuluan, menggambarkan Latar Belakang hal‐hal umum tentang keadaan Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong, Tugas dan Fungsi dan sistematika dari penyajian LAKIP.

BAB II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja, menggambarkan:

A. Rencana Strategi 2012 – 2016 1. Visi dan Misi

2. Tujuan dan Sasaran Strategis

3. Program Utama dan Kegiatan Pokok B. Indikator Kinerja Utama (IKU)

C. Rencana Kinerja Tahun 2015 D. Penetapan Kinerja Tahun 2015

(18)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 18 BAB III Akuntabilitas Kinerja yang menjelaskan :

A. Pengukuran Kinerja (Perbandingan Antara Target dan Realisasi Kinerja)

B. Analisa Akuntabilitas Kinerja (diuraikan pencapaian sasaran‐sasaran organisasi dengan pengukuran dan penyajian dari hasil pengukuran kinerja).

C. Realisasi Anggaran (DIPA 01 dan 04)

BAB IV Penutup, menjelaskan kesimpulan dan saran‐saran.

Lampiran yang terdiri dari:

1. Struktur Organisasi 2. Indikator Kinerja Utama 3. Rencana Kinerja Tahun 2015 4. Rencana Kinerja Tahun 2016

5. Matriks Rencana Strategis 2012 – 2016 6. Penetapan Kinerja Tahun 2015

7. SK Tim Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

(19)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 19

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Dengan diberlakukannya Inpres Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, maka penyusunan Rencana Strategis merupakan langkah awal untuk dijabarkan secara rutin kedalam Indikator Kinerja Utama, Rancana Kinerja dan Penetapan Kinerja sampai dengan Pengukuran Kinerja Instansi Pemerintah.

A. RENCANA STRATEGIS TAHUN 2012 - 2016

Rencana Strategis Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong adalah merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang dan hambatan yang ada atau kemungkinan akan timbul kemudian.

Penyusunan Rencana Strategis Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong mengacu pada kebijakan umum Mahkamah Agung Republik Indonesia yang tertuang dalam Visi dan Misi Badan Peradilan Indonesia yang telah ditetapkan oleh pimpinan Mahkamah Agung pada tanggal 10 September 2009.

1. Visi dan Misi

V i s i, adalah suatu gambaran tentang keadaan masa depan yang berisikan cita-cita yang ingin diwujudkan sehingga tercapainya tugas pokok dan fungsi Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong. Visi Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong mengacu pada Visi Mahkamah Agung RI adalah sebagai berikut :

“Terwujudnya Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong yang Bersih Dan Bermartabat Menuju Peradilan Yang Agung “

M i s i, adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sesuai visi yang ditetapkan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan

(20)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 20 terwujud dengan baik. Misi Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong adalah sebagai berikut :

1. Menjaga kemandirian badan peradilan;

2. Memberikan Pelayanan Hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan;

3. Meningkatkan kwalitas kepemimpinan badan peradilan;

4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan;

2. Tujuan dan Sasaran Strategis

Tujuan strategis merupakan implementasi dari pernyataan misi yang akan dicapai dan dapat diukur keberhasilannya dalam jangka waktu tahunan, menengah, dan jangka panjang. Untuk mengetahui keberhasilan tersebut, Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, diperlukan adanya penetapan kinerja utama (performance key indicator) sebagai tujuan strategis yang dapat diukur. Adapun rumusan tujuan strategis Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong dalam jangka waktu 5 (lima) tahun kedepan adalah sebagai berikut :

1. Terselesainya setiap perkara yang diajukan oleh masyarakat pencari keadilan selambat-lambatnya dalam waktu 6 (enam) bulan sejak didaftarkan;

2. Meningkatnya kemampuan dan kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong yang lebih efektif dan efisien;

3. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia pada Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong;

4. Terwujudnya masyarakat sadar hukum yang mengetahui akan hak dan kewajibannya sebagai warga Negara Republik Indonesia untuk menuju masyarakat yang berkeadilan dan berperadaban;

5. Terwujudnya pemberian pertimbangan hukum kepada lembaga/instansi yang meminta nasehat dan pertimbangan hukum.

Dalam mewujudkan tujuan tersebut diatas, Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong telah menetapkan sasaran strategis yang

(21)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 21 ingin dicapai dalam jangka waktu 1 (satu) tahun yaitu sebagai berikut:

1. Meningkatkan kemampuan pelayanan Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong yang lebih baik kepada masyarakat;

2. Terwujudnya akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan tugas Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong;

3. Meningkatnya kualitas pelayanan dan sumber daya manusia pada Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong;

3. Program Utama dan Kegiatan Pokok

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) serta tujuan sebagaimana Visi dan Misi Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong ditentukan oleh penyediaan anggaran secara berkesinambungan dari tahun ketahun dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang didalamnya terdapat program utama dan dalam pelaksanaannya dapat diuraikan beberapa kegiatan pokok yang merupakan satu kesatuan dari tugas pokok dan fungsi Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong dimana sesuai dengan DIPA Tahun Anggaran 2015 dijabarkan dalam tabel berikut :

No .

Program

Utama Indikator Kinerja Kegiatan 1. Peningkatan

Manajemen Peradilan Agama

1. Peningkatan Penyelesaian Perkara

 Penyelesaian Administrasi Perkara

2. Peningkatan Aksepbilitas Putusan Hakim

 Penurunan Upaya Hukum Banding, Kasasi, PK.

3. Peningkatan efektifitas pengelolaan dan penyelesaian perkara

 Peningkatan Efektifitas Pengelolaan Perkara

 Peningkatan Efektifit Penyelesaian Perkara

(22)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 22 4. Peningkatan

aksesibilitas

masyarakat terhadap peradilan (acces to justice)

 Penanganan Perkara Prodeo

 Peningkatan upload putusan secara online

5. Peningkatan kepatuhan terhadap putusan pengadilan

 Permohonan eksekusi yang ditindaklanjuti

6. Peningkatan

Kualitas Pengawasan  Pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti

 Temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti

2. Program dukungan manajemen &

pelaksanaan tugas teknis lainnya

Pembinaan administrasi &

pengelolaan keuangan Badan Urusan Administrasi.

 Layanan Perkantoran

 Penyelenggaraan operasional dan

pemeliharaan perkantoran.

B. INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

Dalam melaksanakan program sebagaimana tersebut diatas, Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai bahan acuan yang lebih jelasnya berikut ini :

1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.

Dari Program ini dengan anggaran yang tersedia pada Tahun 2015 dipergunakan untuk:

1. Pembayaran Gaji dan Tunjangan Pegawai

2. Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran

 Perawatan Gedung Kantor

 Perawatan Kenderaan Roda 4

 Perawatan Kenderaan Roda 2

 Perawatan Sarana Kantor

 Langganan Daya dan Jasa

 Perawatan Inventaris Kantor

 Operasional Perkantoran dan Pimpinan

(23)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 23

 Jasa Pos

 Pengadaan Pakaian Dinas Pegawai 3. Rapat Konsultasi dan Koordinasi

4. Pemeliharaan Website

5. Pertemuan/Jamuan/Delegasi/Tamu 6. Pelantikan Sumpah Jabatan

2. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Dari Program ini dengan anggaran yang tersedia pada Tahun 2015 dipergunakan untuk:

1. Penyelesaian Perkara dengan Sidang Keliling dan Prodeo 2. Penyelesaian Administrasi Perkara

C. RENCANA KINERJA TAHUN 2015

Untuk mewujudkan target kinerja yang telah ditetapkan dalam indikator kinerja utama, maka disusunlah rencana kinerja tahun 2015 berdasarkan pada sumber daya yang dimiliki dan untuk jelasnya dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :

No. Sasaran Strategis

Indikator

Kinerja Program/Kegiatan

1 Meningkatnya pelayanan publik yang berbasis akuntabilitas, kredibilitas, Dan

transparansi

1. Sisa perkara Tahun 2014 2. Jumlah perkara

yang diterima

& diselesaikan tahun 2015

1. Penyelesaian perkara tepat waktu 2. Penyelesaian Perkara secara damai 3. Penyelesaian perkara secara cuma-

Cuma (Prodeo)

4. Input perkara dalam SIADPA Plus 5. Penyerahan Akta Cerai

kepada para pihak

6. Pembuatan Laporan Perkara 7. Minutasi Berkas Perkara

(24)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 24 2 Meningkatnya

kualitas pelayanan publik

1. Pengem- bangan Teknologi Informasi 2. Aksepbilitas

Putusan Ha- kim

1. Terlaksananya keterbukaan informasi

2. Penerimaan pengaduan masyarakat

3. Penyelesaian pengaduan masyarakat

4. Pelaksanaan Publikasi Perkara 3 Meningkatnya

Kualitas SDM

1. Pelaksanaan Diklat Teknis Yustisial/

Non Yustisial 2. Pelaksanaan

DDTK

1. Mengikutsertakan PNS/Hakim pada

Diklat Teknis Yustisial

2. Mengikutsertakan PNS/Hakim pada

Diklat Sertifikasi

3. Melaksanakan DDTK secara berkala

4 Meningkatnya Tertib

Administrasi Umum dalam perencanaan anggaran, pengelolaan keuangan, serta asset dan teknologi informasi (IT)

1. Terlaksana- nya

Bimbingan Dan

Pengawasan 2. Terlaksanan ya Program Kerja

1. Pelaksanaan Bimbingan Dan Pengawasan

2. Penyusunan Program Kerja dan Rencana Anggaran (RKAKL) 3. Mengaktifkan Siadpa-

Plus dan

Uploading Putusan kedalam Website

5 Meningkatnya kinerja

pengawasan dan penilaian pelaksanaan tugas aparat pengadilan

1. Terlaksana nya

Pengawa san Bidang

1. Melaksanakan pengawasan bidang 2. Menindaklanjuti hasil pengawasan

2. Peningka- tan pengemb angan TI

3. Pengaktifan Siadpa-Plus dan Uploading Putusan ke dalam Website

6 Meningkatkan penataan Organisasi dan

Pelaksanaan Layanan Perkantoran

1. Pembayaran Gaji Dan Tunjangan 2. Pelaksanaan Lembur Pegawai

(25)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 25 Manajemen Penyeleng-

garaan

Operasional Dan Pemeliharaan Perkantoran

1. Pelaksanaan Pembinaan Dan Konsultasi

2. Pembayaran Daya Dan Jasa 3. Perawatan Gedung & Halaman Kantor

4. Perawatan Kendaraan Dinas 5. Perawatan Sarana Gedung 6. Operasional Perkantoran Dan Pimpinan

7. Penyusunan Program Kerja Penyelenggaraan

operasional perkantoran dan Pimpinan

1. Penyediaan ATK Kantor

2. Pembayaran Honor Pramubakti 3. Pembayaran Honor Pengelola Kegiatan

D. PENETAPAN KINERJA TAHUN 2015

Penetapan Kinerja tahun 2015 disusun berdasarkan Rencana Kinerja Tahun 2014 yang telah ditetapkan sehingga secara substansial Rencana Kinerja Tahun 2015 tidak ada perbedaan dengan Penetapan Kinerja 2014. Rincian Penetapan Kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong jelasnya adalah sebagaimana diuraikan penetapan kinerja terlampir.

(26)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 26

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan perencanaan strategis suatu organisasi. Pengukuran Kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Pengukuran kinerja merupakan suatu metode untuk menilai kemajuan yang telah dicapai dibandingkan dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja tidak dimaksudkan sebagai mekanisme untuk memberikan reward/punishment, melainkan sebagai alat komunikasi dan alat manajemen untuk memperbaiki kinerja organisasi.

A. Pengukuran Kinerja

Pengukuran tingkat capaian kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong, dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasinya, sehingga terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak.

Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target kinerja, namun demikian terdapat juga beberapa target yang belum tercapai dalam tahun 2015 ini. Rincian tingkat capaian kinerja masing‐masing indikator kinerja tersebut diuraikan dalam tabel dibawah ini.

(27)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 27 CAPAIAN KINERJA MAHKAMAH SYAR’IYAH SIMPANG TIGA REDELONG

TAHUN 2015

No. SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA

TARGET (%)

REALISASI (%)

1 Meningkatnya Penyelesaian Perkara

1. Persentase

Tunggakan Perkara

100 % 81,5 %

2. Persentase Perkara Yang Diselesaikan

100 % 84,2 %

3. Persentase Perkara Yang Diselesaikan Dalam Jangka Waktu

1 Tahun

100 % 100 %

4. Persentase Penurunan Tunggakan Perkara

100 % 94 %

2 Peningkatan Akseptabilitas Putusan Hakim

1. Persentase Putusan Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding

100 % 99,9 %

2. Persentase Putusan Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Kasasi

100 % 100 %

3. Persentase Putusan Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya PK/Grasi

100 % 100 %

(28)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 28 3 Peningkatan

Akseptabilitas Masyarakat Terhadap

Peradilan (acsess justice)

1. Persentase Jumlah Perkara Prodeo Yang Diselesaikan

100 % 100 %

2. Persentase Jumlah Perkara Yang Diselesaikan di zitting plaatz dan sidang keliling

100 % 100%

3. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu Yang Mendapat

Layanan Bantuan Hukum

(Posbakum)

0 % 0 %

4 Meningkatnya Kepatuhan

Terhadap Putusan Pengadilan

Persentase Putusan Pengadilan Perkara Perdata Yang Berkekuatan Hukum Tetap Yang Ditindaklanjuti

100 % 100 %

B. Analisis Akuntabilitas Kinerja

Analisis akuntabilitas kinerja pada dasarnya diarahkan untuk mengukur tingkat pencapaian visi yang ditetapkan dan dijabarkan dalam misi. Selanjutnya dalam usaha mewujudkan visi tersebut ditetapkan tujuan dan sasaran strategis agar dapat diambil suatu kebijakan dalam penentuan program dan kegiatan pokok untuk menyusun suatu perencanaan. Oleh karena itu, analisis akuntabilitas kinerja secara rinci dilaksanakan berdasarkan tingkat keberhasilan kegiatan yang ditetapkan.

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong terus berusaha untuk meningkatkan pencapaian kinerja melalui perencanaan yang lebih matang dan terpadu dengan pengalokasian anggaran yang berdasarkan pada skala

(29)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 29 prioritas dengan merujuk pada estimasi akan hasil yang didapat. Selanjutnya, peningkatan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan peningkatan profesionalisme kerja terus dilakukan secara berkesinambungan dengan dukungan peningkatan SDM serta peningkatan sarana prasarana.

Berdasarkan pengukuran kinerja pada tahun 2015 Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong telah melaksanakan seluruh program/kegiatan yang merupakan tanggungjawab yang diembannya. Meskipun belum optimal dikarenakan terdapatnya kendala teknis diantaranya kurangnya anggaran serta terbatasnya jumlah SDM. Adapun mengenai capaian strategis tersebut dapat dilihat sebagaimana uraian di bawah ini:

1. Sasaran strategis pertama yaitu Meningkatnya Penyelesaian Perkara mempunyai 4 (empat) indikator kinerja dari Target 100 % dapat terealisasi rata-rata 89,93 %;

2. Sasaran strategis kedua yaitu Peningkatan Akseptibilitas Putusan Hakim mempunyai 3 (tiga) indikator kinerja dari Target 100 % dapat terealisasi 95,47 %;

3. Sasaran strategis ketiga yaitu Peningkatan Akseptibilitas Masyarakat Terhadap Peradilan (acsess justice) indikator kinerja dari Target 100 % dapat terealisasi 100 %;

4. Sasaran strategis keempat yaitu Peningkatan Akseptibilitas Putusan Hakim mempunyai 3 (tiga) indikator kinerja dari Target 100 % dapat terealisasi 95,47 %;

5. Sasaran strategis kelima yaitu Meningkatnya Kepatuhan Terhadap Ptusan Pengadilan mempunyai 1 (satu) indikator kinerja dari Target 100 % dapat terealisasi 100 %.

(30)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 30 KEADAAN PERKARA MAHKAMAH SYAR’IYAH SIMPANG TIGA REDELONG

TAHUN 2015

NO BULAN SISA

TAHUN MASUK PUTUS SISA AKHIR

1 Januari 51 32 25 58

2 Februari 24 22 56

3 Maret 27 31 50

4 April 23 29 43

5 Mei 23 21 42

6 Juni 42 15 44

7 Juli 44 14 41

8 Agustus 41 26 62

9 September 26 27 59

10 Oktober 49 30 77

11 November 31 33 70

12 Desember 22 26 61

JUMLAH 51 337 299

Dari persentase tingkat keberhasilan tersebut diatas dapat diartikan bahwa ketujuh sasaran kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong telah terlaksana dengan baik. Sedangkan pada indikator kinerja Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu Yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum) memang tidak terealisasi karena belum adanya Pos Bantuan

(31)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 31 Hukum dan alokasi dana untuk itu. Demikian juga halnya pada indikator kinerja Persentase Jumlah Perkara Yang Diselesaikan di zitting plaatz dan sidang keliling juga sudah terealisasi dengan efektif.

Berdasarkan analisis yang diuraikan di atas diperoleh kesimpulan sementara bahwa pada tahun 2015 ini semua program dan kegiatan telah memberikan kontribusi yang baik bagi Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong sesuai dengan Misi dan Visi Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong.

Upaya-upaya untuk meningkatkan pencapaian Visi dan Misi dimaksud akan terus dilakukan dengan perencanaan yang lebih baik, oleh karena itu dukungan dari semua pihak terus diharapkan untuk kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong yang lebih baik dimasa mendatang.

C. Realisasi Anggaran

Pada tahun anggaran 2015 Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong mengelola 2 (dua) DIPA yang bersumber dari APBN yaitu No. SP DIPA- 005.01.2.682228/2015, tanggal 14 November 2014, dan No. SP DIPA- 005.04.2.690108/2015, 14 November 2014. Terhadap pengelolaan kedua DIPA tersebut, Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong telah mendapat persetujuan Kepala KPPN Takengon selaku Kuasa BUN di daerah untuk membuka 2 (dua) Giro Bank terhadap untuk pelaksanaan anggaran dari DIPA dimaksud.

Untuk pengelolaan anggaran DIPA tersebut, lalu dibentuk tim pengelola keuangan dengan Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI No.65 a/SEK/SK/12/2014, tanggal 22 Desember 2014 tentang Penunjukan Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran di lingkungan Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya di seluruh Indonesia Tahun Anggaran 2015.

Untuk pelaksanaannya, pejabat yang ditunjuk untuk pengelola keuangan sesuai dengan Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI tersebut di atas, maka Panitera/Sekretaris/Kuasa Pengguna Anggaran, Mahkamah

(32)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 32 Syar’iyah Simpang Tiga Redelong menunjuk pula pejabat sebagai tim pengelola keuangan berdasarkan surat Keputusan Panitera/Sekretaris/Kuasa Pengguna Anggaran Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong, No. W1- A20/003/KU.01/I/2015, tanggal 02 Januari 2015, sedangkan tugas masing- masing pengelola keuangan juga mengacu pada Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI tersebut, untuk belanja modal mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta perubahan-perubahannya DIPA Mahkamah Syar'iyah Simpang Tiga Redelong, dengan DIPA awal No.SP DIPA- 005.01.2.682228/2015 tanggal 14 Desember 2014 berjumlah 3.051.960.000 (Tiga miliar lima puluh satu juta sembilan ratus enam puluh ribu rupiah), revisi ke 1, tanggal 05 Februari 2015, dan revisi ke 2 pada tanggal 04 Maret 2015 berjumlah Rp. 7.485.670.000,- yang terdiri dari 3 (tiga) kelompok belanja, yaitu : belanja pegawai Rp. 2.528.080.000,-, belanja barang Rp. 378.880.000,-, dan belanja modal Rp. 145.000.000,-, terhadap ketiga kelompok belanja tersebut dimana PAGU masing-masing kelompok belanja dapat digambarkan sebagai berikut :

1. Pagu Dan Realisasi DIPA (01) Badan Urusan Administrasi Adapun rinciannya sebagai berikut :

1. Belanja Pegawai

AKUN PAGU REALISASI SISA

511111 725.222.000 874.533.080 149.311.080

511119 16.000 21.795 6.337

511121 68.151.000 74.795.510 6.644.510 511122 19.353.000 22.639.430 3.286.430

511123 20.410.000 20.050.000 360.000

511124 1.135.225.000 1.041.125.000 94.100.000 511125 261.939.000 156.598.967 105.340.033

511126 55.815.000 55.320.740 494.260

511129 125.400.000 122.852.000 3.216.800 511151 19.349.000 3.320.000 16.029.000 511157 97.200.000 98.550.000 1.350.000

(33)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 33 JUMLAH 2.528.080.000 2.469.806.522 58.954.410 Belanja pegawai meliputi belanja pegawai mengikat dan tidak mengikat yang penggunaannya antara lain untuk gaji dan tunjangan, honorarium dan lembur. Honorarium yang berkaitan dengan belanja modal tidak termasuk dalam belanja pegawai.

Dari pagu belanja pegawai tahun anggaran 2015 seperti tabel diatas, anggaran belanja pegawai yang terserap atau terealisasi sebesar Rp.

2.469.806.522 (Dua Milyar Empat Ratus Enam Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Enam Ribu Lima Ratus Dua Puluh Dua Rupiah) Total belanja pegawai yang telah terealisasi selama tahun anggaran 2015, dapat kita lihat pada pagu belanja pegawai yang telah terserap sebesar 97.70%.

2. Belanja Barang

AKUN PAGU REALISASI SISA

521111 171.480.000 170.716.650 763.350

521114 6.000.000 5.450.0000 550.000

521115 35.400.000 35.400.000 0

521219 3.500.000 3.500.000 0

522111 14.700.000 12.750.400 1.949.600

522112 2.400.000 1.982.950 417.050

522113 1.800.000 1.297.500 502.500

523121 40.150.000 37.080.500 3.069.500

521211 8.500.000 8.200.000 300.000

524111 86.500.000 85.985.000 515.000

521811 8.450.000 7.622.000 828.000

JUMLAH 378.880.000 369.985.000 8.895.000

Belanja barang yaitu pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa yang habis pakai dalam kurun waktu satu tahun anggaran termasuk didalamnya pemeliharaan dan perjalanan. Perhitungan dan penilaian belanja barang dilakukan berdasarkan standar biaya yang telah ditetapkan, sedangkan penilaian terhadap pekerjaan yang belum ditetapkan dalam standar biaya

(34)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 34 dilakukan atas dasar Term Of Reference (TOR) dan Rincian Anggaran Belanja (RAB). Belanja barang meliputi belanja barang mengikat maupun belanja barang tidak mengikat.

Dari pagu belanja barang Tahun Anggaran 2015, anggaran belanja barang yang terserap atau terealisasi adalah sebesar Rp. 369.985.500,-(Tiga Ratus Enam Puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Lima Ribu Rupiah). Total belanja barang yang telah terealisasi Tahun Anggaran 2015, dapat kita lihat pada pagu belanja barang yang telah terserap 97.65%.

3. Belanja Modal

AKUN PAGU REALISASI SISA

534131 1.500.000 0 1.500.000

532111 143.500.000 143.500.000 0

JUMLAH 145.000.000 143.500.000 1.500.000

Belanja Modal yaitu pengeluaran yang dilakukan dalam rangka menunjang sarana dan prasarana, antara lain untuk pembangunan, peningkatan dan pengadaan serta kegiatan non fisik yang mendukung untuk tupoksi.

Dari pagu belanja modal Tahun Anggaran 2015, anggaran yang terserap atau terealisasi adalah Rp. 143.500.000 (Seratus Empat Puluh Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Total belanja modal yang telah terealisasi tahun anggaran 2015, dapat kita lihat pada pagu belanja modal yang telah terserap 98.97%.

2. Pagu Dan Realisasi DIPA (04) Badan Peradilan Agama

Belanja barang pada DIPA (04) Badan Peradilan Agama ditujukan untuk penyediaan dana bantuan hukum di Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah, dalam hal perkara prodeo dan pelaksanaan sidang keliling. Pada PAGU anggaran tersebut, Pagu DIPA (04) untuk Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong sebesar Rp. 23.135.000,- (Dua Puluh Tiga Juta Seratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah).

(35)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 35 DIPA Mahkamah Syar'iyah Simpang Tiga Redelong No.SP DIPA- 005.04.2.690108/2015, 14 November 2014, terdiri dari Belanja Barang berjumlah Rp. 23.135.000,- yaitu :

AKUN PAGU REALISASI SISA

521119 635.000 0 635.000

521219 22.500.000 21.800.000 700.000

JUMLAH 23.135.000 21.800.000 1.335.000 Dari pagu belanja barang Tahun Anggaran 2015, anggaran belanja barang yang terserap atau terealisasi adalah sebesar Rp.21.800.000,- Total belanja barang yang telah terealisasi Tahun Anggaran 2015, dapat kita lihat pada pagu belanja barang yang telah terserap 94.23%.

(36)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 36

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Laporan Akuntabilitas Kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong Tahun 2015 merupakan gambaran capaian kinerja yang akuntabel dan dapat dipertanggung jawabkan sekaligus sebagai alat ukur dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi melaksanakan amanah yang diberikan berdasarkan peraturan yang berlaku.

Secara umum hasil capaian kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong Tahun 2015 telah dapat memenuhi target sesuai rencana kinerja yang ditetapkan, namun ada beberapa yang belum mencapai target dan menjadi bahan perbaikan untuk tahun 2016.

2. Berdasarkan analisis tingkat keberhasilan yang telah dipaparkan dalam matrik pengukuran capaian kinerja, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

a) Sebagian besar rencana kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong telah dapat terealisasi dengan target yang ditetapkan.

b) Pelaksanaan tugas bidang administrasi perkara di Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong dilaksanakan dengan tertib sesuai dengan Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor:

KMA/001/SK/I/1991 tanggal 24 Januari 1991 tentang Pola Bindalmin, walaupun masih ada yang perlu diperbaiki/disempurnakan, selain itu Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong dalam rangka ingin terwujudnya pelayanan prima kepada para pencari keadilan;

c) Rencana kinerja yang tidak terealisasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan adalah persentase tunggakan perkara, persentase perkara yang diselesaikan, persentase penurunan tunggakan perkara dan persentase perkara yang tidak

(37)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 37 mengajukan upaya hukum banding;

d) Penyelesaian perkara pada tahun 2015 pada Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong telah memenuhi target dan berhasil dengan baik, dari jumlah sisa perkara tahun 2014 sebanyak 51 perkara, ditambah dengan perkara yang diterima tahun 2015 sebanyak 337 perkara sehingga perkara yang ditangani oleh Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong berjumlah 388 perkara, dari jumlah sebanyak 388 perkara tersebut telah berhasil diselesaikan sebanyak 299 perkara (78 %), sehingga sisa perkara pada akhir tahun 2015 sebanyak 38 perkara (22 %);

e) Dalam hal pelaksanaan anggaran, pada dasarnya tidak terdapat hambatan dan kendala yang cukup berat, akan tetapi ada sedikit kendala, yaitu mengenai belanja Gaji Pegawai yang Minus yang mengakibatkan perlunya revisi anggaran dengan waktu yang relative lama sehingga dapat menghambat penyusunan laporan keuangan. Untuk mengantisipasi belanja gaji pegawai minus maka perlu adanya penambahan anggaran atau revisi sebelum akhir tahun anggaran.

f) Laporan Akuntabilitas Kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong Tahun 2015 ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pencapaian kinerja Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong yang merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas Pengadilan dalam pelaksanaan tugas. Namun Demikian Sangat disadari bahwa laporan ini belum dapat menyajikan prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagaimana yang diharapkan, namun setidaknya dapat memberikan gambaran bagaimana upaya pelaksanaan tugas Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelongdalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat pencari keadilan.

(38)

Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong 38 B. Saran-saran

1. Diterbitkan Surat Edaran tentang standarisasi sisa minimal perkara pada akhir tahun;

2. Diupayakan penambahan pegawai sesuai dengan beban tugas Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong kelas II;

3. Meningkatkan alokasi dana anggaran (DIPA) untuk tahun anggaran selanjutnya karena adanya fluktuasi harga;

4. Meningkatkan alokasi dana anggaran (DIPA) untuk belanja pegawai sehingga belanja pegawai mencukupi;

5. Meningkatkan pelaksanaan Diklat Pegawai dan Bimbingan Teknis terhadap seluruh aparat Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Profesional dan berintegritas tinggi.

6. Meningkatkan pembinaan/pengawasan ke daerah tentang pelaksanaan tugas teknis yustisial dan tugas umum.

7. Adanya bimbingan dan petunjuk serta pengawasan dalam Penyusunan RKAKL untuk menghindari adanya anggaran dalam DIPA yang dibintang.

Simpang Tiga Redelong, 30 Januari 2016 Ketua Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong

Dra. RITA NURTINI NIP. 19681217 199403 2 006

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian pada BUSN devisa dalam pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2011-2013 menunjukkan bahwa faktor profil risiko dengan rasio Non Perform

Sumber dana perusahaan dicerminkan oleh modal asing dan modal sendiri yang diukur dengan DER (Debt to Equity Ratio). Semakin tinggi rasio ini berarti modal sendiri yang digunakan

2.4.1 Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sukabumi Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor : KEP- 443/KMK.01/2001 tanggal 23

1.4.1 Pedoman Umum Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana berisikan prinsip, persyaratan dan proses uji sertifikasi kompetensi yang mencakup mengajukan

Berdasarkan latar belakang yang telah peneliti paparkan di atas maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah adakah hubungan durasi hemodialisa dengan

Penyerapan Nitrogen dan Fosfor Rumput Laut di Teluk Gerupuk Berdasarkan laju penyerapan nutrien (N dan P), biomassa panen, dan luasan area bu- didaya, maka dapat dilakukan estimasi

Berdasarkan gambar 3, parameter Aroma menunjukkan bahwa tingkat penerimaan panelis terhadap parameter aroma pada infused water jeruk lemon-jahe merah

Dari data yang ada dilanjutkan dengan perhitungan proporsi metode pengadaan barang, dimana sesuai prinsip pareto bertujuan untuk mengetahui metode mana yang mempunyai