• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Interior Kapal Etnik Minimalis dengan Nuansa Songket Pandai Sikek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Desain Interior Kapal Etnik Minimalis dengan Nuansa Songket Pandai Sikek"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Desain Interior Kapal Etnik Minimalis

dengan Nuansa Songket Pandai Sikek

Nama : Rizqy Amelia Putri 3813100033

Desain Interior Transportasi

Dosen: Thomas A. Kristianto, S.Sn., M.T.

Jurusan Desain Interior

Fakultas Teknik Sipil dan

Perencanaan Institut Teknologi

Sepuluh Nopember Surabaya 2016

(2)

K apal adalah sarana angkutan terapung di air yang dapat bergerak/berpindah sendiri dari satu tempat ke tempat lain dan mampu mengangkut atau memindahkan muatan/barang atau penumpang.

KAPAL

(3)

Berdasarkan gambar, bagian-bagian utama kapal terdiri dari:

1: Cerobong 2: Buritan

3: Propeller 4: Kulit kapal 5: Mesin

6: Lampu sorot 7: Haluan

8: Geladak utama

9: Bangunan atas (Superstructure) di mana ditempatkan anjungan kapal, kabin untuk awak.

BAGIAN

KAPAL

(4)

JENIS KAPAL

KAPAL PENUMPANG

Kapal Pesiar

Kapal Samudra Kapal Feri (Ferry)

KAPAL BARANG

Kapal Peti Kemas

Kapal Tanker Minyak

Kapal Tanker LPG

(LNG Tanker)

(Bulk Carrier)

(Car Carrier)

(Heavy Lift Cargo Transporter)

(Boat/Yatch Transporter)

Kapal Tongkang/Ponton

(5)

KAPAL FUNGSIONAL

Kapal Tunda

Kapal Derek)

kapal Pengebor

Kapal Pengeruk

kapal Penangkap Ikan

Kapal Penelitian

(Ice Breaker)

Kapal Kabel Laut

• Kapal bertenaga manusia (Pendayung)

• Kapal Layar

• Kapal Uap

• Kapal Diesel atau Kapal Motor

• Kapal Nuklir

• Kapal permukaan

• Kapal selam

• Kapal mengambang

• Kapal bantalan udara TENAGA PENGGERAK

Jenis pelayarannya

(6)

Barge atau Tongkang atau Ponton adalah suatu jenis kapal yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung, digunakan untuk mengangkut barang dan ditarik dengan kapal tunda atau digunakan untuk mengakomodasi pasang-surut seperti pada dermaga apung.

Ponton digunakan juga untuk mengangkut mobil menyeberangi sungai, didaerah yang belum memiliki jembatan. Sangat banyak digunakan pada tahun 1960an hingga 1980an di jalur lintas Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua. Sekarang sebagian besar sudah digantikan dengan jembatan.

Untuk keperluan wisata, ponton juga masih digunakan. Untuk meningkatkan kestabilan kapal biasanya digunakan dua ponton yang digabungkan secara paralel.

Tongkang sendiri tidak memiliki sistem pendorong (propulsi) seperti kapal pada umumnya. Pembuatan

kapal tongkang juga berbeda karena hanya

konstruksi saja, tanpa sistem seperti kapal pada umumnya. Tongkang sendiri umum digunakan untuk mengangkut muatan dalam jumlah besar seperti kayu, batubara, pasir dan lain-lain. Di Indonesia tongkang banyak diproduksi di daerah Batam (Kepulauan Riau) yang merupakan salah satu basis produksi perkapalan di indonesia

BARGE

(7)

Tongkang atau Barge adalah suatu jenis kapal yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung, digunakan untuk mengangkut barang dan ditarik dengan kapal tunda. Selain itu tongkang yang dimodifikasi banyak digunakan sebagai akomodasi, hotel terapung, dan keperluan lainnya di lokasi proyek

JENIS – JENIS BARGE:

1. Work Barge: tongkang yang digunakan sebagai tempat atau pangkalan untuk melakukan pekerjaan di laut.

2. Pilling Barge: tongkang yang dilengkapi alat pemancang yang digunakan untuk mengerjakan pemancangan di laut.

3. Landing Craft Tank: Kapal jenis ini selalu dipakai untuk mengangkut alat-alat berat seperti bulldozer, excavator, crane, dump truck dan lain-lain.

4. Dredger Barge: tongkang yang digunakan untuk pengerukan laut

5. Split Barge: tongkang yang digunakan untuk menampung lumpur dan dibongkar dengan cara pembelahan lambung kiri dan kanan 6. Hopper Barge: tongkang yang dipergunakan untuk menampung lumpur dan dibongkar melalui pintu alas yang dapat dibuka.

7. Modu (Mobile Offshore Drilling Unit) Barge: tongkang yang dilengkapi alat bor untuk offshore drilling

8. Kapal LPGs/LNGs Tanker : Jenis Kapal Tanker biasanya menggunakan mesin diesel low speed. Kapal pengangkut liquified petroleum gas (LPG) dan liqufied natural gas (LNG) merupakan kapal khusus yang didesain untuk membawa gas yang telah dicairkan.

9. Kapal General Cargo: Merupakan jenis kapal pengangkut bermacam-macam tipe barang dan dalam berbagai bentuk kemasan (packing).

10. Accomodation Barge: tongkang untuk akomodasi.

11. Crane Barge: tongkang yang dilengkapi dengan alat angkat /crane 12. Oil Barge: tongkang yang digunakan untuk mengangkut minyak

Split Barge Oil Barge Accomodation Barge

Work Barge

ACCOMODATION BARGE

(8)

JASCON 8

CONTOH ACCOMADATION BARGE

Jascon 8 is a non-propelled anchored offshore barge suitable for accommodation hook-up and commissioning services as well as a great variety of subsea installation and construction activities in

shallow water environments.

(9)

MATERIAL DASAR KAPAL

KOMPOSIT

Material komposit adalah material yang terbuat dari dua bahan atau lebih yang tetap terpisah dan berbeda dalam level makroskopik selagi membentuk komponen tunggal. Bahan komposit (atau komposit) adalah suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu sama lainnya baik itu sifat kimia maupun fisikanya dan tetap terpisah dalam hasil akhir bahan tersebut (bahan komposit).

FIBERGLASS

Fiberglass adalah salah satu jenis dari bahan komposit yang merupakan paduan dari dua bahan yang mempunyai sifat fisika dan kimia yang berbeda dimana perbedaan tersebut pun masih dapat terlihat secara mikroskopik maupun makroskopik dalam paduan akhir material komposit tersebut.

BESI

Besi adalah unsur alami yang paling magnetik dari unsur-unsur lain. Unsur alami magnetik lainnya termasuk kobalt dan nikel. Besi signifikan menjadi keras ketika dipadukan dengan unsur-unsur lain seperti karbon.

BAJA

Baja adalah logam paduan, logam besi sebagai unsur dasar dengan beberapa elemen lainnya, termasuk karbon.

Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya. Elemen berikut ini selalu ada dalam baja: karbon, mangan, fosfor, sulfur, silikon, dan sebagian kecil oksigen, nitrogen dan aluminium.

(10)

INTERIOR KAPAL

Marine Plywood

Alumunium Composite Panel

Solid Surface Polistirene

Poliurethane Acrylic

HPL

Lantai Vinyl

(11)

1973 ASDP didirikan sebagai penyelenggara angkutan sungai, danau, dan penyeberangan dilaksanakan oleh Proyek ASDP dan Ferry (PASDF)

VISI

Menjadi perusahaan jasa pelabuhan dan penyeberangan yang terbaik dan terbesar di tingkat regional, serta mampu memberikan nilai tambah bagi stakeholders

MISI

ASDP Indonesia Ferry merumuskan empat misi untuk mendukung terwujudnya visi perseroan

1. Menyediakan prasarana pelabuhan dan sarana kapal penyeberangan yang tangguh sebagai pendukung dalam sistem logistik nasional.

2. Memiliki standar pelayanan internasional yang didukung oleh tenaga profesional dan manajemen bisnis modern serta tata kelola perusahaan yang baik.

3. Menguasai pangsa pasar nasional dan memperluas jaringan operasional sampai ke tingkat regional untuk memaksimalkan pertumbuhan dan keuntungan.

4. Memaksimalkan peran korporasi dan infrastruktur negara serta agen pembangunan.

Dengan motto "We Bridge The Nation" atau "Bangga Menyatukan Nusantara" , insan ASDP senantiasa bekerja keras dan cerdas, menjaga komitmen dan kebanggaan untuk melayani kepentingan pengguna jasa sekaligus kepentingan negara.

PROFIL PERUSAHAAN

(12)

SDM

Dalam upaya mempertahankan kinerja Perseroan, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimplementasikan sistem dan manajemen sumber daya manusia yang efektif dan efisien, guna mencapai visi dan misi yang ditetapkan oleh Perseroan. Pemenuhan dan pengembangan sumber daya manusia, baik kualitas maupun kuantitas, dilakukan sesuai arah bisnis perusahaan. Pada tahun 2016, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) memiliki 4.237 orang karyawan.

KOMITMEN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK

Secara konsisten ASDP Indonesia Ferry menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance - GCG). Lima prinsip utama GCG yaitu Keterbukaan, Kemandirian, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban dan Kewajaran diterapkan secara proporsional dalam setiap lini proses bisnis. Salah satu wujud komitmen penerapan GCG dan untuk menciptakan iklim kerja yang transparan, jajaran Direksi dan seluruh karyawan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menandatangani Pakta Integritas. Penerapan pedoman-pedoman GCG pada perseoran terdiri dari Panduan Tata Kelola (Code of GCG), Panduan Perilaku (Code of Conduct), Panduan Perilaku bagi Komisaris dan Direksi (Board Manual), Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) dan Piagam Pengawasan Internal (Internal Audit Charter) mengarahkan perseroan menjadi lebih fokus, terkendali dan memaksimalkan kinerja

GOOD COOPERATIVE GOMERMENT

RUTE ASDP DAN FERRY (PASDF)

(13)

RUTE YANG AKAN DI DESAIN DAN ALASAN

PADANG - TUAPEJAT

Rute perjalanan dari Pelabuhan Muaro Padang menuju Dermaga Tua Pejat, Sipora Utara, Kepulauan Mentawai.

ALASAN

Perlunya mendesian interior kapal untuk

Accomodation Barge adalah memberikan

kesan dan suasana yang nyaman bagi pengguna.

Dengan pekerja yang mayoritas jauh dari rumah dan kurangnya fasilitas akomodasi membuat mereka akan cepat merasa lelah dan bosan. Konsep yang diambil diharapkan dapat menjawab permasalahan yang ada.

Agar membuat para pekerja merasa nyaman,

tenang, dan tetap semangat dalam bekerja.

(14)

ZONING DAN BLOCKING

(15)
(16)

SIRKULASI

`

Keterangan : GUEST

SHIP CREW

(17)

YANG AKAN DI DESAIN

Keterangan :

Mess Room

Galley

Captain’s Room

(18)

KONSEP MAKRO

Desain Interior Kapal Etnik Minimalis

dengan Nuansa Songket Pandai Sikek

Etnik

Merupakan desain yang memasukan unsur,

budaya.

Minimalis

Merupakan konsep desain sederhana minim ornamen tetapi funngsional.

Songket Pandai Sikek

Merupakan kerajinan kain heritage yang berasl dari Sumatra Barat.

Warna Material

Finishing Duco,rotan,

Bambu,Vinyl

(19)

KONSEP MIKRO

Lantai

Lantai Material Vinyl yang menyerupai paquet, yang memvisualisasikan konsep minimalis

Dinding

Putih Denagan Ornamen Songket Sumatra Barat

Plafon

Dengan Material Kayu dan bambu sebagai pentup Plafon, terinspirasi dari rumah bung Hatta di Bukit Tinggi sumatera barat, dengan konsep etnik

Elemen Estetis

Lampu dengan material bambu dan

kayu

(20)

PRESPEKTIF

Menggunakan Finishing Warna Putih Pada Dinding, dan Vinyl Pada Lantai, Di bagian Dinding Deri ornamen anyaman Bambu, sama halnya dengan Finishing Plafon.

Mess Room Alternatif 1

SOCKET LISTRK SOCKET

LISTRK Fire

Alarm

signage Hand

rail

(21)

Alternatif 2

Menggunakan Finishing Motif Kayu Pada dua sisi dindingdan,sisi lainnya menggunakan motif batik daun lado,vinyl motif parket pada Pada Lantai,pada bagian Plafon di beri Drnamen anyaman

Bambu,.

(22)

Galley

Menggunakan Finishing Warna Putih Pada Dinding, dan Vinyl Pada Lantai, di bagian Dinding Deri ornamen Motif Songket,Finishing Plafon.menggunakan anyaman bambu.

(23)

Captain’s Room

Referensi

Dokumen terkait

satuan pendidikan terhadap jumlah penduduk usia yang berkaitan, baik secara agregat maupun menurut karakteristik siswa, (2) Angka Partisipasi Murni (APM), yaitu persentase

Dalam mewujudkan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan secara optimal di Kabupaten Bengkayang, diperlukan adanya mekanisme pelaksanaan tanggung

Ideologi dipandang sebagai pemikiran yang dapat mempersatukan manusia, kelompok, dan masyarakat sekaligus mengarahkan pada partisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial

1) Kegiatan apresiasi PGTK PAUD dan Dikmas Berprestasi bagi Instruktur Kursus TRP berprestasi Tingkat Kabupaten/Kota hanya untuk jenis apresiasi perorangan

Implementasi Pasal 3 Peraturan Walikota Kediri Nomor 26 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Pajak Restoran terkait penerapan self assessment system

Para delegasi dari Komite Ad- Hoc sepakat bahwa untuk menjaga kesinambungan dalam proses pengambilan keputusan dan memastikan pelaksanaan program yang relevan dari APSCO,

Populasi penelitian adalah siswa putra kelas XI SMA Negeri 09 Pontianak tahun ajaran 2012 yang berjumlah 64 orang.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32

1) Ramin dapat diperbanyak dengan stek pucuk dari tumbuhan muda umur 1 tahun karena mampu menghasilkan akar dan daun, meskipun tanpa penambahan zat pengatur tumbuh