• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA N 8 Mandau Mata Pelajaran : Kimia

Kelas / Semester : XII / 1

Materi Pokok : Sifat Koligatif Larutan Sub Materi : Penurunan Titik Beku Alokasi Waktu : 2 x 45 menit ( 1 pertemuan )

KOMPETENSI DASAR (KD)

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

3.4 Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis).

 Menghitung penurunan tekanan uap, tekanan osmosis, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku

 Menganalisis perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit berdasarkan data percobaan.

4.4 Menyajikan hasil penelusuran informasi tentang kegunaan prinsip sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari.

 Merancang percobaan terkait penurunan tekanan uap, tekanan osmosis, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku.

 Menggunakan rancangan percobaan dalam melakukan percobaan penurunan tekanan uap, tekanan osmosis, kenaikan titik didih, dan penurunan titik beku.

 Menyusun hasil data percobaan yang dilakukan.

 Menyusun hasil penelusuran informasi tentang kegunaan prinsip sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari

 Menghubungkannya konsentrasi (molalitas/fraksi mol) dengan sifat koligatif larutan)

 Mengolah data percobaan untuk membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan monelektrolit yang konsentrasinya sama.

 Menganalisis data percobaan untuk membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit yang konsentrasinya sama.

A.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui model pembelajaran Discovery Learning dengan didukung berbagai macam referensi, diharapkan siswa dapat mandiri dan ingin tahu dalam proses pembelajaran, memiliki sikap jujur dan teliti terhadap sifat koligatif larutan pada penurunan titik beku serta dapat mempresentasikan dan mengkomunikasikan data hasil pengamatan mengenai sifat koligatif larutan pada penurunan titik beku.

B.

MATERI PEMBELAJARAN Konsep

 Penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis larutan merupakan sifat koligatif larutan.

 Kemolaran menyatakan banyaknya mol zat terlarut didalam setiap 1 liter larutan.

 Kemolalan menyatakan banyaknya mol zat terlarut di dalam setiap 1.000 gram pelarut.

Perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit

Sifat koligatif larutan ditentukan oleh jumlah partikel dalam larutan. Oleh karena itu, untuk konsentrasi yang sama, sifat koligatif larutan elektrolit akan berbeda dengan sifat koligatif nonelektrolit.

Hal ini dikarenakan jumlah partikel dalam larutan elektrolit akan lebih banyak karena adanya proses ionisasi zat terlarut. Zat elektrolit jik dilarutkan akan terionisasi menjadi ion-ion yang merupakan partikel- partikel dalam larutan. Hal ini menyebabkan jumlah partikel pada satu mol larutan elektrolit lebih banyak

(2)

n p

m   1 . 000

daripada larutan nonelektrolit. Jadi disimpulkan bahwa sifat koligatif larutan nonelektrolit lebih rendah daripada sifat koligatif larutan elektrolit karena zat terlarut pada larutan elektrolit terurai menjadi ion-ion.

Fakta

 Rumus kemolaran:

V Mn

dengan: M = kemolaran larutan n = jumlah mol zat terlarut V = volume larutan

 Rumus Kemolalan:

n p

m   1 . 000

dengan: m = kemolalan larutan

n = jumlah mol zat terlarut p = massa pelarut

 Besarnya penurunan titik beku larutan merupakan hasil kali antara tetapan penurunan titik beku molal (Kf) dengan konsentrasi molal (m) dari larutan, atau:

Tf =Kf .m

Titik beku larutan merupakan titik beku pelarut dikurang dengan besarnya penurunan titik beku, atau:

Tf =Tf o + Tf

Oleh karena kemolalan larutan dirumuskan dengan:

maka: Tf =Kf × m

𝑇𝑓 = 𝐾𝑓 (𝑛 𝑥 1000

𝑝 )

dengan: Tf = Penurunan titik beku molal Kf = tetapan penurunan titik beku molal n = jumlah mol zat terlarut

p = massa pelarut Prosedur

 Langkah-langkah melakukan percobaan sederhana tentang sifat koligatif larutan untuk penuruna titik beku.

Metakognitif

 Sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari

C.

PENDEKATAN, MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN Pendekatan : Scientific dan kontekstual

Model : Discovery Learning

Metode Pembelajaran : - Eksperimen - Diskusi Kelompok - Diskusi informasi

(3)

D.

SUMBER BELAJAR/ BAHAN AJAR/ ALAT 1. Sumber belajar:

Buku teks Kimia Kelas XII , Maryono, Quadra

Buku teks Sains Kimia SMA/MA kelas XII, Tine Maria Kuswati, Bumi Aksara

 Internet https://youtu.be/B9AAFEvjnAk dan https://youtu.be/1sJCWZo7Z9s serta https://youtu.be/4qbw8eKRKN4 pada Channel youtube : Muharani Amzar 2.

Media/ Alat :

 Bahan dan peralatan Eksperimen penurunan titik beku,

 Lembar Kerja Siswa, Laptop, LCD Projektor

E.

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Alokasi Waktu

Kegiatan Awal

 Guru menciptakan suasana kelas yang religius dengan memberi salam pembuka, berdoa bersama siswa sebelum melakukan pelajaran, serta mengecek kehadiran siswa.

Apersepsi

 Guru mengulas kembali pelajaran tentang pengertian sifat koligatif

 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan memberikan instruksi dalam melakukan percobaan di dalam Laboratorium.

 Guru membagi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa.

 Siswa menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam percobaan.

Kegiatan Inti

a. Mengamati (Observing)

 Siswa mencari informasi terlebih dahulu tentang penurunan titk beku sebelum melakukan percobaan.

b. Menanya (Questioning)

 Guru menanyakan kepada siswa tentang materi pada percobaan yang belum jelas.

c. Mengumpulkan Data (Experimenting)

 Siswa mengidentifikasi semua perubahan atau gejala yang terjadi pada percobaan.

 Siswa menuliskan semua perubahan atau gejala yang terjadi pada percobaan dalam bentuk laporan.

b. Mengasosiasi (Associating)

 Siswa melakukan percobaan secara berkelompok materi penurunan titik beku.

 Siswa menuliskan data hasil percobaan dalam bentuk laporan.

 Siswa mengerjakan lembar kerja percobaan tentang penurunan titk beku.

Siswa mengumpulkan laporan hasil percobaan e. Mengkomunikasikan (Communicating)

 Guru meminta perwakilan siswa untuk menyimpulkan percobaan yang telah dilakukan.

Kegiatan Akhir

 Siswa membersihkan seluruh peralatan Laboratorium yang telah digunakan.

 Guru memberitahukan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya secara komunikatif.

 Guru menutup kelas dengan mengucapkan salam.

15 menit

60 menit

15 menit

(4)

Karakter siswa yang diharapkan:

Menyadari adanya keteraturan dalam sifat koligatif larutan sebagai wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa

Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dalam memahami sifat koligatif larutan.

 Menujukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, santun, bekerja sama, dan proaktif dalam melakukan percobaan.

F.

PENILAIAN

Aspek Teknik Penilaian Instrumen Keterangan

Sikap - Observasi - Lembar Observasi -

Pengetahuan - Tes tertulis - Tes Lisan - Tugas

- Soal Evaluasi - LKPD Keterampilan - Penugasan Proyek

- Kinerja presentasi (Hasil diskusi)

- Lembar observasi - Rubrik kinerja

presentasi (Hasil diskusi)

- Keterampilan berdiskusi dan mempresentasikan hasil diskusi

Mengetahui, Kandis, 08 Agustus 2022

Kepala SMAN 8 Mandau

Dimon Sapta, S.Pd NIP. 19680901 199103 1 006

Guru Mata Pelajaran

Muharani Amzar, M.Pd NIP. 19821028 200903 2 007

(5)

LAMPIRAN 1.

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Karakter Skor Indikator

Rasa Ingin Tahu 1 Tidak menunjukan antusias dalam pengamatan/eksperimen, sulit terlibat dalam kegiatan kelompok walaupun sudah di dorong untuk terlibat.

2 Menunjukan rasa ingin tahu, namun tidak terlalu antusian dan baru terlibat aktif dalam kegiatan kelompok setelah di suruh untuk terlibat.

3 Menunjukan rasa ingin tahu yang besar, antusias dan aktif dalam kegiatan kelompok

Jujur 1 Tidak menunjukan kejujuran dalam menggunakan data hasil pengamaan) dan berusaha mencari jawaban dari kelompok lain dengan cara menyontek.

2 Menunjukan kejujurannya dengan menggunakan data hasil pengamatan (data apa adanya), namun kurang menunjukan kerjasama kelompok dalam menyelesaikan masalah yang ada di LKS

3 Menunjukan kejujurannya dengan menggunkana data hasil pengamatan (data apa adanya) dan menunjukan kerjasama kelompok dalam menyelesaikan masalah yang ada di LKS

Tanggung Jawab 1 Tidak ikut mengerjakan tugas kelompok yang tertera dalam LKS

2 Ikut mengerjakan tugas kelompok, namun tidak dengan sungguh- sungguh.

3 Ikut mengerjakan tugas kelompok dengan sungguh-sungguh Teliti 1 Tidak mengamati percobaan yang dilakukan.

2 Mengamati percobaan yang dilakukan dengan seksama, namun tidak mencatat hasil pengamatannya.

3 Mengamati dan mencatat hasil percobaan yang dilakukan dengan seksama dan sistematis.

No Nama

Sikap

Jumlah Skor Rasa Ingin Tahu Jujur Teliti Tanggung Jawab

1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3

1 2 3 ..

Kriteria penilaian:

Rentang jumlah skor: 10 – 12 (baik) 7 – 9 (cukup) 4 – 6 (kurang)

(6)

LAMPIRAN 2.

PENILAIAN KOGNITIF

1. Suatu larutan dibuat dengan cara mencampurkan 0,85 gram senyawa organik dalam 100 gram benzena (Kf = 5,12 C/m). Apabila diketahui titik beku larutan tersebut 5,16C, tentukan molalitas dan massa molekul relatif senyawa organik tersebut. (Tf benzena murni = 5,45C)

2. Diketahui penurunan titik beku larutan 0,5 m MgCl2 adalah 0,55C. Hitunglah faktor van’t Hoff MgCl2 pada konsentrasi tersebut. (Kf = 1,86C/mol)

LAMPIRAN 3.

LEMBAR PENGAMATAN KETERAMPILAN

Mata Pelajaran : KIMIA

Materi : Sifat Koligatif Larutan (Penurunan Titik Beku)

Kelas/Semester : XII IPA 1/1

Tanggal/ Waktu Pengamatan : 8 Agustus 2022/ 2 JP (90 menit) Nama Siswa : ...

No Aspek yang dinilai

Kriteria Penilaian Bersifat Analitik Skor

1 2 3 4

1. Keterampilan menyiapkan alat dan bahan

Siswa kesulitan menyiapkan alat dan bahan eksperimen dengan melihat buku panduan sesuai kebutuhan eksperimen dan memerlukan waktu yang lama

Siswa menyiapkan alat dan bahan eksperimen tanpa melihat buku bantuan sesuai kebutuhan eksperimen

Siswa menyiapkan alat dan bahan eksperimen tanpa melihat buku bantuan sesuai waktu yang dibutuhkan

Siswa dengan cekatan menyiapkan alat dan bahan eksperimen tanpa melihat buku bantuan dengan cepat dan tepat

2. Kemampuan siswa melakukan eksperimen

Siswa kesulitan mengerjakan eksperimen penurunan titik beku dengan urutan kerja yang kurang beraturan

Siswa mampu mengerjakan eksperimen penurunan titik beku dengan urutan kerja yang kurang beraturan.

Siswa mampu mengerjakan eksperimen penurunan titik beku dengan urutan kerja yang tepat.

Siswa mampu mengerjakan eksperimen penurunan titik beku dengan urutan kerja yang tepat, sesuai dengan waktu yang diberikan

3. Kemampuan siswa menulis laporan dengan cepat dan tepat

Laporan terselesaikan meski lambat, hasil laporannya kurang menarik dan tidak rapi

Laporan terselesaikan meski lambat, hasil laporannya menarik dan rapi

Laporan terselesaikan sesuai waktu, hasil laporannya menarik dan rapi

Laporan terselesaikan sebelum waktu yang ditentukan, hasil laporannya menarik dan rapi

Total Skor Skor maksimal

Nilai Keterangan :

1. Kolom skor diisi sesuai dengan kualitas kriteria yang diperoleh oleh siswa.

2. Baris total skor adalah jumlah seluruh skor yang diperoleh siswa

3. Baris skor maksimal adalah skor kriteria tertinggi dikalikan dengan jumlah aspek yang dinilai 4. Nilai diperoleh berdasarkan perhitungan berikut :

Nilai= Total Skor

Skor Maksimal x 100

NB : Skor Maksimal = 12

(7)

LAMPIRAN 4. LKPD

Penurunan Titik Beku Larutan Tujuan : Menyelidiki penurunan titik beku larutan

Penurunan titik beku suatu larutan merupakan sifat-sifat koligatif larutan. Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat larutan yang hanya bergantung pada jumlah (kuantitas) partikel zat terlarut dan tidak bergantung pada jenis partikel zat terlarut dalam bentuk atom, ion, ataupun molekul.

Langkah 1 Mencari informasi dan membuat Hipotesis

Sebelum melakukan percobaan, carilah informasi tentang sifat koligatif larutan untuk penurunan titik beku.

berdasarkan informasi yang diperoleh, buatlah hipotesis pengaruh jumlah partikel zat terlarut terhadap titik beku larutan.

Langkah 2 Menyiapkan Alat dan Bahan

1. Gelas Kimia 500 mL 6. Aquades

2. Rak dan tabung reaksi 7. Larutan NaCl 1 m dan 2 m 3. Batang Pengaduk 8. Larutan glukosa 1 m dan 2 m 4. Termometer 9. Larutan asam asetat 1 m dan 2 m 5. Es Batu

Langkah 3 Melakukan Percobaan

1. Masukkan bongkahan kecil es batu ke dalam gelas kimia 500 mL kira-kira sampai setengahnya

2. Tambahkan beberapa sendok garam dapur ke dalam gelas tersebut, kemudian aduk. Campuran ini digunakan sebagai pendingin.

3. Isi tabung reaksi dengan aquades sebanyak 5 mL. Kemudian masukkan tabung reaksi tersebut ke dalam gelas kimia yang berisi campuran pendingin.

4. Masukkan batang pengaduk ke dalam tabung reaksi dan gerakkan batang pengaduk tersebut turun naik sehingga akuades dalam tabung reaksi mulai membeku.

5. Setelah Aquades mulai membeku, ganti batang pengaduk dengan termometer.

6. Amati dan catat suhu saat akuades mulai membeku.

7. Ulangi langkah 3-6, ganti aquades dengan larutan NaCl 1 m dan 2 m ; glukosa 1 m dan 2 m, serta larutan asam asetat 1 m dan 2 m.

Catatan : Jika es dalam gelas kimia mencair, buat kembali campuran pendingin seperti cara di atas.

Langkah 4 Mengolah Data

1. Berdasarkan percobaan, tuliskan hasil pengamatanmu dalam bentuk tabel.

2. Dari data di atas, jawablah pertanyaan berikut.

a. Larutan manakah yang memiliki titik beku paling rendah? jelaskan.

b. Hitunglah penurunan titik beku masing-masing larutan.

c. Dengan konsentrasi yang sama, bandingkan penurunan titik beku ketiga larutan tersebut.

Langkah 5 Menyimpulkan dan Mengkomunikasikan 1. Buatlah kesimpulan dari percobaan tersebut 2. Buat laporan tertulis dari percobaan tersebut 3. Presentasikan hasil percobaanmu di depan kelas.

Referensi

Dokumen terkait

Melalui model pembelajaran discovery learning dengan menggali informasi dari berbagai sumber belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi, diharapkan

Melalui model pembelajaran Discovery Learning dengan menggali informasi dari berbagai sumber belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi, diharapkan peserta didik terlibat

Melalui model pembelajaran Discovery Learning dengan menggali informasi dari berbagai sumber belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi diharapkan siswa

Guru menjelaskan tujuan dan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan yaitu dengan pembelajaran discovery learning, diskusi dan tanya jawab diharapkan peserta

Melalui proses pembelajaran materi Elastisitas dengan menggunakan pendekatan Saintifik dan Model Discovery Learning, peserta didik diharapkan jujur dan teliti dalam menganalisis

Melalui pembelajaran Discovery Learning, pendekatan Saintifik, dan tayangan video, serta LKPD peserta didik secara mandiri, rasa ingin tahu, jujur dan bertanggung jawab

Melalui proses pembelajaran materi Elastisitas dengan menggunakan pendekatan Saintifik dan Model Discovery Learning, peserta didik diharapkan jujur dan teliti dalam

Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti proses pembelajaran dengan meggunakan metode Discovery Learning, peserta didik diharapkan dapat Memahami pengertian ilmu ekonomi,