• Tidak ada hasil yang ditemukan

NSPK untuk SPM Sub Urusan Bencana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "NSPK untuk SPM Sub Urusan Bencana"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

NSPK

untuk SPM Sub Urusan Bencana

Evaluasi Sementara

Sumber: Kajian Yayasan PRB & Invest DM serta SiapSiaga, 2022 (modified)

Mohd Robi Amri Direktorat Sistem PB

Kedeputian Bidang Sistem dan Strategi

(2)

Layanan Dasar:

Pelayanan Informasi Rawan Bencana

Jumlah peserta sosialisasi tingkat desa

Jumlah sosialisasi tingkat keluarga Papan Multi Media

Poster/ Pamflet/ Brosur Media Sosial/ Media Elektronik Media Cetak

Rambu Evakuasi

Papan Informasi Daerah Rawan Bencana

Penyediaan tenaga ahli yang kompeten

dalam penyusunan KRB Dokumen KRB

Legalitas Dokumen KRB

Laporan Efektivitas Pemanfaatan KRB

8 Jenis: Gunungapi, Gempabumi, Tsunami, Banjir, Tanah longsor, Cuaca ekstirm, Gelombang ekstrim dan abrasi, Kebakaran hutan dan lahan (dapat digunakan untuk Kab/Kota)

KETERANGAN

SUB KEGIATAN KOMPONEN TARGET CAPAIAN

Perlu diperbaharui Perka BNPB No. 7 Tahun 2015 Tentang

Rambu dan Papan Informasi Bencana

2

PENYUSUNAN KAJIAN RISIKO BENCANA 1

KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI RAWAN BENCANA

Sosialisasi Melalui Tatap Muka dengan Penduduk Di Daerah Rawan Bencana

Diskusi Publik terhadap dokumen KRB yang telah disusun untuk disempurnakan dan ditetapkan menjadi dokumen yang sah/legal Sosialisasi Melalui Media Sosial dan Wahana Multi Media

Penyediaan Dan Pemasangan Rambu Evakuasi Dan Papan Informasi Publik

SPM SUB-URUSAN BENCANA

NSPK Saat Ini

Perka BNPB No.2/2012: Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, SNI 8182:2017 Pedoman pengkajian risiko

bencana tkt nasional & provinsi, dan Juknis KRB 8 jenis Bahaya

(3)

Layanan Dasar:

Pelayanan Pencegahan & Kesiapsiagaan Terhadap Bencana

Penyediaan Tenaga Ahli yang Kompeten

dalam Penyusunan Dokumen RPB Dokumen RPB

Legalitas Dokumen RPB

Laporan Efektivitas Pemanfaatan RPB

Penyediaan Tenaga Ahli yang Kompeten dalam Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi

Dokumen Renkon

Legalitas Dokumen Renkon Laporan Efektivitas Pemanfaatan Renkon

Sertifikat Pelatihan Pengkajian Risiko Bencana

Sertifikat Pelatihan Rencana Penanggulangan Bencana Sertifikat Pelatihan Forum PRB Sertifikat Pelatihan Destana &

Katana

Sertifikat peserta pelatihan pengenalan risiko bencana Sertifikat Peserta Pelatihan Penanggulangan Bencana

Sertifikat peserta pelatihan Destana dan Katana

Perka 4/2008 dalam tahap revisi/pembaharuan

Buku Pedoman Penyusunan Rencana Kontinjensi dan SNI 8751:2019

Perencanaan kontingensi SPM SUB-URUSAN BENCANA

NSPK Saat Ini

Perka BNPB No. 4 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana

Diskusi Publik terhadap Dokumen Rencana Kontinjensi yang sudah disusun untuk disempurnakan dan ditetapkan menjadi dokumen yang sah/legal

5

PELATIHAN PENCEGAHAN DAN MITIGASI

Pelatihan Penanggulangan Bencana bagi Aparatur

Peraturan Kepala BNPB No. 4 Tahun 2016 Tentang Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana; SNI

8039:2018 Manajemen Pelatihan Kesiapsiagaan Terhadap Bahaya Erupsi Gunungapi; SNI 8358:2017 Manajemen pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana tsunami; SNI 8288:2017 Manajemen Pelatihan Penanggulangan Bencana

Terminologi sertifikat perlu disamakan dengan terminologi yang digunakan dalam NSPK. Saat ini baru tersedia kuriukulum dan modul pembelajaran internal di BNPB. Belum dapat digunakan oleh daerah sebagai acuan untuk melaksanakan pelatihan untuk aparat

Pelatihan Penanggulangan Bencana bagi Warga Negara

Terminologi sertifikat perlu disamakan dengan terminologi yang digunakan dalam NSPK. Pelatihan untuk warga negara kebanyakan masih mengikuti pedoman destana/katana. Penting untuk dibuat tersendiri untuk SPM S-UB.

Diskusi Publik terhadap dokumen RPB yang sudah disusun untuk disempurnakan dan ditetapkan menjadi dokumen yang sah/legal

4

PEMBUATAN RENCANA KONTINJENSI (RENKON) 3

PENYUSUNAN RENCANA

PENANGGULANGAN BENCANA

KETERANGAN

SUB KEGIATAN KOMPONEN TARGET CAPAIAN

(4)

Layanan Dasar:

Pelayanan Pencegahan & Kesiapsiagaan Terhadap Bencana

Simulasi Dalam Ruangan (table top exercise)

Sertifikat warga negara dan petugas yang menjadi peserta Simulasi dalam Ruangan (table top exercise)

Gladi Lapang Sertifikat warga negara dan petugas

yang menjadi peserta Geladi lapang Prosedur operasi standar

kesiapsiagaan bencana

Strategi antisipasi bencana yang terdeteksi berpotensi terjadi Rencana evakuasi masyarakat Jejaring sumberdaya sarpras logistik untuk kesiagaan darurat

Sarana prasarana penerima informasi peringatan dini dari K/L penyedia layanan peringatan dini

Sarana prasarana analisa rekomendasi arahan evakuasi Sarana prasarana komunikasi langsung ke rantai pimpinan daerah Sarana prasarana penyebaran arahan evakuasi ke masyarakat

Sarpras penerimaan informasi pelaporan dan pengaduan dari masyarakat (hotline)

Sarana prasarana rapat pimpinan Sarana prasarana istirahat petugas jaga pusdalops

7

PENGENDALI-AN OPERASI DAN

PENYEDIAAN SARANA PRASARANA KESIAPSIAGA-AN

TERHADAP BENCANA

Peraturan Kepala BNPB No. 15 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan

Bencana SPM SUB-URUSAN BENCANA

NSPK Saat Ini

Dengan mekanisme dukungan kerjasama daerah sekitar, dibutuhkan suatu kesepakatan perangkat sarana prasarana dan mekanisme analisa peringatan dini. Dengan adanya standarisasi ini, kesamaan sistem pusdalops se Indonesia menjadi kekuatan saling dukung bagi daerah yang membutuhkan. dalam perka 15/2012, hal ini belum di detailkan. perlu pendetailan dalam ranah produk hukum yang lebih detail/

6

GLADI

KESIAPSIAGA-AN TERHADAP BENCANA

Pedoman Latihan Kesiapsiagaan (belum dalam bentuk regulasi yang mengikat)

Pedoman penyelenggaraan latihan kesiapsiagaan sudah pernah disusun. Namun seiring berjalannya waktu, penyempurnaan pedoman ini telah dilaksanakan. Penyempurnaannya belum dimasukkan ke pedoman. Pedoman ini pun nantinya perlu untuk diperkuat dalam bentuk produk hukum yang lebih tinggi

Koordinasi Teknis Pemantapan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana

Berbagai aturan untuk pemantapan kesiapsiagaan terhadap bencana sudah tersedia seperti untuk perencanaan evakuasi, dan manajemen logistik. Namun untuk NSPK koordinasi teknis, belum tersedia, sehingga daerah biasanya menterjemahkan secara bebas proses koordinasi ini.

Penyediaan Sarana Prasarana Operasional dan Kesiapsiagaan Bencana

KETERANGAN

SUB KEGIATAN KOMPONEN TARGET CAPAIAN

(5)

Layanan Dasar:

Pelayanan Pencegahan & Kesiapsiagaan Terhadap Bencana

Penyediaan Layanan Pesan Singkat secara

broadcast Jumlah akses kepada media

Penyediaan Obat-obatan dan Vaksin

Jumlah masyarakat yang memiliki kapabilitas untuk mengakses obat- obatan dan vaksin

Tata Laksana/ Pengobatan dan Vaksinasi Jumlah warga negara yang menerima pengobatan dan vaksinasi

Penyediaan Peralatan Kesehatan Jumlah warga negara yang

memanfaatkan peralatan kesehatan

Penyediaan Peralatan Laboratorium Jumlah warga negara yang

memanfaatkan peralatan laboratorium

Penyediaan Layanan Biosekuriti Jumlah warga negara yang memanfaatkan layanan biosekuriti

Sarana Penerima Peringatan Dini

Moda Penyebaran Arahan

Frekuensi Radio Komunikasi

Jalur Evakuasi

Tempat Pengungsian

Pedoman-pedoman bersifat teknis telah ada. Namun perlu diperkuat menjadi produk hukum

SPM SUB-URUSAN BENCANA

NSPK Saat Ini

7

BNPB/BPBD perlu melakukan koordinasi dan kolaborasi bersama Sektor Kesehatan

Penyediaan Sarana Prasarana Berupa Alat Komunikasi Dan Sistem Peringatan Dini Kebencanaan Berbasis Masyarakat PENGENDALI-AN

OPERASI DAN PENYEDIAAN

SARANA PRASARANA KESIAPSIAGA-AN

TERHADAP BENCANA

Pedoman Penyusunan Rencana Evakuasi; SNI 9021:2021 Peralatan Peringatan Dini Gerakan Tanah; SNI 8841-2:2020 Sistem Peringatan Dini

Bencana – Bagian 2: Tsunami SNI 8840-1:2019 Sistem Peringatan Dini

Bencana – Bagian 1: Umum; SNI 8235:2017 Sistem Peringatan dini gerakan tanah ; SNI 8040:2017 Sirine Peringatan Dini tsunami; SNI 8289:2016

Jalur dan Rambu Evakuasi Erupsi Gunungapi; SNI 7766 – 2012 Jalur

evakuasi tsunami

KETERANGAN

SUB KEGIATAN KOMPONEN TARGET CAPAIAN

(6)

Layanan Dasar:

Pelayanan Pencegahan & Kesiapsiagaan Terhadap Bencana

Peralatan Keselamatan Pribadi Peralatan Keselamatan Keluarga Peralatan Petugas

SPM SUB-URUSAN BENCANA

NSPK Saat Ini

8

PENYEDIAAN PERALATAN PERLINDUNG-AN DAN KESIAPSIAGA-

Penyediaan Peralatan Penyelamatan Diri

KETERANGAN

SUB KEGIATAN KOMPONEN TARGET CAPAIAN

(7)

Layanan Dasar:

Pelayanan Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana

Jumlah Petugas TRC KLB yang ditugaskan

Peraturan Menteri Kesehatan No. 1301 Tahun 2010 tentang Penyakit Berpotensi Wabah

Dokumen Laporan investigasi epidemiologi terpadu/ wabah

(zoonosis prioritas) untuk penemuan faktor risiko, penemuan kasus baru, penemuan kontak, pengambilan, pengepakan, pengiriman dan pengujian spesimen serta konfirmasi laboratorium

Surat Pernyataan Rekomendasi status keadaan darurat bencana

Peraturan Menteri Kesehatan No. 1501 Tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan

SK Status dan Tingkat Kedaruratan Bencana

SK Struktur Komando Penanganan Darurat Bencana

Jumlah Petugas PPE KLB yang ditugaskan

Alat, Bahan dan Fasilitas yang digunakan untuk tindakan cepat penanganan epidemi/ wabah penyakit (zoonosis prioritas)

SPM SUB-URUSAN BENCANA

NSPK Saat Ini

9

RESPON CEPAT KEJADIAN LUAR BIASA

PENYAKIT/WABAH ZOONOSIS PRIORITAS

Investigasi/penyelidikan epidemiologi terpadu/ wabah (zoonosis prioritas) untuk penemuan faktor risiko, penemuan kasus baru, penemuan kontak, pengambilan, pengepakan, pe-ngiriman dan pengujian spesimen serta konfir-masi laboratorium

BNPB/BPBD perlu melakukan koordinasi dan kolaborasi bersama Sektor Kesehatan

Penetapan status keadaan darurat epidemi/wabah (zoonosis prioritas)

Tindakan cepat penanganan epidemi/ wabah penyakit (zoonosis prioritas), yang direspon 24 jam setelah laporan, deteksi dini, dan tindakan teknis (tata laksana kasus/ isolasi /pengebalan/ pengobat-an/komunikasi risiko)

KETERANGAN

SUB KEGIATAN KOMPONEN TARGET CAPAIAN

(8)

Layanan Dasar:

Pelayanan Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana

Personil TRC aktif

Perka BNPB No. 3 Tahun 2016 tentang Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana

Peralatan kaji cepat untuk setiap personil TRC

Laporan kaji cepat sebagai

rekomendasi untuk penetapan status keadaan darurat bencana

Perka BNPB No. 9 Tahun 2008 tentang Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BNPB SK Penetapan Status Keadaan

Darurat Bencana Jumlah Petugas Posko Peralatan Posko

Jumlah Petugas Pos Lapangan Peralatan pendukung operasional Pos Lapangan

Peralatan pencarian dan fasilitas penanganan orang hilang

Peralatan pencarian dan fasilitas penanganan orang meninggal Peralatan dan fasilitas penanganan medis

Peralatan dan fasilitas pengungsian 12

PENCARIAN, PERTOLONG-AN

DAN EVAKUASI KORBAN BENCANA

Perka BNPB No. 13 Tahun 2010 tentang Pedoman Pencarian Pertolongan dan Evakuasi

Penyediaan sarana dan prasarana pertolongan dan evakuasi dan pembuatan jalur pertolongan dan evakuasi

SPM SUB-URUSAN BENCANA

NSPK Saat Ini

Penyediaan dokumen kaji cepat dan penetapan status darurat bencana

Pedoman penyusunan kaji cepat dan implementasi nya hingga peneetapan status darurat kebencanaan, masih terpisah-pisah di berbagai perka. Perlu dibuat produk hukum khusus yang memfasilitasi kebutuhan ini.

11

AKTIVASI SISTEM KOMANDO PENANGANAN DARURAT BENCANA

Koordinasi teknis pelaksanaan lapangan dalam penanganan darurat bencana (aktivasi posko tanggap darurat)

Perka BNPB No. 3 Tahun 2016 tentang Sistem Komando Penanganan Darurat

Bencana Perka SKPDB sudah ada. Namun perlu diperkuat dengan mekanisme pembagian klaster/sektor yang dapat digunakan di daerah, hingga BPBD secara efektif dapat melaksanakan koordinasi teknis dengan SKPD/OPD lain yang terlibat.

Koordinasi pembagian zona/wilayah

pencarian, pertolongan dan evakuasi korban bencana

10 RESPON CEPAT DARURAT BENCANA

KETERANGAN

SUB KEGIATAN KOMPONEN TARGET CAPAIAN

(9)

Layanan Dasar:

Pelayanan Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana

Personil TRC aktif

Perka BNPB No. 3 Tahun 2016 tentang Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana

Peralatan kaji cepat untuk setiap personil TRC

Laporan kaji cepat sebagai

rekomendasi untuk penetapan status keadaan darurat bencana

Perka BNPB No. 9 Tahun 2008 tentang Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BNPB SK Penetapan Status Keadaan

Darurat Bencana Jumlah Petugas Posko Peralatan Posko

Jumlah Petugas Pos Lapangan Peralatan pendukung operasional Pos Lapangan

Peralatan pencarian dan fasilitas penanganan orang hilang

Peralatan pencarian dan fasilitas penanganan orang meninggal Peralatan dan fasilitas penanganan medis

Peralatan dan fasilitas pengungsian 12

PENCARIAN, PERTOLONG-AN

DAN EVAKUASI KORBAN BENCANA

Perka BNPB No. 13 Tahun 2010 tentang Pedoman Pencarian Pertolongan dan Evakuasi

Penyediaan sarana dan prasarana pertolongan dan evakuasi dan pembuatan jalur pertolongan dan evakuasi

SPM SUB-URUSAN BENCANA

NSPK Saat Ini

Penyediaan dokumen kaji cepat dan penetapan status darurat bencana

Pedoman penyusunan kaji cepat dan implementasi nya hingga peneetapan status darurat kebencanaan, masih terpisah-pisah di berbagai perka. Perlu dibuat produk hukum khusus yang memfasilitasi kebutuhan ini.

11

AKTIVASI SISTEM KOMANDO PENANGANAN DARURAT BENCANA

Koordinasi teknis pelaksanaan lapangan dalam penanganan darurat bencana (aktivasi posko tanggap darurat)

Perka BNPB No. 3 Tahun 2016 tentang Sistem Komando Penanganan Darurat

Bencana Perka SKPDB sudah ada. Namun perlu diperkuat dengan mekanisme pembagian klaster/sektor yang dapat digunakan di daerah, hingga BPBD secara efektif dapat melaksanakan koordinasi teknis dengan SKPD/OPD lain yang terlibat.

Koordinasi pembagian zona/wilayah

pencarian, pertolongan dan evakuasi korban bencana

10 RESPON CEPAT DARURAT BENCANA

KETERANGAN

SUB KEGIATAN KOMPONEN TARGET CAPAIAN

(10)

2 ISO + 1

- ISO 22328-1: 2020 EWS berbasis komunitas - Umum - ISO 22327: 2018 EWS berbasis komunitas –

Longsor

- EWS berbasis komunitas – Tsunami (dalam proses pembahasan)

Status: 31 Des 2021

23 SNI 2 di abolisi 20 SNI

1 di revisi

JUMLAH SNI Kebencanaan - yang dihasilkan Komtek 13-08*

- 4 SNI adopsi dokumen ISO - 16 SNI usulan sektor

* Komtek 13-08 adalah Komite Teknis yang ditetapkan oleh

Kepala BSN untuk mengkoordinasikan penyusunan SNI dibidang

Penanggulangan Bencana

(11)

SNI SAAT INI

1. SNI 9050:2022 Sistem Penanganan Bencana Epidemi baru 2. SNI 9021:2021 Peralatan Peringatan Dini Gerakan Tanah baru

3. SNI ISO 22301:2019 Keamanan dan Ketahanan – Sistem Manajemen kelangsungan Usaha - Persyaratan baru

4. SNI 8841-2:2020 Sistem Peringatan Dini Bencana – Bagian 2: Tsunami

5. SNI 8840-1:2019 Sistem Peringatan Dini Bencana – Bagian 1: Umum menjadi ISO 22328-1:2020

6. SNI 8751:2019 Perencanaan kontingensi

7. SNI 8039:2018 Manajemen Pelatihan Kesiapsiagaan Terhadap Bahaya Erupsi Gunungapi

8. SNI 8358:2017 Manajemen pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana tsunami 9. SNI 8357:2017 Desa dan kelurahan tangguh bencana

10. SNI 8288:2017 Manajemen Pelatihan Penanggulangan Bencana

11. SNI 8235:2017 Sistem Peringatan dini gerakan tanah menjadi ISO 22327:2018

12. SNI 8182:2017 Pedoman pengkajian risiko bencana tingkat nasional dan provinsi.

(12)

SNI SAAT INI

13. SNI 8040:2017 Sirine Peringatan Dini tsunami

14. SNI 8291:2016 Penyusunan zona kerentanan gerakan Tanah 15. SNI 8289:2016 Jalur dan Rambu Evakuasi Erupsi Gunungapi

16. SNI ISO 22315: 2015 Keamanan masyarakat - Evakuasi Massal-panduan untuk perencanaan (ISO 22315: 2014, IDT)

17. SNI 7937:2013 Layanan Kemanusiaan dalam bencana

18. SNI ISO 22320:2012 Keamanan Masyarakat- Manajemen Kedaruratan – Persyaratan untuk penanganan insiden (ISO 22320:2011, IDT)

19. SNI ISO 22300: 2012 Keamanan masyarakat-Terminologi (ISO 22300:

2012,IDT) dalam proses direvisi

20. SNI 7766 – 2012 Jalur evakuasi tsunami

(13)

Ruang Lingkup:

- Panduan untuk merencanakan evakuasi massal yang diuraikan melalui tahap-tahap kegiatan pembuatan, pelaksanaan,

pemantauan, evaluasi, kaji-ulang, dan peningkatan kesiapsiagaan.

- Kerangka kerja untuk setiap kegiatan dalam perencanaan evakuasi massal untuk semua bahaya yang teridentifikasi.

SNI ISO 22315: 2015

Keamanan masyarakat - Evakuasi Massal- panduan untuk perencanaan

(ISO 22315: 2014, IDT)

(14)

Ruang Lingkup:

- Menentukan spesifikasi sirene peringatan dini tsunami di daerah yang memiliki kawasan pesisir rawan tsunami,

pemeliharaan, serta uji coba sirene peringatan dini tsunami.

SNI 8040:2017

Sirine Peringatan Dini tsunami

(15)

Ruang Lingkup:

- Standar ini menetapkan persyaratan teknis dan praktis pengkajian risiko bencana tingkat nasional dan provinsi berupa konsep umum, metode, dan hasil kajian untuk

kepentingan perencanaan penanggulangan bencana tingkat nasional dan provinsi.

- Ancaman bencana yang terdapat dalam standar ini terdiri dari: gempabumi, tsunami, banjir, tanah longsor, letusan gunungapi, gelombang ekstrim dan abrasi, cuaca ekstrim, kekeringan, kebakaran lahan dan hutan, epidemi dan wabah penyakit, dan gagal teknologi

SNI 8182:2017

Pedoman pengkajian risiko bencana tingkat

nasional dan provinsi

(16)

Ruang Lingkup:

- Standar ini menetapkan persyaratan sistem peringatan dini gerakan tanah, yang mencakup definisi, pengertian, tata cara, penerapan pelaksanaan, serta jenis kegiatan yang dilakukan.

- Standar ini hendaknya digunakan oleh lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah, mulai tingkat pusat,

provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, desa dan masyarakat rawan bencana gerakan tanah

SNI 8235:2017

Sistem Peringatan dini gerakan tanah

menjadi ISO 22327:2018

(17)

Ruang Lingkup:

- Meliputi penjelasan pihak-pihak yang dapat

menyelenggarakan pelatihan dan peserta pelatihan, tata cara menyelenggarakan pelatihan meliputi penyusunan organisasi pelatihan penanggulangan bencana, pemahaman siklus

penanggulangan bencana, mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan proses perbaikan serta metode

pelatihan secara bertahap mulai dari tahap dasar, menengah dan lanjut.

SNI 8288:2017

Manajemen Pelatihan Penanggulangan

Bencana

(18)

Ruang Lingkup:

- Standar ini menetapkan persyaratan desa dan kelurahan

tangguh bencana yang mencakup istilah, prinsip dan indikator.

- Standar ini hendaknya dilakukan oleh masyarakat di daerah rawan bencana dalam rangka memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi bahaya bencana dan dampak buruk perubahan iklim, serta memulihkan

diri dengan segera dari dampak-dampak yang merugikan.

Standar ini dapat menjadi acuan standar yang lebih spesifik untuk desa atau kelurahan sesuai dengan jenis bahaya.

SNI 8357:2017

Desa dan kelurahan tangguh bencana

(19)

Ruang Lingkup:

- Penjelasan pihak yang dapat menyelenggarakan pelatihan dan peserta pelatihan.

- Tata cara menyelenggarakan pelatihan meliputi:

- penyusunan organisasi pelatihan penanggulangan bencana tsunami

- pemahaman siklus manajemen pelatihan kesiapsiagaan bencana tsunami, mulai dari perencanaan dan persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan proses perbaikan sebelum

melakukan pelatihan berikutnya.

SNI 8358:2017

Manajemen pelatihan kesiapsiagaan

menghadapi bencana tsunami

(20)

Ruang Lingkup:

- Penjelasan pihak yang dapat menyelenggarakan pelatihan dan peserta pelatihan.

- Tata cara menyelenggarakan pelatihan meliputi:

- penyusunan organisasi pelatihan penanggulangan bencana erupsi gunungapi

- pemahaman siklus manajemen pelatihan kesiapsiagaan bencana erupsi gunungapi, mulai dari perencanaan dan persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan proses perbaikan sebelum melakukan pelatihan berikutnya

SNI 8039:2018

Manajemen Pelatihan Kesiapsiagaan Terhadap

Bahaya Erupsi Gunungapi

(21)

Ruang Lingkup:

- Persyaratan penyusunan rencana kontingensi bencana, yang mencakup definisi, pengertian, tata cara, penerapan

pelaksanaan, serta jenis kegiatan lanjutan yang dilakukan.

- Standar ini dapat digunakan untuk situasi bencana tunggal, simultan dan/atau kolateral (ikutannya) oleh kalangan

lembaga pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat di kawasan rawan bencana.

SNI 8751:2019

Perencanaan kontingensi

(22)

Ruang Lingkup:

- Standar ini menetapkan persyaratan terkait sistem peringatan dini bencana yang mencakup definisi, pengertian, tata cara dan pelaksanaan, serta jenis kegiatan yang dilakukan.

- Standar ini berlaku untuk otoritas lokal, tim siaga bencana dan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana tanpa mempertimbangkan efek sekunder atau dampak ikutan

SNI 8840-1:2019

Sistem Peringatan Dini Bencana – Bagian 1:

Umum

(23)

Ruang Lingkup:

- Standar ini menetapkan definisi, pemahaman, perencanaan, metode, prosedur, implementasi, dan aktifitas yang berkaitan dengan implementasi sistem peringatan dini tsunami

SNI 8841-2:2020

Sistem Peringatan Dini Bencana – Bagian 2:

Tsunami

(24)

Ruang Lingkup:

- Standar ini menetapkan persyaratan minimal terkait peralatan peringatan dini gerakan tanah yang mencakup definisi, jenis alat, spesifikasi alat, pemasangan, ambang batas,

penyampaian informasi peringatan dini, serta pengecekan dan perawatan alat.

- Standar ini berlaku untuk produk alat peringatan dini gerakan tanah yang digunakan oleh pemerintah, swasta maupun

masyarakat yang akan dipasang pada daerah rentan gerakan tanah tanpa mempertimbangkan jenis gerakan tanah dan luasan daerah yang berpotensi untuk bergerak.

SNI 9021:2021

Peralatan Peringatan Dini Gerakan Tanah baru

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian, berdasarkan parameter dapat disimpulkan terdapat perbedaan tingkat kesiapsiagaan Peserta Didik SD, SMP, dan SMA dalam menghadapi bencana Tsunami,

Dalam penelitian ini peneliti menguji pengaruh pemberian pelatihan penanggulangan bencana gempa bumi terhadap kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menghadapi erupsi Gunung Merapi BPBD Kabupaten Sleman telah melaksanakan seluruh tahapan dalam manajemen bencana yaitu

Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan bidan dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami di puskesmas kota Padang dimana

Hasil penelitian ini bahwa kesiapsiagaan masyarakat Kawasan Perkotaan Takengon dalam menghadapi bahaya bencana gempa bumi berada dalam kondisi cukup siap jika dilihat dari

Dalam penelitian ini peneliti menguji pengaruh pemberian pelatihan penanggulangan bencana gempa bumi terhadap kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi

Perencanaan Pusat Manajemen Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami merupakan penyedian wadah untuk aktifitas manajemen bencana seperti pelatihan, pengetahuan, penyedian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan siaga bencana gempa bumi terhadap kesiapsiagaan anak-anak sekolah dasar dalam menghadapi